Chapter 3 : Training and Sasuke Uchiha
.
Title : Uzumaki Senju Uchiha Naruto
Genre : Adventure and Friendship
Main Pair : Naruto x Yugito, Hashirama & Madara
Rate : T (Mungkin bisa jadi M For NaruYugi, NOT Yaoi)
Preview Chapter…
"Begitu..kalau begitu, aku akan membuat perhitungan kepada mereka semua. Dan mungkin, aku bisa menempatkan Itachi untuk menjagamu, Naruto" Ucap Hiruzen dan membuat kedua bola mata berwarna biru safir itu menjadi senang.
"Apa? Yang benar?" Tanya Naruto. Ia sangat senang mendengar hal ini.
"Hm..tentu saja.. Nah, sekarang Jii-san ingin pergi bekerja dulu. Besok siang, datanglah kekantorku dan kita akan makan ramen bersama" Ucap Hiruzen sembari tersenyum tipis.
"Ha'i!" Jawab Naruto dengan semangat karena ia tidak pernah tidak semangat jika berurusan dengan .. makanan dewa.
.
.
Chapter 3 : Training and Sasuke Uchiha
.
.
"Makanan dewa? Apa maksudnya itu adalah ramen yang dibicarakan mereka tadi, Madara.?" Tanya Hashirama yang sedari tadi ikut mendengarkan pembicaraan antara Hokage Ketiga dengan cicit tercintanya itu. Madara yang mendengarnya pun hanya memutar kedua bola matanya bosan dengan posisi dimana ia masih bersidekap.
"Memangnya kau tidak dengar apa yang pak tua itu katakan tadi? Dan juga..untuk apa kita membicarakan ramen yang sama sekali tak berguna hah?"Tanya Madara balik dengan nada marah, sementara Hashirama hanya tertawa mendengarnya.
Kemudian Madara melihat kearah Hashirama yang tertawa. Hashirama..tertawa?. Dan setelahnya, sebuah senyuman tipis terbentuk di bibirnya itu.
"Wah..wah..sepertinya sudah mulai berubah ya sifatmu itu, dobe.." Kata Madara dengan nada malas sembari melanjutkan bermain kartu bersama Kyuubi yang sekarang sedang mengambil wujud manusia itu.
Kemudian, sebuah seringai kemenangan pun terpampang saat melihat kartu miliknya dan milik Kyuubi. Kedua mata Kyuubi membulat seketika dan setelahnya ia menatap Madara dengan malas.
"Aku menang..hahaha..sepertinya memang tidak ada pelayan yang bisa menang dari tuannya huh?" Ejek Madara sembari terkekeh pelan. Sementara Kyuubi, atau dengan nama aslinya yaitu Kurama yang mendengarnya pun rasanya ingin sekali meninju wajah mantan pemimpin klan Uchiha tersebut.
"Aku bukanlah pelayanmu, Teme! Aku kalah karena kau curang dengan menggunakan mata terkutukmu tadi, huh!" Balas Kurama sembari mendengus kesal. Madara yang mendengarnya pun menghela nafas panjang dan kemudian ia membereskan kartu-kartu yang berserakan itu. Darimana sebenarnya ia mendapatkan kartu remi seperti itu?.
Tap! Tap! Tap!
Dari arah kegelapan disebuah lorong, terdengar sebuah suara yang terdengar seperti orang yang berjalan. Madara dan Hashirama pun menengok kearah sumber suara tersebut dan menemukan Naruto yang berjalan sembari berpegangan pada dinding disebelahnya dan dengan kaki sebelah kanan yang dibalut perban.
"Naru-chan, apa kau baik-baik saja" Tanya Hashirama dengan nada khawatir. Sebelumnya ia belum sempat menyembuhkan luka Naruto, tapi dengan adanya Kyuubi didalam Naruto, pemulihan luka Naruto bisa lebih cepat pulih.
"Ya..aku tidak apa-apa..hanya saja masih terasa sedikit nyeri.." Jawab Naruto seadanya sembari duduk disebuah kursi yang sebelumnya sudah dibentuk oleh Hashirama dengan Mokuton miliknya.
Hashirama yang mendengarnya pun hanya mengangguk sebelum akhirnya ia mendengar teriakan dari Naruto yang sangat kencang dan membuat ketiga orang yang berada didalam mindscape bocah berambut pirang itu menutup kedua telinga mereka secara serempak.
"UWAHH! APA YANG TERJADI DATTEBAYO? KYUUBI MENGHILANG!" Teriak Naruto panik dan membuat Hashirama dan juga Madara menepuk jidat mereka secara bersamaan setelah mereka merasa Naruto sudah selesai berteriak .
"Naru-chan..Kyuubi tidak menghilang, tapi ia memasuki Human Form karena tadi aku mengajaknya bermain kartu karena bosan.." Jelas Madara pelan-pelan, berharap agar bocah jenius itu mengerti.
