Sebelumnya KA ucapin Arigatou gozaimasu buat yang udah nyempetin baca & Reviewnya... maaf KA gk bisa bales satu2 susah soalnya...

Pokonya ini KA lanjutin...

Gomennasai kalo masih banyak Typo, atau bahasa ngeribetin jadi susah dimengerti.

Lets kita lanjutkan ! jangan lupa R & R

"You're My Destiny" (YMD)

~Chapter 3~ " Sumpah "

Author:
KA JungLiu

Disclaimer :
Manga dan carekter Naruto cuma milik Masashi Kishimoto,
Tapi cerita punya Author

(ingat selalu Pasal 2 Ayat 1 UUDNHL)

Naruto hanya milik Hinata. Dilarang keras memisahkan Naruto dari pelukan Hinata!

.
Pair: NaruHina

.
Rate : T++

Genre : Romance, Drama.

Warning:
kebanyakan percakapan,OOC,AU,Typo,Tanda baca salah,No EYD,Agak BAKU, Bahasa tinggi tingkat dewa, susah dimengerti. dan masih banyak kekurangan yang lain.

.

.

.

Sebelumnya di YMD:

"WAE? NO! "Aku berteriak, sebelum dia berhasil menggelitikku, Aku mengucap terimakasih Tuhan bahwa ponselnya berbunyi. Aku pikir itu darurat sehingga ia harus pergi, tetapi tidak sebelum dia berteriak "KAMU berutang padaku CERITA Naruto-kun!"

Aku tertawa, masuk ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit lagi. Bahagia hati ini hanya dengan berpikir dapat melihatnya lagi.

.

.

.

Ini adalah akhir pekan. Rumah sakit penuh dengan pengunjung. Kami duduk di bangku kami. Tunggu bangku KAMI ^ ^ hehehe.

Ada anak-anak kecil yang berlarian, bermain, meninggalkan mainan mereka di sini dan di sana.

Hinata terlihat sangat senang hari ini, dan ia mengatakan kepadaku dia sangat suka ketika ia mendengar suara anak-anak, bagaimana mereka tertawa. Aku hanya tersenyum. Aku tidak tahu apakah aku juga suka anak-anak seperti dia.

Setelah beberapa saat duduk disana, aku memintanya untuk berjalan-jalan bersamaku. Dia bangkit dan kami mulai berjalan. Seorang anak kecil menabrakku dan jatuh sehingga Aku berlutut untuk membantu dia. Hinata terus berjalan.

"Yaah,,,Hinata awas ada lubang!" Aku berteriak, berlari ke arahnya dan meraih pergelangan tangan Hinata. ada anak-anak yang menggali lubang di tengah-tengah taman dan meninggalkannya seperti itu. Aku menarik Hinata kepadaku dan memegangnya erat-erat.

Apa yang dia lakukan, dia bisa melukai dirinya sendiri jika dia jatuh.

"Apakah Kamu tidak lihat!?" "Aku sedikit berteriak. Bukan karena aku marah tapi karena aku khawatir.

Dia memandang ke wajahku, mata pucatnya menatap langsung ke mata ku. Dia membuka mulutnya.

"Ya, Aku tidak melihat karena Aku buta ..."Dia berkata dengan nada yang entah bagaimana menyakitkanku.

Aku mengerjapkan mataku tak percaya. Apa buta? Aku bertanya pada diriku.

"T-Tapi bukankah Kamu menunjukkan taman, bunga-bunga dan Kamu berjalan layaknya orang normal, Aku-maksudku -"Aku berkata tidak percaya.

"Aku tinggal di sini hampir setengah dari hidupku Naruto-Kun. Aku tahu setiap inci dari rumah sakit ini, setiap bunga yang mereka tanam, Aku tahu setiap langkah seseorang, suara setiap seseorang "Dia berkata dengan menundukan kepalanya.

Dan itu semua masuk akal, itu sebabnya dia tidak pernah menoleh sebelum mengetahui siapa yang datang atau memanggilnya.

