Terima Kasih atas reviewnya
CHAPTER 3
Unexpected Meeting
Aku kembali ke ruang klub setelah pertemuan antara rias dan sona usai, saat ini aku sedang menikmati teh yang di buat oleh akeno-san.
"Shirou"(rias)
"Hmph...?"
"Ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu, bagaimana bisa kau mengetahui sacred gear milik issei? "
"aku menggunakan structual analysis padanya structual analysis adalah salah satu kemampuan yang ku punya aku bisa mengetahui struktur benda mati maupun hidup"
"Hmm... Ada lagi kemampuan yang kau punya? "
"reinforcement kemampuan yang dapat memperkuat dan mempercepat tubuhku jika di aplikasikan ke suatu benda dapat memperkokoh dan menajamkannya namun kemampuan ini bagaikan pedang bermata dua jika pra- maksudku mana yang kuberikan terlalu sedikit maka tidak akan terlalu efektif namun jika terlalu banyak maka akan menghancurkannya oleh karena mana yang kuberikan harus tepat "
Sebenarnya ada satu lagi,time alter namun akan lebih baik jika kemampuan ini dirahasiakan sementara
"kau punya kemampuan yang menarik shirou, baiklah karena sekarang sudah malam lebih baik jika kita mengakhiri kegiatan klub hari ini"
Aku berdiri dan memberi salam ke semua anggota klub sebelum keluar
"kalau begitu aku pulang lebih dulu selamat malam semua, kiba besok kita akan memulai latihan datanglah pagi-pagi bersama dengan tsubaki-san"
"Baik Shisou! "
"ugh... Panggil saja shirou"
Aku pun pergi dari klub
"akeno kau sudah menemukan informasi tentang shirou?" (rias)
"kami tidak mendapatkan informasi selain laporan tentang dia terluka parah dan di rawat di rumah sakit, dia seperti jatuh dari langit secara tiba-tiba "
"kau benar-benar menarik emiya shirou "
X XD CC CC CC CC CC CC D CC
Aku sampai di rumah dan bersantai dengan bermain game online yang sudah ku instal belakangan ini "world conqueror" adalah game dimana player harus membuat kerajaan dan pasukannya sendiri dan menaklukan pasukan player yang lain.
Setelah puas bermain aku pergi ke kamar untuk tidur
X XD XD CC CC CC CC CC D
Di suatu tempat jauh dari keramaian kota seorang laki-laki berdiri di depan lingkaran sihir
"Sudah waktunya"
"Let silver and steel be the essence.
Let stone and the archduke of contracts be the foundation.
Let rise a wall against the wind that shall fall.
Let the four cardinal gates close.
"Let it be declared now;
your flesh shall serve under me, and my fate shall be with your sword.
Submit to the beckoning of the Holy Grail.
Answer, if you would submit to this will and this truth."
"An oath shall be sworn here.
I shall neverl attain all virtues of all of Heaven;
I shall rule over all evils of all of Hell."
"From the Seventh Heaven, attended to by three great words of power,
come forth from the ring of restraint, Guardian of balance"
Sebuah ledakan kecil terjadi di tengah-tengah lingkaran sihir tak lama asap mengelilingi laki-laki itu tak lama setelah semua asap menghilang terlihat 2 sosok sedang berlutut ke arah laki-laki itu.
"upon thou summon i have come, i ask thou are thou my master" 2x
"ya... Aku adalah master kalian"ucapnya dengan senyum di wajahnya
Dengan ini tujuanku akan tercapai
X CC CC CC CC CC CC XXX
Aku berada di sebuah ruangan hitam tak ada apa pun sejauh mata ku memandang hanya sebuah background hitam di sekeliling ku, lalu tiba-tiba seorang laki-laki tua terlihat di depan ku orang ini adalah orang yang kulihat sebelum datang ke dunia ku yang baru.
