"SACRED GEAR!"
Setelah Naruto berteriak munculah bola mekanik berwarna Merah dengan corak Hitam sebesar bola pimpong dari ketiadaan. Naruto lalu menggenggam bola itu.
"Heh kau juga pengguna Sacred Gear, menarik." gumam Kokabiel.
"Naruto-senpai punya Sacred Gear?" ucap Issei kaget , Naruto lalu meremas bola mekanik ditangannya sampai berbunyi 'cekrek'.
[Sacred Gear : Dragon Eraser]
*Clinggg!*
Cahaya menyilaukan pun muncul dari tangan kiri Naruto yang meremas bola mekanik tadi.
Kokabiel dan peerage Rias + Xenovia menyipitkan matanya untuk meminimalisir cahaya. Cahaya pun Redup dan nampaklah...
÷Π÷
÷Π÷
Tsubaki Matsuda
Present
.
.
.
Title:
Cermin Retak
Disclaimer:
©Masashi Kishimoto (Naruto)
©Ichiei Ishibumi(High School DxD)
Created By:
Tsubaki Matsuda
Warning:
Alur Gazzelas, Typo bertebaran, Eyd kagak sempurna, Bahasa alay(mungkin), OOc, Kata hilang dll.
.
Jika ada kesamaan ide, latar ataupun yang lainnya dengan Author itu hanyalah sebuah kebetulan yang tidak pernah disengaja (kecuali dari inspirasi)
Rated:
M
Genre:
Advanture & Supernatural
Inspiration:
Paradox by Itami Shinjiru.
Summary:
Hanyalah kisah tentang 2 Cermin yang sama namun berbeda disaat bersamaan, dengan delusi sebagai dinding batas keduanya dan dengan penghalang yang berbeda pula (Bad summary)
"Test" Manusia berbicara
'Test' Manusia berpikir (membatin)
"test" Sacred gear/monster berbicara
'Test' Sacred gear/monster berpikir (membatin)
*Test!* Efek Suara
[TEST] Jutsu
.
.
.
.
.
.
.
.
¤Selamat Membaca¤
.
.
.
.
.
.
.
.
÷Π÷
Chapter 3:
Secercah Rahasia
÷Π÷
.
Cahaya di tangan kiri Naruto hilang dan bola mekanik berwarna Merah kehitam Hitaman tadi berubah menjadi jam tangan berwarna Hitam pekat.
Semua orang disana cengo saat melihat bentuk dari Sacred Gear Naruto 'hmm aku sama sekali tak merasakan aura Sacred Gear darinya' batin Kokabiel.
Naruto mendekatkan jam di tangan kirinya itu kemulutnya dan berbisik "[Veil]" setelah itu tubuh Naruto perlahan lahan terurai dan menghilang.
Kokabiel pun semakin waspada, ia lalu membentangkan sayapnya dan terbang ke langit Kuoh Academy, mata Kokabiel tak henti hentinya mengobservasi daerah sekitar.
*Jrashhh!*
Secara tak terduga dari samping kiri Kokabiel muncul pedang petir dan berhasil menyerempet perut sang Da-tenshi.
'Kussoyaro, kamuflasenya benar benar mengerikan' batin Kokabiel sambil melirik perutnya yang mengeluarkan darah.
"Dia dapat menghilang kan keberadaannya dengan sempurna" gumam Rias.
Kokabiel menciptakan pedang cahaya di tangan kirinya untuk berjaga jaga.
"Majulah Panthera" bisikan halus terdengar mengalun di telinga Kokabiel.
*Roarrrr!*
Kokabiel berbalik dan tersentak saat melihat Harimau yang terbuat dari petir menuju ke arahnya. Dengan perintah batin 10 sayap Kokabiel berubah menjadi bilah bilah tajam dan melindunginya.
Harimau petir itu menggigit sayap Kokabiel, ia mencoba mengoyak ngoyaknya namun tidak mempan.
*Bblaar!*
Gelombang kejut berpusat pada tubuh Kokabiel membuat Panthera itu jatuh dan menghilang. Kokabiel menajamkan pendengaran nya, ia terus berkonsentrasi 'disana' Kokabiel berbalik dan menciptakan lingkaran sihir.
*Swushhh!* *Stabb! Stabb! stabb!*
Ratusan tombak cahaya keluar dari lingkaran sihir itu dan menghancurkan sebuah Pohon dengan mudahnya. Kokabiel menajamkan pengelihatannya ke arah kepulan asap dan matanya memicing saat tak ada apa apa disana.
*Jrash! jrash! jrash! jrashh!*
Berbagai sayatan berlabuh di tubuh Kokabiel, tidak dalam memang tapi dapat memberikan kekesalan tersendiri bagi sang Da-tenshi.
Kokabiel melemparkan tombak cahaya dengan asal bahkan ada beberapa yang mengarah ke peerage Rias namun dapat di tangkis oleh 'Knight' miliknya.
*trank! trank!*
Kokabiel menyeringai saat mengetahui letak Naruto, ia lalu menambah banyak tombak cahayanya ke asal suara.
*Trank! Trank! Trank!*
Kokabiel menyeringai senang saat tombak tombak cahaya di tangkis dan semakin kuat dugaaan bahwa Naruto ada disana.
Kokabiel mengumpulkan bola energi yang terbuat dari cahaya di tangannya, Kokabiel lalu menembakan bola cahayanya.
