Disclamer :
Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki
Warning : Typo, EYD melencen, OOC, dan lain lain
If you don't like this, I don't care.
Enjoy. Keep calm and happy Reading.
.
.
Chapter 3
'Pangeran dan pohon Sakura itu.'
"Cih. Baiklah. Aku akan mengikuti upacara penerimaan muid baru. Terimakasih atas pertolongannya." Setelah mengatakan itu Momoi segera berlari menuju tempat upacara penerimaan.
Keesokan harinya.
'TENG TENG TENG TENG' bunyi lonceng, Momoi segera menuju papan pembagian kelas.
"1-2 ,kah? Ya tidak papa lah, mau dikelas mana pun aku tidak akan bertemu dengan teman teman SMP ku kan?" ucap Momoi.
'TAP TAP TAP' bunyi langkah kaki Momoi mengalun dengan sangat indah di telinga nya sendiri. Toh memang hanya suara ini kan yg menemani Momoi di perjalanan menuju kelas.
'BRAKKK' suara pintu di geser.
"huaaa, lumayan banyak juga yg udah di dalam kelas." Gumam Momoi.
Dengan santai Momoi duduk di kursi kelas, menatap kebelakang sekolah. Sesekali mengingat kembali tentang perjalan ke sekolah. Pertemukan yang biasanya hanya di temukan di manga serial cantik. Tak lama memperhatikan keluar jendela yang mengarah kehalaman belakang, seketika matanya terbelalak.
"HUWAAA! Sekolah ini mempunyai pohon sakura di belakang sekolah!? SUGOI !" teriak Momoi lalu berlari keluar kelas menghampiri pohon itu.
Sesampainya di depan pohon sakura, dia benar benar terpesona. Dia merasa seperti berada di sebuah lukisan.
"Huaaa, Kirei" kata Momoi dengan senyuman yang sangat lebar. Seperti memberikan warna warni kearah helaian kelopak sakura yang berterbangan.
"bukankah indah?" ucap seseorang dari balik pohon itu. Momoi segera melihat wajah orang itu, dengan kacamata, dan pakaian norak terlebih lagi rambut yang sedikit menutup wajah nya. Dilihat dri sisi mana pun, Momoi akan langsung mengenalinya. Orang yang menolong Momoi kemarin.
Angin berhembus menerbangkan sakura yang menyangkut di pohon. Pemandangan yang indah. Mata kaum manusia pasti akan sangat terpesona oleh pemandangan ini.
" Kirei~" kata Momoi lagi. Saat melihat kelopak bunga sakura bertebangan. Ada salah satu yang sangat indah dan menuju kearah orang yang ada di depannya. Sepertinya orang itu sedang melakukan hal yang sama dengan Momoi. Dia sedang menikmati indahnya bunga sakura. Angin menerpa wajah dan rambutnya, dan ntah dari kapan dia benar benar mempesona dengan tatapan yg lembut dan sedikit senyuman pada bunga Sakura. Tak Momoi sangka di balik dadanan norak nya itu tersimpan wajah yang sangat mempesona. Momoi hanya berharap tatapan dan senyuman itu dapat ia berikan pada nya. Pada wanita yang hanya bisa memakai celana trainee selutut dan memakai rok di luarnya dan hanya Mengucir rambut sembarangan. Momoi baru saja merasakan perasaan yang aneh. Ntah kenapa Momoi seperti melihat bunga sakura menari nari mengelilinginya, Momoi merasa ada persegi lima di sekitarnya, sama seperti di serial cantik manga ketika seorang wanita sedang jatuh cinta kepada seseorang laki laki. Mungkin mata Momoi yang salah? Mana mungkin ada yg seperti itu di dunia nyata, yakan? Apa mungkin ini, cinta?
"sedang apa kau disini?" Tanya Momoi setelah sadar akan angan angan yang membuat wajah gadis ini menjadi merah padam.
"sedang menikmati pemandangan setelah hujan pertama di musim semi, kurasa." Jawabnya tanpa menatap ke arah Momoi. Tapi tetap saja Momoi sadar dri sorotan mata nya yg berubah bahwa dia sedikit terganggu dan terusik.
