Chapter 3 : Just for getting an ease

A/N : oh yeah…sehabis publish chapter 1 sama 2 saya langsung ngetik ni chap 3 kilat. Karena memang udah habis hari SN day. DX maafkan saya tidak bisa update tepat waktu. Sekiranya masih ada yang mau baca kelajutan chap 1 dan 2 saya terimakasih sekali deh. Hahahah..ok masi dengan kegajean dan keabalan dan banyak typo disana sini saya persembahkan chap 3 yg abal-abal ini. Hope you enjoy it! :D

DON'T LIKE DON'T READ!

"Aaaaaaa…segar sekali rasanya. Sudah 2 hari tidak mandi akhirnya mandi juga..fuuhhh~~" , ucap Naruto sambil mengeringkan rambutnya. Senyum manis terlukis jelas diwajahnya. Dia berjalan pelan-pelan dengan tongkat penyangganya menuju ke tempat tidurnya.

"Prince, sarapanku mana? Belum datang ya?"
"Hn, udah"
"Yey! Kebetulan aku lapar sekali. Habis berendam dengan air panas rasanya perutku kosong!", jelas Naruto sambil mengambil sarapannya
"Huh..ini lagi ini lagi.. Aku bosan sarapannya ini terussss!" ,, gerutu Naruto berisik
"Heh bodoh. Kau berisik sekali"
"..biarin", sahut Naruto acuh. "Ung..aku lagi kepingin ketoprak" , tambah Naruto
"Err..prince..kau sudah sarapan?"
"Hn, belum"
"heh, kenapa?"
"Aku menunggumu selesai"
Naruto berkedip sekali. "Hyakakakakaka! Perhatian juga kau"
"hn"

Hening

"Mungkin aku akan pergi keluar. Kau mau titip sesuatu? Ketoprakmu mungkin?" , tanya Sasuke sambil melipat rapi korannya
"eeehh? Huwa prince~ Kau baik sekali~~ah tapi bukankah ketoprak tidak ada di café?"
"Aku yakin tadi aku bilang aku pergi keluar" , terang Sasuke
"Hehehehe iya~ gomensai ne. Yasudah, aku titip 2 porsi ya~~", pinta Naruto dengan senyum lima jarinya.
"Hn" , gumam Sasuke sambil melangkahkan kakinya keluar meninggalkan Naruto seorang diri

"Hahahahahah Sasuke pantat ayam itu, brengsek sol cool gitu tetap aja perhatian ya." , kata Naruto pada dirinya sendiri. Dia meraih earphonenya dan memasang ditelinganya. Lagu Black Cherry milik Acid Black Cherry mengalun indah ditelinga pria manis itu (Saya sarankan kalian mendengarnya, biar lebih berasa aja :D)

Moonlight Shadow hitoribocchi
(
Moonlight Shadow in solitary)
[NODO] ga kawaiteta dake na no yo...
(It's just that I'm so thirsty...)
Kajiritsuita kajitsu wa
(The fruit I've sunk my teeth into...)
Amai amai moudoku de... okasarete
(
Ravishes me with its sweet, sweet, but deadly poison)

Bait pertama lagu itu mengalun indah di telinga Naruto. Naruto mengubah posisinya menjadi tiduran. Bibir mungilnya mengikuti pelan setiap lirik yang pun mulai terpejam menikmati lagu itu.

Black Cherry... nurete ochite
(Black Cherry...make love to me, give yourself to me)
Watashi no naka e tane wo nokoshiyomigaere...
(You have to leave your seed to be reborn inside of me...)
Aishitekurenakute ii yo... aishitenai kara
(It's all right if you don't love me...since I don't love you)
Kore ijou mijime ni sasenai de...
(Don't make me more wretched than this...)

Suara Janne Da Arc –sang vokalis- berubah menjadi sedikit meninggi. Mendayu-dayu nyaring dan semuanya terasa benar. Permainan gitar dari sang guitarist menambah aksen menawan. Bibir Naruto merekah tersenyum mendengar itu. Siluet Sasuke tiba-tiba menyeberangi pikirannya.
"Hahahaha, watashi no naka e tane wo nokoshiyomigaere" , bisik Naruto pada angin yang berhembus dengan wajah miris. Dia membayangkan Sasuke berkata seperti itu kepadanya. Hahahaha, dia mengharap sekali ya, Sasuke yang begitu sempurna menjadi miliknya. Almost impossible dude.

Futari no kono History... chotto shita yorimichi na no
(The two of us, with this history...it's just a petty fling on the way to something else)
Kokoro wa mada Mystery... dakareta yoru no kazu dake nagareshita namida
(Your heart remains a mystery...the number of tears I've shed only account for the nights I spent in your embrace)

"Hahahahahaha holly shit! Lagu ini seperti mengejekku saja.." , umpat Naruto sambil tertawa renyah sedari mempausekan lagu itu.. Dia mengingat kejadian 1 bulan yang lalu saat perayaan ulang tahun Yamanaka Ino, tepatnya saat game 'Akhirnya datang juga'. Saat itu dia menyayikan lagu More than words milik Westlife buat Sasuke. Dia menyanyikannya diiringi melodi gitar yang ia petik.

