"Mikoto-chan~.. kenapa..? kenapa..?" Kushina kecil berjalan tegopoh gopoh. Seluruh taman itu kelihatan sepi dan hampir semua hancur. Matahari perlahan tertutup awan.

Mikoto berdiri dengan sebilah pisau ditangannya. Seluruh seragam SD-nya dipenuhi darah. Di belakang Mikoto ada sesosok jasad gadis SMA berambut hitam. "Kushina~ tenanglah" kata Mikoto.

Mata Kushina membulat setelah melihat tubuh orang yang dikenalnya sudah tak bernafas. Langkahnya terhenti "kenapa..? kenapa..? KENAPA…? MIKOTO..!" angin kencang bertiup disekitar Kushina. Semuanya berubah dari siang tiba-tiba menjadi malam.

"hah! Dimensi astral?" gumam Mikoto.

"Mikoto~ kau membunuhnya… kau sudah…. MEMBUNUHNYA!" Kushina maju menerjang Mikoto. Mikoto yang tak sempat menghindar hanya pasrah dengan Kushina yang sedang berada di atasnya sekarang.

"Kushina.. dia berbahaya untukmu" kata Mikoto.

Kushina terlihat tidak perduli. Dari tangan kanannya muncul kipas berwarna hitam-merah. Kipas itu diarahkan ke leher Mikoto. "Mikoto.. selama ini aku percaya padamu. Kau selalu membuatku bahagia. Tapi sekarang kau berkhianat. Kau membunuh orang yang sangat penting bagiku. Tidak bisa dimaafkan! Nyawa harus… DIBAYAR DENGAN NYAWA!"

Mikoto kecil langsung mendorong Kushina dan berlari menjauh. Baru beberapa langkah, Mikoto terjatuh karena terkena hempasan angin. Dia melihat kebelakang, Kushina diselimuti api hitam. Rambutnya berterbangan. Dari belakangnya muncul 9 ekor berwarna merah.

Mikoto berdiri 'aku tidak akan lari' batinnya."Kushina! kumohon hentikan tindakanmu ini. Kau sudah mencapai batasmu. Sudah cukup! Jangan_" belum sempat dia melanjutkan, Kushina dengan cepat sudah berdiri didepannya.

Kushina tersenyum bagaikan iblis "sudah cukup katamu? Ne… Mikoto.. apa kau.. takut? Hihihi" ucapnya dengan nada sinis.

Keringat mengucur dari kepala Mikoto kecil "Kushina.. kau sudah mencapai batasmu" Kushina mundur.

"batas…? Tidak! Bagiku yang terlahir di dimensi ini, tidak ada batasan. Berhentilah menceramahiku. Waktunya menerima ajalmu.. Mikoto!" Kushina mengarahkan kipasnya ke atas. Sebuah bola hitam muncul.

Mikoto hanya bisa pasrah menerima takdirnya. Dia menutup matanya bersiap-siap untuk segala kemungkinan yang akan terjadi. dengan cepat Kushinan lalu mengayunkan kipasnya kearah Mikoto. "HAAAA!"

1 detik,2 detik, 3 detik, Mikoto membuka matanya kembali. Semua kembali normal. Matahari, dan juga cuaca. 'dunia nyata' batinnya. Mikoto terkejut saa melihat Kushina yang menangis tersedu-sedu.

"meskipun aku mau.. aku tetap tidak bisa.. hiks! Membunuh teman pertamaku! Hiks!" kata Kushina kecil.

Mikoto hanya bisa terdiam. Kushina mengusap air matanya "Mikoto! Anggap hari ini adalah hari keberuntunganmu. Dengar! Untuk sekarang, Aku tidak bisa membunuhmu. Jadi, aku juga tidak akan memafkanmu"

Kushina kecil membalikan badannya "jangan pernah muncul dihadapanku lagi! Jika aku melihatmu lagi, tidak ada kemungkinan kau selamat" Kushina mulai berjalan "mulai sekarang.. kita bukanlah teman"

Mata Mikoto membulat "Kushina! Tunggu! Kushina" teriaknya.

Pairing: Minato Namikaze, Kushina Uzumaki

Disclaimer: Naruto from Masashi Kishimoto

Warning: ceritanya aneh, ancur, sulit dimengerti.

DON'T LIKE , DON'T READ

-I can see a ghost-

"chapter 3: white strap"

~gedung rumah sakit ternama di Tokyo~

Semua terlihat seperti malam meski jam menunjukan pukul 1 siang. Hashirama melihat sebuah kertas dan mengambilnya.

Mito menghampiri suaminya "apa itu?"