*Blarrr!*
Ledakan terjadi menyebabkan cekungan yang cukup dalam efek dari energi yang dilepaskan Kokabiel.
Tampak sesosok laki laki bersurai pirang berada di tengah tengah cekungan itu, tangannya mengibas ngibas mencoba menghalau debu.
"Huh gagak tua kampret" ucap Naruto sambil menciptakan sebuah busur dari petir, Naruto menarik senar busur itu dan secara magic anak panah panah pun tercipta.
[Boost]
Suara mekanik berasal dari gauntlet berwarna Merah di lengan kiri Issei "Buchou, izinkan aku membantu Naruto- senpai" ucap Issei.
Rias nampak tersentak "I-Issei, jangan gegabah!" ucap Rias nampak jelas nada kekhawatiran terselip didalam nya.
"Jangan khawatir Buchou!"
"Bagaimana mana aku tak khawatir jika kau melawan pem-"
"Aku akan menjadi pion terkuat mu, jadi aku takkan mati!"
Rias tersentak, tanpa persetujuan Issei lalu melompat ke arah Naruto yang tengah menembaki Kokabiel dengan panahnya.
[Boost] [Boost] [Boost]
Naruto melirik sekilas Issei yang ada disampingnya "Hoi Issei?" ucap Naruto sambil menembaki Kokabiel namun selalu ditangkis Da - tenshi itu.
"hm?"
"Apakah kau ada rencana?" ucap Naruto, Issei mengacungkan tangannya dengan bohlam lampu muncul diatas kepalanya.
"Tidak"
Naruto sweatdrop sejenak, setelah pulih ia lalu berucap dengan bangga "lihat nih kampret cara bertarung yang benar" ucap Naruto lalu melesatkan anah panahnya.
Kokabiel yang melihat anak panah itu tak tinggal diam, ia mengayunkan Light Sword nya untuk menangkis anak panah itu.
*Cling!*
Issei membulatkan matanya saat Naruto berubah menjadi anak panah yang menancap, tak berbeda jauh dengan Kokabiel ia tersentak saat anak panah tadi berubah menjadi Naruto dengan menenteng 2 pedang petir.
'Berpindah tempat lagi heh' batin Kokabiel, Naruto mengayunkan kedua pedang petirnya.
*trankkk!*
Dengan cepat sayap Kokabiel menjadi tameng dan menahan serangan Naruto 'kena kau kussogaki' Batin Kokabiel lalu melempar Light Swordnya.
Mata Naruto melebar saat Light Sword itu hampir menyentuh dahinya dan hendak menembusnya.
*Cling!* *Trank!*
Kokabiel terpaksa mendecih saat Light Swordnya hanya menghantam anak panah Naruto dan rupanya Naruto sudah bertukar tempat ke samping Issei dengan media anak panahnya.
"wah sugoi Naruto - Senpai!" ucap Issei dengan mata berbinar binar "sugoi dengkulmu!, kepalaku hampir tertembus Light Sword, KAMPRET" ucap Naruto kesal.
*Cipp! cipp! cipp!*
Issei terkaget saat tangan kiri Naruto mengeluarkan petir "Naruto - senpai tanganmu me-"
"COCOTMU KAMPRET!"
Naruto mengarahkan tangan yang dialiri petir itu ke arah Kokabiel dan sedetik kemudian sambaran petir dari tangan Naruto mengarah ke Kokabiel.
'Seranganmu monoton' batin Kokabiel lalu menahan sambar petir itu dengan Light Sword miliknya.
[Transfer]
Kokabiel menaikan alisnya saat mendengar suara mekanik, ia lalu menepis petir Naruto dengan mudah namun betapa kagetnya ia saat sambaran petir 5× lipat dari sebelumnya mengarah kearahnya.
*Bummmmmmm!* *Wushhhhhhh! *
Ledakan terjadi di udara dengan petir petir yang menyambar sebagai dekorasinya, peerage Rias pun memandang kagum ledakan itu.
Scene berpindah ke arah Issei dan Naruto yang masih waspada memandang ledakan itu, mereka tahu bahwa Da - tenshi sekaliber Kokabiel tak akan mati dengan mudah.
"Rasakan itu Da - btenshi sialan" ucap Issei, ia tadi telah mentransfer petir Naruto kedalam Boosted Gearnya dan menembakan 5× lebih besar.
Petir menghilang menampakan Kokabiel dengan Kondisi memprihatinkan, bajunya tersobek disana sini dan luka luka memenuhi tubuhnya namun sang Da - tenshi masih melayang dengan angkuh.
"Menarik sekali, menarik sekali anak muda!" ucap Kokabiel kegirangan
[Boost]
"Cih si Da - tenshi itu sangat tangguh" gumam Naruto 'Interval nya 1 menit' lanjut Naruto dalam hati sambil memandang Sacred Gearnya yang berbentuk jam ditangan kirinya.
Sedangkan Kokabiel nampak mengumpulkan bola cahaya 5× lebih besar dari yang pertama, Kokabiel menyeringai sinis kearah Naruto dan Issei.
[Boost]
"Issei?!" panggil Naruto, seakan tau maksud dari Naruto Issei pun menggeleng pelan membuat Naruto mengepalkan tangannya.
