Misunderstand

.

Main Cast: Park Chanyeol and Byun Baekhyun (Girl)

Summary: Kesalah pahaman yang berujung ke pernikahan.

Don't Like Don't Read!

.

Happy Reading!

"Jangan berbohong Bee." Chanyeol bergerak semakin mendekati wajah merona Baekhyun dan membuat Baekhyun menutup matanya, dan kemudian-

.

.

"Ada kotoran di matamu." Celetuk Chanyeol setelah wajahnya sudah sangat dekat dengan wajah Baekhyun.

Baekhyun segera membolakan matanya -yang semulanya tertutup- setelah mendengar celetukan Chanyeol. Matanya mulai berkedut-kedut dan memandang Chanyeol dengan wajah yang cemberut. Tangannya terangkat untuk memeriksa matanya –yang katanya ada kotoran itu-. Tapi ternyata tidak ada kotoran sama sekali di matanya. Segera saja tangan Baekhyun memukul kepala Chanyeol yang sedang tertawa karena Baekhyun telah masuk ke dalam jebakanya.

"Duhh, jangan memukul kepalaku sembarangan dong, kau pikir kepalaku ini drum apa?" Ketus Chanyeol setelah kepalanya terkena sasaran tangan Baekhyun.

"Salah sendiri tadi kau malah mengerjaiku." Balas Baekhyun sembari menatap sengit ke arah Chanyeol.

"Jadi kau ingin aku benar-benar menciummu, hm?" Goda Chanyeol.

"A-apa? Tentu saja tidak!" Gugup Baekhyun dan tangannya segera mendorong kaki Chanyeol yang berada di pangkuannya.

Dan- Dukk! Kaki Chanyeol terkena meja yang berada di depannya.

"Arghh, ini sakit, apa kau ingin membuatku pincang? Ahh." Ringis Chanyeol karena kakinya terkena meja dengan benturan yang cukup keras. Tangannya dengan segera bergerak untuk mengelus kakinya yang mungkin akan terdapat bercak ungu atau hijau dalam waktu dekat.

Baekhyun menatap Chanyeol dengan wajah bersalahnya. Tangannya ikut mengelus-elus kaki Chanyeol.

"Duhh, mian- mianhae, aku tidak sengaja."

"Sengaja atau tidak sengaja tetap saja kau membuat kakiku sakit, akkhh." Sepertinya Chanyeol benar-benar merasakan sakit kali ini.

"Tapi kan aku sudah minta maaf." Ucap Baekhyun. Kepalanya menunduk karena ditatap tajam oleh Chanyeol.

"Kalau kau ingin aku memaafkanmu, ada satu syarat yang harus kau lakukan." Balas Chanyeol dengan sedikit ringisan.

"Syarat apa?"

"Kau harus membiarkanku untuk tinggal sementara di rumah ini." Jawab Chanyeol. Baekhyun membulatkan kedua matanya, merasa tidak terima dengan syarat yang dikatakan oleh Chanyeol.

"Heol! Tidak mau! Apa yang akan dikatakan oleh tetangga-tetanggaku jika mereka tahu bahwa aku tinggal berdua dengan laki-laki sepertimu?! Apa kau ingin aku dianggap jelek dengan tetanggaku, hah?" Jawab Baekhyun sengit. Chanyeol berdecak sebal dengan jawaban Baekhyun.

"Ck, jangan membantah ucapan calon suamimu, Bee." Ucap Chanyeol yang malah membuat Baekhyun memandang aneh ke arah Chanyeol.

"Huh? Apa? Calon suami? Jangan bermimpi kau, Yoda!"

"Bermimpi? Ini kenyataan noona Byun, bukankah eommamu sudah mengatakannya tadi?"

"Lalu, kau menerimanya begitu saja? Kau ingin menikah denganku? Bahkan kita tidak saling mengenal!" Sungut Baekhyun.

"Bukankah kau sudah tahu namaku? Aku juga kan sudah tahu namamu, dengan begitu artinya kita sudah saling mengenal. " Jawab Chanyeol enteng.

Baekhyun memutarkan bola matanya, merasa jengah dengan jawaban yang diberikan Chanyeol.

"Kau ini bodoh atau bagaimana sih, maksudku bukan begitu. Maksudku itu kita belum mengenal kepribadian satu sama lain. Bagaimana bisa kau dengan seenak jidatmu itu langsung mengatakan bahwa kau adalah calon suamiku! Dasar Yoda bodoh!" Jelas Baekhyun dengan suara yang melengking.

Chanyeol menghela napasnya pelan.

"Maka dari itu biarkanlah aku tinggal sementara di sini, agar kita bisa benar-benar mengenal satu sama lain."

