disclaimer : boboiboy masih punya animonsta studios (kecuali Hali ma Air) *ditimpukkomputer*
Happy Reading
...
Sementara itu di kediaman Fang dan Ying yang tenang, kakak beradik berkacamata itu tengah asik menonton acara tv berdua. Fang menonton sambil menikmati kripik kentang dipangkuannya, sementara Ying tidak fokus melihat tv. Pikirannya ada ditempat lain.
"Oi, Ying mikirin apa sih dari tadi nglamun terus." Tegur Fang tanpa mengalihkan pandangannya dari tv. Ying hanya diam saja.
"Hoi Ying!" kali ini Fang menyikut Ying sedikit.
"Eh, ah kenapa?" kata Ying sadar dari lamunannya.
Fang menghela nafas "kamu nglamunin apa sih? Dari tadi dipanggilin juga malah diem aja." Kata Fang ketus.
"Ah, nggak kok. Cuma-" jawab Ying kembali melamun.
"Cuma apa? Jangan-jangan kamu lagi mikirin seseorang ya?" kata Fang kini memperhatikan adiknya itu. "Biar ku tebak, emmmm kamu pasti lagi mikirin salah satu dari Boboiboy bersaudara ya?" Ucap Fang dengan nada jahil.
"Heee, gak kok. " Bantah Ying.
"Alah ngaku je lah kalau kamu pasti lagi mikirin Taufan kan? Atau Hali?" kata Fang sambil tersenyum. Seketika wajah Ying memerah. "Haaa, benerkan tebakan ku." Ucap Fang.
"Apaan sih kak Fang ni." Ying memalingkan wajahnya yang sudah semerah kepiting rebus.
"Ayo ngaku, sekarang dah berani main rahasia ya sama kakak?" Fang mencubit pipi chuby Ying, lalu tertawa. Ia senang menggoda adiknya itu, tapi-
Fang lupa satu hal yaitu reaksi adiknya kalau merasa sangat malu dan kesal.
Ying langsung menjitak kepala kakak tercintanya itu. Seketia itu juga muncul benjolan besar di kepala Fang yang langsung tewas, eh maksudnya langsug pingsan ditempat.
"Huh nyebelin." Kata Ying, lalu dia masuk kekamarnya. Ying merebahkan diri dikasur kesayangannya. Dia kembali melamun. ' Heemm, jadi Taufan itu punya kembaran. Terus yang aku tabrak pas istirahat itu bukan Taufan tapi kembarannya, Halilintar. Berarti aku dah minta maaf keorang yang salah dong. Pantesan aja dia marah. Hah pokoknya aku besok harus minta maaf ke Halilintar.' Batin Ying masih memikirkan kejadian saat istirahat di sekolah tadi. Tiba-tiba dalam pikirannya terlintas wajah entah itu wajah milik Halilintar atau Taufan. *Blush* wajahnya kembali memerah.
"Hyaaaaahhhhhh" teriak Ying dibalik bantal yang menutupi wajahnya. "Kenapa juga aku mikirin orang itu sih?" kata Ying pada diri sendiri.
"Oi Ying kamu kenapa teri- uufft" Ucapan Fang terputus saat sebuah bantal mengenai wajahnya ketika dia masuk kekamar Ying.
"Kalau masuk kamar orang ketuk pintu dulu!" bentak Ying.
"Apaan sih, aku kan Cuma mau ngingetin maka malem dah siap tu." Kata Fang sambil melempar balik bantal itu ke si empunya. Dia bingung dengan sikap adiknya. 'Haaahhh perempuan memang susah dimengerti' batinnya lalu pergi dari kamar Ying.
Ying yang merasa malu langsung keluar kamar mengikuti kakaknya.
-###-
Diwaktu yang sama, di rumah Boboiboy bersaudara.
Setelah Halilintar memberi 'kejutan' untuk Api dan Taufan yaitu berupa sedikit mempraktekan gerakan karate pada kedua kakaknya itu, Boboiboy bersaudara makan malam dengan tenang tapi agak tegang(?). Halilintar duduk diantara Gempa dan Air (Gempa dah ngasih cake tiramisu, roti moka dan ice cream rasa kopi ke Halilintar, otomatis Halilintar langsung nempel sama Gempa). Sedangkan Api dan Taufan duduk disisi yang berseberangan dengan ketiga saudaranya.
"E-ehm, Hali nanti ajarin aku ngerjain pr fisika ya?" Kata Taufan memecah keheningan.
