Nama Heartless saya ambil dari Kingdom Hearts (sebenarnya tanpa sengaja sih… karena ingatnya itu -_- )

Konsepnya memang mirip Bleach

Trus… jurus Arthur di sini ada yang saya ambil dari game Ragnarok Online

The Guardians

Chapter 3

Disclaimer: Hetalia Axis Powers © Hidekaz Himaruya

Kesimpulannya hanya satu. The Guardians harus bisa mempelajari perubahan Heartless ini sambil tetap menjalankan tugas melenyapkan mereka. Pertemuan dibubarkan setelah pembicaraan melenceng dari topik.

Arthur dan Francis bertengkar hebat. Yao dan Kiku makan mie ayam yang dipesan Nesia dari tukang mie yang lewat di depan gedung pertemuan (malam-malam masih saja ada yang berjualan mie ayam?). Setelah bertengkar, Francis pergi untuk…mandi sebagai kewajiban untuk menjaga tubuhnya yang indah –menurutnya. Arthur pun berdebat dengan Alfred yang asyik makan burger sambil mengoceh tak jelas. Ludwig menutup telinganya, siap untuk membentak kapan saja. Feliciano membuat pasta di pojok ruangan sambil bersuara aneh (?). Dan Ivan mengamati mereka semua dengan senyum misteriusnya.

Aah…begitulah. Jam pun menunjukkan pukul sembilan malam dan Nesia masuk ke ruangan, mengatakan bahwa gedung akan ditutup karena seluruh karyawan telah pulang. Mereka segera keluar sebelum pintu dikunci rapat dan mereka harus bermalam di dalamnya.

Feliciano kembali ke hotel bersama Ludwig sambil terus berdekatan manja pada pria Jerman itu. Alfred kembali ke hotel dengan helikopternya yang diparkir di atas gedung (Hei kalau dia naik helikopter, kenapa tadi ia terlambat?). Ivan…tak ada yang melihat bagaimana ia pulang. Tiba-tiba saja ia sudah hilang. Francis…sepertinya ia satu-satunya anggota yang sial karena ia belum keluar dari kamar mandi hingga pintu keluar dikunci oleh petugas. Oke, terpaksa ia bermalam di dalam sana. Yao mampir ke rumah Nesia karena tetangga Nesia ada yang sedang sakit parah. Sedangkan Arthur tengah berjalan bersama Kiku.

"Maaf aku tak tahu tentang Heartless tadi," kata Arthur. "Kalau tahu kalian diserang, aku pasti akan mengajak yang lain untuk ke sana."

"Tidak apa-apa Arthur-san," sahut Kiku. "Mereka tidak terlalu kuat."

"Hm… Tapi Alfred benar. Heartless itu semakin lama semakin tak terduga. Sebulan lalu mereka masih sama seperti sebelumnya. Hanya berwujud seukuran manusia biasa, tanpa sayap dan muncul satu persatu dengan waktu yang sesuai dengan peringatan dari pusat. Tapi setelah itu memang aneh. Kadang mereka muncul lebih cepat atau lebih lambat dengan wujud tak terduga," kata Arthur.

Kiku mengangguk. "Kali ini mereka muncul dalam jumlah banyak," katanya.

"Aku kuatir ini adalah tanda bahwa Heartless juga bisa muncul dengan kekuatan yang lebih besar dari ini," kata Arthur lagi. "Kita benar-benar harus waspada."

"Pasti," sahut Kiku singkat.

Setelah itu Arthur pun terdiam. Mereka terus berjalan dalam kebisuan. Sesekali dilihatnya Kiku, tapi dengan cepat dipalingkannya wajahnya lagi. Ada sesuatu yang ingin Arthur katakan. Tapi kata-kata itu tertahan… Keduanya terus membisu hingga mereka tiba di sebuah persimpangan jalan.

"Oke, sampai jumpa, Arthur-san!" kata Kiku. "Tempat saya menginap ke arah sana sedangkan tempat Anda menginap di arah depan sini bukan?"

"O…oh iya," sahut Arthur. Ia menoleh pada Kiku. "Hm..tapi jarang kita bisa berkumpul dan bertemu begini.. Biasanya kita selalu sibuk di negara masing-masing. Ng… kupikir… aku ingin menghabiskan waktu bersama-sama…"

"Jangan sekarang Arthur-san. Ini sudah malam," jawab Kiku cepat.

