"Hoi! Sudah selesai...?" ulangnya lagi.

"Y-Ya...sudah..." jawab Kyungsoo gugup dan meletakkan mangkuk makanannya yang entah kapan sudah kosong ke atas nakas di dekatnya. Sedetik kemudian matanya bersumpah menangkap seringaian 'manis' di wajah namja di hadapannya ini. Kyungsoo baru berniat untuk turun kedapur membawa semua sampah-sampah makanan itu sebelum gerakan Jongin menghentikannya. Namja itu mengurung tubuh mungil Kyungsoo dalam kungkungan kedua lengannya. Kyungsoo refleks mundur kebelakang, hampir bertukar sapa dengan bantal empuk Jongin jika lengan namja itu tidak menopangnya. Telapak tangan itu terasa sangat hangat di punggung Kyungsoo. Sejenak Kyungsoo melayang hingga kalimat yang dia dengar selanjutnya membuat seluruh tubuhnya kembali meremang.

"Kau siap? Kita mulai 'pelajarannya' sekarang..."

.

.

UNEXPECTED MOMENT

.

Chapter 3

(Wondering, why?)

.

CAST

Our famous lovely couple, KAISOO

Do Kyungsoo/ D.O (22 th)

Kim Jongin/ Kai (21 th)

Other EXO member

.

SUMMARY

Kyungsoo yang cukup awam dalam dunia percintaan meminta tolong pada seorang player tampan untuk mengajarinya menjadi seorang bottom yang pro demi sang kekasih hati. Sanggupkah sang player tampan melakukan private lessonnya? Atau.../KAISOO/Kai-Jongin/D.O-Kyungsoo/YAOI/M

.

WARNING

Typo(s), Mature Content, OOC, Cerita Menggelikan, Pasaran, Boys Love, 18+ Languange, NO COPAS, NO BASH, NO FLAME, THANK YOU

.

.

Happy Reading, EXO-L~

.

.

"Kau siap? Kita mulai 'pelajarannya' sekarang..." bisikan sensual itu langsung membuat bulu roma Kyungsoo menegang hebat. Wajah putihnya langsung semerah tomat dalam waktu kurang dari sedetik. Kedua matanya membelalak lucu dengan bibir heartshape nya yang terbuka lebar.

"M-Mwo? M-Mulai? Sekarang? Ak-Aku...Aku..." ucap Kyungsoo terbata-bata dan menjerit tertahan saat Jongin mulai merebahkan tubuhnya di helaian bedcover empuk berwarna biru tua di bawahnya. Kyungsoo menutup matanya rapat-rapat. Mengantisipasi apapun yang akan terjadi dan mempersiapkan hatinya.

Sedetik

Dua detik

Lima Detik

Kyungsoo mengernyit. Dia tidak merasakan pergerakan apapun dari Jongin di atasnya. Hanya hangat nafas namja itu yang terus menerus menerpa wajahnya. Refleks dia membuka mata dan melihat apa yang terjadi.

Oh No!

Kyungsoo lagi-lagi menyesali tindakannya. Saat dia membuka mata, sepasang orbs tajam langsung menghujamnya telak dengan jarak yang sangat dekat! Dan seakan tersedot dalam dua bulatan itu, Kyungsoo tak mampu untuk berkedip.

"Kau yakin melakukan semua ini?" Jongin bertanya dengan suara dalam yang sensual setelah merasa cukup memandang Kyungsoo. Kyungsoo tak menjawab. Bukan karena dia tidak mendengar, namun karena terlalu hanyut dalam buaian kilauan gelap yang masih menatapnya hingga membuatnya sulit untuk sekedar mengucap "A".

"Aku tidak yakin tidak menyentuhmu selama proses 'belajar' nanti. Kau tahu? Aku bukan pria yang tenang, Kyungie~" desah Jongin di wajah Kyungsoo yang makin merona parah.

"Jika kau yakin kau tidak akan menyesali semuanya, kita bisa lanjutkan semua ini, namun jika kau tak yakin dan takut padaku, kau bisa keluar sekarang. Aku tidak mengunci satupun pintu di rumah ini dan aku tidak akan mengejarmu..." ujarnya sambil membelai lembut wajah Kyungsoo, jemarinya bergerak lembut turun ke daerah rahang, bermain di sana sejenak lalu pindah ke bagian leher. Kyungsoo mengerang tanpa ia sadari.

"Jawab aku,baby... Kau yakin?" Jongin menyurukkan wajahnya di ceruk leher Kyungsoo dan mengendus aroma alami namja pendek itu yang terasa begitu menyenangkan di hidungnya. Menghirupnya dengan satu tarikan nafas dalam. Kulit leher Kyungsoo seakan tertarik. Sangat panas!

'Demi Joonmyeon! Kau harus bertahan, Kyungsoo-ah. Ingat! Joonmyeon! Dia menginginkanmu! Kau harus bisa memuaskannya! Harus!'

"A-Aku...aku...ahhh~...A-aku yakin..ngghh~" Kyungsoo susah payah menjawab karena bibir Jongin yang terus bermain-main di lehernya. Tidak menjilat, tidak mengecup, hanya mengendus, menghirup dan menempelkannya secara acak di permukaan kulit mulus itu. Tapi percayalah, sensasinya terasa begitu memabukkan. Bagaimana Kyungsoo bisa menolak? Ohh...apakah Kyungsoo sudah gila? Bermain permainan berbahaya seperti ini dengan alasan belajar dengan namja yang bahkan baru tadi sore dikenalnya? Tapi entah mengapa tubuh Kyungsoo begitu menginginkan hal ini! Hati dan otak namja itu sudah tidak sinkron. Tolong salahkan aroma Musk dan Green Tea yang menyelubunginya itu. Karena 'dia'lah biang keladi semuanya.