"senang bertemu denganmu lagi emiya shirou"
"harusnya aku tahu hanya ada satu orang yang mampu lompat ke dimensi satu ke yang lain, jadi apa yang kau mau marshmallow kasur delete. "
"aku adalah Marshall kischur zelretch! "
"ya terserahlah "
"kau tahu kau mulai bertingkah seperti dia"
"aku dan dia adalah orang yang sama, jadi apa tujuan mu membawaku ke dunia ini apakah untuk bersenang-senang atau ada tujuan lain"
"langsung ke intinya sama sepertinya, tujuan ku membawamu kemari adalah untuk bersenang-senang dan untuk menyelamatkan umat manusia "
"apa maksudmu "
"shirou mungkin ini terdengar aneh namun tuhan sudah mati di dunia ini"
"kau pasti bercanda"
"tidak, itu adalah kenyataan dan hanya segelintir orang yang mengetahui kebenaran ini"
"lalu apa maksudmu tentang menyelamatkan umat manusia"
"mungkin 3 fraksi itu tak mau mengakuinya namun karena kematian tuhan mereka berdamai sampai saat ini, namun itu hanya sementara sedikit goyangan saja mereka akan kembali berperang jika itu terjadi maka manusia akan di pastikan punah di dunia ini"
"itu tidak akan terjadi alaya tidak akan membiarkannya"
"tidak ada intervensi gaia dan alaya di dunia ini , jadi bagaimana shirou kau bisa menjadi pahlawan di dunia ini"
Pahlawan kah aku sudah lama membuang impian itu namun tetap saja bagian dari tubuhku menginginkannya sepertinya aku memang tidak bisa lepas dari kutukan ini
"akan kulakukan namun aku akan memprioritaskan orang-orang yang berharga dalam hidupku terlebih dahulu "
"tidak apa-apa itu lebih baik daripada tidak sama sekali, aku akan mengrimkan bantuan kepadamu besok"
"bantuan?, apa maksudmu bantuan"
"kalau begitu sampai jumpa lagi"
"eh tung-"
Belum selesai berbicara aku bangun dari mimpiku
Aku bangun dari tidur ku lalu mencoba untuk kembali tidur namun sudah jam 4 pagi sudah terlalu telat untuk kembali tidur.
"Pahlawan huh... "
Tanpa sadar aku berkata seperti itu, apa itu pahlawan, bagaimana seseorang bisa menjadi pahlawan, bagaimana akhir dari kehidupan pahlawan, memikirkan hal itu aku teringat kenangan nya sewaktu dia masih hidup.
Di suatu hotel di eropa Timur emiya shirou sedang beristirahat setelah berhasil menghancurkan organisasi bawah tanah dan entah menyelamatkan berapa orang karena perbuatannya.
Setelah akhir dari holy grail saber menghilang dan kembali ke waktunya setelah itu dia pergi ke london bersama rin untuk belajar di clock tower dan tak lama dia berkeliling dunia untuk menjadi pahlawan, dia pergi ke konflik satu ke konflik yang lain untuk menyelamatkan orang-orang yang bahkan tidak ia kenal.
#kring!
Telepon miliknya bergetar dan tertulis di layarnya adalah rin
"hello shirou "
"hello rin "
"nee... Shirou kapan kau akan kembali sakura dan taiga menunggumu kembali "
"aku tidak tahu rin"
"apa maksudmu tidak tahu?! Sudah 5 tahun kau pergi dariku dan 8 tahun bagi mereka, mereka ingin bertemu denganmu berengsek! "
"aku tidak bisa rin! Masih banyak orang yang membutuhkan bantuanku, kalau bukan aku siapa lagi yang menyelamatkan mereka"
"sialan!.. Kau bukan pahlawan shirou "
"bukan ... Tapi akan menjadi "
"aku sudah muak denganmu shirou"
Lalu dia memutus hubungan teleponnya
Sudah 2 tahun sejak kejadian itu dan rin tidak menghubungi nya lagi oleh karena itu aku kembali ke clock tower untuk memeriksanya namun sesampainya disana lord el melloi mengatakan padaku bahwa rin telah meninggal, seorang yang selamat dari organisasi yang ku hancurkan dia mengumpulkan semua musuh ku dan meminta bantuan magus dari clock tower untuk menculik dan membunuh rin.