Flashback :ON

(Di ruangan khusus bermain "akhirnya datang juga").
A/N: Permainannya tuh yang kayak di tv, lupa channel apa. Nanti di ruangan itu ada 2 orang aja. Terserah mau ngapain. Yang nentuin mau ngapain yang pertama ada di ruangan itu. Oh ya, saya buatnya dalam bentuk dialog ya, dan bahasa gak formal)

Nauto : …. (udah ada diruangan duluan)
Sasuke : …(masuk ke ruangan)
Naruto ….akhirnya datang juga … (senyum)
Sasuke :….
Naruto : sini duduk (masih senyum, tarik tangan Sasuke)
Sasuke : …(muka jutek)
Naruto : (ambil gitar, mainin lagu 'more than words')
Naruto : (main gitar, mulai nyanyiin)
Naruto : Saying "I love you" is not the words I want to hear from you
Naruto : (nyanyi sambil senyum sayang banget ke Sasuke)
Sasuke : (wajahnya super jutek)
Naruto : It's not that I want you not to say, but if you only knew. (masih mainin gitar sambil senyum manis ke Sasuke)
Naruto : How easy it would be to show me how you feel. More than words is all you have to do to make it real
Sasuke : (wajah udah terlalu BT, bingung buat Naruto supaya berhenti)
Naruto : Then you wouldn't have to say that you love me…. (noleh ke Sasuke, benar-benar lihat ke mata onyx(sialan) itu, lalu senyum lembut banget)
Naruto : Coz I 'd already know
Sasuke : ! (wajah kaget, salah tingkah, tapi sok cool)
Sasuke : eh bodoh..main kartu aja deh..bosan..
Sasuke : ..atau sini deh..aku pinjam gitarnya.. atau gak, mainin lagu yang lain kek..lagu the metal kek..jangan yang miris-miris gini. It's so cheesy stupid!
Naruto : (ketawa lihat Sasuke)
Naruto : tunggu lagunya selesai kek (sambil ngomong tetap mainin melodi gitarnya)
Sasuke : ..ah apa-apaan ini.. gamenya gak seru abis.. Cuma disuruh duduk dengarin lagu gak penting…. Ga menantang!
Naruto : (Cuma ketawa doing tapi tetap mainin)
Sasuke : (tetap ngomel)
Naruto : (main gitar, hanya melodi saja, tidak pakai nyanyi)
Naruto : (dengarin Sasuke ngomel tapi sambil senyum saja)
Sasuke : Udahan kek, sumpah waktuku terbuang 5 menit.. Percuma!
Sasuke : ..hn, berapa menit lagi sih?
Sasuke : ah, udahan ah!
Naruto : Now, I've tried to talk to you and make you understand (tetap saja menyanyi sambil lihatin Sasuke)
Sasuke : …brengsek! …kau buatku jadi 'tembok' benar bodoh!
Naruto : All you have to do is close your eyes and just reach out your hands and touch me.
Naruto : Hold me close don't ever let me go
Sasuke : STUPID! UDAHAN HOI! UDAH 5 MENIT! HABISS..BUBAR!
Naruto : …. (taruh gitarnya)
Naruto : (jalan mendekat ke arah Sasuke)
Naruto : More than words is all I ever needed you to show (nyanyi tanpa melodi gitar)
Naruto : Then you wouldn't have to say:
Naruto : (tetap nyanyi sambil senyum manis)
Sasuke : ….udahan..selesai..bubar…bubar… udah 5 menit leb-
Naruto : (taruh telunjuknya di bibir Sasuke)
Naruto : That you love me
Naruto : Cos I'd already know (senyum sayang banget ke Sasuke. Sayang Sayang Sayang Sayang Sayang Sayang Sayang….)
Naruto : (ngelus pipinya Sasuke, lalu balik badan, dan jalan menjauh)
Sasuke : …. (kaget, cengo, no reaction 1 minute)

Flashback : OFF

"Hahahahahahha…astaga..demi Tuhan dia menggoda sekali saat itu, sampai-sampai dengan tidak elitnya aku hampir lepas kendali seperti itu " , tawa Naruto renyah kepada dirinya sendiri.
"…Futari no kono 'History'... chotto shita yorimichi na no….Tepat sekali Sasuke..sejarah yang tidak penting ini (buatmu), it's just a pretty fling" , bisiknya pada dirinya sendiri dengan senyum manis yang sedikit mengiris hatinya yang berusaha menerima 'kenyataan'. Setelah menetralkan sedikit emosinya dia melanjutkan lagunya yang sempat tertunda.

Permainan musik-musik yang mengiringi lagu tersebut berubah dari mendayu-dayu menjadi keras mengahantarkan sang vokalis menyanyikan lirik berikutnya yang mempunyai arti sedikit lebih 'keras'.

