Akhirnya bisa apdet chapter 3 ^^ dan, akhirnya author bisa kasih lemon disini ^^ maaf ya, mungkin chapter 2 adalah chapter yg paling abal di fic ini (-o-)v


Honey Moon, Rate : M, Chapter : 3

Disclaimer : Paman Masashi Kisimoto ©

Pairing : SasuSaku ~

Warning : Tidak ada hal yang sempurna di muka bumi ini, seperti halnya fic ini, namun aku berharap aku dapat menulisnya dengan maksimal meskipun kenyataannya minimal. #gagalbijak

Summary : "Apa ini cukup, Sasuke?" / "Lebih dari cukup." / "I love you, Sasuke." / "I love you too, Sakura."


Anda tidak suka? Silahkan dibanting saja computer atau HPnya, and don't FLAME please ^^v

Happy Reading! RnR please ^^

Lemon here! Hope you all like it! ^^


Pesawat yang ditumpangi Sasuke dan Sakura untuk menuju Pulau Jeju kini sudah mendarat. Dari dalam pesawat itu terlihat Sasuke yang berjalan keluar dengan merangkul istrinya, Sakura, di sampingnya. Angin berhembus perlahan menerbangkan sebagian rambut pink Sakura, dan kemeja yang dipakai Sasuke karena tidak dikancingkan.

Saat ini Sasuke memakai kaos oblong berwarna putih polos, ditambah dengan kemeja berwarna biru muda bermotif bunga ala Hawaii, dan memakai celana jeans komprang berwarna senada dengan rambut pantat ayamnya. Sedangkan Sakura memakai tanktop berwarna putih polos, hotpants hitam, dan memakai kacamata hitam besar di matanya.

Handphone Sasuke bordering, "Ya halo? Ya, aku sudah sampai, tunggu saja, aku akan kesana." Sasuke memutus sambungan telfonnya.

"Siapa, Sasuke?" tanya Sakura.

Sasuke hanya tersenyum dan menarik Sakura agar berjalan disampingnya, "Kita sudah ditunggu di depan, ayo."

Sasuke dan Sakura berjalan beriringan menuju luar bandara. Saat mereka telah sampai disana, Sakura melihat sebuah mobil mini cooper hitam putih terparkir di depan mereka dengan didampingi seorang yang mengenakan jas serta celana panjang hitam mengulurkan tangannya untuk memberikan kunci serta surat-surat mobil itu kepada Sasuke, "Arigatou." Sasuke membungkuk, lelaki itu mengikuti apa yang Sasuke lakukan lalu berlalu dari hadapan mereka.

"Sasuke, siapa dia?" tanya Sakura. Kedua mata emeraldnya masih menatap pria yang sudah menyiapkan mobil untuk mereka naiki.

"Dia orang yang selama ini aku percaya untuk mengurusi bulan madu kita disini. Ayo, kita harus segera ke hotel." Sasuke membukakan pintu untuk Sakura.

Setelah Sasuke masuk, ia menekan salah satu tombol yang ada di mobil itu, dan atap(?) mobil itupun terbuka. Sasuke memasang sabuk pengamannya, "Kau siap?" tanyanya sambil tersenyum kearah Sakura.

"Siaaaap!" Seru Sakura sambil mengepalkan tangan kanannya dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

Mobil itu kini mulai meninggalkan bandara, "Sasuke." Panggil Sakura.

"Hm?" pandangan Sasuke masih lurus kedepan.

"Apa kau sekaya ini?" dengan polos Sakura menanyakan pertanyaan aneh yang membuat Sasuke tertawa terbahak-bahak seketika.

"Haha, maksudmu aku orang yang seperti apa memang?" Sasuke menyombongkan diri.

"Ku pikir, kau tidak sekaya ini. Maksudku, ku pikir kau hanya akan mengajakku berbulan madu di Jepang saja, tanpa harus ke luar negeri."

Sasuke tersenyum dan memandang Sakura sejenak, lalu pandangannya kembali terarah pada ruas jalan yang ia lalui saat ini, "Hanya untuk ke Pulau Jeju, bukanlah hal yang mustahil bagiku. Apalagi, hanya untuk mengajakmu berbulan madu. Rasanya hanya seperti mencubit pipimu, itu sangat mudah." Dengan sendirinya tangan kanan Sasuke mencubit gemas pipi istrinya itu.

"Aww! Dasar sombong." Ejek Sakura.

