EXO hanya milik EXO-L dan Managemen mereka. Tidak ada maksud tertentu dalam pembuatan fanfiction ini. Cerita disini hanya fiksi belaka dan sebagai pemuas imajinasi author semata.

Rate : T+

Warning : Typo mungkin , Shounen-ai / Laki sama Laki ._.

Genre : Friendship, Romance

All x Kyungsoo

Drabble!


HunSoo

"Hyung, nanti malam nonton bareng aku yuk." ajak Sehun kepada Kyungsoo.

"Aku sedang sibuk, Sehun. Pergilah. Aku tak mau dipecat gara-gara mengobrol denganmu." balas Kyungsoo yang terlihat sibuk membersihkan meja bekas pelanggan yang baru saja keluar beberapa saat yang lalu.

Rupanya keduanya sedang berada di kedai kopi. Kyungsoo yang notabene kerja part time disana untuk menambah penghasilan pun, rajin dalam melaksanakan pekerjaannya.

Tapi kini kerjaannya sedikit terganggu dengan kehadiran namja tinggi menyebalkan didepannya ini. Rambut dicat warna-warni begitu, akh Kyungsoo jadi takut dikira berteman dengan berandalan. Bisa-bisa image Kyungsoo sebagai anak baik-baik hancur seketika.

"Hyung, kau tidak akan dipecat karena mengobrol denganku." Sehun berjongkok dan dan menatap lekat Kyungsoo.

"Yak! Jangan memandangiku seperti itu, Oh Sehun!" bentak Kyungsoo risih.

"Kyungsoo-ssi, ada apa?" seorang Yeoja mendatangi meja tempat Kyungsoo berada.

"A-Ah, Yoona-ssi." Kyungsoo mengangguk hormat begitu melihat bosnya datang.

"Lagi-lagi kau, Sehun." Yoona menghela nafas lelah begitu melihat Sehun menatapnya tak suka.

"Berhenti mengganggu Kyungsoo! Kau ini seharusnya menggunakan waktu luang untuk melakukan aktivitas yang berguna!" bentak Yoona.

"Ini juga aktivitas yang berguna! Aku kan sedang mengajak Kyungsoo kencan!" balas Sehun membela diri.

"Yak! Kau berani meneriaki kakakmu sendiri hah?!" Yoona menarik kerah baju Sehun.

"Pergi dari sini! Hush hush!" Yoona langsung mendorong Sehun pergi.

"Kau tidak berhak mengusirku!" Sehun balas mendorong Yoona.

"Tentu aku berhak! Ini kedai milikku!" Yoona kembali mendorong adiknya itu.

"Terserah! Aku tidak akan pergi kalau Kyungsoo belum menerima ajakan nonton bareng denganku!" Sehun juga kembali membalas dorongan kakaknya. Kini keduanya malah terlihat seperti 2 anak kecil yang main dorong-dorongan (?)

Kyungsoo dan yang lain hanya menatap cengo adegan absurd keluarga Oh didepan mereka ini.

"Yak! Sehun!" Yoona akhirnya tak tahan juga dengan adiknya yang keras kepala ini.

"Maafkan aku Kyungsoo-ssi, tapi sebaiknya kau menerima ajakan anak bandel itu. Kalau tidak ia akan membuat masalah terus disini." Yoona menatap Kyungsoo lembut. Sedikit prihatin juga dengan teman satu kampusnya ini.

Kyungsoo menghela nafas. Ia melirik kearah Sehun yang menatapnya penuh harap. Berbanding terbalik dengan sikapnya tadi dengan kakaknya.

"Ya ya ya, terserah kau saja. Tunggu aku di taman kota jam 7 malam nanti. Sekarang pergilah!" akhirnya Kyungsoo pun mengalah.

"Yehet! Semuanyaaa, Kyungsoo menerima ajakan kencanku!" teriak Sehun girang.

"Wah, selamat Sehun!" rekan-rekan kerja Kyungsoo menyelamati Sehun.

Kenapa mereka bisa tahu Sehun? Ah, bahkan pelanggan tetap kedai mereka pun tahu.

Selain anak dari pemilik perkebunan kopi terbesar di korea, Sehun juga salah satu pekerja magang di perusahaan IT. Kemampuannya dalam hal-hal seperti itu memang tidak perlu diragukan lagi walau ia masih duduk di bangku kelas 3 SMA.

Tapi yang lebih spesifiknya lagi, siapa yang tak tahu anak manja yang setiap hari datang kemari hanya untuk menemui Soo Soo nya itu?


"Menungguku lama?"

"H-Hyung?" Sehun yang tadi duduk diam di bangku taman terpukau melihat penampilan Kyungsoo saat ini. Terlihat tampan dengan sekaligus manis dengan balutan jaket hoodie-nya. Sehun sendiri terlihat kasual walau hanya memakai kaos dan topi kesayangannya.

"Kau manis." Sehun tersenyum lembut.

Melihat senyuman Sehun yang berbeda dari biasanya, sontak membuat Kyungsoo mengalihkan pandangannya.

"Ayo, kita ke bioskop sekarang." Tanpa izin dari empunya, Sehun menggandeng tangan Kyungsoo.

"B-Baik." Kyungsoo yang tak tahu harus melakukan apa, hanya mengangguk.

...

"Kau mau nonton apa, Hyung?" Sehun menatap deretan poster film yang akan ditayangkan.

