Disclaimer : Naruto & Hinata serta The Last ini Cuma milik Masashi sensei^^
Lanjutan nya^^
"Putri Byakugan..."
Hinata teringat ketika bapak-bapak waktu itu menunjukan suatu gambaran padanya lewat bola kristal yang bercahaya.
Dalam kilasan yang kelihatannya hanya terjadi selama beberapa detik itu, ternyata Hinata telah melewati banyak hal.
Hinata seolah masuk ke masa lalu, jauh di masa lalu Bulan, ketika terjadi peperangan dan orang-orang memanfaatkan daya hancur Tenseigan untuk membunuh musuh-musuh mereka.
''Tenseigan Aktifkan'' Kata seseorang bapak-bapak di penglihatan Hinata Dan seketika itu ledakan dahsyat terjadi dan mayat-mayat berserekan dimana-mana.
Hinata juga dibawa ke suatu tempat dimana orang-orang berbaris rapi, para pendahulu yang sudah mati. Dan tepat di depannya, seseorang memimpin barisan itu. Bapak-bapak waktu itu.
"Kami adalah keturunan Hamura. Kami termasuk keluarga utama dari klan Ootsutsuki. Tapi kami telah dimusnahkan oleh cabang dari keluarga Hamura, yang salah pengertian mengenai wasiat suci Hamura." kata bapak-bapak yang pernah Hinata dan yang lain temui waktu itu
"Toneri, seorang keturunan dari keluarga cabang itu berupaya memembuat Bulan hancur dan menjatuhkannya ke Bumi menggunakan kekuatan Tenseigan. Hanya anda yang bisa menghancurkan Tenseigan, putri Byakugan."Lanjut nya.
Semua shinobi di tempat itu berlutut. Lalu dari tengah barisan, seorang lelaki tua muncul. Adik dari Rikudo Sennin, Hamura.
"Anda adalah.. Ootsutsuki Hamura.." Tanya Hinata
Bahkan Hamura berlutut di depan Hinata. " Tuan Putri Byakugan.. jangan biarkan dunia yang sudah kakakku ciptakan berakhir." ucapnya.
Hinata duduk di sebelah ranjang tempat Hanabi tertidur. Namun meski Hanabi tak sadarkan diri, ia terus memegangi tangan Hinata. "Hanabi.. malang sekali nasibmu.."Kata nya saat merasakan gerakan tangan adik nya ini.
"Aku harus menemukan Tenseigan dan menghancurkan nya" ucap Hinata dalam hati.
"Bayangkan Toneri tengah bersembunyi di dalam matahari tiruan itu''Ucap Shikamaru.
''jadi itu kenapa Byakugan Hinata tak bisa menemukannya ya?Tanya Sai
'' Atau Mungkinkah dia punya suatu jutsu yang bisa mengacaukan Byakugan juga?"lanjut Shikamaru menganalisa kemungkinan yang ada.
Shikamaru dan Sai terbang ke langit dan mengamati matahari buatan di atas sana dengan menggunakan kacamata khusus.
"Dimana jalan masuknya?" tanya Sai.
"Kenapa tak tanyakan saja pada mereka?" Shikamaru langsung melempar kunai peledak ke matahari buatan itu.
Dan seketika setelahnya, musuh-musuh yang terbang dengan menunggangi burung hitam berdatangan. Mereka yang jumlahnya sangat banyak itu menembaki Shikamaru dan Sai.
"Apa yang kamu lakukan!?" ucap Sai sambil menghindari tembakan-tembakan itu. ''Kau membuat musuh tahu'' lanjut nya masih menghindari tembakan-tembakan musuh.
"Ikuti aku!" ucap Shikamaru menerobos maju.
"Apa yang kamu lakukan? Tanya Sai masih tidak paham .
"Akan kujelaskan nanti!" Jawab Shikamaru dan terus maju.
Musuh-musuh terus menembaki mereka, namun Shikamaru terus saja menerobos maju dengan menaiki burung raksasa ciptaan Sai itu. Ada sesuatu yang ingin ia pastikan. Dan benar saja, makin dekat mereka dengan matahari buatan itu, makin jelas apa yang ada di baliknya.
"Jadi begitu ya cara nya..?" ucap Shikamaru. Segera setelah mengetahui hal itu ia langsung meminta pada Sai untuk mundur. "Sai, mundur!"Kata Shikamaru, mereka pun kabur.
Musuh terus mengejar. Shikamaru dan Sai terbang menukik dan masuk ke celah dua tebing yang tidak terlalu luas. Musuh terus menembaki mereka. Lalu, Sai mengeluarkan jutsunya. "CHOUJU GIGA''Ucap nya.
Sai menciptakan kepiting raksasa yang sukses memblok celah tersebut dan menghalangi para musuh untuk mengejar.
Di Bumi, usaha untuk menghentikan proses penghancuran masih terus dilakukan. Di Kumogakure, Raikage bahkan sampai mengeluarkan senjata terkuat desa mereka.
''Tak pernah ku bayangkan benda ini akan ku perlihatkan setelah perang usai, Saat dunia sudah damai. Dengan tembakan laser difusi chakra ini, kita akan menghancurkan seluruh meteorit yang mengelilingi Bumi." ucap Raikage. "Dengan tembakan chakra ini, target akan bisa dipindahkan ke dimensi lain. Dengan ini kita akan bisa melenyapkan Bulan. Semuanya, bersiaplah pada posisi masing-masing." Lanjut nya memerintah pasukan nya.
