Ini cerita kecepetan updatenya.. ckckckck. Kemarin Lee manggil Sasuke nggak pake tuan tp sekarang pake karna kmaren itu salah.. maap yaa...

Thank's for review:

stellar.alerion, Varanoia -Trinity-, AkiRasOuChi, Sabaku No Karou, Nakamura arigatou, katakana13, VongoLa ArcobaLeno.

Enjoy!


" Kenapa Naruto baru hari pertama kau sudah membuat keributan?" Lee terkejut ketika mendengar penjelasan Naruto.

" Dia yang salah kepadaku, yang penting aku sudah mendapatkan dompetku ini." kata Naruto dengan wajah senang, kesal, merasa bersalah.

" Tapi, kau membuat satu kesalahan pada hari pertama kau bekerja. Aku bilang memang harus bersemangat tapi jangan sampai memukul tuan Sasuke, dia itu orang penting di perusahaan." jelas Lee kepada Naruto yang masih duduk di kursi dalam pantry dengan memeganggi dompet bututnya.

" Yaah, aku minta maaf. Apa aku akan dapat SP?" tanya Naruto dengan muka berharap –bahwa aku tidak mau mendapat SP-.

" Tentu akan dapat SP. Bagaimana sih kau kan sudah membuat masalah dalam hari pertamamu bekerja?" ujar Lee dengan muka pasrah dan kembali bersemangat begitu mengatakan, " Tapi, kau tahu dengan menghajar tuan Sasuke itu sungguh luar biasa dia kan manusia paling menjengkelkan yang pernah kutemui semua orang tidak menyukainya tapi dia sangat berpotensi jadi Bu direktur kita, Tsunade tidak mungkin akan memecatnya."

Kening Naruto berkerut samar, " Ah, ya, dia makhluk paling menjengkelkan kau betul."

" Hei, Naruto apa kau tidak keberatan jika kau menceritakan kejadian di ruangan tuan Sasuke tadi?" Lee jadi benar-benar bersemangat.

" Kau, berhentilah memanggilnya dengan tuan, tolong tuannya itu dihilangkan." pinta Naruto karena dia merasa risih karena panggilan Lee kepada Sasuke terlalu seperti menghormatinya padahal kenyataannya Lee benci Sasuke.

" Oh, jadi, apa kau tidak keberatan jika kau menceritakan kejadian di ruangan Sasuke tadi?" kata Lee dengan menghilangkan kata 'tuan' di depan nama Sasuke.

" Aku tidak keberatan." Naruto mulai bercerita.

Flashback

' Dimana ruangan orang yang bernama Sasuke itu?' tanya Naruto dalam hati, ' Di paling ujung lantai dua. Hm… bingo itu dia.'

Naruto memasuki ruangan di paling ujung dari lantai dua. Lalu dia melihat kosong tidak ada orang dia hanya melihat kursi hitam tinggi yang menghadap kearah jendela dan sekarang kursi itu berputar dan melihat Naruto membawa nampan dengan secangkir teh hangat yang bengong melihat laki-laki yang sekarang menghadap ke arahnya.

" Siapa?" tanya laki-laki itu.

" Oh, aku mau memberikan teh ini pada anda, tuan Sasuke?" Naruto dengan ragu-ragu karena takut salah.

" Office boy baru ya?" tanya laki-laki itu.

" Iya, tuan." jawab Naruto yang masih dalam keadaan membawa nampan.

" Tapi, sepertinya kamu salah masuk ruangan, saya bukan Sasuke. Ruangannya ada disebelah ruangan saya." ujar pria itu membenarkan.

" Oh, maaf. Lalu anda siapa? Maaf kalau lancang. " kata Naruto sopan.

" Tidak, tidak apa-apa, saya Neji Hyuuga. Kamu siapa?" tanya Neji setelah menjawab pertanyaan Naruto.

" Saya Naruto Uzumaki, salam kenal," lalu Naruto berjalan keluar pintu, " Sekali lagi, maaf sudah menggangu."

Lalu Naruto menutup pintu dan menuju ruangan sebelahnya untuk menemui Sasuke dan memberikan tehnya.

" Lho, kok, kosong?" Naruto bingung setiap masuk ruangan pasti yang pertama ia lihat kosong tidak ada orang.

Naruto tetap berjalan masuk dan melihat sebuah drawing board, Naruto yang belum pernah melihat drawing board jadi penasaran dan ingin melihatnya dengan lebih dekat. Tapi sebelum Naruto melaksanakan niatnya ada seseorang dari balik pintu yang sekarang ada di belakang Naruto. Naruto membalikan badannya ke arah pintu dan melihat pria rambut aneh.

' Hah? Jadi ini yang namanya tuan Sasuke?' Naruto kaget sekali begitu melihat Sasuke.

