Title : Undisclosed Desires.

Author : Red Army28

Genre : -

Rating : M

Disclaimer : Ane Cuma meminjam karakter dari Naruto dan High School DxD, karena karakter ini milik pencipta mereka.

Desiran angin yang sangat sejuk berhembus pelan diantaran dedaunan pohon dan bunga, terik matahari yang cukup redup membuat suasana yang nyaman bagi mahluk hidup yang ada ditempat ini. Seorang yang sedang mengnakan topi polos berwarna hitam kini terduduk nyaman dengan sebuah buku kecil ditangannya, tak ada yang tahu buku apa yang orang itu baca hanya cover polos yang melingkupi buku itu, tak lama kemudian orang yang membaca buku itu memandang lurus kedapan lalu tak lama kemudian dia memandang kearah langit, matanya terpenjam dan seolah berpikir keras bahkan kini dia tak lagi fokus membaca lagi. Semua beban pikiran ini berwal dari mimpi yang datang untuk kedua kalinya dan bertemu dengan mahluk yang sama.

Flasback On

Naruto Pov.

"Hey, Naruto-san..."

Sebuah suara mengagetkanku dan dengan perlahan aku membuka kedua kelopak mataku. Hal pertama yang kulihat adalah seorang bersurai emas sedang tersnyum manis kepadaku, lagi-lagi wajahku memanas melihat mahluk yang barusan memanggilku. Tidak membuang waktu lagi aku langsung terduduk untuk merubah posisi meringkukku.

Naruto Pov end.

"kau lagi..siapa kau sebenaranya? Dan dari mana kau tahu namaku." Tanya Naruto yang kini sudah berdiri untuk menyamakan posisinya dengan mahluk yang tadi memanggilnya.

"kau sepertinya tidak suka dengan kehadiranku, Naruto-san.."wanita itu tersenyum manis kearah Naruto walalupun dalam kalimatnya terdapat nada menyindir.

"tidak, bukan itu maksudku hanya saja ini sudah keempat kalinya kau datang ke mimpiku dan dipertemuan itu kau banyak mengerjaiku dan menakuitku.." Naruto hanya mendengus kesal dalam pencucapannya.

"hahaha..kau sangat lucu Naruto-san..."

"lagi-lagi kau tidak menjawabku dan mengalihkan pembicaraan kita..."Naruto sedikit frusatasi dengan mahluk yang bisa Naruto prediksi sebagai malaikat karena di punggung mahluk itu terdapat sayap merpati.

"aku tidak punya waktu banyak saat ini Naruto-san,...aku hanya memiliki satu permohonan kepadamu, ya walaupun aku baru empat kali bertemu denganmu tapi untuk kali ini aku ingin meminta bantuanmu.."

Naruto langsung memandang mahluk didepannya dengan heran dan dahi yang sedikit berkerut. Naruto tidak pernah tahu apa yang bisa dia bantu kepada mahluk didepannya, tapi ketahuilah Naruto hanya manusia biasa yang tidak memiliki kelebihan apapun.

"kau tahu adikku? Dia adalah seorang malaikat jatuh yang pernah kau rawat di rumahmu. Dia jatuh karena diriku...sungguh aku bukanlah kakak yang baik.."

Naruto tak bisa berkata apapun saat ia melihat sebuah air mata yang sedikit muncul dipelupuk mata mahluk yang ada didepannya. Lalu tak lama kemudian Naruto menganggukan kepalanya, karena Naruto mengerti siapa orang yang mahluk itu maksud.

"Raynare sesungguhnya adalah mahluk yang penuh kasih sayang, namun..."

Naruto masih setia mendengar apa yang mahluk itu katakan. Dan Naruuto mulai tahu jika Ryanre yang menumpang di rumahnya adalah salah satu dari jenis mahluk yang sama dengan wanita di depan Naruto.

"namun dia sekarang sangat berbeda dengan yang dulu. Dia yang sekarang seperti tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dia seperti orang yang kebingunagan tidak tahu jalan apa yang ingin dia ambil. Kukira dengan menitipkan dia apada Azazel akan bisa membuat perasaanku sedikit tenang, namun perasaanku salah. Malikat mesum itu tidak becus kerjaan dia hanya pergi memancing dan melalaikan pesanku..huh.."

Sungguh Naruto ingin sekali memasukkan mahluk itu kedalam karung dan menyimpannya didalam rumah, ekspresi kesal dan mengembungkan kedua pipinya menambah kesan imut di penghlihtan Naruto.

"terus.."
"euhm...aku ingin meminta tolong padamu untuk membuat Raynare jadi malaikat lagi seperti dulu..."

'Eh'

"EH...apa maksudmu, bagaimana bisa aku kan.."

"kau pasti bisa Naruto-san, karena aku percaya padamu...waktuku tidak banyak, aku titipkan Raynare untukmu...sampai jumpa.."