"Hyung...Kau pasti pernah mimpi basah, kan?"

"Ahh..n-ne..." Kyungsoo menjawab susah payah menahan desahannya.

"Siapa yang bersamamu saat itu, eum?" satu kecupan basah Jongin sematkan di lubang telinga kiri Kyungsoo hingga namja itu makin menggeliat.

"Itu...itu aku...ngghh~ak-aku..."

"..."

Secara tiba-tiba, Jongin menghentikan semua gerakannya. Dia mengangkat tubuhnya dari atas Kyungsoo dan duduk di pinggir ranjang. Menatap namja yang masih terengah-engah karena ulahnya itu dengan tatapan yang datar.

"Sudahlah. Itu tidak penting. Sekarang katakan apa saja yang ingin kau ketahui!" nada suara yang dingin dan ketus itu kembali terdengar. Kyungsoo tersentak dan langsung mendudukkan tubuhnya cepat. Ketakutan kembali menghampirinya. Namja di depannya itu benar-benar mengerikan. Seperti berkepribadian ganda. Kadang terlihat lembut dan jinak namun, sedetik kemudian bisa berubah kasar dan liar.

Iyuhh~ Jelas Kyungsoo menyukai yang pertama...

"Ah...itu...aku...aku ingin belajar bagaimana caranya memulai for-forpay –"

"Foreplay!"

"Ah iya, itu. Baekhyun bilang itu hal yang sangat penting dalam seks..." Jongin berdecih lagi ketika Kyungsoo menyebut nama Baekhyun.

"Kenapa kau mesti mempercayai semua yang dia katakan, eoh? Kau ini benar-benar!"

"Eumm...itu...itu..."

"Ah! Sudahlah! Lanjutkan!"

Astaga...Kyungsoo yakin telinganya bisa tuli jika dalam 30 menit kedepan namja tampan kecoklatan di depannya ini terus menerus berteriak padanya. Jarak mereka kurang dari 50 cm! Mengapa harus berteriak-teriak?! Kyungsoo bingung...

"Baekhyun itu sahabatku...makanya aku...aku sangat mempercayainya..."

Jongin menghela nafas kasar. Matanya menangkap jelas Kyungsoo yang ketakutan. Sebenarnya dia juga kasihan, tapi mengingat siapa dalang di balik semua kejadian saat ini benar-benar membuat Jongin sebal!

"Duduklah dulu di sini. Aku akan turun mengambil jus untukmu," Jongin bangkit dan menumpuk semua sisa makan malam mereka untuk di bawa kedapur. Kyungsoo hanya memandanginya dalam diam. Raut wajahnya sangat sedih. Jongin mendongakkan wajah Kyungsoo menghadapnya dan menatap mata bulat itu lekat-lekat.

"Saat aku kembali nanti, kau harus sudah tahu apa yang harus kau lakukan padaku. Anggap aku Joonmyeon dan...cobalah untuk merangsangku. Kau mengerti?!"

"N-Ne..."

"Bagus!" dan Jongin-pun keluar dari kamar. Kyungsoo benar-benar merasa depresi saat ini. Apa yang harus ku lakukan?

.

-oOOo-

.

Kita menuju ke dapur. Seorang namja ganteng duduk dengan gayanya yang bossy di salah satu kursi di meja makan. Sebelah tangannya dengan elegan memegang –memutar- segelas jus jeruk yang terlihat sangat segar sedangkan sebelah lagi menyangga ponsel pintarnya di telinga.

Jongin menelepon

Dan sepertinya orang yang dituju belum juga menjawab panggilannya membuat Jongin menghentak-hentakan kakinya kesal.

'Neee...helloooooww' satu suara yang terdengar seketika membuat semua kegiatan absurb Jongin terhenti.

"Ya! Brengsek!" serunya murka

'Whoa whoa whoaaaa...calm down, Kkamjongie... waeyo, eoh?' sahut suara di seberang dengan sangat kalem. Jongin menggertakkan giginya emosi.'

"Apa yang sudah kau lakukan pada Kyungsoo, eoh? Kau keterlaluan, Hyung!"

'Ohh, dia sudah menemuimu? Baguslah. Aku bisa tenang sekarang. Kau urus dia dengan baik ya, sayang. Aku titip sahabat terbaikku padamu...' balasnya lagi tenang membuat Jongin makin mendidih.

"DIA MEMINTAKU MENGAJARINYA BERCINTA, HYUNG! KAU BENAR-BENAR KETERLALUAN!"

'Oh, jadi kau rela jika dia bercinta dengan Lucifer itu terlebih dahulu, begitu? Baru setelah itu kau akan merebutnya?'

"Bukan begitu! Tapi...sebenarnya apa rencanamu, Hyung? Di saat aku menyerah dengan perasaanku pada Kyungsoo, sekarang malah dia datang padaku karena ulahmu! Dan lagi...Lucifer itu! Ya Tuhan! Aku benar-benar hampir gila hari ini..."

