Yosh aku gak nyangka fict ini akan banyak mendapakan respon dari para reader sekalian, dan juga ada juga beberapa Flamers yang berbicara secara tidak sopan. Apakah anda ada masalah dengan saya,?. Jika anda tidak menyukai karya saya anda sebaiknya tidak membacanya masalah beres bukan dan ada beberapa reviews yang membuat saya marah dan jengkel. Dan sayangnya dia tidak bisa saya kirimkan PM. Dan hanya seorang yang pengecut yang hanya bisa ngengejek karya orang lain tetapi dirinya bahkan tidak bisa membuat sebuah karya sendiri jadi kenapa anda tidak membuat karya anda sendiri dan buktikan bahwa anda bisa. Saya tidak akan menyebutkan apa nama dan siapa dia. Saya tidak seperti anda yang bahkan tidak memliki sopan santun. Cukup sekian pembicaraan dari saya.
Dan ada juga yang menebak tentang wanita misterius itu adalah Ophis, sayang sekali jawaban anda salah. Itu bukan Ophis . Tentang identitas mereka akan saya rahasiakan sampai pada waktunya saya buka khu-khu-khu..
Dan untuk yang mengharapkan tentang pertarungan antara Naruto dan Sirzech tentu akan saya buat. Khu-khu. Itu juga sudah merupakan rencana bagi saya jadi sabar dan tunggu saja oke haha.
Dan untuk yang mengharapkan tentang kekuatan Lucifer Naru tetap ada sayang sekali itu tidak akan terjadi karena saya sudah siapkan sebuah kekuatan untuk Naru nanti selain kekuatan dari Albion.
Oke jadi cukup sekian cuap-cuap kita mari kita langsung menuju ke Tkp.
.
.
.
.
WARNING : DON'T LIKE DON'T READ
Chapter sebelumnya :
"jadi apa yang akan kita lakukan sekarang,? Dia sudah mati jadi,? Tanya laki-laki tadi
"dia akan kembali aku yakin itu walaupun bukan sebagi iblis."ucap wanita sembari membuka payung yang menutupi wajahnya dan membuat rambut raven indah miliknya berkibaran terkena angin malam.
"dan sampai saat itu tiba kita akan menunggu." Ucap sosok wanita tadi sembari tersenyum manis.
"jika kau sampai berkata seperti itu maka baiklah kita akan menunggu kebangkitanya kembali. Hime.!" Ucap laki-laki itu yang akhirnya menunjukan wajahnya secara jelas dengan di sertai senyuman atau bisa di bilang sebuah seringai.
.
.
.
.
DISCLAIMER :
Naruto Masashi Kishimoto
Highschool DxD Ichie Ishibumi
Rating : -
Genre : Misteri, Superanatural, Adventure, Friendship,Romance,etc
Warning : OOC, Godlike!Naru, super-strong, typo, Smart!Naru
Pairing : Naruto X ….?
Naruto : The New life as Hakuryuuko
Summary : Dia yang tersakiti dan di khianati oleh orang yang sudah dia anggap saudara sendiri, Hatinya hancur senyum seindah mentari miliknya lenyap, saat kegelapan menghampiri sang Lucifer terakhir tuhan datang menjawab doanya dan memberikan kehidupan baru untuknya sebagai manusia dengan di temani salah satu Naga surgawi mampukah dia menjalani hidup barunya.
.
.
.
.
.
Chapter 2 : NEW LIFE
.
Kesedihan masih terasa jelas di dalam tempat pesta itu di adakan. Hari dimana seharusnya menjadi hari yang bahagia bagi semua iblis di UnderWord berubah menjadi hari yang penuh duka karena mereka baru saja kehilangan salah satu pahlawan mereka sekaligus Keturunan Lucifer terakhir yang bersama mereka.
"hiks,hiks, Naru-tan kenapa kau pergi begitu cepat aku bahkan belum mengatakan apa yang ku pendam padamu. Hiks, jika saja dia tidak melakukan hal kotor itu pasti Kau tidak perlu kehilangan nyawamu jika saja dia, arghh.! " teriakan Serafall memecah keheningan yang terjadi dalam tempat pesta itu di adakan. Suhu ruangan yang mulai menurun dan beberapa dinding di dalam ruangan tersebut mulai membeku. Kemarah dan kesedihan Serafal sudah di luar kendalinya membuat dia seakan moster yang siap mengamuk.
Sementara itu dengan Grayfia dia masih tetap terisak dengan memeluk kalung pemberian dari 'Mantan' kekasihnya itu. Yang merupakan benda terakhir yang dia punya dari dia, sebuah benda yang awalnya tidak cukup berarti menjadi sangat berarti saat dirinya kehilangan sosok yang menghangatkan harinya.
