Kejadian lalu sudah selesai. Fase hidup tetap harus dilanjutkan
Hidup dari satu tantangan ke tantangan lain...
Levi, Farlan, dan Isabel, hadir dalam pembukaan pembinaan olimpiade di ruang pertemuan jurusan mereka. tentunya mereka tidak sendiri. Sebagian besar pesertanya merupakan mahasiswa angkatan 2011 dan berasal dari jurusan biologi, walaupun beberapa orang pun bukan dari biologi. Menurut Farlan, beberapa orang di dalam sini sudah pernah mengikuti olimpiade hingga tingkat regional. Tapi belum pernah tembus hingga nasional.
Apa pentingnya info itu untuk Levi...
Farlan hanya ingin memberi tahu...
Isabel lagi-lagi merunduk ke laci, mengerjakan tugas matematika dasar Pak Pixies. Jujur, kalau tidak dicicil bisa tidak selesai. Dia paling ngeri dengan soal yang berurusan dengan hitungan, apalagi yang berumus kompleks.
Lupakan tiga orang ini. Pak Keith Shadis selaku ketua jurusan biologi mengambil tempat di podium.
()
"Ada 3 anggota baru dalam pembinaan olimpiade biologi tahun ini. Baiklah, perkenalkan diri kalian!" kata Pak Shadis sambil meminta Levi, Farlan, dan Isabel maju.
Mereka berdiri di depan dan memperkenalkan diri. Dimulai dari Levi.
"Levi...Ackerman" wajah datar Levi memberi kesan bahwa ia tak niat untuk mengenalkan diri. Ibu Zoe, dosen genetika-evolusi yang ada di depannya terkejut dengan cara Levi memperkenalkan diri.
"Ini, mahasiswa baru?" tanyanya.
"Levi, perbaiki perilakumu. Kamu sudah semester 5. Selanjutnya..." seru Pak Shadis.
"Namaku Isabel Magnolia angkatan 2013. Salam kenal."
"Saya, Farlan Church angkatan 2011. Salam kenal."
Perkenalan selesai. Bapak Shadis lalu memanggil Bapak Turret, dosen mikrobiologi, yang duduk di depan mereka.
"Pak Turret, anak-anak biologi ini aku titipkan pada kalian."
"Maaf, Pak. Sebenarnya saya sudah jadi ketua pelaksana PKM fakultas. Kenapa tidak Pak Smith saja?"
"Pak Smith juga sudah memegang banyak urusan mahasiswa. Jadi kuberikan saja padamu."
Pak Turret hanya memandangi mereka bertiga,
"Ah, merepotkan saja. Padahal biasanya kalau ada orang baru, Erwin yang pegang. Kenapa mereka diperlakukan khusus? Cih!" gumam Pak Turret dalam hati.
...seakan-akan mengejek mereka bertiga.
()
"Baik, setelah ini, ikut saya," ujar Pak Turret pada Levi dan kawan-kawannya.
Mereka sampai di ruang mikrobiologi, tepatnya di kantor Pak Turret.
"Baik, Saudara. Karena Anda mahasiswa khusus, saya putuskan, Anda wajib mengosongkan jadwal kalian setiap hari Kamis dan Jum'at. Mengerti?"
"Hah?" seru Levi.
"Aku tahu, kalian yang mengurus English Club setiap hari Rabu sampai Jum'at, kan? Sementara kalian stop dulu kegiatan kalian itu." Jawab Pak Turret
Levi mulai panas kupingnya. Seenaknya saja berkata demikian, tak tahukah nanti akan ada banyak hal yang terbengkalai, menurutnya, sambil menatap Pak Turret.
...gawat,gawat! Levi mulai melancarkan serangan itu, batin Farlan dan Isabel.
"Nah, nah. Apa ini yang namanya sopan santun? Bisakah tidak memandangiku dengan mata elang seperti itu?"
"Ah, maaf, Pak. Kami mengerti. Kami akan mengosongkan jadwal di hari itu." Jawab Farlan memecahkan pandangan dingin Levi dengan Pak Turret.
"Hih, ya sudah. Mulai nanti sore kalian akan dibimbing oleh Pak Shadis di hewan. Jangan ketinggalan!" geram Pak Turret sambil meninggalkan ruangan karena akan ada kuliah lagi setelah ini.