"Ummm..."

"Kau berpikir apa yang kupikirkan sekarang, hyung?" Sehun menatap tajam Kyungsoo. Dibalas dengan tatapan yang sama.

Hening. Dan akhirnya...

"Avenger!" keduanya kompak menjawab film yang sama. Lalu tertawa melihat tingkah mereka sendiri.

...

"Waahhh, akhirnya selesai juga." Sehun dan Kyungsoo keluar dari pintu bioskop.

"Kau lapar, hyung?" Sehun menoleh kearah Kyungsoo.

"Lumayan. Kau?" balas Kyungsoo singkat.

"Ahh, lapar sekali! Ayo makan kimchi spaghetti dekat taman!" teriak Sehun girang.

"Iya-iya. Kau ini tidak perlu teriak-teriak juga kan." Kyungsoo menatap malu orang-orang disekitar mereka saat ini.

Tampak keduanya tenang menikmati kimchi spaghetti milik mereka masing-masing. Kyungsoo sendiri dengan tenang mengunyah sembari menatap orang-orang yang lalu lalang di taman diseberang mereka.

Tanpa Kyungsoo sadari, Sehun menatapnya dalam.


"Terima kasih sudah mengantarku pulang, Sehun. Yah walaupun sebenarnya aku bisa pulang sendiri sih. Aku kan lebih tua darimu."

"Hahaha, kita kan hanya beda setahun hyung. Lagipula aku tampak lebih dewasa daripada kau." balas Sehun tak kalah pedas. Dengan santainya ia lalu membandingkan tinggi Kyungsoo dengan dirinya.

"Yak!" Kyungsoo menepis tangan Sehun dikepalanya.

Sehun tertawa kecil.

"Y-Ya sudah, aku masuk dulu. Jaa!" Kyungsoo menunduk malu dan membuka pagar rumahnya. Tapi tiba-tiba Sehun memegang tangannya.

Waktu terasa begitu cepat. Tanpa Kyungsoo sadari, tiba-tiba saja Sehun sudah mendorongnya ke pagar dan menciumnya.

"S-Sehun.." Kyungsoo membelalakan kedua mata bulatnya.

Sehun yang tadinya hanya mengecup bibir Kyungsoo pun mulai berani mengulumnya.

"Se-Sehun.. Ngh.." Kyungsoo mendesah dan memegang erat kaos Sehun. Kedua matanya kini menutup erat. Sehun makin bernafsu menciumnya ketika mendengar desahan Kyungsoo.

"Ngh, cu-cukup Sehun..Mnnhh!"

Kyungsoo menyerah. Ia mulai menikmati ciuman mereka. Tanpa sadar, ia kalungkan kedua tangannya itu ke leher jenjang Sehun. Bermaksud memperdalam ciuman mereka.

Dengan senang hati Sehun melakukannya.

Sehun menggigit pelan bibir bawah Kyungsoo.

"Akhh!" Kyungsoo membuka mulutnya. Hingga mempermudah Sehun menelusuri rongga mulut Kyungsoo.

Sehun mengabsen setiap gigi Kyungsoo.

"Se..Mmmn-hun.. Nggh!" badan Kyungsoo bergetar.

Ciuman itu berlangsung beberapa menit. Hingga kebutuhan mereka akan oksigen mengharuskan mereka melepas pagutan mereka.

Terlihat saliva menetes dari ujung bibir Kyungsoo yang kini kemerahan dan agak membengkak. Melihat itu, Sehun menjilatnya pelan.

"Nggh.." Kyungsoo menutup matanya. Mukanya sudah semerah kepiting sekarang.

Sehun tersenyum lembut kearah Kyungsoo.

"Maaf, aku sudah tidak bisa menahannya lagi." Sehun mencium pipi kanan Kyungsoo.

"Sudah puas membuat adikku seperti itu, Oh Sehun?" sebuah suara menginterupsi momen mereka. Kris, kakak Kyungsoo melipat kedua tangannya dan bersender di pintu rumah. Matanya menatap tajam kedua namja di depan pagar rumah keluarga DO itu.

"H-Hyung?!" Kyungsoo terlonjak kaget.

"Ah, kakak ipar! Maaf aku baru mengantar Kyungsoo pulang larut malam begini." Sehun menyengir. Aura gelap yang menyelimuti Kris tak membuat Sehun sadar dengan situasinya sekarang.

"Kyungsoo, masuk ke rumah sekarang." titah Kris. Kyungsoo yang menyadari kakaknya bisa meledak kapan saja pun, sontak berlari memasuki rumah.

"Berani sekali kau mencium adikku."

"E-Eh? Habisnya adikmu benar-benar menggoda sih." muka Sehun memerah.

"Jangan marah dong, kakak iparku sayang." Sehun mulai melancarkan aksi aegyo-nya.

"Berhenti memanggilku kakak ipar, dasar anak berandal!" dengan kekuatan penuh Kris melempar sandal rumah yang ia pakai kearah Sehun.

"Yak! Ampun, kakak iparrrr!" teriakan Sehun memecah keheningan malam yang mulai memanas itu.


Jadi kelabasan gini. Untuk chapter kali ini sepertinya hanya satu couple saja ya.

Nih, buat yang request HunSoo udah saya publish. Maaf kalau jadi gaje gini ceritanya T_T

Monggo, RnR nya :D