Kembali ke kastil Toneri, saat ini ia sedang berada di meja makan bersama Hinata. "Makan jadi enak saat ada teman bicara"Ucap Tenori.
Hinata diam saja.
"Sekarang, ceritakanlah tentang dirimu." ucap Toneri lagi.
"Sekarang belum terlambat untuk Negoisasi dengan shinobi di bumi'' kata Hinata
"Apa?'' Ucap Toneri.
"Kau benar." ucap Hinata. "Orang-orang di Bumi menggunakan chakra mereka dan terus berperang. Tapi sekarang sudah berubah, demi melindungi kedamaian yang diperoleh dengan susah payah ini, shinobi telah saling bekerja sama.''Kata Hinata mencoba Negoisasi dengan Toneri kalau kalau saja Toneri mau mengurungkan niat nya untuk menghentikan memusnahakan bumi seperti rencana nya sebelum nya. Yah, Hinata mencoba menghentikan semua ini dengan cara baik-baik.
''jadi..'' kata Hinata lagi mencoba meneruskan Negoisasi nya tapi malah di potong Toneri.
''Dan mereka akan memulai berperang lagi, Dunia Rikudou Sennin ini harus segera di hancurkan'' potong Toneri.
''Tapi..'' Kata Hinata mencoba mengeluarkan pendapatnya lagi namun langsung di bentak Toneri
''Jangan pernah membahas masalah ini lagi'' Kata Toneri tegas.
"Sekarang diam dan makanlah."Ucap nya lagi
Kalau sudah begitu Hinata bisa apa? dia menurut saja.
Di sebelah mereka, jendela tampak begitu luas. Dan di luar sana, sebuah pulau tampak bergerak melayang.
''Pulau itu?Ucap Hinata.
"Jadi, pulaunya sudah muncul ya.." ucap Toneri. "Itu adalah kuil Hamura. Sekali dalam setahun, selama festival kelahiran, ia akan datang mendekati kastil."
Setelahnya, setelah semua prosesi makan-makan itu, setelah para pelayan pergi, Toneri pergi. Hinata pergi keluar, melihat kuil yang berada di pulau melayang itu.
"Tidak salah lagi."Kata Hinata mengaktif kan Byakugan nya "Tenseigan pasti disembunyikan di pulau itu." Ucap nya lagi.
Beralih ke sisi Naruto, setelah sekian lama akhirnya ia terbangun. "Hinata!" ucapnya kaget. Karena dalam mimpinya tadi, kenangan saat Hinata meninggalkannya terus saja bermunculan.
"Akhirnya kau bangun juga.." ucap Shikamaru.
"Akhirnya?"Tanya Naruto
"Sudah tiga hari." ucap Shikamaru, yang berada tak jauh di sebelahnya bersama Sai.
"Eh?"Kata Naruto kaget.
Shikamaru dan Sai bangun dan mendekati Naruto. "Apa telah terjadi sesuatu antara kamu dan Hinata?"Tanya Shikamaru.
Naruto memalingkan wajahnya lalu berkata, "Tidak.. tidak ada apa-apa."
"Kau terus-terusan menyebut namanya. Hinata..Hinata gitu.. juga kalimat-kalimat memalukan lainnya." ucap Sai. Naruto makin memalingkan wajahnya. "Jadi mau tak mau aku harus mendengarkannya. Tapi lumayan juga sebagai pelajaran untukku nanti." lanjut Sai.
"Oh ayolah.." Kata Shikamaru mencoba menghentikan celotehan nya Sai.
Naruto kembali membaringkan tubuhnya.
"Naruto, ayo pergi selamatkan Hinata dan Hanabi." ucap Shikamaru.
Naruto tetap tak mau bangun.
"Begitu sakitnya kah rasanya dibuang oleh seorang wanita?"Kata Sai
"Jadi Naruto kuat sebagai shinobi tapi susah move on? sekarang aku tahu kelemahanmu." Lanjut Sai.
''Hey..'' Kata Shikamaru mencoba menghentikan lagi.
Naruto tetap tak mau bangun.
Hinata sedang bersama dengan Toneri, mengunjungi kuil Hamura, bangunan berbentuk bukit di atas pulau yang melayang itu.
"Hamura pasti senang kamu datang sendiri untuk memberikan penghormatan" ucap Toneri. Mereka berdua masuk ke dalam ruangan yang gelap itu, ditemani beberapa boneka pelayan yang membawa lampu sebagai penerangan.
" Apa Tenseigan ada di dalam sini" Ucap Hinata dalam hati.
Mereka makin ke dalam, hingga sampailah pada sebuah tugu raksasa berbentuk bola dengan ukiran di pinggirnya.
"Inilah Tenseigan.." ucap Toneri.
"Jadi ini peninggalan Ootsutsuki yang menggerakan bulan? Tanya Hinata.
"Hinata-sama," Kata seorang pelayan, "Hanya orang-orang yang di muliakan saja yang boleh melihat Tenseigan yang asli. Kuil ini hanya digunakan untuk berdoa oleh orang-orang kelas bawah'' Lanjut nya menjelaskan.
"Begitu ya.." kata Hinata sedikit kecewa.
Mereka kemudian pergi.
"Aku akan menunjukan Tenseigan yang asli padamu setelah kita menikah nanti."
Hinata hanya diam, namun diam-diam ia mengamati sekeliling tempat itu dengan Byakugannya. Pulau-pulau yang melayang di angkasa bisa ia amati dengan jelas, namun terdapat satu titik yang Byakugan Hinata tak bisa tembus.
