YOU

Original Character belongs to Masashi Kishimoto

This Story Belong to Gererezer

Warn : Typos, AU, OOC (maybe), Dll

.

.

.

Naruto membereskan toko roti milik sakura. Untung saja Ia membawa kunci cadangan toko ini. Setelah selesai membereskannya, Naruto memakai jaketnya dan berjalan kearah tempat kerjanya. Yup Cafe.

"Ha-ah.. semoga saja aku tidak terlambat ttebayo" Ucapnya menyemangati dirinya sendiri.

Naruto berjalan ditengah keramaian kota dengan salju yang turun bertebaran. Suhu yang dingin tak lupa menyapa kulit para makhluk hidup itu, sehingga membuat seluruh warga kota mengeratkan pelukannya pada tubuh masing masing.

Saat dijalan menuju Cafe, Naruto bertemu dengan Neji. Teman lama satu angkatan kuliah dulu.

"NEJIIII!" Teriak Naruto sambil berlari lari kecil menghampiri temannya itu.

Hyuuga Neji, pria yang kini berbalut pakaian Jas hitam dengan syal yang melingkari lehernya itu menoleh kesumber suara.

"Naruto? Ah hisahiburida ne" Logat khas Neji membuat Naruto sedikit tenang.

Kenapa tenang? Tadinya Naruto takut akan salah orang. Untung saja itu benar benar Neji.

"Aa hisahshiburi naa, bukankah kau melanjutkan perkuliahan di Jerman?" Tanya Naruto.

"Mhm, aku sudah menyelesaikannya. Bagaimana denganmu? Apa kau melanjutkan kuliahmu atau bekerja?"

"ARE?! Secepat itu kau menyelesaikannya? SUGEEEE! Maa maaa namanya juga anak jenius!" Naruto terkekeh mengingat jika temannya ini adalah seorang genius.

"Memangnya kau Naruto" Ledek Neji sambil tersenyum.

"Ehehe, yah aku sudah bekerja di tempat Sakura dan juga Kiba" Bangga Naruto

"Sakura? Kiba? Bisnis apa yang mereka buka?"

"Sakura membuka toko roti, dan Kiba membuka cafe kecil kecilan. Bagaimana denganmuu?"

"Souka, aku sudah menjadi dokter bedah dirumah sakit Konoha."

"HEEE KAU SEORANG DOKTERR?! USOOOO!" Naruto tidak percaya.

Neji mengeluarkan kartu namanya.

"Percayalah, ini adalah suatu kebanggaan bagiku. Dan lagi.. jika kau ingin dibedah otakmu telpon saja ke nomorku." Neji terkekeh

"Hisss! Aku ini tidak bodoh yang seperti yang kau kira!" Sanggah Naruto.

Tak lama ponsel Neji berdering. "Maa Naruto aku harus pergi, ada pasien yang harus segera ditangani, nja matta ashita ne." Neji melambaikan tangannya, tak lama sebuah mobil sport putih mengampirinya. Neji masuk kedalam mobil itu lalu dengan kecepatan penuh mobil sport itu sudah menghilang dari hadapan Naruto.

"Hontoni.. sugoi.." Gumam Naruto dengan mata berbinar binar.

Naruto kembali melanjutkan perjalanannya ke cafe Kiba.

Kalau dipikir pikir, hanya Naruto lah yang belum membuka usaha. Teman temannya seperti Kiba, Sakura, Ino, Sai, Neji, dan Shikamaru sudah memulai debut mereka.

Kiba dengan cafe kecil yang ramai,

Sakura dengan toko roti yang laku,

Ino dengan toko bunga yang selalu mendapat pesanan banyak,

Sai dengan galeri lukisannya,

Neji yang menjadi dokter bedah,

Dan Shikamaru yang menjadi wakil kepala polisi.

Sasuke.. yang belum diketahui dengan pasti pekerjaan atau bisnis apa yang akan Ia buka nanti.

