Haloo …

Ini fic pertamaku.

Maaf ya kalo alur gaje dan typo bertebaran..

Selamat Membaca ^^

Naruto belongs Masashi Kishimoto

Romance and Friendship

Rate T+

Cast : SakuSasu, SakuNaru, NaruHina

.

.

.

.

.

Normal POV

Hinata tengah bersantai di balkon kamarnya sambil menikmati hari yang mulai senja. Hari ini dia sangat senang karena ada yang memuji suaranya. Dia kembali menyenandungkan lagu yang dipuji oleh naruto di atap sekolah tadi sambil sedikit menyunggingkan senyum di bibirnya. Melihat gelagat putrinya yang tengah tersenyum bahagia sambil menyenandungkan sebuah lagu, ibunya menghampirinya dan kemudian bertanya hal baik apa yang telah terjadi kepada putrinya.

"Sepertinya hari ini kau sangat bahagia sayang. Apakah ada hal baik yang terjadi di sekolah?" ucap ibu hinata seraya mengusap kepala hinata sayang.

Hinata kaget karenan kedatangan ibunya yang tiba-tiba "ah ibu. Kau mengagetkanku. Aku hanya lagi senang ibu" ucap hinata manja.

Ibunya kembali mengusap kepala hinata, sambil menunggu apa yang akan hinata ceritakan selanjutnya.

"Hari ini aku bertemu seseorang, dia sangat baik, dan juga ceria. Dia cerah seperti matahari!" ucap hinata semangat sambil membayangkan naruto yang sedang tersenyum kepadanya.

"apakah dia seorang pria?" Tanya ibunya.

Hinata hanya mengangguk mengiyakan.

"apakah kau menyukainya?"Tanya ibunya lagi.

Hinata yang mendengar perkataan ibunya hanya bisa bersemu merah. "a-a-aku tidak menyukainya ibu" ucap hinata malu. "a-a-aku hanya senang bisa berkenalan dengannya". Dan Hinata hanya bisa memalingkan muka merahnya dari ibunya supaya ibunya tidak menggodanya lagi.

Ibu hinata hanya terkekeh geli melihat putrinya yang tengah menahan malu seperti itu. Kemudian dia kembali mengusap kepala hinata sambil berkata "kau tidak usah malu kepada ibumu nak. Ibu akan mengerti jika di usiamu ini kau mulai jatuh cinta kepada seorang pria". Ucap ibu hinata sayang.

.

.

Sakura dan Naruto sedang berjalan kaki menuju sekolah. Selama perjalanan menuju sekolah naruto menyilangkan tangan di belakang kepala menyenandungkan lagu yang kemarin dinyanyikan oleh hinata.

"sepertinya mood mu hari ini sedang bagus" kata sakura.

"ah, benarkah?"Tanya naruto. "kau tau gadis kemarin yang kau tolong? Dia sangat aneh". Ucap naruto sambil terkekeh mengingat kejadian kemarin yang dialaminya dengan hinata.

Dengan muka yang sedih melihat naruto, sakura berbicara dengan suara yang pelan "Naruto.. anak itu.."

"hmm ? "

"ah tidak, bukan apa-apa kok" ucap sakura seraya tersenyum. Naruto hanya membalas dengan senyuman dan berjalan mendahului sakura tanpa melihat raut wajah sedih sakura.

.

.

"Halo murid-murid. Namaku adalah Guy. Aku akan mengajar pelajaran olahraga. Umurku 25 tahun. Karena aku masih single, kalian bisa mengenalkan aku kepada kakak perempuan kalian" ucap Guy-sensei sambil tersenyum menunjukkan gigi putihnya yang bersinar.

Guru yang ceria. Pikir Hinata.

"Nah, saatnya kalian memperkenalkan diri kalian".

"Aku Yuugo" ucap salah seorang murid sambil berdiri dan memperkenalkan dirinya.

"Aku suigetsu"

"hn. Aku Uciha Sasuke"

Hinata sangat panik ketika gurunya menyuruh murid-murid untuk memperkenalkan diri. Dia masih sangat tidak terbiasa untuk tampil di depan umum, meskipun itu di kelasnya sendiri. Apalagi ini kelas barunya yang berisi orang-orang yang sama sekali tidak dia kenal.

