Tittle : My Pervert Namja
Author : Rara Jung
Genre : Romance, Hurt/Comfort
Rating : M
Cast : Sehun & Luhan and other
.
Disclaimer : semua cast ciptaan dan milik Tuhan, juga milik orang tua mereka masing-masing. saya cuma pinjem nama mereka sebagai cast. FF ini murni pemikiran saya jadi, plagiat silahkan pergi jauh-jauh.
.
.
.
Seorang namja cantik bernama luhan yang diam-diam mengagumi pangeran sekolah bernama oh sehun, yang tanpa diketahuinya adalah seorang yang sangat pervert.
.
.
.
This YAOI. Dont Like Dont Read.
No Bash No Flame.
Sorry for typos. EYD berantakan.
Hope you like this story.
.
.
.
Chapter 3
Setelah berperang dengan bibir sehun, luhan akhirnya mendapatkan semua kunci iliknya yang dicuri oleh oh sehun. Luhan baru saja menyelesaikan makan malamnya dan kini tengah duduk disofa menonton tv sambil mengompres bibirnya dengan es batu.
"hah, kalau diakumulasikan berapa lama ciumanku dengannya? Sampai-sampai bibirku bengkak begini" luhan masih sibuk mengompres bibirnya sampai handphonenya bergetar menandakan ada sms masuk.
From : My Prince
Baby, maaf malam ini aku tidak bisa apel kerumahmu.
Aku harus ke Busan beberapa hari.
'cih kata-katanya seperti dia kekasihku saja. Apa itu? Apel kerumahku? Ck'
Luhan hendak meletakkan hp nya kembali tapi getaran dari benda tipis itu mengurungkan niatnya.
From : My Prince
Jangan merindukanku, Aku mencintaimu.
Blush
Seketika pipi luhan merona membaca sms kedua dari sehun.
'jinjja?'
'Sudahlah, Jangan berharap terlalu banyak luhan, dia idola sekolah yang fans nya bejibun. Mungkin kau hanya salat satu dari orang yang kena gombalannya.'
Luhan hendak mengganti nama kontak sehun di hp nya tapi dia berpikir untuk apa? Toh yang memasukkan kontaknya sehun, untuk apa dia repot-repot mengubahnya? Sedetik kemudian dia tersenyum-senyum sambil memegang bibirnya.
.
.
.
Luhan melangkahkah kaki kecilnya menuju kelas XII A, sedikit merasa tidak bersemangat hari ini, entah diapun tidak tau apa sebabnya. Karena sehun tidak masuk? Ya mungkin saja begitu.
"luhan" baekhyun menepuk pelan punggung luhan yang berjalan didepannya. "kau terlihat agak lesu hari ini. kenapa?" kini baekhyun dan luhan sudah duduk dibangku masing-masing yang memang bersebelahan. "aku hanya sedikit lelah" luhan merebahkan kepalanya diatas meja dan ditanggapi baekhyun dengan mengangguk.
.
.
.
Sudah tiga hari sehun tidak masuk sekolah, dan tiga hari juga luhan terlihat tidak bersemangat. Apalagi melihat baekhyun dan chanyeol yang makin mesra. Kyungsoo yang dulu teman akrabnya saja sudah jarang bertegur sama karena namjachingunya -kai- selalu membawa kabur kyungsoo setiap jam istirahat atau jam pulang tiba. Oh betapa luhan merasa jadi orang yang paling merana sekarang. Biasanya dia dan baekhyun akan berjalan kaki menuju halte, naik bus dan baekhyun turun lebih dulu karena memang rumah baekhyun lebih dekat daripada rumah luhan, tapi sekarang dia hanya berjalan seorang diri menuju halte. Baekhyun? Dia sudah diantar chanyeol pulang daritadi. Kyungsoo? Tak perlu dipertanyakan lagi soal itu.
"huft" luhan menendang-nendang kerikil yang ada didekat kakinya sambil terus berjalan.
Tes
Tes
Luhan menengadah melihat langit, tetesan hujan makin lama makin banyak. Ia segera berlari ke halte yang jaraknya lumayan jauh untuk berteduh dan sialnya tidak ada bus yang lewat daritadi sedangkan baju seragam luhan sudah basah. Luhan mendudukan dirinya dibangku halte sambil memeluk kakinya, menenggelamkan wajahnya diantara kedua lututnya untuk menahan hawa dingin yang menusuk.
