Silent Love
Author
ShiningHealers
Cast
Kim Jongin
Do Kyungsoo
OT12
Rating
T
Genre
Yaoi, Romance, Hurt/Comfort
Disclaimer
Cerita ini terinspirasi dari banyak banget hal, tapi nggak terinspirasi sama karya fanfiction lain. Jadi kalau kalian nemuin kesamaan hal dengan fanfiction lainnya, itu kebetulan aja okaii? No Plagiarism No Copast thankyou.
Warning
Typo bertebararan (Pada nyadar ga kalo kata 'bertebaran'nya typo?)
Summary
Kai yang tidak bisa diam dan berlaku seenaknya dipertemukan dengan Kyungsoo yang diam
~ Chapter 3 ~
Next Day
Kai POV
"Baiklah. Jadi pembagian tim sore ini, Lay, Sehun, Aku satu tim. Dan Chanyeol, Tao, dan Kai satu tim. Nah, sekarang pemanasan du.."
"Tunggu! Aku tidak ikut! Ini basket 2x2 saja seperti kemarin." Teriakku menyela perintah Kris yang belum selesai itu, lalu segera pergi menjauh dari lapangan basket.
"Yak.. Kau selalu seperti itu. Kau bahkan tidak menggantikanku saat aku ingin Break Time! Sebenarnya apa yang kau lakukan dari kemarin?" Lay hyung balas berteriak kepadaku yang semakin menjauh. Aku pun lalu membalikkan badanku, lalu tersenyum miring, dan mulai merasakan pipiku yang mulai memanas.
"Aku bertemu dengan seseorang. Dan dia jauh lebih penting daripada basket mulai sekarang." Terangku dengan suara jelas, lalu membalikkan badanku lagi, dan berlari sekencang-kencangnya menuju tempat peristirahatan lama sambil berdoa agar Kyungsoo berada disana lagi.
###
Kyungsoo POV
Lagi-lagi aku disini. Selama beberapa hari, tempat ini menjadi tempatku melamun, merenung, berpikir, dan mencuci otakku. Tidak ada tempat lain lagi yang bisa menampungku. Rumah dan kamarku adalah tempat yang paling berbahaya untukku. Pusat segala argumentasi, caci maki, barang rusak dan pecah, teriakan, dan kekerasan menetap pada 2 tempat itu seperti permen karet yang tidak mau lepas dari kain yang ditempelinya.
Mall? Pertama, aku tidak menyukai keramaian, dan kedua, disana banyak ahjussi-ahjussi berhidung belang dan nuna-nuna yang selalu menggodaku. Aku tidak tahu kenapa mereka seperti itu. Walaupun aku beruntung kalau aku tidak bisa mendengar mereka, tapi kalau aku mengabaikan mereka, mereka akan mulai mendekatiku. Mereka selalu membuatku takut, geli dan jijik.
Café? Untuk membeli secangkir Americano saja membutuhkan penghasilan Eomma, ditambah hyung selama sehari penuh. Sangat boros dan merepotkan.
Sekolah? Biaya hidupku dan keluargaku saja sudah susah. Kami sudah memiliki banyak hutang, ditambah Appaku yang selalu mencuri tabungan keluarga setiap bulan hanya untuk membeli beberapa botol whiskey. Dan jika ia tidak bisa menemukan tempat persembunyian tabungan, maka Ia akan mengamuk, merusakkan barang, dan berbuat kekerasan kepadaku, eomma, dan hyung. Jadi lupakan saja sekolah. Lagipula aku juga tidak memiliki cita-cita.
Tiba-tiba sesuatu menabrak dahiku cukup keras. Aku pun langsung membuka mataku dan lamunanku seketika buyar karena terkejut. Bahkan kehadiran orang itu tidak terasa karena aku berpikir terlalu dalam. Tunggu dulu. Apa ini? Kenapa mataku seperti tertutup sebelah?
Angin bertiup, dan kedua mataku langsung bisa melihat lagi. Ternyata itu hanyalah sebuah Post-It yang sebelumnya tertempel di dahi sebelah kiri ku. Dengan ragu-ragu aku mengambil Post-It yang jatuh ke pahaku, dan membacanya.
"Jadi kau penasaran kenapa namaku bisa Kai?"
Mwoya?
Merasakan sebuah kehadiran di depanku, aku pun mendongak. Seorang namja menatapku dengan senyuman hangatnya. Orang itu.. Kim Jongin?
###
Kai POV
Dia menatapku dengan mata bulatnya. Untuk sekilas aku terpana dengan ekspresi terkejutnya yang menurutku sangat menggemaskan itu.
