Previous Chapter
Donghae menghela bafas mendengar pertengkaran tidak penting dari dua manusia disampingnya itu. Jengah dengan keadaan ini, Donghae kembali berjalan sambil tetap menggandeng Eunhyuk.
"Oppa! Kenapa opa pergi dengannya?" teriak Jessica sebal. Semakin sebal saat Eunhyuk memeletkan lidah kearahnya.
"Karena aku tidak mungkin dan tidak mau berpisah dengan monyet kecilku." Jawab Donghae tanpa menoleh. Dia tidak tahu bahwa perkataannya membawa dampak yang besar bagi seseorang.
'Benarkah itu, Hae? Benarkah kau tidak mau berpisah denganku? Apa itu artinya kau juga menyukaiku?"
Start Story
Author PoV
Satu bulan berlalu dengan begitu cepat setelah insiden perkataan Donghae yang membuat Eunhyuk makin berharap Donghae akan membalas perasaannya dan sebulan lebih Donghae selalu menjemput Eunhyuk ke sekolah. Tidak hanya itu, Donghae bahkan bersedia –lebih tepatnya memaksa- mengantar Eunhyu kemanapun Eunhyuk pergi dengan alasan tidak ingin terjadi apa-apa pada sahabatnya itu. Tentu saja Eunhyuk menerima dengan senang hati permintaan Eunhyuk walaupun awalnya dia menolak dengan alasan tidak ingin perasaannya pada Donghae semakin besar. Tentu saja alasan tu hanya terungkap dala hati Eunhyuk saja.
Donghae melakukan itu bukan tanpa alasan. Semua itu berawal saat dia dan Eunhyuk pergi ke sebuah tempat dimana para namja biasa berkumpul.
Flashback On
Donghae sudah menunggu Eunhyuk sejak setengah jam yang lalu tetapi Eunhyuk belum juga keluar dari kamarnya.
'Aish. Sejak dulu aku selalu heran, sebenarnya apa yang dilakukan monyet kecil itu di kamarnya?' gerutu Donghae dalam hati. Tentu saja dia hanya bisa mengatakannya dalam hati karena di depannya sekarang duduk seorang yang telah melahirkan Eunhyuk. Kim Leeteuk. Eomma Eunhyuk.
"Kau bosan, Hae?" tanya Leeteuk yang melihat wajah masam Donghae ketika dia mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk membaca majalah fashionnya.
Donghae tersenyum ke arah Eomma dari sahabatnya itu, "Ani, ahjumma." Jawabnya kemudian.
Leeteuk terenyum mendengar jawaban Donghae, "Tidak usah berbohong, Hae. Jangankan kau, ahjumma sendiri kadang kesal dengan kebiasaan Hyukkie yang satu ini. Dia suka sekali berlama-lama di depan cermin padahal dia seorang lelaki yang tidak perlu memakai hiasan di wajahnya dan menyanggul rambutnya. Aku kadang berpikir anakku itu laki-laki atau perempuan? Fisiknya memang namja, tapi hatinya lembut layaknya yeoja. Kuharap kau bisa membantuku dan suamiku untuk menjaga Hyukie ketika dia sedang berada di luar jangkauan kami." Ucap Leeteuk tulus.
Donghae terdiam lalu tersenyum tulus, "Tentu, ahjumma. Aku dan Hyukie sudah bersahabat sejak kecil, aku pasti akan menjaganya semampuku. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti monyet kecilku." Kata Donghae terlampau tulus hingga tidak menyadari bahwa dia menyebut Eunhyuk dengan sebutan 'spesial' darinya di depan Eommanya.
Leeteuk mengernyitkan dahinya mendengar panggilan Donghae pada putranya. "Monyet kecil?" Ulangnya. Dia memang mengenal Donghae sejak Donghae masih kecil tapi baru kali ini dia mendengar Donghae menyebut Eunhyuk dengan sebutan 'monyet kecil'.
Donghae terbelalak mengingat kebodohannya yang menyebut Eunhyuk dengan panggilan spesial- menghina- darinya di depan Eommanya. Dia hanya terkekeh sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, " A-ani, ahjumma. Aku hanya bercanda." Belanya.
Leeteuk ikut terkekeh mendengar jawaban dan tingkah Donghae, "Gwaenchanna, Hae. Sebutan itu memang cocok untuk anak Eomma yang badung itu." Kata Leeteuk yang sontak membuat keduanya tertawa.