Pluk
Hangat, itu yang luhan rasakan sekarang. Ia merasa ada benda yang menyelimuti punggungnya, namun masih enggan mengangkat kepalanya.
"ayo pulang. Aku tidak mau rusa kecilku ini sakit dan tidak masuk sekolah besok" suara ini, suara yang sangat luhan kenali -sangat luhan rindukan lebih tepatnya-. Luhan mengangkat kepalanya dan menoleh ke asal suara.
"se-sehun" yang dipanggil hanya tersenyum menampilkan eyesmilenya yang berhasil membuat aliran darah luhan berdesir. Sejenak luhan terpaku melihat senyum indah sehun. "kajja, kita pulang" sehun membuka payungnya kemudian merangkul bahu luhan kemudian berjalan menuju mobilnya yang terparkir didepan halte.
.
.
.
"kenapa kau bisa ada disana?" tanya luhan memecah keheningan didalam mobil selama perjalanan.
"aku habis membeli beberapa makanan, juga hadiah"
"hadiah? Ada yang ulang tahun? Siapa?" tanya luhan penasaran. "memangnya hadiah hanya boleh diberikan saat ulang tahun? Hadiah itu untuk seseorang yang spesial bagiku, kau tau? dia juga sangat cantik" sehun tersenyum menatap jalanan kota seoul sore itu.
"o-oh" luhan menunduk, ada sedikit nada kekecewaan dari suaranya. 'cantik ya? Pasti yeoja itu sangat beruntung' lanjut luhan dalam hati. Rasanya dia tidak rela sehun memiliki seseorang yang spesial. 'Luhan apa yang kau pikirkan, sehun bukan siapa-siapa mu, harusnya kau sadar diri' luhan membatin.
.
.
.
Sehun dan luhan kini tengah duduk berhadapan dimeja makan luhan dengan berbagai makanan yang terhidang. Luhan sudah berganti pakaian tapi belum mandi karena sehun menuruhnya untuk makan bersama dahulu.
"sebenarnya makanan ini kau beli untuk apa?"
"untuk apa? Tentu saja untuk dimakan. Tadinya mau aku bawa pulang tapi karena melihatmu di halte, aku tidak jadi pulang. Ku rasa aku terlalu banyak membelinya, daripada aku makan sendiri, lebih baik kita makan saja berdua.
Luhan mengangguk paham "gomawo, kau tau saja kalau aku sangat lapar" luhan baru saja hendak memasukkan potongan daging kemulutnya tapi garpu yang dipegangnya malah diambil oleh sehun. "wae?" wajah luhan sedikit kesal. "kau taukan tidak ada yang gratis?" sehun menyuapkan daging yang diambil dari luhan kedalam mulutnya. luhan menyandarkan tubuhnya kekursi makan. "kalau kau berniat macam-macam padaku, lebih baik sekarang kau bawa makananmu ini lalu pergi dari rumahku".
Sehun terkekeh mendengar perkataan luhan, "aku hanya ingin kau menyuapi ku makan. Aku kan sudah mengantar mu pulang, berbagi makanan denganmu juga. Aku rasa hanya menyuapi ku makan bukan hal yang macam-macam" luhan sedikit kaget atas permintaan sehun. 'Menyuapinya? Aku pikir dia akan meminta cium lagi atau lebih dari itu mungkin'
"kau yakin?" tanya luhan ragu. Sedang yang ditanya hanya mengangguk sambil tersenyum kemudian menepuk kursi yang ada disampingnya mengisyaratkan luhan untuk duduk disampingnya. Luhan yang paham langsung memposisikan dirinya disebelah sehun. Awalnya luhan hendak menyiapkan dua piring untuk mereka makan, tapi sehun menolak, dia ingin makan sepiring berdua dengan luhan. Ia mulai menyuapi sehun yang sekarang terlihat seperti anak umur lima tahun, wajahnya benar-benar sangat polos, membuat luhan gemas. Merasa tenggorokkanya sedikit tercekat, sehun mengambil bubble teanya dimeja lalu meminumnya. "Lu, aku sudah terlalu sering minum bubble tea, tapi belum pernah ku rasa bubble tea yang semanis ini, apa karena aku meminumnya sambil menatap wajahmu ya?"
Blush
'apa yang dia katakan eoh? Mencoba merayuku?' batin luhan. "Sudah jangan bicara kalau sedang makan, nanti kau tersedak". Luhan mengalihkan pembicaraan dan meminum bubble teanya juga.