'Sial 38 detik' batin Naruto kesal sambil memandang jam nya yang masih berputar, Kokabiel lalu melemparkan bola cahayanya "MATILAH"
[Boost] [Boost] [Boost]
Issei mengumpulkan bola energi di lengan mekaniknya saat bola cahaya Kokabiel mendekat dan Issei hendak melepaskan Dragon Shotnya namun tangan Naruto menepuk bahunya.
Issei bingung, namun mata Naruto menunjukan keyakinan. Bola cahaya itu semakin mendekat.
"pertukaran".
*Bummmmmmmmmmmmmmmmmmm!*
"ISSEI!" Rias berteriak dengan kencang sembari meneteskan air mata, tangannya terkepal kuat .
*Swushhhhh!*
Angin yang cukup kencang menyapu daerah itu, efek dari serangan Kokabiel. Semua orang/Iblis disana mencoba bertahan dari sapuan angin tersebut.
Tak beberapa lama anginnya menghilang dan nampaklah debu debu berterbangan "uhuk uhuk, I-Issei-san" gumam Asia dengan suara bergetar.
Debu yang mengepul pun hilang meninggalkan cekungan yang amat besar sampai sebagian gedung sekolah terkena dampaknya. Di tengah tengah cekungan itu nampak Kokabiel yang tengah berlutut kelelahan. Eh tunggu! Kokabiel?, bukannya yang di tengah cekungan itu seharusnya Issei dan Naruto?.
Kokabiel lalu keluar dari Cekungan itu dengan terbang pelan.
*tap! tap! tap!*
Suara langkah kaki terdengar dan nampaklah Issei dan Naruto yang masih segar bugar "Kauu" suara Kokabiel nampak menyeramkan.
"Issei!?" Rias pun tak mampu menyembunyikan kelegaan nya "Ara~, tapi bagaimana bisa?" ujar Akeno yang sedari tadi diam.
÷Π÷
~Mini Flashback~
÷Π÷
[Boost] [Boost] [Boost]
Naruto menyerengit saat mendengar gauntlet Issei bersuara, nampak Naruto sedang berpikir keras untuk lolos dari situasi ini dan sedetik kemudian ia tersentak 'BODOHNYA AKU'.
Naruto lalu menepuk bahu Issei dan menatapnya penuh arti, seolah tau arti tatapan itu Issei pun membatalkan Dragon Shotnya. Nampak bola cahaya Kokabiel hanya berjarak 1 meter dari Naruto yang masih menepuk bahu Issei.
"Pertukaran"
*Clinggg!*
Dan sedetik kemudian Issei dan Naruto telah menghilang digantikan oleh mahluk bersayap Gagak yang nampak kaget.
*Bummmmmmmmmmmmmmmmmmm!*
Ledakan besar pun terjadi.
.
~Mini flashback Off~
.
"K-kau benar benar licik sialan" ucap Kokabiel terengah engah "aku tidak licik tapi aku cerdik hahahahaah" gumam Naruto lalu tertawa kecil.
"Yosh saat nya eksekusi, Issei lihat dan nikmatilah hehehe" ucap Naruto lalu melangkah maju.
Naruto berbisik pada jam tangan jelmaan Sacred Gearnya "Evolution".
[Evolution]
Jam Naruto bergerak ke arah telapak tangannya dan perlahan berubah bentuk, tak beberapa lama jam tangan jelmaan Sacred Gear itu telah berubah wujud menjadi 2 buah Trisula dengan gagang pendek.
"Heh rasakan manisnya Sacred Gear ku Gagak tua!" ucap Naruto lalu menyabetkan Trisula nya bergantian.
[Eraser] [Eraser]
2 buah tebasan menjalar lewat udara, Kokabiel dengan sigap menutup tubuhnya dengan sayap sayapnya.
*Trankk! trankk!*
Terdengar suara benda ditangkis setelah itu Kokabiel membuka sayapnya lagi "heh cuma itu?, serangan yang bahkan tak bisa menggores ku" ucap Kokabiel bangga tak sadar akan keadaan tubuhnya yang luka luka.
"Sou ka?!" gumam Naruto meremehkan sambil terkikik kecil.
"?!"
Semua orang/Iblis terpaksa membalakkan matanya saat 10 sayap Kokabiel hilang tersapu angin seolah olah hanyalah butiran debu.
"A-a-apa yang?,-S-sayapku!?" Kokabiel heboh sendiri "sialan, apa yang kau lakukan!" Ucap Kokabiel lalu melemparkan Light Spear.
*trankk!*
Issei menepis light spear itu dengan Boosted Gearnya "aku hanya menghapus sayapmu, [Eraser] sesuai namanya jurus ini membuat apapun yang tertebas Trisulaku akan terhapus" ucap Naruto membuat Kokabiel berkeringat dingin.
"Dan sekarang..."
[Eraser] [Eraser] [Eraser] [Eraser] [Eraser]
Selesai sudah. tangan, kaki, perut, dada, kepala, bahkan selangkangan Kokabiel pun tak luput dari tebasan mematikan itu.
Kokabiel mematung, anggota badannya perlahan lahan terurai, sangat perlahan memberikan kesan horror tersendiri bagi Kokabiel.
"K-Kau..!"
"Heh kau hanya bisa marah sambail mengatakan 'kau' berulang kali, kasihan" ucap Naruto meremehkan.
Tampak telinga kiri Kokabiel rontok dan terbawa angin, sedetik kemudian jari jari tangan kanan Kokabiel pun hilang tertiup angin.