'Ya! Lamban! Joonmyeon itu hanya akan menyakiti Kyungsoo. Kau salah jika selama ini melihat mereka berdua baik-baik saja! Memang, Kyungsoo mencintai Joonmyeon dan Joonmyeon juga mencintai Kyungsoo tapi apa kau tahu Joonmyeon itu juga mencintai 'yang lain-lain' di luar sana?'

"Eh? Bukankah dia sudah tidak punya pacar lagi selain Kyungsoo?"

'Memang, tapi kenyataannya berkata lain. Sehari sebelum dia meminta seks dari Kyungsoo di hari jadi ke-100 mereka nanti, teman sekelas Channie memergoki dia sedang nge-seks dengan seseorang di toilet Gedung C, Jongin-ah! Kau tahu siapa orang itu? Song Jae Mi! Dari fakultas Seni Lukis Gedung E'

"Mwo? Jaemi?" mata Jongin membola.

'Ne, dia pernah mencoba mendekatimu juga, kan? Dia pernah tidur bersama Joonmyeon di sebuah hotel saat mereka berdua secara kebetulan di undang dalam pameran akbar kampus kita dua minggu yang lalu. Meski dia tidak bisa menjadi kekasih Joonmyeon, dia tidak apa-apa yang penting dia sudah pernah 'merasakan' si brengsek itu! Jalang, memang. Aku mengetahui ini semua saat tanpa sengaja aku mendengar Jaemi bercerita dengan Hongsul waktu aku datang ke Gedung E seminggu yang lalu. Apa kau kira setelah mengetahui semua itu aku akan menyerahkan Kyungsoo begitu saja padanya? Tidak!'

"Mengapa kau tidak berusaha memisahkan mereka dari dulu, Hyung? Jika Joonmyeon memang seperti itu harusnya kau bisa meyakinkan Kyungsoo kalau dia tidak baik..." nada suara itu terdengar sangat kecewa. Baekhyun mendengus.

'Kau kira aku tidak berusaha, eoh? Aku sudah melakukan semua yang kubisa agar Kyungsoo tidak menerima Joonmyeon waktu itu tapi apa? Dia menutup mata dan telinganya dari apapun, Jongin-ah. Pria yang sangat kau cintai itu tipe yang benar-benar berkepala batu. Meski sudah kupaparkan semua kenyataan yang aku tahu, menghasut dengan berbagai cara, menunjukkan bukti-bukti yang kupunya, tapi Kyungsoo hanya diam tak mau tahu!'

"..."

'Dia sudah terlanjur sangat mencintai bajingan itu sejak awal mereka bertemu. Aku harus bagaimana lagi? Aku sangat senang ketika aku tahu dari Channie kalau kau mencintainya. Aku pikir aku bisa mendekatkanmu padanya agar dia bisa berpaling dari orang itu. Tapi apa? Kau terlalu pengecut!'

"Aku menunggu saat yang tepat waktu itu, Hyung. Tapi ternyata..."

'Menunggu kau mendatangi Kyungsoo itu sama dengan menunggu kucing bersayap, Jongin-ah. Entah kapan, dan aku sangat bersyukur dengan kejadian ini. Tolong kau manfaatkan kesempatan ini baik-baik! Arraseo?!'

"Tapi mengapa kau mengatakan padanya jika aku ini playboy, Hyung? Kau menyamakanku dengan aktor pendek itu. Kau menyebalkan sekali..." Jongin tanpa sadar merajuk.

'Ya! Jika tidak begitu mana mau dia menemuimu! Menurutmu aku harus mendeskripsikan bagaimana lagi tentangmu? Kim Jongin yang baik hati yang dengan sangat pengecutnya tidak berani mengambil cinta sejatinya yang telah lebih dulu bernaung di bawah lindungan sayap Lucifer yang mempesona?'

"Aku bukan pengecut, Hyung. Apa kau kira aku setega itu harus menghancurkan kebahagiaannya? Aku melihatnya sendiri, Hyung. Mereka saling mencintai. Menurutmu aku bisa apa? Jangankan menyukaiku, mengenalku saja dia tidak. Apa yang harus kulakukan? Aku benar-benar sudah kalah telak. Aku mencintainya disaat dia sudah lebih dulu mencintai orang lain. Kau pikir bagaimana hancurnya aku saat itu? Aku sangat menyesal terlambat mengenalnya"

'Ne, aku tahu. Kau mulai berganti-ganti pacar sejak saat itu...'

"Aku tidak berpacaran dengan mereka, Hyung. Mereka yang memaksaku. Aku bukan pria berhati batu yang akan bersikap biasa-biasa saja saat seorang gadis menangis padaku."

'Itulah kelemahanmu, bodoh! Orang tidak tahu jika kau sebenarnya tidak berkencan dengan mereka, kau tidak tidur dengan mereka, kau tidak mencintai mereka. Orang tidak tahu itu, Jongin-ah! Makanya karena kebodohanmu itu aku dengan senang hati menyebutmu seorang player... hahaha'

"Cih, tertawalah sepuasmu. Doakan aku, Hyung. Semoga Kyungie bisa berpaling padaku."

'Ne. Selama beberapa hari ini Joonmyeon akan ke Osaka dan kau harus bisa membuat Kyungsoo jatuh padamu. Kau tentu tidak mau dia menyerahkan tubuhnya pada bajingan itu, kan?'

"Tentu saja tidak, Hyung! Akan kubunuh iblis itu jika dia berani menyentuh Kyungsoo!"

'Bagus..sekarang kau lakukan apa yang terbaik menurutmu. Jaga Kyungsoo. Mengerti!'

"..."

