Disclaimer: Pak Masashi Kishimoto Sensei.

Warning: OOC, BL.

By: Uchi Chan.


Pein dan Itachi pun memasuki sebuah toko buku, mata Pein udah mulai bersinar-sinar kayak lampu mercusuar sementara Itachi cuma menghela nafas.

"Ku pikir kau homo, ternyata kau normal." ucap Itachi.

"Ah, tidak kok honey-ku bagiku dirimu adalah segalanya." Pein mulai gumbal tapi, tetep aja mata Pein masih belum kedip gara-gara ngeliatin cover buku-buku porno di depannya.

"Tuan Pein! Aku sangat merindukan dirimu~!" tereak seorang cowok yang tiba-tiba berlari kearah Pein.

GEDEBUUK.

Dalam hitungan detik, Pein udah terkapar di lantai sementara cowok yang teriak-teriak tadi juga ikut terjatuh di atas Pein karena menubrukkan dirinya sendiri.

Itachi langsung nutup kedua matanya pakek tangan 'Sungguh pemandangan yang tidak mengenakkan.' batin Itachi.

"Minggir loh!" bentak Pein. Dia langsung nyingkirin tubuh seorang cowok yang ada di atasnya.

"Ah… Jahat sekali~~~" desah cowok tadi.

Yah, seorang cowok yang punya rambut silver, seorang cowok yang punya bola mata violet, dan seorang cowok yang selalu mengenakan kaos singlet, kedua lengannya terlihat begitu putih dan mulus.

DUUUAAAAK

*Author langsung digampar sabit tak dikenal*

Dialah Hidan, cowok itu terlempar sejauh 5 km karena didorong oleh Pein (Lebay banget).

"Si… siapa ka… kau?" tanya Pein tergagap-gagap. Air keringatnya mulai mengucur dan tubuhnya gemetaran (kayak bis liat pocong aja).

"Masa' tuan Pein sudah melupakan ku~~~?" tanya Hidan genit.

Itachi cuma bengong 'nih apa-apaan sih?' batinnya.

"A… aku ti… ti… tidak mengenalmu tauk!" bentak Pein.

Dia langsung jalan kearah Itachi dan bermaksud membawanya pergi dari tempat terkutuk itu.

"Tuan Pein!" sekarang terdengar suara lagi, suara yang melambangkan keganasan. Monster uang yang selalu berkeliaran di dunia naruto shippuden, dialah… Kakuzu…

CTAAAR… CTAAAR…

(Bunyi gelegar petir pun terdengar).

"Tuan Pein!" teriaknya lagi.

"Oh, Kakuzu!" Pein ikut teriak. Dia langsung balik lagi dan menghampiri Kakuzu "Ada 'kan?" tanyanya kemudian.

"Tentu saja ada." jawab Kakuzu semangat.

"Honey-ku tunggu aku bentar, ya." kata Pein pada Itachi. Setelah itu, Pein pun pergi bersama Kakuzu.

"Honey? Kau itu siapanya tuan Pein?" tanya Hidan sewot.

"Kenapa memangnya?" Itachi balik nanya.

"Tuan Pein itu milikku tauk!" bentak Hidan "Kenapa bisa-bisanya dia manggil kamu pake sebutan 'honey' yang artinya sayang." tambahnya.

"Heh, dasar homo." kata Itachi nada meremehkan Hidan. Padahal dia sendiri juga homo. *Author di gampar Itachi original*

"Pokoknya aku gak terima! Itachi Uchiha, detik ini aku menantangmu untuk memperebutkan hati tuan Pein." tantang Hidan.

"Heh, itu hal konyol." balas Itachi tak peduli.

"Jadi kau takut, ya?" kata Hidan "Ternyata kau tidak ada apa-apanya." lanjutnya.

"Apa! Siapa yang takut!" bentak Itachi kesal "Okey, aku terima tantanganmu."

"Baiklah jika tuan Pein datang kemari, maka pertandingan dimulai." jelas Hidan.

"Baik." balas Itachi.

Maka mereka berdua telah diresmikan sebagai tunangan, maksud author sebagai rival. Siapakah yang dapat merebut hati Pein? Apakah Itachi Uchiha ataukah Hidan?

Ikuti kuis ini!

Caranya ketik REG(spasi)homo(spasi)nama pasangan kirim ke 4030. Kalo angkanya dibolak-balik akan tercipta kata 'homo'.

Pemenag akan mendapatkan sabitan gratis dari Hidan dan amaterasu, tsukuyomi, plus susano'o dari Itachi (ps:orang normal jangan ikuti kuis ini!).