"Maksudku, sedang apa kau di sekolah ini, padahal kau tidak memakai seragam sekolah. Bukankah kau seharusnya takut bila ketahuan para guru?" kata Momoi sambil menyilangkan tangan.
"Are? Kau tidak tau?" Tanya orang itu lalu tersenyum sedikit sinis, atau mungkin bisa di sebut cukup licik ke arah Momoi.
"ya, mau bagai mana lagi. Sebentar lagi lonceng akan berbunyi. Bukan kah kau harus masuk ke kelas? Kau akan dalam masalah jika telat masuk. Kau tau, sekolah ini memiliki peraturan yang lumayan ketat" lanjutnya lagi.
"Ahh, benar juga! Kalo begitu sampai bertemu lagi" kata Momoi melupakan pertanyaan yg dia ucapkan untuk laki laki itu, lalu berlari."Dan berhati hati lah jika seorang guru melihat mu, kau akan di hukum. Dan, tidak bisakah kau berpakaian sedikit keren. Kau terihat norak" teriak Momoi tanpa menoleh. dia berharap laki laki itu tersenyum. Hahhh! Bodohnya, kenapa Momoi mengharapkan senyumannya itu?
Momoi tidak perduli rok nya berterbangan kemana pun. Karna itu memang bukan masalah besar, kan? Momoi mulai menaiki tanggga dengan kecepatan turbo andalan nya.
'TENG TENG TENG TENG' suara bel berbunyi
"sedikit lagi!" kataku sambil berlari.
'BRAK' suara geseran dri pintu.
"Yokatta, aku tepat waktu" Momoi segera duduk di kursi miliknya, semua orang melihat nya dengan tatapan aneh. Momoi hanya menatap dengan senyuman menampilkan gigi, dia sudah terbiasa di tatap seperti itu. Dan ia juga sudah terbiasa senyum menampilkan gigi nya yang memiliki dua gingsul.
'BRAK' Suara pintu terbuka
"Ohayou gozaimasu, perkenalkan aku wali kelas kalian. Nama ku Kise Ryota. Yoroshiku onegaishimasu. Jika ada yang ingin kalian tanyakan silahkan Tanya pada ku." Ucap orang yang masuk itu. Momoi tidak terlalu perduli, lagi pula sejak kapan dia perduli. Yang ia perdulikan itu pangeran, bukan wali kelas.
"Eto, aku tidak suka dihiraukan." Sindir pak tua sialan itu pada Momoi.
"ah, sial. Dasar pak tua." Dengus Momoi lalu menatap wajah wali kelas dengan malas.
"HUWAAAA!" teriak Momoi setelah melihat wajah 'pak tua' itu.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Momoi dengan tatapan tidak percaya.
"hah? Tentu saja perkenalan diri. Aku seorang guru, bukan?" jawabnya dengan tatapan dingin.
"HAHHH?" teriak Momoi lagi.
"dia sama sekali bukan pak tua. Dia adalah lelaki tua, culun, menyebalkan berhati dingin" bisik Momoi dengan wajah tegang.
"baiklah, ayo kita absen" ucap
"Baik." Jawab semua murid.
.
.
.
'TENG TENG TENG TENG' lonceng istirahat berbunyi.
"Yattaaaaa~ aku harus makan. Kantin, kantin, ayo ke kantinn~" Nyanyian Momoi terdengar riang.
"Tapi aku harus dengan siapa?" Momoi mulai kebingungan. Ia liat seisi kelas sudah punya kelompok masingmasing Tapi ada satu yang terlihat berdiam diri.
" Etoo, Aida-san?" kata Momoi menyapa teman bangku sebelah.
"Nani, Satsuki-san?" Tanya nya dengan tatapan lembut dengan pipi yg merona.
"Aaa, ternyata Aida-san sangat manis. " ucap Momoi tersenyum menampilkan deretan giginya.
"Eto, Arigatou." Ucap Aida-san terseipu. "Ano, ada apa tadi Satsuki-san memanggil ku?"
"oh iya, kenalkan nama ku Momoi Satsuki. Panggil Momoi saja tidak apa" ucap Momoi panjang.
"Siang ini kau makan siang dengan siapa Aida-san? Bagaimana kalau dengan ku?" ucap Momoi dengan kecepatan berbicara yang tinggi. Hampir sama mungkin dengan kecepatan kereta api listrik?