'Oi hitam! Kau mendengarku?'

"..."

'Jongin-ah!'

"Baiklah, Hyung. Kau bisa percaya padaku. Kupastikan dia aman dari si brengsek itu. Aku janji!"

'Bagus! Itu baru Kkamjongku yang tampan. Okelah, sudah dulu. Sepupumu akan datang sebentar lagi dan aku mau siap-siap dulu, you know? Hot date...ahahaha'

"Terserahlah. Suka-suka kalian. Bilang Dobi jangan pulang malam-malam! Aku tidak mau bibi menginterogasiku lagi..."

'Baiklah, sayang. Fighting! Byeeeee...mmuaachhh~'

Tuutt...ttuuutt...ttuutt...

Jongin menganga dengan tidak elit setelah sambungan telepon itu terputus. Bukan karena orang centil di seberang sana yang seenaknya memutus sambungan tanpa menunggu salam Jongin, tapi karena kalimat provokatifnya yang menyebalkan lahir dan batin. Astaga...jika sepupu bertelinga layarnya itu tahu, celakalah dia! Bisa habis dia disumpah serapahi oleh jerapah yang terkutuk karena berwajah tampan itu. Mengingat betapa posesifnya si Dobi pada Tjabe-nya...Aigooo...

Setelah dua kali menarik nafas dalam, Jongin bangkit dan berjalan menuju tangga lantai dua dengan segelas orange jus yang tadi dia niatkan untuk Kyungsoo. Ahh, baydewey, sedang apa si kecil itu sekarang? Jongin melirik jam digital ponselnya, ternyata hampir 20 menit dia meninggalkan Kyungsoo sendiri di kamarnya. Yeah, waktu yang cukup untuk menemukan kotak ajaib miliknya yang berisi segala macam pose dan ekspresi wajah seorang namja bermata bulat yang dia stalk hampir setengah tahun ini. Si tampan itu langsung berubah pias dan dia memilih berlari untuk segera sampai di kamarnya. Antisipasi! Mencegah lebih baik daripada bla bla bla bla. Ya, kan?

'Cklek'

Pintu kamar terbuka dan Jongin langsung disuguhkan pemandangan yang menggiurkan!

Kyungsoo tergeletak –telentang- pasrah di atas ranjangnya dengan kedua mata yang tertutup rapat. Omoo...si kecil ternyata tertidur. Jongin melangkah mendekat dan senyum tampannya terkembang. Pemandangan bibir shape M yang sedikit membuka itu sungguh mengagumkan. Tampak sangat cute dan...mengundang.

Jongin meletakkan jus yang dia bawa ke atas nakas. Dengan pelan dia duduk di sisi tubuh Kyungsoo. Sepelan mungkin agar tidak mengganggu tidur namja itu. Tangan kirinya terulur, mengusap lembut rambut hitam nan lebat itu. Luapan kebahagiaan langsung merambati dadanya.

"Andai kau tahu, aku ini hanyalah seorang pecundang yang berkedok sebagai playboy...karenamu." Jongin mulai bermonolog.

"Apa yang akan kau lakukan jika kau tahu perasaanku yang sebenarnya? Aku terlalu pengecut untuk meraihmu waktu itu...dan aku menyesali semuanya saat aku tahu kau sudah tak sendiri lagi." sorot matanya yang tajam itu tampak meredup namun rasa cinta yang begitu tulus masih terpancar jelas.

"Aku menyesal...namun aku tak ingin merusak kebahagiaanmu dengan masuk secara tiba-tiba dalam hidupmu. Tapi... mengapa harus dia, Kyung? Mengapa harus si brengsek itu? Aku sangat senang saat melihatmu mendatangiku, tapi setelah aku tahu maksudmu yang sebenarnya, aku sakit. Mengapa kau harus mati-matian ingin melakukan hal ini demi dia? Semua orang tahu dia brengsek, Kyung. Mengapa kau harus menutup mata dan hatimu dari semua itu?" suara lirih itu bergetar berbaur emosi.

"Apa kau tahu setiap saat aku harus meyakinkan hatiku jika dia sudah berubah menjadi lebih baik untukmu? Tapi, setelah aku mendengar semuanya dari Baekhyun Hyung, aku rasa aku ingin membunuhnya sekarang juga!" tangan Jongin terkepal dengan rahang menegang. Tampaknya emosi mulai melingkupi namja tampan itu. Tidak lama...karena beberapa detik kemudian keteduhan orbs itu kembali.

"Kau tidak harus seperti ini, Kyung. Kau tidak seharusnya melakukan semua ini. Tidak ada jaminan dia tidak akan meninggalkanmu setelah kau memberikan semua padanya..."

"Kyungie-ah...Aku juga mencintaimu."

"Kuharap kau memilihku...suatu hari nanti. Saranghaeyo, Do Kyungsoo..."

Jongin merundukkan wajahnya dan mengecup lembut bibir merah Kyungsoo yang sedikit terbuka. Sangat lembut, tanpa ada tekanan yang berarti. Jongin menyalurkan seluruh rasa cinta terpendamnya pada Kyungsoo selama ini melalui penyatuan bibir itu. Tanpa dia tahu, Kyungsoo sekarang tengah tersenyum bahagia di alam mimpinya, karena namja beraroma Musk Green tea dalam mimpinya itu kini tengah memagut lembut bibirnya dalam suatu lumatan penuh gairah yang memabukkan.