"ah tapi dibanding bubble tea ini, kau terlihat berkali lipat lebih manis saat wajahmu merona"
byuurr
uhuk uhuk
lihat, siapa yang sekarang terbatuk? Dia yang menasehati tapi dia yang tersedak. Sedangkan penyebab luhan tersedak malah tersenyum kearah luhan.
"a-aku mau mandi" luhan langsung kabur kekamarnya tanpa menyelesaikan tugasnya menyuapi sehun.
.
.
.
Luhan keluar dari kamar mandi dikamarnya dengan handuk kecil yang menutupi bagian vitalnya.
"aish kau ini seperti yeoja saja, mandi mu lama sekali. Apa kau sambil luluran didalam eoh?"
Luhan sedikit terlonjak saat seruan namja yang diketahuinya adalah sehun menyambutnya yang baru keluar dari kamar mandi.
"aku kira kau sudah pulang. Kalau aku tau kau menungguku, aku tidak akan berlama-lama dikamar mandi" luhan menatap namja yang kini tengah merebahkan dirinya di tempat tidur empuk luhan.
"aku tidak akan pulang malam ini"
"mwo? Maksudmu kau akan menginap disini?"
"menurutmu?"
"jangan bercanda sehun, disini hanya ada satu kamar"
"lalu? Apa masalahnya?"
"tentu saja masalah. Aku tidak mau berbagi kamar denganmu"
"Kalau begitu, berbagi kasur lah dengan ku"
"mwo? kau... ishhhh" luhan berkacak pinggang menatap garang kearah namja yang masih asik berbaring dikasur luhan. "kenapa kau suka seenaknya huh?"
"wae? Kau keberatan? Baiklah. Dimana ya aku menyimpan foto hot yang waktu itu? sebentar" sehun mengotak atik ponselnya sambil memasang wajah -pura-pura- serius.
"ishhh lakukan sesukamu" luhan mendengus kesal kemudian berjalan menuju lemari pakaiannya. Sehun tersenyum penuh kemenangan dan bangkit dari tidurnya memposisikan dirinya berdiri dibelakang luhan kemudian memeluk namja cantik itu dari belakang.
"oh sehun apa yang- engh" luhan merasakan sengatan-sengatan kecil dari bibir sehun yang kini mencumbu leher jenjangnya. Luhan hendak menolak tapi tubuhnya berhianat. Entah kapan sehun melepaskan handuk yang melilit bagian bawahnya karena kini tubuh luhan sudah polos. Sehun masih sibuk dengan leher jenjang luhan, mencumbunya, mencium,menjilat,menghisap dan menggigitinya sehingga meninggalkan bercak merah keunguan dileher luhan. "enghh" luhan kini hanya bisa melenguh merasakan nikmat dari sentuhan sehun. Tangan sehun yang melingkar diperut luhan kini mulai mengelus perut rata luhan, tangan kirinya naik kedada luhan, memainkan kedua nipple luhan yang sudah menegang "mhhh" luhan menahan desahannya sambil menggigit bibir bawahanya. "jangan tahan desahanmu luhan, kau tau? suaramu sangat sexy saat horny" suruh sehun yang tangan kanannya kini mulai mengocok batang penis luhan yang setengah menegang membuat luhan tak kuasa menahan desahannya lagi "ahh ahh sehuuunn"
"apa sayang?" sehun menghentikan 'pekerjaannya' dan dapat didengar desahan kecewa luhan.
"ke-kenapa berhenti?" tanya luhan takut-takut, rasanya dia menginginkan lebih dari ini, hei bukankah luhan tadi ingin menghentikan 'aksi' sehun?
"ck. Kau ini memang tidak sabaran rupanya" sehun membalikkan tubuh polos luhan menghadap kerahnya, kembali memeluk pinggang ramping luhan dan membuat junior polos luhan bersentuhan dengan junior sehun yang masih terbungkus celana. Sehun mulai mencium dan melumat bibir luhan yang dengan senang hati dibalas luhan. Entahlah walaupun otak luhan mengatakan kalau dia membenci kemesuman sehun, tapi luhan tidak bisa memungkiri kalau bibir sehun membuatnya ketagihan. Setiap kecupan dari bibir sehun mampu membuat tubuhnya seperti terkena sengatan listrik, sentuhan tangan sehun juga selalu berhasil membuat perutnya seperti diterbangi banyak kupu-kupu.
