Declaimer : Peach-pit

Rated : K+

Character : All and Rozen Maiden Doll's

Wish...

Wish 3 : My Name is...

Amu POV

"Namamu siapa sih?"

"Namaku? Namaku Shinku, boneka ke-5 dari 7 boneka Rozen Maiden."

Kata boneka merah itu, yang diketahui bernama Shinku, tersenyum ke arahku.

Rozen Maiden? Apa hanya perasaanku saja, kok aku pernah mengenal nama itu?

"Amu! AMU!"

"Eh, a-apa?"

"Dasar! Mundurlah sedikit!" Kata Ikuto menghawatirkanku.

"Iya, iya..." kataku sedikit kesal.

"Rosary!" kata boneka mawar pink itu meneriakkan, entah apa itu, sampai membuat mataku sakit.

"BAKA! Sudah kubilang mundur masih saja maju! Mau cari mati apa?" kata Shinku marah-marah.

"Darahmu kelihatanya enak" kata Barasuishou yang tiba-tiba saja muncul dibelakangku.

"Barasuishou, lawanmu adalah aku. Bukan dia!" kata Shinku sedang memegang tongkatnya ke arah lehernya Barasuishou.

"Shinku! Kau urusi saja Master mu dan biar kami yang menanganinya!" kata sebuah boneka berwarna hitam itu mengeluarkan pedangnya yang bewarna hitam.

"Huh. Baiklah" kata Shinku (walaupun kelihatannya dia marah) menghampiriku.

"Hei! Cepat lakukan itu!" kata Shinku hampir mau menampar pipiku memakai rambutnya lagi.

"Apaan sih?" kataku masih tetap marah karena satu hal, masa' dia boneka bisa se enaknya nyuruh-nyuruh?

"Hah... aku baru ingat kalau aku belum mengatakannya.. sudahlah! Cepat cium!" Shinku mengeluarkan cincin bercorak marah.

"C-cium?" kataku sambil nggak percaya.

"Jangan pikir yang aneh-aneh! Maksudku, cium ini cincin!" teriak Shinku kesal.

'Yasudahlah, mungkin kalau aku cium ini cincin. Semua akan selamat'

(Author note's : kalau kalian pernah lihat anime 'Rozen Maiden', disitu ada adegan dimana Jun mencium cincin Shinku. Nah, persisnya seperti itu sih...)

PYASH!

"Kyaaa! Panas! Cincin apa ini?" teriakku kencang. Memang itu panas banget! Kalau kalian mau tahu gimana rasa panasnya, coba kalian pegang kompor yang barusan saja atau masih nyala gitu! Panas, kan?

"Lebay deh, biasa saja kenapa sih?" jawab Shinku santai.

"Emang panas tauuuk!" teriakku sambil tetap memegang jari manis tangan kananku.

"Huh, sepertinya, kontrak kita sudah berjalan dengan lancar. Memang tepat kamu memilihku" kata Shinku sambil memperlihatkan cincin mawar merah itu di jari manis tangan kanannya.

"A-apa? Kontrak? Apa maksudmu dengan kontrak?" teriakku marah sambil tetap memegang jari manisku.

"Huft... memang ribet kalau harus berbicara denganmu. Kita melakukan kontrak ag-"

"Shinku! Awas!" teriakku kencang (menyela) perkataan Shinku.

"Huh" jawab Shinku santai sambil mengeluarkan sebuah cahaya bewarna merah.

"HOLIE!"

"Fufu, akhirnya keluar juga cahaya itu. ROSARY!" teriak Kirakishou.

Aku hanya terdiam melihat kedua manusia (baca : boneka) itu bertarung meneriakkan cahaya masing-masing.

Ada satu keganjalan dari boneka ini. Kenapa mereka bisa hidup? Bukankah boneka tidak bisa berbicara maupun berjalan?

Dari cahaya itu, aku melihat sebuah benda yang tadi mereka bawa. Shinku tongkat, Kirakishou mawar.