'Aku, aku, aku'
Perut Kokabiel berlubang karna penyusunnya telah terhapus, tak lama kemudian wajah Kokabiel mulai rontok.
'Aku tak akan mati sia sia' batin Kokabiel lalu menciptakan Light Spear seukuran jarum disetiap jari kanannya, nampak Light Spear itu teraliri cairan berwarna Ungu.
Kokabiel melemparkan kelima Light Spear kecil itu tanpa disadari Naruto dan lainnya.
*Jleb! jleb! jleb! jl eb! jleb!*
Nampak 5 buah Light Spear itu menancap di leher bagian kiri seorang gadis berambut Hitam bergaya ponytail di peerage Rias.
Mata gadia itu membulat ia lalu menoleh ke lehernya namun nihil, Light Spear bercampur cairan misterius itu telah masuk ke tubuhnya.
Ia memegang leher kirinya yang terasa perih, ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Kokabiel menghiraukan perih di lehernya. Gadis itu tak tau bahwa ia mengabaikan sesuatu yang akan menjadi ancaman di masa yang akan datang.
Scene beralih ke Kokabiel, ia nampak tersenyum sinis "apa yang kau tertawakan sialan!"ucap Issei.
"Dasar Iblis bod-"
*jrashh!*
Sebuah pedang petir menancap didada Kokabiel membuatnya hilang menjadi butiran debu "waktumu sudah habis Ossan, heheheh" Naruto berucap dengan watados.
"Wah tadi itu hebat sekali Naruto-senpai!" ucap Issei lalu memukul bahu Naruto.
"BANGSAT!"
*Duagg!*
Naruto memukul kepala Issei membuat sang empu tersungkur "jangan memukul seenaknya baka" ucap Naruto sambil menendang bokong Issei yang tepar ditanah.
Nampak Peerage Rias menghampiri Naruto dan Issei "hmmm bagaimana kau melakukannya, Namikaze?, padahal aku tak merasakan aura Sacred Gear darimu?" ucap Rias mewakili peeragenya.
"Issei-san?!"ucap Asia lalu berjongkok dan menyembuhkan kepala Issei yang benjol dengan Sacred Gearnya.
"Emm, entahlah?"
"Jutsumu tadi mengerikan Naruto - senpai" ucap datar Koneko membuat atensi Naruto beralih, namun Naruto terheran saat melihat gadis berambut Hitam bergaya ponytail nampak kesakitan.
*Krak Krak krak!*
*Pyarrrrrrrrr!*
Kekkai yang dibuat oleh Sona dan peeragenya pun pecah membuat mereka terpental. Dari pusat ledakan nampak sebuah sosok dengan tubuh dibalut armor Putih dan beberapa bola berlian di tubuhnya, tak lupa juga sayap mekanik berwarna Biru semi Putih di punggung nya.
"S-Siapa kau" ucap Issei yang sudah bangkit dengan nada bergetar 'tubuhku terasa menggigil' batin Issei melanjutkan.
"Namaku Albion, Hakuryuuko!" ucap sosok itu sembari mendarat mulus "hmmm Kokabiel telah musnah, kalau begitu aku bawa saja pendeta tengil itu" ucap Hakuryuuko lalu mengampiri tubuh Freed.
"Vanishing Dragon ya"
"Emmm" Hakuryuuko mengalihkan pandangannya ke arah Naruto yang bergumam.
"Mengabaikan ku kah, Putih" gauntlet Issei berkedip kedip sambil mengeluarkan suara.
"Gauntlet nya berbicara" ucap Rias.
"Ternyata Kau masih hidup ya, Merah" kali ini kedua sayap Biru semi Putih dipunggung Hakuryuuko yang bicara.
"Sayang sekali kita bertemu di saat seperti ini, Albion" ucap Ddraig.
"Tak masalah" ucap Albion "Lagipula kita berdua sudah ditakdirkan untuk bertarung" sambung Albion.
"Sekryuitei dan Hakuryuuko berbicara" ucap Rias seolah tak percaya.
"Kalau begitu sampai jumpa, Ddraig" ucap Albion "ya, sampai jumpa juga Albion" balas Ddraig.
Hakuryuuko lalu mengepakkan sayapnya hendak pergi "oi oi, tolong sampaikan pada pemimpin gagak jelek itu untuk mengawasi kroco kroco nya" ucap Naruto.
"..." tubuh Vali berubah menjadi cahaya dan pergi tanpa menghiraukan ucapan Naruto.
"Syukurlah Rias, kalian bisa mengalahkan Kokabiel" ucap gadis berkacamata yang baru datang.
[Veil]
"Hmmm begitulah Sona..." Rias menggantungkan kalimat nya "tapi ini semua berkat Nam-..eto" Rias kebingungan saat Naruto sudah hilang
*Brukk!*
Atensi Rias teralih saat mendengar suara benda jatuh, dan benar saja. Nampak Akeno yang pingsan di rangkulan Kiba "nampaknya dia kelelahan, Yuuto bawa Akeno keruang klub lalu kau harus menemuiku secara empat mata" ucap Rias membuat Kiba sedikit bergidik dan Issei yang terkekeh.
÷Π÷
Next Day
÷Π÷
Aku mengerjapkan mata saat kesadaranku tiba tiba datang, hal itu di karena kan jam weker di nakas samping tempat tidurku.
