"Aku tahu kau bisa melihat ku. Kau mau? Ini lezat. Sangat lezat. Eummmm.. Slruuupp.. Ah.."
Wanita itu dengan nikmatnya menyedot cairan merah yang tertampung di dalamnya. Perut Changmin mual hebat. Dia benar-benar akan muntah sekarang. Tanpa melihat ke belakang, namja tinggi itu segera meninggalkan ruangan tersebut yang di depannya tertempel tulisan 'TOILET WANITA'.
...
..
.
SOMETHING
Cast:
Jung Yunho
Kim Jaejoong
Park Yoochun
Kim Junsu
Shim Changmin
Rate : T
Genre : Horor and mystery
Author : ayy88fish
Disclaimer : Chara bukan milik saya. Saya hanya meminjam nama untuk menuangkan imajinasi yang tercipta dalam pikiran saya. Tapi cerita milik saya.
Warning : An alternative universe of TVXQ fanfiction, violence, gaje, typo(s). No beta. No edit. Jika tidak suka, JANGAN BACA!
.
..
...
"Kau dari mana saja?"
Changmin datang dengan wajah pucat, membuat sahabatnya heran sekaligus khawatir. Dia mendudukkan tubuhnya di samping Kyuhyun. Memijit kepalanya yang berdenyut sakit.
"Aku dari toilet. Mana yang lain?" tanyanya heran. Tak ada satu pun hyung-nya di sana.
"Yunho hyung dan manager hyung sedang bicara dengan uisa. Yoochun hyung pulang mengambil pakaian ganti. Junsu hyung bilang mau ke kantin." Jawab Kyuhyun lancar.
"Oh."
"Apa kau sakit? Kenapa ke toiletnya lama sekali?"
"Ah, perutku sedang tidak enak." Changmin jelas saja bohong. Sebab dia sama sekali tidak memasuki salah satu bilik toilet tadi. Tapi dia juga merasa tidak punya jawaban yang lebih baik dari itu.
Namja jangkung itu teringat kembali dengan pengalaman anehnya barusan. Juga tadi pagi. Dia menimbang-nimbang akan bercerita dengan Kyuhyun atau tidak. Dia hanya khawatir Kyuhyun tidak mempercayainya dan sedang mengajaknya bercanda, sebab mereka berdua pernah mendeklarasikan bahwa yang namanya makhluk halus itu tidak ada dan itu sebenarnya adalah halusinasi seseorang saja.
Changmin masih tidak percaya dengan penglihatannya. Mereka ada dan nyata. Mereka bahkan bisa mengajak Changmin bekomunikasi meskipun dia tidak pernah menanggapinya. Dia juga heran dengan pemandangan Jaejoong yang tengah ditangani paramedis di dalam ruang inapnya. Padahal jelas-jelas kamar itu terdiri dari tembok, pintunya tertutup rapat, tidak lupa juga jendelanya masih tertutup gorden. Namja tampan itu menggeleng-gelengkan kepalanya.
'Tidak mungkin.'
"Kau kenapa sih? Ada yang tidak beres?" Khyuhyun sangat mengkhawatirkan Changmin. Sahabat baiknya itu bertingkah tidak seperti biasanya, dan dia tidak suka.
"Ani. Mungkin aku kelelahan."
Kyuhyun menaikkan bahunya. Meskipun sangat dekat, tapi Kyuhyun tahu, Changmin lebih tertutup darinya. Kyuhyun bisa saja bercerita banyak hal pada Changmin, termasuk rahasianya. Tapi tidak dengan Changmin. Jarang sekali Changmin mau membagi masalahnya dengan Kyuhyun. Namja itu memilih diam dan memendamnya sendiri. Tapi akan bicara dengan sendirinya,justru ketika masalah itu sudah lewat. Sedikit mengesalkan memang. Kyuhyun sangat tidak menyukai sifat Changmin yang seperti itu.
"Besok jadwal mu jam berapa?"
"Jam sembilan pagi."
"Baiklah. Nanti ku antar pulang. Aku mau tidur sebentar, kalau hyungdeul datang tolong bangunkan aku ya."
"Ne."