Akai Rouge [SHATSU] no eri
(Red Rouge on your shirt collar)
Kotoba wo nomikomi kuchizukeru...
(To kiss and swallow words so deeply)
[INKANTOSHAIN] watashi ja nai kaori
(Incanto Shine...a fragrance that's not mine)
Shiranai... koshitsukai
(I can't believe...the movement of those hips)

Naruto masih tetap memejamkan matanya, meresapkan kata demi kata yang dilantunkan dengan sempurna oleh Janne De Arc. Masih. Senyum manis yang terlihat merapuhkan hatinya itu masih jelas terukir di wajah berkulit tan pemuda manis itu.

Mada Ecstasy Replicate
(Yet, Ecstasy, Replicate)
Inoreta hane wo furuwase nagara...
(While you make the wings I prayed for tremble)
Toumei na Scandal kamishimeta kuchibiru
(An obvious scandal, lips studied so closely)
Slowmotion kizamikomare...
(Slowmotion impressed upon me...)

Kali ini senyum Naruto berubah. Berubah. Semakin perih. Lirik-lirik itu mengingatkannya tentang peristiwa dimana Sasuke mencium bibirnya. Bukan. Bukan atas perasaan, tapi karena challenge saja. Simplenya it's just for fucking game. Well, di Shinobi berciuman saja itu sudah hal yang sangat biasa dan lumrah. Sex juga tidak tabu lagi. Tapi hanya antara lelaki saja. Itu demi kepuasan para fujoshi disana. Tapi berbeda dengan Naruto. Dia melakukannya dengan penuh rasa cinta, tapi semua rasa cintanya itu tertutup sempurna dengan senyum manisnya dan lelucon yang sering kali ia lontarkan.
[ Lyrics from: .com/lyrics/a/acid_black_cherry/black_ ]
Don't stop kiss me! Hanarerarenai...
(Don't stop kiss me! I can't be apart from you...)
Don't stop kiss me! Demo yurusenai... AH~ naka ni dashite!
(Don't stop kiss me! But, I can't forgive you...AH~ Come inside me!)

Panas. Kini shappire itu memanas. Tampak Kristal-kristal bening di ujung kedua matanya yang siap menerobos keluar kapan saja. Rasanya sakit sekali kawan setiap mengingat saat Sasuke mencium bibirnya(yang hanya buat game semata) dan yang Naruto inginkan adalah Sasuke jangan berhenti menciumnya. Yang dia inginkan 'dia' tidak berpisah dengan 'Sasuke'. Yang dia inginkan Sasuke melakukan lebih dari itu. Membawanya pada langit ketujuh yang hanya ada dirinya dan Sasuke. Ya, benar sekali. Naruto menginginkan Sasuke memasuki dirinya..dan itu mustahil sayang.

Black Cherry... nurete ochite
(Black Cherry...make love to me, give yourself to me)
Watashi no naka e tane wo nokoshite!
(Leave your seed inside of me!)
Aishitekurenakute ii yo... aishitenai kara
(It's all right if you don't love me...since I don't love you)
Konna ni mijime ni shite!
(Make me wretched like this!)

Pecah. Kini kristal-kristal itu pecah oleh karena panasnya sang shappireitu. Air dari pecahan-pecahan kristal itu mengalir turun menyentuh pipi dan bibir Naruto dan kadang masuk ke mulut Naruto dan pria manis itu merapatkan bibir atas dan bibir bawahnya hingga dia bisa menelan air itu. Asin rasanya.