"Haha, sombong dengan istri, tidak ada yang melarangku untuk melakukan hal itu." Sasuke menjulurkan lidahnya, dan sukses membuat Sakura sebal. Akhirnya mereka saling mencubit pipi satu sama lain.

oOo

"Woow, tempat apa ini Sasuke?" Sakura terkagum-kagum saat ia melihat pantai yang begitu indah terhampar di depannya. (Bayangin pantai yg dipake syuting Lie To Me eps 16 a.k.a eps terakhir ya. Pas Gi Joon sama Ah Jung pelukan XD)

"Yang pasti, ini adalah tempat yang indah." Jawab Sasuke singkat sambil membanting pelan pintu mini cooper-nya.

"Ih, dasar kau, Sasuke!" Sakura mencubit kesal hidung Sasuke.

"Haha, sudah, nikmati saja pemandangan yang ada disini."

Sakura mengeluarkan handphone dari saku hotpantsnya, "Sasuke, tolong ambil gambarku ya." Ia memberikan ponselnya itu ke Sasuke.

Sasuke tidak menerimanya, tapi ia malah berbalik menghadap mobilnya dan mengambil sesuatu dari sana, "Pakai ini saja. Hasilnya 10 kali lipat lebih bagus daripada menggunakan kamera ponselmu itu." Ia menyalakan tombol 'on' pada kamera DSLR yang kini ada di tangannya.

"Dasar Sasuke pantat ayam sombong!" Sakura menggembungkan pipinya dan memasukkan kembali ponselnya itu ke sakunya.

"Haha, aku senang saat melihat ekspresimu yang seperti itu. Kau terlihat sangat lucu saat mengambek." Sasuke tertawa terbahak-bahak.

"Hiiiih, dasar pantat ayaaaaaam!" Sakura menjitak kecil kepala suaminya itu.

Sasuke meringis kesakitan tetapi masih tersenyum, "Aww, haha. Jadi difoto tidak?" tanpa aba-aba, Sakura langsung berpose disana.

"Kau tidak ingin berfoto denganku disini, Sasuke?" tanya Sakura.

"Siapa yang akan memfoto kita?"

Sakura melihat seorang turis domestik sedang berjalan-jalan disana juga, "Oh, hey, mister!" panggil Sakura sambil melambai-lambaikan tangannya. Sasuke memasang wajah bingung dan melihat siapa yang sedang dipanggil istrinya itu.

Turis itu menunjuk dirinya sendiri dengan wajah bertanya-tanya kearah Sakura. Mengerti apa yang dimaksudkan orang itu, Sakura mengangguk mantap dan turis itu perlahan mendekatinya, "Ne?"

"Emm, can you take our pict, please?" tanya Sakura sambil menirukan gaya seseorang yang sedang memfoto sesuatu.

"Oh, of course." Turis itu mengangguk menandakan ia mengerti apa yang Sakura inginkan.

"Here it is." Sakura memberikan kamera yang ada di tangan Sasuke dan mereka berdua pun berpose.

"Okay. 1…2…3… Creeek. Done." Kata turis itu sambil melihat hasil jepretannya.

Sakura berjalan mendekatinya, "Oh, it's nice. Thank you." Sakura membungkukkan badannya dan tersenyum. Turis itu hanya membalas apa yang Sakura lakukan dan pergi berlalu dari hadapannya.

"Kau bisa berbahasa asing juga ternyata, hah?" Sasuke tertawa kecil sambil menatap Sakura yang begitu berbunga-bunga melihat fotonya bersama Sasuke itu.

"Kau pikir hanya kau saja yang bisa berbahasa asing? Aku juga bisa." Sakura kembali melihat hasil foto-fotonya.

"Haha, sudahlah, ini sudah senja. Sebaiknya kita harus segera menuju hotel."

oOo

"Sasuke…" mata Sakura tak berkedip melihat bangunan hotel yang ada di depannya itu, begitu megah dan luaaaasssss.

Sasuke menutup pintu mobilnya, "Hn?"

"Apa kau yakin, kita akan bermalam disini?" kedua mata Sakura masih belum lepas dari kekagumannya akan bangunan hotel itu.

"Ah, kau ini seperti tidak pernah melihat bangunan yang megah saja, ayo masuk." Sasuke sesdikit memaksa Sakura dengan menarik tangan kanannya.

