[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]
.
.
[卍]-The Black Blossom Shine-[卍]
.
By
.
[卍]-Lightning Shun-[卍]
.
.
[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]
.
.
.
Liat dia jangan dengan mata-kacanya
namun dari mata-hatinya.
.
Note 3 -[Berbaur]
Kirie sudah merasakan Firasat kurang menyenangkan sejak tadi pagi saat wanita itu datang, dan kenyataan itu memang benar ini terjadi, saat ini ia berada di sebuah kamar-mandi, berisi sebuah kolam besar(mewah), dengan sisi setiap bak memiliki sebuah patung-naga dengan pancuran air dimulutnya, Kirie saja bahkan tidak menyangka Kaisar terlalu kaya membangun bak mandi seperti ini.
Dan entah kenapa, Kirie selalu mendapat masalah yang begitu memusingkan, dari bertemu Komandan menyebalkan sekaligus membawanya kekerajaan Dynasty Han mengerikan, atau habis melawan seorang wanita bernama Diaochan yang entah kenapa memaksanya untuk bertarung dan sekarang. Ia berada bak mandi kerajaan (yang disebutkan tadi) bersama dua wanita yang sedang mandi, dengan aurah-aneh sekaligus dari, sosok dua wanita yang tengah membersihkan dirinya yaitu Diaochan dan Li Yingqi.
"Ada apa! Apa salep-pembersihnya kurang,"Tanya Li Yingqi, memandang Kirie membuat wajah gadis jepang itu mengeleng. Sementara Diaochan hanya memandang tampa sepatah katapun.
"Aku hanya tak biasa mandi dengan seseorang!,"Ucap Kirie membuang muka yang merah.
"Kau tak perlu mempermasalahkan hal itu, kita sama-sama perempuan,"Ucap Diaochan membuang wajahnya kearah lain, sementara Kirie hanya tersenyum miris,'Apa karna masalah kemarin dia masih marah padaku'.
"Hahahaha..."Kirie menghelah nafas, ia memegang sebuah guci berisi salep yang tak berbusa, namun tercium bau-harum yang menenangkan, lalu mengusap ditubuhnya(?), namun Li Yingqi, bilang itu cairan untuk membersihkan-tubuh, berarti itu semacam sabun sepertinya. (Author : hahahaha~ wajarlah zaman dulu mana ada, sabun palingan Salep, atau minyak pembersih yang dibumbuhi wewangian-_-).
"Kau tak membubuhinya dibelakang punggungmu?!,"Tanya Li Yingqi, membuat Kirie hanya memasang wajah-memerah dengan kaku.
"Kurasa kau kesulitan memakaikan salep itu dibelakangmu, ayo berbalik,"Ucap Li Yingqi, lalu menyeret(?) Kirie untuk berbalik. Mata Li Yingqi merincing saat dihadapkan pada punggung Kirie yang memiliki punggung yang ramping, namun terdapat sebuah tato bergambar ekornaga-kecil yang dibuat dari jarum disamping punggung sebelah kirinya. "Tato-apa ini!,"pikir Li Yingqi.
.
.
.
[Kembali ketahta]
"Yang-mulia, semua undangan akan diberikan hari ini! Beberapa orang-kita akan datang kekota-kota tetangga dan menyebarkanya,"Ucap Tao Mi, pada Kaisar Xian.
"Bagus dengan begitu kita bisa memulai acaranya dalam kurun dua minggu kedepan, selama seminggu,"Jawab Kaisar Xian sembari tersenyum.
"Tapi Yang mulia! Apa tidak masalah mengundang keluarga Wu,"Dong Zhuo memandang Kaisar dengan wajah tak suka campur senyum dibuat-buat.
"Tentu saja Dong Zhuo, dalam masalah politik terkadang kita harus mencari pola, untuk melindungi Kekuasaan Han, kau tahu bahwa keluarga Wu, memiliki adli yang kuat,"Jawab Kaisar Xian, dengan pandang menyipit. "Dan kau tahu apa artinya jika dia menjadi bawahan dipihak kita bukan,"Ucap Kaisar Xian.
(( Note Text : Dalam kata keluarga China terdapat, Klan atau suatu kau, keluarga dimaksut sebagai suatu kubu atau orang-orang penting yang bergabung dalam satu pemerintahan dalam sebuah kota atau militer, ini juga berlaku dijepang))
"Tapi!," Ujar Dong Zhuo.
"Aku tak mau dengar tapi-tapi dari mulutmu!,"Ucap Kasiar Xian dengan tegas, ia lalu melirik Tao Mi, yang sibuk dengan lembar-lembar kertas yang berisi laporan yang mengunung. "Kau paham Tao Mi,"Ucapnya.
"Ya Yang-Mulia,"Cletuk sang lelaki setengah baya dengan datar. Sementara Lu Bu yang juga berada disana tak memfokuskan pengelihatan dan pendengaranya pada perdebatan Kaisar dan Dong Zhuo, juga beberapa jendral yang sibuk berseteru, ia malah sibuk memikirkan hal lainya.
Saat ini pemikiranya malah terfokus pada Wajah Kirie muncul dibenaknya, dan juga masalah semalam.
"Orang kuat tampa belas-kasihan tahu apa! Tentang perasaan orang lain, tampa memikirkan perasaan seseorang kau tahu apa!, kau hanya punya kekuatan tapi mengunakanya tampa hati!,"
Terlihat Raut penuh kekesalan, mata mendelik mengerikan, mata-giok diterangi cahaya bulan, purnama yang membekas dalam pemikiran sang jendral.