"Luas Penglihatanku terhalang hanya di titik itu" kata Hinata dalam hati menyadarinya ada sesuatu di balik pulau itu. "Jadi begitu, aku mengerti!" Lanjut nya setelah yakin.
Di tempat Naruto dan yang lainnya, "Mau berapa lama kamu seperti ini?" kata Shikamaru, terus berusaha untuk membangunkan Naruto.
'' Kalau kamu menyerah terhadap wanita, kenapa tidak sekalian saja menyerah untuk jadi Hokage'' Ucap Shikamaru dan menghampiri Naruto, Namun Naruto tetap diam
''Nah, menyerah saja lah. Menyerah terhadap wanita dan Hokage'' Lanjut nya
" Apa, Shikamaru! Mau ngajak berantem hah!?" kata Naruto marah dan mencengkram leher baju Shikamaru.
"Aku tak peduli apa yang terjadi antara dirimu dan Hinata, tapi kau itu seorang shinobi!" Kata Shikamaru tegas balik memerahi Naruto.
Naruto terdiam dan kemudian melepas cengkramannya.
"Ikutlah denganku.." Shikamaru mengajaknya ke suatu tempat.
Di kastil Toneri, Hinata melanjutkan rajutannya.
"Aku akan pergi istirahat dulu." ucap Toneri. "Aku akan menunggu syal itu jadi."
Hinata tak menyia-nyiakan kesempatan, perginya Toneri membuatnya langsung bergegas untuk menyelidiki posisi yang sebelumnya sudah ia amati. Tempat yang tak bisa ditembus oleh Byakugannya.
Hinata bergegas cepat, sementara Toneri berbaring di ranjangnya. Merasakan kekuatan mata yang makin merasuk ke dalam dirinya. "Aku merasakannya.. aku bisa merasakannya.. denyutan pada mata ku ini..Tak lama lagi dia akan terlahir.. Tenseigan yang sempurna.."Kata Toneri senang.
Hinata terus berlari dan berlari menuju tempat itu.
Naruto dibawa oleh Shikamaru ke tempat Sakura terbaring lemas saat ini. "Sakura-chan."Ucap Naruto saat melihat Sakura terbaring lemah.
"Ini adalah akibat dari usahanya untuk memberikan hampir semua chakra yang ia miliki padamu." ucap Shikamaru. "Untuk membuatmu tetap bertahan hidup." Lanjut nya.
"Sakura-chan!"teriak Naruto mendekati Sakura.
"Naruto.." Balas Sakura dengan lemah.
"Sakura-chan, Maafkan aku." ucap Naruto menyesal.
Sai menghampiri Shikamaru, ''Apa kamu mempercayai Sakura bisa menyembuhkan tak hanya fisik saja, Tapi hati nya juga?.'' Tanya Sai.
"Memangnya kau bisa?" tanya Shikamaru balik dan kemudian pergi.
"Tidak sih.." jawab Sai dan ikut pergi.
Naruto kemudian menceritakan semuanya pada Sakura, semua permasalahan yang ia pendam.
"Begitu rupanya.. Aku tak mengira kamu duluan yang menyatakan cinta. Naruto Ingat dulu saat kamu bilang suka pada ku? Tapi.. itu karena aku menyukai Sasuke, kan?"
"Kau tak mau kalah darinya.." ucap Sakura. "Tapi kali ini.. perasaanmu sungguhan, kan?"
"Hinata adalah gadis yang hebat. Bahkan bisa dibilang terlalu bagus untukmu." Lanjut Sakura lagi.
"Tapi semuanya sudah berakhir. Hinata lebih memili Toneri.." ucap Naruto putus asa.
"Kamu itu bodoh banget ya.." ucap Sakura. "Hinata pasti punya alasan tersendiri kenapa ia melakukan itu. Alasan yang tak bisa ia katakan." Kata Sakura lagi.
"Ketika perempuan benar-benar jatuh cinta, perasaannya tidak akan berubah semudah itu."
"Tidak akan pernah.. aku mengerti bagaimana perasaannya." Lanjut nya mencoba menjelaskan kalau prasangka Naruto selama ini kalau Hinata lebih memilih Toneri itu salah.
Naruto pun hanya bisa menunduk dan memahami nya.
Hinata terus berlari menuju tempat itu, berlari, melompat, sampai akhirnya ia sampai. Sebuah bola energi besar bercahaya.
''ini..Tenseigan'' Ucap Hinata
"Aku akan menghentikan pergerakan Bulan."lanjut nya, Hinata pun memasang kuda-kuda untuk menghancurkannya.
Akan tetapi, niatnya ternyata telah diketahui oleh musuh. Sebelum Hinata sempat mencoba untuk menyerang bola besar itu, sekelompok shinobi berbalut perban menyerangnya.
Hinata mampu melawan mereka, tapi tiba-tiba tubuhnya tak bisa bergerak. Tubuhnya lalu melayang, terbang dan sampai di bagian atas tempat itu, tempat Toneri berada.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Toneri.
"Kau salah!" ucap Hinata.
''apa?'' Tanya Toneri.
"Jiwa Hamura memberitahu ku wasiat suci yang sebenar nya." ucap Hinata. "Kau telah menyalah artikan wasit Hamura. Hamura tak pernah berpikir untuk menghancurkan Bumi yang telah diciptakan oleh Rikudo Sennin!"
Setelah mendengarkannya, pikiran Toneri tak banyak berubah. Ia hanya berkata, "Kau telah menghianatiku."
"Kumohon dengarkan aku!" ucap Hinata. "Hamura itu.."