Kekaguman Sakura semakin menjadi-jadi sat ia mulai memasuki bangunan hotel yang luasnya sekitar 3 hektar itu, disetiap mata memandang, banyak sekali pernak-pernik mahal yang tertata rapi di setiap sudut bangunan hotel.

"Ayo, aku sudah mendapatkan kunci kamar kita," Saat Sasuke menengok kearah Sakura, wajah Sakura terlihat begitu berseri-seri, ia mengernyitkan alisnya, "Hei, Sakuraaaa~"

Sakura tersadar, "He? Iya Sasuke?"

Sasuke memainkan kunci kamar mereka di depan Sakura, "Aku sudah mendapatkan kunci kamar kita, ayo." Ia kembali menarik tangan Sakura.

oOo

"Waaaaah, mewah sekali kamar ini~" wajah Sakura kembali berseri-seri.

"Mewah dan klasik lebih tepatnya." Sasuke menutup pelan pintu kamar mereka.

"Hmmmm…"

Sasuke membuka kopernya, "Kau mau mandi?"

"Hah? Kau duluan saja, aku masih ingin menikmati pemandangan yang ada disini." Jawab Sakura sambil berlalu meninggalkan Sasuke.

oOo

"Sasuke, apa aku pantas mengenakan pakaian ini?" Tanya Sakura sambil memegangi rok baju terusannya yang bisa dibilang seperti gaun, tetapi tidak terlalu wah seperti gaun(?).

Sasuke mengernyitkan alisnya, "Hmmm… baru kali ini aku melihatmu pantas menggunakan pakaian mahal." Jawab Sasuke sedikit menggoda Sakura.

"Sasukeeeeeee!" Sakura memasang kuda-kuda untuk menghajar suaminya yang satu itu.

"Hehe, tidak tidak. Aku hanya bercanda. Kau selalu pantas menggunakan pakaian apapun," Sasuke tersenyum. Senyumnya terlihat sangat tulus, dan itu berhasil membuat Sakura ber-blushing di tempat.

"Bahkan, untuk pakaian bekaspun kau sangat pantas memakainya, bahkan lebih pantas daripada ini." Sasuke kembali menggoda istrinya. Pipi Sakura yang tadinya berwarna merah, langsung berubah 180 derajat saat mendengar kata-kata itu terucap dari bibir suaminya,

"Sasukeeee, apa kau bosan hidup, hah?" Sakura mengepalkan kedua tangannya dan memasang deathglare andalannya kearah Sasuke.

"Ampun… ampun istriku yang cantik, aku kan hanya bercanda." Sasuke meringis tidak elit dan membentuk jari telunjuk dan tengah tangan kanannya membentuk huruf v.

"Hahahaha. Hentikan, hentikan!" Sakura tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya, sontak Sasuke langsung memasang wajah tanpa dosa,

"Ada yang salah?"

"Hahahahaha. Hah hah hah… jangan coba-coba untuk memasang wajah seperti itu lagi di hadapanku, wajah itu benar-benar membuat seleraku padamu menghilang, Sasuke."

Sasuke berdiri, "Dasar. Ayo berangkat."

oOo

Mobil mereka berhenti di salah satu tempat yang… hmm, indah, mungkin? Atau lebih tepatnya romantis. Rumah makan terbuka yang berdiri di tepi pantai yang sangat indah. Banyak pasangan yang sedang menikmati pemandangan sambil makan malam disana. Efek lampu yang didesain secara khusus oleh pemilik restoran itu, seolah menghipnotis setiap mata yang memandang. Menambah suasana malam yang indah nan romantis disana.

Sesaat setelah Sasuke dan Sakura berjalan dari tempat dimana mereka memarkirkan mobilnya, kini mereka telah menduduki salah satu bangku yang ada disana. Seorang waiters menghampiri mereka, dan menawarkan beberapa menu masakan andalan restoran itu.

Setelah memesan makanan yang mereka inginkan, 2 orang waiter menghampiri mereka sambil membawa sebotol minuman anggur, atau kita biasa menyebutnya wine, dan sepasang gelas untuk menikmatinya, "Ghamsa." Sasuke tersenyum.

Sasuke membuka tutup minuman anggur itu dan menuangkan beberapa tetes ke gelas Sakura, "Ghamsa." Kata Sakura sambil menirukan gaya Sasuke saat ini menerima anggur pesanannya.