Setelah cukup lama mencecap sedikit rasa bibir itu. Jongin melepas pagutannya. Bersyukur karena Kyungsoo tertidur sangat pulas. Apa si kecil itu benar-benar kelelahan?

Jongin menatap ponsel Kyungsoo yang berada di dekatnya. Niat Jongin tadi hanya ingin menaruhnya di atas nakas, namun belum sempat sampai di nakas itu layar ponsel menyala disusul getaran yang halus. Jongin kembali mendekatkan ponsel itu padanya dan langsung membuka pesan yang baru saja masuk itu tanpa permisi.

'My Love Myeonnie'

Tanpa sadar dia berdecih saat membaca nama kontak si pengirim. Ternyata kekasih brengsek Kyungsoo.

'Kau tidak ingin aku kecewa padamu 'kan sayang? Jadi jangan bertingkah amcam-macam. Persiapkan dirimu baik-baik. jangan sampai mengecewakanku. Aku sangat mencintaimu oleh karena itu aku menginginkanmu'

Begitulah isi pesan yang baru saja masuk itu. Jongin scroll ke atas. Penasaran dengan apa yang sebenarnya mereka berdua bahas dan Jongin mengepalkan tangannya kuat-kuat setelah paham maksud dari semua pesan-pesan itu. Kyungsoo mengatakan ketidaksiapannya untuk melakukan seks dan dia juga mengatakan jika dia merasa takut untuk itu namun Joonmyeon membujuk dengan segala upaya untuk membuat Kyungsoo tetap memenuhi keinginannya dan yang terakhir Joonmyeon mengancam si kecil itu. Sudah pasti Kyungsoo tidak ingin mengecewakan Joonmyeon. Kyungsoo terlalu baik untuk menyakiti seseorang.

"Brengsek! Kita lihat saja nanti! Kau atau aku yang akan menang..." ujarnya mendesis dengan senyum miring menghiasi wajahnya. Penuh keyakinan yang tinggi untuk menang, Jongin dengan santai mematikan ponsel perak itu. Menatap wajah tidur Kyungsoo sejenak sebelum memutuskan untuk ikut berbaring bersamanya. Jongin mengusap lembut hidung Kyungsoo.

"Kau harus meninggalkannya, Hyung. Aku mencintaimu..." lirihnya kemudian memeluk erat tubuh mungil itu dan mengecup pucuk kepalanya sayang. Jongin memejamkan mata, bersiap untuk tidur. Tak butuh waktu banyak, deru nafas teraturnya mulai samar terdengar. Jongin terlelap tanpa tahu jika Kyungsoo bergerak makin merapat ke tubuhnya dan membalas pelukan Jongin tanpa dia juga sadari karena saat ini, dalam mimpinya, sosok pria yang selalu memberikan Kyungsoo kenikmatan bercinta itu tengah merengkuh kuat tubuhnya dalam kehangatan kulit coklatnya yang polos serta memagutnya lembut dalam kecupan basah yang menggetarkan. Kyungsoo tersenyum dalam tidurnya yang lelap.

.

-oOOo-

.

10.05 KST, Kantin Gedung D Universitas SOPA

Seorang namja manis tampak duduk termenung di sebuah meja di pojokan. Bongkahan-bongkahan es dalam minumannya sudah mulai meleleh berbaur dengan cairan coklat kehitaman di dalam gelas bening yang ada di depannya.

Seperti ayam sakit, namja itu terlihat lelah dengan hela nafas berat yang sesekali terdengar. Keningnya terkadang berkerut dengan mata menyorot tajam. Kadang juga menatap kosong ke arah entah kemana dengan wajah kuyu yang membuat setiap orang mendadak lesu saat memandangnya.

"Ya! Do Kyungsoo!"

"Eung..."

Jawaban bernada hambar yang diterima si suara pertama jelas membuat pelipis si cantik ber-eyeliner itu berkedut sebal dan dengan tanpa berpri-kepala-an bukunya yang cukup tebal itu diadunya dengan kepala hitam yang tadi menjawabnya.

"Ya! Byun Baekhyun! Ini sakit!" teriak si kecil marah. Kepalanya berdenyut-denyut kuat. Belum lagi cairan cola yang tadi menumpuk penuh dalam gelasnya kini harus terbuang sia-sia karena efek guncangan dari penistaan yang kepalanya dapatkan tadi.

"Sakit? Aigoo...syukurlah. ternyata kau masih hadir di dunia ini, Kyungsoo-ah. Tadi kukira nyawamu sudah hampir melayang, jadi aku sengaja memukulmu agar kau tidak jadi pergi meninggalkanku sendiri..." ucapnya lebay dengan langsung memeluk erat Kyungsoo tanpa peduli simpang empat yang parkir di dahi pria itu.

"Hei, Baekhyunie, geser sedikit..." sebuah suara bass yang –uhuk – seksi itu membuat kedua mata Kyungsoo beralih fokus. Oh, ternyata sahabat centilnya ini tidak datang sendiri. Ada tiang imut bertelinga panjang yang menemaninya. Si mata bulat bersuara om-om itu terlihat makin tampan dengan topi biru Supreme dan jaket baseball warna senada yang dia kenakan. Ahh, andai tak ada si cabe unyu yang tengah bergelayut di lengannya ini, Kyungsoo pasti dengan sukacita telah mengulurkan jari-jari indahnya untuk menarik pipi putih namja bak supermodel itu.

"Ya! Jangan tatap Yeollie seperti itu! Lihat! Dia ketakutan! Matamu itu terlalu horor untuk jadi kenyataan, Kyungie-ah!"