Naruto mungkin saat menikah akan membuka Stand ramen kecil. Mungkin.. Namun sepertinya tidak akan mungkin.

.

.

.

.

Sakura telah sampai ke tokonya, Ia membuka pintu yang terkunci itu.

"Tadai- ara Naruto sudah pulang? Padahal aku akan memberinya gaji hari ini." Sakura melihat sekitarnya yang sudah rapih dan bersih itu.

Sakura menyusun belanjaan yang Ia beli tadi untuk memenuhi stok bahan bahan roti dan kuenya.

Entahlah, Sakura merasakan hal yang tidak enak saat melihat Naruto yang menangis tadi siang.

"Kami-Sama.. Semoga Naruto baik baik saja.." Ucapnya sambil menyentuh apron Naruto yang terletak dimeja.

.

.

.

.

"Kyuubi, kau yakin akan tinggal dengannya?" Ucap Iruka sambil mengemudikan mobilnya kearah rumah Naruto.

"Hm, jangan khawatirkan aku." Ucap Kyuubi sambil mengutak atik playlist songnya.

"Bukan begitu, bagaimana jika Ia tahu siapa sebenarnya dirimu?"

"Itu akan lebih baik bukan? Ia akan segera mengingat siapa diriku"

"Bukan kah itu terlalu berburu buru?"

"Tch, semakin cepat semakin baik bukan?"

Iruka hanya mengeluarkan nafas beratnya, Kyuubi selalu saja berbuat seenaknya tanpa pikir panjang.

"Aku tahu kau khawatir, paman."

.

.

.

.

.

"Oi Black-kun, Apa kau yakin akan melakukannya?" Tanya Kakashi sambil memakan roti yang tadi siang ditawarkan oleh Black Crow a.k.a atasannya.

"Apa kau meragukanku?"

"Maa, begitulah. Aku tahu kau telah mengincarnya. Tapi bersabarlah sedikit." Kakashi memperhatikan gerak gerik atasannya ini

Black Crow sedang memegang Pisau ditangannya. Pisau yang sangat besar dan tajam.

"Kau meragukanku, Kakashi."

Black Crow telah menaruh pisau tajam itu diatas kulit yang memucat. Ia menggoreskannya secara pelan.

Kakashi menghela nafasnya dan meninggalkan atasnnya.

Black Crow telah menggoreskan pisau tajam itu sehingga terbukalah kulit yang Ia gores.

"Cukup tajam. Oi Kakashi siapkan wadahnya." Suruhnya.

Kakashi hanya menuruti atasannya ini.

Balck Crow dengan cepat memotong motong bagian tubuh itu lalu memidahkannya kedalam wadah yang dipersiapkan asistennya.

"Cucilah, atau ayam itu akan mengeluarkan bau tidak sedap" perintahnya seraya mencuci tangannya lalu meninggalkan dapurnya.

Ah... tenyata Ia sedang memotong ayam.

"Dan lagi, siapkan bumbu bumbunya. Aku akan mencoba resep baru dari Indonesia."

"Resep baru?" Tanya Kakashi

"Menyatukan bumbu rendang dengan Ayam."

Kakashi hanya meng-iyakan saja. Atasannya ini sangat maniak dengan masakan masakan yang baru Ia tahu. Namun Ia tidak meremehkan skill memasak Atasannya. Seorang lulusan sekolah Chef dan mengambil kuliah Hukum itu sangatlah unik dan dapat diandalkan. Jadi jangan pernah coba meremehkan skillnya.

.

.

.

.

Sai membantu Ino menutup tokonya. Ia rela mengorbankan galerinya selama 5 bulan kedepan hanya untuk menemani temannya yang penakut ini.

"Ne, Sai.." Panggil Ino

"Hmm?"

"Apa Naruto akan baik baik saja?"

"Kenapa kau bertanya begitu?"

