"YOU and SEA"

.

Cast. YunJae

YAOI fiction, Fantasy berlebihan

No Edit

.

Don't Like Don't Read

.

.

Normal PoV

Yunho melenguh panjang, ini ketiga kalinya ia tidur beralaskan bambu dirumah kecil itu. Ini sudah pagi, dan sepertinya Yunho bangun lebih cepat hari ini, entahlah.. mungkin faktor tempat tidur yang membuat badannya terasa sakit semua.

'Trak'

Suara kayu patah yang berasal dari luar membuat Yunho tersadar bahwa namja cantik yang menemaninya tidur semalam sudah tidak ada, Yunho bergegas turun dari tempat tidurnya lalu menuju asal suara itu.

'Trak Trak Trak'

Yunho tersenyum melihat namja cantik'nya' itu kini tengah membereskan kayu-kayu bakar dan juga beberapa ranting. Ada yang salah ?, kurasa tidak. Yunho berjalan mendekati Hero, mengambil sebuah kayu bakar didekatnya dan mulai ikut membereskannya.

Hero menoleh sebentar, lalu kembali pada pekerjaannya, "Kau sudah bangun?"

Yunho mengangguk, "Kau bangun cepat sekali, seharusnya kau juga membangunkanku." Balas Yunho dengan nada yang terdengar bahwa ia sedang melakukan protes. Hero hanya tertawa pelan, tidak membalas perkataan namja disampingnya ini.

"Kau yang mencari semua kayu bakar ini?" Yunho kembali memulai percakapannya dirasa keheningan mulai menyelimuti mereka.

Hero menatap Yunho, "Kau masih meremehkanku, ya?" Hero berdiri sambil bertolak pinggang didepan Yunho. Mau tak mau hal itu malah membuat Yunho tertawa. Hei, namja cantik didepannya ini mirip sekali dengan Eomma nya yang sedang marah atau kesal pada Appa nya, dan berakhir dengan Appanya yang akan melakukan apapun untuk Eomma tercintanya itu.

Hero menaikan satu alisnya bingung, Ia sedang marah sekarang, kenapa namja dihadapannya ini malah tertawa senang, "Berhenti tertawa Yunho!"

"Hahaha… Arra.. Arra… jangan marah, Okey… Posemu tadi itu benar-benar mengingatkan ku pada Ibuku." Terang Yunho setelah menghentikan tawanya. Hero menurunkan tangannya, lalu kembali membereskan beberapa kayu bakar. Entahlah, Hero hanya merasa aneh dengan apa yang dirasanya sekarang.

'Tidak- Tidak, apa yang sedang kau fikirkan, eoh?.'

Yunho menoleh kearah namja cantik itu, "Kenapa kau geleng-geleng seperti itu, Ada apa?"

"A-Aniyo, Aku ingin mengambil sesuatu dulu. Lanjutkan ini semua." Ucap hero lalu berlari memasuki rumah kecilnya. 'Hahh ada apa denganku? Yang benar saja..'

.

.

Yunho menepuk kedua tangannya, tugas yang diberikan Hero sudah selesai. Beberapa kayu bakar sudah Ia tumpuk dibelakang rumah, sedangkan sedikit sisanya akan digunakan untuk memasak pagi ini.

"Cepat sekali" Yunho menoleh, namja cantik itu kini berada dibelakangnya sambil memandang hasil pekerjaannya tadi.

Yunho tersenyum senang, "Tentu saja, aku kan laki-laki." Ucapnya sambil memandang doe eyes yang menatapnya malas. Sepertinya Hero tahu maksud lain dari ucapan Yunho itu. Hero berbalik, berjalan meninggalkan Yunho yang terus memanggil namanya.

"Hero-ah"

Hero tidak menjawab, hanya membalas panggilan Yunho dengan sebuah gumaman pendek. Dengan beberapa anak panah dan sebuah busur dipunggungnya, Hero makin berjalan dengan cepat, melompati beberapa kayu yang menghadang jalannya.

"Kau mau kemana? Berburu?" Yunho terus bertanya sambil mengikuti langkah Hero yang terlalu lincah menurutnya. Yunho mendecih kesal karna Hero tengah mengabaikannya kini. Hero tertawa dalam diamnya, merasa puas mengacuhkan namja tampan yang selalu meledeknya itu.

'Srak srak'

Hero berhenti tiba-tiba membuat Yunho tidak sengaja hampir menabrak tubuh half naked didepannya itu. Matanya melihat sebuah anak rusa yang berlari masuk kesemak-semak. "Pelankan langkahmu Yun" ucap Hero sambil mengendap menuju semak tadi. Yunho mengangguk, entah kenapa Yunho malah merasa tegang sekarang. Bukan tegang karna hal itu, tapi ini tegang karna… ya~ takut mungkin. Yunho tidak pernah berburu sebelumnya.

'Srak'

'Brugh'

'Awhh'

Oke, ada yang tahu apa yang terjadi?

Karna sepertinya namja cantik itu tengah menatap kesal kearah Yunho yang berada diatasnya. Diatasnya?

"Ma-mafkan aku" Ucap Yunho takut sambil beranjak bangun dari tubuh namja cantik yang ditimpanya. "Aku terpeleset tadi, sungguh aku tidak sengaja" tambah Yunho lagi sambil membantu Hero berdiri dari jatuhnya.

Hero menatap sekelilingnya, Rusa yang akan diburunya tadi sudah tidak terlihat dengan jangkauan matanya, "Kau membuat buruan ku lepas!"

"Sudah kubilang, aku terpeleset tadi."

