Title : Angel's

Author : Ren Choi

Main Cast : Kai (Kim Jongin EXO)

Main Pair : Hunkai

Other Cast : Yunjae, Haehyuk, Exo's Member, dan Member Idol Group lain

Genre : Family, Romnce, Brothership, Spiritual, Shounen-ai

Rating : T

Chapter : 2 / ?

SRAK! SRAK! SRAK!

Suara keheningan malam di hutan itu terpecah oleh suara semak dan patahan-patahan ranting yang dipijak beberapa orang.

"Nyonya, aku yakin aku tak sengaja menjatuhkan dompet itu di sekitar sini," ujar seorang sonyeo yang berjalan paling depan dengan sebuah lampu senter di tangan kirinya.

"Bodoh, seharusnya kau lebih berhati-hati," ujar yeoja yang berjalan di belakang. "Kau tahu uang itu sangat berharga untuk membeli keperluan panti asuhan kita yang kini cukup terpuruk," ujar yeoja itu.

"Seharusnya nyonya menunggu saja di rumah. Biar saya dan Minah saja yang mencari dompet itu. Kasihan Jonghun dan anan-anak yang lainnya menunggu di rumah tanpa ada yang mengawasi," ujar seorang sonyeon yang berjalan di sebelah sang yeoja dengan belati dan lampu senter di tangannya, Daehyun.

"Ah! Aku menemukannya nyonya! Kita bisa pulang sekarang!" girang Minah.

GRRRRRR!

Dengan gerakan lambat, Minah – yang tengah membungkuk untuk mengambil dompet itu – mengangkat wajahnya dan mengarahkan senternya ke depan. Ketiga pasang mata itu membelalak sempurna saat melihat seekor serigala abu-abu berukuran besar yang berdiri di depan mereka.

"Nyo ... nyonya, kita harus segera pergi," ujar Daehyun panik.

Namun suara geraman keras kembali terdengar saat ketiganya melangkah mundur.

"Ku ... Kurasa dia tak mau kita pergi," ujar Minah setengah berbisik

TOK!

Daehyun tanpa rasa bersalah mengetuk kepala Minah dengan senter yang berada di genggamannya.

"Ne, di ingin kita tetap disini. Agar kita menjadi makan malamnya, bodoh," umpat Daehyun.

Di antara pertengkaran antara Minah dan Daehyun, Song Qian – yeoja itu – melihat sesuatu yang berada di antara kaki serigala itu. Dengan gerakan hati-hati, Song Qian pun mendekati serigala itu.

"Nyonya! Apa yang anda lakukan?" pekik Minah panik saat melihat Song Qian yang hanya berjarak dua meter dari serigala itu.

"Ssst, diamlah kalian."

Song Qian semakin mendekat pada serigala itu saat sang serigala abu-abu menggeserkan tubuhnya. Ketiga pasang mata itu terbelalak saat mengetahui jika serigala itu berdiri di atas sesosok bayi mungil – yang tertidur pulas dalam balutan kain berwarna keemasan, seakan melindunginya. Serigala itu lalu memandang Song Qian dan bayi mungil itu bergandian dengan tatapan sendu.

"Kau ingin aku merawatnya?" tanya Song Qian.

Dan sebuah geraman pelan pun terdengar sebagai tanda setuju atas ucapan Song Qian. Serigala itu pun menjauhkan tubuhnya saat Song Qian mendekat ke arah bayi mungil yang tadi dilindunginya. Sebuah tatapan sendu kembali muncul di mata serigala itu saat melihat bayi mungil itu sudah berada dalam gendongan Song Qian.

"Aku akan merawatnya. Aku berjanji padamu," janji Song Qian.

Serigala itu kembali menggeram. Dengan ceoat serigala itu meninggalkan ketiga human itu. Setelah cukup jauh, terdengar suara lolongan yang terdengar sedikit 'sendu'.

"Anda akan membawa bayi itu oulang, nyonya?" tanya Daehyun.