Pejaman matanya semakin merapat. Naruto tidak sanggup menahan perasannya. Dia mengingat peristiwa terbaik yang pernah dia dapatkan walau sangat menyakitkan 1 jam setelah peristiwa 'more than words' itu. Disana. Sasuke ditantang oleh teman social network nya atas kemampuannya menjadi seme. Temannya itu freak fujoshi dan penggila berat NaruSasu. Sasuke tidak terima kalau levelnya adalah menjadi seorang uke, apalagi dengan seorang idiot seperti Naruto. Harga dirinya sebagai prince mau taruh dimana?
Jadi saat itu tiba-tiba Sasuke mendorong Naruto ke tempat tidur yang terletak di ruang tengah basecamp Shinobi. Dengan liarnya dia menyambar bibir Naruto dan menekannya kasar. Melumat, menghisap, dan menggigit dengan penuh gairah. Dia menarik paksa kemeja yang tengah dipakai oleh Naruto hingga robek. Lalu sang prince brengsek itu mulai memelintir nipple milik Naruto. Entah apa yang dia lakukan sampai tonjolan itu memerah dan menjadi tegang.
Semua kejadian itu sangat cepat untuk Naruto. Dia tidak dapat mencerna secara jernih apa yang tengah terjadi, tapi dia tahu dia melakukannya bersama orang yang dia cintai secara diam-diam. Yang dapat dia lakukan hanyalah merespon secara benar setiap apa yang Sasuke lakukan padanya. Bibir mungil itu mendesah dan mengerang. Melantunkan nada-nada erotis yang semakin membuat si brengsek itu semakin brutal.
Lalu, Sasuke melumuri tubuh Naruto dengan susu yang ada di meja saat itu. Dia menjilati seluruh tubuh Naruto bagai anjing menjilati tulang kesayangannya. Desahan Naruto semakin menjadi-jadi. Dan tanpa Naruto sadari, saat itu celana panjangnya sudah terbuka hingga kelutut, dan tangan indah sang Prince sudah menggerak-gerakkan diri Naruto yang lain lalu mengulumnya kasar. Mengisap, menjilat-jilat, menggigit, dan mengketuk-ketukkan lidahnya sekali-sekali pada senjata Naruto. Lalu Sasuke berhenti dengan teganya dan tersenyum sinis melihat wajah Naruto yang sudah tak karuan. Lalu Naruto memohon pada Sasuke untuk melanjutkannya tapi yang Sasuke lakukan tidak sesuai harapan Naruto. "Tease me Bitch!" Itulah yang diucapkan sang prince saat itu. Dengan sisa tenaganya, Naruto menggoda Sasuke persis seperi wanita jalang di luar-luar sana. Mau tak mau Sasuke tergoda dengan pesona nakal pria berambut pirang itu. Sang prince melanjutkan aksinya, melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda. Tak lama kemudian suara Naruto meninggi, pemandangannya kabur. Yang dia lihat hanyalah warna putih dengan bintang-bintang bertabur disana. Dan Naruto ingat betul apa yang ia katakan saat dia cum. Dia menyebut nama Sasuke dengan bodohnya. Dan masih dengan terbawa nafsu birahi dia menarik Sasuke jatuh ke pelukannya dan 'menyerang' Sasuke dengan lembut. Tapi sayang, Sasuke menarik paksa dirinya. Lalu dengan bodohnya lagi entah apa yang telah merasuki dirinya, Naruto meminta Sasuke memasuki dirinya. Oh sayang, jangan tanya lagi pergi kemana akal pikiran Naruto saat itu. "Fuck…me" Begitulah ucapan Naruto saat itu. Sasuke cukup kaget dengan pernyataan Naruto saat itu, tapi dia tidak menunjukkannya. Sasuke kembali melanjutkan aksinya, menarik kembali Naruto ke dunia serba putih itu. Tapi, tak ada yang menduga ditengah 'perjalanan' Sasuke ambruk ditubuh Naruto. Dengan sigap siapapun yang ada disana membopong Sasuke. Uchiha Itachi, kakak Sasuke bilang bahwa Sasuke sudah 2 hari sang Prince itu tidak tidur entah kenapa. Dan tidak perlu ditanya apa yang membuat Sasuke ambruk saat yang Naruto lakukan dia bergegas memakai baju dan meraih mobilnya. Sesampainya di sebuah club malam, dia memilih random bitch untuk melanjutkan hasratnya yang belum dipuaskan itu. Esok paginya dia kembali dan seorang temannya berkata bahwa tindakan Sasuke semalam hanya atas challenge yang diberikan teman social networknya. Yang bisa Naruto lakukan hanya tertawa keras-keras seolah-olah itu bisa melegakan hatinya. Tidak ada yang tahu jauh di dalam sana dirinya terluka. Sangat terluka. Tak akan bisa sembuh. TAK AKAN.

"…..OMG! Shit, why the fuck that fucking scandal crossed my damn mind?"
teriak Naruto kaget yang baru menyadari dia cukup lama terbuai oleh lamunannya sendiri
"Hahaha, kau tahu Sas…kau jahat sekali. Ah mungkin aku saja yang terlalu berharap. Aku kan cuma 'anjing' mu. Seharusnya aku paham posisiku" , ucapnya miris pada dirinya sendiri. Terlihat jelas bantal yang ia pangku kini basah dengan air matanya.

Kindan no Territory... zutto nukedasenakunatte
(Forbidden Territory...I can never break away now)
Kanjiru Black Cherry... kiss no kanshoku chotto wasurerarenai
(I feel it, Black Cherry...I can't forget the lingering sensation of your kiss)

Suara soft rock milik Janne kembali menggema di telinga Naruto. Membuat Naruto teringat kenangan-kenangan manis dan pahit yang ia alami dulu bersama Sasuke. Oh ya, mungkin bagi Sasuke itu semua tidak penting.

Don't stop kiss me! Hanarerarenai...
Don't stop kiss me! Demo yurusenai... AH~ naka ni dashite!

Black Cherry... nurete ochite
Watashi no naka e tane wo nokoshite!
Aishitekurenakute ii yo... aishitenai kara
Konna ni mijime ni shite!
Black Cherry choudai
(Black Cherry, give it to me...)
Black Cherry motto...
(Black Cherry, give it to me...)
Honto wa zutto aishiteita no ni...
(Even though the truth is I've always loved you...)