"Apa yang kalian tertawakan?" tanya Eunhyuk yang entah sejak kapan keluar dari kamarnya.
Leeteuk dan Donghae sontak berhenti tertawa dan berbarengan menoleh kesamping. Dan wajah keduanya sontak membuat ekspresi yang berbeda. Leeteuk dengan wajah menggodanya dan Donghae dengan wajah yang... sulit untuk dideskripsikan.
"Omoo.. Anak Eomma cantik sekali. Apa kalian akan berkencan, eoh? Kenapa tidak bilang kalau monyet kecil Eomma sudah punya pacar?" goda Leeteuk yang membuat bibir Eunhyuk terpout sempurna. Eunhyuk saat ini memakai kemeja berwarna babyblue dengan celana jeans berwarna hitam ditambah sepatu kets berwarna senada. Di kepalanya tersemat kupluk berwarna senada dengan kemejanya. Dia benar-benar terlihat sangat-sangat imut.
"Eomma, aku ini namja. Jadi aku ini tampan. Dan apa itu monyet kecil? Kenapa Eomma memanggilku dengan panggilan yang sama dengan Ikan Buntal ini? Apa dia sudah mencuci otak Eomma? Omoo.. Eomma sadarlah eomma. Jebal, sadarlah! Eomma tidak mau appa mencari istri lain, kan?" heboh Eunhyuk sambil mengguncang tubuh Eommanya keras. Benar-benar anak yang sopan sekali. "Hei, Ikan Buntal! Apa yang kau lakukan pada Eommaku, babo?" bentak Eunhyuk pada Donghae yang hanya memandangnya dengan wajah cengo.
Bermaksud menyudahi acara tatap-menatap antara Eunhyuk dan Donghae, Leeteuk segera mendorong tubuh Eunhyuk kearah Donghae. "Sudahlah. Pergi sana! Kasihan Donghae. Dia sudah menunggumu terlalu lama. Dan dia tida mencuci otak Eomma, Hyukie. Dan berhenti berkata kalau Appamu akan selingkuh, anak nakal!"
"Ta.."
Ucapan Eunhyuk terhenti saat Donghae menarik tangannya, "Baiklah, ahjumma. Kami berangkat dulu. Annyeong." Donghae terus menarik tangan Eunhyuk tanpa mempedulikan makian yang dilontarkan Eunhyuk untuknya.
Leeteuk hanya geleng-geleng kepala meihat tingkah laku anaknya yang sangat kekanakan.' Bersabarah, Hae.' Batinnya.
Donghae menatap jengah ke arah Eunhyuk yang tidak berhenti menggerutu sejak tadi. Bahkan di atas motorpun, Eunhyuk terus mengomel layaknya seorang yeoja.
"Bisa kau berhenti menggerutu, nona?" ucap Donghae yang membuat Eunhyuk makin kesal.
"Aku ini namja, babo! Bisa-bisanya kau memanggilku nona, eoh!" teriak Eunhyuk kalap yang membuat hampir semua mata memandang ke arahnya. Saat ini mereka tengah berada di cafe yang di dalamnya berisi banyak namja baik uke-uke cantik dan imut maupun seme-seme tampan dan manly.
Donghae berdiri dan membungkuk berulang kali guna meminta maaf atas perilaku brutal dari sahabatnya. "Jangan berteriak, babo. Kau benar-benar membuatku malu!" bentak Donghae keras yang sontak membuat Eunhyuk kaget bahkan matanya sudah berkaca-kaca. Eunhyuk menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan air matanya yang sudah jatuh dari Donghae. Donghae yang menyadari bahu Eunhyuk yang bergetar pelan hanya mendesah pelan. Dia sudah hafal kebiasaan Eunhyuk yang akan menangis jika sedkit saja dibentak. Donghae berdiri dan berpindah duduk di samping Eunhyuk untuk menenangkannya.
"Sudahlah, Hyukie. Mian, tadi aku membentakmu. Bagaimana kalau kita pergi membeli cake strawbery, em?" bujuknya yang membuat Eunhyuk mendongak dengan mata yang berbinar-binar senang dengan air mata di pipinya dan hidung yang memerah begitupun dengan bibirnya yang tadi digigit untuk meredam isakannya. "Jinjayo?" tanyanya yang hanya dibalas dengan anggukan kaku dari Donghae.