Changmin akhirnya menyamankan diri dengan mencari posisi yang pas. Dan tidur tak lama setelahnya.
Kyuhyun menatap sendu lelaki yang sudah mencuri hatinya itu kemudian beralih ke kamar tempat Jaejoong tidur.
'Semoga Jae hyung baik-baik saja.'
.
..Something..
.Ayy88fish.
.
Yoochun bersenandung mengikuti lagu yang mengalun dari speaker mobilnya. Kepalanya kadang mengangguk, kadang menggeleng-geleng pelan mengikuti lantunan mendayu-dayu lagu tersebut seolah menghayatinya dengan begitu dalam.
Jalanan menuju dorm terlihat sepi. Wajar saja, ini sudah lewat tengah malam. TVXQ sengaja tidak memilih dorm di tengah kota. Alasannya? Agar mereka lebih nyaman beristirahat. Simple saja kan?
Kaca mobil Yoochun memburam seiring dengan turunnya hujan. Gerimis di musim dingin membuat hawa semakin sejuk saja. Namja bersuara seksi itu pun menaikkan pemanas mobilnya sedikit lebih tinggi. Dia hanya tidak mau asmanya kambuh. Tanpa sengaja mata sipitnya menangkap sesosok pria tengah berdiri di depan sebuah halte. Pria itu sepertinya sedang menunggu sesuatu. Tapi tak ada siapa-siapa di sana.
'Apa mungkin dia sedang menunggu jemputan?' batin Yoochun bingung.
Setelah menimbang-nimbang, Yoochun pun memutuskan untuk menepi. Namja di depan halte itu terlihat sedikit memundurkan badannya karena terkejut.
Yoochun membuka jendela mobilnya untuk memastikan bahwa dia tidak salah lihat. Benar saja. Itu adalah Han Hyunjung, teman semasa sekolahnya dulu. Namja itu tak kalah terkejutnya ketika mendapati sahabat baiknya ternyata ada di balik kemudi.
"Hyunjung-ah, kau mau kemana? Kenapa malam-malam masih di luar?"
"Aku mau ke rumah noona. Dia memintaku menemaninya malam ini."
"Ah, Hwasun noona? Dia belum pindah, kan?"
"Belum."
"Aku antar saja sekalian. Kebetulan arahnya sama dengan tujuan ku. Aku juga mau pulang. Kajja naik."
Yoochun menanti sahabatnya masuk dengan perasaan senang. Hyunjung adalah salah satu teman non-artisnya yang sangat dekat dengannya. Dia bahkan sudah tidak sabar ingin membagi cerita dengan namja yang pernah dua tahun menjadi teman sebangkunya ketika SMA. Tapi sepertinya belum ada tanda-tanda namja itu akan memasuki kendaraannya.
"Wae? Kau tidak mau?"
Hyunjung menggeleng sambil tersenyum. Dia menaikkan kedua tangannya yang penuh dengan bawaan. Barulah Yoochun mengerti.
"Aa- Mianhae. Aku tidak memperhatikannya. Kajja masuk. Di luar dingin sekali."
Yoochun akhirnya membukakan pintu untuk sang sahabat, disusul dengan langkah temannya memasuki mobil. Setelah memastikan semuanya siap, Yoochun kembalu menjalankan mobilnya. Pandangannya fokus ke depan. Sesekali ke samping memperhatikan Hyunjung.
"Hei, kau tahu. Aku sangat merindukanmu." Ucap Hyunjung sambil terkikik. Di pangkuannya terdapat sebuah kotak berbalut kain sutra dan beberapa kantong putih.
"Ya. Jangan katakan kalau kau jatuh cinta padaku." Elak Yoochun.
Hyunjung tertawa diikuti Yoochun setelahnya. Dia tahu, sahabatnya itu tengah bercanda. Meskipun berwajah cantik khas uke, Hyunjung bukan seorang gay.
"Kenapa kau keluar malam-malam? Bukannya kau tidak tahan dingin?"
"Gwenchana. Noona meminta datang, ya aku datang."
Yoochun menghela nafas mendengar jawaban Hyunjung. Dia hanya khawatir, namja itu jatuh sakit. Sebab paru-parunya bermasalah sejak kecil dan dia paling tidak tahan dingin.