Song Qian mengangguk. Tangannya mendekap erat bayi di rengkuhannya. "Aku mengajarkan pada kalian agar selalu menepati janji. Kepada siapapun kelain berjanji. Jadi, aku akan menepati janjiku pada serigala itu. Untuk merawat bayi ini," Jawab Song Qian dengan senyuman yang tersungging di wajah cantiknya. "Kurasa Junhong, Jungkook, dan anak-anak yang lainnya akan senang jika mengetahui mereka mempunyai adik yang manis. Ya, kan?"

Daehyun dan Minah saling pandang. Lalu tersenyum dan mengangguk bersamaan untuk menjawab pertanyaam Song Qian yang sudah mereka anggap ibu mereka sendiri.

"Eomma, itu apa?" tanya Junhong saat melihat Song Qian menggendong sesuatu.

Song Qian tersenyum. Diletakkannya bayi mungil di dekapannya itu ke arah keranjang bayi yang ada di ruangan itu. Setelahnya, Song Qian berlutut di depan Junhong untuk menyamakan tingginya.

"Itu, adik Junhong, Jungkook dan yang lainnnya. Dia penghuni baru rumah ini, Junhong," jawab Song Qian.

"Jeongmalyo, eomma? Junhong dan Jungkook punya adik, eomma? Horeee!" sorak Junhong. "Dae hyung! Dae hyung! Tolong gendong Junhong. Junhong ingin lihat adik kecil," pinta Junhong.

Daehyun tersenyum menanggapi permintaan Junhong. Sonyeon itu pun menggendong Junhong dan mendekat ke arah bayi mungil yang tertidur nyenyak di keranjang bayi itu. Dengan usil, Junhong menusuk pelan pipi chubby bayi mungil itu dengan jari-jari kecilnya.

"Hihihi. Hyung, adik kecil kita lucu, kan?"

"Ne. Dia lucu. Seperti Junhongie," jawab Daehyun.

Song Qian tersenyum. "Jigeum, kalian tidur, ne. Supaya besok bisa bermain dengan adik kecil. Ara?"

"Geundae, eomma_"

"Tidur, chagi," perintah Song Qian lembut.

Junhong akhirnya mengangguk dengan disertai pout-an lucu di bibirnya. Sonyeon berusia 5 tahun itu pun pergi ke kamarnya dengan digendong oleh Daehyun.

Yeoja cantik itu tersenyum saat Daehyun dan Junhong telah hilang dari pandangannya.

"Oek~ Oek~ Oek~!"

Perhatian Song Qian lalu teralihkan pada bayi mungil yang sudah terjaga dan menangis. Di dekat bayi itu, tampak Minah yang sedikit panik mendengar tangisan bayi itu.

"Apa yang kau lakukan, Minah?" omel Song Qian yang beranjak mendekati keranjang bayi itu.

Sedangkan Minah, tampak sedang menggaruk tengkuknya. " A ... aku hanya mencubit pipinya saja, nyonya. Dia sangat menggemaskan," ujarnya.

Song Qian yang mendengar ucapan yeoja itu berdecih pelan. "Segera siapkan air hangat. Aku akan memandikannya," titah Song Qian. Yeoja cantik itu lalu menggendong tubuh bayi mungil itu setelah melepas kain yang membungkusnya.

Kulit tannya yang masih berwarna kemerahan, bibir mungil yang berwarna merah muda, dan iris hazel kecoklatan itu seakan menghipnotisnya.

Selama beberapa menit, Song Qian tak melepaskan – atau lebih tepatnya tidak bisa melepaskan – kontak mata dengan bayi dalam dekapannya itu. Dalam iris bayi mungil itu, Song Qian melihat sesuatu. Sesuatu yang tak dapat dilihat orang lain. Sesuatu yang akan menentukan 'dunia' di masa depan.

Saat berhasil memutuskan kontak mata itu, Song Qian segera mengembalikan bayi itu ke keranjangnya. Nafas Song Qian memburu dengan wajah yang pucat. Oh ditambah keringat dingin yang membasahi pelipisnya, menandakan sesuatu yang dilihatnya dalam garis takdir bayi itu cukup mengerikan, dan cukup rumit.