Sebuah bagian dalam dirinya hancur itu adalah mimpi buruk pertamanya,namun itu tidak membuatnya berhenti menjadi pahlawan
Mimpi buruk keduanya terjadi selang 3 Bulan setelah kedatangannya di clock tower taiga fujimura wanita yang menjadi penjaganya sejak kecil di Serang oleh orang yang sama, namun dia berhasil lolos setelah di bantu oleh polisi lokal dengan cidera yang serius, shirou yang mendengar kabar itu dari raiga fujimura bergegas kembali ke Jepang untuk melihatnya namun saat dia datang taiga telah menghembuskan nafas terakhirnya.
Shirou menetap di Jepang untuk mencari jejak penyerang taiga dan rin setelah menerima informasi dari seorang informan dia mendapatkan petunjuk bahwa musuhnya berada di tokyo dan sedang merencanakan penyerangan terhadap sakura matou terbakar oleh api amarah shirou pergi ketempat persembunyian mereka dan menyerang mereka. Itu bukanlah pertempuran melainkan pembantaian shirou membunuh siapa saja yang menghalangi jalannya darah mengalir bagaikan sungai dan potongan tubuh berceceran dimana-mana setelah membunuh semua anggotanya. Shirou kembali kerumah.
Sudah 2 minggu sejak pembantaian, clock tower berhasil menyembunyikan semua informasi dari media dan berkata bahwa mereka bertarung karena uang. Shirou bersiap pergi untuk menjalankan urusannya menjadi pahlawan namun sebelum itu dia pergi rumah sakura untuk berpamitan
"Sakura... Aku pergi dulu jaga dirimu baik-baik "
"senpai... Tidak bisakah senpai terus berada disini? "
"maaf sakura namun masih banyak orang yang membutuhkan bantuanku"
"bagaimana denganku senpai? Aku memerlukanmu disini"
"maaf... Sakura tapi kau tak usah khawatir ada shinji disini bukan"
"nii-san... Kau benar senpai nii-san ada disini bersamaku
"kalau begitu... Aku pergi dulu sakura, sampai jumpa lagi"
" ya... Selamat tinggal senpai... "
Sakura menutup pintu rumahnya.
Baru 200 meter dari rumah sakura shirou melihat shinji berjalan kearahnya
" yo... Emiya... Lama tidak bertemu "
"shinji lama tidak bertemu, bagaimana keadaanmu"
"populer seperti biasa, para wanita di kota ini tak bisa memalingkan pandangannya dariku "
"sebenarnya aku ingin berbincang lebih lama lagi tapi aku harus pergi Sekarang, tolong jaga sakura shinji"
Dia tidak mengatakan apa-apa hanya berjalan melewatiku
"heh...Kau... Sungguh menjijikkan Emiya... "
Saat aku berpaling shinji terus berjalan kerumahnya
Sudah 3 Bulan sejak aku melihat sakura dan shinji kini aku berada di Negara di eropa yang sedang berperang dengan Negara lain namun aku berada di posisi netral. Prioritas utamaku adalah menyelamatkan orang sebanyak mungkin. Tak lama ini aku menjalin kontrak dengan the world untuk menjadi counter guardian aku senang karena walaupun aku mati aku masih bisa menyelamatkan orang-orang lebih banyak lagi.
Perang sudah berakhir dan akhirnya kedamaian juga ini saatnya aku pergi dari Negara ini. Namun tiba-tiba pintu tempat tinggal ku di dobrak dan 10 orang prajurit dan menodongkan senjatanya kearahku
"Emiya shirou... Kau dinyatakan sebagai otak dibalik peperangan yang terjadi antar 2 Negara Ini di kuatkan oleh beberapa saksi"
Aku ingin menjawab tidak.. Itu bukan aku namun jika aku memberitahu otak peperangan ini maka sekeluarganya akan di eksekusi dan pemerintahan Negara yang kalah akan semakin terpuruk, ya, aku tahu orang-orang dibalik terjadinya perang, mereka adalah pemilik jabatan tertinggi di Negara yang kalah oleh karena itu lebih baik jika aku saja yang menerima eksekusi ini. Terlebih aku sudah menjalin kontrak dengan world jadi aku masih bisa menjadi pahlawan setelah mati.
