Pantulan dirinya dikaca menjadi fokusnya sekarang. Dia mengalami hari-hari buruknya beberapa hari belakangan ini. Dia memakai legging hitam dan bra ternama, khusus untuk berkeringat berwarna biru langit. Memperlihatkan pusar diperutnya yang ramping. Kakinya dibalut oleh sepatu sport nike berwarna putih.
Dengan diiringi lagu bertempo cepat yang menguras tenaga. Ia menggerakkan liukan badannya yang indah. Orang yang melihatnya akan tahu bahwa passionnya berada disana setelah vokalnya yang khas.
Dia hanya menyalurkan emosinya dengan menggerakkan tubuhnya. Dia tidak berhenti bahkan setelah beberapa jam dia berada disana. Biasanya, masalah yang berada pada otaknya akan terlupakan jika dia mulai menari. Tetapi kali ini tidak, dia tidak bisa melupakan masalah yang terus terngiang dikepalanya. Rasanya beban itu tak mau hilang. Semakin membuat dirinya bergerak cepat. Mengabaikan keringat yang mulai menetes dilantai.
Mencapai klimaks lagu yang bertempo sangat cepat, semakin cepat pula dirinya menggerakkan badan. Memutar, melompat, menggerakkan dua tangan serta kaki dengan seirama. Dan, ketika keseimbangan dirinya goyah, dia tidak bisa mempertahankannya lagi. Dirinya jatuh dengan bedebum keras dilantai kayu yang keras. Angklenya mungkin bermasalah karena bengkak pada bagian sana.
Dia menumpukan badannya dengan kedua tangan, menunduk dengan napas keras yang tidak beraturan. Dia lalu bergerak meringkuk, memeluk lututnya dan menangis keras. Mengabaikan dirinya yang sulit bernapas dengan posisi seperti itu.
Dia seharusnya tidak boleh menangis. Dia seharusnya dapat melewatinya dengan mudah. Tetapi, kali ini dia tidak sanggup. Tuhan seakan marah padanya. Dia bahkan tidak melakukan kesalahan. Dan dia tidak mengerti mengapa Tuhan memperlakukan dirinya seperti seonggok daging yang lemah.
Dia tidak lemah. Dia hanya tidak sanggup memikulnya.
Raungan kesedihan itu menggema. Terdengar oleh sesosok yang melihat semuanya dari awal.
.
.
INTO YOU
AMANDAERATE
MANYEOLBAEK
THIS IS CHANBAEK STORY
Genre: Romance, Hurt/Comfort, Drama
Rated: M
Disclaimer: ChanBaek milik ChanBaek shipper. Cerita 100% dari hasil pemikiranku.
Summary: Baekhyun akan comeback solo dengan konsep wanita dewasa. Chanyeol menjadi penari latar pengganti seorang Byun Baekhyun. Dia tidak tahu kalau hanya melihat Baekhyun berkeringat membuat libidonya meningkat. Itu baru awal dari masalah lainnya yang menimpa mereka.
Warning: Genderswitch! Typos!
NO COPY PASTE! NO BASH! DON'T READ IF YOU DON'T LIKE THIS, IT'S SIMPLE, RIGHT?
ENJOY^^
.
.
INTO YOU
BAB 2
.
.
"Lu?! Kau?!"
Saat mencapai depan pintu apartemennya, Chanyeol melihat Luhan sedang berpelukan dengan seorang lelaki berkulit pucat yang tingginya hampir setara dengan dirinya.
Luhan yang membelalakkan matanya kaget langsung menjauhkan badannya dengan lelaki itu.
"Chanyeol?"
"Apa-apaan ini, Lu?"
Luhan berbicara dengan lelaki itu. Mungkin menyuruh lelaki itu pergi karena Chanyeol melihat ia bergerak menjauh. Luhan mencegah Chanyeol yang ingin masuk ke dalam.
"Yeol, ini tidak seperti apa yang kau pikirkan."
Chanyeol mendengus, tetap membuka pintu apartemen mereka. Luhan mengekor di belakangnya. "Memangnya apa yang kupikirkan?" Ujar Chanyeol sedikit bergumam. Luhan yang dibelakangnya tidak mendengarnya.
"Kau berbicara sesuatu?"