"Ogah" Jawab Hali ketus. Taufan langsung merasa ada panah imajiner menembus dadanya.
"Ehm, Hali nanti bantuin bikin pr seni rupa dong." Kali ini Api yang minta bantuan adiknya itu. Soalnya Halilintar itu selain pintar hitung-hitungan dia juga paling jago dibidang seni rupa terutama melukis dan juga jago bela diri. Makannya kakak-kakaknya selalu mengandalkan Halilintar dibidang itu. Bahkan dengan sekali baca contoh soal yang ada, Halilintar bisa ngerjain soal hitung-hitungan kelas 8 dan 9.
"Kerjain aja sendiri." Kata Halilintar dingin. Dia masih belum puas membalas kelakuan Api dan Taufan saat disekolah tadi. Api dan Taufan meminta bantuan pada Air berharap Air bisa meluluhkan hati adik bungsu mereka itu. Soalnya sekali Halilintar marah, dia bakal jadi super duper jahil ke kakak-kakaknya. Tapi sepertinya harapan Taufan dan Api gak bakalan terwujud karena Air hanya membalas tatapan memelas mereka dengan memalingkan wajahnya yang menahan ketawa.
"Eh, Hali jangan ngambek terus dong. Kasihan kan Taufan sama Api. Mereka hampir nangis tuh." Kata Gempa. Api dan Taufan langsung merasa senang karena mereka punya kakak yang sangat baik seperti Gempa.
"..." Halilintar hanya diam sambil meneruskan makannya.
"Iya betul tu kata kak Gempa jangan ngambek terus. Er nanti kakak beliin tiramisu sama es kopi deh." Bujuk Api.
"Ha ah, nanti aku bantuin ngerjain pr bahasa melayu deh." Kata Taufan berharap adiknya itu mau memaafkannya.
"Hemmm boleh," kata Halilintar akhirnya lalu menujukan senyum (baca : seringai) yang membuat Api dan Taufan menelan ludah kasar dan keringat dingin mengucur dari dahi mereka.
'Alamaaakkk' batin mereka berdua. "tapi Kak Taufan harus bantu ngerjain pr bahasa melayu selama 1 bulan nggak boleh nolak. Terus kak Api, " kata Halilintar sengaja memberi jeda. Api merasa semua tabungannya bakal terkuras. "harus beliin tiramisu sama es kopinya tiap hari selama 1 bulan juga." Ucap Halilintar sambil memeberi penekanan pada beberapa kata.
"Hieeeeeee, I-iya deh." Kata Taufan dan Api lemas. Halilintar tersenyum puas. Setidaknya selama 1 bulan uang jajajnnya bakal utuh dan dia nggak perlu lagi ngerjain pr mata pelajaran yang paling dia benci.
Selesai makan para Boboiboy bersaudara kembali pada aktifitas mendekati Air yang sedang mendengarkan musik sambil baca buku.
"Ehm Kak Air dengerin apa sih?" tanya Halilintar penasaran lalu ia mengambil sebuah buku yang tergeletak diatas meja.
"Musik instrumen, mau dengerin?" Jawab Air sambil mengacungkan sebelah earphone miliknya yang langsung diambil Halilintar dan dipasang disebelah telinganya. Alhasil mereka erdua mendengarkan musik bersama sambil membaca buku membereskan meja makan sambil tersenyum melihat keakraban kedua adiknya. Sedangkan Api dan Taufan merenungi nasib mereka berdua dikamar masing-masing.
-###-
Pagi harinya Ying sudah duduk manis dikelas sambil membaca buku. Dia berangkat bersama Fang yang sudah terbiasa berangkat paling awal dikelas. Tak berapa lama Yaya datang.
"Selamat Pagi." Sapa Yaya.
"Selamat pagi." Balas Ying tersenyum lalu menutup buku yang dibacanya. "Eh Yaya, kamu tau tak saudara kembarnya Taufan itu dikelas mana?"
"Maksudmu Halilintar? Dia dikelas 7C, kelasnya ada di ujung lorong dekat tangga kelantai dua. Emang ada apa?" tanya Yaya setelah duduk disamping Ying.
"Hehehe, tak apa Cuma mau minta maaf soalnya kemarin pas istirahat aku gak sengaja nabrak dia."Jawab Ying agak malu.
"Oh~. Lha itu anaknya." Kata Yaya saat sekilas dia melihat Halilintar melewati kelas mereka.