"Pada akhirnya seseorang yang kuat hanya, hanya dijadikan boneka, dan dimanfaatkan,"Ucap Kirie, membuat pria itu sedikit melamun, dengan perasaan yang tak enak.
"Kau baik-baik saja! Jendral,"Sosok lelaki berjubah putih, berambut putih, menampilkan sosok tua, dengan janggut panjang, tiba-tiba sudah disamping Lu Bu membuat, raut agak terkejut dibenak sang-jendral.
"Tuan Pao-Tou,"Lu Bu mendesah perlahan, nama orang itu keluar bebas dari mulutnya.
"Tak biasanya, pria terkenal dimedan-tempur seperti lelehan lahar yang panas, atau naga mengamuk, atau lelaki berhati-dingin tampa belas kasihan, memiliki mimik sendu begitu,"Ucap Pao Tou sembari tersenyum. Lelaki tua itu lalu mengusap janggot panjangnya sebatas dada. "Apakah aku salah menjabarkan tingkahmu Lu Bu!,"Tanyanya tampa embel-embel Jendral, suara serak khas-penuh wibawa.
"Astaga aku tak menyangka anda datang kemari!," Seulas senyuman datar dari Kaisar Xian, memandang lelaki tua itu. "Apakah kau datang untuk memberi aku sebuah putusan,"Tanyanya masih duduk dititahnya.
"Ya justru itulah aku datang kemari,"Jawab lelaki Tua itu sembari tersenyum, lalu kilat mata abu-abunya menghelah nafas panjang. "Aku datang untuk menolak, tawaran anda yang mulia,"Ucap Pao Tao sembari tersenyum.
"Mengapa!?,"Jeda Kaisar Xian, ada raut kesal dibalik wajah yang nampak charming.
"Seperti yang anda lihat,"Ucap Pao Tao, sembari memandangng Kaisar Xian, "Tubuh saya sudah tak memumpuni sebagai salah satu Jendral atau tangan kepercayaan Kerajaan Han,"Selanya pelan. "Berumur dan begitu tua, saya memutuskan mundur dari posisi ini,"Jelas Pao Tao sembari mengangguk.
"Lalu apa yang kau lakukan setelah itu,"Tanya Kaisar Xian, memandang lagi.
"Aku akan pulang! Ke perguruan Shaolin, dan menetap disana,"Jelas Pao Tao.
"Kau masih begitu sehat serta kuat, Tuan-Pao tao,"Ucap Kaisar Xian, tanganya menari kearah Pao-Tao mengeluarkan beberapa belati berwarna hitam, dengan cepat menembus udara kearah Pao Tao.
Raut Pao Tao kiat sedikit berubah, kedua telapak tanganya disatukan, lalu memukul mundur belati yang mengarah kedepan.
"Tapak budha yang luar-biasa,"Ucap beberapa dewan disana dengan hati bangga, pada salah satu tetua dan juga dianggap penting untuk mereka. Namun raut mereka berubah dalam sekejap tampa menyadari beberapa belati menukik diudara dan muncul dibelakangi Pao Tao, dan saat dia berbalik.
PRANGK!
Yang terlihat sosok gadis bersurai hitam, memunggunginya dengan sebilah belati ditanganya! dengan cepat menebas beberapa pisau runcing yang hendak membunuhnya, hal itu tertebas secara zikzak, namun tampa menyadari sebagian Pisau lainya melayang.
PYUHS
THAK!
Namun mata Tua Pao Tao kembali terkesima, dengan sebuah anak panah yang muncul keudara lalu memblokade arah pisau hingga terhempas. membuat, ia melihat sosok wanita dari depan pintu berdiri, mata indah biru-gelap safir, dengan delikan bagai elang memandang belakang wanita berambut hitam dengan hati-hati dan mengawasinya, jemarinya yang lentik mengenggam Crossbow hitam, dengan beberapa ukiran disana, jantung Pao seolah ingin berhenti, gadis bersurai hitam berbalik melirik wajah Pao Tao sambil berseru. "Kakek baik-baik saja!,"Ucapnya.
"Ya-ya!,"Ucap Pao Tao agak tercengang, antara ia dan tidak percaya bahwa ia berhutang budi, pada dua wanita yang menolongnya, hari ini.
"Tuan Pao Tao!,l"Ucap Gadis penguna Crossbow dan itu adalah Li Yingqi, lalu memasuki ruangan bersama Dayang Daochan, membuat hawa aula menjadi aneh, Li Yingqi memandang Kaisar dengan pandangan keji, yang nampak samar.
"Aku tak menyangka dibalik sikapmu yang nampak tenang, justru kau memiliki kemampuan luar biasa dari dalam,"Ucap Kaisar Xian.
"Aku cukup tersanjung, Kaisar Xian,"Ucap gadis berambut hitam-lurus, saat ini mengenakan kimono biru-muda, tusage merah dengan gambar tenunan kupu-kupu, rok bawah lutut berenda yang pingir kirinya terpotong memperlihatkan pahanya yang mulus, dibelit tas-kecil berisi gun dipahanya mengenakan sendal bertali hitam, hanya tersenyum. Dan itu adalah Kirie. "Setidaknya anda bisa melihat bahwa tuan Pao, pentas untuk pengsiun,"Ucap Kirie sembari seulas senyum.
