Please Don't Leave Me

.

.

Second FF by : SooLASy Do

Inspired by : Don't say Goodbye - DAVICHI

.

.

Cast :

Do Kyungsoo & Kim Jongin, Slight Kris & Baekhyun

Rated : T

Genre :

Hurt, Romance, Angst.

Lenght : Vignette

Tissue Warning! Yaoi. BL. Slash. Established Romance (KaiBaek)

Summery : Kim Jongin, seorang mahasiswa astronomi yang setia menunggu kekasihnya yang menghilang. Setiap malam mengamati rasi bintang, percaya bahwa langit yang membawa kekasihnya dan berharap langit akan mengembalikan kekasihnya. Hingga ia menemukan seseorang dalam trashbag di halaman rumahnya.

.

.

.

Let's Play Begin~

.

.

Author POV

.

Tiga minggu sudah, Jongin lewati hari-harinya bersama Kyungsoo. Kebersamaanya itu, membuatnya mulai mengetahui semua kebiasaan Kyungsoo. Mulai dari Kyungsoo yang hobi memasak dan tak tahan dengan hal-hal kotor disekitar—membuatnya langsung membersihkannya—sampai pada Kyungsoo yang sangat menyukai pororo hingga ia tak mau tertinggal menonton seseries pun.

Bahkan Jongin sudah hapal dengan berbagai ekspresi Kyungsoo. Seakan ia sudah membuat kamus khusus dalam ingatannya.

Kyungsoo yang menggigit bibirnya ketika ia ketakutan atau merasa ragu, Kyungsoo yang akan mengerutkan dahi ketika ia kebingungan, Kyungsoo yang membulatkan matanya ketika ia terkejut, dan Kyungsoo yang akan merona ketika digoda olehnya akan terlihat sangat manis di mata Jongin.

Jongin juga mulai terbiasa dengan Kyungsoo yang tidak—enggan—bersuara. Jongin tak tahu kenapa Kyungsoo seperti itu.

Apa Kyungsoo bisu?

Entahlah. Jongin tak menghiraukannya. Jongin tak pernah merasa terganggu atau keberatan akan hal itu. Selama Kyungsoo masih tersenyum disisinya itu sudah cukup bagi Jongin.

Ya. Itu sudah cukup, bukan?

.

Kyungsoo tengah duduk sambil berkutat menggoreskan pensil pada sketchbook nya. Matanya terfokus pada sebuah gambar yang sudah mulai terlukis dengan jelas. Sosok yang dikaguminya tampak terlihat sangat tampan dalam skestanya. 'Ah, tidak! Tentu saja wujud aslinya jauh lebih tampan', pikir Kyungsoo. Wajahnya menampakkan kepuasaan melihat hasil karyanya.

Sampai Jongin tiba-tiba datang menghampirinya."Sedang apa?"

Kyungsoo dengan cepat menyembunyikan Sketchbook nya di belakang punggung kecilnya, namun terlambat Jongin telah melihat kegiatannya sebelumnya.

"Apa yang kau gambar, eoh?" Jongin kembali bertanya sambil melirik Sketchbook yang di sembunyikan Kyungsoo. Kyungsoo menggeleng panik. Ia mundur perlahan ketika Jongin mulai semakin mendekatinya.

"Ya! Kau membuatku penasaran. Soo-ya,, aku ingin lihat. Berikan padaku!" Jongin semakin mendekatinya dan mengulurkan tangannya untuk mengambil Sketchbook itu dari tangan Kyungsoo yang terus menerus menghindar.

Dan sesi kejar-kejaran pun terjadi. Mereka terlihat sangat bahagia.

Bahkan mereka tak menyadari seseorang yang memerhatikan mereka, dengan seringaian yang tersungging di wajah tampannya.

"I'll get you."

.


XO_LA


.

Jongin tampak terlelap di tempat kerjanya. Kepalanya terbaring di atas lengannya yang terkulai di atas meja. Laptopnya masih dalam keadaan menyala. Sepertinya ia terlalu kelelahan setelah mengerjakan tugas Kuliahnya.