"Hah... enak sekali orang yang bernama Pein itu, dia diperebutkan oleh dua orang sekaligus. sedangkan aku bahkan gak laku." bisik seorang cowok yang lagi baca buku porno di pojok toko "Kalau menurutku, yang jelas menang pastilah si Itachi Uchiha karena dia di panggil honey oleh Pein." tambahnya.

Setelah beberapa saat, cowok tadi sadar akan sesuatu hal "Tunggu bentar, Itachi Uchiha 'kan kakaknya Sasuke?" kata Gaara kaget "Jangan-jangan..." Gaara pun memberanikan diri untuk mengintip dari kejauhan.

"Hah? Rupanya benar, dia memang kakaknya Sasuke! Ba... Bagaimana ini?" tanya Gaara bingung "A...Aku mesti intai." pikir Gaara.

Setelah beberapa menit kencan dengan Kakuzu, Pein pun kembali dengan wajah bersinar. Di belakangnya terlihat Kakuzu yang juga bersinar tapi, bukan wajah melainkan matanya yang bersinar semakin ijo.

"Honey-ku, aku kembali." kata Pein yang datang menghampiri Itachi.

Itachi cuma memalingkan muka 'Nih orang pasti baru dapat buku porno.' batin Itachi.

"Tuan Pein~!" teriak Hidan lebay. Dia langsung mendekati Pein untuk mendapatkan perhatian dari Pein.

"Honey-ku, ayo kita ke kolam renang." ajak Pein tanpa menghiraukan Hidan.

"Terserah." ucap Itachi gak peduli.

"Lho? Tunggu, aku juga mau ikut!" teriak Hidan tiba-tiba.

"Hoi, kau mau pergi kemana? Kau 'kan masih harus kerja di tokoku ini!" bentak Kakuzu menjewer telinga Hidan.

"Ta... tapi, tuan Pein..." kata Hidan memelas.

Akhirnya Hidan harus melanjutkan kerjanya dan tak dapat mengikuti tuan Peinnya yang pergi bersama Itachi.

"Heh..." kata Itachi yang udah jalan ama Pein 'Tuh, gue 'kan yang menang.' batin Itachi sambil melirik Hidan.

'Brengsek!' umpat Hidan dalam hati.

"Jadi, kakaknya Sasuke mau pergi ke kolam renang?" bisik Gaara "Harus aku intai." gumamnya.

Gaara langsung menaruh buku bacaannya dan melesat ke luar toko. Dari kejauhan Gaara mengintai perjalanan Itachi dan Pein 'Ya ampun, mereka benar-benar pasangan homo.' pikir Gaara yang melihat dari kejauhan. Itachi pun langsung menyadari kalau dirinya diintai oleh seseorang.

"Itu pasti temannya Sasuke." bisik Itachi pelan.

Waow! tebakan Itachi memang jitu, gimana nggak coba! Kalo setiap Gaara membuntuti dan waktu sembunyi, tubuhnya sih tersembunyi. tapi, gentongnya yang bikin ketahuan! Dasar Gaara begoo! *author langsung diremuk pake sabaku shou shou*

"Siapa itu Sasuke?" tanya Pein curiga "Apa mungkin kekasih barumu?" tambahnya lagi.

"Bukan urusan loe." balas Itachi ketus.

"Ta... Tapi, gue 'kan..." kata Pein memelas dan hampir nangis gulung-gulung.

"Aku punya ide." kata Itachi tiba-tiba "Ikuti aku." lanjutnya lagi sambil narik lengan Pein.

"Wah gawat! Mereka makin mempercepat larinya." bisik Gaara yang ngeliat Itachi dan Pein berlari makin kencang.

"Honey-ku, kita mau kemana sih kok pake lari-lari?" tanya Pein "Bukannya aku nggak suka liat kamu semangat kencan tapi, bisakah kita pelanin sedikit lari kita?" bujuk Pein ketakutan karena Itachi menarik lengan Pein dan mengajaknya lari cepat. Untung kalo larinya di jalan trotoar, lha ini larinya malah di tengah jalan, mana jalannya rame lagi! Gimana gak takut coba!

"Kau itu berisik banget!" bentak Itachi sebel.

Mereka berdua berlari tapi, tiba-tiba Itachi menarik dan membawa Pein masuk ke sebuah pemandian air panas.

'Ya ambruuk! Honey-ku mau ngajak aku mandi bareng atau mungkin dia mau aku mandiin?' pikir Pein naif dan lalu langsung senyum-senyum sendiri.

Gaara yang ngejar pun langsung ikut masuk ke pemandian air panas.

