"Apakah hubungan ini benar-benar harus berakhir?..."
Atas komando Jaejoong mereka akhirnya berhenti di depan sebuah rumah dengan gaya arsitektur klasik dan asri tapi sangat luas, rumah Jaejoong terkesan setengah modern setengah tradisional, jam sudah menunjukkan pukul 6 sore saat mereka sedang memasuki arena taman rumah Jaejoong, sepertinya keluarga Kim juga bukan keluarga biasa, dilihat dari banyaknya bodyguard yang menjaga rumah itu.
"Tuan muda anda sudah pulang,"Seorang laki-laki dengan perawakan besar dan tegap sedang menghampiri mereka yang kini sudah keluar dari mobil Yunho, setelah meminta seorang supir untuk memarkirkan mobiil Yunho, Jaejoong dan Yunho kemudian memasuki rumah dengan diikuti laki-laki itu.
"Ini rumahku,"Ujar Jaejoong kemudian
"Ya aku tahu,"Jawab Yunho santai, keluarga Kim sebetulnya adalah keluarga terhormat yang sangat ditakuti di Seoul, keluarga Mafia dengan jaringan terbesar di Korea, Kim Jaejoong juga merupakan waris tunggal keluarga Kim, hanya saja Appanya membebaskannya untuk memilih dunianya.
"Tuan muda, Tuan Kim sudah menunggu di ruang makan,"Ujar laki-laki tadi ia menuntun kedua namja muda itu ke ruang makan. Appa Jaejoong sangat elegan iya duduk di kursi paling ujung di meja makan panjang itu.
"Jaejongie ayo temani appa makan,"Ujar Appa Jaejoong ramah, Jaejoong hanya mengangguk, ia menarik Yunho mendekati meja makan yang sudah dipenuhi hidangan makan malam itu.
"Kau membawa teman Jaejoongie,"Ujar Appa Jaejoong sangat lembut
"Annyeong Ahjussi, Jung Yunho imnida,"Ujar Yunho sopan
"Ah, silahkan duduk, "Appa Jaejoong dengan ramah ikut mempersilahkan Yunho untuk bergabung makan malam dengan mereka
"Dia namjachinguku,"Ujar Jaejoong datar
"Emmm..."Appa Jaejoong memutar bola matanya memandang Yunho dengan tatapan menilai
"Dia tampan, kapan kalian akan menikah?"Tanya Appa Jaejoong terus terang, baik Jaejoong ataupun Yunho yang sedang meneguk air putih di depan mereka segara tersedak, terbatuk-batuk gak jelas dengan penuturan Appa Jaejoong yang sungguh frontal itu.
"Appa kami tidak akan menikah keluarga Yunho tak menyetujui kami,"Ujar Jaejoong dingin, Yunho diam dari lubuk hatinya yang paling dalam ia sangat sakit mendengar penuturan Jaejoong.
"Appa juga tak menyetujuinya,"Appa Jaejoong, Kim Siwon berucap santai, Siwon kini menatap putranya dan kekasih putranya satu-satu. Yunho dan Jaejoong sekarang bingung dengan penuturan orang tua satu itu.
"Orang tua mana yang menginginkan putra mereka menjadi Gay hah? Tapi biar ku beri satu kata mutiara yang ku kutip dari talk show, begini"Jika hati tak menginginkan sesuatu maka dia akan mengeluarkan seribu satu alasan, tapi jika hati menginginkan sesuatu maka dia akan melakukan seribu satu cara" aku rasa seperti itulah. Kalian tidak bisa berharap akan jodoh, karena kalian bukan seseorang yang ditakdirkan bersama sebagai pasangan ini sebuah dosa kalian tahu itukan, sekarang bagaimana kalian mengatasi takdir itu, aku serahkan semuanya pada kalian, Jung Yunho-shii hidup ini seperti berbisnis,"Kim Siwon appa Jaejoong kini mengakhiri acara makan malamnya setelah memberikan wejangan pada pasangan muda itu, dia bangkit dari kursinya dan pergi meninggalkan mereka.
"Ahjussi terima kasih banyak, aku tidak akan menyerah" Yunho dengan tulus mengatakan ucapan terima kasih itu,dan terlihat sangat yakin dengan ucapannya ia bahkan memberikan senyuman terbaiknya pada Appa Jaejoong, Kim Siwon hanya tersenyum tipis menanggapinya.
"Sekarang aku tahu dimana kau mewarisi sifat tenangmu itu,"Ujar Yunho kemudian saat mereka tinggal berdua di ruang makan
"Dan aku juga tahu dimana kau mewarisi sifat keras kepalamu itu,"Ujar Jaejoong sarkastik, Yunho tersenyum geli, hari ini sungguh panjang, mereka sebetulnya sangat keren, mereka dengan entah modal nekad atau modal sifat cuek mereka, tanpa mereka sadari mereka sudah dengan beraninya menyatakan salah satu masalah besar dalam hubungan mereka, terlepas dari mendapat restu atau tidak mereka sudah tidak begitu memikirkannya paling tidak satu masalah sudah terlewati.