"..."
"responmu... Kuanggap semua tuduhan itu benar tangkap dia! "
Selama seminggu aku menjalani kehidupanku di dalam penjara hukumanku sudah ditentukan yaitu digantung dan hari ini adalah hari terakhirku di dunia ini.
Aku dibawa ke arah tengah kota
"mati kau berengsek... Aku mengutukmu untuk mati untuk mati secara perlahan-lahan"
"kau tidak berhak ada di di dunia ini"
"bahkan iblis lebih baik darimu"
Cacian makian terus-menerus menyerangku aku melihat banyak sekali air mata mengalir deras si pipi mereka.
STEP
STEP
STEP
Aku menaiki tangga satu persatu sampai aku berada di bawah tiang gantung tak lama tali demi tali mulai menari di leherku setelah yakin tali itu terikat erat mereka menarik tuas lalu aku kehilangan pijakanku, nafas demi nafas mulai meninggalkan paru-paruku aku mulai kehilangan kesadaranku tak lama tubuhku terasa lemas dan aku kehilangan kesadaranku.
Akhirnya mimpi buruk terakhirnya akan segera datang
Entah sudah berapa tahun aku ada disini di tanah gersang dengan gear yang mengambang di langit sejauh mataku memandang hanya pedang yang mengisi pandanganku ,aku sadar sekarang menjadi counter guardian bukanlah menyelamatkan namun 'membersihkan' setiap dipanggil aku membunuh, membunuh, dan terus membunuh namun semakin banyak aku membunuh maka aku menyelamatkan lebih banyak lagi pikirku.
Kali ini aku mendapat tugas untuk membunuh monster yang sedang mengamuk setidaknya aku tidak membunuh manusia pikirku.
Aku berada di sebuah kota namun atmosfir di kota ini begitu gelap, aku berjalan langkah demi langkah aku merasakan atmosfir di sekitarku semakin sesak, tak jauh dari tempatku berdiri seorang wanita berambut putih ditengah kegelapan malam dengan banyak sekali bayangan disekitarnya seakan-akan melindunginya namun walaupun hanya melihatnya sekilas aku mengetahui wanita itu, sakura matou.
Bunuh sakura matou
Perintah itu terdengar di kepalaku saat aku bertanya mengapa, alaya memberiku informasinya tentang dirinya yang berikan oleh tokiomi tohsaka kepada matou zouken, tentang worm crest dan pecahan grail yang di tanam dalam dirinya, tentang pelecehan seksual yang dilakukan oleh shinji kepadanya, dan takdirnya sebagai wadah yang akan melahirkan angra mainyu.
Aku menolaknya, aku menolak untuk membunuhnya setelah melihat semua yang terjadi padanya bagian dariku hancur, sakura adik kelasku yang selalu membantuku menahan semua itu dan aku bahkan tak tahu apa-apa
Bunuh sakura matou
Perintah itu terus terdengar dalam diriku walaupun aku menolaknya namun tubuhku tidak mendengarkan tubuhku bergerak dengan sendirinya dan akhirnya sakura berakhir di tanganku namun sebelum dia menutup mata untuk selamanya tetes demi tetes air turun dari matanya yang sudah jatuh dalam kegelapan dan membasahi pipinya lalu mulutnya bergerak untuk pertama kalinya saat kita bertemu
"Sen... Pai... Kenapa kau meninggalkan kami"
Kata-katanya menghancurkan diriku sepenuhnya
Bagaimana jika aku tidak pergi meninggalkan mereka?