"Sudah, ayo minum. Cheers~"

Sakura terlihat begitu bahagia, wajahnya begitu berseri-seri, terkadang pipinya tiba-tiba terasa panas tanpa ia sadari, Sakura tersenyum, "Sasuke~"

Sasuke yang sedang menikmati makan malamnya menjawab, "Hn?"

"Terimakasih." Sakura kembali tersenyum sambil menatap wajah suaminya yang begitu tenang, namun berwibawa.

Sasuke membalas tatapan Sakura, "Untuk apa?"

"Untuk semua ini. Aku benar-benar tidak menyangka, kau akan melakukan hal ini padaku." Senyuman Sakura masih belum pergi, senyumannya semakin melebar dan terlihat begitu lepas(?).

Sasuke membalas senyuman istrinya, "Sudah, ayo cepat makan makananmu sebelum dingin." Ia kembali menyantap makan malamnya.

"Sasuke?"

"Hn?"

"Apa kau mencintaiku?"

Sasuke langsung menatap istrinya dengan tatapan yang penuh dengan pertanyaan dan, sedikit kesal, mungkin?

"Kenapa kau bertanya seperti itu?"

"Tidak, hanya saja…" jawaban Sakura terpotong.

Tanpa aba-aba, Sasuke langsung mencium bibir mungil istrinya. Ciuman yang begitu hangat, lembut dan… menggoda(?)

Sasuke melepas ciumannya, "Apa itu cukup?" ia tersenyum

Sakura benar-benar tidak pernah memikirkan hal ini Sasuke lakukan untuknya. Sasuke, laki-laki yang begitu dingin, melakukan hal romantis yang tidak terduga kepadanya. Coba, jika kau menjadi Sakura, bagaimana perasaanmu? Pasti sangat bahagia bukan? Bahkan, kebahagian itu tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, dan, itulah yang Sakura alami saat ini.

Pipi Sakura langsung berubah suhu dan warna. Mungkin saat ini pipinya sudah semerah tomat. Ia mengangguk pelan, "Iya, Sasuke." Senyumnya kembali terukir di raut wajahnya.

Sasuke ikut tersenyum, "Lalu, jika kau jadi aku, apa yang akan kau lakukan untuk membuktikan bahwa kau mencintaiku?"

Sakura sedikit kaget, lalu ia memutar otaknya untuk menjawab pertanyaan Sasuke, "Akan kuberi tahu nanti." Sakura tersenyum.

"Janji?"

"Janji."

oOo

Sasuke dan Sakura sudah kembali ke hotel tempat dimana ia menginap selama mereka berbulan madu di Pulau Jeju. Sasuke sudah memakai piyama tidurnya, dan saat ini ia sedang membaca buku diatas ranjangnya. Disisi lain, Sakura masih sibuk dengan dirinya di dalam kamar mandi.

Sakura's POV.

"Aduuuh, aku harus memakai baju yang mana ini?" aku mengacak-acak isi koperku. Baju yang telah aku siapkan untuk malam ini ternyata tidak dikemas oleh Sasuke. Aku sendiri juga baru ingat kalau yang berkemas saat itu adalah Sasuke.

"Ah! Ini dia! Pakai ini saja." Aku mengangkat salah satu baju tidurku yang dikemas oleh Sasuke. Baju tidur yang berbentuk dress, berkain tipis, tanpa lengan, serta pendek itu tampak indah saat kukenakan, menurutku~

"Sekarang apa? Sekarang apa?" Aku sedikit mondar-mandir di kamar mandi yang cukup luas itu, sambil memutar otakku.

"Yah! Cukur bulu yang ada di kaki!" secepat kilat aku langsung menyambar kembali koperku dan mencari pencukur bulu rambutku(?). Memang tidak begitu terlihat, tapi aku benar-benar ingin menjadi yang terbaik untuk Sasuke, khususnya malam ini.

"Parfum!" ces ces ces. Aku menyemprotkan beberapa semprot parfum ceri andalanku. Saat masih berpacaran, Sasuke pernah mengatakan padaku bahwa ia menyukai parfum ceriku ini.

End of Sakura's POV.

Cekreeek. Pintu kamar mandi terbuka. Darisana, munculah Sakura dengan mengenakan baju tidur seksinya(?) yang sengaja ia tutupi dengan baju mandinya.

Sasuke meliriknya, ia tertawa kecil, "Sudah malam, cepatlah tidur." Ia kembali memfokuskan pandangannya ke buku yang sedari tadi ia baca.