"Desu! Amu-chan, desu! Minggirlah sedikit, desu!" teriak sebuah boneka bewarna hijau.

"Kalau kamu tetap tidak mau menyingkir, kita sendirilah yang akan repot" kata boneka bewarna biru cuek.

"I-iya" kataku sambil berjalan kearah belakang.

"Kirakishou, lebih baik kita mundur sekarang. Tidak ada gunanya kita menyerang terus-menerus" kata Barasuishou sambil tetap melihat kearahku.

"Huh... Baiklah. Kalau begitu sampai berjumpa lagi Shinku-nee..." lambai tangan Kirakishou kearah Shinku.

"AKU TAK BUTUH LAMBAIAN TANGANMU KIRA!" teriak Shinku marah (walaupun kelihatan dia terlihat tenang).

"Sudahlah Shinku, tak ada gunanya kamu marah-marah" tepuk boneka bewarna hitam itu.

"Huh.." jawab Shinku santai.

"Mou, nama kalian siapa saja? Aku hanya tahu Shinku" tiba-tiba saja Nadeshiko berbicara.

Ya, pada saat semua boneka itu bertarung mereka semua (Ikuto, Utau, Nadeshiko, Rima, dan Tadase) disuruh pergi ke ruang tengah. Agar tidak mengganggu mereka semua.

"Aku boneka pertama, Suigintou, master-ku adalah kamu" tunjuk Suigintou ke arah Ikuto-kun.

"Aku Kanaria, kashira~ master-ku adalah kamu" tunjuk Kanaria ke arah Tadase.

"Aku Suiseiseki, desu. Master-ku adalah kamu, desu" tunjuk Suiseiseki ke arah Utau.

"Aku Souseiseki, master-ku adalah kamu" tunjuk Souseiseki ke arah Nadeshiko.

"Seperti yang kalian tahu, namaku Shinku. Dan master-ku adalah Amu" jawab Shinku santai.

"Aku Hinaichigo! Master-ku adalah kamu~!" tunjuk Hinaichigo ke arah Rima.

"Jadi, kita semua sudah memperkenalkan diri. Bagaimana kalau kita langsung melakukan kontrak?" Tanya Shinku sambil memasang tampang 'Aku-lagi-males-banget'.

Semua memandang muka, aku hanya menganggukkan kepalaku.

"Sekarang!"

"PANAAS!" teriak semua (-Ikuto) kencang setelah melakukan kontrak.

"Kamu tidak kepanasan ya?" tanyaku ke arah Ikuto-kun.

"Hum.. Sedikit" jawab Ikuto-kun cuek.

"Hu-uh! Kalau aku cuekin nggak mau! Tapi, mesti suka nyuekin orang lain!" kataku sambil berpura-pura marah. Yup, biasanya sih Ikuto-kun bakal minta maaf atas apa yang dia lakukan.

"Dasar gampang ngambek. Kamu marah?" Tanya ikuto-kun sambil tersenyum jahil ke arahku.

"Iya!" jawabku ketus sambil melihat ke arah lain.

"Terus, aku harus bagaimana? Agar kamu bisa tersenyum?" Tanya Ikuto-kun sambil tersenyum (tulus) ke arahku.

"Entahlah.." jawabku sambil tersenyum walaupun aku masih membalikkan badanku agar tidak kelihatan blushing dan tersenyum.

Sejujurnya sih, aku merasa beruntung dapat mempunyai boyfriend seperti Ikuto-kun. Ikuto-kun orangnya pengertian, dia jarang memarahiku maupun membenciku. Aku merasa sangat beruntung...

"Dasar" jawab Ikuto-kun sambil memegang mukaku.

"Hehe..." jawabku santai sambil tersenyum.

KISU~!

"Dasar, malah asyik-asyikan pacaran lagi..." intip Shinku dari celah-celah pintu.

Kanaria, Suiseiseki, dan Hinaichigo pingsan (nggak tahan lihat adegannya).

Suigintou tersenyum (gila ya? *dijitak masal Fans Suigintou*).

Souseiseki hanya menguap karena masih mengantuk.