"Heh? Apa boleh? Ano, perkenalkan nama ku Aida Riko. Panggil Riko juga tidak papa" ucap Riko tersenyum hangat.
"emmm, tentu saja. Lagi pula aku baru pindah ke Tokyo. Jadi aku tidak mempunyai teman untuk di ajak makan siang." Ujar Momoi jujur. Walau dia ingin berbohong pun, percuma kan?
"kita makan dikelas?" Tanya Riko bertanya. Nada bicaranya seperti menyuruh Momoi memilih mau makan di kelas atau di tempat lain.
Momoi lihat keluar jendela "bagaimana kalau kita makan di bawah pohon skaura itu? Sepetinya menyenangkan" ucap Momoi semangat.
"Eeehhh? Jangannn Momoi-san! Apa kau belum dengar, jika kita berdua kepohon itu, bisa bisa kita menjadi berjodoh. Kau mau kita menjadi Yuri? Katanya jika kita tak sengaja kesana dan bertemu dengan laki laki atau pun peempuan maka kita akan bejodoh dengan orang itu. Bukankah tidak nyaman jika kita mendapatkan seseorang yang tidak kita sukai di bawah pohon itu?" ucap Riko panjang lebar dengan memakai ekspresi yang sangat meyakinkan. Ah, anak ini ternyata sangat menggemaskan. Ekspresi yang ia keluarkan sangat lucu. Cerewet! haha
"Benarkah? Tapi itu kan jika tidak di sengaja. Tapi jika Riko tidak mau kesana, tidak apa. Yang penting kita beli roti dulu untuk aku makan. Aku sangat kelaparan" kata Momoi dengan memelas.
"Hahaha, baiklah baiklah." Ucap Riko sambil tertawa.
.
.
.
Bersambung ke Chapter 4 ya \m/
baru sempat baca review :'3
Newbie:hahaha, iya aku k-popers. tapi aku juga seorang anime lovers :"3
tapi aku juga suka nonton drama pinoccio itu xD apa kamu tau yang namanya VIXX? yeah! I'm STARLIGHT! aku sangat menyukai Hongbin, dan aku juga suka dengan Ken. suaranya cetar sekali. aku juga suka Leo :3 kakak ku memperkenalkan nya pada ku hahaha tau kan RP? dia Role play di twitter menjadi salah satu personilnya. hihihi
hiki0717: ah~ kamu jangan spoiler hahaha eto, sebenarnya kise seorang pangeran itu adalah rahasia 'umum' (?)
aku tungggu review mu di chap selanjutnya.. see you hihihi
Teman ku sangat menanyakan tentang lelaki yang ditemui Momoi. Ah, semoga dia puas dengan lelaki ini :v
jika kalian melihat nama yang tidak sesuai dengan pairing atau anime yang bersangkutan silahkan review. soalnya aku mengganti nama pemain.
Maaf OOC kebangetan xD hahaha, entah kenapa kepribadian Riko dan Momoi seperti tertukar..
Maaf uga banyak typo. Mungkin karna kurang teliti, ya apa lagi? Hahaha
Senangnya bisa membuat fanfic sepanjang ini :D baru sekali bikin fanfic sampe chapter 3.. huhaaaaa
Maaf sebelumnya, lupa ngasih pairing. Baru ngeh hahaha terimakasih Azuka-Nyan-senpai yang sudah ngasih tau dan menyadarkan ku. Terimakasih juga buat Shella-chan, nadia-chan, salsa-chan yang sudah menyadarkan bahwa typo ku sangat akut.
Aku harap kalian menyukainya, dan tidak bosan… sebarnya aku tidak ingin membuat kalian penasaran. Tapi mau gimana pun, aku cape xD
Apa kalian pernah merasakan putus asa melanjutkan fanfic karna lelah? Itu lah yang sedang ku rasakan Dx aku sekarang mengerti knpa orang orang marah jika karya mereka di jiplak!
Terimaksih ya sudah membaca lagi xD aku sangat senang
Jangan lupa kasih saran, kritik atau sekedar menyapa. Aku akan senang.
Twitter: khlssm
: khlssm
Matta ne~ RnR ya :D
-Hiyokodesu-