Kyungsoo yang melihat Jongin seperti itu tersenyum. Namja manis itu membawa sebuah selimut dan menyampirkannya pada tubuh Jongin agar namja tan itu tak kedinginan.

Sesuatu di atas meja menarik perhatiannya. Sebuah album foto yang tergeletak dalam keadaan terbuka. Ia pun mengambilnya, melihat foto-foto yang tertempel disana yang hanya menampilkan seorang dalam sana.

Ia tak mengenal orang itu, selama ini ia tak pernah melihatnya. Seorang namja cantik yang berperawakan mungil—sepertinya—berlatarkan tumbuhan ilalang, membuatnya tertegun. Ya. Tempat yang sebelumnya pernah ia datangi bersama Jongin ketika namja Tan itu mengajaknya kesana.

Kyungsoo tak tahu hubungan apa yang terjalin pada namja cantik dalam foto dengan Jongin. Sampai ia melihat sebuah foto—yang berukuran lebih besar dari yang lainnya—menampilkan Jongin dan namja cantik itu sedang berpelukan mesra.

Tiba-tiba dalam dadanya berdenyut nyeri. Seperti ada sesuatu yang menekan tepat di ulu hatinya. Membuatnya refleks menyentuh bagian itu. Mencoba meredam rasa nyeri di hatinya. Wajahnya memanas, namun berbeda dengan panas menyenangkan ketika Jongin menggodanya. Panas ini membuat matanya terasa berat dan perih.

Rasa yang baru dirasakannya pertama kali, rasa yang tumbuh secara perlahan pada namja yang dikaguminya, tak menyangka akan menimbulkan efek separah ini. Dia tak mengerti.

Apa ini yang disebut patah hati?

.


XO_LA


.

Jongin tak tahu apa yang terjadi pada Kyungsoo sebelumnya. Tapi kali ini Kyungsoo benar-benar sangat manja padanya. Namja manis itu tak ingin terjauh dengannya sedikitpun. Sama seperti kali ini. Mereka sedang mengamati langit di halaman belakang rumahnya. Terduduk berdua pada sebuah bangku panjang, dengan Kyungsoo yang menempel erat disebelahnya.

Tangan mungilnya terlingkar sempurna pada lengan Jongin, sedangkan kepalanya bersandar pada bahu lebar Jongin.

Kyungsoo memang terdiam, tapi matanya memancarkan sesuatu. Matanya menggambarkan perasaannya saat ini. Entahlah, seperti perasaan takut dan khawatir akan Jongin.

Ia merasakan firasat yang buruk, yang membuatnya tak ingin jauh dari namja Tan disampingnya ini.

.


XO_LA


.

Pagi yang cerah untuk memulai hari. Begitu juga dengan Kyungsoo dan Jongin yang memulai hari ini dengan bersantai. Jongin yang sedang membersihkan teleskopnya dan Kyungsoo yang duduk disofa sembari membaca buku.

[5 tahun lalu, seorang namja muda yang menghilang kini muncul kembali]

Televisi di belakangnya dibiarkan menyala, ketika saat itu TV sedang menampilkan sebuah berita yang tak diperdulikannya. Ia asyik membaca sambil memakan biskuit.

'Drrrt' Getaran ponsel Jongin terdengar, menandakan sebuah telepon yang masuk. Seketika Kyungsoo menoleh, namun kembali membaca setelah Jongin mengangkatnya.

"Ann—"

"Kenapa kau memungut namja dalam trashbag yang telah kubuang dan membuat situasi semakin buruk?" Jongin tercekat ketika seseorang dari seberang sana mencecarnya dengan pertanyaan.

"Kau siapa?" Wajah Jongin menegang. Ia tiba-tiba merasa sesuatu hal buruk akan terjadi.

"Cukup dengarkan aku." Jongin mengikuti perintah namja misterius di seberang sana. Ia terdiam, menunggu namja itu melanjutkan ucapannya.

"Aku tahu kau memiliki kekasih yang menghilang 5 tahun lalu." Jangin terpaku. Matanya membelalak.

"Aku memiliki kekasihmu. Ayo bertukar. Aku ingin namja itu sekarang."