Naruto yang mendengarnya pun mengangguk sembari melirik kearah pemuda berambut oranye kemerah-merahan yang terlihat memakai kimono berwarna merah dengan lambang rubah dibelakangnya.
"Souka..jadi Nii-san yang disana adalah Kyuubi.." Ucap Naruto pada diri sendiri. Madara dan Hashirama hanya mengangguk saja mengiyakan perkataan Naruto.
'Hah..dia memang anak yang jenius..hanya saja ia berisik seperti Hashi-dobe..sepertinya anggota klan Senju yang berisik hanya Hashirama dan Naruto atau mungkin..Kushina juga seperti itu? Senju tampaknya sangat merepotkan..'Batin Madara sembari mengutip salah satu kata dari klan Nara.
Naruto yang mendengarnya hanya bisa tersenyum kikuk sembari menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Omong-omong, kata pak tua itu, kau akan ditemani oleh Itachi mulai sekarang ya..yah..aku setuju juga sih..dia itu mirip dengan Izu-chan" Ucap Madara pada Naruto. Hashirama yang mendengarnya pun mendelik kearah Madara.
"Kenapa sampai bawa-bawa nama adik manismu itu? Kau tidak takut jika tiba-tiba ia muncul dihadapanmu?" Tanya Hashirama, sementara Madara hanya tersenyum.
"Izu-chan tidak akan bisa menakutiku kau tahu.. dia itu hanyalah adik kecilku yang manis..jadi, sekalipun ia menjadi hantu, ia tidak akan bisa menakutiku.." Jawab Madara sembari tersenyum pedih. Ah, seandainya saja ia bisa melakukan misi ini sekaligus dengan adik manisnya itu..pasti menyenangkan..
"Ya..Izuna memang manis..tapi tidak dengan kau Madara. Wajahmu agak menyeramkan, kau tahu?" Ucap Hashirama dengan nada mengejek dan membuat perempatan muncul di kepala sang Uchiha.
"Kau mau kubunuh hah!?" Tanya Madara disertai tampang sangar plus EMS aktif dikedua matanya.
Hashirama yang mendengarnya hanya menghela nafas lelah sembari memutar kedua bola matanya bosan. "Untuk apa kau mau membunuhku huh? Kita kanmemang sudah mati.." Sahut Hashirama sembari bersidekap.
"Ah..sudahlah.. bagaimana kalau kita memulai latihan kita hari ini, Sensei, Jii-san?" Tanya Naruto yang mencoba menyudahi pertengkaran tidak elit tadi.
Madara dan Hashirama yang mendengarnya pun menengok kearah Naruto dan setelahnya terbentuk seutas senyuman di sudut bibir Madara.
"Wah..kelihatannya kau bersemangat sekali hari ini Naru-chan.. kalau itu maumu ya..aku setuju saja..lagipula itu memang tugasku bukan?" Ucap Madara sembari melirik kearah Hashirama dan Hashirama hanya memberikan jawaban berupa anggukan.
"Lalu, bagaimana kita akan berlatih dengan tenang? Maksudku sekarang Itachi-nii bertugas mengawasiku agar kejadian seperti kemarin malam? Kita tidak bisa membiarkan mereka tahu tentang hal ini bukan?" Tanya Naruto. Hashirama terkejut mendengarnya. Yah, jarang sekali ada bocah berusia 4 tahun (menuju 5 tahun) yang bisa berpikiran seperti itu.
Berbeda dengan Madara yang saat ini sedang tersenyum. Anak didepannya memang menarik, dan bahkan tentu saja jauh lebih menarik dibandingkan dengan mantan 'murid'nya dulu.
"Hm.. apakah Itachi bisa dipercaya? Maksudku saat ini kau tidak akan bisa berlatih disini karena tempat ini terlalu penuh dengan dua buah kamar, dapur, kamar mandi dan perabotan rumah lainnya..kau bisa lihat sendirikan..hehe..jadi, kita hanya bisa latihan diluar.."Jelas Madara yang menjadi pelaku dari banyaknya ruangan yang ada di mindscape Naruto.
Naruto yang mendengarnya pun hanya menghela nafas. Jadi, memang harus diluar mindscape? Kalau begitu, pasti Itachi akan melihatnya dan mungkin saja akan melaporkannya kepada Sandaime. Padahal Naruto ingin sekali untuk menganggetkan Jii-sannya itu suatu hari nanti.
"Yah..mau bagaimana lagi? Setidaknya saat ini hanya dia saja yang boleh mengetahui hal ini..ini juga gara-gara kau Madara.." Ucap Hashirama sembari mendelik kearah Madara. Madara yang mendengarnya pun menaikan sebelah alisnya kesal.