Sampai tepat didepan pintu kamar Chanyeol, ia berbalik menghadap Luhan. "Tidak. Aku lelah, Lu. Mulai sekarang kau urus sendiri saja urusanmu, Lu."
Luhan mengernyit. "Apasih yang kau bicarakan?"
"Putus, Lu. Kita putus. Aku sudah bosan dan muak padamu." Ketika dia sudah bersiap menutup pintu kamarnya. Luhan dengan refleks menahannya. Wajahnya menahan amarah yang kentara.
"APA?" Pintu yang ditahannya ia dorong sampai menyentak ke dinding dengan keras membuat Chanyeol terkejut. Tidak mengantisipasi sedikitpun Luhan yang akan bergerak emosi.
"Dengar ya, Yeol. Memangnya kau saja yang bosan dan muak dengan hubungan seperti ini?! Aku bahkan tidak marah saat kau menggagahi temanku, kau bahkan sempat menyalahkanku. Kau bahkan marah-marah tidak jelas dan seakan melemparkan tanggung jawab kepadaku. Kau adalah lelaki egois dan keras kepala yang pernah berhubungan denganku, Yeol! Aku sudah sekuat tenaga mengerti dirimu. Tapi kau? Kau tidak tahu masalahnya, kau terbiasa mengambil kesimpulan sendiri yang keliru. Memangnya kau pikir siapa dirimu, hah?" Dengan jari menuding ke arah Chanyeol dan berbicara jeda, Luhan menyudutkan Chanyeol.
Chanyeol menyipitkan matanya. Mengelak apapun yang dikatakan Luhan. "Bicarakan pada seseorang yang ketahuan selingkuh didepan mataku."
PLAK.
"Cukup, Yeol. Kau memang tidak pernah melihat dari dua sisi yang berbeda. Kau selalu mengambil kesimpulan dari satu sisi, sisimu saja. Memangnya kau ini Tuhan yang selalu benar? Fine. Kita putus. Itu tidak bermasalah bagiku."
4 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Mereka bertemu pertama kali saat Luhan bergabung pada kelompok dance yang ia naungi, ThunderX. Itu bukanlah agensi besar, melainkan hanya sekelompok orang yang hanya menyalurkan bakatnya. Sesekali mereka mengikuti kompetisi di karnaval musim panas. Tak jarang juga mereka dijadikan buah bibir oleh masyarakat sekitar karena bakat yang mereka salurkan. Simplenya, mereka terkenal oleh bakat yang mereka miliki. Mereka memulai dari bawah bersama.
Beberapa tahun setelahnya, Luhan ingin mencoba meningkatkan kemampuannya dengan mengikuti audisi di beberapa agensi. Siapa yang tahu dirinya akan menjadi idol girl grup? Bahkan boleh dibilang grupnya adalah salah satu kebanggaan agensinya, meninggalkan Chanyeol yang tetap berada di ThunderX.
Tak jarang mereka bertengkar. Chanyeol selalu menyukai kinerja Luhan saat berada di ranjang. Gadis itu adalah yang pertama bagi Chanyeol. Begitu juga sebaliknya.
Semua yang telah dilalui mereka, tentunya dengan segala masalah yang mereka hadapi. Akankah berakhir seperti ini?
Chanyeol merasakan bahu Luhan menabrak bahunya dan berjalan ke dalam kamar mereka. Kemudian matanya mengikuti setiap langkah yang Luhan ambil.
Luhan mengambil koper miliknya dan memasukkan semua bajunya dengan acak dan terburu-buru.
Chanyeol tidak mengerti dengan semuanya yang terjadi begitu tiba-tiba.
"Kau pikir kemana kau akan pergi, Lu?"
"Jangan mendekat, Yeol!" Luhan memperingati Chanyeol saat dirinya berniat untuk beranjak kearah Luhan.
"Tidak. Tapi ini apartemen kita. Kita berdua yang membayarnya. Setidaknya kau harus tinggal disini, ini milikmu juga, Lu."
Luhan bergegas menarik koper yang entah sudah terisi apa saja didalamnya. Mengabaikan gumaman Chanyeol dan umpatan lelaki itu dia beranjak ke kamar mandi, mengambil semua barang-barang miliknya. Setelahnya beranjak ke arah pintu dengan Chanyeol yang hanya mengikuti dengan raut wajah tak terbaca.