" Kau !!" Sasuke tercengang begitu melihat orang di depannya.

" Maaf, tuan Sasuke saya tidak bermaksud lancang, saya hanya ingin meletakan teh yang anda pesan tadi." kata Naruto ramah lalu meletakan teh itu di meja kerja Sasuke.

" Kau tidak ingat padaku?" Sasuke tambah bingung karena Naruto tidak sama sekali ingat waktu dia menyeempetnya atau pura-pura lupa.

" Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" dahi Naruto berkerut.

" Oh, kau benar-benar tidak ingat rupanya." kata Sasuke dengan gaya berpikir.

" Tapi, kita memang tidak pernah bertemu sebelumnya." Naruto makin bingung.

" Oh, kalau kita memang belum pernah bertemu, jadi saya akan memberikan hadiah pertemuan kepadamu." ujar Sasuke dengan senyum penuh kelicikan.

" Hadiah?" Naruto yang sudah benar-benar tidak bisa mengerti apa yang dari tadi dikatakan Sasuke jadi makin bingung.

" Sudahlah cepat tutup matamu akan kuberikan hadiah special." kata Sasuke dengan nada memaksa.

" Tutup mata, maksud anda?" Naruto sekarang sudah mulai ngeri dekat-dekat dengan Sasuke mulai gelisah.

Sasuke makin mendekat ke arah Naruto yang masih berdiri di depan meja kerjanya, " Ayolah tutup matamu, ada hadiah."

" Ta..ta..tapi." Naruto sekarang mulai mundur beberapa langkah begitu melihat Sasuke mendekat.

" Tutup saja, atau akan kusekap di sini?" Sasuke mengancam.

' Apa disekap??' Naruto yang bodoh percaya saja. Mana mungkin Sasuke menyekapnya , bisa ribut nanti.

" Ba..ba..iklah." lalu Naruto memejamkan matanya dengan rasa takut.

Tidak lama kemudian Naruto merasa ada yang menyentuh hidungnya pelan dan nafas hangat di telinganya lalu Sasuke membisikan sesuatu, " Hei, akan kubuat kau menikmatinya, manis", nafas hangat dan sentuhan di hidung menghilang lalu disusul dengan rasa nyeri di bagian hidung dan hangat keluar dari lubang hidungnya, Sasuke meninju hidung Naruto.

" Aduuh, apa maksud anda?" Naruto kaget lalu dengan cepat mengelap hidungnya yang berdarah.

" Maksudnya untuk balas dendam." jelas Sasuke singkat lalu merapikan gulungan kertas yang ada di meja kerjanya.

" Balas dendam? Saya salah apa pada anda?" Naruto yang sekarang mulai terlihat kesal.

" Kau ini memang bodoh begitu saja tidak ingat." ujar Sasuke dengan nada mengejek lalu duduk di kursi dan menyeruput tehnya.

" Bodoh !! apalagi maksudmu, hah??" Naruto sekarang tidak bersikap sopan lagi melainkan kembali kesikap aslinya.

" Iya, kau tidak ingat kalau kau pernah meninjuku juga sampai hidungku berdarah." lalu Sasuke kembali fokus di depan layar komputer.

" Meninjumu !! Kapan? Aku saja baru bertemu dengan kau sekarang !!" Naruto yang sekarang berposisi di depan komputer Sasuke.

Sasuke menengadah dan berkata, " Pernah kau ingat ada seseorang yang kau tinju ?"

" Pernah, tapi bukan kau !!" Naruto menatap Sasuke lekat-lekat.

" Tahu dari mana orang itu bukan aku ?" tanya Sasuke santai.

" Eh? " Naruto masih belum mengerti apa yang dikatakan Sasuke.

" Aku orang yang kau tinju artinya aku adalah orang yang menyerempetmu, idiot!" Sasuke yang capek buat teka-teki agar perjumpaannya persis seperti yang di suatu film memakai dialog yang sukar dipahami tapi dia sedang berbicara dengan orang bodoh jadi percuma juga.

" Jadi, kau yang waktu itu ?" Naruto baru paham sekarang.

Sasuke tidak menjawab hanya menatap Naruto dengan pandangan capek.

" Hoaa… kurang ajar kau! Akan kubalas pukulanmu tadi." tidak menunggu lama pipi kiri Sasuke bengkak.

" Hei, kau memukulku lagi? Harusnya impas dong!" hardik Sasuke sambil mengelus pipi kirinya yang sudah bengkak.

" Hah, masa bodoh, kau yang memulai duluan waktu itu." Naruto yang masih menatap Sasuke dengan tatapan benci.

" Cih! Sial kau, bodoh!" Sasuke menggerutu tidak jelas.

" Waktu aku meninjumu di tempat kejadian dompetku hilang." Naruto makin jengkel. Padahal soal dompet jatuh itu bukan salah Sasuke.

