Semenjak magang beberapa bulan yang lalu aku menjadi semakin dekat dengan Hyejin dan Seulgi. Bahkan beberapa kali kami pergi bersama untuk berdiskusi tentang hasil dari magang kami atau sekedar hangout bersama.

Dan saat ini aku bersama Hyejin dan juga seulgi kembali ke kampus bersama . Kami akan bertemu dengan Profesor nam lagi untuk laporan rutin kami.

Kami sedang berada di perpustakaan saat Chanyeol tiba-tiba datang dan duduk di depanku . Aku menatapnya dan tersenyum kecil

"Oppa , kenalkan ini Hyejin dan seulgi teman magangku "

"Oh.. Aku sudah tahu soal kalian hanya saja ini pertama kali kita bertemu dan berkenalan secara langsung " Chanyeol tersenyum manis dan menjabat tangan mereka bergantian

" salam kenal Chan sunbae " sapa Seulgi

Daehyun datang dari arah belakang dan memelukku

" Baek kau datang ke kampus dan tidak memberitahuku ? "

Chanyeol melempar bolpoin ke arah kepala Daehyun karena berani memelukku sembarangan. Hyejin dan seulgi yang menyaksikkan itu hanya bisa terkekeh geli.Daehyun meringis dan duduk disebelahku

"Baekhyun bukankah kau sedang praktek operasi bedah otak ? Mungkin laki-laki disebelahmu mau menjadi sukarelawan untuk itu " Chanyeol berujar sinis

"Benarkah ? " Daehyun memandang ke arahku dengan wajah konyolnya dan aku hanya menganggukan kepala ku pelan

"Demi kau baek aku rela melakukan apapun "

Aku dan Chanyeol sontak mengernyit geli mendengar ucapan Daehyun

"Hei hei kau sudah mulai terkontaminasi oppa mu heh ? " Daehyun mengerang protes , aku tertawa pelan

"Bukankah dia terlihat seperti wanita murahan" sindir beberapa wanita yang tak jauh dari meja kami

" Ya .. Dia terlihat seperti wanita baik-baik tapi cihh .. Lihatlah itu " salah seorang dari mereka sepertinya melihat ke arahku karena tiba-tiba Chanyeol berdiri dan berjalan ke arah mereka

Chanyeol berdiri diujung meja dengan kedua tangannya yang dia masukkan kedalam saku celananya . Chanyeol menatap tajam dengan raut wajah yang dingin ke arah mereka, oh Ya Tuhan Chanyeol begitu tampan dan aku bangga memilikinya sebagai kakakku .

Aku, Daehyun , Hyejin dan juga seulgi menunggu apa yang akan dilakukan Chanyeol pada mereka . Apakah Chanyeol akan membentak dan meneriaki mereka ? Oh sepertinya tidak mungkin karena Chanyeol bukan laki-laki yang akan bertindak kasar pada wanita.

Aku tertegun , alih-alih aku mendengar gebrakan meja atau mungkin teriakan Chanyeol justru yang aku dapati adalah senyum manisnya pada para wanita dimeja itu

"Aku sebenarnya diam-diam sudah memperhatikan kalian tapi sayang sekali kalian sudah menghina adikku , padahal aku berniat mengajak salah satu dari kalian untuk berkencan "

"Aku saja , aku sudah menyukaimu sejak lama "

" Pilih aku saja Chan, aku lebih pantas bersamamu daripada dia "

" Bersama kalian ? Aku yang lebih pantas bersamanya . Tubuh kalian semua palsu , payudara, rambut dan kulit kalian "

Wanita-wanita itu saling melempar cacian satu sama lain dan Chanyeol pergi begitu saja kembali ke meja kami

"Astaga lihatlah, bukankah mereka terlihat menjijikkan " Hyejin mengernyit jijik

Aku , seulgi dan Daehyun hanya menganggukkan kepala mengiyakan perkataan Hyejin

Aku kembali menatap Chanyeol dan menggelengkan kepalaku malas dan dibalas cengiran khasnya.

~우리~

Aku dan seulgi sedang menyiapkan peralatan untuk operasi dokter Yuri.

"Baek " aku hanya berdehem menjawab panggilan seulgi

"Benarkah Chanyeol kakak kandungmu ? "

Aku menghetikkan kegiatanku dan menoleh kearah seulgi

" Ya seulgi ,Chanyeol oppa kakakku " aku mengerutkan keningku bingung dengan pertanyaan seulgi yang sudah jelas jawabannya

"Dia lebih terlihat seperti pacar yang overprotektiv ketimbang sebagai kakakmu " seulgi terkekeh pelan

"Seulgi benar baek kau dan Chanyeol sunbae terlihat seperti sepasang kekasih " Hyejin memperjelas , kapan wanita itu datang

"Tapi nyatanya aku ini adiknya " aku tertawa pelan

Dokter Yuri masuk ke ruang operasi dan kami kembali fokus pada pekerjaan masing-masing.