Ohh ingin rasanya Kyungsoo mendaratkan telapak tangannya di pucuk kepala coklat karamel itu dengan hentakan bernada beat yang menggetarkan kalbu.

Aa-aa, tolong jangan bahas irama beat, hiphop, ataupun sebangsanya itu di sini sekarang. Lihat. Kyungsoo kembali jadi tak bergairah...

Baekhyun yang melihat perubahan drastis air muka Kyungsoo jadi semakin bingung. Tingkah namja yang berstatus sahabat baiknya itu memang sangat aneh dari pagi tadi. Sudah datangnya telat, melamun di kelas, meninggalkan Baekhyun sendirian, dan sekarang kembali melamun seperti ayam bodoh. Chanyeol yang sadar akan kebingungan kekasihnya itu segera memberikan kode pada Baekhyun agar bertanya pada Kyungsoo.

"Kyungsoo-ah, waeyo? Kau ada masalah?"

Mendengar suara lembut Baekhyun, Kyungsoo segera menatap melas namja itu dengan sorot mata penuh kekalutan.

"Baekkie-ah...bagaimana ini?"

"Joonmyeon?"

Kyungsoo mengangguk, "Joonmyeon dan Kim Jongin" batinnya menambahkan.

"Aku sudah bertemu Jongin kemarin dan setelah mendapat sedikit penjelasannya, aku malah semakin takut, Baekhyun-ah. Aku katakan pada Joonmyeon jika kau belum siap, tapi dia malah jadi kecewa padaku. Dia bilang aku harus melakukannya jika tidak ingin dia kecewa. Aku harus bagaimana? Apalagi tadi pagi aku –" Kyungsoo menghentikan seketika ucapannya.

'Apa harus kukatakan juga? Tapi aku maluuuuu'

"Tadi pagi? Wae? Mengapa tadi pagi?" kali ini Chanyeol yang bertanya.

"Ah...itu...b-bukan apa-apa..." balas Kyungsoo cepat yang justru membuat Baekhyun yakin ada yang namja itu sembunyikan darinya.

'Mungkin berhubungan dengan Jongin' pikir Baekhyun dan segera setelah itu smirk menyebalkan terpajang di bibir tipisnya dan Chanyeol bersumpah dia melihat semua itu meski hanya 1 detik.

"Kau harus tegas menentukan jalan hidupmu, Kyung. Jangan setengah-setengah seperti ini. Kemarin-kemarin kau sangat yakin akan melakukannya sampai apapun nasehatku tidak ada yang kau dengarkan. Sekarang juga kau harus bisa bersikap seperti itu. Kau harus yakinkan hatimu. Jika 'iya' katakan 'iya. Jika 'tidak' katakan 'tidak'! Jangan menyiksa otakmu yang tidak seberapa itu dengan memikirkan hal-hal konyol seperti in!"

Kyungsoo tertunduk mendengar omelan Baekhyun. Dia tahu. Seharusnya dia bisa meyakinkan hatinya. Bukankah dia sudah berjalan sejauh ini karena yakin pada namja bernama Joonmyeon itu?

"Fyi, seks itu bukan standar ukuran cinta seseorang, Kyungie-ah. Seks itu dilakukan dengan persetujuan hati kedua belah pihak. Tanpa ada rasa terpaksa sedikitpun. Jika semua itu sudah ada, maka barulah seks itu akan menjadi menyenangkan. Jika tidak, maka itu hanya akan merugikanmu. Menyiksamu. Apalagi jika orang itu nantinya bukanlah jodohmu..."

Tersentak, Kyungsoo langsung menatap tepat di bulatan sipit Baekhyun. Kata-kata itu lebih kurang sama dengan apa yang Jongin katakan padanya kemarin.

'Jongin...'

"Apa kau benar-benar yakin Joonmyeon adalah cinta sejatimu?"

"Maksudmu?"

"Yah, maksudku begini, aku tahu jika kau memang sudah lama menyukainya sejak kita sama-sama masih mahasiswa baru dan kau bahkan mencintainya meski kau tahu reputasi buruknya di kampus ini, dan aku berpikir apakah hubunganmu dan Jonnmyeon ini memang untuk selamanya atau...yah, kau tahu sendiri bagaimana dia."

"Tapi Baek, dia tidak seperti yang –"

"Berhenti membelanya. Jangan tutup mata hatimu, Kyung. Belajar untuk menerima pendapat orang. Aku mengatakan semua tentangnya selama ini bukan karena aku membencinya atau karena aku tidak menyetujui kalian. Aku hanya tidak ingin kau terluka nantinya. Kau sahabat terbaikku. Aku sayang padamu, Kyungsoo-ah."

"..."

"Apa selama di Osaka dia menghubungimu?" suara bass Chanyeol itu membuat Kyungsoo dan Baekhyun serempak menatapnya. Ternyata mereka beberapa saat tadi sempat melupakan keberadaan tiang bendera yang imut itu. Chanyeol menatap dengan sinar kepo di mata bulatnya.

"Ne, dia menghubungiku tapi baru kemarin. Dia bilang jika sinyal di sana susah dan tarif telepon mahal..." tuturnya polos yang membuat pasangan ChanBaek ingin menjedotkan kepala mereka masing-masing di dinding terdekat.

'Kenapa ada makhluk sebodoh ini, Ya Tuhan!' umpat Baekhyun dalam hati.