"Lho ngapain aku masuk ke sini?" tanya Gaara yang lupa tujuan " mau mandi kali, ya!" lanjut Gaara.

tanpa pikir panjang Gaara pun langsung membuka pakaian dan masuk ke pemandian pria. Habisnya ini 'kan bukan pemandian campuran jadi, tentu saja ada yang khusus cowok dan khusus untuk cewek.

Beberapa detik kemudian tiba-tiba terdengar suara jeritan wanita dari dalam pemandian yang tadi Gaara masuki. Para pasukan wanita tersebut langsung ngelemparin Gaara pake ember, batu, sandal, handuk, sabun, sikat gigi, odol, dan bahkan ada yang melemparin pake granat c4. Yah, yang terakhir udah ketebak siapa pelakunya tentu aja si Deidara. Tapi, dia 'kan... atau jangan-jangan dia...

"Maklum neng, gue 'kan shojo." kata Deidara membela diri.

Semua wanita yang ada di sana langsung menatapi Deidara dengan death glare.

TING...

Dalam hitungan detik Deidara udah mental ke langit, mencapai antariksa dan keluar dari gugus bima sakti. Padahal dia udah susah payah pergi dari toko Orochimaru dan berniat mendapatkan pemandangan segar di pemandian air panas.

"Hah? Natsuhiboshi?" tanya Itachi saat melihat kilauan di atas langit yang sebenarnya adalah Deidara.

"Honey-ku, kupikir kau mau mengajakku mandi air panas." sungut Pein kecewa.

"Hah?" Itachi bengong dengan kata-kata Pein 'Sekarang 'kan musim panas, masa mau mandi air panas' batin Itachi sweetdroped.

Rupanya tadi Itachi cuman mau ngerjain si Gaara dengan cara menukar papan tulisan pemandian cewek dan cowok. Ckckck anak baik jangan suka meniru sifat Itachi versi homo. *Author ditusuk pedang totsuka*

Kembali ke tujuan awal, Itachi dan Pein pun melanjutkan perjalanan menuju ke kolam renang. Maklum, sekarang 'kan musim panas jadinya kolam renang tampak seperti heaven getooooh!


Beberapa menit mereka sudah tiba di kolam renang.

"Itachi!" teriak seorang cowok yang melihat Itachi memasuki kolam renang.

"Kisame Hoshigaki." panggil Itachi dan Pein bareng saat melihat seekor siluman hiu.

Mereka bertiga pun saling bertemu kembali setelah berpisah bertahun-tahun (maklum, mereka 'kan teman satu SD dulu).

"Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" tanya Kisame.

"Kenncan." jawab Pein singkat.

"Apuuaaah? Ke... kencan?" ulang Kisame tak percaya.

Kisame langsung mendekati Itachi "Beneran tuh?" tanya Kisame.

"Ya." jawab Itachi tak rela.

"Honey-ku, ayo kita berenang!" teriak Pein yang udah lari duluan buat nyebur ke kolam.

'Ho... Honey?' batin Kisame kaget. Saking kagetnya dia cuman bisa bengong membatu sementara Itachi mesti narik Kisame yang bengong ke kolam.


Di sisi lain...

"A... duh..." rintih Gaara yang babak belur dihajar para cewek pemandian air panas. Mending kalo dia waktu itu liat cewek mandi tapi, kenyataannya dia gak liat secuil pun karena waktu dia masuk udah ditabok ember duluan. Sekarang dia cuman bisa pasrah duduk di pinggir jalan.

"Woy, Gaara!" teriak Sasuke.

"Hey, jangan teriak-teriak!" bentak Neji yamg telinganya udah budek dari tadi dengar teriakan Sasuke. Mana jarak mereka deketnya cuman 1 cm lagi!

"Ngapain loe bonyok gitu?" tanya Sasuke

"Ini gara-gara kakak kamu, aku jadi dihajar para cewek itu." jelas Gaara sebel.

"Kakakku?" tanya Sasuke "Kau tahu dimana kakakku?"

"Ya, katanya tadi mau ke kolam renang bareng ama temen homonya." balas Gaara sewot.

"Ya udah, ayo kita buruan ke kolam renang." usul Sasuke " Kamu buruan naik!" tambahnya.

"Hah?" Gaara cuman bengong 'Gue kagak mau deket-deket ama orang-orang gay.' batin Gaara.

"Udah, buruan naik!" bentak Sasuke yang udah mulai kesal.

"Iya! Iya!" Gaara langsung bonceng di belakang Sasuke.

"Tu...Tunggu dulu..." sela Neji tiba-tiba.