"tidak tau" jawab Hashirama. Mereka langsung terkejut, Setelah melihat isi kertas itu bertuliskan:

"Kushina yang dulu akan segera kembali"

Hashirama dan Mito saling berpandangan dengan wajah khawatir.

"apa yang dia rencanakan?" ucap Mito dengan suara bergetar.

"kita harus membicarakan hal ini dengan ketua! Bisa gawat jika Kushina kembali seperti dulu" kata Hashirma dan dijawab anggukan dari Mito.

"pertama-tama kita harus keluar dari sini" lanjut Mito. Tiba-tiba, semua kembali normal. Yang tadinya gelap, terang kembali. Ruangan yang tadinya hancur menjadi rapi lagi. Kaca yang tadinya pecah terlihat masih utuh. Mereka berdua segera keluar.

~Sekolah, dimensi astral~

Fugaku melompat ke arah Kushina dengan pisau terhunus ke arahnya. Mata Minato membulat. Dia sadar tidak akan bisa mencegah hal itu. "KUSHINAA!"

Kushina hanya bisa terdiam menghadapi nasibnya. namun seakan waktu berjalan lambat, sebuah kenangan lama menghampirinya. Fugaku tersenyum penuh kemenangan.

"BUUMM!"

Daerah itu hancur lebur. Minato jatuh terduduk. Dia tidak bisa berkata apa-apa. sedang tawa keji Fugaku menggelegar.

Dari dalam gedung sekolah, dua tali bercahaya putih keluar menuju kearah Fugaku. Fugaku yang menyadari itu segera menghindar. Tali itu kembali tertarik kedalam gedung.

"tch! Siapa disana?" teriak Fugaku. Dari dalam, muncul seorang gadis berambut biru muda yang mengenakan seragam KSHS(Konoha Senior High School). Di dua tangannya terdapat tali berwarna putih terang.

"perkenalkan, namaku Yanbi Azakagi! atau lebih di kenal sebagai white strap. Anggota Kurayami no Hikari. Senang bisa bertemu denganmu, Fugaku Uciha-san. atau bisakah kupanggil kau… Another Person yang bekeja dibalik bayangan Akatsuki?" kata Yanbi.

Minato terkaget dengan kemunculannya. Fugaku mempersiapkan kuda-kuda "ini pertama kalinya ada yang tahu nama asliku selain Minato. tapi itu tidak akan bertahan lama" Fugaku maju berlari dengan cepat. Dia lalu menusuk gadis itu tanpa berpikir panjang.

Yanbi tersenyum "tolong jangan terlalu meremehkanku.. Uciha-san".

sedang Fugaku langsung melepas tangannya dan melompat menjauh. Angin berhembus dan menghapus keberadaan Yanbi bagai kepulan asap. 5 tali keluar dari tanah tepat saat Yanbi menghilang dan menyerang Fugaku berkali-kali namun dapat dihindarinya dengan mudah.

Dari belakang Minato, Yanbi asli muncul dari dalam tanah sambil memegang tali tadi yang tersambung di tanah. "hey! Minato! tenanglah.. Uzumaki-san baik baik saja! Dia sedang bersembunyi dalam gedung sekarang. Hah~ atau lebih tepatnya dia ada di kelas" kata Yanbi sukses membuat Minato berdiri.

"benarkah?" Tanya Minato.

Di saat yang sama, Fugaku yang terpojok langsung memotong tali tali itu. "yah~ tapi sebelum itu. Ayo usir dia. Seperti julukannya, dia adalah orang lain yang tidak diterima keberadaannya disini" lanjut Yanbi.

Fugaku berjalan santai kearah mereka "dua lawan satu tidak masalah bagiku. Tapi maaf saja. Aku tidak bisa meladeni kalian lebih lama lagi" Fugaku berhenti "kalau begitu, sampai jumpa lagi Minato.. dan.. Yanbi Azakagi sang white strap" lalu Fugaku menghilang.

Minato lalu segera berlari ke kelas. "Minato! tunggu" susul Yanbi yang melepas talinya.

-skip time-

~Kushina POV~

Tidak kusangka hari yang kujalani seminggu ini diluar pemikiranku. Kupikir akan baik baik saja. Tapi sekarang aku sadar penderitaanya. Dia yang selalu khawatir akan keselamatan orang orang terdekatnya. Mempertaruhkan hidupnya untuk keselamatan semua orang di dekatnya.

Namikaze Minato. dia bukanlah pria biasa. Memang benar dia adalah orang yang menjengkelkan dengan sifat dinginnya. Tapi, dia adalah pria yang baik dan perduli.