"Nyonya, ini air hangatnya," ujar Minah yang baru saja masuk dengan membawa bak mandi khusus bayi yang berisi air hangat. "Aigoo, museun irinikka? Nyonya baik-baik saja?" tanya Minah yang melihat kondisi Song Qian.

Song Qian pun menatap Minah dan mengangguk. "Gwaenchanha," jawabnya. "Jja, bantu aku memandikannya."

Minah mengangguk. Sonyeo berusia 17 tahun itu pun membantu Song Qian melepaskan kain yang melekat pada tubuh bayi mungil itu.

"Ah, dia laki-laki, nyonya," ujar Minah dengan antusias.

Kali ini Song Qian terdiam. Kilasan-kilasan yang tadi dilihatnya kini kembali membayanginya. Kilasan tentang masa depan yang akan dilalui bayi mungil ini.

"Minah, rahasiakan tentang jenis kelamin bayi ini. Arraseo?"

"Eh?"

Song Qian menggendong tubuh bayi itu dan mulai memandikannya dengan telaten. "Jangan sampai ada satu pun orang yang tahu kalau dia laki-laki. Untuk saat ini, kita besarkan dia sebagai perempuan. Kau mengerti?"

"Waeyo, nyonya?" tanya Minah heran.

"Aku mendapat penglihatan. Tentang hal-hal yang akan dialami bayi ini. Usianya tak akan sampai hingga lima tahun jika dunia mengetahui dia laki-laki. Suatu hari nanti, dia akan menjadi orang yang terpilih. Jadi, kita harus melindunginya. Kau mengerti, Minah?"

"Ah, ne. Algeusseumnida, nyonya," jawab Minah.

Song Qian menghela napas pelan dan membaringkan tubuh bayi mungil itu di atas tumpukan kain yang sudah disediakan oleh Minah.

"Geundae, bayi ini akan kita namakan siapa, nyonya?" tanya Minah.

Song Qian tersenyum. Tangannya kembali merengkuh bayi itu dalam pelukannya. "Dia akan menjadi sebuah penghubung. Dia adalah seorang terpilih yang dapat memasuki semua portal. Kau memiliki usul untuk nama bayi ini?" tanya Song Qian.

"Ng, bagaimana dengan Kai. Nama itu berarti samudera, kan?"

Song Qian tersenyum. "Geurae. Mulai saat ini. Namanya Kai," putus Song Qian.

Chapter II : Found The Guide END

Chapter 2 selesai! # Tebar confetti

Jeongmal gomawo atas reviewnya, readers-san. Ren kelamaan update, ya? Ren soalnya belum punya laptop, jadi Ren harus pinjam laptop eonni atau eommanya Ren. Jadinya, Ren kendala waktu mau nulis sama update.

Well, Ren rasa cukup cuap-cuapnya. Kalau ada pertanyaan tentang chapter ini, silahkan pm Ren. Atau silahkan tanyakan di kolom review. Yah, sebelum Ren tutup, Ren mau balas review dulu


Taekai : Akan Ren usahain, eonni. Tapi Ren nggak janji, ya. Soalnya Ren masih amatir, eonni. ^_^

.7: Disini udah dijawab nasib anaknya Yunjae.

Putrifibrianti96: Pairnya udah ditullis diatas. Tapi kemungkinan romancenya masih lama. ren mau coba nonjolin masa kecilnya Jongin dulu.

Jongin48: Disini Jonginnya udah muncul. Tapi perannya cuma bobok sama nangis aja. Hehehe

Kamong Jong : Amiin. Ren juga berharap supaya Jongin jadi Angel juga.

: Makasih

: Wah, Ren juga suka sama ff Ren yang ini.

nadia : Jonginnya dah muncul. Tapi berhubung Jonginnya masih bayi, jadi belum ada ngomongnya. hehehe. Wah, Ren minta maaf, pair nya disini Hunkai, chinggu. #Buat bocoran, disini Kris jadi werewolf

askasufa : Jonginnya baik-baik aja, kok chinggu

WindiKaiggamjong : Makasih. Ini udah dilanjut, kok


Oke, cuap-cuap, udah. Balas review, udah. Sampai ketemu lagi di chapter selanjutnya!