'piip.' Line teleponpun terputus, menyisakan Jongin yang terlihat sangat shock. Ia menoleh pada Kyungsoo yang masih asyik dengan kegiatannya. Memandang kosong namja itu.

Ia bingung dengan apa yang harus dilakukannya saat ini.

Ia tak menyangka akan diberikan sebuah pilihan yang sangat sulit.

Dia tak punya banyak waktu berpikir, yang harus dia lakukan hanya memilih.

Orang yang baru ia cintai saat ini, atau cinta terdahulunya.

Kyungsoo atau Baekhyun?

.


XO_LA


.

Kyungsoo sangat senang ketika Jongin kembali mengajaknya ke pelataran ilalang. Sudah lama mereka tak kembali kesana. Kyungsoo berjalan dengan riang, mengikuti Jongin yang berjalan mendahuluinya.

Jongin tampak aneh, sejak tadi ia hanya terdiam tanpa berbicara sepatah katapun.

Seketika Kyungsoo terhenti, senyumnya memudar ketika melihat sebuah mobil berhenti tak jauh dihadapannya.

Ia terpaku. Sungguh, ia mengingat semuanya.

Seorang namja tampan dengan tinggi di atas rata-rata keluar dari mobil itu sambil menggandeng seorang namja cantik yang baru-baru ini dilihatnya—dalam foto.

Dia tak menyangka mimpi buruknya terjadi dengan cepat. Ia tahu semua akan terjadi, bahkan lebih buruk dari yang ia pikirkan sebelumnya.

Jongin berbalik ketika menyadari Kyungsoo berhenti mengikutinya. Ia berjalan kembali mendekati Kyungsoo. Ekspresi wajahnya sulit di tebak.

Ia mengulurkan tangannya pada Kyungsoo. "Kajja." Ucapnya datar.

Kyungsoo tersentak. Ia menggeleng keras, "Andwae..." suaranya lirih terdengar dalam pendengaran Jongin.

Jongin terkejut. 'Ia bersuara? Suaranya kah itu?'

Jongin tak menyangka Kyungsoo bisa bersuara.

Ia tak bisu.

Dan suaranya terdengar sangat indah meski terkesan lirih.

Jongin menggeleng kuat. Ia merasa bodoh, karena masih sempat-sempatnya terpesona pada suara namja manis di genggamannya kini.

Namun keputusannya sudah bulat, dan ia tak akan mengubahnya.

Ia menoleh pada kekasihnya yang berada di rangkulan namja mysterius itu. Namja itu nampak melambai ke arah Jongin, seringaiannya tak hilang sedetikpun.

Kekasihnya yang sudah lama dirindukannya, ditunggunya selama bertahun-tahun.

Ya. Baekhyun sudah menunggunya.

Kyungsoo sudah mulai berkaca-kaca, matanya memancarkan permohonan pada Jongin. Ia ingin Jongin menolongnya. Ia tak ingin terpuruk untuk yang kedua kalinya. Meskipun ia tak mengingat sepenuhnya, ia tahu bahwa namja mysterius itu bukanlah orang baik.

Jongin menghela nafas berat, mengambil lengan Kyungsoo untuk mengikutinya.

"Kumohon, Jangan lakukan ini." Kyungsoo kembali berbicara, ia menahan pergerakan Jongin.

"Gajima..." Kyungsoo kembali memohon.

Jongin menatapnya datar. Namja Tan itu kembali mengingat moment-moment kebersamaannya dengan Kyungsoo. Ketika mereka mengamati bintang bersama, bercanda bersama, dan tentu saja sebuah ciuman manis yang tak akan mungkin ia lupakan dengan mudah.

"Gajima..."

Jongin terdiam. Dengan tega ia melepas genggaman Kyungsoo padanya. Berjalan meninggalkan Kyungsoo dan pergi mengambil Baekhyun.

Kyungsoo terhenyak tak percaya. Liquid bening yang sedari tadi ditahannya akhirnya jatuh mengaliri pipi putih—yang kini berubah menjadi kemerahan—nya.

Jongin benar-benar meninggalkannya.

Namja Tan itu berjalan bersama Baekhyun tanpa menoleh padanya sedikitpun.

