Makasih banget ya.. yang udah menyempatkan diri untuk me-Review chapter-chapter sebelumnya,, ^o^

Akhirnya, vio berkesempatan mengUpdate chapter 3 ini..

selamat membaca!

...

-HOLD YOU TIGHT Chapter 3-

Disclaimer : Masashi Kishimoto ojii-san pemilik semua karakter dalam cerita ini~

Sasuke yang awalnya memandang penuh minat, kini malah mengerutkan dahinya. Yang ia ingin lihat di depan kelasnya adalah seorang gadis manis berambut lavender panjang. Bukan nya seorang pemuda berwajah datar dengan rambut merah menyala.

"Namaku, Sabaku Gaara. Pindahan dari Suna.."

.

..

HOLD YOU TIGHT

..

.

"Aku sempat menduga kalau kita akan sekelas.."ucap Sasuke yang terduduk di lantai porselen dengan bersandar pada rak buku yang berdiri di sudut ruang belakang perpustakaan, yang saat itu kurang banyak peminatnya. Pandangannya tak beralih dari kamus tebal Oxford yang ia bolak-balik.

"Hm.. tampaknya kita terlalu banyak berharap,"Hinata-yang sedang memilih buku-buku yang akan dia perlukan selama bersekolah di KHS-tersenyum lembut pada sang Uchiha.

Sasuke meronggoh saku celana seragamnya dan mengambil handphone nya yang bergetar.

One new message.

"Kau dimana Sasuke-kun? Sudah makan siang? Aku sedang di kantin.."

Hinata memandang Sasuke yang air mukannya berubah. Tampaknya ia sedang memikirkan sesuatu.

"Kau duluan saja"

Setelah balasannya terkirim, Sasuke memasukan Handphonnya lagi ke dalam saku dan ia kembali membuka kamus tebal itu, walaupun pandangannya terfokus pada satu titik, tapi tidak untuk pikirannya.

"Ada apa Sasuke?"tanya Hinata yang menatap Sasuke khawatir, walaupun tangannya tak berhenti mengambil buku.

"Uh-Hn. Tak ada apa-apa.."

"Oh, iya. Maaf kemarin kita belum sempat bercerita banyak tentang tiga tahun kebelakang ini. Tiba-tiba ayahku menyuruh pulang.." Hinata memulai. "Jadi, soal yang dibicarakan.. Itachi nii-san kemarin, apakah benar?". Walaupun samar, terdengar tarikan nafas Hinata yang dalam. "Sasuke sudah punya kekasih?".

Pertanyaan dari nona Hyuuga yang terakhir itu, sontak membuat sepasang onyx menatap dalam sepasang mata bulan yang bersamarkan warna lavender tersebut.

"A-aku jadi penasaran. Pasti d-dia sangat cantik. A-apa sekelas denganm-mu?" Hinata yang tetap masih asik memilih buku itu menyadari bahwa mata onyx itu belum beralih menatap sosoknya. Dan kenapa suara Hinata terdengar bergetar, atau itu hanya perasaan Sasuke saja?

"Kapan kau a-akan mengenalkannya padaku. S-siapa tau kita bisa b-berteman baik.." Hinata menyempatkan menatap Sasuke, tapi buru-buru ia palingkan lagi. Menatap apapun selain mata hitam itu.

"Jawaban apa yang kau inginkan dariku, Hinata?"pandangan Sasuke terus terfokus pada Hinata.

"E-eh? Kenapa jadi bertanya seperti i-"

'BUGH!'

"Ouch!"terdengar erangan dari balik rak. Karena saking gemetarnya tangan Hinata, ia jadi menjatuhkan ensiklopedia ke sisi yang berlawanan dari ia berdiri.

"He? Go-gomenasai~"Hinata buru-buru ke sisi rak dimana ia menjatuhkan ensiklopedia tersebut. "Gomen-" "-nasai.."suara Hinata terdengar melemah. "Gaara-kun?"tiba-tiba suara Hinata meninggi-walaupun tak mencapai suara oktaf Naruto- penuh tanya.

"Hai, Hime.."

"Eh?" Hinata benar-benar terkejut dengan sosok pemuda yang ada di depannya. Kedua matanya sampai membelalak. "Gaara-kun kenapa ada disini?"

"Hm? Kenapa bertanya seperti itu? Apa kau tidak merindukanku?"

"E-eh.. bu-bukan begitu-"

"Jadi.. kau merindukanku kan?"si rambut merah jabrig itu tersenyum jahil. Rona merah muncul dari kulit chubby Hinata.

