"Wah,bagus sekali!"

"Iya,"

"Aku jadi tak sabar!"

Itulah gumaman anak-anak kelas satu. Harry dan Ron ikut menikmati pemandangan aula besar. Langit-langit aula besar serupa dengan langit di luar.

"Kelas satu,berbaris di sini. Kita akan mulai seleksi."

Beberapa anak kelas satu menelan ludah,tapi Kiseki no Sedai adem ayem.

"O-oi,Tetsu,seleksinya seperti apa?" Tanya Harry pada Kuroko.

Kuroko terdiam sejenak,"kita harus menyihir topi tua itu." Jawabnya sambil menunjuk topi seleksi.

Tanpa Harry sadari,Kuroko menunjukkan cengiran usilnya.


Disclaimer: Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi,Harry Potter milik J. .

Title: The Shadow Wizard

Summary: Harry Potter dan Kuroko Tetsuya adalah saudara tiri! dan lagi,adik tiri Harry Potter itu adalah bagian dari Kiseki no Sedai,sekelompok anak yang diasuh langsung dibawah Albus Dumbledore.

Warning: gaje,abal,judul dan cerita ga nyambung.

don't like,don't read.


Setelah kepala sekolah menyampaikan pidato,profesor McGonagall memanggil nama yang tertera di perkamen.

"Akashi Seijuurou."

Akashi maju,dan duduk di kursi. Topi seleksi yang besarnya oh-super-sekali itu merosot sampai ke telinganya. Tak berapa lama kemudian,topi itu berteriak,"Slytherin!"

Beberapa anak tampak kecewa,termasuk Kisedai. Tapi Akashi melambai ke arah Kisedai dengan senyum hangat di wajahnya,membuat beberapa siswa klepek-klepek.

"Aomine Daiki."

Aomine ganti duduk di kursi dengan topi di kepalanya,5 menit kemudian...

"Hufflepuff!"

Anak-anak di meja Hufflepuff bersorak dan menepuk punggung Aomine yang memberikan fist bump jarak jauh dengan Akashi.

Kise menyusul Aomine di Hufflepuff. Harry,Ron,Kuroko dan Hermione masuk ke Gryffindor (Ron kesal karna harus seasrama dgn Hermione.) Kagami ikut masuk Gryffindor,Midorima menyusul Akashi di Slytherin dan Murasakibara masuk Ravenclaw. Draco Malfoy dan budak-budaknya masuk ke Slytherin. Saat makan malam,semua anak Kisedai diikuti Ron memberi kode pada Akashi dan Midorima untuk mengerjai bocah pirang dan budaknya dari meja masing-masing(murasakibara sambil makan 5 potong paha ayam). Tantangan itu diterima Akashi dan Midorima dengan senang hati.


"Hoahm,ngantuk sekali."

Kagami menghempaskan tubuhnya di ranjang,"eh,kau sedang apa,Dean?"

Dean Thomas,anak berkulit tan yang seasrama dengannya menoleh,"aku sedang memasang poster Western Ham."

"Oh!" Kagami berguling,"tim sepakbola itu kan? Kau suka sepakbola ya?"

"Iya!" Seru Dean,"kau juga?"

"Tidak terlalu," jawab Kagami sambil mengaduk-aduk isi tasnya,"tapi aku suka basket." Dia mengeluarkan poster tim basket nasional Jepang.

"Wah! Tempelkan saja di sini! Apa hanya kau?"

"Tidak juga,semua kawanku juga suka. Kami bahkan punya lapangan basket di sini."

"Wow!"

"Apa sih serunya basket?" Tanya Ron,"kayaknya kalian semangat sekali."

"Kau mau tau? Kami akan bermain besok,ikutlah." Ajak Kagami pada teman-teman sekamarnya.


Di asrama Hufflepuff...

"Cih,kenapa aku harus seasrama denganmu?!"

"Aominecchi hidoi-ssu!"

Kise pundung di pojokan.