"Kau benar-benar berani! Namun aku punya sedikit permainan,"Ucapnya Kaisar Xian, memunculkan wajah aslinya dalam senyuman tampanya.
"Permainan apa!,"Ucap Kirie, memiringkan kepalanya.
"Permainan ini, tentang dua pertaruhan, jika kau berhasil maka aku mengizinkan tuan Pao Tao pengsiun hari ini,"Ucap Kaisar Xian, sembari memperbaiki kondisi duduknya. "Tapi jika kau gagal maka,"Ia menghelah nafas, dan membuka matanya serta mengantungkan ucapanya.
"Aku akan kehilangan nyawaku,"Ucap Kirie mantap. Ucapan Kirie dapat membuat expresi orang disana, raut menyengit, Pao Tao, Daochan, Li Yingqi, Tao Mi, Dong Zhuo hanya membelakan matanya, sementara Raut Lu Bu benar-benar tak baik.
"Baiklah bersiaplah, mari kita memainkan tarian kematian,"Ucap Kaisar Xian, dengan senyuman tak-sabar.
"Tarian kematian!,"Ucap Kirie.
"Seseorang dayang akan berada disini untuk melantunkan sebuah lagu, dan kau hanya wajib berada disana, saat Pedang-pedangku akan melayang dan kearahmu, yang harus kamu lakukan hanya menghindarinya sampai lagu dimainkan selesai, Jelas bukannya,"Ucap Kaisar Xian.
"..."Kirie mengangguk, tampa menjawab, matanya terlihat santai dan sedikit mendecitkan kakinya dilantai, bola-matanya berubah serius, saat Kaisar Xian memanggil seorang Dayang, membawa alat musik semacam-petik keaula dan menyuruhnya memainkanya.
Dalam sekali telunjuknya Kaisar Xian berputar bersamaan dengan 30 pisau-bilah ditanganya, mereka mengudara dengan kecepatan tinggi, Jantung Kirie terasa berhenti, matanya menutup lalu membiarkan angin mengerakan tubuhnya.
Mata angin seolah membiarkan tubuh Kirie bergerak mengetahui dimana arah senjata yang mengunus padanya,ia. Merasa sanggup melakukan ini, lantunan lagu itu terasa membantunya.
Bilah pisau utuh itu bergerak, dan semakin cepat, dan bertempo seperti suara petikan musik, nampak nyaman terdengar.
TRONG~
Namun secara tiba-tiba suara petikan sang dayang terdengar sumbang, dan bermain secara aneh, membuat mata Kirie spontan terbuka. Melihat pisau itu mulai bergerak secara aneh.
musik yang itu pun dirubah dengan sengaja, membuat Kepala Kirie terasa nyeri. "Apa ini!,"Kirie nampak menyengit, menahan nyeri, rupanya sang kaisar sengaja meminta dayang membuat permainan-musiknya sumbang, dan menyulitkan pergerakan sang gadis. Dengan susah payah ia menghindari serangan pisau dengan kelabakan benar-benar pertaruhan curang. Sampai sebuah isyarat tangan kaisar menghentikan pisau bersamaan musik sang dayang.
"Indah sekali, sosok wanita yang jarang ditemukan ditanah ini,"Ucap Kaisar Xian, nampak bertopang dagu, pandanganya seolah memberi kesimpulan sesuatu, dan setiap pria itu memandangnya, entah perasaan buruk benar-benar bisa dirasakan, sementara Kirie memandangnya cetus.
"AWAS!,"Teriak Li Yingqi dari belakang, membuat Kirie memandang sesuatu yang melesat langsung dihadapanya dan-.
GREEB!
Bola mata Kirie membulat merasakan tangan besar dibahunya yang menjadi hangat, bola mata hijau membulat melihat, sosok lelaki besar tangah mendekap pundaknya, dengan lengan kirinya, dan lengan kanan yang menahan satu bilah-pisau yang seharusnya mengarah padanya, dan tangan itu adalah tangan Lu Bu.
.
.
.
Atas kejadian itu Pao Tao diperbolehkan untuk pengsiun, dan Kaisar tak mempermasalahkan tentang keberadaan Kirie, karna sanggup memuaskan hasrat dalam bermain game kematian, dengan dia sebagaipemainya.
Saat ini Kirie sedang berdiri tepat diteras beranda lantai tiga istana, ia terdiam memandang kota dihadapanya, ia menyadari banyak pengawal yang sudah mengawasinya sejak tadi, tapi gadis itu nampak tak perduli sama sekali.
"Waw kau hebat juga~"Bola mata Kirie terbuka saat menatap sosok, seseorang disampingnya, sosok lelaki berambut hijau itu kembali disampingnya.
"Muncul dari mana kau!,"Tanya Kirie dengan pandangan cetus, sepertinya moodnya dalam keadaan buruk.
"Aku muncul begitu saja(^u^),"Ucapnya sembari tersenyum tampa dosa , sementara Kirie hanya mempelototinya. "Kau tahu jika aku bisa muncul dimana-pun, apa-pun bahkan melakukan sesuatu semauku sendiri,"Ucap Shun percaya diri. "Contohnya,"Ucapnya Singkat, ia menjentikan jarinya kearah pengawal sementara Kirie hanya menatap dengan penasaran.