*Kringggg!*
Weker itu berbunyi keras, ah dengan malas aku mematikan weker itu. Tangan ku masuk kecelena pendekku dan menggesek gesekan nya sebentar dan mencium wangi Kasturi :V .
Sekarang masih pukul 06.15, huh sepertinya aku tidak jatuh dari tempat tidur seperti beberapa hari yang telah lewat.
Aku bangkit dan menuju kamar mandi, aku mencuci muka di wastafel dan melihat pantulan diriku. Mataku menyapu daerah perutku yang nampak abnormal, ah sial aku harus banyak olah raga!.
Aku pun melakukan ritual ku yang tertunda, tak sampai 10 menit aku keluar dari kamar mandi dan mulai mengenakan seragam SMA Kuoh dengan tanda pengenal bertuliskan Namikaze Naruto.
Humm aku rasa sudah cukup, aku mengambil Smartphone ku di nakas dan mengantongi nya setelah itu aku keluar dari apartemen menuju SMA Kuoh.
But, aku kembali memasuki apartemen ku lagi karna aku hampir lupa sarapan dan membawa uang saku (Lagi).
Ah pagi ini aku makan ramen cup lagi, huhh coba kalau ada yang menyiapkan sarapan untukku.
Setelah masuk keseluruhan sang ramen aku lalu mengantongi uang secukupnya untuk sekolah, Kalian pasti bertanya darimana aku dapat uang? Hahahaha kalian akan tahu suatu saat nanti.
Aku keluar dari apartemenku dan menyusuri Kota Kuoh, di persimpangan aku belok kiri seperti chapter sebelumnya.
Hahh~, aku terbayang kejadian kemarin malam pasti gadis gadis Iblis itu bakal mengintrogasiku, oh aku jadi ingat Akeno - san.
Lalu apa apaan si Hakuryuuko itu datang dengan sok keren, aku saja yang mencoba datang dengan keren malah tersandung dahan pohon dan tersungkur dalam posisi nungging, Ah shit aku jadi malu sendiri.
Eh aku tersentak saat melihat seorang kakek yang berpenampilan berbeda dari orang orang lainnya, ia menggunakan baju compang camping dan duduk bersila dekat trotoar. Kakek itu juga nampak memegang botol yang berisi beberapa lembar uang.
Busett kagak salah lagi itukan kakek yang kemarin malam, errr aku jadi iba dan kasihan. Aku lalu mengambil beberapa lembar daun dan menaruh nya dibotol sang kakek dan entah mengapa kakek itu malah menghadiahiku dengan lemparan sendal membuat aku lari teribirit.
Huft huft akhirnya akhirnya aku sampai di depan sekolah ku, huftt nampaknya 2 hari terakhir aku selalu berlari kesini.
Eh itukan Rias dan anggota klub nya dan ehhhhh itukan cewe asing berambut Biru kemarin kenapa dia pakai seragam Kuoh Akademi? Atau jangan jangan? Ah tidak salah lagi!.
Dan siapa lagi itu pria berambut Silver, mereka nampak bercakap cakap dan pria berambut Silver itu berjalan ke arahku.
Aku dapat merasakan aura Naga yang menguar dari badannya, ia nampak melirik ku sekilas dan berlalu pergi.
Astaga, saat ini aku yang gantian berhadapan dengan Rias dan anggotanya.
"Bisakah kau datang ke ruang klub kami nanti?, Namikaze?" ucap Rias mewakili semuanya.
Cih sudah kuduga akan begini, mau ditolak sungkan, gak ditolak dintrogasi.
"Emm a-aku sep-"
"Fufufufu tenang saja kami akan menyambutmu dengan baik" ah shit, Akeno - san mencolek pipiku lalu merangkul ku dan apa apaan tatapan tajam si Issei itu.
"Kami tunggu waktu istirahat nanti" ucap Rias dan berlalu pergi dan diikuti anggota nya, ah gadis Iblis itu seenaknya saja.
Aku pun memasuki kelas ku dan duduk dengan nyaman, pelajaran pertama adalah Matematika huftt ini adalah pelajaran paling njlimet menurutku.
Ugh entah kenapa kesadaran ku tiba tiba hilang tersedot sesuatu yang terasa nyaman.
*Takk!*
"Ittei" siapa sih yang melemparku dengan spidol, pandanganku menyapu seluruh kelas dan aku mendapati guru Matematika ku : Anko - Sensei tengah tersenyum padaku.
Damn!
÷Π÷
Cermin Retak
÷Π÷
Huftt saat ini aku berjalan menuju gedung lama di belakang sekolah, gedung itu dipakai oleh Klub Penelitian Ilmu Ghaib. Aku mengelus pipiku yang masih terasa panas karena tamparan Anko - Sensei.
Tak beberapa lama aku sampai didepan gedung itu.
*Tok! Tok! Tok!*
"Permisi"
Tak ada respone, apakah mereka mengerjiku ah da-
*Ceklek!*
Cowo berambut pirang sama sepertiku membuka pintu, ah dia Yuuto Kiba - San
"Emmm Naruto - Senpai, silahkan masuk"
"Ha'i ha'i"
Aku lalu mengekor di belakang Kiba - San, ah didalam ternyata sangat luas banyak sekali furnitur langka disini.
Nampak dimataku Rias yang duduk dikursi khusus ketua Klub, pandanganku menyapu ruangan ini.
