[Balesan Review]:
Lanjut..sudah sayang2 q, sedia tropikana takut diabet x_x
Mingyu kayak babu..WAKAKAK, emang. Sengaja aku gituin, aku terinspirasi dari omongan Wonu yg mingyu gampang disuruh2 (Skymoebius kita sehati /hi5/). And idk why aku suka aja sama konsep 'menghambakan diri' jadi membuat seolah-olah dia baik emang karena menganggap Wonu sebagai "teman saja" (dan bikin Wonu tambah baper) lol
*GANTIIN SERAGAM* CHINGU SEKALIAN, AKU CUMAN NULIS ITU SEBAGAI SEBUAH PERKATAAN, TIDAK KU JELASKAN DETAILNYA TAPI KALIAN FOKUSNYA KESITU? Mesum u,u
BumBumJin:1. Whoaa aku baru tahu lambung oppa q lemah, sampe segitunya;; makasih infonya! 2. Di kolom review cuman kamu yang sadar akan hal itu, yap mereka kelas 12 (soalnya kalau baper di kelas terakhir itu entah kenapa lebih ngena) 3. Jeongcheol... iya mereka pacaran, tapi ini bener-bener full meanie moment, jadi hal2 lain hanya sebagai angin lalu saja~
Panjangin.. ini drabble, aku sengaja bikinnya segitu biar greget gantungnya wkwk
Wonwoo udah suka belum sih? Nah, pertanyaan ini akan ku tanya balik ke kalian. Kalau kalian diperhatiin sampai sebegitunya, tapi gak pernah ada kata sayang dari dia, apa yang kalian rasakan? Kurang lebih Wonwoo seperti itu
Bikin Wonwoo jealous dong! Hmmmm hmmm bisa nggak ya wkwk
Belum jadian? Terlalu cepat, aku masih seneng lihat kalian baper! Menggemaskan :3
Mingyu suka gak sih? Mari main tebak-tebakan~~
.
[A/N]: Kalau ada yang punya pengalaman baper monggo cerita. PM/review terbuka lebar (siapatahu gitu kebayang terus special edition nulisin kisah kalian –yg detail tp). FF ini rencana diatas 5 chapter sampe mereka jadian. Buat yg bilang updet cepet, nggak jugasih. Tp aku kalau belum updet dan ceritanya udah jadi tuh kepikiran terus-_- Btw, kalau ada yang manggil aku 'kak' fyi aja sih aku 99 liner '-')/
.
Peluk manja dan kecup basah dari dd Gyu untuk kalian: kookies (G), mingyued, Neulra, seira minkyu, lulu-shi, Tipo, zahra9697 Pinotthiyo, Iceu Doger, dongiie, Skymoebius, Me (G), nuyybonew, 17MissCarat, Hansollee, KimAnita, Arlequeen Kim, saelviohexia, BumBumJin, Firdha858, SkyBlueAndWhite, meanielyfe, svtbae, kimxjeon, blackjackcrong, Baebypark, meaniemeanie
(makasih sudah merelakan waktu untuk menuliskan reaksi /unyel satu-satu/)
Yg follows dan favs juga! Maaf kalau sering nyepam notif email kalian:")
.
Cast: Meanie
Drabble, Oneshot series!
Yaoi, BxB, DLDR, Typo
© Cast belong to their family, Ent, fans. Storyline is mine
Happy Reading!
Si Jak!
Kelasku hari ini terlihat kosong, jelas sih, mengingat bahwa semua guru sedang rapat mengenai nilai semester 5 kami. Tiada satupun orang di kelasku. Kalau sedang jam kosong seperti ini, biasanya murid menyebar ke berbagai wilayah sekolah, yang paling ramai pastinya kantin, lalu sekre eskul, dan tentunya modus ke kelas gebetan. Cuman segelintir orang yang duduk diam di kelas, misalnya aku.
Aku sedang membaca novel yang baru ku beli kemarin, Me Before You judulnya. Ceritanya sangat menyentuh, membuatku betah duduk terdiam sendirian di kelasku.
"PERHATIAN SEMUANYA PERHATIAN!" Terdengar teriakan di depan kelas, Hyejeong sedang berdiri di depan sambil mengetuk papan tulis. Aku langsung menutup novelku dan mengalihkan pandanganku. What? Sejak kapan semua anak kelas kembali?