Dan sungguh hatinya sangat sakit mengetahui itu semua.

Jongin membiarkannya dibawa paksa oleh namja Mysterius itu.

Namja jangkung itu semakin melebarkan seringaian, ia nampak sangat puas. Diangkatnya badan mungil Kyungsoo yang terus meronta, memaksanya untuk masuk ke dalam mobil.

Jongin membalik sedikit, ketika ia dapat mendengar dengan jelas suara Kyungsoo yang terus menerus memanggilnya.

Sungguh, Jongin tak kuasa melihat Kyungsoo seperti itu. Tapi, Jongin pun tak dapat berbuat apapun. Jongin tahu, namja itu bukan namja biasa.

Namja itu Kris, seorang mafia yang terkenal kejahatannya seantero Korea.

"Jongina,, Gwenchana?" Tanya Baekhyun ketika melihat Jongin yang sedari tadi terdiam. Ia menyadari bahwa Jongin merasa bersalah.

Jongin memandang Baekhyun yang terlihat khawatir padanya. Ia tersenyum getir, "Gwenchana. Aku yakin ini yang terbaik." Namja Tan itupun semakin mengeratkan rangkulannya pada Baekhyun.

.

"Aku memang benar, Dewa langit yang mengambil Baekhyun dariku. Doaku pun terkabul ketika Dewa Langit mengirim—menitipkan—Kyungsoo padaku untuk menukar dan mendapatkan Baekhyun kembali."

"Tentu saja aku benar. Hanya saja, kenapa aku merasa ragu? Dan keraguanku berujung pada sebuah penyesalan."

"Jeongmal Mianhae,, Soo."

.

.

Maybe it's not about Happy Ending

Maybe it's about The Story

.

.

.

.

.


XO_LA


.

.

.

.

.

"Hiks." Seorang namja manis nampak menyeka air matanya dengan sebuah tissue. Air matanya tak henti menangis meski apa yang ditontonnya kini telah usai.

"Ck. Kau terlalu berlebihan Hyung..." Namja Tan disebelehnya mendecak, meski tak luput ia mengusap bahu mungil namjachingunya itu yang duduk bersandar disebelahnya.

"Tapi endingnya menyedihkan Kai! Aku kasihan pada namja manis itu, entah nasibnya seperti apa selanjutnya." Namja yang dipanggil Hyung itu membalas.

Kai—namja Tan itu—memutar bola matanya bosan, terkadang namjachingunya ini sangat DramaKing. "Ayolah, Soo hyung. Itu hanya sebuah drama. Tak perlu sampai menangis berlebihan seperti itu."

"..." Kyungsoo namja manis itu hanya terdiam. Ia mengusap pipinya yang basah.

"Kai-ah." Kai menoleh ketika Kyungsoo memanggilnya.

"Nde?"

"Jika kau berada di posisi Jongin dan aku berada di posisi Kyungsoo. Siapa yang akan kau pilih?" Tanya Kyungsoo. Ia menatap namjachingu tampan nya dengan penuh keseriusan.

"Hanya karena namamu sama dengan nama peran didrama itu?!" Kai terkejut. Ia menggeleng tak percaya dengan pemikiran namja manis miliknya ini.

"Jawab saja, Kai!" Kyungsoo mempoutkan bibirnya lucu. Ia kesal dengan Kai yang tak menuruti kemauannya. Hanya menjawab saja, apa susahnya? Pikir Kyungsoo

"Kalau aku melakukan hal yang persis dilakukan Jongin didalam drama itu, bagaimana Hyung?" Kai menampilkan Smirk 'tampannya'.

Kyungsoo terbelalak. Matanya membulat sempurna. Dengan cepat ia mendorong Kai untuk menjauh darinya. Dan iapun berdiri, ingin beranjak meninggalkannya. Namun dengan cepat, Kai menahan tangannya, dan mendorong Kyungsoo untuk duduk dipangkuannya.

Ah, OK. Kyungsoo kembali mengingat salah satu adegan di drama itu.

"Aku hanya bertanya, hyung. Kenapa kau marah seperti itu?" Tanya Kai dengan lembut. Kyungsoo memukul dadanya manja.