Ada si mesum Issei, si lugu Asia - san, lalu si loli Koneko, si erotis Akeno - san, dan errr wanita asing berambut Biru.
Kiba - san lalu duduk disamping Akeno -san "silahkan duduk, Namikaze".
Aku mendudukan diriku disamping perempuan berambut Biru dan ohh ia memiliki beberapa helai rambut yang di cat Hijau, ah dasar aneh.
"Akeno buatkan teh untuk tamu kita!" suara Rias mendengung di ruangan itu.
"Ha'i Buchou!" Akeno - san berdiri dan berjalan ke ruangan lain.
"Emm Namikaze kau nampaknya sudah mengenal semua anggota klub ku kecuali Xenovia, Xenovia perkenalkan dirimu!"
Cewe disampingku lalu berdiri "Namaku Xenovia Quarta, salam kenal" dia berucap lalu berojigi.
"Namaku Namikaze Naruto, Salam kenal heheheh" aku membalas perkenalan itu dengan sedikit cengiran.
Quarta - san lalu mendudukkan dirinya kembali kekursi, bersamaan dengan itu Akeno - san datang dan meletakkan masing masing teh dari nampan yang ia bawa.
"Silahkan dinikmati"
"Jadi apa maksud kalian mengundangku kemari?" aku berucap dengan nada seolah tidak tahu.
"Langsung saja keinti, siapa kau sebenarnya?. Ah tidak, apa kau sebenarnya?" cih dia mulai nih.
Aku lalu meminum Occha itu dan menikmati nya sejenak "siapa atau apa?" aku bergumam ambigu.
"..."
Cih mereka malah menatap ku seolah aku ini Rusa yang ada di tengah kawanan Singa. Aku kembali menyeruput Occha yang rasanya kuakui enak
"Aku hanyalah seorang murid Sma yang mendapatkan kekuatan!" ucap ku lalu meletakkan gelas ke meja.
"Oi oi jangan mempermainkan kami!" ah aku sedikit menulikan telingaku saat mendengar suara si mesum.
"Hah sudah kubilang aku ini hanya seorang manusia, bukan IBLIS seperti kalian" ah mereka nampak tersentak saat aku menekankan kata ' Iblis '.
"Sou ka, kalau begitu apakah kau mau menjadi seperti kami" ucap Rias lalu menatap mataku, ah si kusso - onna ini selalu frontal.
"Tentu saja tidak, aku masih ingin menjadi manusia normal dan..." aku sengaja menggantung kan kalimatku dan sukses membuat mereka penasaran.
"Kau tidak bisa mereinkarnasikanku karna sistem Evil Piece tidak akan bisa mereinkarnasikan seseorang yang lebih kuat dari bidak Raja" ucap ku dengan sedikit di bumbui kesombongan hehehehe.
"Jadi secara tidak langsung kau menyebut kami semua dibawahmu?" kali ini ia(Rias) nampak sedikit tersulut emosi.
"Menurutmu?..."
*Sringgggg!*
Bulu kudukku merinding seketika saat sebuah pedang berwarna biru hampir menggorok leherku, namun aku masih mencoba tenang.
Kulirikkan mataku kesebelah kiri dimana Quarta - san yang tengah berdiri sambil menghunuskan pedangnya.
"Kata - katamu sangatlah lancang!" ucap Quarta - san dengan mata melotot.
"Aku berkata jujur, dan aku tidaklah takut dengan pedang yang kau hunuskan ini" aku berucap meremehkan.
"Sombong sekali kau!" huh aku muak dengan suara si mesum, mungkin memberinya sedikit pelajaran akan lebih baik.
"Kisama..."
Quarta - san mengangkat pedangnya tinggi tinggi hendak memisahkan kepala dan leherku.
*Swushh!*
"Kejutan hahahaha!"
"!?"
"Woaaaaaaa"
Nampak mereka semua kaget saat pedang Quarta - san hampir memenggal kepala Issei, aku saat ini ada disamping Koneko karna karna aku bertukar tempat dengan Issei.
Quarta - san menarik pedangnya kembali "berani sekali kau membahayakan Issei tersayangku" Rias berucap sambil menatapku tajam, ah tersayang bangke.
*Sringgg!*
Ow shittt, kali ini aku merasakan pedang yang dihunuskan seseorang dari belakang "sopanlah sedikit Naruto - Senpai!" ah suara ini...Kiba - san.
Dan apalagi ini, Koneko mengepalkan tangannya tepat didepan wajahku "bisakah kita bicara kan ini secara damai, Namikaze?" Rias kembali berucap, huh damai gundul mu!.
[Boost]
Wtf, bahkan si mesum itu mengeluarkan Sacred Gearnya "baiklah kalau begitu" aku berucap sambil menutup mata.
Aku membuka mataku namun saat ini aku sudah ada di bawah pohon besar disamping ruangan klub Rias, kenapa aku bisa disini? Hehehe tebak sendiri.
÷Π÷
Klub Penelitian Ilmu Ghaib
÷Π÷
Nampak semua orang di klub itu terkaget saat sosok Naruto berubah menjadi seseorang siswa berkacamata.
"M- Motohama!" Issei bersuara syok, terlihat Motohama yang sudah berkeringat dingin, hal itu karna tiba tiba ia berpindah dari bawah pohon ke ruangan klub ini dan parahnya lagi ia dusuguhi pedang yang menghunus lehernya.