"Apa maksudmu Senju? Dan, kalau aku tidak membuat banyak ruangan seperti ini, kau memangnya mau tidur dilantai yang penuh genangan air selama 4 tahun hah?" Tanya Madara balik dengan nada kesal. Hashirama hanya tertawa kikuk mendengarnya sembari menggaruk bagian belakang kepalanya yang tentunya sama sekali tidak gatal itu dan setelahnya ia pun mulai berdebat dengan Madara.
Naruto sweatdropped mendengar pertengkaran kecil dari kedua orang didepannya. Apakah mereka berdua itu benar-benar God of Shinobi seperti yang dikatakan orang-orang?.
Kyuubi yang mendengar pemikiran Naruto yang diutarakan oleh Naruto didalam hati pun juga ikut menghela nafas. Yah..memang seperti itulah kenyataannya. Dua orang bodoh didepannya adalah dua orang yang disebut-sebut sebagai shinobi terkuat sepanjang masa. Dan sekarang kedua shinobi terhebat itu bertengkar kecil gara-gara hanya membangun beberapa kamar? Ayolah.. itu tidak elit sama sekali.
"Eum… Jii-chan, Madara-sensei, aku harus kembali dulu.. nanti siang aku akan berada di training ground 23 untuk memulai latihan. Jadi jika kalian melihat aku sudah sampai disana, kalian tinggal beritahu apa yang harus kulakukan.." Ucap Naruto.
Madara dan Hashirama yang akhirnya telah selesai berdebat pun hanya menganggukan kepala dan melambaikan tangannya pada Naruto.
Out of Mindscape..
Naruto terbangun kembali dari tidur malamnya dan ia pun memegangi bagian kanan kepalanya yang terasa pening tersebut. Sembari memegangi sebelah bagian kepalanya, Naruto memandangi sekelilingnya dan menemukan Itachi yang tertidur di sofa sembari meringkuk didalam selimut.
Naruto langsung bangun dan turun dari tempat tidurnya dan menghampiri Itachi yang terlihat mulai mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.
Kedua mata Itachi pun terbuka dan yang ada dihadapannya sekarang adalah seorang bocah berambut blonde yang memandanginya dengan pandangan bingung, seolah-olah bocah didepannya itu memliki segudang pertanyaan yang akan diajukan kepadanya.
"Naruto? Kau baru bangun ya?" Itachi pun memulai pembicaraan sembari mengucek-ucek kedua matanya. Naruto yang mendengar perkataan Itachi hanya mengangguk.
Akhirnya Naruto pun dapat kembali ke apartemennya setelah Itachi bertanya pada dokter apakah Naruto sudah boleh kembali. Dan tentunya dokter itu mengiyakan saja pertanyaan Itachi karena ia juga tidak mau membiarkan 'monster' itu berlama-lama di rumah sakit tempat dimana ia bekerja.
Dijalan, Naruto diajak Itachi untuk berkunjung ke rumahnya dengan alasan karena ia juga tidak pulang semalaman dan berniat untuk memberikan Naruto teman bermain yang tak lain adalah adiknya sendiri.
Awalnya Naruto menolak ajakan itu karena takut jika para Uchiha nantinya akan memberinya tatapan yang sama seperti yang penduduk desa berikan padanya, namun Itachi mengatakan tidak apa-apa, begitu juga dengan Madara. Karena jika sampai terjadi hal-hal yang tak diinginkan, maka Madara yang akan turun tangan sendiri sembari mengambil alih tubuh Naruto sesaat.
Tak terasa sudah 20 menit mereka berjalan dari Konoha Hospital menuju Uchiha Compound. Para penjaga dari klan Uchiha seperti biasa melakukan tugasnya seperti menanyakan pada tamu mereka, khususnya Naruto yang saat itu sedang bersembunyi dibelakang Itachi. Itachi saat itu hanya mengelus kepala Naruto dan menjelaskan kalau Naruto kesini hanya untuk berkunjung ke rumahnya dan mau tak mau, para penjaga pun mengizinkan Naruto bersama Itachi memasuki Uchiha compound karena mereka tidak mau berurusan dengan Itachi yang saat itu sudah menjadi Anbu, walaupun baru mulai sekitar 4 bulan yang lalu.
"Tadaima!" Itachi menyahuti dari depan pintu sembari melepas sandal ninjanya, begitu juga dengan Naruto. Naruto yang masih malu-malu saat itu hanya bisa terus-terusan menarik bagian belakang baju Itachi.
"N-Nii-san.." Gumam Naruto. Itachi hanya menghela nafas. Sepertinya Naruto masih takut, tapi sepertinya wajar saja karena selama ini ia hanya hidup sendiri.