"Dan dengan itu berarti kau memang ingin menikah denganku? Bagaimana bisa kau menerimanya begitu saja? Apa kau memang sudah menyukaiku? Atau kau memang stalker rahasiaku?" Balas Bekhyun yang mulai narsis itu.

"Kurasa, tidak ada salahnya jika aku harus menikah dengan perempuan boncel bersuara cempreng sepertimu." Ucap Chanyeol.

Baekhyun yang merasa terhina oleh perkataan Chanyeol itu segera menjitak kepala Chanyeol dengan keras.

"Kau bilang kau ingin menikahiku, tapi kenapa kau malah menghinaku seperti itu? Aish." Baekhyun mengacak-acak rambutnya frustasi, bingung dengan semua tingkah Chanyeol.

"Ck, tapi itu memang kenyataan." Jawab Chanyeol.

"Kau ini sangat menyebalkaaaaaaaaan!" Teriak Baekhyun keras yang membuat Chanyeol menutup telinganya.

"Kau berisik sekali, Bee." Ucap Chanyeol.

"Terserahku dong, aku ini yang berteriak, lagipula ini rumahku, jadi aku bebas bisa melakukan apapun. Jika kau merasa terganggu, silahkan pergi dari rumahku ini, tuan Yoda." Balas Baekhyun. Baekhyun sepertinya sangat ingin Chanyeol pergi dari rumahnya ini.

"Bagaimana bisa aku pergi dari sini noona Byun, kau sudah lihat keadaan kakiku yang malang ini kan? Lagipula kan aku sudah bilang padamu bahwa aku ingin tinggal sementara di rumah ini."

Baekhyun menghela napasnya kasar.

"Terserah kau saja, tuan Yoda." Balas Baekhyun pasrah.

"Tapi ingat, jangan lakukan hal-hal aneh." Lanjutnya.

Chanyeol mengernyitkan dahinya.

"Hal-hal aneh seperti apa, noona Byun?" Tanya Chanyeol.

"Seperti... hm... jangan mengintipku mandi, jangan memasuki kamarku seenaknya." Jawab Baekhyun.

"Pftt, apa kau kira aku ini ahjussi ahjussi mesum? Tenang saja, aku tidak akan melakukan itu." Balas Chanyeol sembari menahan tawanya.

"Tapi suaramu memang mirip ahjussi ahjussi mesum." Gumam Baekhyun pelan.

"Apa? Kau bilang apa?" Tanya Chanyeol karena suara Baekhyun tadi tidak jelas.

"Ah? Tidak, aku tidak mengatakan apa-apa."

Chanyeol hanya menggerakkan bahunya cuek menanggapi ucapan Baekhyun.

.

.

Sudah dua jam berlalu semenjak insiden-insiden tadi, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Baekhyun dan Chanyeol masih belum tidur, keduanya masih menonton acara televisi. Chanyeol sudah mengganti pakaiannya yang kotor itu dengan pakaian Baekhyun yang untungnya cocok dan pas untuk dipakai di tubuhnya; dia memakai kaos putih polos dan celana hitam pendek yang tentunya longgar di tubuh Baekhyun sehingga muat untuk dipakai Chanyeol.

Keduanya pun telah memakan makan malam tadi, bersyukurlah karena tadi siang Baekhyun baru membeli bahan-bahan makanan. Jadi mereka tidak perlu memakan ramyeon. Dan untungnya lagi Baekhyun sangat baik hati, sehingga mereka memakan makan malam dengan makanan buatan Baekhyun. Keduanya benar-benar seperti telah menikah. Apalagi mereka terlihat sudah akrab, padahal baru beberapa jam yang lalu mereka baru bertemu. Salahkan saja mereka yang sangat supel.

Keadaan masih hening. Keduanya tengah serius menonton film yang ditayangkan di televisi. Mereka duduk di karpet berbahan bulu halus yang berada tepat di depan televisi. Chanyeol menguap pelan, dia mulai mengantuk. Tubuhnya sangat lelah karena dia harus berlarian ketika dikejar oleh gerombolan laki-laki tadi. Matanya melirik ke arah Baekhyun yang sedang serius menonton televisi, sepertinya Baekhyun belum mengantuk sama sekali.

"Bee, aku mengantuk. Di mana aku harus tidur?" Tanya Chanyeol.

Sebelum menjawab pertanyaan Chanyeol, Baekhyun menolehkan kepalanya ke arah laki-laki itu. Dilihatnya Chanyeol yang matanya sudah mulai sayu karena mengantuk.

"Kau bisa tidur di sana." Ucap Baekhyun sambil menunjuk salah satu ruangan.

"Itu kamar tamu. Tenang saja, kamar itu bersih, karna eommaku juga kadang tidur di kamar itu ketika dia sedang berkunjung ke sini." Lanjut Baekhyun.