"Aku disini.. ingin menagih jawaban darimu.."

"Ja-jawaban?"Hinata berpikir.

"Hinata.."Sasuke yang merasa sahabatnya berbicara dengan nada tak tentu, jadi penasaran juga apa yang terjadi dengan gadis Indigo itu. Sehingga dengan langkah agak gontay, ia menyusulnya.

"Eng? Sasuke.." Hinata melihat temannya itu menyusulnya.

Sasuke menatap laki-laki berambut jabrig yang berada di depan gadisnya itu. Gadisnya? Jangan terlalu berharap kau Uchiha!

"Sabaku?".

"Kau?"Gaara menatap bingung pemuda berambut raven itu.

"Sasuke. Uchiha Sasuke.."jawab Sasuke datar.

Gaara yang mendengar jelas nama pemuda berambut raven itu, langsung menatap Hinata penuh arti. "Uchiha Sasuke?" tatapan Gaara hanya pada Hinata. "Ternyata sainganku cukup berat.."ucap Gaara yang langsung melenggang pergi dari perpustakaan.

Hinata menatap Gaara dengan penuh kejanggalan dalam hatinya.

"Kau mengenalnya, Sasuke? Sejak kapan?"

"Sejak jam pelajaran pertama pagi ini. Dia murid baru di kelasku. Apa aku bisa menanyakan hal yang sama padamu, Hina?"

"D-dia.."

Sebelum Hinata bisa menjawab, bel masuk kelas sudah berbunyi. Dalam hatinya, Hinata mengucap syukur.

"Sudah bel masuk. Ayo kita kembali ke kelas.."

Dan Hinata pun melangkah keluar perpustakaan dengan kepala tertunduk. Meninggalkan Sasuke yang masih memandangnya bingung.

'Sebenarnya ada hubungan apa mereka?'tanya Sasuke dalam hati.

.

..

HOLD YOU TIGHT

..

.

'tunggu aku di tempat parkir sekolah'

.message sending to Lavender Hime.

"Sasuke-kun..sejak kemarin kenapa? Apa ada masalah saat ibumu menyuruh pulang cepat? Mau ke tempat biasa untuk membicarakannya?"tanya Sakura yang menghampiri bangku Sasuke.

Jam pelajaran telah habis. Ini waktunya semua guru dan murid kembali ke pemukiman masing-masing.

Ingin sekali rasanya Sasuke mengatakan semuanya. Semuanya. Agar Sakura mengerti bahwa hatinya tak mungkin dimiliki siapapun kecuali gadis berambut indigo dan bermata bulan. Tapi, memandang wajah khawatir sahabat berambut pink nya itu, membuat pidato panjangnya kembali tertelan.

"Tidak ada apa-apa Sakura, lebih baik kita segera pulang. Tapi-"

"Tapi kau tak bisa mengantarku pulang kan? Tak apa. Aku juga ada janji dengan Ino,"Sakura langsung memandang sahabatnya, yang dibalas dengan tatapan 'Janji apa?'

Sakura tak membalasnya, ia malah kembali memandang kekasihnya itu. Sakura tersenyum. Dan Sasuke mulai melangkah pergi.

Tapi langkahnya kembali tertahan oleh genggaman Sakura di lengannya.

Sasuke berbalik menghadap Sakura. Tapi tanpa ia duga, bibir Sakura telah menempel pada bibirnya. Dan saat Sasuke tersadar, secepat itupula ia menjauhkan dirinya dari Sakura.

"Jika kau sudah siap, berceritalah.. kapanpun aku siap mendengarkannya.". Dengan itu, Sasuke langsung keluar dari kelas.

'Maaf, Neji-niisan menjemputku. Sampai nanti.. Sekali lagi aku minta maaf,'

Sasuke membaca pesan itu saat ia sampai ditempat motornya disimpan.

Saat Sasuke akan membalas pesan tersebut, ada telepon masuk. Tanpa melihat siapa yang meneleponnya, ia langsung mengangkat panggilan itu.

"Iya, aku memaafkanmu Hina-"

"I-itu ciuman pertamaku,"Sasuke langsung tertegun begitu mengenal suara yang menghubunginya. "Kau beruntung aku memberikannya padamu" telepon pun berakhir.

"Sakura?"Sasuke memandang handphone nya.. dan ia kembali memperhatikan wallpaper handphone tersebut. "Hinata..?"

.

..

HOLD YOU TIGHT

..

.