" Padahal, kalau kau menerima uangku dan pergi masalahnya pasti akan tidak seperti ini." Sasuke yang masih meringis kesakitan.

" Siapa yang mau menerima uangmu itu, kau ini merendahkanku saja." Naruto ingin meninju Sasuke lagi.

" Hah, kau ingin dompetmu kembali?" tanya Sasuke.

" Tentu saja, tapi mana mungkin?" Naruto sekarang sudah lebih tenang.

Sasuke memukul pipi kiri Naruto lalu mengambil dompet itu dan melemparnya dengan kasar ke arah Naruto yang terlempar ke dinding.

" Sialan kau! " Naruto yang hendak memukul Sasuke tapi tangannya di tahan oleh Sasuke.

" Berhenti menggangguku, kau cepat pergi sana." usir Sasuke.

" Ah, sombong sekali kau!!" dengan cepat kaki Naruto menendang perut Sasuke.

" Bodoh kau, sakit!" lalu Sasuke memukulnya dibagian perut menggunakan tangan kanan karena tangan kirinya menahan tangan Naruto yang hendak memukulnya tadi.

Naruto membalas dengan pukulan di dada kiri Sasuke dan pukulan itu sangat keras, Sasuke merasa sakit sekali, tentu saja karena Naruto memukulnya di bagian jantung. Sasuke tetap membalasnya dengan menyikutnya berkali-kali di bagian perut Naruto. Naruto juga tidak mau kalah ia memukuli kepala Sasuke terus menerus dengan tangan kirinya karena tangan kanannya masih ditahan oleh Sasuke. Perekelahian itu tentu menimbulkan suara gaduh sehingga Neji dari ruangan sebelah masuk lalu melerai mereka berdua.

" Cukup, cukup." Neji melerai mereka dan untungnya hanya perlu beberapa detik mereka berhenti. Keadaan mereka sangat parah sekali, mulai dari memar di sekujur tubuh sampai darah di sekitar wajah.

" Maaf, tuan Neji." lalu Naruto segera pergi dari ruangan Sasuke tapi di tahan Neji.

" Jangan pergi, jelaskan dulu apa yang terjadi?" tanya Neji dengan nada kesal.

" Tidak perlu dijelaskan, biarkan dia pergi Neji." Sasuke yang muak melihat Naruto.

Naruto langsung saja pergi dari ruangan dan berjalan di sertai tatapan heran dari para karyawan lainnya.

Flashback End

" Waah, kau bisa-bisanya berkelahi dengan Sasuke itu yaa." Lee tertawa.

" Kau ini bukannya prihatin aku luka-luka seperti ini tapi ikut senang juga tidak apa-apa kan aku sudah menemukan dompetku nanti setelah aku pulang akan aku kirimkan ke ayahku di desa." Naruto kembali senang.

" Sini, biar aku obati lukamu." Lee mendekati Naruto dan mengompres luka Naruto.

Ruangan Sasuke setelah perkelahian

" Kenapa kau berkelahi dengannya, Sasuke?" kata Neji yang sekarang duduk di sofa ruangan Sasuke sambil membuka baju Sasuke.

" Haah, karena dia itu orang yang kuserempet waktu itu. Ingat tidak?" kata Sasuke di sebelahnya sambil meringis kesakitan pada saat Neji menyentuh dada sebelah kirinya.

" Oh, aku ingat. Sasuke dada kirimu sakit apa perlu kita ke rumah sakit sekarang, ini berbahaya." Tawar Neji.

" Tidak perlu, ini hanya memar kau kompres saja dengan air dingin juga akan sembuh." tolak Sasuke.

" Aku mencemaskanmu Sasuke ayolah kita ke rumah sakit untuk memeriksa luka ini ", lalu tangan Neji bergerak pelan dari dada Sasuke menuju ke arah pipi kiri Sasuke yang bengak dan mengelusnya, " Ini juga sakit ?"

Sasuke merintih kesakitan," Iya, bagian itu juga."

" Aku lihat dia juga memukul kepalamu, apa di bagian itu sakit juga?" tanya Neji khawatir.

" Hm… ya, sedikit tidak terlalu sakit." jelas Sasuke.

Neji mulai meletakan handuk dingin di dada kiri Sasuke dan menyuruh Sasuke merebahkan dirinya di sofa," Kau rebahkan dirimu saja." Sasuke menurutinya.

" Ini handuk dingin sekali." kata Sasuke sambil melihat ke dadanya.

Neji meraba handuk itu," Sudahlah, biarkan saja biar cepat sembuh."

Lalu Neji mengambil handuk dengan ukuran kecil dan di dalamnya ada es batu lalu di usapkan ke pipi kiri Sasuke. Sasuke menahan sakit, " Sasuke, harusnya kau minta maaf pada anak yang bernama Naruto itu."