"Aigoo.. Imut sekali dia.." Batinku. Melihat tidak ada respon darinya sama sekali, langsung saja aku duduk di sampingnya, dan menghiraukan tatapannya yang semakin melebar begitu pantatku sudah menempel seluruhnya ke posisi di sebelahnya.
"Penasaran kenapa namaku bisa Kai, kan? Itu kan yang kemarin kau tanyakan kepadaku?" Tanyaku lagi secara lisan sambil tertawa pelan melihat ekspresinya yang tidak berubah. Sementara ia hanya diam. Tentu saja aku tahu dia tidak bisa mendengarku. Aku hanya melakukannya untuk membuatnya bingung dan bertanya kepadaku. Tapi ternyata dia hanya terdiam. Baiklah. dalam kamus ku, diam tetaplah lampu hijau.
"Kai. Nama Kai yang berasal dari bahasa Hawaii yang berarti samudera. Aku menyukai samudera, maupun pantai, dan lautnya. Setiap ada kesempatan, aku selalu pergi ke pantai, dan berenang di laut. Karena menurutku, disanalah satu-satunya tempat dimana aku bisa merasa bebas, dan jauh dari orang-orang. Sebenarnya artinya masih lebih dalam lagi, tapi aku tidak suka menulis. Segitu saja intinya." Tulisku sampai memenuhi selembar kertas Post-It, lalu menempelkannya di sandaran bangku di antara aku dan Kyungsoo.
Ia langsung mencabut Post-It itu, lalu membacanya sambil memicingkan mata. Dan tidak berapa lama kemudian, tangan kecilnya langsung merebut pena dan Post-It dari tanganku, membalikkan badannya, dan menulis sesuatu. Aku pun tersenyum. Lucu sekali. Aku tidak diperbolehkan melihatnya menulis, batinku. Setelah selesai, Ia langsung menempelkan Post-It itu disamping tulisanku.
"Apa aku bisa mempercayaimu?" Hah? Apa maksudnya? Aku menatapnya dengan bingung karena pertanyaan mendadak itu. Mungkin karena melihatku kebingungan, Ia langsung menuliskan sesuatu di di kertas selanjutnya dan menempelkannya di bawah tempelan kertas sebelumnya.
"Apa aku bisa mempercayaimu kalau kau orang baik, dan tidak akan melakukan hal-hal buruk padaku?" Tulisnya lagi.
"Hei, kau menganggapku orang jahat?" Tulisku setelah merebut pena dan Post-It dari tangannya, dan menempelkannya di samping tulisannya.
"Maksudku, aku hanya bertanya. Apa kau orang jahat?"
"Tentu saja aku orang baik!"
"Apa kau benar—benar orang baik?"
"Aku memang orang baik! Lagipula mana ada orang jahat yang mengaku kalau dirinya adalah orang jahat?"
"Nah, sekarang kau mengaku kalau kau tidak mengaku sebagai orang jahat. Berarti kau ini orang jahat!" Astaga. Apa yang kita bicarakan sekarang ini?
Aku menepuk wajah ku sendiri. Bingung atas argument apa yang aku lakukan dengan Kyungsoo. Sementara dia hanya menatapku dengan pandangan was-was. Bahkan sekarang dia sudah menempel pada pegangan di ujung bangku di dekatnya. Aku menatap berlembar-lembar Post-It yang tertempel di antara kami. Kini tidak lagi berada di sandaran bangku , tapi juga tertempel di dudukan bangku di antara kami. Begitu pikiranku tenang, aku langsung mengambil kembali Post-It dan pena dari genggaman tangannya, lalu menuliskan sesuatu.
"Baiklah, sepertinya perkenalan diriku masih terlalu sedikit. Namaku Kim Jong In, atau Kai, lahir di Seoul pada tanggal 14 Januari 1994. Saat ini kuliah di Seoul Institute of the Arts jurusan dance semester 5, tidak pernah Drop Out ataupun tinggal kelas selama aku hidup. Teman-temanku saat ini sedang bermain basket di lapangan basket taman ini. Makanan favoritku adalah ayam goreng, boyband favoritku adalah TVXQ, sementara girlband favoritku adalah SNSD, 2ne1, dan Miss A. Kartun favoritku adalah Pororo dan Avatar. Saat ini aku tinggal di rumah bersama Appa, Eomma, dan Hyung yang berbeda 2 tahun dariku bernama Kim Jong Dae, dan kedua anjingku yang berjenis Terrier Airedale bernama Monggu dan Jjanggu. Aku penyayang anjing. Sekarang apa lagi yang kau ingin ketahui dariku?" Tulisku yang sampai memerlukan beberapa lembar Post-It, dan kutempel berjajar di sandaran kursi di antara kami.