Bahkan Grayfia diam saja saat es mulai membekukan dirinya secara perlahan. Dirinya seakan pasrah jika ini merupakan akhir hidupnya. Karena dengan ini dia bisa menyusul Kekasihnya dan bersama terus dengannya.
"ini semua salahmu, jika kau dan si 'Brengsek' itu tidak menghianatinya dia tidak akan mati dan orang misterius itu tidak akan muncul untuk membalas dendamnya pada kita." Ucapan Serafall yang di sertai air mata yang terus mengalir dari wajah cantiknya bahkan suhu ruangan tersebut kembali menurun dan hampir membekukan setengah dari penghuni aula pesta itu jika saja tidak di hentikan oleh Ajuka dan Lord Sitri.
.
"Serafall tenanglah kau bisa membunuh semua yang ada di sini." Ucap Lord Sitri sedikit menenangkan anaknya yang sedang mengalami puncak kemarahan.
"itu benar Serafall kau hanya akan membuat Naruto tidak tenang di alam sana jika kau melakukan hal itu, dia bahkan akan kecewa melihatmu seperti itu." Ucap Ajuka dia berusaha menenangkan sahabatnya itu.
"Hiks,Hiks tapi Tou-sama Naru-tan dia,dia s-sudah," bahkan Serafall tidak bisa melanjutkan perkataanya. Kesedihan benar-benar tidak bisa dia tahan, bahkan air mata terus mengalir bagaikan hujan yang tiada henti.
"Tou-sama tau hal itu Serafall, tapi kau tidak bisa menyalahkan orang lain ini sudah keputusan Naru-kun. Dan kau harus menghormati keputusannya jika kau mencintainya." Ucap Lord Sitri sedikit memeluk anaknya untuk menenangkan perasaan anaknya yang sedang mengalami depresi.
"Walaupun dia sudah tidak ada dia akan tetap ada di hati kita. Lagi pula dia yang mengatakan sendiri bahwa dia akan mengawasi kita bukan, jadi dia akan tetap ada dan tumbuh di hati kita selama kita masih mencintainya." Ucapan Lord Sitri mampu sedikit menenangkan Putrinya itu. Dengan di tandai suhu ruangan yang sudah mulai kembali dengan normal. Bahkan tangisannya sudah mulai mereda dan air matanya sudah mulai berhenti mengalir dari kedua mata indah miliknya.
.
"Benarkah itu Tou-sama,?" Ucap Serafall yang sudah sedikit tenang dia sedikit menghapus air mata yang masih tersisa di wajahnya.
"hemm, Tou-sama yakin akan hal itu Naru-kun akan selalu hadir dan selalu hidup di hati kita untuk selamanya." Ucap Lord Sitri menyakinkan Putrinya itu.
"baiklah aku tidak akan menangis lagi, aku yakin dia pasti tidak suka bukan Tou-sama." Ucap Serafall senyum sudah mulai terkembang di wajah cantiknya.
Sementara itu Lord Sitri hanya tersenyum dalam menanggapi ucapan Putrinya itu. Dia sedikit lega saat Anaknya sudah tenang dan tidak bersedih lagi.
Sementara itu dengan Sirzech Gremory masih berusaha menenangkan Wanita yang dia sukai itu, walaupun Grayfia tidak menganggapi ucapan dari Sirzech tersebut.
Penyesalan sangat di rasakan oleh Grayfia saat ini, jika saja waktu dapat dia putar kembali pasti dia tidak akan berbuat seperti ini.
"sudahlah Grayfia-chan tidak perlu di sesali apa yang sudah terjadi, lagi pula dia yang memilih untuk mati bukan, jadi kau tidak perlu meneteskan air matamu untuk dirinya." Ucap Sirzech yang masih mencoba menenangkan Grayfia.
"apakah kau tidak mempunyai rasa kehilangan sedikitpun, kau baru saja kehilangan seorang yang sudah seperti keluarga bagi kita dan seorang saudara bagimu sendiri Sirzech." Ucap sebuah suara tiba-tiba dari arah belakang Sirzech dan Grayfia yang ternyata adalah Lord Gremory atau ayah Sirzech sendiri.
"Tou-sama, kau mengejutkanku, memang kenapa bukankah dia sendiri yang lebih memilih mati karena kemauannya sendiri.!" Ucap Sirzech santai bahkan raut wajahnya tidak menujukan sebuah penyesalan sedikitpun.
"kau keterlaluan Sirzech kemana hati nurani milikmu, aku tidak pernah sedikitpun mengajari dirimu menjadi seperti ini, kau sudah membuatku kecewa Sirzech." Ucap Lord Gremory yang kemudian meninggalkan acara pesta tersebut dengan raut muka yang menggambarkan kekecewaan dan kemarahan.