Flasback off

Bel masuk sudah terdengar membut Naruto yang menutup matanya langsung tersadar dan bergegas masuk kedalam kelasnya. Sayup-sayup Naruto mendengar sebuah gerutuan dari dua orang laki-laki yang tidak asing baginya dan tidak jauh dari kamar mandi siswa, dengan sebuah seringai Naruto langsung mengubah arah langkah kakinya untuk menuju ke kamar mandi siswa.

"kau yang bodoh Issei!, kenapa kau bersembunyi ketempatku bukan di tempat lain..." gerutu Sirzech dengan memegang kain pel dan menggosok-gosokan pada lanti kamar mandi.

"Cih, kau kan berteman kecil dengan Kaichou. Seharusnya kau bisa memberi alasan untuk tidak memberitahukan jika aku ada disana bersamamu...dasar, kenapa aku bisa mempunyai king bodoh sepertimu, seharusnya aku direingkaranasi oleh Kaichou bukan olehmu..."

"APA MAKSUDMU HAH, kau nganjakin berantem..."

"itu yang kutunggu..."

"wow..wow..best couple terbaik tahun ini sedang marahan...apa yang terjadi..?"

Issei dan Sirzech langung menglihkan wajah mereka secara bersamaan dan mendapati salah satu sahabatnya berdiri dengan ekspresi mengejeknya.

"wow coba lihat, wajah kalian sama-sama memerahnya. Apa itu sebuah kebenaran, tak kusangka jika kalian selama ini menjomblo karena kalian memang sudah menjadi sepasang kekasih. Jadi siapa yang disini seme dan ukenya.."

"Grerhhhh...ayo kita hajaar dia Issei.."

"Ayoooo!.."

Sebelum Issei dan Sirzech mencapai tempat Naruto berada, dengan sigap Naruto menutup pintu yang ada disampingnya alhasil Sirzech dan Issei mencium daun pintu.

JDUAGHH...

JDUAGHH...

"Kuning Brengseeek..."

"mati kau sana..."

Naruto langsung lari menuju kelasnya dan tidak menghiraukan umpatan dari dua sahabatnya itu. Kegiatan mennggoda dua sahabatnya yang sama-sama tempramen adalah sebuh kesenangan tersendiri. Naruto, Sirzech dan Issei adalah trio aneh yang ada di sekolah ini, Naruto orang yang cukup pendiam dan tak banyak bicara namun memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup rendah, lalu selanjutnya adalah Sirzech. orang yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup tinggi dan hal inilah yang membuat dia tidak mempunyai pacar sama sekali karena mereka takut dengan sifat Sirzech yang selalu kelewatan itu dan selanjutnya adalah Isse seorang yang memiliki sifat kemesuman sangat tinggi walaupun dapat disembunyikan dengan rapi namun hal itu tidak dapat berlaku kepada orang-orang yang jeli terhadap gelagat Issei sendiri, salah satunya adalah sang ketua Osis yang sangat disegani di sekolah ini dan hasilnya Issei bisa dihukum ditempat ini bersama Sirzech yang tidak tahu apa-apa.

.

.

"Tadaima.."

Sebuah suara yang cukup pelan mengalun di dalam rumah yang terlihat kosong itu. Mata Naruto dia arahkan kemana-mana dan tak lama kemudian Naruto menghela nafas sesaat. Naruto berjalan kearah dapur atu lebih tepatnya kearah kulkas kecil yang berada disana, beruntung Naruto saat ini mendapat libur dari pekerjaanya sehingga dia bisa bersantai dirumahnya. Naruto membuka lemari es itu dan mengambil dua kaleng nescafe yang dia beli kemarin setelah itu dia langsung beranjak kerunag tengah.

"kau masih tidak beranjak dari tempat itu mulai dari kemarin.. apa kau tidak lapar"

"apa pedulimu..."sesosok itu masih mencengkram kedua bahunya dan tidak menolehkan kepalanya kearah Naruto.

"kau benar, aku memang tidak peduli padamu..." Naruto berujar tak kalah dingin.

"kau tahu, aku kemarin bertemu dengan wanita yang sangat cantik...dia sangat mengkhawatirkan kondisi adiknya yang saat ini jauh dari dirinya.." Lanjut Naruto.

Raynare masih diam dan acuh dengan ucapan Naruto, walaupun di dalam lubuk hatinya dia cukup penasaran dengan ucapan Naruto.

"dia menyesali apa yang terjadi dengan adiknya dan dia berharap adiknya bisa kembali seperti semula dan jika dia tiak berubah maka kakak dari wanita itu akan kecewa untuk selama-lamanya dan merasa menjadi orang yang gagal.."