Aku sangat terkejut bahwa Aku lupa masih memiliki lenganku sekitar pinggangnya.

"Kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya?" Aku bertanya dengan nada khawatir.

Dia menghindari mataku, masih melihat tanah saat ia berbisik "Aku tidak ingin kau mengasihaniku"

Aku tidak bisa menahan diri lagi, Aku menariknya lebih dekat, memeluknya erat-erat,menyandarkan kepalanya di dadaku saat aku mengelus rambutnya. Aku kehilangan kata-kataku, tidak bisa mengatakan hal-hal padanya apa yang ingin ku katakan.

Mungkin aku tidak perlu berkata apapun karena Aku merasa lengannya melingkar dipinggang ku, memelukku kembali. Aku memejamkan mata, menikmati memilikinya begitu dekat seperti ini denganku.

Kata-kata saat ini tidak diperlukan. Aku jatuh cinta dengan gadis ini, seorang gadis yang aku lihat hanya tiga hari yang lalu. Tapi itu adalah waktu yang aku butuhkan untuk mengetahui bahwa aku ingin menghabiskan seluruh hidupku dengan dia, melindunginya dan merawatnya.

"Onii-chan... apakah Kamu akan menciumnya?Terdengar suara anak kecil segera membuyarkan lamunanku.

WHAAAATT?! Aku melepaskan pelukan dan melihat anak-anak duduk di tanah, mengawasi kita. Beberapa dari mereka memiliki jari-jari mereka menutupi mata mereka, mengintip diantara jari-jari. Membuat wajahku berubah merah.

"Aku yakin dia terlalu malu untuk melakukannya sekarang" Kata seorang gadis dengan gaya rambut diikat ekor kuda.

YAAAH apa yang terjadi dengan anak-anak saat ini? Bukankah mereka seharusnya masih polos?! Ckckck... Mereka pasti terlalu sering menonton Drama, pikirku.

"Onee-chan, apakah dia' pacarmu?" Kata gadis lain bertanya pada Hinata.

"Ayolah sobat. segera Menciumnya "Seorang anak pengganggu lainnya berteriak !.

Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan lagi tetapi wajahku berubah menjadi semerah tomat.

Hinata tertawa dan berkata "Ayolah sobat, berhenti meledeknya. Bagaimana jika nee-chan membacakan kalian cerita? "Hinata mencoba mengalihkan perhatian mereka.

"YAAAYYY" Sorak anak-anak serempak.

Eh Cerita? Aku bingung. Bagaimana caranya?Aku bertanya pada diriku lagi.

"Naruto -kun..." Ia berbisik padaku "Bisakah Kamu mengambilkan buku cerita dari resepsionis ?"

Aku masih tidak mengerti apa yang terjadi tapi aku bilang ya. Aku melihat anak-anak membantu Hinata berjalan kembali ke bangku dekat bunga lavender dan mereka duduk di tanah, menunggu dengan sabar.

Aku menggaruk kepalaku, bingung sambil berjalan menuju resepsionis.

"Di sini apa yang kamu butuhkan" Bibi di resepsionis memberiku sebuah buku tanpa Aku meminta.

"Ummm -"Aku tidak bisa berkata karena benar-benar bingung

"Hina-chan melakukan ini secara teratur, untuk membacakan dongeng atau cerita, beberapa dari anak-anak itu datang hanya sekedar untuk mendengar ceritanya " Bibi menjelaskan. Aku mengangguk memahaminya.

Saat aku berjalan kembali, Aku membuka buku itu. Dan Itu adalah lembaran kosong, hanya ada beberapa titik yang bisa ku rasakan dengan ujung jariku. Aku kagum dengan itu.

Aku duduk di samping Hinata dan memberinya buku

"Arigatoo Naruto-kun" katanya sambil tersenyum

"Iie Hinata-chan"aku menjawab tersenyum kembali meski sekarang Aku tahu bahwa dia tidak bisa melihatnya.