"Nah selanjunya Hyuuga"

"Eh- ba-ba-baik". Ucap hinata tergagap. Dia kemudian berdiri dengan badan yang gemetar hebat.

"Hi-hi-hi-hi-hi-nata Hyuuga. Lam-sa-lam.. ken-kenal.. mo—mohon bantuannya!" ucapa hinata panic sambil sedikit berteriak.

Teman-temannya melihat aneh kearah hinata sambil sedikit berbisik-bisik.

"tenang hyuuga, ini hanya perkenalan biasa. Santai saja"

Brak.

"Maaf ! Kami telat!" ucap naruto dan sakura.

"kalian berdua! beraninya terlambat di hari kedua kalian bersekolah"

"maafkan kami sensei" ucap naruto dan sakura sambil menunduk.

Kemudian naruto melihat seluruh teman-temannya "Ah! Kamu!" ucapnya berteriak sambil menunjuk kearah hinata. Hinata hanya tersentak kaget ketika naruto melihat kearahnya sambil menunjuknya.

"Hai! Aku tidak menyangka kita satu kelas!" ucap naruto semangat sambil menggenggam kedua tangan hinata. Hinata hanya menahan muka malu ketika naruto menggenggam tangannya.

Plak!

"Aduh" sebuah jitakan mendarat di kepala naruto.

"hey! sudah terlambat! menggoda cewek lagi!" ucap guy-sensei.

"Hahaha." Kemudian pecahlah suara tawa dikelas, kelas yang awalnya hening menjadi ramai akibat ulah naruto. Suasana menjadi hangat seketika.

"hehehe" cengir naruto.

Deg.

Hinata merasakan jantungnya berdegup kencang ketika melihat senyum naruto.

"Dasar si naruto. Bikin ribut saja!" omel sakura.

"Ah" kemudian hinata mengalihkan pandangannya ke sakura yang kesal melihat tingkah naruto.

"Maaf ya, mengganggu perkenalanmu. Naruto itu emang bodoh tapi dia gak jahat kok" ucap sakura seraya tersenyum.

"Namaku Haruno Sakura. Dan aku ini teman masa kecilnya Naruto" ucap Sakura seraya memperkenalkan diri.

Hinata teringat kejadian kemarin, sakura adalah orang yang menolong dia. " Ah e-e-eto, untuk yang kemarin te-te-terimakasih haruno-san" ucap hinata gugup.

"kau tidak usah menggunakan bahasa formal padaku. Cukup panggil aku sakura saja" ucap sakura seraya tersenyum.

"te-te-terimakasih sa-sa-sakura". Ucap hinata yang masih gugup.

Teman masa kecilnya naruto sangat cantik, dan dia juga keren. Pikir Hinata.

Tanpa sakura sadari kini sasuke tengah memandangnya.

"Baiklah, sudah cukup acara perkenalan dirinya. Selanjutnya kalian ganti baju menuju kolam renang." Seru guy-sensei.

Seluruh murid segera mengambil baju mereka dan menuju kolam renang sesuai dengan yang diperintahkan oleh guy-sensei.

"ayok hinata!"ajak sakura seraya menggandeng lengan hinata.

Para murid kini tengah berkumpul dikolam renang, tetapi masih belum semuanya berkumpul. Masih ada yang menggunakan sunblock karna takut kulitnya terbakar matahari, ada yang baru mau mengganti pakaian, ada yang sedang pemanasan, dan ada juga beberapa pria yang sedang memperhatikan para gadis dengan baju renang mereka.

"Hei, ternyata sakura-chan sangat manis ya ketika memakai pakaian renang sekolah" ucap suigetsu dengan tatapan mesum.

"sakura emang manis, tapi payudaranya kecil. Coba kalian lihat hinata. WOW" ucap yuugo dengan tatapan mesum juga.

Tanpa mereka sadari sasuke dan naruto mendengar ucapan mereka dan segera menghampiri mereka. Tanpa babibu sasuke dan naruto langsung menghajar pria-pria tersebut. Sakura dan hinata yang melihat naruto dan sasuke tengah menghajar suigetsu dan yuugo langsung menghampiri mereka dan hendak melerai.

"Hei apa-apaan kalian?!" bentak sakura. "Kau kenapa naruto?" ucap sakura yang hendak melerai mereka. "Hinata cepat kau pegang Naruto".perintah sakura.