"Um... well, habis ini, kita harus ngapain?" Tanya Utau sambil mengangkat tangan kanannya.

"Ya pulang" jawab Souseiseki santai.

"Hinaichigo mau lihat rumah Rima-taan~" peluk Hinaichigo manja ke Rima.

Tampak dari seberang utara (Rima hadapnya ke Utara, tapi dia di selatan) seseorang menatap muka Hinaichigo dengan tampang 'Death Glare' (tahu kan, siapa?).

"Ayo pulang. PINK" kata Shinku santai sambil menekan kata-kata 'Pink'.

"WAIT! Namaku AMU! A-M-U! bukan PINK! Siapa itu juga?" teriakku protes dengan perkataan Shinku.

"Jangan banyak protes. Ikuti saja perkataanku. Ayo. Pulang." Jawab Shinku (lagi) santai.

"TERSERAH KAMU!" teriakku sebal terhadap perilaku Shinku.

Apa-apaan tuh, padahal aku master-nya. Tapi dia nggak sopan!

"Jadi, ini kamarmu?" Tanya Shinku sambil membawa kopernya.

"Iya, mau kubantu kubawakan?" tawarku sambil mengulurkan tanganku.

"Tidak usah, aku mau teh" jawab Shinku santai sambil menaruh kopernya di sebelah tempat tidurku.

"Teh?"

"Iya"

"Kamu bi-" ucapanku terhenti karena dari koper Shinku ada sebuah cangkir mungil (walaupun menurut Shinku itu besar) bewarna kuning.

"Aku. Mau. Teh."

"O-oke.." jawabku sambil berjalan ke arah pintu kamarku.

"Tunggu."

"A-apa?" jangan-jangan, dia tidak jadi deh.

"Aku maunya teh hitam. Bukan teh hijau"

GDUBRAAK!

Dasaaarr!

"Eng.. tadi aku Tanya soal, 'kenapa kita harus melakukan kontrak', memang kenapa kalau tidak?" tanyaku sambil menuangkan teh hitam ke cangkir milikku dan milik Shinku.

"Kontrak yang tadi kita lakukan bermaksud agar, pada saat aku bertarung dengan orang lain, kekuatanku sendiri tidak akan habis. Kalau aku melakukan kontrak pada seseorang, pertama kali yang dirasakan seorang 'Master' adalah, sakit. Benar bukan? Kesakitan yang kamu rasakan itu bertanda bahwa, suatu kontrak telah berhasil. Pada kedepannya, pada saat aku bertarung, kamu akan merasakan sakit lagi. Mengerti?" jelas Shinku panjang+lebar = luas *?*.

"Um.. kenapa aku juga akan merasakan sakit lagi?"

"Baka, kalau kamu tidak merasa sakit, padahal kontrak yang aku lakukan denganmu berjalan lancar, berarti ada kesalahan. Kamu merasakan kesakitan karena, aku mengambil energimu. Aku membutuhkannya agar bisa bertarung. Kalau pertarunganku semakin sengit, kamu MAKIN merasakan sakit." Jawab Shinku sambil meminum teh hitamnya.

"O-oh..." jawabku sambil menundukkan mukaku.

"Jangan khawatir, aku akan jarang-jarang memakai kekuatanku" jawab Shinku sambil tersenyum.

"Terima kasih.." jawabku sambil tersenyum membalas senyumannya.

Ternyata, Shinku bisa baik juga ya?

"...PINK" lanjut Shinku sambil meminum tehnya.

Aku ubah perkataanku tadi!

Aku benci Shinkuuuu!

~Tsuzuku~

Oraaaiii~

Akhirnya Runa bisa juga UPDATE fic. Runa!

._.

Maaf Runa kelamaan update _

Lagi banyak tugas sih~ -_-

Oh ya, Runa juga sudah DELETE fic. Runa yang 'Watashi wo Mitsukete'.

Banyak yang bilang gj sih..

Mou, Runa hapus deh~!

REVIEW, PLEASE? _

Runa-Alice