Tittle:Hidden Hope

Author:Izumi Akita Suzuki a.k.a Ichan

Genre:Romance,Humor sarap*author gilanya kumat*

Rated:T

Fandom:the GazettE,dan karakter lain yang author libatin

Pairing:Reituki(main),Aoru(slight),dan pairing yg laen

Disclaimer:Semua Karakter punya ortu masing - masing

Chapter:3/?

Sumarry:Apakah salah kalau aku mencintai orang yang selama ini kuanggap musuh?

Warn:Typo(s),Gaje(las),Shonen-Ai

Normal's PoV

Setelah perjalanan selama 100 menit*heh?* mereka sampai ke warung gudeg pak Leman*Itu mah yg ad didpn gang author XD *.Dan sang pelayan menghampiri mereka.

"Maaf mas mau pesen apa?"tanya pelayan sopan

"Aku mau pesen bakso*?*!"seru Ruki

"Aku pesen nasi kucing,mbak"kata Wataru

"Heh?Apaan itu?"sahut si pelayan dengan wajah cengok

"Lha mbak tulisannya warung gudeg pak Leman ,sedia segala masakan!"kata Ruki sambil menunjuk – nunjuk papan reklame di depan zebra cross*ehh?*.

"Ohhh ya udah pesenan segera datang"kata sih pelayan sambil senyum – senyum gaje

"Huh pasti lama nunggunya"Kata Ruki.

Sementara makanan belum datang Ruki melihat sekitar betapa terkejutnya ia menemukan kawan – kawannya walau hanya Uruha yang bicara dengannya*plakk* bersama si KUSO?Apa – apaan ini apa sih KUSO berhasil menghasut teman – teman Ruki dengan menggunakan noseband bau ilernya itu?Entahlah,tapi bagi Ruki yang menarik adalah Kai sedang bicara dengan botol saus*oh?*

"Huh,apa kau tidak sakit selalu dibuka dan ditutup oleh pemilik warung gudeg ini?"tanya Kai pada botol saus

"Kai,kapan kau memperhatikukan!"kata Nao yang hampir mewek guling – guling

"Tapi kan kasian botol sausnya Nao?"sahut Kai dengan tampang tanpa dosa*aslinya tampang autis#digampar*

"Sekarang yang tegas!Pilih aku atau botol saus itu"Seru Nao yang sudah benar – benar mewek karena dia diduakan dengan saus

Nao itu salahmu sendiri pacaran dengan orang autis*digampar*

"Hah?Tentu aku pilih kamu"Kata kai

"Kalau begitu cepat sana lempar botol sausnya!"perintah Nao

"Engga mau"sahut Kai

"Katanya pilih aku?Gimana sih?"tanya Nao lagi

"Tapi aku juga mau main ama botol saus"sahut kai

'dasar autis'bati Ruki

"Lalu bagaimana nasibku?"tanya Nao yang setengah mutung

"Tapi Nao aku membayangkan bahwa botol saus ini anak kita"Kata Kai dengan autisnya

"Benarkah?"Kata Nao dengan pika – pika eyesnya entah menganpa Nao ikutan autis*plakk*

"Iyah,dia anak kita"Sahut Kai

Lalu kedua orang itu pulang dengan mencuri botol saus yang mereka anggap anak mereka karena Nao yang entah kenapa jadi ikutan autis seperti Kai

"Heh,apa yang kau perhatikan?"tanya Wataru yang baru saja dari kesedot lubang wc*lho? XD*

"Duo autis"jawab Ruki dengan santainya

"Apa lagi itu duo autis?"tanya Wataru dengan tampang binggung

"Mereka"sahut Ruki seraya menunjuk ke arah Kai dan Nao

"Bagaimana bisa?"tanya Wataru

"Mereka pikir botol saus anak mereka"jawab Ruki

"Itu bukan autis lagi tapi gila!"pekik Wataru

"Ya kira – kira begitu"sahut Ruki

Tiba – tiba pelayan datang

"Mas,ini pesanannya"kata sih pelayan sambil menyodorkan nampan berisi semangkuk bakso dan sebungkus nasi kucing dengan ukuran besar

"Makasih mbak"sahut Wataru

Sang pelayan pun meninggalkan kedua mahkluk itu

"Kok bungkus nasi kucingnya gede amet ya?"tanya Wataru

"Ye mana guwe tauk"sahut Ruki dengan santainya

"Aku buka ya?"kata Wataru

"Terserah,lagian juga kakak yang pesen"sahut Ruki

"Okay"sahut Wataru

Betapa terkejutnya Wataru dan Ruki ternyata ada kucing di dalam bungkus nasi kucing itu dan kucingnya tepat di atas nasi*XDD*

"Mbak!"pekik Wataru memanggil pelayan

"Ada apa lagi mas?"tanya sang pelayan

"Kok nasi saya ada kucingnya sih"tanya Wataru

"Lha kan katanya mas pesan nasi kucing?"sahut si pelayan

"Pelayan edyan"kata Wataru

"Maksudnya apa sih?"tanya sang pelayan pada diri sendiri

"Ruk,lebih baik kita minggat dari sini aja ndak wes,pelayane edyan og"kata Wataru pada Ruki