"Ng… Tentu saja bukan sekarang! Maksudku besok. Kau baru pulang ke Jepang lusa bukan? Aku juga masih ingin berjalan-jalan di sini. Bagaimana kalau besok kita jalan bersama? Sebentar saja, kalau kau tak sibuk," kata Arthur.

Kiku tersenyum. "Baiklah. Besok kita akan bertemu di sini pukul tiga sore," sahutnya.

"Oke, sampai besok ya!" kata Arthur senang.

"Sampai besok, Arthur-san!" sahut Kiku.

Setelah itu mereka pun berpisah di persimpangan jalan itu.

Langkah demi langkah Arthur lewati hingga Kiku tak tampak lagi. Lalu… "Yeeess!" Arthur pun berteriak kegirangan. Ia benar-benar senang mendengar kata-kata Kiku.

Dulu, sewaktu masih menjalani pelatihan menjadi anggota resmi The Guardians, mereka selalu bersama-sama. Keduanya adalah sahabat yang nyaris tak terpisahkan. Tapi setelah menjadi anggota resmi, ia dan Kiku kembali ke negaranya masing-masing dan jadi jarang bertemu. Apalagi bisa jalan-jalan bersenang-senang berdua…

Se…sebentar. Pelatihan? Anggota resmi? Apa maksudnya ini?

Ng… mari saya jelaskan lagi dari awal. Tersebutlah Heartles, makhluk yang muncul berpuluh-puluh tahun yang lalu, terbentuk dari energi negatif manusia. Makhluk ini mengganggu ketentraman manusia dan sangat berbahaya. Untuk itu negara-negara besar sepakat untuk membuat organisasi rahasia. Dan dibentuklah The Guardians.

Setiap negara di dunia ini, kecil atau besar, diperbolehkan mengirim satu wakilnya untuk menjadi anggota. Mereka diberi pelatihan oleh para atasan. Ada juga yang telah mempunyai kekuatan unik sejak lahirnya seperti Yao. Organisasi tinggal mengarahkan dan membimbingnya agar dapat menggunakan kekuatan itu dengan baik.

Setelah lulus dari pelatihan, mereka semua resmi menjadi anggota. Dari semua anggota itu, beberapa orang berbakat menjalani pelatihan lagi. Orang-orang terpilih inilah yang menjadi ujung tombak organisasi, yang bertugas untuk membasmi para Heartless. Mereka adalah Alfred, Arthur, Kiku, Yao, Ivan, Ludwig, Feliciano dan Francis. Sementara itu Nesia, dan banyak orang lainnya termasuk Romano, saudara dari Feliciano ada di posisi anggota biasa. Tugas mereka…seperti yang pernah kita bahas, mereka mensupport anggota inti The Guardians seperti Nesia yang saat ini mempersiapkan banyak hal untuk pertemuan mereka.

Di luar pertemuan, memang anggota The Guardians jarang bertemu. Mereka akan sibuk di negara masing-masing. Kalaupun bertemu, pasti dalam sebuah misi besar dan pastinya tak akan sempat bersenang-senang.

Karena itu Arthur sangat senang mendapat kesempata langka seperti ini. Siapapun yang merencanakan pertemuan bodoh ini, Arthur sangat berterima kasih sekali padanya karena walau ia sempat marah-marah, ia bisa bersama-sama dengan sahabatnya lagi.

Dengan riang Arthur pun melangkahkan kaki kembali ke hotel, tak sabar menunggu hari esok. Ia ingin segera tidur dan langsung tiba di hari esok dengan gembira.

Dan…

'Pip pip pi…'

Handphone milik Arthur berbunyi.

"Sial, tidurnya harus ditunda dulu nih!" gerutunya. Ia meraih handphonenya. Seperti yang ia duga, pusat mengirimkan pesan padanya. Heartles akan segera datang.

Setiap anggota The Guardians memiliki ringtone khusus di handphonenya jika mendapat pesan dari pusat. Mereka juga dilengkapi GPS, karena itu para pengamat Heartless bisa mengirimkan pesan berupa kapan dan dimana tepatnya Heartless akan muncul dan mengirimkannya pada orang terdekat. Pengamat itu membaca kemunculan Heartless dari banyaknya aura negatif yang berkumpul.