Sebenarnya siapa yang ingin kulindungi?
Pertanyaan itu terus menerus muncul dalam pikiranku pada akhirnya aku bahkan tidak tahu siapa yang ingin kulindungi
Sebuah emosi muncul dalam diriku yang dinamakan penyesalan.
Sunggug lucu dia ingin membuat dunia dimana tidak ada orang menangis namun orang-orang disekitarnya menangis karena dia.
Jika itu adalah akhir seseorang yang ingin jadi pahlawan maka aku akan menolaknya sebuah kehidupan menyedihkan dimana dia menyelamatkan orang yang bahkan tidak dia kenal dan mengabaikan orang-orang yang benar-benar membutuhkannya.
Tak terasa sudah jam 5 sudah waktunya bersiap untuk kesekolah setelah membasuh tubuh dan menyiapkan makan siang aku pergi kesekolah dan juga hari ini adalah pertama kalinya latihan bagi tsubaki dan kiba.
Aku sekarang berada di lapangan sekolah dengan 2 orang yang sedang kecapaian aku menyuruh tsubaki dan kiba untuk pemanasan dengan 100x push-up, 100x sit-up, dan berlari mengelilingi sekolah 20x dan sekarang aku menyuruh mereka untuk menyerangku secara bersamaan
"kau yakin dengan ini shirou" (kiba)
Awalnya dia dan tsubaki memanggilku shisou namun setelah beberapa kali pemaksaan akhirnya mereka memanggil namaku
" ya, jadi jangan ragu-ragu dan serang aku dengan semua kemampuan kalian"
Mendengar perkataanku kiba dan tsubaki menyerang secara bersamaan, aku memanggil kanshou dan byakuya ke tanganku melihat dua pedang berada di tanganku mereka berdua terkejut namun tetap bergerak kearahku dengan cepat aku menangkis serangan tsubaki tidak lama kiba ikut menyerang dari sisi kananku namun sebelum dia berhasil mengenaiku aku menendang perutnya hinggal dia mundur kebelakang, serangan demi serangan di lepaskan ke arahku dengan cara bertarung archer aku mendominasi mereka berdua saat mereka akan menyerang bersama-sama sebuah tabrakan kecil terjadi dan membuat keseimbangan mereka jatuh tidak melepaskan kesempatan aku menyerang dan membuat kedua senjata mereka lepas dari tangan mereka.
"Kalian cukup Bagus untuk kiba kau butuh menaruh kekuatan lebih pada seranganmu lalu untuk tsubaki-san kau butuh kecepatan sangat kau mengayunkan pedangmu "
"bagaimana *huft* bisa kau menahan serangan kami dengan gaya bertarung penuh lubang itu"(kiba)
"Terlebih kenapa kau tidak menggunakan pedang yang kemarin"
"ohh... sebenarnya aku tidak terbiasa pakai pedang itu, ini adalah senjata yang sering kugunakan saat bertarung"
Setelah itu aku melatih mereka berdua secara individual sampai bel masuk kelas
Setelah istirahat aku pergi ke klub untuk menemui rias dan anggota lainnya setelah masuk kedalam kiba, koneko, akeno, dan rias sudah ada didalam.
"Selamat siang"
"selamat siang"4x
"jadi bagaiamana latihan mu kiba? "(rias)
"mengerikan aku dan tsubaki-san bahkan tak bisa melukainya sedikitpun"(kiba)
"Kiba tidak terlalu buruk hanya saja dia butuh menaikan kekuatan serangannya" kataku sambil duduk dan meminum teh yang di buat akeno
"kalau begitu berjuanglah kiba aku tidak sabar ingin melihat hasil latihanmu"
Setelah itu suasana kembali tenang akupun membuka kotak makan siang yang kubuat tadi pagi, tak lama setelah beberapa suap seekor kucing putih manis melihat kearahku tidak lebih tepatnya kearahku kotak makan siangku, koneko dengan fokusnya melihat kearah kotak makan siangku.