"Apa yang kau bawa?" tanya Yoochun penasaran.
"Ah, ini. Noona memintaku membawakannya kimchi dan beberapa barangnya yang tertinggal."
"Wah,banyak sekali. Kenapa tidak mencicilnya saja?" Yoochun kembali memfokuskan pandangannya ke jalanan.
"Tidak apa-apa. Aku tidak repot kok. Lagipula aku ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun padanya besok."
"Hah, kau ini selalu begitu."
"Itu karena aku sangat menyayanginya."
Yoochun tersenyum menanggapi jawaban Hyunjung. Dia tahu apa alasan yang mendasarinya. Hyunjung mencintai kakak kandungnya sendiri. Hidup berdua saja sebagai yatim piatu sejak Hwasun sekolah menengah atas dan Hyunjung sekolah dasar membuat hubungan keduanya sangat dekat. Mereka bahkan menolak diadopsi terpisah oleh keluarganya demi bisa bersama. Meskipun dengan itu Hwasun harus mati-matian kerja demi menghidupi mereka berdua. Sifat kedua orang tua mereka yang sangat mandiri menurun kepada keduanya. Buktinya, ketika sekolah menengah pertama Hyunjung sudah mulai bekerja mengantar koran dan susu demi membantu keuangan sang kakak. Tentu saja tanpa sepengetahuan Hwasun.
Yoochun adalah orang pertama yang mengetahui perasaan terlarang sahabatnya itu. Meskipun sebenarnya secara tidak langsung, Yoochun bisa menebak dari perilaku Hyunjung pada Hwasun. Tapi begitu mendengar penuturan langsung dari Hyunjung, Yoochun hanya bisa mendoakan yang terbaik bagi sang sahabat. Dan entah bagaimana Hwasun akhirnya mengetahui perasaan sang adik padanya, sebab tak lama kemudian Hwasun memutuskan untuk menikah dengan namja yang diperkenalkan oleh bibi mereka. 'Namja yang sangat baik', kata Hyunjung. Oleh karena itu, dia merelakannya dan mempercayakan sang noona berada di sisi hyung iparnya.
Hyunjung bahkan meminta secara langsung kepada hyung-nya itu agar selalu berlaku baik pada noona-nya. Yoochun sendiri saksinya. Hal itu dilakukannya ketika dia harus menjalani operasi demi memperbaiki fungsi paru-parunya...
'Tunggu...' Yoochun menelan ludahnya perlahan. Lampu di depannya menyala merah, artinya ia harus berhenti. Meskipun jalan sepi, tapi dia adalah warga negara yang baik dan taat aturan.
Pemanas mobil sepertinya tidak berfungsi dengan baik. Keringat sebesar biji jagung meluncur dari pelipis dan dahinya yang mulus. Tangannya gemetar memegang kemudi. Begitu juga seluruh tubuhnya. Tiba-tiba dia merasa asmanya kambuh. Nafasnya tersengal-sengal karena ketakutan.
Dia baru sadar. Seharusnya, dia tidak berhenti tadi. Seharusnya dia tidak mempersilahkan Hyunjung untuk masuk dan menemaninya di mobil.
Yoochun mengalihkan pandangannya ke sebelah kiri, tempat Hyunjung tadi duduk.
Dan apa yang didapatinya membuatnya sadar.
Hyunjung meninggal ketika operasi berlangsung. Setahun yang lalu.
Yoochun bahkan menjadi orang yang mengangkat peti jenasahnya.
.
..Something..
.Ayy88fish.
.
"Mianhae kau jadi harus pulang larut karena ku."
"Gwenchana. Aku juga ikut mengkhawatirkan keadaan Jae hyung. Semoga besok kesehatannya membaik."
"Ne. Gomawo telah menemaniku."
Kyuhyun tersenyum menanggapinya. Saat ini Kyuhyun dan Changmin berada di basement dorm SUJU. Sesuai dengan janji Changmin, dia mengantar Kyuhyun setelah Junsu datang dengan sekantong makanan dan minuman hangat. Mereka masih berada di dalam mobil Changmin.