"Ah, ..honto wa zuttu aishiteita no ni…" , ulang Naruto dengan nada sedikit bergetar
"….itu benar Sasuke, pada kenyataannya aku selalu mencintaimu"

Mijikai History... chotto shita yorimichi na no
(Our short History...it's just a petty fling on the way to something else)
Kore de Finally... keredo... tama ni konna watashi no koto omoidashite...
(With this, Finally...though...once in a while, remember me like this...)

Berhenti. Lagu itu berhenti. Ya, lagu itu habis. Naruto menyeka airmatanya dan mencoba tersenyum kepada dirinya sendiri. Dia rasa-rasanya sedikit menyesal memainkan lagu itu karena membuat Naruto terlihhat seperti cewek-cewek manja yang cengeng. Satu helaan nafas dari Naruto dan Naruto kembali ke dunianya. Mengenyahkan pikiran sialan itu dan menyadari cacingnya tengah bermain gendang sekarang

"Heh..lama sekali si brengsek satu itu cari makanan saja!" , gerutu Naruto

#

"Hn, si idiot itu ada-ada saja minta ketoprak Udah kemana-mana tetap saja tidak ketemu. Mana ini hari libur. Sigh"
Kelihatannya Sasuke sedikit menyesal telah menyanggupi keinginan Naruto. Dia sudah keliling-keliling tapi tak kunjung menemukan ketoprak sialan itu.

"Heh, bisa-bisanya si idiot itu ngidam ketoprak. Seperti orang hamil saja" ,bisiknya pada dirinya sendiri sambil mendengus geli.

Tiba-tiba Black harrier milik sang prince itu berhenti. Nampaknya dia menemukan pemandangan 'menikmatkan'
"Hey, dude A ninja waits until the time is right. When the enemy sleeps and drops his guard. When his weapons lie forgotten in the stillness of the 'night'. That is the moment for a ninja to strike." , ucap Sasuke dengan senyum sinis khasnya

"Well. Sorry Naru. Lebih baik kau makan sarapan dari rumah sakit saja, karena aku sudah dapat makanan yang sangat lezat"
Pemuda berambut raven itu turun dari mobilnya, mengendap-ngendap hingga dia sudah berada diatas pohon sekarang. Onyx tajamnya tak melepaskan pandangannya dari 'sampah-sampah' kotor itu satu detik sekali. Sampah-sampah kotor itu adalah 5 orang yang telah mencelakai Naruto. Sasuke menyusun strategi serapi mungkin. Mengamati dengan seksama apa yang tengah keparat-keparat itu lakukan. Saat timingnya tepat, dia terjun dari atas pohon menendang wajah 5 keparat itu dengan tendangan mautnya hingga mereka semua terjerembab ke tanah. Tak butuh 10 menit lamanya kini keparat-keparat itu sudah babak belur tak sadarkan diri. Entah apa yang Sasuke lakukan pada mereka. Kini, sang Prince menyeret 5 orang itu ke dalam mobilnya, mengarahkan mobilnya ke rumah sakit tempat Naruto berada.

Sesampainya di rumah sakit, dia mamarkir asal mobilnya, lalu turun sambil menyeret mereka. Melewati halaman dan menuju ke pintu masuk. Semua orang yang melihatnya kaget terdiam atas apa yang mereka lihat. Tapi Sasuke tidak mempeduikannya. Itu sama sekali tidak penting.

Salah satu keparat itu tersadar dan mencoba berontak. Sasuke yang memang masih sangat emosi langsung menamparnya dengan sangat keras hingga lelaki malang itu kembali tak sadarkan diri. Usai menggunakan elevator, Sasuke melangkahkan langkahnya menuju ruangan Naruto. Dia membuka pintu dan tampaklah Naruto yang masih mengomel karena perutnya yang lapar.

"Hey, don't worry. I just want to get ease. I haven't fucking kill them yet, so I don't break my promise right?" , terang Sasuke dengan nada datar sambil melempar(sadis) mereka ke hadapan Naruto

Diam

Naruto hanya diam. Dia sangat terkejut atas semua yang terjadi. Otak pas-pasannya tak sanggup mencernanya

"…kau baik-baik saja, Naruto?" , tanya Sasuke yang sedikit heran Naruto tidak mengatakan apapun
"Apa yang kau lakukan brengsek? , sahut Naruto beringas sesaat setelah sadar sepenuhnya atas apa yang ia lihat.
"Sssh….protesnya nanti saja. Aku ingin membereskan mereka dulu" , pamitnya tanpa menunggu respon sepatah kata pun dari Naruto. Naruto menyeret kasar kembali mereka ke ruangan sebelah yang Sasuke pesan entah kapan. Hanya Tuhan dan dia yang tahu apa yang dia lakukan pada keparat-keparat sialan itu.