Donghae mengalihkan pandangannya dari wajah Eunhyuk yang terlihat sangat imut. Saat dia melihat sekeliling, keningnya berkerut heran karena hampir semua pandangan namja yang berstatus seme menatap Eunhyuk dengan tatapan lapar. Donghae berdecih tidak suka, dia memberi para namja itu deathglare terbaiknya yang membuat namja ynag sedari tadi menatap Eunhyuk menjadi salah tingkah.
"Ne. Kajja." Donghae menarik tangan Eunhyuk pergi dari tempat yang entah kenapa terasa panas baginya,
Donghae kembali berdecak kesal ketika mereka tiba di toko kue. Bagaimana tidak, Eunhyuk kembali menarik perhatian banyak seme-seme lapar untuk menoleh kearahnya. Bahkan para namja normal yang sedang berkencan dengan yeojachingu mereka menatap Eunhyuk tanpa berkedip dan membuat tangan mulus yeojachingunya mendarat di pipi mereka. Siapa yang tidak tertarik dengan namja berwajah imut yang menatap penuh minat kue-kue strawberry yang berbaris imut di lemari kaca. Matanya saat itu terlihat begitu polos dan menggoda di saat bersamaan. Tentu saja yang terakhir hanya berlaku bagi seme-seme mesum.
Donghae menarik tangan Eunhyuk mengajaknya pergi bahkan sebelum Eunhyuk memesan satu kue.
"Hae, aku belum membeli kuenya." Rengek Eunhyuk yang diacuhkan Donghae yang lebih memilih mendeathglare namja yang memandang Hyukie.
Belum cukup sampai disitu, Eunhyuk kembali berulah. Kali ini lebih parah, Donghae memang membiarkan Eunhyuk sendirian memesan kue karena dia harus pergi ke toilet. Sekembalinya dari toilet dia disuguhkan oleh pemandangan yang sangat merusak mata. Di depan sana dia melihat Eunhyuk dengan muka polosnya sedang di kelilingi oleh banyak namja yang terang-terangan menggodanya.
"Ya! Pergi kalian semua!" teriak Donghae yang membuat kerumunan itu bubar.
Donghae berjalan menghampiri Eunhyuk yang memasang senyum terbaiknya yang membuat Donghae ikut tersenyum. "Kau sudah dapat kuenya?"
"Em." Jawab Eunhyuk sambil mengangguk semangat.
"Namja-namja itu. Apa yang mereka katakan padamu?"
"Mereka hanya bilang bahwa aku cantik dan ingin aku menjadi pacar salah satu dari mereka. Aku memang kesal, aku tampan dan manly tapi mereka malah mengatakan aku cantik dan imut, tapi yahh.. aku tidak bisa melakukan apa-apa. Untung saja kau datang tepat waktu, Hae."
Mendengar jawaban Eunhyuk, kening Donghae berkedut kesal. 'Hanya orang bodoh yang akan mengatakan kalau kau tampan dan manly, Hyuk.' Batinnya. Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya dia membuat keputusan yang membuat mata Eunhyuk membulat.
"Mulai sekarang kalau kau ingin keluar, hubungi aku! Aku akan mengantarmu." Ucapnya diktator.
"MWOO..!" teriak Eunhyuk yang membuat Donghae mengelus telinganya yang berdengung.
"Jangan berteriak! Ingat perkataanku tadi baik-baik!"
"Ta-tapi.."
"Jangan membantah!" sentak Donghae final bahkan sebelum Eunhyuk menyelesaikan kalimatnya. Mendengar nada tegas dari suara Donghae, Eunhyuk hanya bisa mempoutkan bibirnya kesal. Perasaannya sekarang bercampur aduk antara senang dan kesal. Senang karena dia bisa memiliki waktu yang lebih banyak bersama Donghae dan bisa mengusili Donghae lebih sering. Selain itu, Donghae juga tidak akan memiliki banyak waktu untuk mengencani atau hanya sekedar mendekati yeoja. Tetapi di juga kesal karena dia tidaklagi bebas pergi kemana-mana. Membingungkan.
Flashback Off
Donghae dan Eunhyuk sudah sampai di parkiran Sapphire Blue Senior High School. Eunhyuk memberikan helm yang tadi dipakainya kepada Donghae sambil tersenyum geli yang berhasil mendapatkan deathglare dari Donghae. Eunhyuk malah makin tertawa tanpa henti melihat deathglare Donghae yang tidak sesuai dengan penampilannya saat ini. Kalian tahu seperti apa penampilan Donghae? Apa kalian ingin tahu? #author : pengen tau banget atau pengen tau aja? #plakkk!. Baiklah, karena author baik, maka author akan memberi tahu. Saat ini penampilan Donghae sangat imut dengan helm bermotif lucu yang dipakainya meskipun tidak akan pernah menandingi keimutan Eunhyuk yang juga memakai helm serupa.