"Tuaaan~" Aku melihat ke arah bangku Jeonghan disebelahku, Mingyu duduk disitu, sambil nyengir-nyengir gak jelas, pose andalan dia.
"Apa?" Sahutku jutek. Mingyu langsung bergaya seolah-olah menjauhi.
"Ish, nyapa doang. Galak banget sih." Ia mendengus lalu mengalihkan pandangannya dariku. Sebahagia anak itu aja.
"Teman-teman semuaaa. Mengingat semester ini akan berakhir, sekolah kita seperti biasanya akan mengadakan Open House," ucap Hyejeong yang menimbulkan berbagai reaksi di kelasku. Aku hanya tertawa dalam hati memperhatikan teman-temanku. "DIAM SEMUA DENGERIN DULU!" Teriak Hyejeong, langsung menghentikan keributan di kelas.
"Tahun ini nggak akan di mintain duit lagi kok, tenang–"
"NAHINI! Gitu kek dari tahun pertama."
"Ya tuhan akhirnya ga ada yang ngutang lagi ke gue."
"Huft syukurlah"
"– WOY DENGERIN DULU. Emang kita nggak diminta duit. Yaa tapi sebagai konsekuensi, kita mesti siapin semua sendiri, mulai dari konsep perkelas sampai properti."
Amber langsung berdiri, "seriusan lo?"
"Yup. Makanya gue ngumpulin kalian semua ke sini buat ngomongin konsepnya, biar anggaran bisa langsung dirancang."
"Bukannya kalau kayak gitu lebih ribet?" Tanya Seungkwan.
"Iyasih, susah kitanya. Cuman kalau kata gue kita jadi lebih efisien. Duitnya ketauan kemana dipakainya, dan kalo kemahalan bisa ditekan biayanya." Namjoon sebagai ketua kelas angkat bicara.
Seluruh anak kelas mengangguk dan langsung merembukkan konsep untuk open house. Aku hanya terdiam memperhatikan Mingyu yang ternyata sudah tertidur. Waktu berjalan dengan cepat, sampai tidak kusadari bahwa sudah ditemukan dua konsep yang paling banyak di vote.
"Mau taruhan?" Bisik seseorang di sebelahku. Ternyata Mingyu sudah bangun.
"Jelek banget lo anjir." Aku menyodorkan tisu kepadanya, supaya dia membersihkan iler di sudut bibirnya. Ia hanya menyengir.
"Btw, taruhan apa?" Tanyaku tertarik.
"Kamu denger kan masalah konsep untuk open house nanti?" Mingyu menunjuk ke arah papan tulis. Terlihat dua konsep tertulis besar. Aku menganggukkan kepalaku. "Ayo bertaruh, konsep mana yang akan dipakai!"
Aku memutar bola mataku bosan. "Apaansih buang waktu aja." Ucapku sebal.
"Ih, cemen kamu." Ejek Mingyu sambil terkikik, menyebalkan.
"Nggak, Gyu. Males aja sumpah deh."
"Ayolaaah. Yang menang boleh minta apapun dari yang kalah. Gimana?" Aku merasa tertarik dengan penawarannya.
"Serius?"
"Iyaaa. Udah cepet kamu duluan. Cafe Candy atau Dream Ghost?" Aku memikirkan dengan baik di antara dua konsep itu, kalau Cafe Candy memang sih lucu, cuman kelas lain pasti sudah memakai konsep cafe-cafe seperti itu. Kemungkinan untuk dipilih pasti kecil.
"Dream Ghost." Ucapku penuh percaya diri, aku yakin konsep rumah hantu akan dipakai.
"Call! Aku memang milih Cafe Candy sih." Ia tersenyum, menggemaskan! Eh, salah fokus.
Kami kembali lagi dalam keheningan. Sibuk mendengarkan pendapat anak-anak sekelas. Ada dua pihak, yang satu mendukung konsep cafe yang manis, sedangkan yang lain mendukung konsep rumah hantu.
Vote yang dilakukan tiada gunanya, 36 murid terpecah dua. Kelas yang sudah ribut menjadi tambah ribut. Membahas konsep yang akan dipakai.