"Mana?" Tanya Ying yang langsung melihat ke jendela yang menghadap lorong didepan kelas. Tapi sosok Halilintar sudah gak terlihat.
"Yah, udah lewat." Jawab Yaya. Ying merasa agak kecewa.
"Oh iya, Taufan sama Halilintar itu kembar identik ya?" Tanya Ying
"Iya. Kalau disekolah mungkin agak susah ngebedainnya. Tapi kalau dah diluar sekolah gampang kok bedainnya, tinggal lihat topi sama jaketnya aja." Jawab Yaya.
"Topi sama jaket?"
"Iya. Mereka kalau berangkat sama pulang sekolah selalu pakai jaket sama topi. Berhubung peraturan sekolah gak boleh pakai topi dan jaket selama pembelajaran, jadi mereka kalau dilingkungannn sekolah lepas topi sama jaket. Terus biasanya Halilintar itu suka pakai jaket hitam ada corak merahnya, warna topinya juga sama terus dipakainya kedepan. Nah kalau Taufan-" ucapan Yaya terputus saat orang yang sedang dibicarakan masuk ke kelas.
" SELAMAT PAGI!" kata Taufan riang seperti biasa tak lupa senyum andalannya juga.
"Kamu liat sendiri kan?" kata Yaya menunjuk Taufan yang mengenakan jaket berwarna biru tua dengan corak putih dan kuning serta topi senada yang dipakai miring. Ying hanya mengangguk.
"Lha kalau tanpa topi sama jaket, gimana membedakannya?" tanya Ying kembali menghadap Yaya.
"Gampang kok liat aja sifatnya. Kalau Taufan sifatnya ceria, gampang senyum sedangkan Hali itu agak pendiam dan agak dingin tapi orangnya baik kok." Jawab Yaya. Wajahnya sedikit memerah saat membicarakan Halilintar.
"Hai, lagi ngomongin aku ya?" Kata Taufan tiba-tiba berdiri di depan Yaya dan Ying.
"Hihihi, selamat pagi." Sapa Yaya yang langsung dibalas oleh Taufan.
"Ying, hari ini kamu keliatan cantik deh." Goda Taufan.
"Huh, apaan sih." Kata Ying ketus. Wajah Ying agak memerah. Sebelum Taufan sempat menggoda Ying lagi, bahunya ditepuk seseorang.
"Hei, Taufan, Yaya, Ying selamat pagi." Sapa Gopal.
"Pagi." Kata mereka bertiga.
"Taufan nanti pulang sekolah jangan lupa ada ekskul sepak bola." Kata Gopal
"Iya, aku dah dikasih tau kak Api kok tadi." Ucap Taufan lalu menyusul Gopal ketempat duduk mereka.
'Huft selamat.' Batin Ying karena selamat dari godaan Taufan. Tak berapa lama murid-muid yang lain masuk kelas lalu bel masukpun berbunyi.
-###-
Saat istirahat Ying langsung menuju kelas 7C untuk minta maaf pada Halilintar atas kejadian kemarin. Sebelum sampai di kelas 7C dia melihat kakaknya didepan pintu kelas tersebut. Tak berapa lama kakaknya itu berbalik pergi sebelum Ying sempat memanggil kakaknya itu. Lalu dari kelas yang ia tuju muncul sosok yang ingin ia temui.
"Ehm Halilintar." Panggil Ying. Si empunya nama langsung menatap Ying tajam.
"Siapa?"tanyanya singkat.
"Ehm aku Ying. Aku mau minta maaf soal kemarin."
"Soal apa?" tanya Halilintar lagi-lagi dengan singkat.
'Benar kata Yaya, orangnya irit ngomong' batin Ying." Soal aku gak sengaja nabrak kamu dilorong pas istirahat."
"Oh itu. Udah lah lupakan. Kalau dah selesai, permisi." Kata Halilintar pergi menuju lantai 2. Dia mau menagih jatah dari kakaknya, Api.
"heeeeee, tu-tunggu dulu. Itu artinya kamu dah maafin aku atau belum?" kata Ying sambil berusaha menyusul Halilintar.
" Iya, iya dasar bawel." Kata Halilintar dia segera meninggalkan Ying. Ying merasa lega karena masalahnya sudah beres lalu dia kembali ke kelas.
-###-
"Hai, Ying." Sapa Taufan. Ying yang lagi melamun langsung terkejut.