Di dalam kamarnya, Sasuke hanya menatap langit-langit dengan tidak fokus. Pikirannya entah menerawang kemana. Sesekali ia memandang handphone nya. Belum dapat memutuskan siapa yang harus ia telepon. Dan akhirnya ia memencet nomor telepon yang sudah ia hafal diluar kepala.

"Kau sudah ada dirumah?"tanya Sasuke pada sambungan telepon yang ia tuju. "Sendirian? Kalau begitu aku langsung ke sana.." dengan baju seragam yang masih bertengger ditubuhnya, Sasuke mengambil jaket hitam dari kursi meja belajar dan langsung melesat meninggalkan rumahnya.

xxxxxxxxxx

"Neji nii-san sudah kembali ke kantor. Ayah masih di sana. Dan Hanabi ada club karate. Ya~ jadi aku ditinggal disini dengan para maid.."jelas Hinata. "Apa ada yang ingin kau bicarakan Sasuke?" tanya Hinata yang memandang sang Uchiha yang terduduk di sofa sebelah tempat tidurnya yang berhadapan dengannya.

"Memangnya aku harus punya alasan untuk kesini?"ucap Sasuke datar.

"Hm, hanya sekedar bertanya,". Hinata merebahkan diri di kasur empuknya sambil menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. "Haaa~ ternyata mata pelajaran Konoha lebih banyak dibanding Suna. Hari pertama yang benar-benar melelahkan.."

Hinata yang sejak tadi tidak sadar gerak-geriknya dipandangi oleh Sasuke, matanya terbelalak saat tiba-tiba tubuh Sasuke menimpanya. Kedua tangan kekar berada di samping kepala Hinata untuk menahan sebagian besar berat badannya menimpa gadis itu. Dan kini jarak wajah mereka hanya beberapa senti saja.

"S-sasu-"

Sasuke mencium lembut bibir pink Hinata. Hinata tak dapat melakukan apa-apa saking terkejutnya. Kejadian itu tak lebihnya terjadi selama 30 detik. Saat Hinata mencoba melepaskan ciuman itu karena kehabisan nafas, Sasuke sudah mendahuluinya.

Wajah merekapun kembali diberi jarak beberapa senti. Sasuke menatap wajah cantik Hinata yang sudah seperti demam. Buah faforit Sasuke-tomat-pun kalah merahnya.

Benar-benar kesulitan tingkat tinggi untuk Sasuke menahan dirinya agar tidak menyentuh bibir pink Hinata (lagi).

"Apa.. itu ciuman pertamamu?"tanya Sasuke dengan nafas yang masih tersenggal.

Hinata yang masih kehabisan nafas, hanya dapat menatap dalam mata onyx itu sambil terus memasukan oksigen banyak-banyak lewat mulutnya.

Setelah lama saling menatap. Akhirnya Hinata menurunkan pandangannya dari mata Sasuke. Dan menggeleng pelan.

"Siapa-"

Lagi-lagi komunikasi mereka terputus. Kali ini karena dering handphone milik Hinata yang berbunyi di sebelahnya.

Sasuke mendahului Hinata mengambil Handphone itu. Dan ia pun melihat nama yang menghubungi gadis yang masih berada dibawahnya.

.Sabaku Gaara calling.

Melihat raut wajah Sasuke yang berubah menjadi sangat dingin, dengan tangan gemetar ia meraih Handphone miliknya dari tangan Sasuke.

Dan saat Hinata mengatakan 'Hallo', saat itu juga beban yang berada di atas tubuhnya sudah tak terasa lagi. Disusul dengan debaman pintu yang tertutup.

.

..

HOLD YOU TIGHT

..

.

"Sasuke-kun? Kenapa malam-malam begini menyuruhku kemari? Apa kau tidak pulang ke rumah? Kenapa masih pakai seragam?"

Sasuke tak menjawab apa-apa dari pertanyaan gadis berambut pink itu. Ia hanya menatap dalam mata emerald sang gadis. Yang langsung dimengerti oleh Sakura.

Akhirnya Sakura ikut duduk di samping Sasuke di atas bangku taman. Mereka sedang berada di Taman Kota. Hari sudah malam, jadi hanya sedikit yang berada di taman itu. Dilihatnya Sasuke yang kini sedang mengagumi keindahan kerlipan bintang dan menggenggam handphone Androidnya yang sangat berharga bagi Sasuke, karena siapapun tak boleh menyentuh Handphone nya itu. Jadi pastilah itu sangat berharga.

"Jika dipandangi begini, bintang ternyata cukup indah.. dan bintang selalu menghibur kita dengan kerlipannya saat malam tiba. Walaupun tak sebesar dan mencolok bulan.. Dan bulan hanya terdiam saat suasana hati kita buruk. Tapi apakah egois, jika aku tetap menginginkan bulan?"