"Kau menyebalkan Kai!" Kyungsoo menyembunyikan wajahnya di dada bidang Kai. Sampai namja Tan itu mengangkat wajahnya untuk menatap matanya.

"Dengarkan aku, chagiya. Jika aku diberi pilihan untuk memilih antara dirimu atau siapapun itu yang menjadi pilihan, aku akan tetap dan selalu memilihmu. Aku mencintaimu dan jangan meragukanku, arrachi?" Kai berkata dengan tegas, membuat sang namjachingu sedikit tertegun.

Tapi sepertinya Kyungsoo belum puas dengan jawaban Jongin.

"Meskipun orang itu adalah Baekhyun penyanyi idolamu?" Kyungsoo kembali bertanya.

"Ya." Jongin menjawab dengan pasti.

"Meskipun dia adalah Xi Luhan kakak kelasmu yang cantik itu?"

"Yep." Jongin mengangguk mantap.

"Sekalipun dia Krystal mantan kekasihmu?"

"Engg. Ah. Ya. Hey! Jangan mengungkitnya, hyung."

"Huh. Kau meragu, Kai." Kyungsoo membuang nafas kesal, ia berniat untuk berdiri dari pangkuan kekasihnya itu. Dan dengan cepat Kai berhasil mencegahnya.

Sampai ia membawa Kyungsoo dalam ciuman hangatnya.

"Jangan pernah meragukanku, Soo. Saranghae~" Bisiknya dalam jeda ciuman mereka.

.

.

The End

.


XO_LA


.

Loha Yeorobun~

SooLA is Back..

Kali ini aku nggak akan minta maaf karena terlambar update, karena bahkan ini lebih cepat dari jadwal. WoW!

Sebelumnya makasih ya, berkat kalian FF ini berakhir dengan cepat. Padahal aku lagi bete gegara Download yang Lola dan gagal Mulu. Gzz.

Aku lagi seneng nih sama KaiSoo moment di SMTown Week kemarin. Soo lucu banget pakai Pita Minnie Mouse. Kyya! *mulaiFangirling

Ok. Aslinya aku sempet bingung sama akhir cerita ini *jiah, banyak yang minta ini untuk Happy End padahal dalam MV aslinya itu SAD banget. Sebelumnya juga aku coba buat epilog yang bahkan bikin makin sedih. Aku sempet ngestuck. Aku nggak mau dikenal sebagai penulis FF Hurt KaiSoo. TT_TT Aku juga nggak mau ngecewain kalian. Maka dari itu, aku buat Fake Ending. Hahaha *ketawaNista

Well, bayangkan aku mendapat ending itu dimana. di JAMBAN! Aigoo! Nggak nyangka tempat nista itu tersimpan banyak ide yang SPEKTA! *LeBe

Maaf sebelumnya jika mengecewakan.

.

Ya udin, Yang lewat account aku balas lewat PM ne, Check-check

.

Big Thanks To :

loveHEENJABUJA, opikyung0113, dokydo91, KaiSoo Fujoshi SNH, hdkL12, alexander. , aniaani47, Dela, Pungky94, Guest, KaiSa, Guest, and Readersdeul semua.

.

Replay Review Non Account :

Aslinya, pertanyaan kalian udah terjawab di atas. Hehe. Tapi nggak papa biar adil. Aku seneng kalian penasaran dengan kelanjutan cerita meski sudah banyak yang tahu jalan ceritanya. Pokoknya aku seneng kalian seneng. *LopeLopeInTheAir

Dela, Semua pertanyaan kamu udah terjawab di atas.

Pungky94, makasih. ^.^ Penname mu juga manis. ,-

Guest & Guest, ini lanjutannya. Silahkan dinikmati #plak. Btw, Kalian kembar ya? o.o?

KaiSa , kamu jahat banget sama Baek T_Tv DIsini Chan dan Kris bukan datang sebagai Superhero. Mian. KaiSoo akan selalu bersama. :)

Terima kasih untuk partisipasi kalian semua. Terima kasih juga untuk yang men-favorite dan Follow ceritaku.

XoXo Saranghanda~ :*

See U on the next my Story..

Pay~Pay~