*critt! Critt!*
Nampak air bercucuran dari celana Motohama, ah IYKWIM. Motohama pun pingsan di tempat.
÷Π÷
Change Scene
÷Π÷
Di sebuah tempat yang nampak megah berjejer beberapa orang, satu diantara mereka duduk disebuah singgasana.
" Tezcatlipoca" orang yang ada disinggasana itu berucap, ia memiliki ciri ciri wajah bersisik macam Ular, mahkota dari bulu bulu Elang dan sayap yang besar berbentuk seperti sayap Elang.
"Baktiku padamu bapa" ucap sesorang dengan zirah berwarna Merah menyelubungi tubuhnya, ia berpose ala ksatria pada seseorang yang ada di singgasana itu.
" Tezcatlipoca aku perintahkan kau untuk mencari dan membinasakan mahluk yang telah membunuh Huitzilopochtli, karna kau yang bisa aku andalkan.
"Baiklah bapa" ucap Tezcatlipoca lalu berubah menjadi kabut asap tipis dan menghilang.
Keheningan pun melanda ruangan itu "Ometecuhtli , hubungi mitologi Norse, aku mempunyai firasat buruk tentang ini" ucap orang yang ada disinggasana itu.
"Baiklah bapa!"
÷Π÷
Aku menghela nafas, kali ini adalah jam pelajaran terakhir yaitu : Bahasa Inggris.
Huh, saat masuk kelas tadi Rias dan Akeno - san memandangku dengan tatapan tajam, ah aku seperti akan dimakan Iblis saja.
"Kerjakan halaman 46, no 1 sampai 25 dan kumpulkan besok" atensiku beralih ke guru cantik bermata Rubby dia adalah Kurenai - Sensei.
Hmm aku tak terlalu menyukai bahasa Inggris, tapi jika sensei nya se cantik itu? Apa boleh buat hehehehehe.
*Ting! Tong! Ting! Tong!*
Homina Homina Homina puja kerang ajaib, akhirnya bel pulang berbunyi.
Aku mengemasi buku dan alat tulisku, setelah mengucapkan salam pada Kurenai - sensei kami semua pun keluar kelas.
Na na na na, aku ingin cepat sampai dirumah. Oh apa apaan ini? Rias dan anggota klubnya berdiri didepan gerbang Kuoh Academy.
"Namikaze, bisakah kita bicarakan hal yang tadi secara baik baik?" Rias berucap padaku.
"Dragon Eraser" aku bergumam lalu munculah bola mekanik berwarna Merah kehitam Hitaman muncul dan segera ku genggam dengan tangan kiriku.
Rias dan anggota klubnya nampak tersentak, ia pun berucap "kau tak akan membuat kegaduhan di tempat ramai seperti ini kan?".
"..."
*Cekrekk!*
Aku meremas bola mekanik tadi dan berubah menjadi jam tangan Hitam pekat membuat mereka semakin bersiaga.
[Veil]
Tubuhku pun perlahan menjadi transparan, mereka nampak kebingungan padahal aku masih ada didepan mereka hehehehe.
Mengerjai mereka sekali kali nampaknya menyenangkan, aku berjalan mendekati Rias dan aku mengangkat rok nya hehehehehe.
Rias nampak kaget dan dengan cepat menutup roknya, ia lalu mencoba memukulku dengan tangan yang dilapisi Demonic Power.
Aku bertukar tempat dengan Issei dan membuat nya tersungkur "Issei - san" huh Asia - san berlari ke arah Issei.
*Brukk!*
Aku menjegal nya dan membuat Asia - san jatuh dalam posisi nungging hehehehe.
Nampak anggota Klub Rias memukul mukul udara, heh aku disini kampret hehehhehe. Aku berjalan ke arah Akeno - san, wih oppai nya menggoda.
"Ahhhh~"
Aku meremas oppai Akeno - san lalu dengan cepat mengelak dari tebasan pedang Kiba - san. Aku berlari meninggalkan anggota klub Rias yang masih memukul mukul udara.
÷Π÷
Normal Pov
÷Π÷
Naruto berjalan dengan tenang meninggalkan Kuoh Academy dan sesekali terkikik geli 'hahahaha cd Putih dan Hitam, oppai yang lembut hahahahaha' Naruto membatin nista.
"Eh kok ada kabut padahal tadi kan cerah, lagipula ini masih jam 2 siang" ucap Naruto kaget saat melihat kabut yang muncul tiba tiba.
"Kemiripan 50 % ucap Sosok yang melayang di balik kabut, sosok itu mengenakan zirah Merah.
Naruto terus berjalan dan tanpa ia sadari ia berpapasan dengan seseorang berjubah Hitam dengan mata Ungu di salah satu bola mata.
"Kordinat terkunci" ucap Sosok berzirah Merah itu sambil mengarahkan tangannya ke Naruto.
[Transfer]
Sosok itu menembakan cahaya pada Naruto namun...
Cahaya itu malah mengenai sosok berjubah yang tepat dibelakang Naruto.
"Kusso, salah sasaran" ucap sosok itu dan membuatnya tertransfer dengan orang yang salah.
*Clingg!*
Cahaya pun menyelimuti sosok berzirah itu dan sosok berjubah dibelakang Naruto, sedetik kemudian kedua sosok itu hilang.
"Are?" Naruto merasa bahwa tadi ada orang dibelakangnya dan apa apaan ini? Kabutnya hilang dengan cepat.