"Cepat ke kolam renang!" teriak Sasuke yang langsung berdiri di motor Neji dan mengacungkan jari telunjuknya ke depan. Tak lupa tatapan orang-orang selalu menyertai mereka.

'Anak ini benar-benar menyebalkan' batin Neji gemes.

Mereka bertiga pun melesat menuju kekolam renang.


Setibanya di kolam renang...

"Hik... Hik... Hik..."

"Sudahlah, ayo kita masuk!" ajak Sasuke tak sabar.

"Tapi, bagaimana dengan Neji?" tanya Gaara cemas yang ngeliat Neji nangis gulung-gulung.

"Neji, ngapain sih loe nangis?" tanya Sasuke " Malu-maluin ajah." tambahnya.

"Ini 'kan gara-gara kalian!" bentak Neji yang masih terisak-isak " Kapasitas motokku 'kan 2 orang, lha kalian malah naik semua! Sekarang remuk deh motor kesayanganku..." rengek Neji yang masih menangisi vespa bututnya ' Mana cicilan bulanannya belum lunas lagi! Aku pasti dibantai paman.' batin Neji cemas.

"Sudah, ayo kita masuk." ajak Sasuke yang gak peduli ama penderitaan teman. Dia langsung nyeret Neji buat ikut masuk ke kolam renang sementara Gaara ngikut di belakang.


Setelah masuk di kolam renang...

"Itu kakakku!" bisik Sasuke saat melihat Itachi duduk di sebuah kursi dekat kolam.

"Kenapa dia tak ikut berenang sama temannya?" tanya Gaara menunjuk Pein yang lagi berenang sementara Itachi cuman duduk doang.

"Karena dia gak bisa renang." jawab Sasuke singkat.

"Hah?" Gaara dan Neji cuma bisa bengong.

"Honey-ku!" teriak Pein ke arah Itachi.

"Apuaah? Ho-ne-y-ku?" bisik Sasuke kaget begitu pula dengan Neji, kalo si Gaara sih udah tauk! Udah tauk!

"Ayo kita berenang." ajak Pein.

"Ogah!" balas itachi.

"Kenapa?" tanya Pein memelas.

Belum sempat Itachi menjawab, tiba-tiba terdengar suara teriakan lebay dari arah nan jauh.

"Tuan Pein~~!" teriak seorang cowok yang berlari-lari kearah Pein "Aku datang tuan Pein!" tambahnya dan langsung nubruk Pein.

GUBRAAAAK

Mereka berdua pun ambruk bersamaan, untung kalo jatuhnya di lantai atau kolam sekali pun juga gak apa-apa. Lha ini malah jatuhnya di atas kursi Itachi jadi, bertumpuk deh 3 pasangan homo. Paling bawah Itachi, dilapisi Pein, dan ditutup dengan Hidan.

"Tidaaaak! Itu kakakku!" teriak Sasuke yang langsung disumpel mulutnya ama Gaara dan Neji.

"Kalian berdua cepat minggir!" bentak Itachi yang ditindih paling bawah.

"Enak saja, aku 'kan masih mau bersama dengan tuan Pein~~" rajuk Hidan genit.

"Minggir loh!" bentak Pein menyentakkan Hidan.

"Yo, Hidan!" sapa Kisame yang datang karena melihat keributan yang terjadi.

"Wah, kau 'kan si hiu itu." ucap Hidan ketawa.

Rupanya sudah saling kenal toh! Maklum, mereka 'kan temen sejak SD jadi, udah saling kenal antara Hidan, Kisame, Pein, ataupun Itachi.

"Siapa yang kau maksud hiu?" tanya Kisame tersinggung.

"Ya, k-a-m-u." eja ketiga makhluk yang ada di sana.

Beberapa detik kemudian Kisame langsung nyebur ke kolam bukan untuk berenang tapi, untuk bunuh diri karena dilahirkan sebagai hiu. Salah tempat kalee! bunuh diri kok di medan kekuasaannya sendiri? Ya gak mati-mati donk! *author ditimpuk samehada*

"Tuan Pein, ayo kita juga berenang." ajak Hidan yang langsung narik-narik lengan Pein supaya menjauhi Itachi, karena dia tau kalo Itachi gak bisa berenang.

"Tapi, honey-ku..." Pein ngeliatin Itachi. Itachi cuman buang muka.

"Beraninya dia menyebut kakakku pake sebutan honey 2 kali didepan mataku." bisik Sasuke dari kejauhan "Bakalan gue sunatin! eh? salah, maksud gue akan gue hajar!" tambahnya dan langsung maju kearah Pein tapi, dihentikan oleh Gaara dan Neji.