TICK! (Suara jetikan jari)
"Ada apa Tuanku Shun,"Kata pengawal dengan sangat kushu, melihat tindakan itu, membuat wajah Kirie terbengong.
"Tolong tinggalkan kami berdua,"Ucap Shun pendek.
"Baik Tuan,"Ucap sang Pengawal langsung pergi begitu saja. Sementara Kirie kembali terbengang bengong disampingnya.
"Tak kusangka kau mengenal mereka dengan sangat baik, siapa kau sebenarnaya"Ucap Kirie.
"Aku tak mengenal mereka dan aku tak ada hubungan apa-pun dengan mereka,"Balas Shun.
"Apa maksutmu!,"Kini Kirie menatap bingung, sementara Shun cuma tertawa kecil.
"Aku mengendalikan ingatan,"Ucap Shun singkat.
"Mengendalikan,"Ucap Kirie.
"Setiap penyihir antar dimensi memiliki kekuatan untuk mengendalikan ingatan dan memanupulasi kenangan seseorang agar, bisa berbaur dimana saja!,"Ucap Shun santai. "Makanya sudah aku bilang sebelumnya aku ini penyihir,"Ucap Shun.
"Penyihir Dimensi!?,"Ucap Kirie.
"Kau belum tahu ya! Dialam semesta memiliki banyak dunia dan dimensi dengan potral waktu yang beda-beda juga kisah yang berbeda-beda tentang dunia, jika kau menemukanya mungkin kau bisa menemukan wajah-wajah kau kenal sebelumnya didunia ini!, bahkan kau bisa bertemu dirimu sendiri dari dimensi ini jika beruntung,"Ucapnya.
"..."Kirie hanya terdiam Shun terdiam, dalam beberapa menit mereka dalam kondisi begitu, akhirnya Kirie buka mulut juga.
"Apakah aku bisa kembali ke dimensi-duniaku,"Ucap Kirie. "Apa tak ada cara agar aku pulang,"Tanyanya.
"Ada! Akan tetapi sulit,"Ucap Shun.
"Apa caranya!,"Tanya Kirie dengan pandangan tak terkedip.
"Tiga tahun lagi datanglah ketempat dimana kau ditemukan oleh Lu Bu, fenomena Tronst-Light hanya muncul tiga tahun sekali, maka kau bisa pulang,"Jelas lelaki itu.
"APA!,".
.
.
.
[Kirie Pov]
Bola-mataku kembali terpenjap, membentuk lesu saat mengingat ucapan sang penyihir itu, aku bisa pulang namun aku menunggu selama kurun tiga-tahun, tiga-tahun bukan waktu sebentar, aku terduduk lesu diatas kasurku sembari memandang arah jendela, beberapa pasang merpati tengah bertengger disana.
KREEET!
Pintu terbuka, menampilkan sosok cantik jelita Diaochan disana, membuatku terdiam miris mengingat kembali hubungan kesan-pertama kami tidak begitu baik, saat dipermandian juga dia memandangku dengan cetus. "Boleh aku duduk?,"Tanyanya memandangiku yang tengah duduk diranjangku.
"Tentu Lady,"Ucapku kaku, aku tak terlalu biasa memanggil seseorang dengan embel-embel seorang Lady.
"Kau boleh memanggilku Diaochan(Diao Chan) - (JPN : Daochan) jika kau nyaman,"Ucapnya sembari memamerkan seulas senyum cantik dibibirnya.
"Terimakasi,"Ucapku pendek.
"Aku datang kemari, ingin membicarakan sesuatu,"Ucapnya lembut sementara aku mengangguk sebagai sikap-agar dia melanjutkan. "Maafkan aku atas kejadian kemarin, kesalah-pahaman antara kita, juga aku yang menyerangmu,"Ucap Diaochan memandang lesu, tersirat rasa bersalah diwajahnya, sementara aku hanya tersenyum memandangnya dengan pandangan lega.
"Aku juga maaf aku menotokmu kemarin,"Ucapku.
"Apakah kau terlihat lesu sepanjang hari, adalah karna masalah yang terjadi diaulah istana?!,"Tanyanya, sementara aku hanya mengeleng sebagai jawaban.
"Aku tidak apa-apa!,"Aku kembali mengeleng, ia lalu menarik tanganku dengan lembut, senyumanya membuat aku merasa nyaman.
"Mau buat kue denganku!,"Ucapnya sembari menarikku keluar dari kamar.
.
.
.
Diaochan menariku kesebuah ruangan dan ternyata itu adalah sebuah dapur, aku hanya terkesan karna disini memilik dapur yang masihlah tradisional, tak ada benda-benda yang sama dengan diduniaku, peralatan kebanyakan terbuat dari bahan kayu, dan batu-arang, ruangan yang terang benderang karna jendela yang terbuka, uap api yang datang dari tungku, dan bahan-bahan yang disimpan seadanya dalam alat lubung, benar-benar jauh ketimbang masaku.
Saat itu aku melihat sosok Li Yingqi, nampak mengaduk adonan, disebuah loyang yang terbuat dari kayu, saat mata kami bertemu Li Yingqi memandangku sebentar, dan kembali fokus pada urusanya mengaduk adonan. Mataku kembali pada Diaochan, yang menarikku kesisi meja-dapur, aku jujur saja sering memasak cuman rasa canggung itu kembali datang, karna aku tripikal wanita yang selama ini selalu melakukan hal semuanya sendiri, aku adalah gadis yang jarang bersosialisasi dan tak suka berbaur, akhirnya aku mengikuti kedua wanita dihadapanku sementara aku baru tahu keduanya sedang membuat kue coklat.