"Diam lah.." Bentak Toneri. "Itu semua bohong. Aku tak percaya. Hanya ada satu wasit yang Hamura buat, yaitu untuk menghancurkan dunia yang Rikudo Sennin ciptakan. "Kata Toneri
Toneri membawa Hinata kembali ke kamarnya, lalu mengambil syal yang telah Hinata selesaikan. "Sial, Jadi selama ini.. kamu merajut syal ini untuk lelaki itu bukan untukku?"kata Toneri marah dan menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan syal itu.
Untuk kesekian kalinya syal merah buatan Hinata hancur berkeping-keping.
"Akan kubuat kau tak pernah menghianatiku lagi!" Toneri menancapkan sebuah bola energi ke dalam tubuh Hinata.
Sementara itu di tempat Naruto.
''Hinata, Lelaki Bodah ini akhir nya mengerti,arti Syal yang kamu berikan padaku sebelum kamu ikut ke Toneri. Aku tahu sekarang, dari Syal yang kamu rajut dengan susah payah, dan menyita banyak waktu untuk menyelesaikan nya. Bahwa Cinta mu tidak bisa teruraikan dengan mudah.'' Kata Naruto pada diri nya sendiri.
Sementara itu Hinata seperti nya di tempat kan Toneri di sebuah Lukisan keluarga-keluarga nya dan Hinata tidak bisa bergerak karena pengaruh jutsu Toneri Namun walau dalam pengaruh jutsu Toneri yang ada di pikiran Hinata tetep Naruto ''Naruto-kun'' Ucap Hinata dalam Hati dan air mata nya pun berjatuhan
Kembali ke sisi Naruto, Naruto berjalan keluar tempat peristirahatan nya selama ini dan bertekad akan menyelamat kan Hinata.
''Tunggu aku, Kamu selalu mencintai orang seperti diri ku selama ini, Sekarang, Sebagai seorang laki-laki, ada yang ingin ku katakan pada mu. Hinata, aku bersumpah akan menyelamatkan mu. Ucap Naruto mantap.
Jam super pemberian Kakashi itu terus saja berputar menandakan pergerakan Bulan semakin mendekati bumi.
Sementara itu dibumi
Di suatu tempat yang jauh terlihat Hyuga Hiashi sedang lontang lantung berjalan karena mendapatkan luka yang parah dan akhir nya tidak bisa menahan diri lagi dan terjatuh. Tapi tidak jauh dari tempat Hiashi terjatuh ada seseorang yang kebetulan lewat dan ternyata itu adalah Sasuke, dan ditempat Sasuke itu meluncur sebuah meteor dengan cepat nya melewati Sasuke, Sasuke yang melihat itu hanya bisa terdiam
''Raikage-sama Meriam Chakra nya sudah siap'' Kata salah satu anbu Komugakure.
''Yosh,Tuan-tuan semua nya ayo kita mulai'' Ucap Raikage pada pasukan nya
'' Siap'' kata pasukan nya serempak.
'' pertama, kita akan menembakan meriam menyebar Chakra nya, untuk menghancur leburkan meteor nya.'' Ucap Raikage menjelaskan.
''Hancur lebur kan, hancur bubukan'' Ucap Killer Bee dengan gaya Rapper nya seperti biasa.
Sementara itu di tempat Kastil Toneri Hari ini berencana melangsungkan pernikahan nya bersama Hinata. Hinata yang saat ini masih terpengaruh oleh Jutsu nya Hanya bisa terdiam.
Salah satu Boneka pasukan Toneri memukul Gong besar berkali-kali menandakan pernikahan akan segera berlangsung.
Toneri dan Hinata memasuki ruang yang akan menjadi tempat pernikahan nya , Hinata yang saat ini menggunakan gaun pengantin serba Hitam hanya bisa memandang dengan tatapan kosong di depan nya
Sementara itu Naruto,Sakura,Shikamaru dan Sai melanjutkan misi penyelamatan yang sempat tertunda dengan mencoba menerobos tempat yang semula sudah di selidiki Shikamaru dan Sai.
Mereka terus maju sementara musuh terusmenembakan bola-bola kuning ke arah mereka.
'' Aku butuh bantuan'' Ucap Shikamaruyang saat ini memimpin di depan.
''oke'' kata Naruto dan menembakan Rasenshuriken berwarna kuning yang sudah ada di tangan kanan nya.
'' RASENSHURIKEN'' Ucap Naruto.
Dan seketika itu rasenshuriken nya langsung menghabiskan musuh yang ada di depan dengan sekejap.
Sementara itu Shikamaru mendekati satu burung musush nya yang di yakinin nya dapat memebawa kereka masuk ke matahari buatan di mana ada Hinata dan Hanabi disana
''KAGESHIBARI NO JUTSU'' Ucap Shikamaru mengeluarkan jurus pelumpuh bayangan nya dan menaiki burung musuh itu.
''Ikuti'' Ucap Shikamaru memerintah ke temen-teman nya untuk mengikuti nya yang sudah menaiki buruh musuh itu dan seketika itu lubang penghubung untuk masuk ke matahari buatan itu pun terbuka, mereka pun masuk ke lubang penghubung itu.
Namun di dalam matahari buatan itu musuh sudah menghadang sangat banyak.
''Kita serbu banteng nya'' Ucap Shikamaru memerintah.
'' Baik'' ucap yang lain nya.
Musuh masih terus menembaki mereka dari atas dari bawah terus menembaki mereka. Namun Naruto dkk masih bisa menghindar dan menghindar sampai tembakan itu mengenai burung nya Sakura, sakura pun terjatuh
''Kyaaaa'' teriak Sakura.