Dia membuka buku itu dan Aku melihat bagaimana jari-jarinya menari di atasnya.

"Apa cerita yang kalian ingin dengarkan hari ini?" Tanya dia

"Silakan lanjutkan Ar***r minggu yang lalu, Nee-chan"Teriak anak-anak berbarengan.

"Ar***r? Kalian ingin mendengar kelanjutan dari kisahnya? "Hinata bertanya meyakinkan.

"YEEESSS"Mereka menjawab dengan serempak.

Dan anak-anak duduk memandang dengan mata lebar, seraya mendengarkan dengan antusias. Hinata menceritakan kepada mereka bagaimana Ar***r masuk ke dunia Minimoys, karena menyusut ke ukuran mereka dan menjadi Minimoys. Bagaimana ia terlihat dengan kepala besar, telinga runcing, kaki serta lengan panjang , dan rambut runcing putih.

Aku bukan menikmati ceritanya, Aku menikmati mendengarkan suaranya, melihat bagaimana jari-jarinya menari di atas buku itu, membaca kata-kata yang Aku tidak bisa melihat.

Kau tahu Hinata kamu bukan orang yang harus dikasihani, Hinata. Kamu orang terkuat yang pernah kutemui, dan kau terlihat seperti malaikat namun tak bersayap.

.

.

.

# Di sebuh Restoran #

"Jadi namanya Hinata?" Sakura-chan mempertanyakan.

Aku mengangguk. Aku kini sedang makan siang dengan Sakura di sebuah restoran.

"Aku tidak percaya bahwa Kamu bisa jatuh cinta"lanjutnya sambil menggeleng-gelengkan kepala seakan tidak percaya.

Aku melemparkan kentang goreng di wajahnya. Dia hanya tertawa.

"Jadi, Kamu sudah menyatakan cinta kepadanya ?"Sakura-chan kembali bertanya.

"Mungkin tidak untuk saat ini"Aku menjawab singkat, dengan nada kecewa,

"Mengapa tidak?"Sakura-chan bingung.

"Dia masih di bawah umur"jawabku sambil memainkan kentang goreng yang ku pegang.

"Aish, seperti itu pernah menjadi hal penting bagimu"Sakura-chan kembali menjawab dengan nada mempertanyakan. Aku melemparkan kentang goreng bahkan lebih di wajahnya

"Yah! Stop buang-buang makanan! " Dia sedikit berteriak "Jadi apa yang akan Kamu lakukan selanjutnya, Naruto-kun?"lalu melanjutkan dengan pertanyaan yang membuatku bimbang.

"Aku tak tahu, mungkin Aku akan mencoba untuk mengenal dia lebih baik"jawabku, setidaknya aku akan mencoba.

"Satu-satunya gadis yang bertahan lebih dari 6 jam tanpa berakhir di tempat tidur denganmu"Goda sakura-chan dengan seringai.

"Yahhh! Aku tidak berpikir tentang dirinya seperti itu "Aku menjawab membuat telingaku berubah merah.

"Heheheheh, Naruto kecil ini jatuh cinta"Dia terus menggodaku.

Lalu kami makan dalam diam.

"Aku ikut bahagia untukmu Naruto-kun. Kamu layak untuk mendapatkan cinta nyatamu "Sakura-chan kembali membuka percakapan,

"Doomo arigatoo Sakura-nee"Aku tersenyum, "bagaimana perkembangan cinta pertamamu, apa yang sudah terjadi denganmu dan pria stoic itu?"Aku mencoba menggodanya.

"Kita akan berkencan besok malam" Dia menyeringai.

"Jadi, akhirnya dia memberi respon dan bertanya padamu?"Aku bertanya sedikit terkejut.

"Uhh .. Yah, sebenarnya, Aku yang agak bertanya dulu. "Dia malu-malu menjawab.

"Heh?"Aku bingung.

