DISCLAIMER :
Togashiro-sensei
PAIRING :
Absolutely KuroPika^^
WARNING :
AR, OOC, FemKura, multichap ficlets.
A/N :
Chapter ini berdasarkan kata dariku sendiri...hehe
Happy reading^^
CHAPTER 3 : RED
Merah.
Merah adalah warna di frekuensi cahaya yang paling rendah yang dapat ditangkap mata manusia.
Dan akhir-akhir ini, warna merah itu sepertinya begitu menguasai Kuroro. Setiap kali dia tengah termenung, dalam waktu pribadinya di mana dia bisa melepaskan penampilan dan statusnya yang biasa sebagai seorang Pemimpin Genei Ryodan, warna merah selalu muncul di benaknya.
Warna merah merupakan salah satu warna primer aditif, merupakan komplemen dari warna biru kehijauan. Dan sialnya lagi, warna biru kehijauan itu adalah kondisi awal dari mata Si Gadis Kuruta sebelum melihatnya.
Kuroro tersenyum tipis, menertawakan dirinya sendiri. Dia, menjadi seperti ini dan penyebabnya adalah seorang gadis yang seluruh sukunya ia bunuh beberapa tahun yang lalu.
Ironis.
"Danchou!"
Kuroro menoleh, melihat Shalnark yang tengah melompat dari atas pagar tinggi sebuah mansion lalu mendarat di hadapannya.
"Kau memintaku segera kemari begitu misi selesai. Ada apa?" tanya pemuda itu dengan bersemangat, seperti biasanya.
Kuroro bangkit dari duduknya, memasukkan kedua tangannya ke saku mantel dengan tepi berbulu dan memiliki lambang salib terbalik di bagian punggung, lalu segera berjalan. "Masih ada yang harus kita ambil. Ikut aku."
Shalnark mengikuti Danchou-nya itu tanpa bicara apapun lagi. Terlintas di benaknya, percakapan tak terduga antara para anggota Ryodan. Entah siapa yang memulai, namun percakapan itu berakhir pada topik mengenai Kuroro.
"Danchou berubah. Aku tak tahu apa penyebabnya, tapi ini mulai sangat mengganggu."
"Apa kau perhatikan juga, sekarang buku yang dibacanya selalu berwarna merah?"
Shalnark tak bisa lupa bagaimana raut wajah pucat mereka ketika Kuroro memilih tempat persembunyian di puri yang interiornya didominasi warna merah.
Akhirnya mereka sampai di sebuah museum. Kuroro memberikan perintah pada Shalnark untuk membobol sistem keamanan di sana. Setelah usahanya berhasil dan tentu saja disertai pula dengan pembunuhan beberapa orang hunter bayaran yang disewa untuk menjaga tempat itu, Kuroro dan Shalnark segera masuk.
Shalnark melirik Danchou-nya yang memendarkan pandangan ke seluruh benda-benda antik yang dipajang di sana. Perhiasan...bertatahkan batu permata berwarna merah. Garnet, ruby...
Merasa heran, Shalnark mendongak...membaca spanduk di atasnya yang terlihat cukup elegan.
Beautiful. Deep. Just red.
Shalnark yang memang pintar hanya memerlukan waktu beberapa detik untuk menyadari semuanya. Sekarang sudah jelas...
Merah.
Kurapika.
The beautiful red in your eyes came to my mind
It was like a blessing from above
Beautiful. Deep. Just red.
A/N :
Thanks to wikipedia...untuk definisi 'merah' yang kutulis di fic ini
Dan aku lagi suka lagu Call Me Maybe by Carly Rae Jepsen...hohoho #ga nyambung sama sekali
To :
October Lynx :
Wow, beautiful word...like an absolute happines xD
Natsu Hiru Chan :
Thank you Natsu *hug*