"Merasa kesulitan, kurasa kau butuh sedikit tambahan air, pada adonan agar kue tak akan pahit jadinya,"Saranku padanya agak miris, hubunganku belum terlalu baik denganya.
"..."Ia memandangku, lalu membuat mataku membulat, agak takut-takut, dengan reaksi apa selanjutnya yang diberikanya padaku.
"Kau bisa membuat kue coklat,"Tanyanya memandangku, sementara aku hanya mengangguk-cepat. "Kuning telurnya jangan kebanyakan nanti agak lengket jika dipanggang,"Ucapku tak aku sangka ajaranku berguna juga, sementara Diaochan hanya tertawa kecil.
"Terus!,"
"Jangan terlalu dikasih gula nanti rasanya terlalu manis dan rasa coklatnya akan terlalu hambar,"
"Lalu!,"
Ia mengangguk penuh, sembari berbisik aku harus bisa membuat aku hanya menghela bingung, lalu membiarkan perasaanku mengalir begitu saja.
Suara langka kaki terdengar banyak dilorong, muncul terdengar ditelingaku, Diaochan nampak mengintip rombongan siapa yang hendak memasuki area dapur, dan matanya mendelik tajam langsung ke Li Yingqi dan aku memasang expressi tanda tanya. "Permansuri Fubersama rombongan dayang memasuki area dapur istana," bisik Diaochan mendengar ucapan itu Li Yingqi lalu mencoba memperbaiki dapur, dan penampilanya yang sedikit cemong akibat tepung dimukanya. Lalu aku hanya membantu memperbaiki keadaan dengan wajah bingung, saat yang sama Li Yingqi lalu menarikku.
KEEERTTT!," Dan aku bisa melihat pintu ruangan terbuka.
.
.
.
Seorang wanita dengan baju bergradia merah, dengan lapisan tenun berwarna ungu, gaun panjang berjubah nampak memasuki aula dapur, rambutnya dikat dengan beberapa kepangan, bersama mahkota-mahkota kecil yang dijepit dirambutnya berbentuk bunga, dari giok, wajah yang cantik dengan gincu-kuning pada bibirnya, benar-benar sangatlah mempesona, berdiri ditengah beberapa dayang, dengan baju kuning cerah secara serempak benar-benar membuat sang permansuri nampak terlihat unggul. "Daochan,"Panggilnya dengan datar.
"Ia permaisuri?,"Ucap Daochan langsung menunduk.
"Aku ingin tahu kudengar bahwa ada orang yang dibawa Jendral kemari, dimana aku bisa bertemu denganya,"Tanyanya dan seketika Raut Diaochan nampak memucat, lalu melirik kearah Kirie, yang hanya memasang wajah datar dengan wajah diartikantampa harus mencarinya aku sudah dihadapan anda.
"Dia adalah gadis itu Permaisuri,"Sahut Diaochan dengan wajah ditundukan, begitu pula Li Yingqi, sementara Kirie hanya memasang wajah datar, dan memandang wanita anggun itu.
"Bagus,"Ucapnya dia berguma ringan.
"Kalian bertiga ikutlah denganku, dan meski kau adalah dayang dari tempat Dong Zhuo, ini adalah perintah,"Tandasnya lalu mendelik memandang Li Yingqi sebentar, lalu ia memutar badanya bersamaan para dayang keluar dari area dapur.
Sepeninggal sang Ratu, ketiga wanita itu menghelah nafas sementara Li Yingqi memasang wajah buram. Diaochan dan Kirie memandang bingung "Padahal adonan buatanku akan segera kupanggang,"Ucapnya miris.
"Lebih baik kalian segera mengikutinya,"Sosok nenek tua, berumur 67-tahun memasuki dapur, sementara Li Yingqi hanya memandang sang nenek.
"Nenek Pai,"Ucap Li Yingqi.
"Begini saja sebaiknya kalian kesana, adonan ini tinggal dipanggang bukan,"Ucap Pai sementara Li Yingqi mengangguk, seulas senyuman diraut tuanya. "Biar aku saja yang memanggangnya agar kau bisa makanya nanti,"Saran Pai, lalu mendorong tiga wanita itu keluar plus loyang milik Li Yingqi diambil secara paksa.
Dengan pandangan lirih Kirie mendesah, semoga tak terjadi masalah seperti diaula singasana.
.
.
.
[Taman Istana]
Beberapa wanita nampak berkerumun disana diantaranya para dayang dengan gaun beraneka warna, sedangkan satu sosok gelamor nampak bersantai disana, dan beberapa dayang memaikan alat musik, dan yang lainya menari memberi suguhan pertunjukan untuk membuat hati sang permaisuri senang, dan ada pula yang menyiapkan buah-buahan segar, sake makanan untuk bersantai, uap-uap aroma lilin sengaja dinyalakan sebagai aroma terapi.
Kirie nampak berdiri dihadapanya dengan wajah datar. "Jangan berdiri disana bagai tembaga, silahkan duduklah,"Ucap Permaisuri melirik Kirie pada sebuah karpet yang digelar, dan gadis itu mengangguk dengan cangung.