Sementara Naruto. Naruto bengong ditinggal begitu saja oleh si pantat ayam itu. Setelah sukses mengumpulkan kesadarannya dia memaki-maki Sasuke, sesekali memulul-mukul bantal yang tidak berdosa itu.

"HAH! Apa sih yang ada di pikiran si brengsek itu? Kenapa dia membalas mereka? Well, dia tidak mengingkari janjinya. Tapi untuk apa… hmm..get ease huh? Get ease pantat ayamnya sialan. Sudah aku bilang aku ini lelaki bukan perempuan. Luka seperti ini tidak masalah lah. Belum cukup apa aku menyanggupi permintaannya berobat ke luar negeri? Ihh! Nyebelin!"
Naruto mengomel-ngomel sendiri. Seakan-akan benda-benda mati disekitarnya itu hidup untuk mendengarkan dumelannya

'Huh! Lihat saja ya.. jangan harap aku mau berbicara dengannya! Aku ngambek pokoknya! N G A M B E K! TITIK" , timpalnya pada dirinya sendiri. Lemparan bantal darinya menjadi penutup dumelan pria manis itu.

Naruto membaringkan tubuhnya, tapi dia tak bisa diam sedari tadi. Dia kepikiran Sasuke terus.
"Apa yang dilakukan si brengsek itu disana?"
Malang sekali Naruto. Coba saja kakinya tidak seperti ini, tentunya dia sudah bisa berjalan kesana, ketempat Sasuke sedang melakukan hal tidak pentingnya itu

"Hah! Lihat saja kau nanti. Sudah tidak membawakanku ketoprak. Eh pulang-pulang bawa anak orang babak belur pula. Tak sadarkah dia kalau aku sangat marah padanya?"
"Aaaahhhhhh! Gak bisa tenang… ngg aku telepon anak shinobi lain aka kali ya..suruh mereka menghentikan si pantat ayam satu itu"

Jari lincah Naruto bergerak manis di keypad HP nya. Mencari suatu nama di mendapatkannya dia menekan tanda panggil, dan menunggu tidak sabar sahutan dari seberang sana.

"Halo" , sahut suara diseberang sana
"Kiba! Kau dimana? Bisa datang tidak?" , tanya Naruto semangat
"Aku di rumahku. Kenapa?"
"Datang ke rumah sakit cepat. Si Prince berulah"
"Aah..itu ya? Aku sudah tahu.. Tadi kami semua, anak-anak shinobi di sms Prince gak boleh datang kesana dulu" , terang Kiba
"….hoo? Gitu ya? Hyaaa! Prince berengsek!" , teriak Naruto kesal
"Hey, hey, ingat kau sedang berbicara dengan orang lain sekarang" , protes Kiba sambil menjauhkan telinganya dari HPnya
"Sigh..ya sudah deh..hah.. jaa ne~" , ucap Naruto lemas
"Ok Naruto! Semangat ya hadapin Prince kita satu itu hahahaha.. Jaa!" , sahut Kiba

Naruto mematikan sambungannya dengan Kiba dan menaruh kasar HP nya di atas meja. Kesal. Dia sangat kesal sama Sasuke yang seenaknya melakukan apa yang dia inginkan. Perasaannya tak kunjung tenang juga. Naruto bolak-balik mengganti posisinya. Tiduran, duduk, tengkurap, telentang, memiringkan badan. Itulah yang dia lakukan dalam 1 jam. Tak suka dengan kondisi ini, dia meraih HP orangenya dan menelepon seseorang yang bersebelahan ruangan dengannya.

"Hoi! Teme! Apa yang kau lakukan disana?" , ucap Naruto dengan suara kentara sekali sedang kesal saat ada nada diterima dari Sasuke
"hn, aku hanya bermain sebentar dengan mereka", jawab Sasuke datar
"Main-main apa sih brengsek?" , tanya Naruto galak
"Memberi mereka sedikit bimbingan" , balas Sasuke datar
"Awas saja, kau macam-macam" ,ancam Naruto dengan suara yang sangat imut sekali bagi pria berambut raven itu
"Hn, 5 menit aku akan datang dengan ketoprakmu" , kata Sasuke menjelaskan lalu mematikan sambungan telepon mereka
"…HHAAA? Sopan sekali dia mematikan telepon seperti itu! Dia pikir dia siapa hah? Aku belum selesai bicara brengsek!" , omel Naruto sambil membentak-bentak HP nya yang tidak bersalah itu.