"Gini, gini. Guys, jangan ribut plis. Setelah aku mendengar pembicaraan tadi, aku menyarankan kenapa ngga make konsep cafe aja? Sorry, bukannya gimana– mber, jangan motong dulu. Jadi kalau konsepnya cafe itu biayanya jauh lebih murah, malahan kita bisa balik modal. Paling kalau buat cafe nanti kita tinggal menentukan siapa maskotnya. Kalau rumah hantu kan pasti ribet mikirin properti, setannya siapa aja, denahnya, iyakan?" Jelas Namjoon.
Sebagai ketua kelas, pendapat Namjoon sangat didengarkan oleh kami semua, memang sih apapun yang dia katakan pasti sudah dipikirkan dengan baik dan masuk akal. Kelas ini menjadi hening, memikirkan perkataan Namjoon.
"Okay semua, fix Cafe Candy kan?" Hyejeong kembali bersuara, seluruhnya menganggukkan kepalanya. Okay, okay, mematuhi keinginan Mingyu? Hal yang mudah–
"Maskotnya maunya gimana?" Tanya Namjoon.
"Crossdressing, Wonwoo bersedia." Teriak Mingyu tiba-tiba.
WHAT. THE. HELL?
"Woo..." Mingyu tidak hentinya menusuk-nusuk pipiku. Aku terus berjalan menuju gerbang, tidak menggubrisnya.
"Wonwoo.."
"Jeon Hyung.."
"Hyung-ie.."
"JEON WONWOO KESAYANGANKU."
BUK
"Shut up. Gak usah ngomong sama aku!" Aku yang kesal melemparnya dengan sepatuku. Setelah melemparnya aku pun langsung pulang tanpa mengambil sepatu itu.
Tidak terasa sudah 3 hari aku mendiamkan Mingyu, hari ini merupakan hari H dimana aku harus melakukan crossdressing. Semarah-marahnya aku sama Mingyu, aku tetap harus menepati janjiku. Aku menghela nafasku, melihat pantulanku di cermin.
Aku mencoba menghilangkan kegugupanku, keluar dari ruang ganti untuk langsung menuju kelas.
"OH MY GOD, WONWOO?" Jerit Seungkwan, seluruh anak kelas langsung mengalihkan tatapan mereka ke arahku.
"OMO! URI WONWOO NEOMU KIYOWOOOO!" Jeonghan juga ikut-ikutan meneriakan namaku.
Semua murid mengelilingi, mencubit kedua pipiku dengan gemas. Aku hanya bisa terdiam sambil menggerutu dalam hati. Diam-diam aku mencari keberadaan Mingyu.
Gotcha! Itu dia. Dia menatap ke arahku dan tersenyum lebar. Aku langsung berusaha melepaskan diri dan berjalan ke arahnya.
"Hi. Gimana? Bagus ngga?" Tanyaku meremehkan ke arahnya. Aku berusaha meledeknya, menunjukkan bahwa aku tidak semalu itu mengenakan wig dan high heels.
"..."
Mingyu terdiam lama. Ia menatapku lekat, sampai-sampai membuatku takut akan tatapannya.
"Gyu?" Aku memiringkan kepalaku tanda bingung. Tepat setelah itu dia mendekatkan wajahnya ke arahku. Tatapannya sangat menusuk dan sarat akan... nafsu?
Deg... Deg... Deg..
"WOI!" Seungkwan tiba-tiba berteriak ke arah kami. "Masih siang, Mingyu, Wonwoo. Mau ngapain?"
Aku mendesis lirih. "Apaaansih, orang aku mau nanya pendapat Mingyu tentang bajuku. Gimana, Gyu?" Aku mengalihkan pandanganku ke arah Mingyu.
"Ck." Mingyu mendecak dan langsung pergi, tatapan dalamnya tadi berubah menjadi raut sinis. Seungkwan menatap kami heran dan langsung mendekatkan diri ke arahku.
"Kamu habis apain dia?" Tanya Seungkwan heran. Aku hanya mengangkat bahuku.
"Entah. Lupakan aja, ayo mulai kerja." Ucapku acuh, walau pada kenyataannya aku pun merasa bingung.