Sakura terdiam. Entah harus menjawab apa. Karena Sakura sendiri tak mengerti apa yang dimaksud Sasuke. Dan tampaknya Sasuke pun tak meminta nya membalas perkataanya tadi.

!

Entah sudah berapa lama mereka berdua terdiam dengan posisi seperti itu. Sakura yang menyandar di sandaran bangku panjang taman, dan Sasuke yang ternyata tertidur dengan kepalanya yang berada di bahu Sakura.

Sakura melihat disekelilingnya sudah mulai sepi. Sudah semakin malam. Karena itu mungkin orang-orang yang tadi berada di taman, sudah pulang.

'Sudah jam berapa ini ya?'pikir Sakura.

Sakura sulit menggapai Handphone nya yang berada di saku jeans nya, untuk melihat jam, karena ada Sasuke di pundaknya. Ia takut Sasuke terbangun, makannya ia tidak banyak bergerak.

Ia pun berpikir melihat jam dari Handphone Sasuke yang masih digenggamnya.

'Apa tidak apa-apa ya?'pikir Sakura. 'Ah, aku kan hanya ingin melihat jam saja, pasti tidak apa-apa'

Dan dengan perlahan ia mengambil handphone itu.

Tapi setelah meng-Unlock handphone mahal digenggamannya, yang Sakura lihat bukanlah jam digital yang berada di sudut kanan layar Handphone. Tetapi matanya terpaku pada wallpaper itu. Dimana kekasihnya, Sasuke, yang tampaknya masih SMP sedang merangkul seorang gadis berambut indigo. Dan walaupun Sakura melihat Sasuke memalingkan wajahnya dari kamera, tapi ia dapat melihat kemerahan yang timbul di pipi kekasihnya itu. Dan mereka terlihat sangat akrab.

"S-siapa gadis ini?"

Dan tiba-tiba nada dering di hp itu berbunyi. Dalam keadaan sepi seperti itu, nada dering Hp Sasuke yang di set volume normal, terdengar begitu keras. Yang membuat Sasuke langsung terbangun. Melihat Sakura memegang Handphone nya, Sasuke langsung merebutnya dan menjauh dari Sakura untuk menjawab panggilan itu.

Ternyata sebelum Sasuke merampas Hp nya dari tangan Sakura, Sakura sudah membaca nama seseorang yang menelepon itu.

.Lavender Hime calling.

...

"Sa..S-sasuke..". Hinata terisak. suaranya didominasi oleh dentuman musik disko yang walaupun samar tetap sampai ke telinga Sasuke.

"Kau dimana?"

Sakura dapat mendengarnya dengan jelas. Nada kecemasan dalam suara Sasuke.

Sakura hanya dapat memandang punggung kekasihnya itu. Walaupun tak dapat mendengar apa yang dikatakan oleh orang -gadis- yang menghubungi Sasuke, tapi ia dapat menebak apa yang akan dilakukan Sasuke dari jawaban-jawaban yang dilontarkannya pada gadis itu.

"Diam disitu. Jangan kemana-mana. Aku tau tempat itu..." Setelah itu, Sasuke menutup teleponnya. Dan menatap gadis berambut pink yang sedang menatap cemas padanya.

"Sakura.. aku harus pergi sekarang. Maaf, aku tak bisa mengantarmu pulang.."Sasuke melangkah pergi.

"Sasuke, tunggu.."Sakura mencegahnya. Langkah Sasuke terhenti. "Apa ada yang ingin kau jelaskan padaku?"

"Ini bukan waktu yang tepat, Sakura. Aku harus pergi.." Dan setelah itu tak ada yang menghalangi langkah Sasuke untuk menuju motornya yang sedang diparkirkan. Ia pun langsung tancap gas dan menuju dimana seorang gadis yang selalu dicintainya berada.

.

..

=TBC=

.

..

Chapter 3 Done!

Sampaikan uneg-uneg (dalam bentuk Review) readers semua ya!

makasih..

..

Special thanks to :

Hana 'Reira' Misaki

lonelyclover

mizukaze-hime

Hizuka Miyuki

Mei Anna 27

Vipris

keiKo-buu89

Ritard.

mery chan

Lollytha-chan

Cagali Yulla Attha

Lizy94

noverius2012

Hyou Hyouichiffer

Hyuga Himeka-chan

finestabc

ulva-chan

kuronekomaru

Firah-chan

uchihyuu nagisa

..

...

And all silent Readers!

..