"Tenang saja, aku akan tetap membayarnya setengah. Kau bebas melakukan apapun. Sekarang ini milikmu."
"Tidak, Lu. Kau tahu buk—"
"Tidak ada yang perlu dipermasalahkan lagi, Yeol. Sudah selesai sampai disini saja." Serunya memotong pembicaraan lelaki itu tanpa mengalihkan matanya pada kesibukan gadis itu yang sedang memakai sepatu hak tingginya.
Dia bergegas membuka pintu. Menengok kearah Chanyeol dengan tiba-tiba. "Dan, aku beri tahu kau satu hal yang harus kau ketahui. Baekhyun bukanlah jalang."
BLAM. Pintu ditutup.
Inikah yang dia inginkan? Tak ada tanda-tanda kesakitan di sekitar dadanya. Dia biasa saja saat mereka berpisah. Benarkah dirinya sudah tidak mencintai gadis itu lagi? Tidakkah dirinya sudah keterlaluan?
Walau begitu, Luhan sudah seperti bagian dari hidupnya. Dia sudah terbiasa bergantung pada gadis itu.
Dia seharusnya tidak membiarkan Luhan pergi dari apartemen mereka. Mereka boleh putus, tetapi apartemen masih milik berdua. Apa salahnya mereka menjadi teman bahkan sahabat?
Chanyeol tidak tahu semua akan menjadi seperti yang tidak ia harapkan.
.
.
INTO YOU
.
.
Tidak apa-apa, Baekhyun. Semua akan baik-baik.
Perubahan rencana.
Ini tidak seperti agensi pada umumnya. Biasanya mereka akan merencakannya dengan matang tanpa harus mendadak seperti ini.
Hal yang tidak Baekhyun ketahui. Bagaimana Chanyeol bisa mengisi bagian rap di satu lagu comebacknya?
Hari ini jadwal yang mereka ambil adalah sama. Baekhyun tidak tahu mengapa Chanyeol mengambil hari yang sama saat dirinya akan rekaman lagu yang lain. Walaupun berbeda, tempat yang akan mereka tempati adalah sama.
Baekhyun berkeringat. Terakhir kali dirinya bertemu Chanyeol adalah saat kata-kata yang tidak ia inginkan itu keluar dengan mudahnya. Dia tidak akan berani menatap lelaki itu. Tidak akan pernah.
Suara pintu yang terbuka dengan biasa bahkan menganggetkan Baekhyun yang berada didalam. Bereaksi berlebihan dengan membulatkan matanya dan tersenyum canggung.
"Eoh? Kau sudah disini, Baek?"
"Ne, Jonghyun oppa." Jawab Baekhyun sembari berdiri dari duduknya.
Jonghyun melangkah ke dalam ruangan yang berada di pojok, ketempat alat-alat yang digunakan nanti. Baekhyun semakin menahan napas ketika melihat sosok jangkung di belakang Jonghyun mengikuti. Dia kemudian berbalik karena tempat yang Jonghyun tuju berada di belakangnya.
"Kita langsung saja. Aku sebenarnya ingin mengetahui bagaimana jadinya jika suara kalian disatukan. Suaramu khas dan juga bisa mencapai beberapa oktaf. Suara bass Chanyeol pasti akan bagus jika menjadi harmonisasi untuk lagumu." Jonghyun menjelaskan sembari berkutat pada alat-alat perekam didepannya. Dia lebih menohok berbicara pada Baekhyun.
"Maka dari itu, agensi memutuskan dia akan berduet denganmu di satu lagu ballad di album minimu." Dia terus mengoceh tanpa menatap kearah orang yang dituju. Masih sibuk menyalakan komputer atau mengatur sistem di alat yang Baekhyun tidak mengerti fungsi dari semuanya.
"Apa? Kenapa mendadak sekali? Yeah…oppa tahu seperti bukan gaya agensi."
"Ini pengecualian, Baek." Jonghyun kali ini menoleh ke Baekhyun dan mengedipkan matanya. "Kau ingat judul lagu yang beberapa waktu lalu aku perlihatkan?"
"Yang berjudul 'I'm in love again'?"
"Yap. Kurasa yang itu akan cocok untuk kalian berdua."