"Dia mondar-mandir di depan klinik tempatku bekerja, terlihat berkeringat, gugup mungkin, jika Aku akan menolaknya, hehehe. Karena aku melihat dia sedang berbicara dengan tiang lampu, mungkin mencoba berlatih dialog, Aku keluar mendekatinya dan berkata "Hai sasuke-kun! Apakah Kamu akan memintaku kencan ataukah ada sesuatu yang lain?! "Sakura menceritakan kejadian itu hingga selesai.

Aku memegang perutku, dan harus berpegang pada meja untuk mencegahku jatuh di lantai karena Aku tertawa.

"BWAHAHAHAHHA Saku-nee, kupikir pria itu benar-benar tidak memiliki ekspresi , dingin dan keras kepala, ternyata bisa bertingkah seperti itu" Aku mencoba menghapus air mata yang jatuh lantaran terlalu banyak tertawa.

Dia mengangguk setuju"Kau tau Naruto-kun sekeras dan sedingin apapun es, pasti akan mencair dan hangat, benarkan?" Dia tersenyum

Aku mengangguk setuju"Siapa namanya?"Aku baru ingat belum tahu namanya.

"Sasuke-kun, Uchiha Sasuke"dia tersenyum dengan senyum yang belum pernah Aku lihat selama ini, Aku pikir dia benar-benar mencintai pria stoic itu, Aku bahagia untuknya.

"Jadi sekarang kalian resmi?"Aku bertanya mencoba memperjelasnya,

"Yup, kami resmi berpacaran. Jadi Aku tidak akan merasa kesepian jika suatu saat Kamu akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadis lavendermu itu "Sakura-chan justru menggodaku.

"Aish... jangan khawatir Sakura-nee, Aku akan tetap mencintaimu meskipun tidak akan sebesar cintaku untuk Hinata-chan ku, hehehe" Aku berkata jujur.

Dan hal itu justru membuat Sakura-chan semakin menggodaku, kami tertawa seperti orang gila sampai Aku mendengar suara perempuan dari belakang.

"Naruto ..."Dia berkata.

Aku menoleh "Oh, Kamu"Aku menatapnya dengan tatapan acuh.

"Bukankah Kau berjanji akan meneleponku "Dia berkata dengan nada sedih dan sedikit marah.

"Gomen, Aku sedang benar-benar sibuk dengan sesuatu"Aku beralasan.

"Bohong, kamu bohongkan,kamu hanya memperalatku dan memanfaatkanku kan untuk kesenanganmu! "Dia berkata ingin menangis.

"Buakankah kamu menikmatinya juga" Aku menyeringai. Sisi jahatku datang kembali entah dari mana.

"Kau baji****! Kau benar-benar ... Aku telah memberimu keperawananku! Karena Aku mencintaimu Naruto "Dia mulai terisak

Oh Kami-sama, benar-benar perempuan psikopat, gerutuku dalam hati.

"Kaulah yang menawarkan diri kepadaku. Aku hanya memenuhi keinginanmu "Aku benar-benar bisa menjadi baj***** kadang-kadang.

'Slap!'bunyi tamparan yang mendarat dipipiku.

"Aku mencintaimu, Uzumaki Naruto! Teganya kau menyakitiku seperti ini! Kamu akan membayar untuk rasa sakit ini, Kami-sama akan memberikan hukuman yang stimpal padamu Naruto " Dia bersumpah dan lari keluar dari rumah makan itu sambil menangis.

Aku mengelus pipiku yang sakit

"Wow, sobat. Dia benar-benar marah "Akhirnya Sakura-chan berkomentar.

Aku hanya mengangkat bahu.

Gadis yang rumit ...

.

.

.

To Be Continue...

.

.

.

KA lupa soal Narutonya dia punya alasan kok kenapa dia bisa jadi seperti ini ,,, harap bersabar...

Sebenernya dia itu disini jenius dan termasuk kedalam kategori penurut,,, tapi karena suatu peristiwa yg menjadikan dia seperti ini,,,, Oke itu aja ,,,!

sekali lagi Arigatou...

Salam Persahabatan

KA Jung Liu