"Nglamunin aku ya?" Goda Taufan. *Blush* muka Ying langsung memerah.
"Huh, kepedean." Katanya ketus sambil memalingkan mukanya.
"hahahahahaha mukamu merah kayak tomat." Kata Taufan. "Tapi manis." Lanjutnya. Muka Ying semakin memerah.
"Taufaaaannnn~" terdengar suara Api dari arah pintu.
Taufan yang merasa namanya dipanggil langsung melihat kearah sumber suara "Ah, Kak Api~" jawab Taufan dengan nada dibuat-buat. Dia memeluk kakak tercintanya yang sama-sama hiperaktif itu. Disebelah Api, Gempa hanya sweatdrop melihat kelakuan kedua adiknya yang sedang memperagakan adegan sinetron. Teman-teman Taufan yang melihat adegan itu langsung facepalm.
"Haduuh kalian ni. Oh iya Ying ada?" Tanya Gempa dari pintu.
"Eh iya." Jawab Ying.
"Ying ini lembar daftar kegiatan ekskul, tolong kamu pilih ya maksimal 2 ekskul. Terus kalau udah selesai kamu kasihin Fang aja soalnya dia yang mengurus bagian ekskul." Kata Gempa sambil menyerahkan sebuah kertas berisikan daftar ekskul di SMP Pulau Rintis.
"Eh, ikut klub skateboard aja." Kata Taufan setelah melepaskan pelukannya pada Api.
"Jangan, mending kamu masuk klub drama aja. Kamu kan cantik pasti bias jadi pemeran utama." Kata Api antusias.
"Hoi, terserah dia dong, dah tu, mau kekantin gak nih? Air sama Hali dah nungguin lho." Kata Gempa.
"Ehm iya. Aku juga dah janji sama Hali sih mau beliin tiramisu sama es kopi" Kata Api keluar kelas.
"Eh aku ikut." Kata Taufan mengekor Api.
Gempa hanya menghela nafas. " Jangan lupa diisi ya Ying." Kata Gempa lalu dia menyusul kedua adiknya.
Ying lalu menatap lembaran ditangannya dan mulai menandai kegiatan ekskul yang akan diikutinya.
-###-
"Taufan cepat-cepat nanti terlambat." Kata Gopal saat bel pulang sudah berbunyi. Dia langsung membereskan barang-barang miliknya begitu juga dengan Taufan.
"Iya, iya." Katanya lalu mereka berdua segera berlari keluar kelas. Ying merasa bingung dengan kelakuan Gopal dan terutama Taufan yang buru-buru meninggalkan kelas.
"Ying mau pulang bareng?" Tanya Yaya.
"Ehm bentar aku sms kak Fang dulu." Katanya sambil mengeluarkan hp miliknya. Tiba-tiba sebuah pesan masuk.
[Ying kamu pulang duluan ya, aku ada ekskul. Tapi kalau mau nungguin kamu kelapangan basket aja]. Ternyata itu pesan dari Fang.
"Kenapa?" Tanya Yaya.
"Aku pulang bareng kamu, Kak Fang katanya ada ekskul. O iya temenin aku kelapangan basket dulu yuk. Mau nemuin kak Fang bentar." Kata Ying mengangkat tasnya. Yaya lalu mengangguk dan mereka keluar kelas menuju lapangan basket.
"Eh Yaya kamu ikut kegiatan ekskul apa?" Tanya Ying saat mereka berjalan menuju lapangan basket.
"ekskul Sains sama bahasa. Kenapa?" Jawab Yaya
"oh berarti aku bisa bareng kamu dong di klub sains." Jawab Ying
"kamu juga mau ikut klub sains?" Ucap Yaya
" Iya, sama klub renang."
"Wah berarti kamu bakal ketemu kak Air terus dong." Kata Yaya sambil tersenyum.
"kak Air?" Tanya Ying bingung.
"Iya, salah satu dari Boboiboy bersaudara, kakaknya Taufan. Dia ketua klub sains sekaligus jagoan klub renang. Kalau gak salah sekelas sama kak Fang. Nah kita udah sampai." Kata Yaya saat mereka sudah sampai di lapangan basket. Disana terlihat Fang sedang memimpin anggota tim basket pemanasan.
"Lho jadi kak Fang itu pelatih tim basket?" Tanya Ying dengan suara pelan tapi masih bisa didengar Yaya.