Kalian tahu helm apa yang dipakai oleh monyet kecil kesayangan ELF, Jewels, dan Donghae itu seperti apa? Helm itu bermotif monyet, strawberry, dan pisang. Sedangkan helm milik Donghae bermotif ikan nemo dan ikan buntal. Mereka menamainya helm couple Haehyuk (?). Helm couple itu merupakan ide dari Eunhyuk. Awalnya Donghae hanya ingin membelikan Eunhyuk helm untuk keamanannya ketika berboncengan dengan Donghae. Tapi Eunhyuk malah mengusulkan Donghae juga menggunakan helm yang bermotif sama dengannya, tentu saja Donghae menolak usul tersebut. Hey, dia seme. Apa kata teman-temannya nanti jika dia memakai helm imut-imut seperti itu?. Eunhyuk terus merengek dengan menunjukkan puppy eyes andalannya yang membuat Donghae menyerah dan bersedia membuat helm yang sama tetapi dengan motif yang berbeda. Hasilnya helm Donghae yang sekarang dipakainya bermotif kartun favoritenya dan ikan buntal-usul Eunhyuk-.
Donghae terus diam tanpa mempedulikan ocehan Eunhyuk. Dia merasa amat sangat kesal pada Eunhyuk dan tingkah kekanakannya. Pasalnya, karena keinginan Eunhyuk yang aneh itu status namjanya yang awalnya pasti menjadi dipertanyakan (?). Para yeoja dan namja di parkiran tadi menatapnya sambil terkikik geli bahkan tidak sedikit yang terpingkal-pingkal termasuk monyet keci disebelahnya yang tidak berhenti tertawa sejak tadi membuatku gerah.
"Ahahahaha... hh.. kau lucu.. mpffft sekali, Hae. Ahahaha.." ejeknya di sela tawanya.
Author PoV End
Lee Donghae PoV
"Ahahahaha... hh.. kau lucu.. mpffft sekali, Hae. Ahahaha.." lagi-lagi suara tawa yang menyebalkan masuk ke dalam gendang telingaku. Aku berhenti melangkah dan menghadap ke arah Eunhyuk yang masih tertawa sambil memegang perutnya.
Aku terpaku melihat tawanya. Dia begitu manis saat tertawa. Aku memandanginya lama sampai dia merasa risih dan menghentikan tawanya yang otomatis membuatku kehilangan pemandangan indah (?).
"Wa-wae? Kenapa kau melihatku seperti ingin memakanku?" tanyanya gugup.
Aku menyeringai dalam hati melihat reaksinya. Kurasa akan menyenangkan jika aku sedikit menggoda monyet nakal ini, pikirku. Aku melangkah makin dekat kearahnya. Saat ini kami memang berada di koridor yang sepi, oleh karena itu tidak mungkin ada yang melihat kami berdua disini.
"H-hae. Apa yang akan kau lakukan. Hae! Jangan mendekat, bodoh!" teriaknya. Aku tertawa dalam hati melihat mimik ketakutan yang tergambar di wajah yang selalu menampilkan wajah ceria tersebut.
"Apa yang akan kulakukan? Yang ingin kulakukan sama seperti yang kau tanyakan tadi padaku, Hyukie chagi~" ucapku seduktif.
"Maksudmu apa?" ucapnya polos sambil memiringkan kepala imut. Aigoo, bahkan disaat-saat seperti ini dia masih bisa menunjukkan keimutannya padaku. Untung saja dia sahabatku dan aku namja normal, jad aku tidak –belum- akan tergoda olehnya.
"Kau lupa apa yang kau katakan padaku, chagi? Apa kau ingin aku mengulangi perkataanmu atau kau ingin aku langsung mempraktekkannya sekarang?" capku makin seduktif. Dapat kulihat wajahnya memucat secara perlahan.
Tiba-tiba matanya terbelalak melihatku mulutnya juga terbuka. Aigoo, aku jadi ingin penasaran bagaimana kalau lidahku masuk kesana. Tunggu apa yang kupikirkan? Kurasa aku mulai gila.