Luhan mengalungkan tangannya dileher sehun untuk memperdalam ciuman panas mereka, merasa luhan tidak kunjung membuka mulutnya sehun mencubit nipple luhan sedikit keras "AH" luhan memekik karena ulah sehun dan tentu saja itu tidak disia-siakan sehun, ia langsung melesakkan lidahnya kegoa hangat milik luhan, saling bertukar saliva, lidah sehun menggelitik langit-langit mulut luhan dengan kedua tangannya yang bermain di nipple luhan. Luhan benar-benar merasa terbang, kali ini dirasakannya lebih memabukkan dari yang pernah mereka lakukan sebelumnya, tubuhnya menggelinjang karena geli sekaligus nikmat yang dirasakannya. Lelehan saliva kini berada disudut bibir keduanya,.
Merasa puas dengan bibir luhan, sehun menurunkan ciumannya keleher luhan yang kini tak lagi mulus karena kissmark yang telah dibuatnya. Luhan meremas rambut sehun sedikit kasar untuk menyalurkan rasa nikmat yang dirasakannya, sehun sangat tau dimana saja letak kesensitifan luhan. "mhh ahh shh" luhan mendongakkan kepalanya agar sehun lebih mudah untuk mencumbui lehernya. Kini sehun berpindah kedada luhan, mengecupnya beberapa kali kemudian menjilati nipple luhan yang mengeras dengan ujung lidahnya membuat luhan kembali menggelinjang merasakan antara geli dan nikmat bersamaan. Sehun mulai mengocok batang penis luhan dengan tempo sedang sambil mengulum dan menghisap nipple luhan.
"more sehuunn.. more.. hhh hhh" terdengar nafas luhan yang tersengal karena ulah nakal sehun. Sehun menggendong luhan ala bridal lalu merebahkan tubuh polos luhan diranjang queen size miliknya.
"kau menyukainya?" tanya sehun menyeringai.
"huh" luhan mendengus menoleh kesamping, berusaha menutupi kegugupannya dan juga pipinya yang kini memerah. Tanpa aba-aba dari luhan, sehun langsung mengulum kejantanan luhan yang sejak tadi memang sudah sangat mengeras.
"ahh sehun.. emh.. yeah.. ohh" luhan mendesah hebat mendapati batangnya benar-benar dimanjakan oleh goa hangat milik sehun
"ahh lebih cepat sehun nghh" luhan kini meremas rambut sehun dan mendorong kepala namja yang berada diantara selangkangannya itu untuk mempercepat kulumannya dipenis luhan. "iya begitu.. terus sehun. Ahh shh oh my.." merasa penis luhan mulai berkedut, sehun semakin gila melakukan blow job nya "sehun aku ahh mau nghhh SEHUN..."
Crot crot
Luhan menyemprotkan cairan kenikmatannya dimulut sehun dan tanpa rasa jijik sehun menelan habis cairan luhan. Kini luhan merasa tubuhnya melemah, perlahan matanya mulai menutup. Luhan merasakan ada sesuatu yang membelai pipinya lembut.
"sayang, ini baru pemanasan. Aku tidak mau kau meninggalkan ku tertidur seperti malam itu. aku ingin kita selesaikan permainan ini"
"engh.. aku lelah sehun ah" luhan hendak mamalingkan tubuhnya kesamping namun segera ditahan sehun.
"selesaikan atau foto mu yang seperti model majalah porno itu akan kusebarkan eoh?"
Mendengar ancaman dari sehun mata luhan yang menutup kini terbuka lebar, kenapa dia bisa lupa dengan hal yang satu ini?
"apa maumu hah?" luhan kembali ketus pada pangeran sekolah yang kini berada diatas tubuhnya dengan bertumpu pada kedua tangan agar tidak benar-benar menindih tubuh mungil luhan.
"bercinta denganmu, apalagi eum?" entah sudah berapa kali kata-kata sehun berhasil membuat wajah luhan merona merah
"asal setelah itu kau janji akan menghapus foto ku dan tidak akan menyebarkannya"
Sehun menyeringai, "ok. Aku setuju. Jadi? Kita akan menghabiskan malam ini dengan bercinta hm?"
"la- lakukan sesukamu, toh aku juga tidak bisa menolak. Lebih cepat lebih baik jangan banyak bicara Tuan Oh" entah kenapa luhan hanya bisa pasrah dan sedikit menuntut? Karena dia ingin sehun melakukannya lebih cepat? Apa syaraf otak luhan ada yang sedikit korslet?