"Aku juga kecewa terhadap dirimu Sirzech, Naruto sudah sangat mempercaimu tapi apa yang dia dapatkan penghianatan dari seorang yang sangat dia percaya kau bahkan tak patas memegang gelar Maou. Seharusnya gelar itu di pegang oleh Naruto yang notabenya adalah seorang Lucifer asli." Ucap salah satu sahabatnya yang ternyata adalah Falbium.
"benar, kau bahkan tidak merasa kehilangan atau menyesal atas perbuatan yang telah kau dan Grayfia lakukan. Kalian benar-benar memalukan Sirzech,Grafia." Ucap Ajuka membenarkan ucapan Falbium.
"Aku bahkan sudah tidak mempunyai niatan untuk melajutkan acara ini lebih baik aku pergi." Lanjut Ajuka yang di sertai degan dirinya meninggalkan ruangan pesta itu yang kemudian di susul oleh Falbium dan terakhir Serafall.
Bahkan kepergian mereka di ikuti oleh tamu pesta yang lainya. Hingga ruangan yang besar itu menjadi kosong dan hanya menyisakan Sirzech dan Grayfia saja.
"apakah yang kulakukan saat ini salah,?" ucap Sirzech bingung dengan kenyataan yang dia alami saat ini.
Flasback
Terlihat dua orang anak terlihat sedang bermain bersama dan bercanda bersama. Di antara ke dua anak tersebut ada seorang anak lagi yang bergender wanita sedang duduk di bawah sebuah pohon yang rindang sembari melihat ke dua sahabatnya bermain.
"Ne Sirzech-kun,Naru-kun kemarilah kita makan dulu aku sudah siapkan makan siang buat kita." Ucap seorang anak dengan rambut putih yang tergerai. Ya dia adalah Grayfia.
"hemm, baiklah Grayfia-chan kami akan segera ke sana,! Ayo Sirzech kita makan dulu." Ucap seorang anak yang memilki rambut blonde dan whisker di kedua pipinya.
"baiklah Naruto, aku juga sudah lapar." Ucap Seorang anak berambut merah yang kita tau adalah Sirzech.
Canda dan tawa terlihat jelas menghiasi wajah mereka. Senyum tak pernah lepas dari wajah mereka.
Kehidupan mereka terlihat sangat bahagia dan penuh dengan suka cita.
Flashback off
Sekelebat ingatan masa lalu muncul bagaikan kaset rusak di kepala Sirzech. Kejadian di mana mereka menghabikan masa bersama dan bermain bersama muncul dan terus terulang. Bahkan ingatan saat di mana dia meniduri Grayfia pun muncul di kepalanya.
"Arghh,!" teriakan Sirzech menggema di dalam aula yang sudah sepi tersebut. Sebuah teriakan yang cukup menyayat hati.
Sudah sangat terlambat bagi Sirzech untuk menyesal. Naruto Mati dengan membawa sakit di hatinya akibat sebuah penghianatan dari seorang sudah seperti saudara sendiri.
Walaupun dirinya sedikit melihat senyum di wajah Naruto saat sebelum dirinya melebur menjadi debu, tapi dia yakin Naruto menyimpan segudang kebencian kepadanya.
Saat ini yang bisa Dilakukan Sirzech hanya menjalankan amanat dari sang sahabat yaitu menjaga dan melindungi Grayfia selamanya.
Sementara itu di sebuah ruangan yang gelap dan minim pencahayaan terlihat seorang yang terlihat tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai setelah dia mendapatkan kabar yang baru saja dia terima dari salah satu mata-matanya.
"padahal kau seorang Lucifer tetapi kau memiliki hati yang terlalu lembut, seandainya saja dulu kau menerima ajakanku kita pasti sudah menguasai UnderWord kau sungguh bodoh Naruto." Ucapan sosok tersebut yang dapat kita ketahui kalau dia adalah seorang Pria dari bagaimana dia berbicara.
"apakah kita akan berdiam diri saja di sini, melihat kematian dirinya Tuanku." Ucap sosok lain yang muncul dari gelapnya ruangan tersebut. Terlihat walau samar rambut panjangnya tergerai indah dan kulitnya yang mulus tanpa goresan menambah nilai lebih baginya.
"Tidak, Masih belum waktunya kita bergerak. Masih terlalu awal Bagi kita menunjukan diri kita pada dunia, jadi bersabarlah sedikit." Ucap sosok yang terlihat tengah duduktersenyum atau lebih tepatnya menyeringai.
"baiklah, saya mengerti Menma-sama." Ucap sosok wanita tadi yang menyebutkan nama sosok yang dia hormati itu.