"Dan kau Diaochan menarilah, buat aku puas,"Ucap sang Permaisuri sembari merincingkan matanya. Sementara Diaochan hanya mengangguk dengan seulas senyum, sementara Kirie menatap alat petik yang hampir sama dengan alat musik didunianya.
"Ada apa Nona Kirie!, kau tertarik dengan alat musik itu!,"Permaisuri Fu nampak melirik sebentar, lalu dayang menawari Kirie untuk menyentuh alat petik itu, dan ditaruh dalam pangkuanya.
"Indah sekali, aku ingat sejak kecil aku selalu memainkan dan menyanyi benda ini mirip Koto,"Ucap Kirie tampa sadar, membuat mata sang Permaisuri Fu sedikit berkedip.
"Kau bisa memainkanya," tanya sang permaisuri Sembari memperbaiki posisi duduk, lalu memposisikan kepalanya lebih tegak. "Mainkanlah!,"Jawabnya sembari tersenyum samar, membuat Kirie membelalak mata.
"Ah tapi tidak terlalu bisa,"Ucap Kirie gagap.
"Mainkanlah jika sedikit,"Ia terkikik-kecil membuat Kirie terpesona dengan tawanya, yang mempesona. Kirie lalu menatap miris pada Diaochan dan Li Yingqi, yang memasang wajah meminta pertolongan namun malah direspon dengan wajah ikut-ikutan memberi semangat, membuat Kirie, semakin miris saja.
"Ah jika tak enak! Tolong minta aku berhenti,"Ucap Kirie dengan muka miris, ia sudah tak bisa menolak lagi apa lagi tatapan, sang-permaisuri memandang dengan pandangan menunggu, sampai Kirie memasang wajah-memerah, sembari memikirkan lagu apa yang akan ia nyanyikan, dalam bahasa cina, atau bahasa jepang saja?.
.
Jie kai wo zui shen mi de deng dai
Xing xing zhui luo feng zai chui dong
Zhong yu zai jiang ni yong ru huai zhong
Liang ke xin chan dou
Sebuah lantunan petikan,Kirie memulai aksi membuat semua dayang nampak terduduk tampa banyak bicara, semua nampak terdiam ditempat.
Xiang xin wo bu bian de zhen xin
Quan nian deng dai you wo cheng nuo
Wu lun jing guo duo shao de han dong
Wo jue bu fang shuo
Diaochan yang sedari tadi hanya terdiam, memamerkan senyum, ia lalu mengambil sebuah selendang dari seseorang dayang, lalu kakinya mulai beranjak mengikuti petikan alunan musik itu. Untuk menari.
iye nae sonul japgo nunulkamayo
uri saranghetton nalto sengkaghepayo
uri nomu sarangheso
apossonneyo
soro saranghandan malto mottansondayo
Kirie membiarkan dirinya kembali terbawa suasana, matanya tertutup membiarkan bibirnya bernyanyi dengan ringan, rambut para wanita itu mulai bergerak-gerak diikuti angin disekitar mereka. Bersama sebagian dayang mengikuti Diaochan untuk menari, gelak tawa bahagia nampak terhias diwajah para dayang.
Mei yi ye bei xing tong chuan yue
Si nian yong mei you zhong dian
Zao xi guang le gu du xiang sui
Wo wei xiao mian dui
Tampa menyadari beberapa komandan dan para mentri yang kebetulan lewat, terhipnotis untuk mendengarkan. Dan entah adanya dewa atau apa kebetulan juga ada disana, beberapa dayang wanita lainya yang nampak tertarik untuk mendengarkan lalu berkerumun.
Tampa ada yang menyadari tepat diatas pohon tempat sang Permaisuri dan dayang menikmati waktu siang, Shun sedang duduk diatas dahan dengan posisi tiduran.
Dan juga.
Lu Bu yang sedari tadi melintas dilorong istana, memperhatikan para gadis dari balkon istana, dan terkejut ada Kirie yang sedang memainkan alat musik dan Diaochan sedang menari, bersamaan para dayang lainya.
Tyong~
[AUTHOR :BTW ADA YANG TAU LAGUNYA :P]
"Sayang sekali kau memotong lagu-itu ditengah jalan,"Ucap sang Permainsuri.
"Maafkan saya,"Ucap Kirie kikuk.
"Ah benar-benar indah! Lagunya sedih apa artinya, mengapa lagu indah itu kau petikan,"Tanya salah satu dayang yang lebih muda mungkin usianya sekitar 12-tahunan, sementara wajah Kirie hanya tersenyum dan menjelaskan.
"Lagu ini berasal dari kisah, Pangalima yang jatuh cinta dengan seorang selir-kaisar keduanya jatuh cinta dalam masah perlindungan, namun tak bisa bersama!,"Ucap Kirie.
"Mengapa?!,"Tanya Permainsuri kali ini bertanya.
"Ya kenapa?!,"Tanya para dayang secara antusias.
"Kasihan!,"Para Dayang-muda nampak memandang miris.
"Karna mereka dijalan yang berbeda, sampai suatu hari sang selir dikutuk, hingga ia abadi-selama ribuan tahun, dan sang-jendral meninggal dimedam tempur,"Ulasnya sembari tersenyum.
"Apa jelaskan lalu, lalu.."Dan hari itu menjadi penjelasan yang panjang..mungkin untuk wanita yang berkumpul ditaman ini.
.
.
.
.
