Senpai, I Love You

Author : Naruhina Sri Alwas
Naruto milik Masashi Kishimoto sensei
Pair : NaruHina
Rated : T+ semi M
Ganre : -
Warning : Typo, EYD, OOC, AU, dll.

Untuk memperbaiki plot dari awal, naru akan merubah usia, kelas dan teman-teman NaruHina.

Maaf menunggu lama.

.

.

.

Chapter : 3/1

Hyuuga Hinata yang telah berganti nama menjadi Namikaze Hinata, sudah menikah diusia 12 tahun atas dasar perjodohan keluarga.

Namikaze Naruto, menikah dengan Hyuuga coret Namikaze Hinata diusia 13 tahun, atas dasar keinginan terselubung.

Sudah 3 tahun mereka menikah, dan selama itu juga mereka hanya boleh bertemu, belum boleh melakukan hal-hal dewasa, mereka hanya terikat pernikahan, namun setelah mereka lulus barulah mereka boleh tinggal bersama.

Saat ini Hinata duduk dipangkuan Naruto yang tengah asiknya memeluk pinggang rampingnya.

"Na-Naruto-kun." suaranya bergetar, merasakan perasaan dag dig dug, entah sudah berapa lama mereka berada diposisi seperti ini, yang Hinata tau bahwa Naruto memperangkapnya sudah dari siang tadi, dan Hinata harus pulang kalau tidak ayahnya bisa marah.

"Hn." dan pelukan semakin dikencangkan oleh Naruto, seolah-olah Hinata akan kabur saja kalau dia melonggarkan pelukannya.

"A-Aku harus pulang, nanti tou-san marah." suara gugup Hinata keluarkan, ini benar-benar Hinata Hyuuga yang biasa, dan sudah 3 tahun yang lalu merubah namannya menjadi Namikaze, namun untuk teman-temannya Hinata tidak memberitahukannya, karena menjadi rahasia dari kedua belah pihak.

Hinata sudah lulus SMP dan dia baru akan melanjut ken kesekolah Konoha High School yang didalamnya ada Naruto, katanya untuk lebih dekat antar keduannya, dan Hinata bertaruh, dia itu hampir gagal kalau tidak Naruto mengajarinya, sekolah yang bergengsi, sekolah yang banyak menghasilkan murid-murid gemilang, dan bagaimana bisa seorang bodoh sepertinya bisa lolos, dan jawabannya ada pada orang dibelakangnya ini.

Naruto yang cuek saja, melakukan raba meraba, akhirnya tersentak saat Hinata tidak sengaja menggesek kejantananya, membuatnya mengeram tertahan.

"Hi-Hinata." satu kecupan diadaratkan kearah pipi cuby Hinata, dan mendapat respon terkejut dari Hinata.

"Na-Naruto- Kyaaaa." Satu tarikan Hinata dapatkan dari akibat yang dia lakukan.

"Kau tengah menggodaku Hinata." suara Naruto terdengar seksi ditelinga Hinata, membuat Hinata panas dingin, dengan hati yang tak menentu.

"Ti-Tidak." jujur saja Hinata memang tidak sengaja menyentuh adik Naruto, sekarangg muka Hinata sudah semerah tomat, karena digoda Naruto, walau pada akhirnya Naruto langsung melahap bibir merah Hinata, walaupun tanpa polesan lipstik pun bibir Hinata tetap menawan.

Dan wajahnya bahkan tanpa make up, sehingga cantik alami, sumpah Naruto sangat beruntung mendapatkan Hinata yang sangat manis dan bisa menjadi suaminya. Sungguh beruntung.

Lama menunggu respon Hinata yang semakin merona, membuat sang pemuda yang sudah berstatus suami muda itu menyeringai, bagaimana tida melihat wajah yang sangat manis didepannya saja ia langsung ingin memakan bulat-bulat apa lagi sangat dekat seperti ini, dia sangat ingin mencumbunya dan merasakan sebagai suami seutuhnya, tapi mengingat besok adalah penerimaan murid baru disekolahnya, dan tentu saja Hinata menjadi salah satu siswi disana yang mendapat kesempatan belajar disekolah bergengsi seperti Konoha High School.

"Kau manis Hinata." gemas, akhirnya Naruto hanya mencubit kedua pipi Hinata sambil menahan tubuhnya diatas Hinata.

"Itai ... Naruto-kun." kesal Hinata sambil memaksa Naruto menyudahinya.

"Kau ingin aku makan Hinata?"

"Ti-Tidak, terima kasih aku bukan makanan." cemberut Hinata dan dihadiahi tawa renyah Naruto.

"Kau memang bukan makanan, tapi kau berpotensi untuk dimakan oleh ku, dan hanya aku yang boleh memakanmu." bisik Naruto ditelinga Hinata. Kami-sama apa yang Naruto lakukan, dia bahkan mengajari Hinata dengan hal-hal nista, seperti adegan-adegan dewasa yang semestinya belum Hinata pelajari, namun Naruto dengan polosnya memberinya pelajaran-pelajaran dasar, seperti berciuman, meraba-raba dan sejenisnya, namun belum sampai tahap buka-bukaan sih. Tapikan Hinata yang polos jadi ternoda karena pelajaran-pelajaran laknat yang diberikan oleh Naruto secara pribadi.

Seringai terbentuk diwajah tampan Naruto. "Tenanglah, aku akan menghubungi Tou-san mu, dan bilang kau akan disini sampai malam." satu kecupan diberikan kearah Hinata dibibir ranum sang gadis, dan Naruto langsung melesat mengambil ponselnya diatas meja dapur yang ditaruhnya tadi.

"Na-naruto-kun." suara lembut Hinata terdengar ditelinga Naruto, tapi pemuda itu masih asik mencari kontak nama mertuannya.

/.../

"Yah, Tou-san, ini Naruto."

/.../

"Oke." setelah berkata seperti itu Naruto mematikan panggilannya. "Ada apa Hinata." wajahnya dibuat sangat menyeramkan, sehingga Hinata bergidig ngeri.

T.B.C

Chapter pendek, maaf kan naru yang pengen updete kilat untuk ultahnya Hinata-chan...

Happy NaruHina Shiper