÷Π÷
Unknown Place
÷Π÷
Disebuah gurun pasir yang nampak sangat luas terdapat 2 sosok berbeda, sosok berarmor Merah nampak melayang 100 meter diudara sedangkan sosok lainnya berpijak di pasir.
"Kau, bagaimana mungkin kau? Padahal aku tak merasakan hawa keberadaan mu, dan bagaimana kau bisa kesini?". Ucap sosok berzirah itu bertubi tubi.
"Kau lah yang mentransfer ku Tezcatlipoca - Sama, aku berdiri dibelakang targetmu".
"Begitu ya,,, tapi ini sangat kebetulan sekali!" ucap sosok berzirah merah itu A.K.A Dewa Tezcatlipoca.
"Jadi anda kemari atas perintah Quetzalcoatl - sama kah?" ucap sosok berjubah itu.
"Ya! Aku diperintah untuk memusnahkan mu karna telah membunuh salah satu Dewa dari mitologi kami, Dewa Huitzilopochtli!".
"Lalu apakah itu bermasalah" ucap sosok berjubah datar "tentu saja itu bermasalah, lalu apa tujuan mu membunuh Dewa?" ucap Dewa Tezcatlipoca.
"Aku hanya ingin membunuh Tuhan - Tuhan 'kecil' yang bertebaran" ucap sosok itu.
"Kalau begitu takkan ku biarkan kau membunuh Tuhan lainnya!" ucap Dewa Tezcatlipoca.
"Hahahahah tapi nampaknya Jutsru Tuhan yang dihadapanku lah yang akan terbunuh" ucap sosok itu sinis.
" begitu ya,,,, datanglah air suci Neraka!" ucap Dewa Tezcatlipoca lalu memancarkan God Power ke langit.
*Tik! Tik! Tik!*
Beberapa rintik hujan mengenai sosok berjubah, dan secara mengejutkan jubahnya bolong dan mengeluarkan asap.
"Hujan asam kah?"
Secara tiba tiba dari dalam pasir muncul tulang belulang yang dengan cepat membungkus sosok itu dengan armor tulang.
"Heh, menggunakan armor ya, JATUHKAN!" ucap Dewa Tezcatlipoca dan hujan itu pun bertambah deras membuat beberapa bagian armor sosok berjubah itu melempuh namun dapat kembali seperti semula.
"Kemarilah meteor penghakiman!" Dewa Tezcatlipoca kembali menembakan God Power ke langit dan sedetik kemudian ribuan meteor berukuran 30 meter muncul di langit.
"Pantas saja kau dijuluki Dewa sihir Aztec, nampaknya kau lebih tangguh dari Huitzilopochtli - sama!" ucap sosok yang sekarang tengah memakai armor itu.
"Sebelum aku melumatmu, aku harus tau namamu!" ucap Dewa Tezcatlipoca.
"Menma, namaku Menma. Tapi nampaknya kaulah yang akan terlumat Tuhan 'kecil'" ucap sosok berarmor.
"Hancurkan dia, Meteor Meteor surga!" ucap Dewa Tezcatlipoca dan kecepatan ribuan meteor itupun bertambah 2 kali lipat.
"Nampaknya aku bisa 'sedikit' bermain denganmu Tezcatlipoca - sama, datanglah pengawalku!" ucap Sosok berzirah itu.
*Duarrrrrrr!*
Secara tiba tiba muncul ribuan raksasa Skleton berukuran 45 meter dari dalam pasir.
"Ayo mulai memukul bola!"
÷Π÷
T.B C
÷Π÷
Daftar Dewa Aztec yang muncul:
Dewa Huitzilopochtli : adalah Dewa perang dan Dewa Matahari mitologi suku Aztec.
Dewa Tezcatlipoca : adalah Dewa sihir suku Aztec, dialah yang melindungi Raja Raja suku Aztec.
Dewa Quetzalcoatl : adalah Dewa tertinggi dari suku Aztec, dialah Dewa yang paling bijaksana.
Dewa Ometecuhtli : adalah Dewa yang mengurusi diplomasi dengan mitologi lain.
÷Π÷
Nb:
Dikutip dari berbagai sumber dan ditambahkan sesuai kebutuhan fanfic
÷Π÷
Kemampuan Sacred Gear Naruto Dragon Eraser
Veil : kemampuan dimana keberadaan pengguna akan terhapus dan bertahan selama beberapa menit, kemampuan ini juga memerlukan Interval waktu. Dapat dideteksi dengan senjutsu para Yokai.
Eraser: sesuai namanya, hasil dari jutsu ini akan menghapuskan semua yang dilaluinya hampir sama seperti Power of Destruction clan Bael namun lebih halus dan berbahaya
÷Π÷
Balasan Review:
Guest: setelah ini pasti rapat tiga fraksi,xenovia jadi iblis,rias ngajak naruto gabung jadi iblis,dah bisa ditebak fanfik seperti ini
Author : Err maafkan otak ane yang dangkal, sehingga membuat idenya mainstream.
Satu kata: Anjay
Author : Njirrr
guest : 1 yen itu 100 - 120 rupiah
Author : perak kah ribu?
Ok sekian dan ane balas.
÷Π÷
Ok see you in the next chapter
.
.
.
.
.
Bengkayang, Rabu, 02 Agustus 2017.
.
.
.
.
.
Tsubaki matsuda
Log out