"Levi, sebaiknya kamu tidak bersikap begitu dengan dosen," bisik Farlan. Yang diberitahu hanya diam.
()
Beberapa pertemuan telah terlewati. Bimbingan persiapan olimpiade sudah hampir selesai. Mulai dari materi sekelas ekologi hingga biologi sel. Tersisa materi dari Pak Turret, yaitu mikrobiologi.
"Levi, apa kau masih yakin meneruskan 'kerja' ini. Kalau sampa ketahuan Pak Smith, kita dalam bahaya besar!" sahut Farlan memecah keheningan, saat Levi terpaku memandangi ponselnya.
Lobov menghubunginya lagi, mengirim pesan pendek padanya. Seperti biasa, jadi joki untuk teman-temannya.
"Selamat sore!" seru seseorang berkacamata tebal dari belakang Farlan, Levi, dan Isabel. Ternyata itu adalah Bu Zoe.
Farlan kaget. Isabel kaget. Levi, entahlah. Tapi, tangannya gemetar, langsung menyembunyikan ponselnya.
"Ah, maaf aku mengagetkan kalian. Aku tadi observasi di kelas mikrobiologi. Kalian luar biasa sekali. Dan aku terkesima melihat Levi saat mengerjakan soal tadi." Serunya lagi.
"Ah...itu..." ujar Levi tiba-tiba. Pelan.
"Aaaak, aku tahu maksudmu! Kau tidak suka dipuji berlebihan, kan?" seru Bu Zoe.
"Kau pasti Isabel angkatan 2013, kan? Kau keren sekali bisa bergabung di klub olimpiade seperti ini. jarang-jarang lho mahasiswa sepertimu bisa ikut." Serunya lagi sambil mengacak rambut Isabel.
Levi dan Farlan terdiam memandangi dosen ini.
Dosen ini kenapa ya, tanya Farlan dalam hati.
Levi masih terdiam. Entah apa yang ada dalam pikirnya.
"Karena kalian progresif, ini ada makanan untuk kalian. Ini dari rapat jurusan dan fakultas. Tapi aku tidak mungkin makan sendiri karena aku sendiri di kost. Nah, Isabel. Ini untukmu."
"Waah, waaah! Banyak sekali, Bu. Terima kasih! Bang Levi mau?" seru Isabel.
"Aku tidak lap-.."
"Ah, kau selalu begitu. Aku tahu dari tadi pagi Bang Levi tidak makan atau minum sedikitpun. Makanlah." Sambil menyodorkan sebungkus roti ke tangan Levi.
Sebenarnya, dalam hati, Levi sudah sangat lapar, dia juga ingin makan. Hanya saja, sungkan dengan dosen ini. AKhirnya dimakan juga roti itu.
"Ini...enak," gumamnya pelan sambil mengunyah roti.
...dengan mata sedikit berbinar.
"Baiklah. Habiskan, ya! Aku kembali ke kantor dulu. Dadaah!"
Farlan hanya menggeleng-geleng kepala sambil tersenyum,
"Ada ya, model dosen seperti itu? Energinya banyak sekali, hihi," sambil membuka bungkus roti.
"Bu Zoe baik, ya Kak. Ah, semoga dia ada rapat lagi, jadi kita dapat makan gratis lagi, yey!" seru Isabel
Dan satu lagi, ada mata yang masih memandang ke arah kantor, di mana Bu Zoe masuk.
...kau tahu siapa, lah...
()
3 bulan setelah pembinaan yang panjang dan memangkas isi dompet, Levi, Farlan, dan Isabel memenuhi janji mereka untuk mengikuti olimpiade biologi yang diawali dari seleksi tingkat universitas. Peserta olimpiade kali ini ditempatkan secara acak dan dari berbagai bidang. Ada yang dari matematika, fisika, kimia, dan biologi.
Di kelas Levi, 50 menit sebelum lomba berakhir...
"Levi, kamu mengerjakannya terlalu cepat. Apa yakin semua jawabannya benar?" tanya Pak Turret. Kali ini, kelas Levi dijaga Pak Turret.
"Memang ketelitian harus diukur dari panjang waktu yang digunakan, Pak?" Levi menjawab tanpa memandang yang bertanya tadi. Bu Zoe yang sedang mengecek berita acara dan meminta tanda tangan pada Pak Turret terkejut dengan pernyataan Levi.