"Um, Sakura tadi menceritakan.. Jika Naruto menangisi Sasuke-kun lagi."

Sai hanya menghela nafasnya.

"Lagi huh.. Aku yakin Naruto sangat mencintai Sasuke dengan tulus."

"Jika aku berada di posisi Naruto, aku akan memutuskan Sasuke-kun bagaimanapun caranya. Bukanlah Sasuke-kun telah keterlaluan?"

"Seorang pria yang berkelana jauh dari tanah kelahirannya, mempunyai tujuan yang besar."

"Heee.. Aku tak pernah tahu, tapi bagaimanapun juga Sasuke-kun sudah melewati batas. Untung saja Naruto sangatlah sabar dan berpikiran positif."

"Kau ini lagi sakit masih bisa cerewet rupanya." Ledek Sai

Ino tidak terima bila dirinya dipanggil cerewet oleh Sai.

"A-Aku tidak cerewet! Dasar Mayat Pelukis!"

"Aku belum menjadi mayat, bodoh."

"Humph! Pokonya Kau harus mengakuinya!" Ino mengembungkan pipinya melipat kedua tangannya didepan dada. Benar benar gestur seorang Tsundere.

Sai hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah Ino.

.

.

.

.

Naruto mengelus dadanya senang, karena Ia tidak terlambat. Kini Ia sedang membuka lokernya untuk berganti pakaian.

"Ah.. Surat keamarin." Naruto membuka Surat itu dan membaca tulisan yang membuat matanya membulat.

Isi dari surat itu adalah

"Leave Sasuke Alone, You Whore."

Naruto yakin pasti ini adalah ulah salah satu temannya yang jahil, Ia menepis segala pemikiran negatifnya.

Naruto menyimpan surat itu disaku celananya lalu menganti bajunya dan mulai bekerja.

'Siapa yang mengirimkan surat aneh itu..'

Begitulah dibenaknya bertanya tanya.

.

.

.

.

"Kyuubi, jangan kau bertindak gegabah selama disini." Perintah Iruka yang masih didalam kursi kemudi.

"Hm" Kyuubi memasuki rumah Naruto sambil membawa belanjaan yang berisi makanan serta bahan bahan lainnya untuk satu minggu kedepan.

"Naruto... Semoga kau mengingat kami." Gumam Iruka seraya meninggalkan halaman rumah Naruto.

.

.

"Belum pulang huh?" Gumam Kyuubi sambil melihat seisi rumah yang kosong.

Ia menaruh belanjaan itu di meja dapur. Menonton tv adalah satu satunya cara untuk menghilangkan rasa bosan untuk menunggu Naruto pulang.

Jadi Kyuubi memutuskan untuk berganti baju dan mandi lalu memulai acara menonton tv untuk menghilangkan rasa bosan itu.

Saat Kyuubi sedang mandi tiba tiba Ia teringat akan suatu hal yang menyakitkan

-flashback 6 years ago-

Malam itu, adalah malam malapetaka bagi keluarga Namikaze.

Keluarga Namikaze adalah salah satu keluaraga terpandang yang setara dengan keluarga Uchiha.

Pada malam itu, mobil yang dikemudikan oleh kepala keluarga yaitu Minato Namikaze. Mengalami kecelakaan hebat.

Sehingga membuat anak bungsunya mengalami amnesia berat.

Minato kritis akibat kecelakaan itu, Sang istri. Kushina mengalami koma selama 2 tahun. Putra sulung mereka yang bernama Namikaze Kyuubi hampir kritis jika saja salah satu dari keluarga Uchiha tidak menolongnya. Kyuubi hampir kehabisan darah.

Uchiha Itachi lah yang mendonorkan darahnya pada Kyuubi. Bukannya berterima kasih namun Kyuubi sangat membenci laki laki itu.

Putra bungsu dari keluarga Namikaze divonis terserang amnesia berat.