''Sakura-chan'' Ucap Naruto kaget saat tahu Sakura terjatuh dan Naruto pun mencoba menolong nya dengan melompat terjun. Dan untung nya burung buatan Sai tepat waktu menolong mereka.
''Arigato Naruto'' Ucap Sakura berterimakasih.
''Tidak perlu berterima kasih'' Kata Naruto ''Aku punya hutang yang tidak mungkin dapat ku bayar pada mu'' lanjut nya lagi. Yah, berkat Sakura lah Naruto semakin sadar kalau Cinta nya Hinata tidak akan pernah hilang untuk nya begitu juga dengan nya sangat yakin kalau perasaan yang dia rasakan adalah sungguhan perasaan cinta.
Shikamaru dan Sai sudah memasuki kastil nya Toneri dengan masih menghindari tembakan musuh. Meraka turun dari burung buatan Sai dan mencari tempat yang aman untuk menghindari tembakan-tembakan dari musuh yang sangat bannyak dan terus di arakan pada nya.
''Merepotkan sekali'' Ucap Shikamaru setelah menemukan perlindungan dan mengambil sarung tangan untuk menutupin Jam Super itu agar tidak rusak.
''Kenapa kamu menutup nya? Tanya Sai heran.
''ini mengganggu, dan juga menghalangi ku dalam mengambil keputusan dengan cepat'' Jawab Shikamaru dan berlari ke dalam mencari Hanabi dan Hinata.
Naruto dan Sakura pun juga telah masuk ke kasil Toneri ini dan berlari kedalam bersama Shikamaru dan Sai.
''Naruto, kamu bisa merasakan Chakara Hanabi? Tanya Shikamaru.
Saat ini Naruto sudah mengakatifkan Mode Sage nya jadi dia bisa merasakan chakra Hanabi dan Hinata. Naruto melihat ke arah menara dan dia bisa merasakan chakara nya.
''Hanabi ada di menara atas itu'' ucap Naruto sambil terus berlari menghindari tembakan musuh-musuh.
''Sakura Sai urus Hanabi'' Kata Shikamaru memerintah.
''Baik'' Ucap Sakura dan Sai berbarengan dan mereka pun berpisah.
Naruto dan Shikamaru menolong Hinata sedang kan Sakura dan Sai menolong Hanabi.
Sementara itu Toneri dan Hinata memulai upacara pernikahan nya. Toneri dan Hinata berdiri di lingkaran cahaya hijau menandakan upacara nya mulai.
Naruto terus berlari dan berlari dan di depan nya puluhan musuh telah menghadang, Naruto memukul dan menendang puluhan musuh itu dengan mudah nya.
Upacara nya telah di mulai , Toneri menghadap pendeta nya dan pendeta nya memberikan sesuatu benda ke mulut Toneri setelah itu Toneri menghadap ke Hinata ingin memberikan benda itu ke Hinata melalui mulut nya. Mungkin itu adalah prosesi pernikahan ala Klan Toneri. Dan di saat Hinata Mau membuka mulut nya tiba-tiba Naruto datang dan menggagalkan nya.
''Hinata'' Teriak Naruto.
''Brengsek'' lanjut nya ingin mengeluarkan pukulan nya tapi di hadang musush tepat di depan nya.
Naruto menendang, memukul dan menghindar serangan musuh tapi dengan mudah di lumpuhkan nya.
''Tinju mu itu tidak akan pernah bisa mengenaiku'' Ucap Toneri mengejek dan pergi membawa Hinata lebih ke dalam lagi.
''Naruto dimana Hinata'' Ucap Shikamaru setelah tiba di tempat Naruto.
'' Di dalam sana'' Jawab Naruto dengan terus menendang musush-musuh yang kian banyak berdatangan.
''Akan ku urus yang di sini'' Kata Shikamaru.
''Arigatou''Ucap Naruto dan bergegas masuk ke dalam mencari Hinata. Naruto terus berlari ke dalam tapi di gerbang ada 1 musuh menghadang nya ''Minggir'' ucapa nya dan seketika itu musuh terjatuh.
''Waah, tak akan ku biarkan kau lewat'' Ucap Shikamaru pada musuh-musuh nya yang ingin mengejar Naruto.
''Baik lah, pertunjukan Boneka di mulai'' Ucap nya lagi dan segera merepalkan tangan nya untuk mengeluarkan jutsu-jutsu anadalan nya.
Sementara itu di sisi Sakura Dan Sai mereka terus masuk ke dalam menara kastil dengan menunggangi Harimau buatan Sai terus menaiki anak-anak tangga.
''Hanabi di atas Sana'' Ucap Sai.
Namun saat berada di pintu kamar Hanabi beberapa pelayan boneka Toneri menghadang nya dan menyerang mereka.
''Di sebelah sini'' ucap Naruto saat merasakan Chakra dari Hinata dan dia pun berlari melewati bola-bola merah
''Hinata'' Ucap Naruto dalam Hati.
Sementara itu di Bumi ada sebongkah meteor yang cukup besar menuju permukaan bumi dengan cepat dan bongkahan-bongkahan kecil lain nya.
Di desa Sunagakure beberapa meteor menghujani desa itu tapi Kazekage Gaara sudah siap menghalangi nya dengan jurus-jurus nya
''FUUTON: KUUSA BOUHEKI'' Ucap Kazekage dan sekatika itu pasir-pasir yang cukup besar membentuk prisai melindungi desa .