"OKAERI NII-SAN!" Teriak seorang anak dengan baju berlambang klan Uchiha berwarna coklat gelap dengan lengan panjang yang saat ini berlari menuju Itachi. Itachi pun menangkap anak itu dan mengelus kepalanya. Anak itu terlihat senang sampai akhirnya ia menyadari kalau Itachi bersama seorang anak lainnya.
"Nii-san, dia siapa?" Tanya anak itu dengan nada polos.
"Namanya Naruto. Uzumaki Naruto. Dia adalah anak yang Nii-san bicarakan. Ingat kemarin sore saat Nii-san diberi misi untuk menjaga seorang anak di rumah sakit?" Tanya Itachi dan anak itu pun mengangguk.
Setelah mendengarnya, kedua mata anak itu berbinar. Ternyata dia adalah anak yang dibicarakan oleh Nii-sannya tersebut.
Sementara didalam mindscape, Madara terlihat memasang wajah kaget bercampur horor saat melihat objek yang tersaji didepan matanya.
"Madara, ada ap-.." Belum selesai Hashirama bertanya, Madara pun memotongnya dan berteriak.
"FOR KAMISAKE! ITU IZUNAA!" Teriak Madara membahana sampai-sampai Kyuubi yang jaraknya sekitar 3 meter dari tempat Madara berdiri pun menutup telinganya. Apalagi Hashirama yang sedang berdiri bersebelahan dengannya?.
"Berisik teme.. lagipula dia bukan Izuna. Dia hanya mirip"Ucap Hashirama. Madara hanya melirik kearah sampingnya itu.
"Mirip itu berarti dia adalah reinkarnasi dari Izuna. Oh ya ampun..akhirnya aku bisa bertemu dengan my cute baby brother.." Ucap Madara dengan nada bahagia, sementara Hashirama kembali sweatdropped mendengarnya.
'Brother-complexnya itu terlalu berlebihan..' Batin Hashirama.
Back to real world..
"Perkenalkan, namaku Uchiha Sasuke. Kalau bisa, kau bisa datang setiap hari agar kita bisa bermain bersama. Kau tahu, nii-san itu terlalu sering pergi menjalankan misi jadinya aku tidak ada teman bermain.." Ucap Sasuke dengan nada senang. Naruto yang mendengarnya sebenarnya ingin menangis bahagia, hanya saja ia tidak bisa menangis sekarang.
"Namaku Uzumaki Naruto..salam kenal Sasuke" Jawab Naruto sembari menerima jabatan tangan dari Sasuke.
"Wah..ternyata kita kedatangan tamu hari ini.."Ucap Mikoto yang baru saja keluar dari dapur sembari membawa sebuah panci besar. Di meja makan, tertata berbagai makanan untuk makan siang, salah satunya adalah..
"INARI SUSHI!"Madara pun kembali berteriak saat dirinya melihat Inari Sushi yang terpampang di atas meja. Hidangan yang satu ini merupakan makanan terfavorit Madara dan baginya Inari Sushi adalah makanan para dewa, sama seperti Naruto yang mendewakan Ramen.
Hashirama kembali menutup kedua telinganya bersama Kyuubi. Sungguh! Apa yang dimakan Madara semalam sehingga ia bisa berteriak-teriak seperti ini?. Hashirama ingat kalau dulu Madara adalah seseorang yang terlalu mementingkan harga dirinya dan jika sekarang Madara masih bersifat seperti itu, mana mungkin ia akan berteriak-teriak seperti ini?.
"Nah, Sasu-chan, ayo ajak Naru-chan untuk ikut sarapan. Kita akan makan berempat saja karena Tou-sanmu tadi sudah berangkat pagi-pagi." Ucap Mikoto lagi. Sebelum Mikoto kembali lagi untuk mengambil priring dan gelas tambahan, Mikoto hanya tersenyum melihat wajah polos Naruto yang sepertinya masih agak takut untuk sedikit beradaptasi di lingkungan baru dan juga untuk mengobrol dengan Sasuke.
'Kushina, seandainya kau masih hidup sekarang..mungkin saja kau akan mengamuk pada penduduk Konoha karena mereka ingin membunuh anakmu..' Batin Mikoto. Mikoto itu sebenarnya bukanlah ibu rumah tangga biasa. Dia masih menjadi Jounin sampai saat ini, hanya saja Hokage jarang sekali memberinya misi karena ia sudah berkeluarga dan harus mengurus rumah tangga, namun MIkoto saat itu meminta agar dirinya tidak diberhentikan menjadi shinobi.
Dan.. Mikoto merupakan salah satu dari ahli Kenjutsu di Konoha. Yang lainnya seperti Uzuki Yugao dan Uzumaki Kushina atau Namikaze Kushina.