Chanyeol mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti. Dia mulai beranjak dari sana untuk tidur di sebuah ruangan yang di tunjuk oleh Baekhyun. Baekhyun melihat sebentar Chanyeol yang sedang berjalan dengan sedikit susah -karena lukanya- menuju kamar tamu, lalu dia mengalihkan pandangannya ke televisi lagi ketika Chanyeol sudah masuk ke kamar itu untuk tidur.

Beberapa saat setelah Chanyeol tidur, film yang ditonton Baekhyun sudah selesai. Menampilkan film lain yang berbeda. Baekhyun yang memang belum mengantuk memilih untuk menonton film itu. Baekhyun sedikit memekik ketika disadarinya bahwa film itu adalah film hantu yang diingatnya berjudul 'Sadako' itu. Dia memang tidak menyukai film hantu, apalagi ketika teman-temannya pernah menakut-nakuti Baekhyun dengan cerita hantu ketika dia masih berada di bangku sekolah dasar.

Baekhyun mulai merinding ketika layar televisinya menampilkan sosok yang seram. Tubuhnya mulai bergetar karena ketakutan. Dan..

AAAAA-

Baekhyun dengan segera berlari dengan cepat ke arah kamar tamu setelah telinganya mendengar suara yang besar dan seram; itu adalah suara teriakan yang berasal dari film itu. Entah kenapa Baekhyun malah berlari ke arah kamar tamu, bukannya ke kamarnya sendiri. Mungkin dia butuh perlindungan dari sosok jangkung bernama Chanyeol itu.

Dengan segera Baekhyun menggoyang goyangkan tubuh Chanyeol yang terbungkus selimut tebal itu ketika dia sudah berhasil masuk ke dalam kamar. Chanyeol yang merasakan tidurnya terusik segera membalikkan badan ke arah lainnya. Baekhyun yang sudah sangat ketakutan itu menarik selimut Chanyeol sehingga terlepas dari tubuh Chanyeol dan tangannya kembali menggoyang-goyangkan tubuh Chanyeol agar Chanyeol bangun dari tidurnya. Chanyeol membuka matanya sedikit, dan dilihatnya Baekhyun yang sedang melihat ke arahnya dengan wajah ketakutan itu.

Chanyeol melihat Baekhyun dengan pandangan bingung.

"Kau kenapa, Bee?" Tanya Chanyeol dengan suara seraknya karena baru saja bangun tidur. Bukannya menjawab pertanyaan Chanyeol, Baekhyun malah menaikkan tubuhnya ke atas kasur dan mendudukkan dirinya di sebelah Chanyeol. Tangannya menarik selimut yang tadi ditariknya dari tubuh Chanyeol untuk menutupi seluruh tubuhnya. Badannya masih saja bergetar, membuat Chanyeol tambah kebingungan.

"Hey hey, kau kenapa?" Tanya Chanyeol lagi karena Baekhyun malah mengabaikannya.

Kepala Baekhyun menyembul sedikit untuk melihat Chanyeol.

"Ta-tadi ada hantu." Jawab Baekhyun dengan suara yang kecil.

"Hah? Hantu? Jangan berbohong, Bee. Disini tidak ada apa-apa." Ucap Chanyeol.

"Maksudku, tadi di televisi ada hantu." Jelas Baekhyun masih dengan suaranya yang kecil.

Chanyeol memutar bola matanya malas. Dikiranya tadi ada pencuri yang menerobos masuk ke dalam rumahnya -rumah Baekhyun maksudnya-.

"Ck, hanya di televisi? Kau ini, aku kira ada apa." Decak Chanyeol, setelah itu dia berusaha untuk tidur lagi.

"Yeol, jangan tidur dulu. Tolong matikan televisinya ya, aku takut." Mohon Baekhyun, kepalanya kembali dia masukkan ke dalam selimut.

"Dasar penakut." Gumam Chanyeol pelan, namun dia tetap beranjak dari kasur untuk mematikan televisi.

Setelah Chanyeol mematikan televisi yang tadi dilihatnya sedang menampilkan sosok yang menyeramkan, segera saja Chanyeol cepat cepat kembali ke kamar tamu. Dilihatnya Baekhyun yang sekarang sedang tiduran di atas kasur berukuran king size itu. Baekhyun yang menyadari Chanyeol telah kembali ke kamar, menggerakkan tangannya untuk menepuk-nepuk sisi disampingnya.

"Cepatlah kemari Chanyeol." Ucap Baekhyun, dia terlihat masih ketakutan, padahal tadi itu hanya film hantu saja.

Chanyeol ikut membaringkan tubuhnya di sebelah Baekhyun setelah mendengar ucapan Baekhyun tadi. Baekhyun melirik ke arah Chanyeol yang sedang memejamkan matanya.

"Yeol, tak apa-apa kan jika aku ikut tidur di sini?" Tanya Baekhyun ragu.