"Jangan bilang kalau kau benar-benar ingin memakanku, Hae?" ucapnya taku-takut.
"Menurutmu?" dia menatap takut kearahku sambil terus melangkah mundur menghindariku yang melangkah semakin mendekatinya.
"H-hae. Kau bercanda, kan? Hae, berhenti! Kubilang berhenti! Jangan mendekat, bodoh!" teriaknya dengan mata yang mula berkaca-kaca. Oh, mian Hyukie, tapi inilah caraku untuk membalas endam atas kelakuanmu yang membuatku malu setengah mati.
Dia terus melangkah mundur sampai punggungnya menabrak dinding koridor. Aku memerangkapnya dengan kedua lenganku bahkan sebelum dia berpikir untuk kabur. Aku menatapnya yang tengah menggigit bibirnya. Aku tahu dia melakukan itu karena merasa takut, tapi entah mengapa otakku berpikir kalau ekspresinya yang ketakutan terlihat seperti ekspresi menggoda. Aku berusaha keras menahan nafsuku yang entah kenapa muncul saat aku melihatnya seperti ini, tapi sepertinya aku tidak tahan lagi. Aku seorang namja yang tentunya juga punya hasrat yang tinggi.
Aku membenamkan kepalaku ke ceruk lehernya. Kuhirup aromanya yang benar-benar menggoda. Aku sudah tidak bisa berpikir jernih lagi, yang ada di otakku saat ini adalah aku menginginkan Hyukkie.
"Hyuk, kau benar-benar sexy. Pantas banyak namja yang mendekatimu, ternyata kau memang sangat menggairahkan," bisikku dekat telinganya. Aku kembali melesakkan kepalaku ke ceruk lehernya. Bahkan sekarang aku mulai menjilati leher putih mulus milik sahabatku itu. Aku menggigit dan menghisapnya membuat tanda kepemilikan disana. Tak sampai disitu, tanganku bahkan sudah merayap kemana-mana. Aku menyentuh apapun yang bisa kusentuh.
"Hiks.." tanganku yang tadinya ingin membuka kancing seragan Eunhyuk terhenti seketika ketika mendengar isakannya. Aku menengadahkan kepalaku dan menemukan wajah sahabatku yang selalu ingin kulindungi dari namja-namja yang ingin berbuat kurang ajar kepadanya penuh dengan air mata. Seketika pikiranku mula kembali jernih. Aku mengimgkari janjiku sendiri.
"H-hyuk. M-mian," ucapku gugup yang dibalas dengan tangisannya yang semakin keras terdengar. Astaga apa yang sudah kulakukan? Aku hampir saja melecehkan sahabatku sendiri. Aku mengeratkan pelukanku padanya sambil terus mengucapkan kata maaf. Dia terus memberiontak sambil memukul-mukul punggung dan dadaku tapi aku tidak berniat untuk melepasnya.
"Hiks, Hae, Hiks. Wae? Kenapa kau.. hiks.. melakukan itu padaku?" tanyanya disela tangisannya yang menyesakkan dadaku.
"Mian, Hyukkie. Aku, aku benar-benar tidak sengaja, Aku tidak tahu apa yang kupikirkan tadi. Mian, ne." Pintaku.
Hyukkie terus menangis di pelukanku. Dapat kurasakan seragamku menjadi basah. "Jebal, Hyukkie. Uljima." Pintaku tetapi dia tetap menangis. Aku menangkup kepalanya dan menghadapkannya ke arahku. Oh, betapa menyedihkan wajahnya saat ini. Mataku berkaca-kaca melihatnya seperti ini.
"Hyuk, jebal mianhaeyo." Ucapku yang hanya dibalas dengan isakannya. Air mataku jatuh setetes melihatnya rapuh seperti itu. Ini semua karenamu, bodoh! Makiku kepada diriku sendiri.
Aku menangis sambil terus menatap matanya yang terpejam. "Jebal mianhaeyo," pintaku lagi.
"Jangan meminta maaf." Ucapnya lirih. Aku menggeleng keras.
"Ani. Aku akan terus meminta maaf sampai kau memaafkanku."
"Tapi..."
"Tidak, Hyuk. Aku salah. Aku minta maaf." Aku menundukkan kepalaku membiarkan air mata ini terus jatuh.
"Hae.."
"Mianhaeyo, Hyuk."
"Hae.."
"Mian."
"Hae.."