Akhirnya ketiga anak itu pun menuju ke meja makan. 'Tenang saja sensei. Nanti aku akan membelikanmu Inari Sushi..' Batin Naruto sementara Madara dari dalam mindscape pun mengangguk senang. Akhirnya, setelah berpuluh-puluh tahun ia hidup, ada hari lagi dimana ia akan memakan makanan dewanya. Hashirama dan Kyuubi pun sweatdropped ditempat. Mereka berdua tidak menyangka kalau Madara akan kelewat OOC begini.
"A-Ano.. Sasuke-nii.." Naruto memanggil Sasuke. Sasuke yang mendengar akhiran –nii dibelakang panggilan namanya pun menjadi bingung.
"Hm? Kenapa kau memanggilku dengan akhiran –nii? Kita seumur bukan?" Tanya Sasuke balik. Naruto menggeleng.
"Itu..kita berbeda 3 bulan..jadi kau lebih tua dariku.." Jawab Naruto. Itachi hanya terkekeh mendengarnya. Tapi, bagaimana bisa para penduduk desa menyiksa anak imut seperti Naruto?.
"Hah..terserahlah. Kalau begitu, ayo kita makan sekarang!" Ajak Sasuke dan Naruto pun mengangguk. Mereka berempat pun bersarapan dengan tenang sampai akhirnya Sasuke menanyakan suatu hal yang membuat Naruto agak tersentak kaget.
"Aniki, kenapa Naruto harus di kawal olehmu? Memangnya kemana orang tua Naru? Apa mereka pergi dalam misi ya?" Tanya Sasuke dengan polos. Itachi yang mendengarnya pun menghela nafas. Ia sudah menduga jika adiknya yang polos itu akan menanyakannya. Sementara Naruto hanya diam saja.
Itachi melirik Naruto dan Naruto yang merasa dilirik oleh Itachi pun menoleh kearahnya. Naruto yang mengerti maksud Itachi hanya mengangguk.
"Begini Otouto, saat Naru-chan lahir, kedua orang tuanya meninggal saat insiden penyerangan Kyuubi. Jadi sejak lahir Naruto sudah tinggal di panti asuhan. Dan kenapa Naru-chan harus dikawal, mungkin karena ada beberapa orang yang tidak suka dengannya" Ucap Itachi pelan, dan ia juga berharap agar perkataanya tidak menyinggung perasaan Naruto. Sejujurnya, saat ditanya oleh adiknya, ia juga bingung harus menjawab apa, jadilah ia membuat alasan.
Hashirama terlihat mengangguk dari dalam mindscapenya. Madara dan Kyuubi hanya saling bertatapan karena mereka bingung kenapa Hashirama tiba-tiba saja mengangguk.
"Dobe, kenapa kau tiba-tiba mengangguk sendiri huh?" Tanya Madara dengan nada datar, Kyuubi pun terlihat mengangguk juga tanda ia juga satu pendapat dengan pria didepannya itu.
"Hm..tidak..aku mengangguk karena alasan yang diberikan Itachi cukup bagus." Jawab Hashirama sembari meminum the hijaunya tersebut.
"Oh.. jadi begitu. Yah, aku juga sebenarnya satu pikiran denganmu.." Sahut Madara lagi.
Setelah percakapan singkat antara Sasuke-Itachi-Naruto, Mikoto pun datang ke ruang makan dan akhirnya mereka sarapan bersama. Setelah makan, Kedua anak itu (Naruto dan Sasuke) mengikuti Itachi yang saat itu hanya diberi misi hanya untuk mengawal Naruto, jadi Sasuke bisa memanfaatkan waktu luang ini untuk berlatih bersama kakaknya dan ia juga ingin memperlihatkan kemampuan kakaknya kepada Naruto.
….
Skip Time : Training Ground 23 – Pkl. 12.30.
.
Naruto berjalan melewati jalan utama Konoha menuju training ground 23 sembari membawa sekantung plastik berisi Inari Sushi yang dijanjikan Naruto untuk Madara karena ia mendengar kalau Madara sangat menyukai Inari sushi. Lagipula ia juga sudah menjanjikan padanya kalau ia akan membelikannya.
Itachi juga membuat sebuah bunsin untuk mengikuti Naruto karena tugasnya mengawal Naruto karena dirinya yang asli sedang ditawan oleh adiknya untuk..yah..kalian tahulah..
Akhirnya Naruto pun sampai di training ground. Udara disana cukup sejuk dengan angin yang terus meniup-niup helaian rambut pirang Naruto. Rumput-rumput pun menari ditiup angin dan didepannyam dari jarak sekitar 20 meter dari tempatnya berdiri, terlihat sebuah air terjun yang ukurannya tidak terlalu besar.
Naruto pun menarik nafas dan kembali menghembuskannya, mencoba menghirup udara segar yang masuk melalui hidungnya dan Hashirama yang melihat tempat tersebut dari dalam juga merasa ingin cepat-cepat keluar.