"umm... Kau mau? "
"Umm... "
Cara dia menganggukan kepala nya sangat lucu tidak heran dia disebut sebagai maskot sekolah ini.
Aku pikir dia hanya akan memakan sedikit namun baru 6 detik kotak makan siang ku sudah habis di makannya.
"enak... Lagi"(koneko)
"maaf sudah habis "
Mendengar perkataan ku koneko menundukan kepalanya.
"Akan kubuatkan lagi untukmu besok"
"Umm...!"
Mendengar perkataan ku dia menaikan kepalanya.
Sepuluh menit telah berlalu sejak pembicaraan ku dengan koneko rias duduk didepanku dan menaruh dokumen di depanku.
"Shirou" (rias)
"hmm...? "
"siapa kau sebenarnya aku telah meminta akeno untuk mencari tahu latar belakang mu namun seperti yang kau lihat hanya dokumen ini saja yang bisa kutemukan tentang mu. "(rias)
"Aku dan informan milik gremory telah mencari informasi mengenai dirimu namun yang kami temukan hanya informasi kau yang terluka parah dan dirawat di rumah sakit tidak ada informasi mengenai tempat lahirmu orang tuamu dan lainnya"(akeno)
"Aku tidak bermaksud berniat buruk kepadamu shirou tapi aku hanya ingin agar aku bisa mempercayai mu sepenuhnya"(rias)
Hah... Aku tahu ini akan terjadi tapi aku tak pernah mengira akan secepat ini apakah aku harus menyembunyikan fakta bahwa aku dari dimensi lain tidak sebaiknya aku memberi tahu mereka yang sebenarnya menyimpan rahasia seperti ini hanya akan membawa banyak kerugian daripada keuntungan terlebih zelretch tak pernah melarangku untuk memberitahu tentang identitas ku
"tentu saja kalian tidak akan tahu aku berasal dari dunia lain"
"huh"4x
"seperti yang kubilang aku berasal dari dunia lain"
"lalu bagaimana kau bisa sampai berada di dunia ini? "
"di duniaku sebelumnya aku harus melawan 7 orang dengan kekuatan super untuk mendapatkan adikku yang di tangkap oleh musuhku, saat melawan musuh terakhir terjadi distorsi dimensi di sekitarnya, di saat-saat terakhirnya dia mencoba menarik adikku bersamanya dengan sihir terakhir ku aku mendorong adikku dan membuat diriku sendiri yang tertarik bersamanya, saat tersadar aku bertemu dengan laki-laki tua yang mengirimku ke dunia ini sebelum mengirimku pergi dia berkata kau akan kehilangan ingatanmu dan akan mendapatkannya kembali di saat-saat tertentu, setahun berlalu issei memberitahuku bahwa dia memiliki pacar karena penasaran saat aku selesai bekerja aku mengintip akhir kencan issei sesampainya disana aku melihat issei dibunuh oleh pacarnya lalu pacarnya melihatku dan mencoba membunuhku setelah menghindari berbagai serangan darinya akhirnya aku terkena serangan dari temannya bagian terhebatnya adalah saat tombak sialan itu menembus jantungku ingatanku kembali padaku disaat aku sudah dipastikan akan mati, setelah mengalahkan mereka berdua aku kehilangan kesadaran saat bangun rias berada di sampingku dan mengatakan bahwa aku telah dihidupkan kembali sudah jelas"
"aku kagum kau tidak gila setelah melewati itu semua"(kiba)
"percayalah aku juga bingung"(shirou)
"walaupun itu cerita yang sulit dipercaya namun itu menjelaskan semua misteri denganmu, dan juga shirou bisakah kau lepaskan sihir yang kau gunakan saat ini? " (rias)
"Sihir apa? " (shirou)
"Jika kau tidak tahu tidak apa-apa " (rias)
"baiklah sebentar lagi jam istirahat akan selesai aku akan kembali ke kelas sekarang "
" shirou kau bisa langsung pulang nanti kita tidak ada kegiatan usai sekolah"
"hmm... "
X CC CC CC CC CC CC CC CC CC CC CC XXX
Aku bersyukur tidak ada kegiatan hari ini saat ini aku sedang mengikuti arus prana yang tersebar di kota hari ini prana yang tersebar di kota sangat abnormal oleh karena itu aku menyelidiki Sumbernya yang membawaku ke hutan di luar kota kuoh, di depanku adalah Padang rumput hijau.