'Sejak kapan orang yang punya black card seperti dia mengeluhkan tarif telepon?' Chanyeol ikut merutuk.

Kyungsoo yang melihat keduanya menghela nafas panjang hanya bisa kebingungan. 'Ada apa sih?' pikirnya bodoh dan memilih menyeruput colanya yang tadi sempat tumpah. Tanpa dia sadari, Baekhyun dan Chanyeol saling tukar kode dengan kerlingan mata mereka.

"Kyung, kami pulang dulu, ne..."

"Eh? Kau tidak mau menungguiku latihan hari ini, Baek?"

"Maafkan aku, Kyungie sayang. Tapi Channie hari ini memaksaku menemaninya..." ratap Baekhyun yang jelas pura-pura dan berhasil membuat Kyungsoo mendelik tak suka pada Chanyeol.

"Ya! Mengapa menatapku seperti itu. Hal yang wajar kan jika seseorang ingin berduaan dengan kekasihnya? Aku sangat merindukan tubuh Baby Baek-ku hari ini..." sahut Chanyeol frontal yang membuat sepasang mata itu terbeliak.

"Astaga...sejak kapan Channie –ku yang manis jadi mesum seperti ini? Oh Tuhan, Baek. Kau benar-benar sukses mengajarinya. Mengapa kau tidak mau mengajariku, eoh!" Kyungsoo menggerutu kesal pada Baekhyun yang dianggapnya lalai 'mengurus'dirinya yang notabene sahabat Baekhyun.

"Ya! Apanya yang mengajari! Itu namanya naluri alami seorang seme, Kyung! Aku hanya seorang uke yang bertugas menerima semua fantasi liarnya..." kekah tawa mesum itu seketika mengalun kelaur dari bibir tipis Baekhyun membuat Kyungsoo merinding dan kekasih raksasanya itu menanggapi dengan tawa khas om-omnya yang menyebalkan.

"Sudahlah, kami pulang dulu. Semangat 'latihan'nya ya, Kyungie sayang" ucap Baekhyun melambaikan tangan. Tersenyum menggoda dengan menekankan kata 'latihan' sedemikan rupa dengan nada aneh yang membuat Kyungsoo langsung menyadari jika namja centil itu bukan menyemangatinya untuk latihan olah vokal siang nanti. Tapi untuk latihan berbahayanya dengan Kim Jongin.

Ahh...nama itu lagi...

Setiap kali nama itu melintas di benaknya, kecamuk pikiran yang muncul sedari pagi tadi kembali terulang di kepalanya. Kyungsoo pusing.

.

.

Flashback

Kamar Jongin pukul 06.30 KST

Kyungsoo mengucek pelan matanya saat bias sang surya memaksa masuk dengan mengetuk hangat kelopaknya yang indah. Dia menguap sebentar, membuka matanya perlahan dan mengerjap pelan, kemudian mengernyit dengan mata menyipit saat samar-samar merasakan kehangatan ganjil menerpa pucuk kepalanya. Kyungsoo mendongak.

'Oh Ya Tuhan!'

Kyungsoo hampir menjerit histeris ketika melihat rupa orang yang tidur di sebelahnya jika dia tidak segera ingat apa yang dia alami kemarin sore. Kyungsoo menghembuskan nafas panjang setelah dia tenang. Tapi kondisi itu tidak berlangsung lama karena saat dia kembali menoleh pada sosok tersebut, dia menyadari jika...sosok itu tidak memakai bajunya!

Polos!

Topless!

Hal terparahnya adalah aroma jantan itu yang langsung menyergap hidung Kyungsoo. Dia mengerang panik. Wajahnya memerah. Sekilas dia mengingat akan kenyamanan yang menyelubunginya semalam sehingga dia bisa tidur dengan sangat nyenyak. Apakah ini penyebabnya? Tak bisa Kyungsoo pungkiri, aroma tubuh yang sama dengan aroma yang melanglang buana dalam mimpinya itu sudah menjadi candu tersendiri bagi dirinya dan Kyungsoo terus mendambanya.

'Blush'

Wajahnya sontak memerah. Kembali mengingat apa yang terjadi dalam mimpinya semalam. Dia merasakan pria perkasa dalam mimpinya itu mencumbunya mesra. Membelai tubuhnya penuh kelembutan, tak lupa pagutan basahnya yang dalam.

Oh my God!

"Ngghh~"

Satu lenguhan terdengar menyadarkan fantasi panas Kyungsoo. Tampaknya pria seksi kecoklatan itu akan segera bangkit dari alam semunya. Kyungsoo melihat Jongin menggeliat dengan cara paling erotis yang pernah Kyungsoo tahu. Kedua fokus lensanya langsung tanpa malu mengarah pada miniatur tenda yang ada di selangkangan Jongin saat benda itu terekspos di balik sarangnya karena selimutnya yang tertarik.

'Deg'

Tubuh Kyungsoo menegang. Bukan karena benda pusaka yang sedang turn on itu. Tapi karena secara tak sengaja Kyungsoo mengalihkan fokusnya ke arah bawah ketiak kiri Jongin. Ada sesuatu seperti bekas luka yang mengering dengan bentuk agak memanjang di sana. Waktu pertama bertemu kemarin Kyungsoo tidak menyadarinya, mungkin karena tertutup oleh gumpalan kekar di lengan Jongin. Namun, bukan itu yang membuat Kyungsoo lama tercenung. Tapi karena sebuah kilasan memori kembali menghadiri benaknya.