"Dulu kita pernah sparring disini, kau ingat tidak Hashi?" Tiba-tiba Madara menanyakan hal yang sudah berlalu dan Hashirama hanya mengangguk.
"Ok, sekarang seharusnya aku mulai melatih Naruto. Tapi bunshin Itachi masih disini.. apa aku harus keluar dan membuatnya pingsan dengan genjutsu? " Tanya Madara. Hashirama menggeleng pelan.
"Tidak mungkin. Kau lupa kalau ia hanya bunshin? Yang ada dia akan kembali ke diri Itachi yang asli dan Itachi yang asli akan kesini begitu ia tahu kalau bunshinnya terkena genjutsu" Jelas Hashirama.
"Ah ya..aku lupa..kalau begitu ya sudahlah..biarkan saja dia" Sahut Madara lagi.
Kembali kepada Naruto yang masih terlihat bersantai dibawah pepohonan. Ia bingung karena baik Senseinya, maupun Jii-sannya tidak mengatakan kepadanya tentang apa yang harus ia lakukan sekarang ini.
"Naruto. Sekarang aku akan keluar dari tubuhmu dan kita akan memulai latihan kita saat ini juga" Suara Madara menggema didalam pikiran Naruto.
"Tapi bagaimana caranya sensei?" Tanya Naruto balik. Naruto pun mendengar sebuah kekehan pelan dari Madara sebelum akhirnya pria itu kembali menjawab.
"Kau ikuti intruksiku dan kita akan bisa berlatih" Sahut Madara. Naruto mengangguk.
Kemudian Naruto membuat sebuah tanda segel berbentuk plus dan ia pun melafalkan sebuah nama.
"Kage bunshin no jutsu!" Ucap Naruto.
POFT!
Kemudian muncullah sebuah bunshin didepan Naruto. Penampilannya pun sama dengan Naruto.
Brukkh!
"Hosh..hosh.." Naruto terlihat sedikit mengatur nafasnya. Sebenarnya jurus apa ini? Dan ayolah, ia masih berumur 4 tahun saat ini dan apa mungkin jurus yang baru saja diberitahu oleh senseinya itu adalah jurus tingkat tinggi?.
"Soul clone technique" Gumam Madara dan saat Naruto melihat kearah Bunshinnya, ia kaget karena sekarang yang berdiri dihadapannya bukanlah bunshinnya,melainkan senseinya.
"S-Sensei? Bagaimana bisa?" Tanya Naruto bingung. Madara pun mengulurkan tangannya ke Naruto dengan tujuan membantunya berdiri dan tentunya Naruto menerima uluran tangan itu.
"Tentu saja bisa.. jiwaku yang berada didalam alam bawah sadarmu itu bisa memasuki bunshin yang kau buat. Hashirama dan Kyuubi juga bisa melakukan itu, hanya saja kalau untuk kasus Kyuubi, ia tidak bisa melakukan hal ini untuk saat ini karena kalian berdua belum bisa melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan oleh Jinchuriki yang sudah berpengalaman, seperti menggunakan kekuatan dan mengendalikan kekuatan bijuunya. Nah, kalau urusan itu masih lama. Jadi, hari ini kita akan memulai latihanmu dari dasarnya. Dan.. pelatihan ini akan sangatttt panjang dan membutuhkan waktu bertahun-tahun agar kau kuat. Jadi, bersiaplah Senju.." Ucap Madara sembari menyeringai. Naruto pun menelan ludahnya karena pastinya pelatihan tersebut akan sangat mengerikan.
'Jii-san, tolong aku..' Batin Naruto. Hashirama hanya tersenyum kikuk mendengarnya.
'Gomen Naru-chan, giliranku melatihmu adalah minggu depan..jadi bersabarlah dan lagipula Madara memang ditugaskan menjadi senseimu, sementara aku hanya sebagai pengawas jika Madara melakukan hal yang tidak-tidak' Jawab Hashirama .Naruto pun menjadi pundung mendengarnya sementara Madara hanya tersenyum tipis saat mendengar percakapan antara Naruto dan Hashirama.
Sementara itu ditempat Itachi..
Itachi masih menatap tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Saat ini..dihadapannya atau lebih tepat dari jarak sekitar 20 meter dari lokasinya bersembunyi, seorang pria dengan kimono berwarna hitam dengan lambang klan Uchiha dipunggungnya berdiri dihadapan anak yang menjadi target misinya tersebut.
'D-dia..orang itu..' Batin Itachi kaget. Itachi pun mencoba untuk menenangkan dirinya karena kejadian yang baru saja terjadi didepan matanya tersebut.