Karena pada saat itu kedua orang tua mereka sedang dirawat dan usia Kyuubi yang belum bisa mengurus adikknya, akhirnya Putra Bungsunya diurus oleh Tsunade, Istri sang pamannya Minato.

Tsunade bersama Jiraiya mengurus Naruto sampai besar di Jepang. Sedangkan Keluarga Namikaze diurus oleh Fugaku- Kepala keluarga Uchiha di New York untuk mendapat perawatan lebih baik.

Bersyukurlah karena Namikaze dan Uchiha saling terikat.

Selama 6 tahun itu juga, keluarga Namikaze tidak pernah bertemu oleh putra bungsunya.

Dan selama 6 tahun juga, Kyuubi mencari keberadaan adiknya.

Namun sayang. Naruto selaku putra bungsu keluarga Namikaze tidak mengingat siapa kedua orang tuanya dan juga kaka kandungnya.

Naruto memakai nama marga Uzumaki yang diberikan oleh Tsunade hanya untuk menandai jika Ia keturunan Uzumaki.

-end of flashback-

"Jika saja hal itu tidak terjadi.. kau mungkin sudah membuat keluarga kita bahagia, Naruto." Gumam Kyuubi yang tak sadar meneteskan air matanya.

Kyuubi teriingat semenjak Ibunya siuman, wajahnya selalu saja murung. Begitu pula dengan Ayahnya, Ia bukan lagi seorang Minato yang ramah. Ia bahkan terlihat seperti Uchiha yang dingin.

Kyuubi paham akan apa yang dirasakan kedua orang tuanya ini. Ya.. merasa kehilangan sesuatu yang sangat berharga.

Namun kini Kyuubi merasa sedikit puas, karena sudah menemukan apa yang Ia cari. Menemukan apa yang Keluarga Namikaze cari.

Kyuubi menyudahi acara mandinya lalu memakai bajunya dan mulai berjalan kearah ruang tv.

Kini jam dinding menunjukan pukul 10 malam.

"Bukankah jam kerja seharusnya sudah selesai?"

Eluh Kyuubi mengkhawartirkan naruto.

.

.

.

.

"UGH! Dingin sekali ttebayo!" Naruto berjalan dari stasiun kerumahnya yang berjarak lumayan dekat.

Setelah melihat lampu depan rumahnya menyala, dengan semangat api Naruto berlari kerumahnya. Melupakan sejenak rasa kedinginannya.

"Persetan dengan salju indah! Aku ingin berendam!"

Naruto membuka pintu rumahnya.

"TADAIMAAAHHHH!" teriaknya senang.

Baru saja beberapa jam yang lalu Ia diterror, sekarang? Dengan cepat Ia berganti suasana.

Naruto membuka sepatunya yang penuh dengan salju putih itu lalu berjalan sambil memeluk tubuhnya erat.

"Okae- HUAAA!" Kyuubi melihat wajah Naruto yang begitu pucat hampir saja membanting segelas air putihnya.

"K-k-k-k-Kyuubi s-s-s-an.." Sapa Naruto yang masih kedinginan

"Demi medusa! Cepat pergi kekamar mandi! Untung saja aku sudah menyiapkan air hangat untukmu!"

Naruto mengangguk dan berjalan seperti robot ke kamar mandi.

Saat Naruto sudah menutup pintu kamar mandi, Kyuubi sangatlah panik. Ia mengotak atik ponselnya untuk mencari solusi bagaimana cara menyembuhkan orang kedinginan.

Kyuubi itu tidak tahu atau kurang pintar ?

Setelah sekian menit, Kyuubi membuat coklat panas seperti yang Naruto lakukan saat bertemu dengannya.

"Coklat panas mungkin cocok."

Kyuubi mengambil 2 toples sedang yang berisi garam dan gula.

Karena Ia tidak bisa membedakan, dan tanpa Ia cicipi rasanya satu persatu. Kyuubi menuangkan 3 sendok garam ke cangkir coklat panas milik Naruto.