"hihihi kamu gimana sih, kak Fang itu kapten tim basket putra. Masak kamu adiknya sendiri gak tau." Kata Yaya menjawab pertanyaan Ying. Ying kaget mendengar hal itu. Dia gak tau kalau ternyata kakaknya sehebat itu dan lagi sepertinya kakaknya mempunyai penggemar yang banyak. Terbukti dari banyaknya murid wanita yang meneriakan nama Fang. Dia melihat sejenak latihan tim basket dan matanya tertuju pada satu orang-Halilintar-. Dia terus memperhatikan Halilintar. Namun tanpa Ying tau tak Cuma dia yang menatap halilintar secara intens tapi Yaya yang berdiri di sampingnya juga terus memperhatikan Halilintar dengan sebuah senyum diwajahnya.
"Eh Ying." Panggilan Fang mengacaukan focus Ying. Fang berlari kecil mendekati adiknya itu. "Bawa minum?" Tanya Fang
"Bawa, nih." Kata Ying menyerahkan botol minuman yang isinya langsung dihabiskan Fang.
"Belum pulang?" Tanya Fang mengembalikan botol minuman yang sudah kosong.
"Ini baru mau pulang." Jawab Ying
"Ya udah pulang sana. Hati-hati." Kata Fang membalikan badan.
"Ya, eh kak tunggu dulu. " kata Ying lalu dia mengeluarkan sebuah kertas berisi kegiatan ekskul dan memberikannya pada Fang ."ini."
"Oh, dari Kak Gempa ya?" kata Fang membaca isi kertas itu.
"Kak Gempa?" Tanyanya bingung.
"Kak Gempa itu ketua OSIS, anak pertama dari Boboiboy bersaudara. Walau dia udah kelas 9 tapi masih dipercaya buat jadi ketua OSIS. Belum ada penggantinya sih." Kata Yaya menjelaskan yang dijawab Oh oleh Ying.
"Kemarin udah ketemu kan?" Tanya Fang.
"Iya sih. Tadi juga ketemu kok." Kata Ying mencoba mengingat wajah Gempa." Yaudah pulang dulu ya. Yuk Yaya." Katanya lalu pergi meninggalkan Fang yang juga kembali ke lapangan.
Saat berjalan menuju gerbang Ying dan Yaya melewati lapangan sepak bola. Disana terlihat Taufan dan Gopal tengah mendrible bola disana dia juga terlihat Api yang berusaha merebut bola dari kaki taufan dan gopal. Tanpa sadar Ying melambatkan langkahnya. Dia kagum melihat kelicahan Taufan.
Yaya yang sadar kalau Ying memperhatikan klub sepak bola yang sedang berlatih mengikuti arah pandangan Ying.
"Ngliatin siapa?" tanyanya sambil tersenyum.
"Ah, nggak itu juga kakaknya Taufan ya? Tadi dia ke kelas pas istirahat." Kata Ying mengalihkan pandangan kearah Api. Mukanya memerah.
"Iya, itu kak Api kembarannya kak Air." Jelas Yaya.
"Heeee, jadi bukan Cuma Taufan aja yang kembar tapi kakaknya juga ada yang kembar?" Tanya Ying agak bingung.
"Iya. Kak Api itu sama kayak Taufan orangnya ceria, hiperaktif. Dia kapten tim sepak bola selain itu dia juga anggota klub drama. Kalau kak Air itu kebalikannya kak Api. Dia itu sifatnya kalem, tenang irit bicara, mirip Hali." Jelas Yaya.
"hooo, pantes dia ngajak aku masuk klub drama. Oh iya jangan-jangan Taufan itu ikut klub skateboard ya?" Tanya Ying mengingat Taufan mengajak dia masuk klub skateboard.
"Iya, dia itu walau masih kelas 7 tapi dia jadi andalannya klub skateboard. Kalau mau liat dia main skateboard, dating aja besok ke lapangan belakang sekolah. Biasanya disana tempat latihannya." Jawab Yaya.
"hemmm." Jawab Ying singkat lalu dia dan Yaya kembali meneruskan perjalanan pulang mereka. Sepanjang jalan pikiran Ying terus dipenuhi dengan dua nama dari 5 Boboiboy bersaudara.
-###-
naaahhhhhhhhhh, liat yang lain pada update ff, aku jadi pingin update juga, dan walaaaaa ini lah yang terjadi... update ff dengan alur gaje... hehehehehe
nah, gak minta macem-macem... pokoknya tetep kritik,saran, review please...