"Saya cuma mau mengerjakan soal ini dengan cara saya, permisi." ujar Levi lalu keluar sambil memberi salam pada Pak Turret
"Wah, dia sebelumnya sudah pernah ikut olimpiade nggak sih? Boleh lihat jawabannya?" bisik Bu Zoe pada Pak Turret yang masih memandang pintu setelah Levi keluar.
Pak Turret memberikan lembar jawaban Levi lalu difoto Bu Zoe dengan ponselnya. Bu Zoe keluar dari kelas Pak Turret ke kelas Pak Berner.
"Jawabannya banyak yang benar." Seru Bu Zoe
"Oh, ya?" Pak Berner, dosen struktur fungsi tumbuhan, yang di sebelah Bu Zoe, terkejut.
"Dia bisa menaklukkan soal-soal ini dengan caranya sendiri? Wah, ini menarik!" teriak Bu Zoe antusias. Akibatnya, kelas yang dijaga Pak Berner sedikit riuh.
Sepertinya, peserta yang ada di kelas Pak Berner sudah hancur hatinya sebelum melihat pengumuman.
...2 minggu setelah seleksi peserta olimpiade tingkat universitas dilaksanakan...
()
**Badan Pengawas Perguruan Tinggi**
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Kemerdekaan
Kami ucapkan selamat pada 28 peserta dari empat bidang MIPA yang akan maju ke tingkat regional. Dimohon untuk segera mendaftar ulang pada jurusan yang terkait sebelum tanggal 20 Januari 2014.
Peserta yang lolos ke tingkat regional (Bidang Biologi):
1. Ackerman, Levi. (Jurusan Biologi 2011)
2. Church, Farlan (Jurusan Biologi 2011)
3. Giggs, Moses (Jurusan Teknobiomedik 2011)
4. Fritz, Ivan (Jurusan Teknik Lingkungan 2012)
5. Magnolia, Isabel (Jurusan Biologi 2013)
6. Colton, Nickolas (Jurusan Biologi 2012)
7. Sengupta, Prajat (Jurusan Biologi 2011)
Dekan Fakultas MIPA
Prof. Dr. Darius Zackly, M. Sc
()
"Tidak buruk," Levi memandangi mading dengan wajah datar seakan-akan sudah biasa dengan kejadian ini. Farlan dan Isabel masih bergeming,
"Aku...ranking 2? Whaaaa..." ucap Farlan pelan, namun menunjukkan rasa tak percaya.
"Waaaah, luar biasa. Bagaimana mungkin aku di antara kakak-kakak angkatanku?" Isabel memekik tidak percaya.
Bapak Turret yang baru selesai menempelkan pengumuman babak penyisihan di mading jurusan menghampiri mereka bertiga,
"Jangan senang dulu. Ini baru awal. Kalau sudah terlalu senang dari awal, lupa dengan tujuannya, bisa mampus kalian,"
Tiga mahasiswa yang baru saja senang ini memandang Pak Turret berbicara dengan pandangan tak senang. Mereka tidak menduga kalimat itu akan muncul dari beliau.
"Huh, kita sudah usaha susah-susah, tapi balasannya seperti itu. Dingin sekali! Awas saja, ya, kalau kita bisa tembus nasional!" geram Isabel sambil melipat tangannya.
"Hush, jangan keras-keras. Kalau Pak Turret mendengarnya bagaimana?" Farlan berbisik pada Isabel.
Levi masih terdiam. Dia menangkap sesuatu yang berbeda dari yang dipikirkan Farlan dan Isabel. Mungkin, menurut Levi, akan ada sesuatu yang terjadi kalau mereka terlalu senang sekarang.
()
NB:
1. Turret adalah marganya Flagon, orang di OVA yang diminta Keith Shadis ngurus 3 tokoh utama. Ada juga yang bilang namanya Flagon Darlett (di anime dipanggil Flagon aja).
2. Kejadian 'makan roti' hanya ada di manga. Ganti saja rotinya dengan permen.
3. Nama 'dosen' menggunakan nama belakang supaya sopan.
4. Maaf nggak bisa pakai horizontal line, soalnya tiba-tiba nggak bisa keluar. Reviewnya ya...