'Tidak salah lagi..dia adalah..Uchiha..Madara..' Batin Itachi kembali. Sharingannya menganalisa tentang apa yang kira-kira akan dilakukannya, mengapa ia bisa disana dan apa alasannya, dan yang terpenting adalah bagaimana bisa seseorang yang seharusnya sudah mati sekitar 100 tahun yang lalu itu masih bisa berdiri disana dengan penampilan saat Madara Uchiha berada dalam masa kejayaanya.
'Tapi..sepertinya dia tidak melakukan hal yang buruk pada Naruto..' Itachi kembali menganalisa lagi saat ia melihat Madara memberikan Naruto sebuah kertas chakra dan Itachi kaget saat ia melihat bahwa Naruto bisa menggunakan elemen api yang ia lihat sebagai elemen yang pertama kalinya muncul di kertas tersebut dan juga 4 elemen lainnya. Tunggu sebentar, berarti Naruto memiliki 5 elemen?.
'Gila' Batin Itachi kembali saat ia mengetahui hal tersebut. Oke, ia rasa sudah cukup baginya untuk melihatnya dan ia rasa ia harus kembali ke tubuh aslinya sekarang karena ia yakin jika ia masih disini, ia mungkin saja akan mengganggu Naruto yang ia asumsikan sedang dilatih oleh Madara.
Entah bagaimana caranya, tetapi satu hal yang pasti ia akan lakukan, ia akan menanyakan hal ini pada Naruto dengan segera. Karena hal ini juga berkaitan dengan tugasnya sebagai pengawalnya untuk memastikan keselamatan Naruto.
Ia juga tidak mau jika Uchiha legendaris didepannya itu berbuat hal yang tidak baik dan apalagi yang menyangkut keselamatan Naruto.
POFT!
Akhirnya Itachi yang sebenarnya adalah bunshin pun meninggalkan tempat bersembunyinya dankembali ke tubuh aslinya yang mungkin saja sampai saat ini masih melatih Sasuke dalam teknik shuriken.
Sementara itu dengan Madara & Naruto..
Madara hanya menatap Naruto sembari tersenyum sendiri seolah-olah ia telah menemukan suatu hal yang sangat luar biasa. Naruto yang saat itu sedang berlatih melempar kunai dengan benar pun menyadari senyuman yang tiba-tiba saja terukir di sudut bibir senseinya dan setelahnya ia pun berinisiatif untuk bertanya.
"Ano, sensei..kenapa kau senyam-senyum sendiri? " Tanya Naruto dengan nada polos. Madara yang mendengarnya pun menggeleng singkat.
"Tidak..aku hanya merasakan chakra dari pengawalmu itu sudah menghilang, jadi kita bisa latihan dengan tenang sekarang. Dan alasan lainnya karena aku merasa bangga menjadi senseimu. Kau adalah anak yang sangat unik dan berbakat, Naru-chan.." Jelas Madara. Naruto yang mendengarnya pun memerah wajahnya karena malu saat menerima pujian dari senseinya. Alasan lainnya karena ia tidak pernah dipuji oleh orang lain lagi selain Hiruzen dan Teuchi juga Ayame, plus 2 anggota klan Uchiha yang sudah mengenalnya tadi pagi.
"O-oh..begitu ya..kalau begitu aku akan melanjutkan latihanku sensei" Sahut Naruto kembali sembari melanjutkan melempar kunai yang pastinya masih acak-acakan dan terus meleset.
Oke..selama 3 tahun kedepan, Madara bertekad untuk membuat Naruto setidaknya mencapai High Chunin Level atau Low Jounin Level. Setidaknya.. itulah isi pikirannya saat ini…
TBC..
A/N : Hai..hai.. maaf ya kalau author kumat telat apdet lagi..hehe.. setidaknya, chapter 3 seperti ini..dan sekarang saatnya membalas review..
Donquixote676 : Humornya berasa ya? Hehe..kukira enggak, dan makasih buat reviewnya^^
Vivi novita : Iya..smoga bisa dilanjut sampe tamat dan akan author cb buat pertahanin friendshipnya. Dichap ini Hashi mulai sedikit melepas sifat datarnya kok..hehe^^
uzukin : ini sudah lanjut kok.. makasih buat reviewnya..^^
.52 : Salam kenal juga^^. Oh..untuk pair hanya NaruYugi..aku gk berencana membuat harem disini karena ternyata membuat harem memang jauh lebih sulit..hehe.. makasih buat reviewnya..^^
D : Makasih buat reviewnya^^
aldo namikaze : wah..jangan panggil senpai soalnya masih amatiran..hehe.. dan yah..smoga aja bisa membuat beberapa kejutan di beberapa chapter soalnya kadang kan ide suka buntu di tengah jalan..hehe.. makasih buat reviewnya..