"Walaupun aku menyuruhmu agar kau tidur sendiri di kamarmu, pasti kau akan menolaknya kan?" Bukannya menjawab, Chanyeol malah bertanya lagi ke Baekhyun dengan mata yang masih terpejam.

"Hehe, terimakasih Yeollie... selamat malam." Balas Baekhyun.

"Selamat malam juga." Balas Chanyeol, setelahnya dia kembali terlelap, rupanya Chanyeol adalah seseorang yang mudah tidur dengan cepat.

Sedangkan Baekhyun, dia masih terjaga. Matanya menatap langit-lagit kamar ini, badannya bergerak gelisah karena dia tidak kunjung terlelap. Baekhyun menatap Chanyeol yang sudah tertidur itu. Bibirnya sedikit melengkung ke atas ketika melihat wajah Chanyeol yang sedang tertidur. Bibir Chanyeol yang terbuka sedikit itu membuatnya gemas. Tangannya terangkat untuk memainkan bibir Chanyeol. Dasar jahil.

Chanyeol yang merasa sedikit terganggu itu sedikit menggerakkan bibirnya, membuat Baekhyun berhenti untuk memainkan bibir Chanyeol lagi. Matanya kembali menatap wajah Chanyeol.

"Tampan.." Gumamnya.

"Sepertinya tidak buruk juga jika aku harus menikah dengannya, eh tapi kan aku belum mengenalnya dengan baik. Keluarganya saja aku tidak tahu.. aishhh ini gara-gara eomma yang dengan seenaknya menyuruhku menikah dengannya. Bagaimana bisa eomma menyuruhku menikah dengannya? Kan eomma juga baru bertemu sekali dengannya.. apa mungkin eomma memang sudah mengenalnya?" Monolog Baekhyun.

Baekhyun menghela napasnya pelan, gadis dengan rambut panjang bergelombang itu menggerakkan tangannya dengan berani untuk mulai memeluk tubuh Chanyeol dari samping. Entah apa yang membuatnya berani bertindak sejauh ini kepada orang yang baru saja dikenalnya.

"Hmm.. semoga saja kau benar-benar orang baik yang berjodoh denganku." Ucap Baekhyun pelan dan setelahnya dia telelap dengan tangannya yang masih memeluk tubuh Chanyeol.

*To Be Cotinued*

Fyuhh /elap keringet/ akhirnya selesai juga chapter 3 ini. Maap kalo kurang memuaskan /elap ingus/ ini aku updatenya udah cepet kan ya? sesuai permintaan beberapa dari kalian/? ;3 Maap juga karena ceritanya kurang panjang ;-; nulis segini aja udah pegel banget u.u

Makasih banget yang udah ngereview, sider ayo keluar dong, jangan nyumput mulu, review dalam bentuk apapun aku terima kok/?

Balasan review:

bekceye: Hehe, iya nih, soalnya ga ada kerjaan di rumah c: makasihhh :3 ini udah dilanjut kok ;)

ParkByun: Iya, ini nggak di delete kok. Aku 01L qaqa/? masih cimid/? susah banget ya tapi, ini udah fast update kok ;)

ExolArmyvpcy: Reader baru? Selamat dataaang/? duh makasih ;3 ini udah dilanjut :3 salam kenal juga ^-^)/

JungKimCaca: Udah dilanjut nih :))

exindira: Nikahnya ntaran dulu, nunggu waktu yg tepat/? makasih ;3

younlaycious88: Modus itu bukannya temennya mean ya? /? sstttttt/? itu rahasia ya/? nikahnya ntaran aja deh ya, hoho

MbemXiumin: Makasih juga udah review :3 chap ini juga review lagi dong/? kkkk, itu masih menjadi rahasia ya, hoho. Ini udah dilanjut dok /deep bow sampe jungkir ballik/ (?)

noersa: Salam kenal juga noersa '-')/ iya nih u.u karna waktu itu bingung mau masukin apa lagi/? ini udah dilanjut kok :3 makasih c;

: Nado annyeong~ selamat datang yaa/? aku juga chanbaek hardshipper nih :3 salam kenal juga yoo. Duh makasih ^-^ baca aja ya/? tulisannya ada di atas tuh, kkkk

Ahn Sunyoung: Ucul? Adaww makasih ;3 ini pasti kurang panjang ya? u.u ini udah ada lanjutannya kok n.n

neli amalia: Gapapa kok, makasih loh udah mau review. Siapa yaa? tunggu aja jawabannya nanti, hoho. Ini udah dilanjut ;3 makasih :3

Sekali lagi, makasih banyak loh buat yang udah mau ngereview ff abal2 ini ;-; makasih juga buat yang udah follow/fav story-nya. Jangan malu buat ngereview ya, aku bakal sangat menghargai apapun isi dari review kalian ;3

So..

Mind to Review? ;3