Sekali lagi, menuangkan 3 sendok garam.

GARAM!

Setelah itu Kyuubi mengaduknya dan membawanya kemeja ruang tv.

.

.

Naruto merendamkan dirinya di air hangat yang ternyata tanpa diduga telah disediakan oleh Kyuubi.

"Haa~ nikmatnya ttebayo~"

Badannya jadi lebih terasa ringan dan fresh.

Setelah 10 menit Naruto memutuskan untuk menyudahi acara mandinya.

Ralat. Acara berendamnya. Ya Ia tidak membersihkan badannya melainkan hanya berendam saja.

Ia keluar dengan handuk piyama orange bergambar rubah dan semangkuk ramen.

Terlihatlah betapa fanatiknya Naruto terhadap ramen.

Naruto naik keatas untuk memakai baju.

"Naruto, kau harus meminum air hangat dulu. Setidaknya minumlah ini." Kyuubi mengehentikan langkah Naruto dengan ucapannya

Naruto hanya menurut dan meminum secangkir coklat panas

Ia meneguknya habis

"Blegh... mengapa rasanya aneh ttebayo.." ucapnya sambil memegang lehernya.

"Apa yang aneh? Kau menghabisaknnya"

Naruto mengangguk "Tapi.. Rasanya sedikit asin.. Kau memasukan garam kedalamnya?."

"Eh?"

1

2

3

"EHHHHH?!" reflek Kyuubi berteriak dan meminta maaf.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Finally, I found you. Naruto."

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

CIEEEE YANG NUNGGUIN SASUKE KELUAR TAPI DIA ENGGA KELUAR CIEEEEE :v

"Ge ko engga ngeluarin Sasukenya sih?"

"Sasukenya kemana? Ko dia gadimunculin?"

"Ge ko lu jomblo?"

Oke abaikan last questionnya

Kenapa Ge ga ngeluarin Sasuke?

Sasukenya masih minta dikandangin :

Sasukenya kemana?

Ya ada dihati Naruto lah :

Btw maaf ya alurnya kecepetan plus wordsnya dikit.

Cause its not easy to find some Idea and right words.

Pemakaian kata juga udah berkurang.

Disini udah terungkap kan siapa Kyuubi.

Nah Kyuubi Case Solved.

Menurut kalian, dichapter ini alurnya aga sedikit aneh ya? Kebanyakan titik titiknya yak?

Wes nanti Ge rombak lagi buat penyekipannya/?

SUTOP GE MAU BALES RIPIW

Michhazz : Nanti lebih jelasnya ada di chap chap selanjutnya :v

Pokonya rahasia, Itachi mau ndiri dia :v

Wes Ge bakal lanjut! #pemaindrumpemandusorak

uzumaki 'namikaze' piiu-chan : Kyuu itu.. eng.. siapanya Naru yak :v secret lah

Seraoff : sip lanjut!

Choikim1310 : sepertinya kamu butuh obat penenang nak :v /g

Aiko Vallery : Iya ini lanjutt :3

namikazesaphirepl : woh wohh :v Incest dong :v mungkin bakal ada fic Ge yang incest :v

Habibah794 : omagad :v Ge gakepikiran sampe situ :v

kuroSNL : dia melakukan apa yang imajinasi Ge lakukan /apaan

arashilovesn : Ge pelit biar cepet kaya /Ga/ rahasia pokonya :v

Neko-chan : *Ge merasa diwawancarai* *kemudian confused* /dibakar neko-chan/ well mungkin bakal ada cookienya Saino ;v

Guest : Yoi lanjut :v

gyumin4ever : Ge engga bermaksud buat Sakura jadi murahan macam permen :"3. Pokonya nanti juga terungkap :v

: eakk :v Sasuke bang toyib sejuta umat. Orang ketiga... mungkin Ge bakal pikirin ;v

Thanks for the support and review!

Blood Rose