"Karepmu wis"sahut Ruki

Akhirnya dua orang itupun pulang ke rumah

"Cucu – cucuku pulang juga kalian"kata Mbah Mana dengan nada khawatir

"Iyah mbah,kenapa emangnya?"tanya Ruki

"Orang tua kalian tadi pamit katanya mau keluar kota selama seminggu"sahut mbah Mana

"APA?TAK MUNGKIN!"pekik Wataru dan Ruki bersamaan

"Kalian kenapa?"tanya embah mana dengan wajah merah putih memperingati kemerdekaan Indonesia*plakk

"Tak ada apa – apa kok nek"sahut Ruki

"Cucuku kok jadi aneh ya?"tanya embah Mana pada diri sendiri

Setelah Wataru dan Ruki pergi ke kamar

"Heh,terus pertuam orang tua disekolah kita bagaimana nih?"tanya Wataru yang sedang mengubek – ubek isi(?) kasur untuk mencari baju*lho?*

"Entahlah tapi kita kelihatannya sedang bernasib sial"sahut Ruki sembari menjatuhkan badannya ke lantai*plakk

"Iyahh!Aku tak mau mati muda"sahut Wataru sambil menangis loncat – loncat

"Apa hubungannya semua ini dengan mati muda?"tanya Ruki

"Aku enggak mau dibunuh ama wali kelasku"sahut Wataru

"Heh?Memangnya ada apa dengan wali kelasmu itu?"tanya Ruki

"Dia pembunuh kelas bebek yang entah bagaimana bisa jadi guru"sahut Wataru

Dan pembaca Uruha yang notabene seorang bebek*plakk*muncul secara tiba – tiba

"Apa lu bilang?"tanya Uruha

"Wali kelasku pembunuh kelas bebek"jawab Wataru

"Dasar"kata Uruha meneplon emaknya yang juga seorang bebek*plakk

"Mak,ada yang ngatain kau pembunuh kelas bebek"kata Uruha dari lelepon(?)nya

"Siapa ?Dimana"tanya emak Uruha dari sebrang

"Wataru,belok kanan aja ke gang yang ada sebelah rumah terus cari rumah yang catnya pelangi(?)"sahut Uruha pada emaknya

"Sudah ya nak mak mau kesana dulu"sahut emaknya Uruha

"Gawat ini!Aku benar – benar tak akan hidup lebih lama"Kata Wataru yang masih kesal itu

Setelah berkata begitu dia langsung lari menggunakan pesawat jet dari museum luar angkasa yang ada disebelah rumahnya

Betapa terkejutnya Uruha karena Wataru sudah menghilang dengan banyak hambatan karena pesawat jetnya sedang mogok!

"Eh,Ruk niichanmu mana?"tanya Uruha

"Aku neneknya bukan niichannya,niichannya itu Wataru!"pekik Mana

"Yo,nenek Mana"kata Uruha sembari merangkul nenek Mana

"Ada apa?"tanya nenek Mana

"Masuk sana nek aku mau bicara ama Ruki dulu"sahut Uruha

"Oke"kata Mana sembari tebar bungan kamboja

"Nenekmu gaje ruk"kata Uruha

"dari dulu udah gitu nenek buyut salah minum air kali"sahut Ruki

"Terus Wataru sekarang dimana?"tanya Uruha lagi

"MKT BUG"sahut Ruki

"Tega – teganya Ruk lo ngatain aku hama,lo anggep apa persahabatan kita"Kata Uruha yang sudah ampi meneteskan air mata untuk ember yang keseratus*plakk

"Ye sapa yang ngatain kalau lo hama"sahut Ruki

"Lha tadi lo kate BUG?Bug kan dalam arti bahasa Inggris artinya hama"sahut Uruha

"Lo tau dari mana?"tanya Ruki

"Kamus aku kan selalu membawa kamus"sahut uruha

"Lo mah bawa kamus aja enggak ngerti apa lagi gak mbawa!"seru Ruki

"Ye terus sekarang maksudnya Bug?'sahut Uruha

"MKT BUG itu Mana Ku tahu Bukan Urusan guwe"sahut ruki

"Dasar kupikir lo mau mutusin hubungan persahabat kita dengan cara ngatain MKT BUG yang bagikyu artinya Mokat lo(?) BUG"sahut uruha

"Makanya dipikir dulu,kalau enggak telpon aa gurame aja"kata Ruki

"Ye dia mah kalau ditelpon mesti ada aje alesannya"sahut Uruha

"Lah kok lo betah ama dia?"tanya Ruki

"Habis gimana Ruk,aku udah terlanjur cinta ama gak bisa ngelepasiin dia" sahut uruha sambil tebar bintang(?) hasil maling dari langit*plakk

"Ya udah lah,lo enggak pulang?"tanya Ruki

"Udeh ya ane mau pulang"Sahut uruha yang langsung lari(?) menuju rumahnya

"Heh,lo ngatain guwa bebek ya tadi"Kata emak Uruha pada Ruki

"Sumpeh enngak tante"Sahut Ruki

"Terus?"tanya emaknya Uruha

"Mbah Man!Helem(?) me!"jerit Ruki

TBC lagi

A/N:Setelah lama tak diurus akhirnya bisa juga XDD,mseperti biasa segala kritik,saran,dan masukkan diterma yang minta tag juga boleh XD