Disclaimer:sebenarnya sih pengennya bilang Bleach itu punya aku, tapi gak bisa. Bleach itu punyanya Tite Kubo
Kuu-chan: Makasih banget yah. Haha...
Seneng deh ada juga yang suka pair ini kayak aku
Pertemuan
Chapter 3
"Karin-chan, temani aku ke... Karin apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Yuzu dengan kebingungan.
Ia melihat Karin sedang melakukan gerakan-gerakan aneh yang tak jelas. Sedangkan Toushitou sendiri hanya menundukkan wajahnya ke bawah. 'Aneh' pikirnya.
"Uhm... Yuzu tak ada kok. Aku hanya sedang olahraga saja kok. Apa yang tadi mau kamu katakan padaku?" ucap Karin dengan gugup.
Ia takut Yuzu sadar bahwa ada sesuatu yang aneh antara ia dan Toushirou. Sebenarnya tadi itu nyaris sekali. Kalau saja ia tidak mendorong Toushirou agar menyingkir, mungkin ia masih ada di bawah tubuh Toushirou saat ini. Ia tidak tau apa yang akan dipikirkan oleh Yuzu nantinya bila melihat hal itu.
"Oh itu, aku ingin mengajakmu ke supermarket. Soalnya bahan makanan yang ada di kulkas sudah habis."
"Ya baiklah, ayo kita pergi!"
Mereka berdua keluar dari kamar itu dan pergi keluar untuk berbelanja.
Malam harinya, di ruang makan. Mereka saling bercerita tentang berbagai hal seperti, keadaan Soul Society saat ini, tugas rahasia Toushirou, keadaan sekolah, Ichigo yang sedang kuliah di Tokyo, dll.
Tak terasa waktu sudah berlalu, dan sudah saatnya bagi mereka untuk tidur. Bila tidak mau terlambat ke sekolah besok. Terutama Toushirou yang merupakan hari pertamanya. Tentu saja ia tidak mau meninggalkan kesan sebagai anak bermasalah.
Esok harinya, mereka bertiga sudah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Mereka pamit pada Isshin dan berangkat ke sekolah bersama-sama.
Sesampainya di sekolah, Yuzu berpisah dari mereka karena hari ini ia sedang piket. Maka ia harus buru-buru ke kelas. Sedangkan Karin mengantarkan Toushirou ke ruang guru.
"Permisi, sensei. Saya mengantarkan siswa baru," kata Karin pada seorang guru laki-laki.
Guru laki-laki itu memakai kacamata yang menimbulkan kesan cerdas pada dirinya. Rambutnya hitam gelap dengan kulit yang putih. Dan ia mempunyai senyum hangat yang dapat menenangkan perasaan. Nama guru itu Misaki Shuhei. Ya, ia merupakan guru yang populer di sekolah itu. Selain itu, ia juga masih muda. Usianya baru 24 tahun. Guru itu mengajar matematika sekaligus merupakan wali kelasnya Karin.
"Ya, Karin. Terima kasih karena sudah mengantarkannya ke sini," kata Misaki-sensei sambil tersenyum hangat. Lalu ia mengalihkan pandangannya ke Toushirou dan bertanya,"Apakah kamu Hitsugaya Toushirou?"
"Ya benar"
Ia mengalihkan pandangannya ke Karin lagi danberkata, "Kebetulan sekali Karin, Toushirou merupakan siswa baru di kelas 1D." Ya Karin merupakan salah satu siswa kelas 1D, sedangkan Yuzu di kelas 1B.
Teng...teng...teng...
"Bel pelajaran sudah berbunyi. Karin masuklah ke kelas dulu. Nanti Sensei akan masuk bersama dengan Toushirou."
"Baik sensei." Kemudian Karin pergi dari ruangan itu.
Setelah itu Misaki-sensei menyiapkan buku-buku yang akan ia bawa untuk mengajar dan mengajak Toushirou pergi dari ruangan iru. "Ayo Toushirou. Kita pergi ke kelas barumu."
"Ya sensei"
Mereka berdua berjalan sepanjang lorong diiringi tatapan kagum dan penasaran dari anak-anak perempuan yang ada di kelas.
Di depan kelas,"Toushirou, tunggulah di sini dulu. Nanti Sensei akan memanggilmu dan kemudian kamu boleh masuk."
Toushirou mengangguk sebagai jawabannya.
Sensei masuk ke kelas dan setelah saling mengucapkan ohayou. Sensei berjalan ke mejanya dan berkata, "Anak-anak hari ini kita kedatangan seorang murid baru. Toushirou, ayo masuk!"
Toushirou masuk ke kelas itu dan melihat keadaan di sekitarnya. Kelas itu menjadi ribut karena kehadirannya. Anak-anak perempuan saling berbisik-bisik sambil melihat ke arahnya dan kemudian tersenyum. Sedangkan anak-anak laki-laki di kelas itu menatapnya dengan pandangan tidak suka.