Ia pun langsung mencabut kertas-kertas itu seiring dengannya yang selesai membaca tulisanku lembar per lembar. Di dalam hati, aku berdoa semoga Ia cepat mengerti kalau aku ini bukan orang jahat, dan tidak berniat untuk berbuat macam-macam dengannya. Demi apapun juga, aku hanya ingin berkenalan dan dekat dengannya! Tidak lebih!
Setelah Ia selesai membaca semuanya, Ia kembali merebut Post-It dan penaku, lalu menuliskan sesuatu setelah ia membalikkan badannya. Aku tidak boleh melihatnya menulis lagi. Setelah beberapa saat, Ia lalu membalikkan badannya lagi, lalu menempelkannya di dudukan kursi di antara kami.
"Aku masih tidak percaya kalau kau adalah orang baik. Berikan padaku kartu identitasmu, dan aku akan bertanya tentang rekor kejahatanmu di kantor polisi dekat rumahku." Dan seketika, kesabaranku pun meledak.
"Ige! Ambil dan bawa saja kartu identitasku! Sekarang cepat pergi dan tanya!" Teriakku kesal sambil melempar semua isi di dalam kantung celanaku ke dadanya, dan langsung pergi meninggalkan bangku taman, dan berjalan menuju lapangan basket sambil memaki-maki sendiri. Bagaimana bisa ia sebegitunya tidak percaya padaku? Bahkan semua orang yang kukenal disini gampang sekali untuk kuajak mengobrol! Tidakkah ia lihat usahaku dari kemarin untuk bisa berkomunikasi dengannya?
Setelah sampai di tengah jalan, aku mulai merasa ada yang aneh. Tapi apa?
"Astaga, dompetku! Kartu identitasku! Uangku!" Pekikku. Segera saja aku berlari kembali ke bangku di bawah pohon oak. Dan setelah sampai, hanya terlihat kertas-kertas Post-It yang menempel di bangku, dan sebagian yang sudah berterbangan terkena angin. Sementara Kyungsoo, dan semua barang yang kulempar sudah menghilang entah kemana.
"Aish.. Seharusnya aku tahu kalau selama ini kau lah yang orang jahat, Kyungsoo-ssi! Bagaimana bisa dengan mudahnya aku tersulut emosi dan melempar seluruh isi kantung celanaku, lalu pergi? Sekarang bagaimana aku bisa pulang dengan tenang?! Kau jahat sekali! Ini semua salahmu!" Dan selanjutnya yang keluar hanyalah kalimat-kalimat bodoh dari mulut hina ku.
TBC
.
.
.
Bonus
Sehun POV
"Aku bertemu dengan seseorang. Dan dia jauh lebih penting daripada basket mulai sekarang." Teriak orang itu, lalu pergi menjauh.
"Ah, dia jatuh cinta. Dia sudah pasti sedang jatuh cinta." Simpulku cepat. Sementara yang lain hanya mengangguk-angguk sambil meng-iyakan pernyataanku. Karena Kai tidak jadi ikut, akhirnya kami bermain 2x2. Aku, Chanyeol hyung, Kris-gege, dan Lay hyung. Sementara Tao-gege diam-diam membuntuti Kai pergi, setelah sebelumnya pamit kepada Kris-gege.
"Jadi bagaimana? Apa kita akan melakukannya lagi?" Tanya Chanyeol saat kita mulai pemanasan.
"Melakukan apa?" Tanya Lay hyung sambil melirik Chanyeol.
"Tentu saja mengganggunya. Bukankah itu sudah seperti ritual kita kalau Kai sedang dekat dengan seseorang?" Aku menjawab pernyataan Lay.
"Kita lihat saja dulu bagaimana hubungan Kai dan orang itu. Kita tunggu kabar dari Panda ku," Kris berkata kemudian.
"tapi semoga saja kita tidak melakukannya lagi. Sudah banyak yang mendekati orang hitam itu hanya karena material dan ketampanannya. Ah tapi tetap saja aku ini yang paling tampan." Ucap Kris sambil tertawa keras, sementara aku dan yang lainnya hanya mendengus. Gege satu itu memang kebiasaan seperti itu.
Lalu kami segera bermain basket tanpa membahas Kai lagi.
.
.
.
TBC BENERAN HEHE
Bagaimana nasib Kai selanjutnya? Bagaimana respon temen-temen kai pada akhirnya? Nantikan saja HUEHEHE
Need your review and saran! Makasiii
Sekian bacotan dari ShiningHealers, Have a good day!
