4. TAHUN-HUTAN-HANTU

Byakuya dan Renji kebagian jatah patroli Rukongai untuk malam tahun baru. Mereka menyusuri jalanan Rukongai sampai hutan di perbatasan Rukongai. Namun sejak memasuki hutan, Byakuya merasakan sesuatu yang aneh. Langkah Renji begitu gemeteran.

"Renji, ada apa?"

Renji yang asik merinding disko terlonjak kaget sampe mau jantungan. "Eee...sejak kecil aku dikasih tahu kalau hutan ini ada hantunya..."

Byakuya mendesah panjang mendengar pengakuan Renji. Ada-ada saja, Renji yang sebagai fukutaichounya takut hantu. Tapi kenyataan itu membuatnya sedikit tergelitik untuk tertawa. Untungnya dia tak sampai tertawa beneran. "Renji, tidak ada yang namanya hantu. Kalaupun ada, mungkin itu hanya Hollow."

"S..sumpah Taichou! Itu bukan Hollow! Itu..." tiba-tiba dia melihat seorang wanita di tengah hutan. "AAAARRGH! ITU HANTUNYA!"

Tanpa pikir panjang Renji langsung menyambar Byakuya dan membenamkan wajahnya di bahu taichounya. Byakuya begitu terkejut melihat kelakuan Renji. Dia dapat merasakan badan Renji gemetaran melawan bahunya. Apa dia sampai setakut itu? Pikir Byakuya.

"Selama dia menjadi tenang, ini bukan masalah..." desah Byakuya sambil mendekati wanita 'hantu' itu, dengan Renji yang masih ketakutan di bahunya.

"Maaf nona, ini sudah gelap. Sebaiknya anda..."

Wanita itu pun berbalik menghadap Byakuya.

Matanya sudah copot dan masih bergantung dengan uratnya. Kulit wajahnya mengelupas memamerkan daging yang berdarah. Di dadanya tak ada lubang. Daging di tangannya sudah terkoyak hingga tulangnya menyeruak terlihat.

"..segera pulang..."

"Ah maaf," kata si hantu itu, "aku sering lupa waktu kalau sudah jalan-jalan." Dia tersenyum menunjukkan giginya yang sudah bolong-bolong, lalu kemudian menghilang di balik gelapnya hutan.

Dan sejak saat itu Byakuya percaya dengan hantu.

5. RUMAH-HARUM-MURAH

Ichigo sedang berkunjung di Kuchiki Mansion. Dia datang kesana bukan apa-apa tapi karena dipaggil oleh Byakuya untuk 'mendiskusikan' sesuatu yang penting. Nah, dalam kosakata Ichigo, 'mendiskusikan' sesuatu bersama Byakuya pasti melibatkan Senbonzakura. Tapi bukan Ichigo namanya kalo dia tidak siap menerima hal seperti itu.

Karena Kuchiki Mansion terlalu besar, Ichigo harus dipandu Rukia agar nggak nyasar kesana-kemari.

"Hei Rukia, kok rumahmu wangi banget ya? Dari gerbang ampe koridor baunya masih ada lho!" tanya Ichigo masih mengekor Rukia.

"Hmm, bagus kan?" jawab Rukia tanpa menghentikan langkahnya.

"Wangi sakuranya tahan banget ! Kalian pake pengharum ruangan apa sih? Mahal gak?"

"Gak mahal kok! Gratis malah!"

Ichigo mengangkat alisnya terkejut. "Oya? Apaan tuh?'

"Senbonzakura Nii-sama!"

GUBRAAK!

6. KAMU-MUKA-MUAK

"Hei Toushirou!" Seru Ichigo yang tiba-tiba nongol di jendela barak Divisi 10.

"KUROSAKI! NGAP AIN KAMU DISINI!"

"Lho, gimana sih? Bukannya kamu yang nyuruh..."

"UDAH SANA PERGI GAK! MUAK TAU NGELIAT MUKAMU!" teriak Hitsugaya mengalahkan suara 5 juta vuvuzela yang ditiap sekaligus. Kemudian si kapten cebol ubanan itu *dijadiin es krim ama Hitsugaya* beranjak dari kantornya sambil membanting keras pintunya.