"Sudahlah tuan Pein, kita pergi renang ajah sendiri." bujuk Hidan yang yang lalu menyeret Pein ke kolam hiu. Eh? Maksud author ke kolam renang.

"Wah, cowok itu mendua..." bisik Neji saat liat Pein bersama dengan Hidan.

"Beraninya cowok macam itu jadian ama kakak gue!" dengus Sasuke kesal.

"Mungkin ada alasan tertentu." tebak Gaara makin serius mengintai.


Beberapa saat kemudian, tiba-tiba terdengar suara teriakan minta tolong (inget, ini bukan acara minta tolong yang ada di RCTI itu looh!)

"Tolong... blub blub... tolong..." teriak seorang cowok berpierching.

"Pein!" sentak Itachi kaget liat Pein tenggelam.

"Ba... bagaimana ini? Dia kelelep!" Itachi panik.

"Tolong... blub...bluuub... to..."

"Kisame! Cepat tolong Pein!" teriak Itachi sekenceng-kencengnya pada Kisame yang lagi makan pentol di deket WC umum.

"Hah?" Kisame meng'hah' kemudian langsung lari ke tempat Itachi, yah tentu saja dia makan pentolnya dulu ampe habis, nanti mubazir kalo dibuang getuu!

Kisame langsung nyemplung ke kolam buat nolong si Pein dan membawanya ke tepian.

"Tidak! Kenapa dengan dengan tuan Pein-ku!" teriak Hidan histeris dan langsung menghampiri Pein. Begitu pula orang-orang yang lagi berenang pun ikut berkumpul kayak mau arisan ajah.

"Ba... bagaimana ini?" Itachi masih panik.

"Ini mesti dikasih napas buatan!" dengus Kisame yang masih mencet-mencet perut Pein. Emang tombol main pencet ajah!

"Akuuu!" teriak Hidan semangat.

"Itachi, kau saja! Kau 'kan tergabung dalam gerakan PMI waktu masih SD dulu." usul Kisame tanpa menghiraukan Hidan.

"Hah? A... aku?" tanya Itachi kaget.

"Cepat!" desak Kisame.

"Um... baiklah" Itachi langsung mengatur napasnya 'Kenapa aku mesti deg-degan?' batin Itachi grogi.

Dia kemudian mendekatkan bibirnya ke Pein dan...

"Tidaaaak! Kenapa bukan aku saja!" tereak Hidan gak ikhlas dan langsung dijitak ama Kisame yang ada di sebelahnya.

'Tidaaak! Kenapa mesti kakak gue! Kenapa bukan orang abnormal laen aja yang melakukan hal nista itu!' jerit Sasuke dalam ati karena melihat first kiss Itachi ternyata untuk Pein (Oh! Noooooo! teriakan author).

Itachi pun makin deg-degan tapi, ini harus tetap dia lakukan karena ini adalah perbuatan kemanusiaan. Disisi lain ini adalah perbuatan abnormal atau bisa dibilang ciuman homo. Kemudian Itachi mulai mendekat, mendekat, mendekat dan...

"Umph, bwahahahahaha..." tawa Pein pun mulai keluar saat bibir Itachi hampir mencapai 0,5 cm.

"Hah?" Kisame cengang, begitu pula Hidan serta orang-orang yang mengerumuni Pein. Sementara Itachi cuma dapat membelalakkan matanya dan tak dapat berkata.

"Ka... kau tidak pingsan rupanya?" tanya Kisame kaget.

"Ya, aku cuman mau ngetes honey-ku saja kok!" jawab Pein enteng dan masih menahan tawanya.

PLAAAAAAK

Tanpa dikasih aba-aba, tamparan Itachi pun mendarat di pipi kiri Pein.

"Aku cemas tau!" bentak Itachi yang langsung lari entah kemana.

"I... itachi!" teriak Pein yang mau ngejar tapi, kerumunan orang-orang membuatnya susah bergerak apalagi dari tadi Hidan terus memeluknya.

Disisi lain Sasuke merasa lega karena kakaknya masih utuh.

"Ayo kita kejar kakakku!" perintah Sasuke.

"Terserah!" dengus Neji sebel karena gak jadi liat adegan hot.

"Lho? Kenapa sama Gaara?" tanya Sasuke yang liat temannya terkapar di tanah dengan mulut penuh busa.

"Mungkin dia keracunan karena liat adegan homo." terang Neji.

" Ya udah, kita bawa ajah!" ajak Sasuke yang langsung nyeret Gaara untuk mengikuti kakaknya yang pergi.

Wait for next story


Chapter depan akan terkuak kenapa Itachi mau kencan dengan Pein! ^^