Setelah melewati makan malam, Yunho akhirnya berpamitan pulang, Jaejoong sudah berganti baju dengan piyama merah jambu hello kitty yang imut, sedikit tidak mengerti dengan tingkah polos namun dingin the cool beauty di sampingnya ini, Yunho memutuskan untuk diam saja. Jaejoong mengantarkan Yunho ke depan pintu rumah, mobil Yunho sudah terparkir dengan manis di depan, mereka sedang berduaan saat ini, nuansa hati dan cuaca sangat mendukung kemesraan sejoli jika saja mereka memang tipe romantis.
"Kau tahu selama ini, aku tahu bahwa kau adalah putra pewaris tunggal mafia Kim, tapi aku tak pernah tahu bahwa ternyata Appamu adalah orang yang hangat, untuk seketika aku tidak yakin bahwa yang bicara denganku tadi adalah Ketua Kim yang tesohor itu,"Ujar Yunho, kedua tangannya dilipat didada. Jaejoong tersenyum tipis.
"Dia single parents, dia sering membawa wanita kerumah, aku juga tidak begitu peduli tapi dia tak pernah mencintai wanita-wanita itu seperti dia mencintai Ibu, aku dan dia sama-sama pria aku tahu apa yang ia rasakan,"Ujar Jaejoong lirih
"Aku selalu lupa kalau kau itu pria,"Ujar Yunho geli, Jaejoong langsung memasang tampang jutek
"Jangan sedih ibumu pasti bahagia di alam sana,"Ujar Yunho mencoba menenangkan, Jaejoong lagi-lagi memasang tampang jutek, Yunho memandang Jaejoong dengan tatapan seolah bertanya "Kenapa?"
"Ibuku tidak meninggal Yunho-shii, mereka bercerai 4 tahun lalu dan sekarang ibuku berada di Jepang, pendek sekali pikiranmu itu, dasar Mafia,"Ujar Jaejoong kesal
"Hei yang mafia itu kau kan,"Yunho lumayan tak terima
"Tapi aku benar-benar tidak tahu soal itu, maafkan aku," Yunho tampak salah tingkah
"Yunho-shii, aku ingin bertanya,"Jaejoong menaikkan suaranya lebih serius, kali ini matanya menatap dalam mata Yunho yang juga menatapnya dengan tatapan yang sama.
"Kau...Apa kau mencintaiku?"Ujar Jaejoong to the point, Yunho tersenyum simpul
"Pertanyaan gampang, tentu saja aku mencintaimu, lalu apa kau mencintaiku?" tanya Yunho kemudian
"Tentu saja,"Ujar Jaejoong pelan
"Aku tahu ini akan sulit, tapi aku tidak akan melepaskan kau bahkan sampai kelubang cacing sekalipun aku akan tetap mengejarmu,"Ujar Yunho yakin
"Tapi aku tidak tega dengan orang tuamu,"Ujar Jaejoong kemudian
"Yah aku juga tidak tega, mungkin aku bisa menerima pertunangan ini saja, aku juga bisa saja menikah dengannya, dan aku juga bisa saja memberikan keturunanku padanya, tapi tetap saja aku tidak akan mencintainya," Yunho mulai dengan tingkah egoisnya
"Sekali-kali pikirkan perasaan orang lain Yunho-shii, ini bukan saja tentang aku tapi tentang gadis itu juga," Ujar Jaejoong akhirnya ia bisa kesal juga dengan namja egois satu itu.
"Aku serius Jaejongie, aku ingin melepaskan semuanya tapi aku tidak bisa, dan aku bisa melapaskanmu kapan saja tapi aku justru tidak ingin,"
"Aku tidak tahu harus apa, aku lelah memikirkan jalan keluarnya, kalau kau ingin memikirkannya, kau pikirkan saja sendiri,"Jaejoong kembali dengan nada dinginnya, ia tak sedang marah sebetulnya tapi ia bingung dengan rasa tak menentu dalam hatinya saat ini, sekuat itukah cintanya, apa itu benar-benar cinta? Apa mereka benar-benar mengerti cinta itu apa? Baik Jung Yunho maupun Kim Jaejoong sepertinya mengertikan sebuah cinta dengan cara mereka sendiri.
"Kim Jaejoong-shii saranghamnida,"Setelah mengucapkan kata-kata romantis itu, Yunho kemudian menarik Jaejoong kedalam pelukan hangatnya dan mencium bibir cherry Jaejoong lebih dalam, Jaejoong sendiri masih belum dalam kondisi sadar akan perlakuan Yunho, sampai akhirnya Yunho melepaskan ciuman singkatnya dan menatap mata bening Jaejoong dengan lembut
"Hah aku beruntung sekali," Ujar Yunho pelan, Jaejoong masih dengan ekspresi datarnya
"Sekali-kali beritahu aku dulu,"Ujar Jaejoong kesal setalah ia berhasil menstabilkan degup jantungnya. Yunho hanya tertawa geli, setelah itu Yunho akhirnya bisa pulang dengan tenang, hari ini memang sangat berat untuk dilalui tapi mereka bahkan masih bisa tertawa menghadapinya.
Hanya saja ini belum berakhir, baik itu hubungan mereka, maupun masalah hubungan itu sendiri ...