Di desa Konoha, sebuah Meteor yang cukup besar menuju desa itu.
''Arah jam 6, yang paling besar'' Ucap Penasehat kekashi.
''Semua nya, formasi sayap bangau'' Kata Hokage Kakasihmemerintah.
'' Baik'' Ucap semua nya dan membentuk formasi melengkung dan melesat ke atas menerjang meteor itu di mana di formasi itu ada Lee '' : KEIMON'' Ucap Lee dan meninju bongkahan itu bermaksud ingin menghancur leburkan bongkahan itu, Tapi Naas Lee Cuma bisa menghancurkan setengah nya dan setangah nya lagi meluncur menuju tempat Hokage berada
''Sial'' Ucap Lee saat sadar Cuma setengah yang bisa di hancur kan.
Hokage Kakashi hanya bisa terdiam melihat setengah bongkahan meteor itu menuju diri nya, Namun tiba-tiba saja ada cahaya kilat yang datang dan menghancurkan bongkahan itu
''Kau'' Ucap Kekashi saat melihat ada sesosok lelaki depan nya menghadap bongkahan meteor yang telah hancur itu.
''Jika dia tidak ada di sini, satu-satu nya orang yang dapat melindungi desa adalah aku'' kata leleki itu, Sasuke. Dan setelah nya menghilang bagai hantu.
''Sasuke'' Ucap kekashi tak percaya.
Yah, sasuke datang menolong desa nya saat ini. Karena Cuma dia yang dapat melindungi desa nya kalau Naruto tidak berada di desa.
''Meteor nya Hilang'' Ucap Guy sensei yang berada di sana.
''Hokage-sama'' Kata salah satu anbu
''Ada apa?'' Tanya kekashi dan berbalik menghadap anbu nya yang tadi memanggil nya betapa terkejut nya dia di situ ada Hiashi
''Hiashi'' Ucap nya kaget.
Yah , Hiashi sekarang sudah berada di desa nya , Sasuke lah yang telah membawa nya pulang.
Sementara itu di desa Komugakure
''Kapasitas chakra nya sudah memasuki 75%'' Ucap salah satu anbu komugakure
''76,77'' lanjut nya menghitung chakra yang terkumpul
Kembali kepertarungan Sakura dkk di kastil Toneri. Sakura dan Sai berhasil melumpuhkan musuh-musuh nya dengan mudah tapi musuh seolah tidak ada habis nya selalu saja datang menyerang nya.
''datang lagi satu per satu'' ucap Sakura kesal dan langsung menghajar puluhan boneka-boneka Toneri itu dengan pukulan maut nya.
Di sisi Hinata, Hinata di bawa Toneri ke suatu tempat berbentuk bintang yang mengeluarkan cahaya hijau di tengah nya terbuka gerbang rahasia untuk memasukanHinata disana. Hinata yang masih terpengaruh jutsu nya hanya bisa menurut.
''Masuk lah'' Ucap Toneri mempersilahkan, Hinata maju melangkah untuk masuk ke ruangan itu tapi tiba-tiba Naruto datang menghentikan.
''Hinata'' Teriak Naruto.
''Apa yang kamu lakukan'' Kata Naruto Marah
''Kembalikan Hinata'' Ucap nya lagi.
''Baik lah, akan ku kembalikan pada mu'' Ucap Toneri dan menyuruh Hinata berbalik tapi kali ini Hinata malah menyerang Naruto karena sekarang ini Hinata masih terpengaruh oleh jutsu nya Toneri . Hinata memukul, menendang Naruto tapi Naruto dapat menghindari nya.
''Hentikan, Hinata'' Kata Naruto kaget.
''Bagaimana. Kemampuan istri ku? Tanya Toneri bangga.
''Sial'' Ucap Naruto masih menghindari serangan demi serangan Hinata.
''Dia mengendalikakan nya'' Ucap nya lagi saat mengetahui kalau Hinata saat ini terpengaruh jutsu dari Toneri saat menatap mata Hinata yang seolah tidak ada kehidupan di sana.
Dan Naruto pun menangkis pukulan itu dengan memengang tangan Hinata dan bermaksud mengeluarkan jutsu itu dari tubuh Hinata
''Hinata, tahan sebentar'' Ucap Naruto dan langsung mengeluarkan jutsu itu dari tubuh Hinata dengan satu pukulan di dada Hinata Namun saat Naruto mengeluarkan Jutsu berwarna hijau itu dari tubuh Hinata Naruto dapat melihat memori Hinata selama di kastil ini. Hinata pun terjatuh, tapi Naruto sigap menangkap nya.
''Jangan berani-berani mempermainkan Hinata'' Kata Naruto marah dan menghancurkan jutsu berwara hijau itu.
''Hinata adalah milik ku, jadi aku akan mengambil nya kembali '' ucap Toneri dan mengeluarakn jutsu nya yang langsung menarik Hinata seolah seperti magnet.
Naruto tidak bisa mencegat nya dan Hinata kini sudah berada di tangan Toneri lagi.
''Hinata'' Teriak Naruto.
''Musnahlah'' Ucap Toneri mengeluarkan jutsu angin nya, Naruto terpental sampai ke tembok
''Brengsek'' Ucap Naruto namun tidak bisa keluar dari jutsu angin nya Toneri
Hinata kembali tersadarkan diri
''terlalu cepat untuk bangun'' Ucap Toneri bermaksud untuk menanamkan jutsu berwarna Hijau itu lagi di tubuh Hinata Namun saat Hendak mendekat ke tubuh Hinata tiba-tiba mata nya berdenyut lagi dan Toneri pun mengerang ke sakitan
''Sial, denyutan terakhir'' ucap nya memengang mata nya kesakitan. Hinata tidak mau membuang-buang kesempatan yang ada dan dia pun menghampiri Naruto yang sudah terbebas dari jutsu angin Toneri.