Aku mengelap peluh di dahiku. Konsep cafe yang di usung kelas kami ternyata sangat berhasil. Banyak sekali siswa-siswi sekolah lain yang mampir kesini. Kami mendapat untung tiga kali lipat dari modal kami. Nggak nyesel bela-belain crossdressing, pikirku.
"Okay, Guys. Beberesnya udah belum?" Namjoon bertanya kepada kami yang sudah leha-leha di lantai. Ia tersenyum melihat kami semua.
"Kalau udah, briefing yuk!" Ajaknya. Kami semua otomatis membentuk lingkaran dan duduk menghadapnya.
Aku duduk di sebelah Mingyu. Aku mencoba tersenyum ke arahnya –mengingat dia mengacuhkanku seharian tadi. Ia hanya melirik ke arahku dan tidak menggubris senyumanku. Dia kenapa ya?
"Guys, sebelum membahas mengenai hari ini gue mau ngucapin terima kasih buat kerja keras kalian semua. You rock it, guys!"
"YEEAY"
"MONEY COME TO MEEE"
"YUHUUU. NAMJOON TERBAIK!"
"Hahaha, guys enough. Ini bukan kesuksesan perseorangan. Semuanya berkat kita semua. Makasih ya guys. Gue sayang kalian."
"UUU, so sweet!"
"Gue sayang lo juga, Joon!"
Namjoon tidak hentinya terbahak, jelaslah dia bahagia. Kelas kami memenangkan lomba sebagai kelas terkompak dalam event ini. Namjoon memang leader terbaik bagi kami.
"Gue juga pingin ngomong," ujar Hyejeong. "Gue mau ngucapin terima kasih khusus buat Mingyu serta idenya yang bikin Wonwoo jadi maskot kelas kita. Fyi, kelas kita jadi sering dikunjungi karena ide Mingyu. Makasih juga buat Wonwoo, sampe rela make baju cewek gitu. Thanks ya buat kalian!" Seluruh orang tersenyum ke arah kami dan mengucapkan terima kasih. Aku tersenyum dan membalas ucapan mereka. Tapi... Mingyu kok diam saja?
"Nah, kita mulai briefingnya sekarang aja ya." Kata Namjoon mulai serius. Entah setan apa yang merasuki Mingyu, Ia langsung bangkit dan meninggalkan kelas.
"Gyu? Mau kemana?"
"Lah, Gyu. Masa caw gitu aja sih lo?"
Aku yang sedari tadi merasa heran langsung berdiri dan meminta izin kepada seluruh anak di kelasku. "Guys, gue nyusulin Mingyu ya." Setelah disetujui aku pun langsung beranjak meninggalkan kelas.
Aku terus berputar-putar mengelilingi sekolah. Tidak ada tanda Mingyu dimana-mana. Aku yakin dia pasti belum pulang karena tasnya masih di tinggal di kelas.
Tu anak satu biji kemana sih. Bikin capek aja...
Eh, tapi ngapain juga gue cari ya.
Rasa jengkel memenuhi diriku. Aku pun langsung berbalik arah menuju kelas. Saat di tengah perjalanan aku malah melihat Mingyu. Ia duduk di lantai dekat jendela besar di sekolahku.
Aku pelan-pelan menghampirinya, takutnya dia sadar akan kehadiranku dan malah menghindar lagi.
"Gyu-ie..." Aku duduk di sebelahnya. Ia mengangkat alisnya sebelum memutar tubuhnya. Ia sama sekali tidak mau menatapku.
"Gyuuuu.. Kamu kenapa?" Aku menggoyangkan pundaknya. Dia masih kekeuh memunggungiku.
"Kamu mah! Kenapa kamu yang malah ngediemin aku? Yang harusnya marah tuh aku tau. Emang kamu pikir nggak malu apa pakai pakaian cewe begini?" Aku menaikkan nada bicaraku.
"..."
"Yaudahlah terserah kamu aja!" Aku langsung bangkit dan meninggalkan dia. Apa-apaan dia ini?
Grep.
Mingyu langsung berdiri dan mengenggam tanganku. Sekarang aku yang gantian tidak mau menatapnya.