"Haha,aku bercanda Kise,"

"DASAR AHOMINECCHI!" Kise berteriak dengan kecepatan suara 1000000 km per detik.

"Apa itu?" Tanya Kagami.

"Paling Kise-kun dan Aomine-kun berantem lagi." Jawab Kuroko.

"Cih,berisik sekali." Murasakibara sibuk memakan pocky di asrama Ravenclaw.


"Ck,Kise lagi."

Midorima menatap papan shogi. Akashi tengah menatapnya dengan seringai kemenangan,

"Ada apa Shintarou? Menyerah kalah?"

"Diam-nanodayo!"

"Sudah kubilang kan? Mereka sinting." Celetuk Malfoy.

Akashi,kok bisa ya kita sekamar dengan monyet-monyet ini? Batin Midorima.

Mana aku tau? Balas Akashi.

"Darimana kau tau,Malfoy?" Tanya seorang anak berkulit hitam

"Lihat saja si kepala hijau itu,masa dia menambah kata -nanodayo di kalimatnya." Jawab Malfoy.

JLEB. Sebuah gunting berwarna merah melesat diantara wajah Malfoy dan Zabini,anak berkulit hitam tadi.

"Sekali lagi kau berbicara,kupastikan gunting itu mencium dahimu."

Malfoy dan seluruh isi kamar merinding disko mendengar ultimatum Akashi.

Seorang anak berambut belah tengah menghampiri mereka,"hai,namaku Takao Kazunari,yoroshiku ne," ucapnya dengan nada ceria.

Akashi tersenyum. "Aku Akashi Seijuurou,yoroshiku ne,Kazunari."

Midorima juga membalas,"aku Midorima Shintarou,yoroshiku."

"Ah,kita bisa berteman kan,Sei-chan,Shin-chan?"

Midorima yang sedang minum langsung menyemburkan airnya ke muka Malfoy yang berusaha menggunting rambutnya dari samping dengan gunting Akashi.

"S-shin-chan?"

Takao dan Akashi tertawa.

"Kudengar kalian mau mengerjai anak-anak sedeng itu ya?" Takao menuding Malfoy dkk.

"Eh,tau dari mana? Iya sih."

"Aku dengar dari tadi. Waktu di aula besar. Kalau mau ngerjain dia,aku ikut ya. Aku nih ahli jahil lho."

"Ne,Kazunari,kenapa kau tak berteman dengan mereka?" Tanya Akashi.

"Mereka menyebalkan," Takao menatap Malfoy sinis. "Tapi sepertinya kalian menyenangkan. Apa kalian pernah bermain basket?"

"Ah! Itu permainan favorit kami!" Seru Akashi.

Ketiga anak asal Jepang ini membicarakan basket sampai subuh.


Keesokan harinya...

"Akashicchi! Midorimacchi!"

Akashi dan Midorima menoleh ke arah Kise dan Aomine.

"Are? Siapa dia,Akashi?" Tanya Aomine sambil menunjuk Takao.

"Takao Kazunari desu." Takao membentuk tanda peace dengan jarinya.

"Ah,yoroshiku,Takao-kun." Kuroko muncul tiba-tiba di samping Takao.

Semuanya melonjak kaget. "S-sejak kapan kau di situ?!"

"Dari tadi."

Takao memasang poker face.

"Kuroko,minna."

Kagami datang disusul Harry,Ron,Seamus dan Dean.

Murasakibara datang bersama seorang remaja berusia 12 tahun berponi boyband. "Yo,Taiga."

"Tatsuya!" Seru Kagami.

"Kagami,dia siapa?" Tanya Akashi.

"Dia kakak beda bapak beda emak-ku."

Akashi kicep.

"A-ah,sou ka? Jaa,apa semua sudah ngumpul?"

"Ya."

"Nah,kenalkan. Dia Takao Kazunari." Akashi menunjuk Takao yang membuat tanda peace.

"Ah,ini Seamus Finnigan,dan Dean Thomas." Kagami memperkenalkan kedua temannya.

"Seam,Dean,kalian tau basket?" Tanya Aomine.