Sakura berjalan menghampiri Sasuke, lalu ia duduk di ranjang tepat di sebelah Sasuke berbaring, "Sasuke~" panggilnya dengan nada yang sedikit manja.

"Hn?" Sasuke belum mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca.

Sakura sedikit kesal, "Kau tidak ingin menagih janjiku padamu?" Sasuke munurunkan bukunya dan menatap Sakura. Sakura menatapnya dengan tatapan yang sedikit nakal, dan itu menarik keingin tahuan Sasuke, lalu ia tersenyum sedikit mesum(?),

"Hn, memangnya apa itu?" tatapan Sasuke berubah, sepertinya ia sudah bisa membaca pikiran istrinya.

"Sepertinya kau tahu…" Sakura tak kalah mesum.

Sasuke tertawa kecil, "Baiklah jika ini caramu untuk membuktikannya." Sakura ber-blushing.

Tak lama setelah itu, Sasuke mulai membuka baju mandi Sakura perlahan. Ia melihat baju tidur Sakura yang, err, seksi dan menggoda. Ia mulai mencium aroma ceri dari tubuh istrinya itu,

"Kau memang tahu apa yang membuatku selalu tergoda olehmu." Rona merah di pipi Sakura belum hilang, bahkan lebih merah lagi.

Sasuke menciumi leher jenjang Sakura yang wangi itu. Ia membuat kissmark disana. Mereka terlihat begitu menikmati kemesraan yang mereka ciptakan saat ini. Setelah puas di bagaian leher, Sasuke berpindah tempat kembali ke bibir mungil Sakura. Ia menciuminya dengan ganas(?), dan ciuman itu semakin lama semakin terasa panas dan, menggairahkan. Sasuke melumat bibir mungil Sakura, begitu pula sebaliknya. Mereka beradu kecepatan disana. Sasuke dengan cekatan mencoba untuk membobol pertahanan Sakura agar lidahnya dapat menjelajahi rongga mulut Sakura.

Tapi Sakura tak ingin kalah, ia berusaha sekuat tenaganya untuk membalas serangan Sasuke. Tapi, Sakura tetap saja kalah dengan Sasuke, dan akhirnya ia memutuskan untuk membiarkan lidah Sasuke menjelajahi rongga mulutnya.

Semakin lama, sesi bercinta mereka semakin panas. Bahkan sampai merubah atmosfer disana. AC yang mendinginkan ruangan mereka seakan tak berfungsi lagi.

Sasuke mulai memaju-mundurkan pinggulnya. Desahan demi desahan mulai keluar dari mulut Sakura, dan desahan itu membuat gerakan Sasuke semakin cepat, namun masih memiliki ritme tersendiri (?).

"Sasss-ssuuukkeee aahhh aasshh tterrss-rrruuussshhh." Perkataan Sakura terputus-putus oleh desahan-desahannya.

Desahan yang keluar dari mulut Sakura seakan menjadi penyemangat(?) baginya untuk terus melayani istrinya malam ini. Setelah ia membuat istrinya kecewa dengan malam pertama mereka.

Sasuke dan Sakura berpindah posisi, dari semula Sasuke yang menindih Sakura, kini Sakura yang menindih Sasuke. Sakura menggerakkan badannya naik-turun dengan cepat dan beritme, tentunya dengan sedikit dibantu oleh Sasuke. Gerakannya yang eksotis itu membuat kedua payudaranya bergerak mengikuti gerakannya. Sasuke yang tergoda oleh hal itu, dengan cepat ia menahan salah satu dari 'mereka' dan mencuiminya, lalu memilin putingnya menggunakan bibirnya, dan hal itu berhasil membuat Sakura kembali mendesah.

Setelah sekian lama bercinta, kini mereka berdua benar-benar merasa kelelahan. Tenaga mereka sudah terkuras habis. Sakura sudah tidak dapat menyangga berat badannya sendiri, akhirnya ia tertidur di dada bidang Sasuke.

"Haah haah haah…" Sasuke mangatur nafasnya,

"Kau kelelahan, Sasuke?" Sakura mentapnya.

"Sepertinya kau juga, hahaha hah hah hah…"

Sakura tertawa kecil, "Apa ini cukup, Sasuke?"

"Lebih dari cukup." Jawab Sasuke sambil tersenyum penuh arti.

"I love you, Sasuke."

"I love you too, Sakura." Sasuke mengecup lembut kening Sakura, dan kecupan itu mengakhiri malam mereka hari ini.

FIN!