''Naruto-kun'' Ucap Hinata menghampiri Naruto
''Hinata'' Kata Naruto.
''Naruto-kun, Maaf..aku..'' Ucap Hinata menyesal namun belum sempat menyelesaikan kalimat nya malah di potong Naruto.
''Aku mengerti, jangan katakan apapun'' Ucap Naruto.
'' Aku lah yang seharus nya minta maaf'' lanjut nya.
''tapi , bagaimana dia? Tanya Naruto menunjuk ke arah Toneri yang lagi kesakitan.
'' Sekarang lah kesempatan kita'' Kata Hinata.
''Kita harus menghancurkan Tenseigan'' lanjut nya dan melangkah pergi menuju Tenseigan asli
''Tenseigan? Tanya Naruto tidak mengerti tapi tetap mengikuti Hinata
Sakura dan Sai telah berada di dalam kamar Hanabi
''Hanabi'' Ucap Sakura saat mendapati Hanabi yang terbaring di ranjang dingan mata yang di perban.
''Kejam nya'' Lanjut nya.
'' Dia Cuma anak-anak'' Sambung Sai
Dan seketika itu Sakura melihat serpihan Syal buatan Hinata yang telah di hancurkan Toneri
''Hinata'' Ucap nya lirih.
Hinata dan Naruto telah berada di Tenseigan asli bola besar yang berwarna kuning yang menjadi sumber kekuatan pergerakan bulan itu.
'' Jika kita dapat menghancurkan nya, bulan seharus nya berhenti bergerak'' Ucap Hinata.
'' Baik lah, aku akan menggunakan Rasengan'' Ucap Naruto dan melangkah ke depan.
'' Jangan'' Ucap Hinata mencegat
''Ada jutsu terkutuk yang tertanam di dalam nya'' ucap nya lagi.
'' Hanya keturunan Hamura lah yang bisa menyentuh nya,kalau bukan chakra nya akan di keluarkan kembali'' lanjut nya menjelaskan.
''a-apa? Kata Naruto kaget
Hinata pun maju ke depan dan bersiap mengeluarkan jutsu nya yang berwarna ke unguan yang berbentuk kepala singa kembar.
''HAKKE : SOUJISHI HOUGEKI'' Ucap Hinata dan menghantamkan jutsu nya ke Tenseigan asli itu, Namun ternyata Jutsu nya tidak mempan sama sekali, Tenseigan tidak Hancur seperti prediksi nya.
'' hah, aku tidak dapat menghancurkan nya'' Ucap nya kecewa.
Naruto pun berfikir sejenak dan berucap
''Hinata, berikan aku chakramu'' Kata Naruto sambil memengang tangan Hinata.
''Hah?'' Hinata tidak mengerti.
''Mungkin kita bisa menghancurkan nya'' kata Naruto lagi sambil menoleh ke Hinata
''Baiklah'' Kata Hinata mengangguk pasti.
Mereka berdua pun memulai mengeluarkan chakra yang dahyat Chakra Naruto bergabung dengan Chakra Hinata.
''Ayoo'' Ucap Naruto.
''iya'' jawab Hinata. Dan mereka pun melesat ke atas sambil mengeluarkan jutsu gabungan nya, dan Duuuuurrrr , Tenseigan itu pun Hancur.
''ini..'' kata Hinata kaget saat melihat serpihan-serpihan dari Tenseigan itu yang ternyata adalah mata Byakugan
''Tenseigan merupakan gabungan dari Byakugan? Kata Naruto ikutan kaget.
Sementara itu di tempat Shikamaru, musuh-musuh yang semakin banyak itu tiba-tiba saja berjatuhan tanpa sebab membuat Shikamaru bingung apa yang terjadi sebenar nya.
Sama juga dengan situasi di tempat Sakura dan Sai saat mereka berusaha kabur dengan menaiki singa buatan Sai untuk membawa Hanabi ke tempat aman tiba-tiba musuh yang mengejar mereka berjatuhan membuat mereka bingung
''Apa?'' Kata Sakura.
Matahari buatan itu pun perlahan Hancur dan membuat kota-kota yang ada di sana menjadi gelap.
Sementara itu di bumi.
Di konohagakure.
''Hokage-sama, bulan nya berhenti mendekat'' Ucap Penasehat kekasih .
''apa?'' Ucap kekashi kaget. Dan melihat jam super nya, benar saja jam itu pun berhenti berputar.
Di Komugakure.
''Kapasitas Chakra sudah mencapai 95%'' Ucap anbu Komugakure,
''96,97,98,99.. chakra sudah mencapai 100%'' lanjut nya memberitahukan.
''Meriam Chakra penyebar, Tembak..'' Kata Raikage memerintah
''yaaah'' jawab kiler bee dan menembakan meriam chakra itu sampai ke meteor-meteor yang ada di luar bumi dan menghancurkan nya.
Sementara itu di konoha dapat menyaksikan itu semua membuat mereka keheranan apa yang sebenar nya telah terjadi.
''apa yang telah terjadi'' ucap kekashi bingung
'' pesan darurat dari desa Komu, pertemuan gokage sedang berlangsung'' kata Ino memberitahukan lewat telepati nya.