"Mi..."
"Ya! Ikan cucut bodoh! Angkat kepalamu dan berhenti memotong pembicaraanku!" teriaknya yang membuatku langsung mendongakkan kepala.
"H-hyuk?" cicitku.
Dia tersenyum menatapku, "Aku sudah memaafkanmu, bodoh. Aku tau kau pasti tidak sengaja."
Aku menatapnya tanpa berkedip. Sungguh namja didepannya ini sangat baik. Aku benar-benar bersyukur bisa bertemu dan mengenalnya sejak kecil.
Aku memeluknya erat, sambil mengucapkan terima kasih padanya berulang kali. Aku mendesah kecewa saat dia melepaskan pelukanku.
"Tapi, Hae. Aku takut ada yang melihat kita tadi."
"Tidak mungkin. Koridor ini selalu sepi. Kajja, kita sudah hampir terlambat." Ucapku yang dibalas anggukan olehnya. Kamipun melangkah berbarengan sambil berpegangan tangan menuju kelas.
Lee Donghae PoV End
Author PoV
Tanpa keduanya sadari ada sepasang mata dan lensa kamera yang merekam kegiatan mereka tadi.
"Awas kau, Lee Hyukjae! Tidak akan kubiarkan kau mendapatkan Donghae. Lihat saja nanti." Ucapnya sinis sebelum melangkah pergi dengan seringaian yang terpasang di bibir tipisnya.
TBC
Annyeong...
Ini udah lumayan panjang, kan? Author udah bela-belain nulis ini di tengah tugas yang menumpuk T_T
Ini saatnya membalas review chap 1 & 2
RiniGame1: Hyuk emang bandel. Ini author jadiin chapter. baca terus ne. jangan lupa review #acunggolok
sankyu.
Iya chingu, hae jadi tukang ojek. Emang cocok sih haha.. #disumpel kaos kaki Eunhyuk. Jitak aja tuh ikan buntal. review lagi, ne. sankyu
liezaaquariusz : author jadiin chapter nih. baca n review terus, ne! sankyu
Izmajukir : Baca terus, biar ngga gantung.. jangan lupa untuk mereview. sankyu
Hein-Zhouhee1015 : ini udah jadi chaptered. sankyu
azihaehyuk : Ini udah lanjut. baca n review ne. sankyu.
nurul. : sesuai dengan permintaan, ini author jadiin chapter. baca n review lagi ne. sankyu.
Mian kalo pendek, author sibuk soalnya. Konflik pasti ada tapi yang ringan2 aja, kalo berta author ngga kuat ngangkatnya, chingu mau bantuin ngangkat? #innocentface sankyu
Miss Chocoffee : makasih udah dibilang manis, #kecupbasah Ini author jadiin chapter, baca n review ne. sankyu.
Ini udah lanjut.. review lagi ne.. sankyu
siti sisun : huhuhu...Eunhyuk emang cerdas. ini udah jadi chapter. baca n review lagi ne.. sankyu
dekdes : Tau sih tuh monyet nyerah aja.. hehe.. ini udah author jadiin chapter, baca n review lagi ne. sankyu
jewELF : Jangan bunuh aku ampuuuuunnnn... ini udah jadi chapter, jadi turunin tuh gergaji, okeh? review lagi, ne. sankyu
FN : Ini masih pendek nggak? ini udah dilanjut. review ne. sankyu
Hae emang suka modus-modus. review lagi ne. sankyu
chowlee794 : Silent Love dataaangg.. tapi bukan sequel hehe.. baca n review ne.. sankyu
Kode apaan chingu? #sokpolos review lagi ne. sankyu
Polarise437 : sabar ya #pukpukjuga.. ini dia tapi bukan sequel. review lagi ne. sankyu
tiwipratiwierafdie : ini dia author jadiin chapter. Happy end? entahlah ya.. hahaha #evillaugh. sankyu
isroie106 : Benarkah? itu masih misteri #senyummisterius. Ini udah kilat belum? Apa masih baru gunturnya doang? sankyu.. review lagi ne.
nanazzz : Hyuk emang cute. ini udah lanjut. review lagi ne. sankyu
Akhirnya selesai juga.. capek wooii..
Gamsahamnida buat yang udah review, jangan bosen-bosen review ne?
Buat siders tunjukkan jejak bahwa kalian ada di dunia fanfiction.
Yesungdahlah. Akhir kata RnR ne...
Annyeong