"Di bagian mana yang cocoknya?" Suara bass dari arah kanan telinganya membuat Baekhyun tersentak. Dia melupakan fakta bahwa Chanyeol bersama mereka di ruangan ini.
"Kau ini." Jonghyun malah terkekeh. "Semuanya. Semuanya cocok jika kalian berdua yang melakukannya."
Bahkan kata-kata Jonghyun itu terdengar ambigu di telinga Chanyeol.
.
.
INTO YOU
.
.
Chanyeol tidak tahu apa yang salah pada gadis itu. Pada saat rekaman lagu pertama dan Chanyeol mengisi rap linenya. Baekhyun terlihat baik-baik saja.
Tetapi, ketika mereka memasuki lagu ballad yang Chanyeol baru dengar demo lagunya pada hari ini. Baekhyun terlihat beberapa kali meringis dan Chanyeol bisa melihat bahwa wajah gadis itu pucat.
Ketika Jonghyun berpamitan keluar untuk melakukan beberapa yang harus diurusnya. Chanyeol yang sedari tadi diam-diaman dengan Baekhyun berusaha mendekati gadis itu.
Baekhyun duduk dikursi dengan dudukan busa yang empuk, dia terlihat bersandar pada tembok disampingnya. Badannya layu. Chanyeol tidak bisa melihat wajah Baekhyun karena gadis itu menunduk dan surainya menutupinya.
Ketika dia dengan ragu mendekati Baekhyun, berusaha menepuk bahu gadis mungil itu. Baekhyun melenguh.
Chanyeol terkesiap. "Baekhyun?"
Tidak ada jawaban. Semakin membuat Chanyeol khawatir.
"Baekhyun? Hey…"
Chanyeol dengan hati-hati merapihkan surai Baekhyun, menyimpannya dibelakang telinganya. Ketika wajahnya terlihat, Chanyeol membulatkan kedua bola matanya.
Wajahnya pucat sekali. Matanya sayu. Ada keringat yang membasahi sekujur tubuhnya. Membuat pakaiannya basah.
"Astaga, Baekhyun!"
.
.
INTO YOU
.
.
Seorang wanita berumur 30 tahunan menepuk bahu Chanyeol yang sedang duduk diruang tunggu dan terlihat mengantuk. Chanyeol tersentak.
"Apakah kau suaminya?"
Chanyeol melongo. Dirinya yang mengantuk masih tidak bisa berpikir. "N-Ne?"
"Selamat Tuan, istri anda hamil. Dia akan baik-baik saja mengalami hal seperti itu. Mungkin ini pertama kali baginya sehingga sistem di tubuhnya masih belum terbiasa. Sepertinya aku pernah melihat istri anda, wajahnya tidak asing. Tet—"
Samar-samar suara disekitarnya perlahan menghilang. Dia hanya fokus pada apa yang dikatakan dokter muda itu di awal kata. Ha-hamil?
"A-a-apa?"
.
.
INTO YOU BAB 2 END HERE
TO BE CONTINUED
.
.
HAH. MAKIN-MAKIN WKWK.
Alurnya kecepetan ga sih?
Buat ChiakiBee:
Iyahh itu kamu nemuinnya di prolog ya? Aku lupaaa kan lagi pov author pakenya 'aku' wkwk. Tapi udh aku perbaikin koo. Hehe. Makasihh yaaaa koreksiannya^^ dan kalo memang masih ada yang masih salah silahkan diingatkan lagi. Terimakasih cingu^^
Btw, kemaren prolognya ada yang aku tambahin dan koreksi sedikit. Dikit doing sih, kalo mau dibaca lagi monggo wkwk.
BTW, jawab gue kalian sukanya yang panjang atau yang pendek aja?
Kalo pendek ini enaknya buat selingan aja cemilan cepuluh cebelas. Kalo panjang kesannya serius amir wkwkwk
Kasih tau aku kalo ada typo ya? *pasti banyak:""
Makasih buat yang udh review dari prolog yaaa^^
Viewnya melonjak dan yang fav+foll diem-diem juga lumayan hoho.
Muncul ya?;)
So, REVIEW? Yang bikin gue terus semangat lanjut hanya review, sayangku^^ mohon kerjasamanya kalau emg mau dilanjut;)
See you next chap^^
Manyeolbaek.