~우리~

Hari ini aku tidak pulang bersama Hyejin dan Seulgi bahkan Chanyeol pun sedang sibuk dan tidak bisa menjemputku . Tapi Dae siang tadi menelponku dan mengatakan akan menjemputku, aku mengiyakan karena kupikir apa salahnya pulang bersama kekasihku.

Dae menjemputku tepat pukul empat sore , kami mampir untuk membeli makan terlebih dahulu dan menyempatkan mampir ke cafe langganan Dae sebelum akhirnya dia mengantarku pulang.

Aku sampai di apartemen sekitar pukul sembilan malam , aku mengernyit heran ketika melihat keadaan apartemen yang gelap dan seperti tak ada seorang pun di tempat itu .

"Oppa " Hening

Aku berjalan menuju kamar Chanyeol dan mengetuk pintunya pelan "Oppa kau sudah tidur ? " masih tak ada sahutan

Aku memutuskan untuk pergi ke kamarku dan membersihkan diri. Aku meletakkan tas dan mengeluarkan ponselku dan astaga sejak kapan ponselku mati

"Chanyeol oppa pasti akan marah " aku merutuk dalam hati dan segera mengisi kembali batrei ponselku , belum sempat aku menghidupkan ponselku suara debuman keras pintu depan mengagetkanku

"Baekhyun " Chanyeol berteriak dan aku tebak dia marah besar sekarang

Aku keluar dari kamarku dan menemuinya didepan . Chanyeol membelakangiku dengan tangan yang terkepal erat disamping tubuhnya.

"O-oppa" sungguh aku takut saat ini

Chanyeol membalik tubuhnya menghadap kearahku dan aku bisa melihat bagaimana mata itu menatapku tajam dengan wajahnya yang memerah menahan marah .

"Kau tau apa yang sudah kau lakukan Baekhyun ? " suaranya menggeram rendah

"Ma-maafkan aku oppa , ponselku mati dan aku baru menyadarinya saat aku dirumah. Tadi Daehyun menjemputku dan ka-kami menyempatkan untuk makan dan mengobrol sebentar "

"Kau tau aku mencarimu kemana-mana , menelponmu berkali-kali Baekhyun dan kau malah berdua dengan bajingan itu sampai lupa mengabariku hah ?! " Chanyeol berteriak marah

"Aku benar-benar tidak tau kalau ponselku mati oppa dan jangan menyebut Dae seperti itu. Dia pacarku oppa dan apa salahnya jika aku pergi dengannya " tanpa sadar suaraku meninggi

Aku benar-benar frustasi , sampai kapan Chanyeol akan seperti ini padaku. Daehyun sudah menyatakan cintanya padaku dan dia sudah berjanji akan berubah

"Jadi kau sekarang lebih membelanya ? Dia bajingan, pemain wanita dan sampai kapanpun aku tidak akan menyetujuimu bersamanya" Chanyeol pergi ke kamarnya dan menutup pintunya kasar

Aku berjengit kaget dan tanpa bisa ku cegah tangisku pecah .

~우리~

Sejak malam itu Chanyeol menjadi pendiam, dia hanya akan berbicara padaku seperlunya. Tapi sikap posesivnya padaku tetap tak berubah bahkan sekarang dia yang akan mengantar dan menjemputku dari magang bahkan dia akan menyewa taksi untuk menjemputku jika dirinya tak sempat untuk menjemputku.

Beberapa hari yang lalu ibu menelpon dan mengatakan bahwa dia tidak bisa pulang saat wisuda Chanyeol dan saat itu juga aku mengadu betapa posesivnya Chanyeol padaku.

Ibu hanya tertawa dan mengatakan bahwa itu wajar karena Chanyeol menyayangiku dan tak ingin terjadi apapun padaku . Chanyeol mendengarkan obrolan kami dengan wajah dengan tersenyum penuh kemenangan dan aku benar-benar ingin menonjok wajah tampannya saat itu.

Dan hari wisuda Chanyeol pun tiba , aku memakai gaun berwarna peach panjang tanpa lengan yang melekat pas pada tubuhku dengan sedikit make up tipis di wajahku.

Chanyeol menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan . Dan sebelum aku memakai sepatu highheelsku Chanyeol tiba-tiba saja menarik lenganku dan menyeretku pelan masuk kedalam kamarku.

"Ganti pakaianmu atau kita tak perlu berangkat "

"Oh ayolah oppa ini hari wisudamu, aku sudah susah payah menyiapkan gaun ini jauh-jauh hari agar terlihat bagus saat mendampingimu. Tak mungkin juga kan aku memakai celana jeans dan kaos polos kesana " jawabku dengan sedikit rengekan

Chanyeol menatapku marah .