Tak lama sebuah kejanggalan tejadi di langit dua retakan terjadi dan menjatuhkan 2 wanita ke tanah
Wanita yang pertama mengenakan baju berwarna putih dengan rambut pirangnya, pelindung berbentuk M di kepalanya, sebuah pedang bersarang rapi di pinggangnya dan membawa sebuah bendera di salah satu tangannya.
Wanita yang kedua berpakaian hitam dengan beberapa hiasan di pakaiannya, rambutnya berwarna magenta menari di hembuskan angin, dia membawa sebuah tombak merah berdiri kokoh di belakangnya seakan-akan menahan berat tubuhnya.
'The Holy Maiden Jeanne d arc'
'The Queen Warrior Scatach'
Mungkin kesan bagi laki-laki biasa akan kagum akan kecantikan mereka berdua dan menghampiri mereka berdua namun Aku akan lari dari mereka berdua dan menjauh sejauh-jauhnya terlebih wanita dengan tombak merah .
Baru saja aku ingin pergi dari tempatku berdiri namun beberapa langkah kemudian sebuah tombak menancap tepat di depanku saat aku membalikan tubuhku aku melihat seorang wanita tersenyum manis ke arahku.
"Kau tahu sungguh tidak sopan bagi seorang laki-laki untuk meninggalkan dua wanita lemah di tengah hutan sendirian " (scat)
"Lemah jidatmu " kataku dengan suara pelan
"kau mengatakan sesuatu" (scat)
"tidak... tidak... Aku tak mengatakan apa-apa "
"umm... Apakah kau laki-laki yang bernama emiya shirou"(jeanne)
"ya itu aku bagaimana kau bisa tahu "
"laki-laki tua yang mengirimku ke sini memintaku untuk membantumu"(jeanne)
"laki-laki tua siapa?"(shirou)
"Namanya mister Z"(jeanne)
"Harusnya aku tahu ini semua akan terjadi"
"oh.. Jadi kau dikirim juga olehnya"(scat)
"Juga? "
"dia juga datang kepadaku saat aku sedang bersantai, tiba-tiba dia muncul dan berkata "kau akan ku kirim ke dunia lain dan kau harus membantu emiya shirou " setelah dia berbicara sebuah lingkaran sihir berada di kakiku dan aku berada di sini " (scat)
" dia juga melakukan hal yang sama padaku "
Laki-laki tua sialan itu apanya yang bantuan yang dia kirim bukanlah bantuan tapi masalah, saat aku sedang berpikir mereka berdua berlutut dihadapanku dan berkata
"upon thou summon i have come i ask are thou my master"2x
"Tidak... Aku bukan master kalian tidak ada holy grail disini dan tidak akan pernah ada"
"lalu kenapa kita ada disini "
"sebenarnya jawabannya sangat sederhana karena menurutnya akan menarik jika kalian berada di sini, bagaimana jika kita lanjutkan pembicaraan kita di tempatku saja jujur saja aku lapar dan ingin makan"
"Kau benar salah rasanya jika kita melanjutkan pembicaraan di luar " ( jeanne)
Baru saja aku berjalan beberapa langkah namun sebuah suara membuatku berhenti dan membuat perhatianku tertuju padanya
"Senpai...? "
Asal suara itu berasal dari wanita berpakaian seragam sekolah dengan rambut pendek berwarna magenta bersamanya adalah seorang wanita berambut panjang dengan warna rambut yang sama sepertinya dengan pakaian hitam dan penutup mata di wajahnya.
Mulutku berbicara tanpa kusadari
"sakura"