Changmin tertunduk lesu. Semangatnya seolah hilangKyuhyun menepuk-nepuk pundak Changmin beberapa kali. Mencoba menguatkannya meski ia sendiri tak yakin berhasil. Dia sangat mengerti kesedihan maknae TVXQ itu. Meskipun tidak menyukai skinship bukan berarti hubugannya antar anggota tidak akrab. Mereka justru sangat dekat satu sama lain.
"Maaf aku tidak bisa mengantarmu ke dalam." Sesal Changmin sambil menggenggam jemari Kyuhyun di pundaknya.
Kyuhyun tersenyum lagi. Menggeleng. Menyatakan bahwa dirinya tidak keberatan.
"Kau akan kembali ke Rumah Sakit lagi?"
"Ani. Yunho hyung dan Junsu hyung akan menemani Jae hyung disana. Aku ada jadwal pemotretan besok pagi-pagi sekali."
"Istirahatlah. Jangan sampai kau kelelahan. Nanti kau jatuh sakit."
"Gomawo." Jawabnya. Tak lupa senyum manis menjadi bonus.
Tangannya mengusak rambut Kyuhyun.
"Ya. Jangan memperlakukanku seperti anak kecil. Aku lebih tua dari mu tahu."
"Tahu. Tapi nyatanya kau bahkan lebih imut dariku Cho Kyuhyun."
Changmin tertawa sendiri mendengar ucapannya, tanpa ada semburat merah yang tercipta dari wajah manis di sebelahnya.
.
..Something..
.Ayy88fish.
.
"Apa kata dokter, hyung?"
"Seperti yang dokter bilang, Jaejoong etrkena hipotermia. Sshh.. yang aku heran bagaimana bisa." Yunho masih tidak bisa percaya dengan diagnosa yang diberikan oleh dokter.
Sekarang ini musim dingin, sudah pasti mereka menggunakan pemanas ruangan. Dan seingatnya, dia memakaikan baju hangat untuk sang kekasih, jadi bagaimana mungkin Jaejoong bisa memiliki suhu tubuh serendah itu. Untung saja mereka cepat membawanya ke rumah sakit. Ia tidak bisa membayangkan jika mereka terlambat sedikit saja.
"Hyung.. Hyung.." panggilan Junsu menyadarkan Yunho dari lamunannya.
"Ah, ne."
"Kau melamun." Yunho tersenyum lemah.
Junsu mendesah. Dia tahu bagaimana perasaan Yunho saat ini. Mereka juga sama khawatirnya, tapi dia juga tidak mau Yunho ikut jatuh sakit karena terlalu memikirkan kekasihnya. Junsu tahu, Yunho menolak makan seharian ini. Hanya sarapan saja makanan pengganjal perutnya juga bergelas-gelas minuman. Itu tentu saja tidak baik bagi lambung lemah Yunho.
"Makanlah selagi panas."
"Jangan menolak, kecuali kalau hyung mau melihat wajah sedih Jaejoong hyung."
Lanjut Junsu sebelum Yunho sempat mengeluarkan bantahan untuk kesekian kalinya. Tangan mungilnya menyerahkan sebungkus makanan yang masih hangat ke pangkuan Leader-nya.
.
..Something..
.Ayy88fish.
.
TBC
.
"K"300114
.
A/n: Annyeong haseo ^^
Ayy kembali lagi dengan Something chapter 3. Pendek ya, Bu? Mumpung lagi lowong dan idenya ngalir jadi ya ayy pos aja sekalian hari ini.
Nah adegan chap ini terjadi sekitar setahun yang lalu. Ayy benar-benar lupa kalau teman ayy itu udah meninggal setahun sebelumnya. Padahal waktu itu ayy juga termasuk orang yang memandikan jenasahnya. Something banget gak tuh.
Ceritanya ayy mau ke rumah mertua, kebetulan di tengah jalan hujan gerimis. Begitu lihat dia berdiri di tepi jalan otomatis ayy berhenti dong *temen yang baik*patut dicontoh*. Kalo bang jidat pake mobil ayy mah pake motor *masih kere*.
Ayy : mau kemana?
Dia : mau ke rumah mamak, mbak.
Ayy *liatin kanan-kiri gak ada tempat neduh* : ayoklah nebeng aja. Ujan nih. Kita searah kok.