'' Semua meteor telah di hancur kan'' kata Raikage dari layar penghubung komunikasi
''Jadi kamu punya senjata seperti itu yang kamu sembunyikan?,seperti nya kami tidak perlu khawatir lagi pada mu Raikage.'' kata Tsuchikage
''Tsuchikage-sama jangan menyindir dulu'' ucap Mizukage
''Selanjut nya adalah meriam Chakra Tansportasi, kita akan meledakan bulan'' kata Raikage melanjutkan
''Meledakan bulan? Tanya Kekasih bingung
Kembali ketempat Shikamaru, dia masih bingung atas apa yang terjadi barusan
''sebenar nya apa yang telah terjadi?'' kata nya pada diri sendiri .
'' Shikamaru'' Teriak Naruto menghampiri nya.
''Hinata, kamu tidak apa-apa? Tanya Shikamaru khawatir.
''ya, maafkan aku'' Ucap Hinata menyesal
''maaf nya nanti saja'' Kata Shikamaru senyum
''tapi sebenar nya apa yang telah terjadi?matahari buatan nya telah menghilang? Tanya Shikamaru masih bingung
''Kami telah menghancurkan Tenseigan, yang merupakan sumber kekuatan segala nya, dan seharus nya bulan juga berhenti bergerak'' Jawab Naruto menjelaskan.
''Apa? Kata Shikamaru kaget dan langsung melihat Jam super nya itu dan ternyata sudah berhanti berputar.
''Peninggalan yang dipersembahakn oleh mata seluruh Klan ku, peninggalan Ootsutsuki, berani nya mereka'' kata Toneri Geram melihat Tenseigan nya hancur lebur.
''Hanabi'' kata Hinata setelah melihat Sakura dan Sai membawa adik tercinta nya in pada nya.
''Arigato'' Ucap nya lagi.
'' ini milik mu kan? Tanya Sakura memperlihatkan serpihan Syal yang di temukan nya di kamar Hanabi tadi dan menyerahakn nya. Hinata pun mengambil nya
''iya'' jawab nya sambil memengang Serpihan Syal yang hancur itu
''itu, Syal yang Toneri rusak kan? Tanya Naruto setelah melihan Serpihan Syal itu yang berada di tangan Hinata.
''Bagaimana kamu tahu? Tanya Hinata balik.
''Saat aku menarik jutsu Toneri yang ada di dalam tubuh mu, aku dapat melihat ingatan mu'' Jawab Naruto
''kamu ingin memeberikan Syal ini pada Naruto kan? Tanya Sakura
Hinata hanya diam dan menunduk melihat serpihan Syal itu dengan tatapan sedih.
'' Apa kamu membuat nya untuk ku? Tanya Naruto yang kini membalikan badan nya ke arah Hinata
''U-uh-huh'' Jawab Hinata.
''Bolehkan Aku memiliki nya? Tanya Naruto lagi sedikit malu-malu.
''Tapi ini sobek'' Jawab Hinata dan memandang serpihan itu lagi.
''Aku tidak peduli..maksud ku , aku menginginkan nya'' Kata Naruto dengan tatapan yang penuh perasaan dan harapan.
Hinata kaget mendengar nya dan akhir nya menyerahakn serpihan Syal itu sambil menunduk.
''Arigatou, aku akan menjaga nya'' Kata Naruto penuh perasaan.
''Naruto-kun'' kata Hinata senang karena merasa di hargai pemberian nya.
Shikamaru,Sakura dan Sai yang melihat semua itu hanya bisa tersenyum bahagia, Namun tiba-tiba saja Jam super itu kembali berputar mebuat semua nya kaget
'' Apa yang terjadi ,jam nya bergerak lagi'' kata Shikamaru kebingungan.
''Hah'' Hinata dan Naruto yang mendengar ucapan Shikamaru pun menoleh ke arah Shikamaru
''Dengan mata-mata ini ,Naruto. Aku akan menghancurkan Dunia mu'' Ucap Toneri marah.
Kembali ke bumi
''Sangat berbahaya kalau menghancurkan bulan'' ucap penasehat kekasih.
'' selama masih ada bom bernama bulan itu, maka bumi tidak akan aman'' Kata Raikage yang masih kekeh ingin menghancurkan bulan.
'' Sekarang mari diskusikan ini pelan-pelan'' ucap kekashi mencari jalan keluar dari permasalahan ini
''Sekarang, bulan telah berhenti bergerak'' Lanjut nya.
''Belum, belum berhenti'' Ucap Tsuchikage
''Apa'' Kata Kekashi Kaget. Dan ia pun langsung melihat jam super nya dan ternyata benar jam super nya kembali berputar.
'' Kenapa jam nya kembali berdetik? Tanya Naruto Heran.
'' Aku juga tidak tahu'' Jawab Shikamaru.
Seketika terjadi lah gempa yang membuat mereka oleng
''apa-apaan ini'' kata Sakura heran . dan muncullah sesosok Makhluk besar dan menyerang mereka , Namun mereka dapat menghindar , Naruto pun mengaktifkan Bijuu Mode nya dan mengeluarkan Kurama di dalam tubuh nya.
''KURAMA'' Teriak Naruto
Dan kurama pun memukul sesosok makhluk besar itu , meninju, memukul dan membanting nya. Tapi makhluk itu malah kembali menyerang kurama , kurama pun terjatuh.
''Kurama'' teriak Naruto lagi Khawatir saat ini Naruto menaiki burung raksasa buatan Sai..
'' itu Toneri'' Kata Shikamaru
TBC
Smale