"Kirie!,"Panggil seseorang, membuat gadis berkulit-putih beras itu kembali dikejutkan, dengan suara (dan itu) Li Yingqi yang membahana dilorong, mendapati Kirie sedang duduk diatas penghalang beranda, kamarnya sembari membawa sebuah kotak.
"Ya!?,"Ucap Kirie kebingungan, memandang Li Yingqi nampak berseri-seri, nyaris dia hampir terlempar kebawah.
"Dengar!, terimakasi atas saranmu tadi sore,"Ucap Li Yingqi, sembari tersenyum. "Tadi aku membuat kue coklat dan hasilnya tak terlalu mengecewakan.
"Eh!,"Lalu Kirie memandang Kotak yang ada ditangan Li Yingqi, sebuah kotak hitam berisi kue coklat dengan bentuk aneh entah kenapa, dan akhirnya mengambil satu lalu memakanya. "Manis!,"Ucap Kirie.
"Aku mengikuti caramu yang jangan terlalu mencampur adonan dengan air, dan pas dimakan rasanya sudah enak, tapi aku masih berusaha belajar memanggang, membuat kue matang karna aku gagal pada tingkat pematangan kali ini, pokoknya aku akan membuat kue itu sempuran,"Ucap Li Yingqi.
"Ya kamu pasti bisa,"Ucap Kirie sembari tersenyum, mengambil kue kedua, lalu ambil lagi. (Author : Ni cewek! Nyicip apa doyan?).
"Bolehkah aku memberimu nama julukan!,"Ucap Li Yingqi, sembari tersenyum manis.
"Ah tentu saja!,"Ucap Kirie memiringkan kepala, secara mereka lumayan akrab.
"Aku akan memanggilmu Kirie! Kirie-chan,"Ucap wanita tersenyum, mendengar Panggilan itu wajah Kirie langsung membulat.
"Kirie-chan benar-benar sangat baik, adik kecilku yang cantik,"
"Kirie-chan semua akan baik-baik saja!,"
"Kirie-chan meski kau anak klan Shinzu, kau adalah adiku, adik tersayangku,"
"Kirie-chan ada apa?!,"Tanya Li Yingqi, dan tiba-tiba mata kiri Kirie, merembeskan air matanya, ketika ia sadar ia mengeleng dan tersenyum, mengatakan dia tak apa-apa.
.
.
.
[Malamnya]
Diberanda yang sama, yang mulai menjadi tempat kesukaanya, Kirie dengan santai keluar dari kamar, untuk memandangi indanya bulan dilangit malam, memikirkan waktu dan udara sudah amat dingin, membuatnya kembali kekamarnya untuk tidur, namun saat memutuskan melewati lorong kearah kamarnya, ia tidak sengaja menemukan Dong Zhuo, tengah bercakap-cakap secara rahasia, dan dia tengah berbicara dengan dayang ditabrak Kirie tempo hari dan membawa catatan itu. Tak mau ketahuan mengintip atau apa ia memutuskan meninggalkan keduanya menuju kamarnya.
.
.
.
[Kirie Room]
Usai kembali Kekamarnya, Kirie mengunci pintu, lalu mengaktifkan Hologram-penel Bill-Virtuality nya, dan mencoba mengompres beberapa data yang kebetulan belum dicompress keotaknya lewat layanan Havenly brain, sembari dengan serius tanganya mengutak-atik hologram padat dihadapanya, ia kembali tak menyadari seseorang disampingnya.
"Kau nampak serius!,"Ucap seseorang, yang tak tahu malu selalu muncul tiba-tiba dan menghilang begitu saja.
"Munculah secara biasa, jangan membuatku seperti seorang gadis bodoh, yang selalu spot-jantung karnamu aku ini manusia, bukan sepertimu,"Ucap Kirie marah, sementara lelaki itu malah terkikik geli dan minta maaf berkali-kali.
"Maaf lain kali aku akan mencoba tidak mengagetkanmu, dan masuk kekamar wanita dengan cara hormat,"Ucapnya, sementara Kirie membuang muka. "Apa yang sedang kau lakukan,"Tanyanya.
"Aku sedang menganalisa dokumen penting dan membacanya satu-persatu,"Jawab Kirie kembali. Memandang layarnya.
"Kau mencuri hasil dokumen, kau benar-benar nakal serta licik!,"Ucap Shun tersenyum kembali diwajah tampanya, Kirie membulatkan matanya pada pria tampan itu.
"Aku tak sengaja melakukan ini!,"Urai Kirie. "Awalnya aku sedang meng-scan beberapa buku dunia ini, sebagai bahan pembelajaran, namun hasilnya jauh diluar perkiraanku,"Ucap Kirie mendengkus.
"Kau sudah bertemu permainsuri Fu-kan?,"Tanya Shun.
"Sudah dan dia adalah wanita yang sangat cantik,"Ucap Kirie jujur.
"Kaisar Xian yang tampan dan Permansuri Fu, mereka sangat serasi meski usia terlampau sangat muda, Kaisar Xian beruntung,"Ucap Shun menghelah nafas.
"Maksutmu Kaisar lebih muda?!,"Ucap Kirie, sementara Shun membulat.
"Kaisar Xian masih sangat kecil saat diangkat menjadi Kaisar dan sekarang usianya masih 17-tahun,"Ucap Shun.
"Apa setinggi itu usianya 17 tahun,"Mata Kirie nampak melotot, bahkan lebih muda dari usia Kirie sendiri.