4 menit kemudian

Siluet pria tampan memasuki ruangan itu. Sedikit senyum terlukis diwajahnya
"Dobe, ini ketoprakmmu. Aku memenuhi janjiku kan?" , ucap Sasuke sambil duduk di kursi yang ada di sebelah tempat tidur Naruto
"…" Tak ada jawaban dari Naruto
"..hoi,,kau tak mau ketoprakmu eh? Biar ku buang saja"
"…" Masih tak ada jawaban
"..kau ngambek ya? Ckckckck, kau tak lebih dari cewek-cewek norak diluar sana
"…" Naruto masih diam, tapi kini matanya melotot kepada Sasuke seolah berkata " Kau-bilang-tadi-apa-hah pantat ayam brengsek?
"Haishh..merepotkan sekali sih kau" , gerutu Sasuke kesal karena dicuekin daritadi oleh Naruto. Dia meraih tasnya, mengambil sebuah dvd humor disana. Lalu dia meyetelnya, berharap Naruto terlarut dengan film itu dan tidak mengabaikan Sasuke lagi.

Sasuke menontonnya dengan antusias, terbukti dengan senyum tipis yang terlukis diwajahnya
'Pintar juga dia..pura-pura nyetel film humor..hah itu tidak akan bekerja padaku!', batin Naruto
"Hey dobe, lihat itu…kelakuannya kocak sekali.. idiot sepertimu hahahahaha"
'He? Idiot sepertiku kau bilang?Ah! Kau itu tidak punya otak atau apa sih' , batin Naruto sekali lagi. Dia menghadiahkan deathglarenya kepada Sasuke
"Hey, deathglaremu itu apa-apaan sih? Tidak serem sama sekali tahu. Malah kau terlihat manis" Sasuke mendengus geli melihat wajah Naruto

"…." Naruto tetap diam. Dia menghela nafas yang dalam lalu menghembuskannya. Menarik selimutnya ke atas kepalanya dan tiduran dengan posisi memunggungi Sasuke.

"Hey, kau ngantuk?" , tanya Sasuke sambil mengalihkan pandangannya dari layar tv. Tapi tetap., Naruto masih membungkam mulutnya
"Serius, kau lebih-lebih dari cewek. Ngambek -apaan itu"
"Sigh..ok lah aku minta maaf. OK?" , tanya Sasuke sambil menggeser kursinya semakin merapat ke tempat tidur Naruto

Masih. Belum ada jawaban juga. Naruto ternyata marah benar-benaran atas perbuatan Sasuke yang seenaknya itu.

"Hhhh" Sasuke menghela nafas
'Ah! Si pendosa itu apa tak tahu apa, dia menghela nafas itu bisa menghilangkan akal pikiran orang. Sexy bok! Menggoda!' ,umpat Naruto dengan merilekskan dirinya.

Sasuke yang sedikit putus asa itu pergi, melangkahkan kakinya ke sofa yang berhadapan dengan wajah Naruto. Dia membaringkan badannya, tanpa sadar kaos yang lagi ia gunakan terangkat sedikit ke atas, mengekspos kulit putih mulusnya bagai porselen yang telah dipelitur berkali-kali

Naruto meneguk ludah melihat pemandangan itu. Pikirannya sudah melayang kemana-mana disuguhkan pemandangan seperti itu. Untuk kedua kalinya, dia bersyukur atas kakinya yang patah. Kalau tidak, mungkin saja dia sudah menyerang Sasuke sekarang.

Sementara Sasuke sudah tertidur sekarang. Mungkin dia kelelahan seharian atas perbuatan menyebalkan yang ia lakukan. Dia menggerak-gerakkan tubuhnya sedikit dia sedang bermimpi buruk..? Dan memang benar. 15 menit kemudian dia bangun dengan wajahnya yang terlihat sangat menyiratkan kekhawatiran luar biasa. Dia bangun, duduk, dan menundukkan kepalanya, mengingat-ingat mimpinya terlihat sangat lelah, seperti mimpi itu sudah berulang kali terjadi dan tentu saja Sasuke yang melihatnya tak tega. Dia menyingkirkan sifat kekanakannya dan memutuskan untuk mau berbicara pada Sasuke.

"…ng, kau kenapa prince?" , tanya Naruto pelan
"….aku mimpi buruk(lagi) , jawab Sasuke
"Mimpi apa?"
"….mimpi yang sama lagi….intinya semua orang yang ku sayangi terluka karena sifatku di masa lalu… seperti kau…" , sahutnya sangat pelan "….bahkan lebih", tambahnya dengan suara bergetar
"Hey..hey come 't being such a pussy okay?", ucap Naruto dengan nada khawatir pada suara lembutnya
Diam. Naruto hanya mendapatkan diam dari Sasuke.