Dia : gak ngerepotin mbak?
Ayy : gak, naik aja.
Akhirnya dia naik. Ayy ajakin ngomong awalnya dijawab. Lama-lama kok hening. Tiba-tiba ayy ingat, dia tuh udah meninggal. Dan gebleknya ayy, ditengah jalan baru sadar kalau tempat ayy berhenti (waktu nyamperin dia) tuh di depan pemakaman *kuburan dia juga disana*.
Dengan tubuh gemetar dan bibir komat-kamit ayy menepi dan matiin motor buat mastiin. Dan seperti saudara-saudara tebak. Sepanjang jalan itu ternyata saya sendirian alias gak ada dia diboncengan!
Fyuh *elap keringat*
Oke. It's time to balesan ripiu ^^
bearnya jung : bisa liat 'itu' udah sejak SMP say. Pokoknya setelah dapet mens pertama (12th) sekarang ayy udah 25 th tp kemampuan untuk melihat semakin berkurang. Faktor U kali ya ^^. Jawabannya akan anda temukan seiring cerita.
hanasukie : hahaha... iya. Setahu ayy biasanya orang yg terlalu berani itu malah gak 'dilihatin' ama mereka. Yang terlalu penakut juga. Abisnya tanpa perlu memperlihatkan wujud mereka udah ketakutan kok, gimana kalo dilihatkan. Ntar bisa-bisa pingsan di tempat lagi. Hehehe.. btw, boleh bagi ceritanya gak? Siapa tahu ntar jadi ide.
haruko2277 : pengennya sih pingsan, sy. Tapi gagal melulu. 'Itu'-nya suka banget kali ya ama eon. Kekeke.. ^^ Iya, si mami kasihan. Mana belum sadar juga lagi. Hiks T_T
Clein cassie : Udah tahu kan alasan Chami gak cerita ke hyungdeul-nya? Yup, soalnya dia selalu bilang setan itu gak ada. Jadinya daripada diketawain mending diem deh. Iya. Jorok banget kan si mbak-nya. Udah cantik + seksi gitu minumannya gak banget. Hehe..
Jung Unn Soo : Yah, pokoknya 'itu' deh yang diminm Chami. Sesuatu yang menjijikan. Udah apdet ya ^^
liendha iu : salam kenal juga ^^. Ayy terima dengan senang hati. Jae umma masih harus istirahat. Doakan biar cepat sembuh, ne. Hehe..
sushimakipark : wah, sama dong kita *tos bareng*. Boleh dong bagi pengalamannya. Kali aja bisa jadi inspirasi. Ehehe.. gimana perasaannya kenalan ama mereka. Ayy pernah hampir dibawa ke psikiater gegara beberapa malam gak bisa tidur. Diganggu melulu u,u.
Guest : awalnya emang ngeri, say. Lama-lama biasa aja. Kebal kali ya. Hahaha.. Jaemma masih bobo tuh. Sstt.. jangan diganggu ya. Hehe..
kkim vinansia : kalo liat genrenya sih harusnya horror. Tapi gak tau deh kalo gak kerasa. Masing-masing orang yang punya feel sendiri-sendiri. Hehe..
meotmeot : emang revot bin rempong kalo jadi makhluk secantik Jaejoong. Haha..
Gomawo buat semua yang sudah review, follow, fav ataupun hanya sekedar singgah. Terima kasih sudah mau membaca tulisan setengah curhatan ini. Bilang ya kalo ada yang gak disebut dibalesan review. Ehehe..
Oy, sebelum ayy diflame abis-abisan, ayy cuma bilang. Ayy tau curhat di FF itu melanggar rules. Bales review di FF juga melanggar rules. Tapi ayy juga sudah melanggar rules dengan menulis tokoh nyata *manusia* dalam screenplay, jadi yang mau koar-koar bilang ayy melanggar rules monggo dipikirkan kembali. Nyata-nyata juga masih mau singgah di FF screenplays, bukannya kategori ini melanggar aturan? Hehe.. pikirkan ulang jika ingin memaki-maki saya *for everyone who hate me*.
.
Saranghae ^^
Miss Panda yang tengah berbunga-bunga