"Bagaimana nantinya jika aku menikah ? Kau akan menyuruhku memakai karung beras ? " jawabku kesal

" Oke hanya saja pakai kacamatamu " Aku mengangguk senang dan Chanyeol keluar dari kamarku

Aku duduk disofa depan tv menunggu Chanyeol yang sedang bersiap -siap dan saat dia keluar aku benar-benar tidak bisa berkedip sedetikpun. Dia benar-benar tampan dengan tuxedo hitam yang pas dengan tubuh tegapnya , rambutnya dia sisir keatas dengan rapi dan memperlihatkan dahi cemerlangnya . Oh astaga pantas saja banyak wanita yang mengejarnya

"Ayo berangkat " suara Chanyeol menyadarkanku

Kami sudah akan masuk kedalam mobil saat tiba-tiba Daehyun datang memakai kemeja putih dengan kancing terbuka di bagian atasnya.

Dia juga terlihat tampan meskipun tak setampan Chanyeol tentu saja . Dae tersenyum padaku dan aku membalasnya dengan malu-malu

"Wow babe , kau luar biasa cantik "

Pipiku merona mendengar pujiannya

"Benarkah ? " aku tersenyum senang

" Dia akan berangkat bersamaku jika kau kesini untuk menjemputnya " Chanyeol si perusak suasana

"Ah begitukah , sayang sekali " Daehyun mendesah kecewa

Aku menatap Chanyeol malas dan dibalas tatapan datar olehnya. Aku benar - benar kesal dengannya , saat ini sudah hampir 5 bulan aku menjalin hubungan dengan Daehyun dan Chanyeol semakin menunjukkan ketidaksukaannya.

Bahkan sekarang aku merasa Daehyun mulai menjauh dariku , jika biasanya dia akan terang-terangan mendekatiku bahkan menjemputku dari rumah sakit meski dia tahu Chanyeol menjemputku sekarang hampir tak pernah dia melakukannya.

Dan jika biasanya kami akan melakukan telepon dan bertukar pesan dengan rutin tapi sekarang jika aku yang tak mulai menghubunginya lebih dulu dia takkan menghubungiku .

Mungkinkah dia jenuh ?

Lihat saja jika aku menjadi perawan tua Chanyeol lah yang akan aku salahkan .

Acara wisuda sudah dimulai sejak dua jam yang lalu, aku duduk bersama ayah tadi tapi ayah pamit pulang terlebih dahulu karena harus pergi ke China. Hah ... Bahkan pekerjaan sekarang menjadi segalanya untuk mereka.

Aku sangat bangga pada Chanyeol , dia menerima gelar Mahasiswa terbaik dan beasiswa. Aku menghampiri Chanyeol dan memberikan karangan bunga untuknya dan juga Daehyun yang tidak jauh darinya.

Beberapa wanita memberikan bingkisan dan karangan bunga untuk Chanyeol tapi dia menolaknya dengan alasan karena telah mendapatkannya dariku . Berbeda dengan Daehyun yang dengan senang hati menerima satu persatu hadiah dari para pengagumnya dengan senyum manis yang tak lepas dari bibirnya.

Dari jauh aku bisa melihat Hyejin dan Seulgi melambaikan tangannya padaku dan menghampiriku. Bisa kulihat Hyejin terlihat sedikit berbeda saat berada didekatku, terlihat sedikit canggung dan sesekali akan melirik kearah Daehyun. Ada yang tidak beres disini dan aku akan menanyakan padanya nanti.

Aku tidak tahu jika acara wisuda kali ini akan digabung dengan pesta perpisahan , aku lelah sungguh dan ini sudah hampir pukul 9 malam.

Chanyeol masih asyik mengobrol dengan teman-temannya, Seulgi sudah pamit pulang terlebih dahulu tadi dan Hyejin sedang duduk bersamaku saat ini . Daehyun berada tepat di seberang meja kami , aku tahu baik Hyejin dan Daehyun saat ini seperti sedang menyembunyikan sesuatu dibelakangku. Tapi apa ?

"Baek aku akan ke toilet sebentar " Hyejin mmembuyarkan lamunanku

"Oh baiklah , perlu kutemani "

" tidak perlu baek aku akan segera kembali "

Aku hanya mengangguk pelan dan mengarahkan pandanganku pada meja Daehyun. Tapi Daehyun tak ada disana, kemana dia pergi ?

Dengan mengikuti naluriku aku berjalan menuju toilet untuk menyusul Hyejin. Dan saat aku akan berbelok ke lorong menuju toilet disana aku melihat mereka, Hyejin dan Daehyun mereka berdua berciuman .

Aku stagnan, tubuhku menegang dan tanganku reflek membekap mulutku untuk menutupi rasa terkejutku agar mereka tak menyadari kehadiranku.

Aku menangis tanpa suara tanpa bisa mengalihkan pandanganku dari mereka hingga aku kembali terkejut saat ada sebuah tangan menarikku keluar dari tempat itu dan memelukku erat.

Aku tak perlu melihat untuk tahu siapa dia karena aku begitu mengenali wangi maskulin dan dekapan ini

"Oppa.. "

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

Up yeay

Happy Satnight bagi yang menjalankan ..

Terimakasih untuk yg udh nyempetin review , reviewnya kembali supaya bisa saya jadikan semangat untuk lanjut juga bahan untuk memperbaiki penulisan atau mungkin alur cerita ..

Maaf jika ada typo yang bertebaran .

Gomawoo~