Kini sosok pria misterius itu sudah terlihat dengan cukup jelas akibat sinar rembulan sedikit menerobos masuk. Wajah yang memilik kemiripan yang sangat jelas dengan Naruto, yang membedakanya adalah rambutnya yang berwarna hitam bukan blonde. Lalu yang perbedaan yang paling mencolok adalah pada matanya. Mata kananya berwarna merah dengan bertuliskan Huruf kanji "一"(satu) berputar dengan pelan yang menjanjikan rasa sakit dan keputus- asaa.
Hingga sebuah tawa menggelagar memecah kesunyian malam yang terasa mencekap. Mata merah berkanji tersebut semakin menambah menakutkan dan berputar semakin kencang seakan mampu membunuhmu dalam sekejap.
"besiaplah kalian semua, aku akan datang menuntut balas atas apa yang telah kalian lakukan padaku di masa lalu sekaligus membalaskan dendam Naruto Lucifer, haha!" ucap Menma yang di sertai dengan tawa menakutkan.
Other Side
Naruto P.O.V
"Gelap, hanya itu yang bisa aku lihat apakah aku sudah mati. Owh iyah aku memang sudah mati setelah menyelamatkan Kekasihku." Batinku dan sedikit tersenyum miris saat aku mengingat kembali hal yang baru saja terjadi.
"tapi kenapa aku tidak bertemu dengan orang tuaku dan berkumpul bersama mereka? Ataukah ini yang akan terjadi jika iblis mati terjebak di kekosongan seperti ini selamanya." Lanjutku
Namun sebuah cahaya muncul dan mulai menerangi tempat yang hanya berisi Kegelapan itu.
Naruto P.O.V end
Cahaya terang mulai muncul dari ketiadaan dan dari dalam cahaya tersebut telihat seorang Pria yang sangat tampan senyum seperti sudah terukir di wajahnya.
"seperti dugaanku kau belum lah mati bukan begitu Kami-sama." Ucap Naruto yang terlihat tenang raut wajahnya masih tetap datar walaupun dia tau saat ini dia sedang berhadapan dengan sang pencipta.
Tersenyum hanya itu yang di lakukan oleh sosok bercahaya itu. Sebelum akhirnya dia membuka suara.
"kau belumlah mati Lucifer, kau akan aku hidupkan kembali sebagai hadiah karena kau merupakan seorang Lucifer yang tidak jatuh dalam jurang kebencian seperti leluhurmu." Ucap sosok bercaha itu.
"untuk apa aku hidup kembali Kami-sama, aku ingin bertemu dengan ke dua orang tuaku lagi." Ucapan Naruto mulai sedikit meninggi raut datar yang dia gunakan mulai lenyap tergantikan sebuah raut yang menunjukan kekecawaan dan kesedihan yang begitu dalam.
"itu adalah takdir yang harus kau jalani, kau akan menemukan kebahagianmu di kehidupanmu selanjutnya. Lalu agar kau tidak terjerumus ke dalam kebencian aku akan menghapus ingatan masa lalumu dan kekuatan iblismu. Namun kau tenang saja kau akan ku berikan sebuah kekuatan suci dan seorang teman yang akan menemani langkahmu nanti." Ucap Sosok tesebut yang kemudian dirinya bercahaya yang sangat menyilaukan.
Naruto tidak bisa berbuat apa-apa saat Tuhan sudah memutuskan menghidupkan kembali dirinya, wlaupun sedikit tidak rela saat ingatannya di hapus.
"Sekarang nikmatilah Hidup barumu Naruto, lalu raihlah kebahagiamu di kehidupan keduamu." Ucap sosok tersebut yang kemudian menghilang dan di ikuti menghilangnya tubuh Naruto secara perlahan.
.
.
.
.
.
.
Tbc,
Yaks terima kasih bagi yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca fict gaje saya hehehe. Dan terima kasih juga bagi yang sudah meriview fic saya ini hehehe maaf saya tidak bisa membalasnya.
Dan lalu ada misteri lagi yang muncul siapakah Menma itu dan apa hubunganya dengan Naruto. Hahaah silahkan para readers seklian tebak.
Owh iya saya juga akan melakukan poling untuk pair Naru nanti. Apakah akan mendirikan sebuah Harem atau tidak silahkan berikan masukan kalian di kolom riview yah hehehe saya tunggu pendapat terbanyak kalian.
Selanjutnya saya minta maaf jika saya update terlalu lama karena kesibukan saya di Duta uyang semakin menjadi –jadi. Dan untuk penambahan word saya sudah usahakan semaksimal mungkin untuk menambah word fict saya. Maklum lah masih Newbie hehehehe.
Dan bagi flamers silahkan katakan langsung kepada saya.
Di fb saya kartikasarry
Atau di nomor saya 0877944544197
Sekian dan
Terima kasih juga yang sudah memfolow dan fav fic miliku hehe
Jadi akhir kata sperti yang di inginkan author yang lain aku Cuma minta 1 hal
Reviewnya Minna-san !