Hero menghela nafasnya kesal, "Kau menyusahkan!" ucapnya lalu kembali meninggalkan Yunho yang masih terdiam ditempatnya, lalu setelahnya mengikuti namja cantik itu menuju rumah kecil mereka.

.

.

Hero meletakkan beberapa buah-buahan dimeja makannya, tanpa niat berbicara dengan namja lainnya yang masih duduk di ranjangnya, Hero mulai memakan buah-buah itu sendiri. Ck, masih kesal, eoh?

Beralih pada namja tampan lainnya, mata musangnya sesekali melirik namja cantik yang masih asik dengan buahnya. "Kau masih marah padaku?" tanyanya dengan suara yang pelan, namun masih bisa didengar oleh Hero.

Namja cantik itu menghela nafasnya, "Makanlah." Ucapnya kemudian sambil menyodorkan sebuah jeruk pada Yunho.

Dengan canggung Yunho mendekati Hero dan mengambil buah itu, "Maafkan aku".

"Sudahlah, jangan dibahas itu lagi."

"Terima kasih"

.

.

.

Pagi kembali menampakan dirinya, burung-burung camar dengan asik masih bersuara diantara dahan-dahan pohon yang tinggi.

Yunho, namja tampan itu kini telah bangun lebih dulu, bahkan Yunho bisa melihat bagaimana namja cantiknya itu tertidur dengan pulas disebelahnya. Yunho beranjak bangun dari tempat tidur, berjalan keluar sambil mereganggkan tubuh nya yang masih terasa pegal. Dilihatnya tumpukan kayu-kayu besar yang berada di samping rumah. Sebuah ide terlintas di otak pintarnya.

Yunho berjalan menuju belakang rumah, seingatnya, kemarin Ia melihat sebuah akar yang pernah di gunakan Hero untuk menolongnya.

"Gotcha" ucap Yunho mengambil akar yang terselip diantara tumpukan kayu lainnya. Kembali berjalan dengan akar di tangannya, Yunho tersenyum memikirkan apa yang akan dilakukannya hari ini.

Yunho mengumpulkan beberapa kayu besar yang dirasanya bagus dan kuat, dijejerkannya kayu-kayu itu hingga membentuk sebuah rakit kecil yang diikat dengan akar tanaman yang tadi diambilnya.

"Yunho-" Yunho menoleh melihat Hero yang sudah bangun dari tidurnya. "-Kau sedang apa?" Tanya Hero membuat Yunho menghentikan tatapannya yang menatap tubuh putih dihadapannya itu.

Yunho kembali dalam pekerjaannya, mengikat susunan kayu-kayu itu dengan akar, "Aku ingin membuat perahu."

"Untuk?"

"Aku tak mungkin ada disini untuk selamanyakan?" Jawab Yunho dengan pertanyaan retorisnya.

Deg

Hero sedikit tersentak kaget, "Apa itu artinya, kita akan berpisah?" pelan, namun Ia yakin Yunho masih bisa mendengar suaranya itu.

Yunho menghentikan pekerjaannya. Berbalik menghadap Hero yang kini menatapnya. "Aku akan membawamu ketempatku." Jawab Yunho dengan semangat.

"Aku tidak yakin dengan hal itu, yeah… kau tahu kan?" walaupun di dalam hatinya Hero merasa senang karna Yunho akan mengajaknya dan tidak meninggalkannya sendirian lagi, namun Ia juga sadar akan posisinya disini. Ia tidak mungkin meninggalkan pulau tempatnya menjalani pengasingan.

Yunho meletakkan kedua tangannya di kedua bahu Hero, menatap lekat pada wajah cantik yang kini mengalihkan wajahnya, "Kau kan hanya dilarang menyentuh laut, bukan berarti kau tidak bisa meninggalkan pulau ini kan?"

Hero berfikir sejenak, apa yang Yunho katakan memang benar, tapi Ia tetap tidak akan tahu apa yang akan terjadi nanti pada dirinya jika pergi dari pulau ini. Lagi pula, jika Ia ikut Yunho, Ia juga tidak bisa memastikan masa depannya. Yunho akan kembali pada keluarga dan teman-temannya, lalu bagaimana dengan dirinya nanti?.

Hero tersadar dari lamunannya ketika rasa hangat menjalar pada seluruh tubuhnya. Namja tampan bernama Yunho ini tengah memeluknya dengan erat.

"Aku juga tidak ingin berpisah denganmu, setidaknya biarkan aku membawamu ketempatku." Ucap Yunho yang masih memeluk tubuh Hero.

"Kau harus bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padaku nanti" ucap Hero dengan nada bercandanya. Entah mengapa Hero merasa dirinya sangat suka saat Yunho disampingnya, saat Yunho memeluk dan menatapnya, Ia ingin terus merasakannya, bolehkah?

Yunho melepaskan rengkuhannya pada tubuh Hero, "Tentu saja." Ucap Yunho tertawa pelan, sedangkan Hero hanya tersenyum dengan warna merah di wajahnya.

.

.

.

.

.

.

T.B.C

Ini FF fantasy aku yang kedua, Mianhae kalo banyak typo atau kesalahan kata.

Gumawo yang udah mau baca dan review… #Bow

Cerita ini asli dari otakku sendiri, aku gak tau ada FF yang sama atau enggak. Karna ini FF fantasy mungkin semua hal yang diceritakan akan aneh dan berbeda dari dunia nyata. Karna Fantasy otak ku emang aneh… Hhehe…

Masih mau Dilanjutkah ?