'Onee-chan, bagaiaman kabarmu'

Rasa dingin menyerang pipi Raynare saat ini dan ketika dia mendongak dia mendapati sebuh kaleng minuman yang menempel dipipinya.

"minumlah.."

Raynare tak menjawab apapun dan di menerima kaleng minuman Naruto dan meminumnya sedikit. Tak lama kemudian kalengan minuman itu sudah habis dan Rynare membungnya kesembarang tempat. Naruto yang melihat itu cukup geram karena rumahnya serasa menjadi tempat sampah.

"Ehemm..." Naruto sedikit berdehem untuk sekedar mendapat perhatian dari orang yang ada didepannya.

"apa..!?"

"ayo kita bersih-bersih.."

"apa maksudmu, kau ane-...Hey! apa yang kau lakukan kuning! turunkan aku..hey..hey.." Raynare terlihat meronta-ronta ketika Naruto menggendongnya dengan paksa dan mengangkatnya seperti karung. Naruto tak peduli walaupun orang yang ada didepannya memukul-mukuli punggungya, saat sampai didepannya bak mandi Naruto langsung menutup matanya dan menyeburkan Raynare dengan cepat.

"cepat mandi..!"

"Hwaaa...dingin, apa maksudmu hah? Kau ingin mati.." Raynare sudah memegang sebuah tombak cahaya dan siap untuk menusuk Naruto, namun seketika hal itu hilang ketika melihat Naruto menutup matanya dan membawa sesuatu yang bisa Raynare artikan sebagai perlengkapan mandi.

Dalam benak Raynare saat ini bertanya-tanya tentang maksud dari pemuda yang ada didepannya, kenapa pemuda itu begitu baik padanya bahkan Raynare ingat kalau dia selalu hampir membunuh pemuda itu namun kenapa pemuda itu tidak sekalipun ada perasaan benci kepadanya walaupun Naruto setiap hari mengucapkan kata-kata yang cukup pedas,cuek dan terkesan datar namun dia tak pernah sekalipun menunjukkan perasaan benci kepadanya. Dia begitu baik untuk mahluk yang kotor sepertinya, seharusnya Naruto bisa mendapatkan kehidupan yang layak tanpa dia disisinya dan dari sini Raynare membulatkan tekadnya untuk tidak akan lagi menganggu kehidupan pemuda itu dan merepotkannya. Setelah semua ini selelsai Ryanre akan kabur secara diam-diam tapi sebelum itu dia akan berterima kasih terlebih dulu kepada pemuda yang sudah mau menampungnya selama seminggu ini.

"ambil ini...aku tunggu kau diluar jangan lama-lama, kita harus menghemat istrik dan air..!" Balas Naruto dan langsung keluar dari kamar mandi.

Raynare masih diam dengan keadaanya namun setelah itu dia bergegas mandi dan tak mau di omeli Naruto lagi.

.

.

Raynare kini sudah keluar dari kamar mandi dia mengenakan sebuah handuk putih untuk menutupi tubuhnya, rambutnya yang basah dan wajah khas orang kedinginan membuat siapa saja yang melihatnya akan memerah wajahnya.

"kau bisa memakai pakaian yang ada dikamarmu, yah walaupun itu pakain bekas yang aku belikan didekat pasar namun itu masih bagus..." Ujar Naruto sambil membaca bukunya tanpa melihat Raynare.

"hai.."

Setelah sepuluh menit telah berlalu akhirnya keluarlah Raynare dari kamarnya dengan menggunakan pakaian yang Naruto kenakan, Naruto yang melihat dari posisinya cukup menatap puas dengan apa yang dia pilihkan ternyata tidak sia-sia. Kini raynare memakai baju putih berlengan biru panjang dan memaki rok putih terusan hingga kebawa lutut lalu sebuh pita putih yang bertengger manis diatas rambutnya menambah kesan cantik bagi yang melihatnya.

"bagiamana..?"

"hmm...tidak terlalu buruk untuk mahluk tukang marah sepertimu..." balas Naruto.

Raynare yang mendengar itu Cuma bisa mendesah kecil. Dan setelah itu ia melihat kearah Naruto dan mendapati jika Naruto juga mengganti pakainnya dengan pakaian yang tidak biasanya ia kenakan.

"ayo kita berangkat.."

"Eh, mau kemana...?"

"sudah ikut saja..."

Lama sudah mereka berjalan dengan langkah pelan menyusuri kota Kuoh dimalam hari yang cukup ramai. Banyak penjual yang menajajakan dagangannya kerarah Naruto namun dia tolak halus mau bagaimanapun dia tak punya uang lebih untuk hal tersebut. Raynare yang ada disamping Naruto menatap sekeliling suasana kota itu untuk memperhatikan setiap kegiatan manusia yang ada.

"kau menikmatinya Raynare...?" tanya Naruto.