Akhirnya minna~ yeeeeee! XD

Yaampun, bener-bener ngga nyangka kalo akhirnya aku nyelesaiin fic rate M (lagi) hahah :D

Emang rada susah ya ternyata kalo udah masuk ke adegan lemonnya, yakin deh, ngga kuaaaaatttt! Hahaha XD

Sampe2 aku dikatain aneh sama gee :*, wakakaka~

Oke, saatnya bales review nyah, hehe :D


Natsu-chan's : domoo arigato gozaimasu, Natsu-chan :D

Dimana ya? Enaknya dimana? Hehe =D mereka tinggal di rumah yang udah dibeli Sasuke sebelum mereka menikah, hihi. Ceritanya gitu :p

yukihira ai : iya, maaf ya, mungkin chapter 2 emang the worst chapter di fic ini u,u *semuanya juga iya kali*mewek*

Nah, pas banget, ini udah pake lemon :D tapi maaf ya kalo jelek, ga berani asem2 amat soalnya, kan bulan puasa, takut dosa, hehe ._.v

Tomat Jambu : lemonnya disini, sayang :D hehe

Hah? Apah? *dor* boro-boro minta diajarin, orang aku malah dikatain aneh sama dia -_- parahnya malah disuruh tidur aja, gausah nulis fic, pacar macem apa coba itu, ga ndukung pacarnya sama sekali -_- *curhat* review lagi yaaaa :*****

Karasu Uchiha : udah nih, RnR lagi yaaaa, hehe =D

Oke, insya Allah aku sempatin, soalnya aku semi hiatus sih, banyak ekskul, jadi kecapean :" *curhat lagi*

Stevano Ryo zefryn : terimakasih buat masukannya :D udah aku ilangin nih, jadi yang chapter 3 ini gimana? Hehe

Btw, thanks for RnR ;)

Kim Na Na Princess Aegyo : iya nih, maaf yaaa :"

Aaahhh, sama sekali ngga kepikiran waktu itu, sekali lagi maaaf ya :"

Ini, udah aku update chap 3 nya. Lama ya? Maaf lagi :" *dor* btw thanks buat RnRnya :)

Guest 1, 2, 3, 4, 5 : ini dia chapter selanjutnyaaaa :D RnR lagi yaaaaa, hehe =D

Haha, Saku-chan ngga diapa-apain kok, cuman di-what-what-in XD *ngomong apa coba* hahaha, siaaap, lain waktu insya Allah author bakal cari fic KyuMin yg rate M :p

Ooohhh, tau tau tau! Iya, aku juga sering baca fic dari Kira Desuke :D *semoga orangnya ngga ada* wkwk =D Sasuke dibikin pervert? Yang disini udah cukup belum? hehe =D

Iyaaaa, maafin author yaaa :" author bener-bener minta maaf :" semoga chapter ini bisa ngobatin kekecewaannya yaa :')

Iya, ngga apa-apa kok, aku sendiri juga rada kecewa sama chapter 2 kemarin :" maaaaaafff, maaf banget :" chapter 3 udah diapdet nih, RnR lagi yaa ;;) buat A/N, aku udah coba buat ilangin, jadi, gimana? Udah lebih baik dari sebelumnya? :)

dyoshiki uchiha : engga, sama sekali ngga menyinggung kok, membangun malah :D

sebenernya, buat A/N aku udah pernah dikasih tau sih, cumin dasarnya bandel jadi gini deh XD pissss

btw, thanks buat reviewnya. Mention lagi dong di twitter :3 ahahahah

charisma shima : udah diapdet nih chapter 3 nyaaaaaa :D di RnR lagi yaaaa, cemungudh! ;;) :3


Oke, btw, sekali lagi maafin author buat fic yang chapter 2 kemaren yaaa :" maaf banget. For all, terimakasih udah mau RnR, kalian bener-bener bikin aku semangat buat nulis lagi, setelah sebelumnya aku ngga ada hasrat buat balik kesini :') tapi berkat kalian, rasanya terlalu berat buat ninggalin kalian semua :'D buat silent reader, aku juga berterimakasih banyak. Meskipun kalian ngga ninggalin review disini, tapi aku udah berterimakasih banget buat waktu yang kalian pakai buat baca fic-ku ini :'D

Finally, semoga chapter kali ini bisa ngobatin kekecewaan readers semua :D akhir kata, domoo arigato gozaimasu! Review masih ditunggu yaaa :D dewa mata~