"Toushirou, ayo perkenalkan dirimu pada temen-temanmu."
"Baik Sensei." Membalikkan badannya menghadap ke depan seluruh penghuni kelas itu dan mulai memperkenalkan dirinya, "Namaku Toushirou Hitsugaya. Aku pindahan dari Amerika." Kemudian berbalik ke arah Sensei dan menatapnya seakan bertanya 'apa lagi yang haru kulakukan?'
"Ya baiklah. Toushirou duduklah di kursi pojok belakang dekat jendela itu."
Toushirou mengannguk dan berjalan ke arah kursinya. Sementara kelas bertambah gempar karena mengetahui Toushirou merupakan siswa pindahan dari Amerika.
"Sudah-sudah, ayo kita mulai pelajarannya."
"Baik sensei," kata semua siswa itu dengan serempak.
"Sekarang buka buku cetak kalian halaman 225, kita akan membahas materi mengenai Trigonometri." Lalu papan tulis itu dipenuhi dengan berbagai macam rumus yang membuat anak-anak di kelas itu menjadi stres dan harus dimasukkan ke RSJ (Peace...^^).
Sementara itu, Toushirou hanya duduk bersantai di kursi belakang. Ia tak menyalin catatan yang ada di papan tulis ke buku tulisnya. Hal itu membuat Misaki-sensei menjadi kesal.
"Toushirou! Mengapa kamu tidak mencatat? Sekarang ayo maju dan kerjakan soal ini," kata Misaki-sensei. Soal yang diberikan oleh Misaki-sensei itu merupakan soal yang sangat sulit. Soal yang biasa keluar pada saat olimpiade.
Kemudian Toushirou maju ke depan kelas, mengambil spidol kemudian menuliskan jawabannya.
Dalam waktu kurang dari 5 menit, Toushirou menyelesaikan soal itu dan membuat papan tulis itu penuh dengan rumus. Misaki-sensei kaget karena Toushirou dapat megerjakan soal itu, terlebih menyelesaikannya dalam waktu yang relatif singkat. Sedangkan siswa-siswa lainnya hanya terbengong-bengong tak mengerti apa yang di tulis oleh Toushirou.
Hal itu membuat anak-anak perempuan semakin histeris. Tidak hanya cakep, tapi juga pintar. Anak-anak cowok menjadi semakin cemburu padanya.
"Toushirou, kembalilah ke tempat dudukmu," perintah Misaki-sensei. Dan pelajaran berlanjut lagi.
Tak terasa waktu berlalu, sekarang sudah jam istirahat. Dan anak-anak perempuan langsung mengerubungi meja Toushirou. Berbagai pertanyaan muncul dari berbagai arah.
"Kenapa pindah sekolah Toushirou-kun?"
"Tinggal dimana?"
"Nomor HP nya berapa?"
"Boleh kenalan gak?"
"Pacaran sama aku yuk?"
Wah yang ini paling parah, mana langsung ngajak pacaran lagi. Hehe...
Toushirou menjadi kesal dan memukul meja dengan tangannya. Suara ribut-ribut itu langsung berhenti. Toushirou berdiri seraya beranjak dari kursinya dan melangkah mendekati Karin. (Wow, Shiro-chan cool banget deh...)
"Karin, aku ikut denganmu."
Lalu mereka berdua keluar dari kelas itu. Meninggalkan anak-anak lain menatap mereka dalam kebingungan. Sesaat berlalu dan heboh lagi.
"Emang Toushirou kenal sama Karin ya?"
"Karin apanya Toushirou sih?"
"Kenapa mereka pergi berdua?"
"Aneh! Apa mereka punya hubungan khusus?"
"Jangan-jangan mereka pacaran lagi?"
"Tiiiiidddddaaaaakkk!" teriak anak-anak perempuan di kelas itu secara serempak membuat yang lain harus tutup telinga gara-gara koor yang memekakkan itu.
Sedangkan Karin mengajak Toushirou ke kantin tapi sebelumnya mereka menjemput Yuzu dulu.
Di kelas 1a, Yuzu bersama Jinta dan Ururu sedang berjalan ke arah luar kelas saat Karin dan Toushirou sampai di kelas mereka.
Mereka berlima berjalan bersama-sama menuju ke arah kantin. Tapi di tengah perjalanan, mereka merasakan ada kekuatan besar yang jahat muncul di arah lapangan sekolah.
Mereka berlari ke arah lapangan. Disana tampak sesosok tubuh yang sedang melayang-layang menggunakan baju berwarna putih.
"Siapa kamu?"
Sekian chapter kali ini. Apabila terdapat kesalahan-kesalahan dalam pembuatan fanfic ini saya mohon maaf. Saya harapkan saran dan kritik yang dapat membangun bagi saya. (Wew formal abis yah... Haha... Please R&R yah)
Okeh-okeh sekian dulu. Sory ya, kalau chapter ini rada-rada serius..._