Dalam mimpi basahnya beberapa hari yang lalu, dia ingat dia pernah menggigit bawah ketiak namja-nya saat kenikmatan yang bergulung-gulung menghantamnya. Dia ingat dia menancapkan beberapa gigi sehatnya di lapisan coklat yang beraroma manly itu saat pelepasan mani-nya terjadi.

Dalam mimpi itu, Kyungsoo menatap luka berdarah yang ia buat dengan penuh penyesalan namun seakan tak terasa sama sekali namja yang dia gigit malah terus menyodok manholenya brutal hingga rongga bawahnya menghangat dan dia terbangun dari mimpinya.

'Mengapa bisa sama?' pikir Kyungsoo mencoba mencari jawaban atas keganjilan itu.

"Wae? Mengapa menatapku seperti itu! Kau menakutkan!" ujar si pemilik keseksian yang tak diketahui Kyungsoo kapan sadarnya.

"Emm..anu...itu..."

"Anu? Wae? Kau mau anu-ku ini? Kurasa sudah cukup kenyal untuk kau kulum jika kau mau.."

"Mwo?! Ya! B-Bukan itu..." ringis Kyungsoo memerah. Jongin terbahak karena berhasil menggoda Kyungsoo.

"Lalu apa? Cepatlah! Aku ingin segera menidurkan adikku. Ini sakit sekali, kau tahu..." ucap Jongin tanpa malu sambil menunjuk lantang pada 'telunjuk' bawahnya. Kyungsoo makin memerah mendengar semua itu. Dengan segera di berdehem kuat untuk menyetabilkan gejolak jiwanya.

"Ah...itu...luka yang di situ itu, bagaimana bisa kau..." Kyungsoo menunjuk ke arah ketiak kiri Jongin. Namja itu menengok ke arah yang ditunjuk Kyungsoo.

"Ohh...luka ini." Jongin yang paham mengangkat tangan kirinya dan langsung menunjuk luka yang sudah kering di sana. Kyungsoo mengangguk.

"Aku tidak tahu. Beberapa hari yang lalu aku bangun dan luka itu sudah mengeluarkan darah. Mungkin ada serangga cukup besar menggigitku. Ya, seperti yang kau lihat. Aku tidak pernah memakai baju saat tidur." Jongin tampak menjelaskan dengan tersipu malu. Kyungsoo tercekat melihatnya.

"O, oh...begitu..."

"Waeyo?"

"Ah...aniya..."

"Aku ada kelas sampai pukul 3 nanti. Kita akan mulai pelajaran kita setelah itu. Aku akan menjemputmu..."

"N-Ne..."

"Hyung juga ada kelas pagi ini, kan? Ayo berangkat bersama. Aku mandi dulu..."

Jongin-pun beranjak ke kamar mandi dengan sedikit berjinjit guna mengatasi nyeri di selangkangannya yang terasa seperti batu. Kyungsoo hanya terpaku menatap tubuh setengah telanjang Jongin dari belakang. Sesaat tadi ketika Jongin mengibaskan selimut yang sempat menutupi tubuhnya, aroma menggoda parfum itu kembali menyapa dengan kuat ke dalam hidungnya. Kepala Kyungsoo pening lagi...

"Mungkinkah..."

.

.

.

TBC

.

.

Update –agak- cepaaaaaattttttt

Come ini! #clapclapclapclapclapclap

Warning! Warning! Warning!

*dibakar*

Ahaha...Nah, pasti di sini sudah taulah ya siapa itu yang masuk dalam kategori 'Mungkinkah' nya Kyungsoo? Sikit-sikit tanda tanya kalian kejawab.

Oh ya, maaf jika belum bisa bales rifyu kalian, tapi aku baca semuanya koq meski sinyal morat marit. Ciyussss...

Thanks pake banged-banged ama:

Overact, beng beng max, bakpao96, Kim YeHyun, julihrc, ohmydeer, thelostisland35, Guest, dhiyavella, pcyms7, 1004baekkie, alietha doll, cuwon, Areundawo, taufikunn9, lalatpucing, Kyungie Baby, Seoglyu Yeowang, didinsoo, zee konstantin, mian the fujo, GuestGuestGuest, Maple fujoshi2309, KyuvilHundsome, zheazhiioott, Jung Eunhee, ShinJiWoo920202, adindaptr1524, Kim Leera, & semua yang udah fav & follow nih ff rancu.

Makasih banged ya semuanya. Mohon rifyunya lagi untuk chap ini. Saya gak minta duit lohhh, cuma minta jejak tangan kalian. Meski cuma jejak tangan dalam 1 kata tapi udah munculin puluhan bahkan ratusan impuls semangat buat aku yang sering banged drop tiba-tiba ini. Hiks...

Gamsahaeyo all m(_ _)m

Chap ini sebenarnya masih panjang, tapi terpaksa ku 'cut' karena kepanjangan banged. Gilak. Aku j pusing kalo baca dari awal chap, mana lum selesai pula. Kapanlah lagi mau dipublish kalau begitu? Bisa jamuran dan busuk nih FF nanti...

Mohon bersabar yah untuk chap 4. Untuk yang udh kemakan php ku di chap 1 yang bilang nih cuma bakal 3 or 4 chap, aku deep bow ma kalian cz aq juga gak tau ternyata bisa panjang begini. Maaf yah, semoga kalian masih betah bacanya...eheeee

Salam sayang,

HyunChan2509

(Baturaja, 25 Jan 2015)