" Namanya Naruto?" Sasuke heran.

" Iya, kau belum kenal?" tanya Neji sambil terus menempelkan es batu yang di balut oleh handuk kecil ke pipi kiri Sasuke,

" Aku belum tahu namanya. Tadi kau bilang minta maaf?" kata Sasuke dengan nada mengabaikan.

" Jangan begitu, waktu itu kau yang salah harusnya kau yang minta maaf." Nasehat Neji seperti ayah sedang memberitahu bahwa itu tidak baik kepada anak laki-lakinya yang masih berusia Sembilan tahun.

" Dia meninjuku duluan jadi hari ini aku membalasnya." kata Sasuke membela dirinya sendiri.

" Waktu itu kau sudah mengatakan hal yang membuat hatinya sakit, jadi lebih baik kau minta maaf saja." ujar Neji tenang.

" Hah, aku tidak peduli." kata Sasuke masa bodoh.

" Dasar anak TK." Neji menggumam.

" Apa kau bilang?" Sasuke yang kurang jelas dengan kata Neji tadi bertanya.

" Ah, bukan apa-apa." kata Neji kaget.

Jam makan malam

" Ada apa Bu direktur tiba-tiba mengajak kita makan malam?" tanya Sasuke kepada Tsunade.

" Tidak ada apa-apa hanya ingin ngobrol-ngobrol karena akhir-akhir ini kita jarang makan siang bersama." jelas Tsunade kepada kelima rekan bisnisnya.

" Iya, juga, aku jadi jarang melihat anda semua karena memang kita sangat sibuk." ujar Sakura Haruno.

" Ya, ya, ya kita makan-makan saja disini aku yang bayar. Aku senang perusahaanku bisa berjalan dengan baik, terima kasih. Sasuke Uchiha dan Sabaku no Gaara terima kasih berkat anda berdua PT. Multicom Intermitra bisa sukses sampai seperti ini. Sakura Haruno dan Nara Shikamaru terima kasih berkat anda PT Multipanel bisa menjadi seperti ini. Terima kasih untuk Neji Hyuuga karena anda PT Wahanakarsa bisa begitu besar dan juga terima kasih bisa datang kemari, padahal perusahaan itu ada di Pekanbaru." kata Tsunade selaku orang yang mendirikan perusahaan ini bersama Sasuke, Gaara, Sakura, Shikamaru, dan Neji.

" Ah, ya sama-sama." kata Sasuke singkat.

" Sama-sama, saya juga senang bisa bekerja sama dengan anda." ujar Sakura sopan.

" Sama-sama Bu direktur." kata Neji.

" Kita mulai acara makan-makannya malam ini. Mari silahkan." tawar Tsunade.

" Sasuke, aku dengar dari Neji bahwa orang yang kau serempet itu jadi office boy di kantormu dan tadi siang kau berkelahi dengannya, ya tidak?" Shikamaru penasaraan.

" Iya, benar-benar keterlaluan." kata Sasuke dengan muka kesal begitu mengingat kejadian tadi siang.

" Apa Gaara tau tentang kejadian ini?" tanya Shikamaru.

" Tidak, untuk apa aku memberitahunya tidak penting." jawab Sasuke, lalu N 71 Shikamaru bergetar.

" Siapa?" tanya Sasuke.

" Klien dari Perancis." lalu Shikamaru meninggalkan ruangan dan melanjutkan acara telephonenya.

Sasuke hanya diam saja, ia melihat Tsunade dan Sakura begitu akrab Neji dan Gaara sedang sibuk membicarakan bisnis tapi ia tidak tertarik pikirannya masih kacau balau tentang yang tadi siang dia masih terus memikirkan Naruto dan juga perkataan Neji. Dia masih bingung apa dia harus meminta maaf atau acuhkan saja si Naruto itu. Sasuke menganggap Naruto itu bodoh, aneh, dan menyebalkan, tapi hal itu membuat Sasuke ingin mencari sisi positif dari Naruto, dia bingung apa benar ada orang yang hanya mempunyai sisi buruk saja harusnya ada positifnya tapi Sasuke tidak bisa melihat sisi positif itu dalam diri Naruto. Dia harus cari tahu apa sisi positif dari Naruto.

Chapter Three Finish


Nama PTnya itu beneran ada lho! cari aja di google pasti ada..heehhe, apalagi yang Wahanakarsa itu udah ada websitenya. Yang masih butut itu multipanel, itu pabrik sih.

Oh iya untuk yang muslim saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf Lahir dan Batin. X-tee juga minta maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung...

So, review?

P.S: kalau nulis kearah itu yang bener ke arah atau kearah? terus kalau tuan itu 't'nya huruf capital atau huruf kecil? yang tau mohon dijawab iya... thx