"Eh ta-ta-tapi"

"cepat Hinata! kasian suigetsu! aku gak bisa melerai mereka sekaligus". Mendengar perintah dari sakura, hinata langsung mengangguk dan hendak memeluk dari belakang. Betapa terkejutnya naruto ketika ada seseorang yang memeluknya, karena tidak tau siapa yang tengah memeluknya dari belakang naruto, kemudian melepaskan dengan paksa tangan hinata yang tengah melingkar di pinggangnya.

Byur!

Hinata jatuh ke dalam kolam renang.

"To-to-tolooong !" teriak hinata.

Sakura yang saat itu hendak melerai sasuke dan yuugo, melihat kearah kolam renang. Ternyata Hinata tenggelam.

Byur!

Sakura langsung masuk kedalam kolam renang dan segera menolong hinata. Naruto yang melihat hal itu hanya panik. Dia merasa bersalah. Kemudian dia membantu sakura menaikkan hinata ke pinggir kolam renang. "Biar aku saja." Ucap naruto ketika melihat sakura hendak memberikan nafas buatan ke hinata. Sasuke melihat ekspresi sakura ketika melihat naruto hendak memberikan nafas buatan ke hinata.

Pluk.

Sebuah handuk menutupi kepala hingga mata sakura. Ketika sakura mengambil handuk itu, dia melihat hinata sedang terbatuk-batuk karena sudah mendapatkan nafasnya kembali. Tanpa sakura ketahui, sasukelah yang menutupinya dengan handuk agar tidak melihat naruto sedang memberikan nafas buatan ke hinata.

Guy-sensei kemudian datang dengan cengiran khasnya. "Apakah ada hal menarik yang sedang terjadi?" Tanya guy-sensei. Dia sama sekali tidak menyadari bahwa yuugo dan suigetsu sedang babak belur. Benar-benar sensei yang tidak peka.

"ano sensei! Bolehkan aku izin mengantarkan hinata ke uks? Sepertinya dia sedang tidak enak badan" ucap naruto.

"baiklah-baiklah, dan jangan lupa mengganti pakaian" ucap guy-sensei.

Setelah mendengar izin dari guy-sensei, naruto membawa hinata ke uks.

"eh? Mengganti pakaian? Apakah tadi pakaiannya si hyuuga itu basah ya?" tanya guy-sensei bingung sambil mengingat-ngingat hal yang baru saja terjadi. "ah sudahlah". Kemudian guy-sensei menyuruh para murid untuk melakukan pemanasan sebelum berenang.

.

.

Sakura POV

Aku masih penasaran kenapa si uchiha dan naruto memukuli teman sekelas kami. Daripada aku penasaran lebih baik aku hampiri saja uchiha itu dan bertanya langsung kepadanya.

"halo uchiha-san"sapaku

"hn".

"hn?" maksudnya sih. Tanpa aku sadari aku mengulangi hn-nya si uchiha.

"hn".

"hn?"

"Ada apa?" sepertinya dia mulai kesal, karena aku bisa mendengar sedikit geramannya sebelum dia bertanya kepadaku.

"ah tidak, aku hanya penasaran kenapa kau dan naruto memukulin yuugo dan suigetsu tadi"

"…" tidak ada jawaban.

"halo uchiha-san?" tanyaku lagi.

"aku juga tidak tau ha-ru-no-san" jawabnya dengan menekankan margaku.

"kau aneh" karena tidak mendapat jawaban aku segera berlalu meninggalkan dia dan hendak menuju ke UKS tempat dimana hinata dirawat. Sebelum aku benar-benar beranjak pergi, si uchiha itu menarik tanganku. "aku hanya kesal ketika para pria bodoh itu mengatakan kau manis dan mereka menatapmu dengan tatapan mesum ketika kau menggunakan pakaian sialan itu" ucapnya dan kemudian melepaskan tanganku dan pergi begitu saja. Aku hanya bingung, apakah dia menyukaiku? Huh sangat tidak mungkin tuan muda manja itu menyukaiku. Lagi pula baju renang ini kan dari sekolah, tidak ada yang salah dengan pakaian ini. Sudahlah, lebih baik aku melihat kondisi hinata.

.

.

Normal POV

.

.

.

.

.

-to be continued-