"Eh? Apa kalian hanya berteman dengan orang yang suka basket?" Tanya Seamus.

"Tidak juga sih,aku hanya mau tau." Jawab Aomine.

"Aomine-kun kepo." Celetuk Kuroko dan dihadiahi jitakan gratis di kepalanya.

"Aku tau sedikit soal basket. Dean juga." Jawab Seamus.

"Oi,Akashi,kita jadi main ngga?" Tanya Kagami sambil memutar bola di tangannya.

"Jadi lah,ayo!"


"Hagrid-san!"

Hagrid berbalik menghadap anak-anak asuhnya.

"ah, kalian mau main lagi?" tanyanya ketika melihat bola basket di tangan Kuroko.

"iya. apa lapangannya masih ada?" tanya Akashi.

"Tentu saja. aku yakin dia masih ingat pada kalian." Hagrid tersenyum.

"Kalau begitu kami duluan ya, ja."

"tunggu."

semua menoleh ke arah Akashi.

"Ayo sambil lempar tangkap!" Akashi merebut bola dari tangan Kuroko dan mengopernya ke Aomine.

Aomine mengopernya ke Kise, lalu ke Kagami, Midorima, Himuro, Dean, Murasakibara, Seamus, Takao, Kuroko, begitu seterusnya sampai mereka mendekati sebuah pohon tua.

"Jangan ke sana!"

semuanya menoleh ke arah Hermione, orang yang berteriak tadi.

"kumohon jangan ke sana, kalian bisa dihajarnya sampai hancur."

semuanya bergidik, tapi kisedai tampak tenang.

"tenang saja, Hermione-san. lihat."

Kuroko mendekati pohon yang mendadak liar, smua anak menjerit.

"Tetsu kumohon, larilah dari sana!" Seru Harry begitu melihat sebuah cabang pohon mengayun ke arah adiknya. Tiba-tiba pohon itu berhenti. Kuroko tengah mengelus cabang tersebut.

"Hisashiburi na, Whimping Willow-san."

Pohon itu mengangkat tubuh kecil Kuroko dan membawanya ke sebuah ruang tak terlihat di belakangnya.

semua anak-anak pelangi berlarian menuju pohon tua itu.

"Whimping Willow-san, mereka teman kami, izinkan mreka masuk dan jangan izinkan yang lain." Ucap Akashi.

Whimping willow langsung mengangkat semua anak dengan cabangnya dan membawa mereka pada Kuroko yang sudah bermain solo di dalam. Lapangan itu berukuran standar, dengan banyak pintu di sekitarnya.

"Kuroko, pintu itu terhubung ke mana?" tanya Seamus sambil menunjuk pintu di sebelah kanan.

"Jepang."

Akashi mengumpulkan mereka semua, "nah, sekarang bagi kelompoknya, Aku, Shintarou, Kazunari, Atsushi dan Tatsuya melawan Tetsuya, Taiga, Harry, Ron dan Daiki. Hermione wasitnya, Ryouta mencatat skor."

"hidoi-ssu! aku kan mau main juga." protes Kise.

"Tenang, kau akan dapat giliran setelah ini." Jawab Akashi menenangkan.

Murasakibara dan Kagami berdiri di garis tengah sementara Hermione memegang bola.

"ayo bertanding, Mura." Tantang Kagami.

"Aku tak takut." Jawab Murasakibara.

"Minnacchi! Ganbatte!" seru kise dari pinggir lapangan.

"Dengan ini, pertandingan Griffin melawan Basilisk," Hermione melambungkan bolanya tinggi-tinggi, "pertandingan dimulai!"


Maaf membuat kalian menunggu lama. Maaf juga kalau kurang pendek #plakk

Authornya lagi error dan macet gara-gara fanfic yang satu lagi (My Precious Father) soalnya bingung ama lanjutannya. Tapi tenang saja, chapter depan akan ada pertandingan Grifin(Kuroko cs) VS Basilisk(Akashi CS) dan Kise akan main kok tenang aja ^^

Review please...