: Klo disini kemungkinan iya, tp mesti liat kedepannya. Soal pemicu aku sendiri masih kurang tahu..entah apa nanti ngikutin canon atw aku bikin sendiri..dan iya..Yugito jinchuriki disini.. makasih buat reviewnya..^^
darky : Ini sudah dilanjut dan saya akan mencoba mengapdet kilat biar darky-san bisa berimajinasi..hehe..dan makasih buat reviewnya^^
Ndah D. Amay : Pembantaian tetep ada karena chap yang keluar selanjutnya adalah pembantaian klan Uchiha.. dan enggak, aku disini membuat Naru dan Sasu bertemu lebih awal dan itu 3 tahun sebelum pembantaian terjadi soalnya setahu aku pembantaian terjadi pas pada umurnya sekitar 7 tahunan dan sasu uda masuk akademi saat itu. Klo soal Naru ntar jd anbu masih rahasia..hehe.. dan klo ketemuan sm Yugito itu nanti masih beberapa chapter lagi.. makasih buat reviewnya..^^
Guest : Disini enggak yaoi guest-san. Itu pas dulu saat aq ud publish, terus yg tulisan yaoi (Sebenernya rencana awal memang begitu) gk keliatan pas mw diedit, alias terlewatkan, jadilah begitu..gomen karena kesalahpahaman tadi.. dan makasih buat reviewnya..^^
tripel X : update juga ..soalnya tugas bertambah banyak sekarang..gomen dan akan kuusahakan untuk apdet cepat
.792 : Makasih buat reviewnya..ini uda lanjut kok..hehe
The Amityville Horror of phyco : Pembantaian itu di chap berikutnya senpai..hehe
Esya. :iya..diusahakan untuk lanjut terus..makasih buat reviewnya..hehe
: Hm..bisa, tp sayangnya kemungkinan Cuma bakal sekali keluarnya karena chap depan itu pembantaian..gpp kah? Dan makasih buat reviewnya randy-san..hehe
Guest : Iya..emang dari situ sih idenya..tp tenang aja krn walaupun idenya dr situ, tp gk seterusnya sama denganchap2 fict itu..hehe makasih buat reviewnya^^
Nanase Akira : Iya nih..soalnya ide itu susah dibendung..hehe.. soal pertanyaan Nanase-san, Madara sm Hashirama kembali ke dunia dalam wujud roh, tetapi masih bisa masuk ke bunshin Naruto buat latihan..hehe
dianrusdianto39 : makasih banyak dan sepertinya memang susah lepas dari typo..ahaha.. smoga chap ini lebih baik..soalnya terkadang saat aku cek di ms word, uda gk ada typo lg, trus pas ud dipublish, malah ternyata ada typo..soalnya aku suka update lewat hp..makasih buat reviewnya..^^
Madara Ootsutsuki: Wah..aq lupa ud bls review km atw blum nih,, tp gpp ya klo ud kebales soalnya lupa dan dirumah gk ad wifi..oh..aq kira Hashi masih hidup setelah dia nusuk Madara dari belakang (Kyk canon) soalnya kupikir disitu dia masih hidup sampe perang dunia ninja pertama..hehe.. oke..makasih buat reviewnya^^
dragfilia hasnah : kemungkinan sih dikasih kuchiyose sama Kurama soalnya klo kyk naga aq sendiri juga bingun klo mw bikin jurus barunya lagi…makasih buat reviewnya^^
HanaYuki : Iya..Hashirama sama Madara just friend..yg waktu itu Cuma kesalahpahaman..jadi sebenarnya itu seharusnya dihapus karena aq gk ngeliat tulisan yaoi nya pas mw diedit alias terlewatkan..makasih buat reviewnya^^
Akaisora hikari : Iya..disini Itachi kubuat ada sedikir hubungan kakak-adik sm Naru..dan emg Kyuu-chan disini agak ooc soalnya ada Madara ..kan dia gk suka sm Madara..hehe..makasih buat reviewnya..^^
uzumaki-irat :Gomen..tp udah diilangin kok..makasih buat reviewnya..
yuuki uzumaki naruto : klo ttg itu, akan diperlihatkan di satu chapter sbg flashback, tp bukan skrg dan iya..Naruto punya sel hashirama pas dulu masih tinggal sm madara..makasih buat reviewnya..
The KidSNo OppAI : Gk yaoi..waktu itu cm bagian yg gk ke hapus pas diedit..makaish buat reviewnya..
maddunuhe : gomen ne, jd salah tulis nama ya..ahaha..ini sudah dilanjut kok..
Dan terima kasih buat semua yang sudah mereview fict ini..^^..tanpa kalian yang mereview, mengkritik dan memberi saran, fict ini (Dan tentunya ketiga fict saya yang lainnya ) mulai berkembang kearah yang lebih baik..
Can you give me your precious review?
Next Chapter :
Chapter 4 : Academy , Fake Madara and The Uchiha Massacre