"Sasu..sini deh" , perintah Naruto dengan suara lembutnya
"..ng buat apa?"
"udah sini aja"
Sasuke pun bangkit dari sofanya berjalan menuju Naruto.
"sini..lebih dekat"
"Ya ampun kau tinggi sekali sih.. nunduk..aku tidak sampai" ,protes Naruto. Sasuke pun menundukkan kepalanya, Naruto yang sudah bisa menggapai Sasuke mengelus lembut raven itu.
"jangan mikir macam-macam... jangan mikir yang berat-berat... jangan mikir ini semua salahmu soalnya ini sama sekali bukan salahmu... Aku tidak suka lihat kau tidak semangat seperti ini."
"Lagi pula Sasuke yang aku kenal tidak selemah ini... ya kan? Hehe.." , tambah Naruto sambil terseyum manis.
"..pff..dasar homo kau" , ejek Sasuke sambil tersenyum geli
"Astaga..aku baik-baik begini dibilang homo. Setan kau dasar! Wwkwkwkwkw" , balas Naruto sambil memukul kepala Sasuke pelan
"…tapi…makasih..ya" , ucap Sasuke pelan dengan senyum(manis) di wajahnya
"….." Naruto yang terhipnotis dengan senyum(maut) Sasuke tanpa sadar menurunkan tangannya ke wajah Sasuke lalu mengelus pipi sang prince dengan punggung tangannya. Dan tanpa sadar Naruto mendekatkan wajahnya ke wajah Sasuke. Jemarinya sekarang tengah megusap-usap bibir menawan milik si bungsu Uchiha itu. Wajah Naruto semakin mendekat nyaris mencium bibir Sasuke.
"oi" , ucap Sasuke datar
Hanya dengan 'oi' an dari Sasuke, Naruto tersadar sepenuhnya ke dunianya. Wajahnya sedikit merah, tapi Naruto belum juga memperbaiki posisinya. Wajahnya dan wajah Sasuke masih seperti semula, nyaris menempel.
"kau mau ngapain? ..menciumku eh?" , tanya Sasuke dengan suara datar andalannya
"…ah sialan kau..kalau ga di 'oi' in tadi, udah ku cium kau tadi" , sahut Naruto. Dia sebisa mungkin bersifat netral, karena kenyataan telah berkata padanya, menamparnya bahwa dia tidak mungkin bisa bersanding dengan Sasuke. Seorang yang sempurna.
"Kalau punya nyali sih cium aja" ,tantang Sasuke
"..he?" Naruto sedikit cengo
"kalau berani dan punya nyali" , bisik Sasuke nakal. Smirk jelas terpampang di wajahnya. Dia memegang kedua pundak Naruto dengan hati-hati dan mendorong Naruto dengan sangat lembut (karena apapun ditubuhnya masih terlihat sangat rapuh dan retak akibat 'kecelakaan' kemarin) ke dinding yng ada di belakang Naruto.
Dia membingkaikan tangannya di kedua pipi kenyal Naruto dan mendekatkan wajahnya perlahan-lahan.
"Jangan harap kau bisa menciumku. Karena akulah yang akan menciummu. Possisimu seorang uke Naru" , bisiknya sangat pelan tepat di depan wajah Naruto yang sekarang beda 1cm saja.
Merasakan tidak ada perlawanan dari sang uke, Sasuke memiringkan wajahnya, pelan tapi pasti mulai menempelkan bibirnya ke bibir lembut Naruto. Onyx dan Shappire lama keduanya bertemu hingga bibir mereka sekarang menempel. Sasuke memperdalam ciumannya. Naruto yang menerima perlakuan itu hanya bisa memejamkan matanya, mengalungkan tangannya ke leher menjilat bibir bawah Naruto. Naruto yang paham segera membuka mulutnya, membiarkan lidah basah dan hangat milik Sasuke bermain di rongga mulutnya.
"Mmmh~ ngh!" Naruto merasa geli saat lidah mereka bertemu. Menimbulkan getaran nikmat pada tubuhnya
Menjilat dan mengiap berulang kali. Itulah yang dilakukan Sasuke. Naruto juga tidak mau kalah. Dia menjilati dan mengisap bahkan menggigit nakal lidah serta bibir Sasuke. Pertarungan mereka begitu panas. Peluh mengihiasi dahi mereka masing-masing. Hingga tak berapa lama kemudian, Naruto mendorong Sasuke. Sasuke yang paham menjauh dari Naruto. Nafas mereka tersengal-sengal. Mereka memasok udara banyak-banyak karena paru-paru mereka sudah kosong tadi akibat permainan panas mereka.
Setelah keduanya sedikit tenang, onyx dan shappire bertemu yang mereka temukan adalah pantulan diri mereka masing-masing. Sang onyx memantulkan sosok pria berambut piarng yang manis dan sang shappire itu memantulkan sang Prince dengan segala kesempurnaan yang dimiliknya.

"…I love you dobe" , katanya mesra
"I love too teme' , balas Naruto dengan senyum super manisnya.

FIN

Yey! Astaga selesai juga…. #tepar
Kerjainnya ngebut banget ini Orz.. kebetulan emang udah jam 2 pagi tanggal 11 Juli(ya saya tahu itu udah lewat SN day -_-) jadi deh saya ngebuuuuutt.. Mana hari ini saya emg sudah mulai sekolah.. well, thanks insomniaku. Kau datang tepat waktu #pelukciuminsomnia /salah
Ok..ok…cukup ngebacotnya. Mind to review this freak fict? ==" saya akan sangat menghargainya kawan..
Thanks before.

Yoroshiku Onegaishimasu