"tidak...ini membosankan...dan kau kenapa memakai topi bukankah sekarang sudah malam?"

Naruto hanya menganggukan kepalanya sesaat, walaupun dia tahu Raynare sedikit berbohong saat ini. "oke, dan untuk topi ini aku memang suka memakai topi..." balas Naruto untuk mendahului Raynare dan masuk ke sebuah kedai ramen.

Raynare yang melihat itupun juga mengikuti arah Naruto yang telah mendahuluinya masuk kedalam kedai. Namun saat Raynare akan duduk disamping Naruto tiba-tiba saja seorang perempuan berambut drak blue yang diikita pony tail mendahuluinya dan duduk disamping Naruto. Mau tak mau Raynare mengambil jatah tempat duduk yang kosong disamping wanita itu.

Naruto yang merasa ada tiga orang yang familiar duduk disampingnya langsung menolehkan kepalanya kearah kanan dan kirinya.

"Akeno, Kaichou dan Tsubaki...sedang apa kalian disini..?" tanya Naruto saat dia mengetahui siapa orang yang duduk dikanan dan kirinya.

"kami yang seharusnya tanya seperti itu, Naruto-kun..?" Balas Akeno dengan bersigap dada dan melirik wanita yang ada disampingnya.

"bukankah sesutu yang janggal ketika mahluk tuhan yang sudah jatuh kini berjalan bersama-sama dan bahkan makan disebuah kedai deangan seorang manusia. Bukankah hal itu cukup aneh atau memang mahluk itu memiliki tujuannya sendiri.." kini Sona berujar sesuatu yang entah kenapa Naruto sedikt bingung untuk mengerti.

Raynare pertama kaget dan memaklumi jika ada pelanggan ada yang duduk disamping Naruto, namun ketika dia mendengar jika dua pelanggan itu spertinya mengenal Naruto dengan akrab dan terbukti dengan panggilan akrab yang mereka tunjukkan. Namun bukan hal itu yang membuat Raynare sedikit meremas ujung roknya tapi karena dia mendapat sebuah kalimat sindiran dari dua orang itu yang bisa Raynare asumsikan sebagai seorang iblis yang notabennya musuh dari malaikat jatuh. Apa benar dia tidak bisa mendapat secerca kebahagiaan walaupun itu sedikit, tanpa terasa bahu dari Raynare sedikit bergetar.

"apa maksud kalian, Akeno-san..Kaichou...? beruntung kalian ada disini, aku tadi sedang bersama temanku. Hey Raynare perkenalkan namamu pada mereka..." ujar Naruto sambil memandang Raynare yang sedang menunduk dan sedikit meremas kain roknya.

"Ahh iya, perkenalkan namaku Raynare..." Uajar Raynare dengan sedikit tawa palsunya dan menyodorkan tanggannya kepada Akeno.

"Akeno..."

"Sona.."

"Tsubaki.."

"hey kenapa kalian hanya memberikan nama panggilan kalian..."

"buat apa kami memberitahukan nama asli kami, untuk mahluk sepertinya..dia adalah perwujudah dari kegagalan tuhan untuk mencip-.." Sona tidak bisa melanjutkan kalimatnya ketika Raynare langsung berdiri. Raynare sedikit menundukkan kepalanya dan mengepalkan kedu tangannya.

"terimakasih untuk semuanya Naruto-san..aku akan pergi, dan jangan pernah datang kepadaku dengan dalih untuk membantuku. Disini kau sudah memiliki kehidupan yang nayaman dan jangan pernah merusak hal itu..!"

"apa maksudhmu Raynare, hey tunggu!"

"ada apa dengan kalian, kenapa kalian sepertinya tidak menyukai kehadiran Raynare..." Naruto berhenti sejenak dan berujar kepada teman-temannya yanga ada dibelakangnya. Setelah itu Naruto langsung berlari keluar dan menembus hujan yang cukup deras yang saat ini mendera kota Kuoh.

Kedua gadis Cuma bisa menunduk tanpa berani melihat kepergian Naruto, bukan salah mereka untuk menyudutkan terus malaikat jatuh itu hanya saja mereka tidak ingin orang yang spesial bagi mereka tersakiti atau paling buruk dicelakai olahe mahluk yang selama ini menjadi musuh kaum mereka.

TBC.

Oke, ane nyermpetin up di tengah kesibukan. Oke semoga terhibur...:D. Entah kenapa kok mirip sinetron gini ya hahaha

Terima kasih buat.

Dark Fine, Neko no Kitsune, The Kids No Oppai, Kuro XI V IX, Paijo Payah, Andri203, Orregion, Gufanuha, date Uzumaki Ryumune Otsutsuki, seneal, Inay-kun, Deni Tria, Laffayete, Yellow Flash 115, .980, guest, Bayu, Hohohihi, narurien, , sandal784, B37G4R.