2 hari yang lalu, aku berhasil masuk ke dimensi Astral hanya karena tertidur setelah diganggu oleh hantu gadis SMA. Dimensi Astral atau biasanya dikenal dengan dunia lain tempat hantu berada, adalah tempat yang berkebalikan dengan dunia nyata. Saat astral malam, maka dunia nyata siang. Begitu pula kebalikannya.

Sesuatu yang unik dari dimensi Astral adalah penduduknya hantu gentayangan. Meskipun gedung di dunia astral hancur, itu tidak akan berpengaruh di dunia nyata. Para hantu di dunia Astral bisa melihat manusia seakan dunia mereka saling bertubrukan.

Sedang para Manusia yang masuk ke astral hanya dapat melihat hantu dan itu merupakan keuntungan besar. Dari situ aku menarik kesimpulan. Alasan kenapa hantu sering muncul saat malam itu karena dunia Astral tempat mereka tinggal sedang siang. Waktu yang tepat untuk beraktifitas. Meskipun hantu, mereka juga dulunya adalah manusia.

Aku, Kushina Uzumaki merasakan sesuatu yang aneh tentang hal ini. Memang sih, ini aneh untuk berpikir secara logika tentang adanya dunia astral dan hantu. Tapi saat pertama kali masuk kesana, aku merasa pernah berada disitu. Rasanya dunia astral dan hantu bukanlah hal yang asing untukku. Sekuat apapun aku mengingatnya, tetap saja tidak ada satupun memory yang mengatakan tentang astral.

Setelah Yanbi menjelaskan, Minato langsung menjauh dariku. Aku ingin tahu, apa sebenarnya yang terjadi?

~end POV~

~sekolah~

"MINATOO!" Kushina berlari dari depan gerbang mengejar sosok pria di depannya hingga tidak memperhatikan batang kayu seukuran lengan orang dewasa terbentang dengan sangat jelas.

"MII..NAA.. KYAAA" Minato yang mendengar jeritan Kushina segera membalikan badannya. Tak disangka Kushina melayang di depannya setelah kesandung kayu tadi. "BRUKK".

"sa-sakit" rintih Kushina. Tak lama, wajahnya langsung merona. Dia tengah berada di atas Minato. dengan cepat Kushina berdiri dan membungkuk ke arah Minato yang ikut bangkit dari posisinya itu. "uwah! Maaf! Maaf! Maaf! Aku tidak sengaja! Tadi ada kayu! Batang kayu! Ada disana. Maaf!" ucapnya masih merona.

Minato hanya diam lalu mulai berjalan pergi menjauh. Sewotan muncul di kepala Kushina. "Mi-MINATOOO!"

~kelas 3-1~

"Minato! ada apa denganmu! Kenapa kau menjauhiku terus? Oke, aku salah sudah mencampuri urusanmu. Kalau kau khawatir aku membocorkan dunia itu pada orang lain, sumpah aku tidakkkk akan pernah mengatakannya" kata Kushina yang tengah berdiri di depan meja Minato.

Nihil, hasil yang didapatkan Kushina. Minato tidak bergeming dan terus membaca bukunya.

-skip time-

~jam istirahat~

"Minato! Minato! dimana kau? Maaf permisi, apa kau melihat Minato?" Tanya Kushina pada beberapa siswa dan selalu dijawab dengan gelengan kepala. Yap! Kushina tengah mencari Minato yang langsung hilang saat bel istirahat berbunyi.

Di lain tempat, ruang perlengkapan olahraga. Minato dan Yanbi mengambil beberapa bola untuk pelajaran terakhir. "Namikaze-san! sampai kapan kau menjauhi Uzumaki-san terus? Kau tau.. ini tidak ada gunanya. Pada akhirnya, dia akan tahu semua kehidupanmu." Kata Yanbi.

"aku hanya ingin dia tidak berurusan dengan hantu. Terlebih iblis. Bagaimana jika dia diserang hantu level 3?" balas Minato.

"kau terlalu cemas, hanya karena dia berhasil masuk ke astral. Memang sih.. tempat itu sangat berbahaya untuk manusia biasa. Tapi kau tahu Namikaze-san. aku mempunyai kemampuan merasakan cakra" Minato yang mendengar itu menatap Yanbi dengan tajam.

"sesuai julukanmu, kan. White strap. Tapi.. untuk apa kau mengatakan itu?" Tanya Minato.

Yanbi balas menatapnya dengan serius "Kushina Uzumaki, dia memiliki cakra dalam tubuhnya. Masih samar samar, tapi.. mungkin karena itu dia berhasil masuk ke astral. Mengingat hal itu, aku semakin penasaran. Kenapa orang tuamu menjadikan Uzumaki-san sebagai tunanganmu?"