"Huft... Hyung, maafin aku. Aku egois kayak gini."
"..."
"A-aku... aku udah lama pingin melihat kamu pakai pakaian perempuan. A–"
Aku langsung membalikkan badanku. "Apa-apaan kamu?! Kamu mau ngeledekin aku atau apa?!"
Mingyu menarik badanku dengan cepat. Ia memelukku dengan sangat erat. Aku yang didekapnya merasakan degupan jantungnya bekerja sangat cepat. Ung... aku malu...
"A-aku... Aku.. nggak nyangka hyung bisa secantik itu saat memakai baju perempuan." Ucapnya dengan cepat. Aku yang mendengarnya hanya bisa merona.
Mingyu melepaskan pelukannya dari tubuhku dan dia menatapku lekat.
"Aku seneng melihat hyung memakai baju ini. Tapi, saat melihat tatapan semua orang.. Entah mengapa aku merasa... marah?" Ia berucap dengan pelan. Aku hanya dapat menatap lantai dengan gugup.
Tangan Mingyu perlahan menghampiri rok yang ku kenakan. Aku memang masih mengenakan pakaian perempuan ini, bahkan lengkap dengan wig dan heels-nya. Ia memelintir ujung rokku pelan dengan tangan kirinya. Tangannya yang bebas ia arahkan menuju pipiku dan memaksaku untuk menatapnya.
"Gyu...?" Tanyaku pelan. Goncangan di dadaku bertambah cepat dan menyakitkan. Tapi, entah kenapa.. Aku menyukai sensasi ini...
"Hyung..." Ia semakin mendekatkan wajahnya. Aku tidak bisa mengalihkan tatapanku karena tangan tegapnya terus menarikku untuk juga mendekat ke arahnya.
"..."
"Maafin aku, tapi aku nggak mau lagi digagalin sama Seungkwan lagi." Ucapnya saat muka kami hanya berjarak satu sentimeter. Aku yang hanyut dalam tatapannya hanya dapat mengangguk lemah. Ingin diri ini menjauh tetapi tatapannya mengajakku untuk menyambut cinta darinya.
Chup.
Ia mengecup bibirku pelan. Aku pun perlahan menutup mataku, berusaha menghilangkan gemetar dari diriku. Mingyu mulai mengecap pelan, mencicipi rasa yang ada di bibirku, dan setelahnya menggodaku untuk membuka kedua belah bibir ini. Menyambut tamu asing yang baru pertama kali ini datang. Mingyu dengan aktif mengajak lidah ini berdansa, sekaligus menyesapi bibirku. Seolah-olah ia ingin menghabiskan seluruh isinya.
Terasa terpaan sinar matahari sore sebagai latar belakang adegan kami. Aku mengalungkan tanganku di lehernya. Ia mengelus pinggangku pelan, membuat erangan pelan keluar dari bibirku. Aku yang tidak tahan lagi langsung menepuk dadanya pelan, mendorongnya untuk berhenti melakukan tautan itu.
Ha...ha..ha..
Aku tidak hentinya menghela nafasku. Sensasi yang diberikan Mingyu membuatku merasa pening. Bibirku terasa sedikit membengkak dan lembab. Aku memerah mengingat kejadian tadi.
Mingyu mengelus pipiku. Aku mengalihkan tatapanku ke arahnya dan menatapnya penuh ragu. Yang tadi itu... Apa?
"Hyung. Aku tau ini tiba-tiba... tapi kuharap kita bisa lebih dari sekedar tuan dan hamba." Ia mengecup dahiku pelan dan langsung berjalan menjauh.
Aku langsung merosot terduduk di lantai. Apa yang harus kulakukan besok kalau bertemu dengannya?!
Kkeut!
Andromeda Time!
MING IS BACK! Aku seneng banget huhu lolos sbmptn fmipa itb;; chap ini sbg tanda cintaku bagi kalian semua. (Aku gemeteran nulis adegan chu chu mereka).
WONWOO IS SICK. DIA TINGGAL DI RUMAH NANTI PAS ULTAH HIKS. But nvm, gimanapun kasih sayang keluarga dia lebih besar dari aku, yang cuman sebatas fans. Get Well Soon sayangq.