Ichigo cuma asik bersweat-drop ria sambil ngusrek-ngusrek rambutnya. "Kenapa sih tuh orang?"

"Ah, tumben kamu main ke sini Ichigo!" sapa Rangiku yang asik makan kue di sofa.

"Oh, Rangiku-san, aku kesini bawa titipan semangka si Toushirou," jawab Ichigo sambil masuk lewat jendela *gak sopan!*, "Oya, emang ada apa dengan si Toushirou, kenapa tiba-tiba sewot gitu? Tau kaya gitu harusnya ga kubawain aja! Apa dia lagi PMS ya?"

"Oh, soal itu..." gumam Rangiku sambil asik nguyah kue, "tadi Taichou gak sengaja minum ramuan dari Divisi 12, lalu tiba-tiba Hitsugaya-taichou jadi gampang marah terus bilang dia muak ngeliat muka mereka setiap ketemu orang lain."

Ichigo cuma manggut-manggut mendengar penjelasan Rangiku. "Eh, tadi Toushirou mau kemana?"

"Hitsugaya-taichou pergi ke Divisi 1, mau ngasih laporan misi untuk Soutaichou."

Mereka saling pandang. Mereka lupa bahwa keadaan Hitsugaya sekarang sangat tidak pas untuk bertemu Soutaichou. Tapi mereka sudah terlambat untuk menyelamatkan Hitsugaya...

Di Barak Divisi 1...

Hitsugaya menghadap Soutaichou dengan muka awut-awutan. Dari tadi dia mendengus kaya banteng mau beranak(?).

"Hitsugaya-taichou," panggil Soutaichou, "tolong laporkan hasil misi..."

"BERISIK!" potong Hitsugaya cepat, "NGAPAIN KAMU MANGGIL-MANGGIL AKU KESINI HAH, KAKEK-KAKEK PEYOT! AKU MUAK TAU NGELIAT MUKAMU!"

Hitsugaya tak tau bahwa dia mempercepat kiamat di dunia dengan mencairkan es pegunungan Himalaya, Kutub Utara dan Selatan, dan membiarkan permukaan air laut di dunia naik 12 meter.

7. SUKAR-KASUR-RUSAK

Kon baru saja diberi alat aneh oleh Urahara. Daripada 'diberi', mungkin lebih tepatnya dia diancam akan dijadikan koleksi permanen boneka Yuzu jika dia menolaknya. Daripada meregang nyawa menjadi koleksi boneka, akhirnya Kon menerima alat itu.

"Dia bilang ini alat yang akan membuatku dapat memikat cewek-cewek seksi," gumamanya sambil melihat-lihat alat itu. Dia sedikit curiga karena Urahara itu terkenal nggak pernah bener.

Gunakan alat ini di kasur dan bergulinglah di sebuah kasur sambil berpikir mesum, Kon berusaha mengingat-ngingat intruksi Urahara, tapi alat ini sedikit sukar digunakan. Berhati-hatilah agar tidak membakar dirimu sendiri!

Kon merinding mengingat kalimat terakhir Urahara. Mungkin memang sebaiknya dia menjadi boneka koleksi permanen daripada mempertaruhkan nyawanya.

"Tapi sebagai lelaki sejati, aku tak boleh melewatkan kesempatan menarik cewek seksi walau nyawa taruhannya!" seru Kon berapai-api diiringi oleh BGM Keong Racun(?). Dengan semangat 100 SM, dia melompat kekasur Ichigo masih memeluk benda aneh itu sambil berpikir mesum. Mulai dari Rukia nari striptease, Orihime pake bikini sampe Rangiku yang satu-persatu nyopot kancing seragamnya.

Kemudian dia berguling-guling bagai kambing guling lalu menekan tombol mesin aneh itu dan...

BUUUMMM!

Kon masih berguling-guling di kasur Ichigo dalam keadaan gosong.

"Urahara sialan..."

Kemudian Ichigo masuk ke kamarnya dan melihat kasurnya sudah gosong. Aura pembunuh langsung menguar darinya. "Kon, kau sudah merusakkan kasurku..."

"Tunggu, biar aku jelaskan...GYAAAAA!"

Tinggal menghitung detik sebelum Kon menjadi tumpukan busa dan kapas...