"Ya rata-rata orang zaman ini memiliki tinggi yang bahkan tak sama dengan genetik orang di dimensimu, namun kekebalan sangat rendah"Ucap Shun.
"Lalu apa pendapatmu dengan buku sepenting ini, riwayat harta, beberapa informasi istana, beberapa laporan yang akan dibunuh, Apa ini daftar permintaan Kaisar!,"Ucap Kirie.
"Ya! Bisa saja, namun sebaiknya jangan tertipu dengan sisi Xian yang sekarang, apa lagi setauku ini sama terjadinya seperti kaisar sebelumnya,"Ucap Shun tajam. "Kau tahu tentang Dong Zhuo-kan, Xianlah boneka yang sedang dikendalikan Dong Zhuo, untuk kepentinganya sendiri dibelakang layar lalu, kau mengertikan apa artinya jika Xian-sulit dikendalikan oleh Dong Zhuo, maka apa yang terjadi selanjutnya,"
Bersambung
Sabtu-2-Juli-2016
"}Note{"
Hallo all kembali lagi dengan Lightning-Shun disini dan terimakasi dah ngebaca cerita saya untuk dukungan dipart sebelumnya, respon positif dan Flame ngebantuin banget, apa lagi respont report-karna kesalah simbol sudah dikomentari oleh Arisato Mafuyu, katanya mau meluruskan dan juga Kim-hye Seong dia juga ngebantuin saya memberi informasi kisah-kisah sejarah, jadi saya dapat ilmu juga(soalnya dia dosen sejarah-dikorea) Untuk nama dan beberapa part info serta oc-originalnya terimakasi juga RosyMiranto18 keberadaan ngebuat saya makin senang ngerjain cerita ini, dan info kesalahan benar-benar membantu. Lanjut untuk ShineYaoi leeBenar, ini memang mengarah kedrama, karna kebanyakan fight, tapi saya merasa imbang karna saya pikir gak perlu kecepetan juga-kan, kalau apes memang sengaja. Buat
!
V
Satsuki Narita
Bagus pertanyaanya! tapi nanti bakal saya jelasin disetelah ini baca aja ampe habis-ya.
.
.
Nivans erlangga
Meski informasinya gampang diambil, tapi jalan hidup Kirie gak terlalu gampang dijalani juga, ada kalanya ia gak bisa mengunakan alat canggihnya untuk sesuatu.
.
.
d14napink :
ia saya hanya mencoba, alhamdulilah banyak yang respont, eh benar pasukanya sama kok, tapi saya hanya mencoba mengambarkan Istana pada zaman itu seperti apa, karna kebanyakan lambang cina adalah warna merah adalah khas pada dinasty han. Soal antena dikepala Lu Bu *ngelirik* sebenarnya ia sih mirip baju sungokong theeheh (gak mau bilang kecoa-jumbo nanti ditebas), ia aku ingat benar saya ngacir pas dikejar-kejar ama dia waktu ngamuk, (caranya adalah ngambil kudanya trus kabur) kalau kena tombak dulu langung Ko I'd(seketika) kalau soal tinggi gak juga sih, banyak teori bilang manusia zaman dulu gak sebegitu amat tapi yah sudahlah :v kudanya kayaknya kuat-kuat aja..?.
.
.
[Adipati Nugroho]
..boleh silahkan kalau mau naro oc tapi MGS jangan di fanfic karna PM saya rada eroer jadi PM Facebook aja.
.
.
[Gema Cita andika]
Ia nih Gem biasanya jarang saya buat karakter begini, biasanya pada kalem tapi ya sekali-kali gak apa-apakan, Eh! boleh kok mau ocnya disumbangin ya silahkan pm saya di Facebook, karna pm saya lewat[Facbook] karna PM saya Error di Fic dalam masalah-hahaha.
.
.
[Aira508]
Terimakasi atas pujianya, semoga cerita ini memuaskan untuk kamu!.
.
.
[Homowati Ganteng]
Gaklah karakter dalam dinasty warrior saya suka Diaochan jadi gak mungkin, mau digebukin sayang hehe~
.
.
(O)
[Endlest]
Untuk semuanya saya mau jelasin dikit (supaya gak bingung) tentang cerita yang saya buat rada berbeda, dengan kebanyakan author yang mengambil alur Dynasty warrior-series, Romance of the Three Kingdoms atau juga dari referensi Catatan Sejarah Tiga Negara oleh Chen Shou, atau novel klasik China.
Saya justru lebih kebook in legend, Wikia atau beberapa buku sejarah, dan saat saya mencari tahu, saya menemukan banyaaak sekali, terutama teorinya.
(O)
Sangat banyak, teori tentang para karakter dengan kisah sangat berbeda-beda kisah satu dan yang lain, hingga Author memutuskan membuat cerita ini, dengan mengumpulkan bacaan referensi, lalu sesuai alur cerita yang Author inginkan.
(O)
Untuk nama kenapa saya menulis kata yang dijepangkan karna Author punya alasan. Daochan(JPN) bukan Diaochan (CHN), karna penyebutan dari mulut jepang, karna kalau dari dalam gudam-mulut kami selalu mengunakan a bukan Q jadi maaf, gak sebagus author lain, saya masih prosses pembelajaran karna saya bukan orang indonesia, jadi bahasanya belum teratur.
Akhir kata sampai jumpa!