"Akan kuselesaikan secepatnya deh!" Arthur menyimpan handphonenya dan meraih sebuah tongkat dari balik jaketnya. Tongkat itu mirip tongkat pesulap,seukuran lengannya, berwarna perak dengan ukiran di sekelilingnya. Arthur pun siap menanti kedatangan sang Heartless.

Tak lama kemudian asap hitam berkumpul di dekatnya. Dan Heartless berwujud harimau mengaum dengan ganasnya.

"Lagi-lagi bentuk aneh," kata Arthur. "Tapi sudahlah, aku akan membereskanmu sekarang juga!"

Ia mengangkat tongkatnya. Heartless itu melihatnya dan maju menerjang.

"Ice Wall!" Arthur berseru kencang.

Tiba-tiba muncullah tembok es yang mengelilingi makhluk itu, membuat gerakannya terhenti dan tak bisa kemana-mana lagi.

"Thunder Rain!" Arthur berseru lagi. Kali ini petir-petir turun dari udara dan menghujani sang Heartless. Terdengar suara auman yang keras dan Heartless itu lenyap tanpa bekas.

"Beres!" kata Arthur senang.

Ia hendak menyimpan tongkatnya, tapi ia terhenti. Aura jahat di sekitarnya muncul lagi dalam jumlah banyak!

"…sepertinya belum…"

Heartless demi Heartless berwujud harimau bermunculan di hadapan Arthur.

"Ck…lihat saja Heartless-Heartless sialan!" gerutu arthur. "Akan kukirim kalian ke neraka!"

Kawanan Heartless itu menyerang. Arthur segera menggunakan sihir pertahanan dan menciptakan barrier di sekelilingnya. Ia membisikkan mantera lagi dan mengacungkan tongkatnya.

"Earth Spike!" serunya.

Tiba-tiba tanah yang dipijak oleh para Heartless itu terangkat secara acak dan berubah menjadi batu keras yang tajam. Beberapa dari mereka melompat menghindar. Dua dari mereka lenyap karena terkena bebatuan tajam.

"Fire ball!" Arthur kali ini menyerang dengan bola api. Beberapa Heartless lenyap terbakar disertai suara raungan yang keras.

Tak cukup untuk menumbangkan seluruh Heartless, Arthur melepaskan jurus lain. "Stone Cursed!"

Sedetik kemudian para Heartless itu tak bisa lagi bergerak. Tubuh mereka terasa kaku seperti batu.

"Serangan terakhir…" Arthur tersenyum penuh kemenangan. "Black hole…"

Tak lama kemudian muncullah sesautu berwarna hitam berukuran kecil di tengah-tengah para Heartless itu.

Arthur berkonsentrasi penuh. Ia tak boleh salah dan harus menjaga kekuatannya…Karena tak lama kemudian Black hole itu menghisap seluruh Heartless yang ada, termasuk debu, dedaunan dan sampah di sekitar mereka. Semuanya lenyap, ditelan medan magnet yang sangat kuat. Black hole itu juga lenyap setelah menyelesaikan tugasnya.

"Huff..sepertinya kali ini benar-benar sudah beres!" kata Arthur sambil menyimpan tongkatnya. "Sudah lama juga aku tak bersenang-senang begini. Biasanya cukup satu atau dua serangan saja sudah selesai."

Ia pun kembali melangkah menuju hotel. "Sudahlah," pikirnya. "Yang penting sekarang…tidur dan siap menyambut hari esok~"

Ia berlalu dengan riang.

Sementara itu, tepat di langit…

Sebuah helikopter berputar-putar di tempat. Ada dua orang di dalamnya. Satu orang sang pengemudi helikopter dan seorang lagi…pria Amerika berkacamata…Alfred.

"Sepertinya sudah beres," gumam Alfred sambil melihat laptop di pangkuannya. "Kalau begitu, aman."

Alfred memerintahkan sang pengemudi untuk kembali ke hotel tempatnya menginap. "Bodohnya aku, apa yang kupikirkan ya?" kata Alfred dalam hati lagi. "Seharusnya…aku tak perlu menguatirkannya seperti ini kan? Hahaha…"

Malam pun semakin larut. Esok yang penuh kejutan akan segera datang

TO BE CONTINUED