Minato tertunduk dan hanya diam tanpa menanggapi. "sudah, sudah. Ayo cepat, jam pelajaran olahraga akan segera di mulai. Biar aku yang mengantar bola ini pada sensei. Kau pergi ganti baju saja, sanah!"

"uh? Baiklah. trima kasih" Minato lalu mulai berjalan.

"sebelum pergi! Apa kau benar-benar akan menjauhinya?" Tanya Yanbi.

"um" dan Minato berjalan keluar. "kau memang menyayanginya ya.. semoga gadis merah itu memahamimu"gumam Yanbi.

~jam pelajaran olahraga~

Di koridor sekolah yang sunyi, Kushina melihat Minato dan segera berlari ke arahnya "MINATOO!"

Minato membalikan badannya, "sudah cukup! Kushina"

Kushina langsung terdiam mendengar kata itu. Jarak mereka terpaut 2 meter. "a-apa maksudmu? Minato-kun" Tanya Kushina dengan senyum yang dipaksakan.

"sudah cukup. Berhentilah ikut campur dengan urusanku. Tujuanmu mencariku, hanya ingin mendengar kepastian tentang dunia itu, kan? Karena itulah. Sudah cukup. Kau tidak akan mendapatkan kepastian apa-apa dariku" bentak Minato.

Terdiam sejenak.. "tidak! Maaf, mungkin aku memang ingin tahu. Ta-tapi, kalau kau terganggu, a-aku tidak akan memaksa" ucap Kushina.

"baguslah, kau mengerti" Minato membalikan badannya dan mulai berjalan menjauh.

"Minato.. tung_" baru selangkah berjalan, tiba tiba Kushina merasakan sakit yang amat di kepalanya dan dengan segera menjalar keseluruh tubuhnya. Jantungnya berdegup sangat kencang tanpa sebab. Dunia terasa berputar. Keringat mengucur dari pelipisnya menyebrangi wajah pucatnya.

Yanbi yang kebetulan lewat di belakang Kushina langsung menepuk punggungnya. "Uzumaki-san! kau baik baik saja?" Tanya Yanbi.

Kushina langsung tersadar dan semua rasa sakit itu menghilang. "ah.. Yanbi.. aku baik-baik saja" Minato yang mendengar percakapan mereka, berhenti dan menengok ke belakang. "kau yakin? Kalau kurang enak badan, biar aku antar ke UKS ya.." Tanya Yanbi memastikan.

"ah.. iya, sekarang pelajaran olahraga. Ayo cepat, nanti dimarahi sensei" jawab Kushina dan mulai berjalan dengan cepat. "kau juga Minato, ayo cepat" pinta Kushina saat melewati Minato.

Yanbi kemudian berjalan bersama-sama Minato, dengan Kushina berada di depan mereka. "Namikaze-san, kau tidak merasakannya?" Tanya Yanbi.

"maksudmu?"

"aku merasakan cakra darinya" Yanbi menunjuk kepala Kushina "cakra itu berkumpul di kepalanya"

Minato terdiam. "jangan-jangan!" ucap Yanbi, kemudian"UZUMAKI-SAN BERHENTI" pinta Yanbi. Kushina yang mendengar itu langsung terdiam dan membalikan badannya.

"ada apa, Yanbi? Kita akan telat" balas Kushina.

"kau ingat dua hari lalu, saat di sekolah, Namikaze-san berkelahi dengan seseorang di lapangan, di dimensi Astral?" Tanya Yanbi. Minato langsung menyambar tangan yanbi dengan ganas. "tunggu dulu! Apa yang mau kau katakan?" Tanya Minato garang.

"dimensi Astral apa maksudmu? Jangan bercanda. Tapi aku ingat saat itu. Tentu aku tahu. Minato berkelahi dengan siswa dari sekolah lain. Tapi akhirnya, Yanbi dan Gai-sensei menghentikan mereka. Syukurlah, Minato sekarang sudak tidak babak belur lagi. Kejadian itu berlangsung sangat cepat. Jika saja aku ada disana, sudah pasti akan kuhentikan. Tidak seperti siswa siswa lain yang hanya menyoraki"

Minato dan Yanbi terkejut bukan main. Baru saja Minato akan berbicara, Yanbi langsung menghentikannya.

"begitu ya.." kata Yanbi.

"kenapa kau menanyakan itu? Sudahlah, kita benar-benar telat. Ayo cepat" ajak Kushina dan langsung berlari meninggalkan mereka.

Sejenak, Minato terbingung bukan main "ada apa dengan Kushina, kenapa ceritanya berbeda. Dan kenapa.. dia tidak tahu dimensi astral?"

Mata Yanbi penuh keseriusan "sudah kuduga, ingatanya sedang dimanipulasi oleh iblis"

TBC~