"tidak semudah itu luhan sayang" sehun bangkit dari posisinya dan duduk disamping luhan.
"kau lihat, aku masih memakai pakaian lengkap, bagaimana aku bisa bercinta dengamu?"
"lepaskan bajumu dan lakukan apa yang kau mau, kurasa itu tidak sulit bagimu oh sehun" sahut luhan yang masih berbaring.
"aku ingin satu dirty talk dari mu untuk melepas satu pakaian yang ku kenakan"
"MWO?" luhan kini ikut bangkit dari tidurnya dan menghadap kearah sehun. "Aku rasa kau benar-benar gila oh sehun. Kesepakatan kita hanya 'tidur' lalu kau akan mengahapus fotoku dan tidak akan menyebarkannya. Tidak ada perjanjian untuk ku merayumu dengan dirty talk segala. Aku tidak mau!" luhan melipat tangannya didada.
"baiklah kalau begitu, jangan harap kau bisa sekolah dengan tenang besok" sehun beranjak dari ranjang luhan berniat berjalan kearah pintu. Baru selangkah, sehun merasakan pergelangannya digenggam erat oleh seseorang siapa lagi kalau bukan luhan?
"sehunnie~~ buka bajumu sayanghh. Aku ingin menjilati, mengulum dan menghisap nipplemu, please~~" luhan memohon dengan mendesah sambil menggigit bibir bawahnya yang lumayan bengkak. Sehun melotot mendengar apa yang dikatakan luhan, benar-benar seperti wanita penghibur yang haus akan belaian.
Sehun melepaskan genggaman tangan luhan dan mulai melepas satu persatu kancing kemeja yang dipakainya, luhan yang sudah tidak sabaran langsung menarik sehun keranjang setelah sehun selesai melepas pakaian atasnya, luhan duduk diatas perut sehun kemudian memainkan jemarinya didada sehun. Sehun hanya diam ingin tau apa yang akan dilakukan luhan selanjutnya. "akh.. luhan kau.. shh.. mau balas dendam eoh?" sehun mengerang saat luhan menggigit nipple kanannya sedangkan nipple kirinya diplintir-plintir luhan.
"sehun~~ lepaskan celanamu, apa kau tidak merasa sesak dengan juniormu yang mengeras itu?" luhan mengelus-elus junior sehun dari luar dengan tangannya yang bebas. 'shit, kenapa dia bisa jadi seliar ini?' batin sehun. Tanpa perlawanan sehun mulai melepas celananya yang dibantu luhan. "kau yakin tidak ingin melepaskan underware mu hm? Aku sudah tidak sabar ingin mengemut 'lollipop' milikmu sehunnie~~" luhan merengek manja sekaligus nakal. 'shit. Namja ini benar-benar bisa membuatku horny dengan wajah penuh nafsu dan kata-kata nakalnya. Aku tidak yakin hanya akan melakukannya sekali kalau begini' umpat sehun dalam hati.
Merasa tidak direspon, luhan mempoutkan bibirnya lalu melepaskan underware sehun tidak sabaran. Kini keduanya sudah full naked. Tanpa babibu luhan langsung melahap junior sehun walau sedikit kaget melihat ukurannya yang bisa dibilang big size itu, mulut kecil luhan tidak mampu mengulum batang kejantanan sehun sepenuhnya jadi ia menggunakan tangannya untuk mengocok batang penis sehun dari tengah sampai pangkalnya. Luhan memainkan lidahnya membuat sehun menggelinjang keenakan.
Tangan luhan yang bebas mengelitik twins ball sehun yang disambut erangan dari si pemilik. Ia merasa benda yang kini tengah dikulumnya berkedut, luhan mempercepat 'kerja' nya namun sehun malah menarik junior nya keluar dari mulut luhan. "ya! kenapa kau lepas?" luhan nampak tak terima. "aku hanya ingin mengeluarkannya dihole sempitmu sayang" sehun bangkit dan dengan cepat menukar posisi mereka, sehun berada diatas luhan, tangan kirinya menupu berat badannya sedangkan jari-jari tangan kanannya disodorkan kemulut luhan. "kulum" titah sehun yang langsung dilakukan luhan tanpa perlawanan. Luhan mengulum jari telunjuk, tengah dan manis milik sehun, setelah dirasa cukup, sehun menarik tangannya dari mulut luhan dan menuju kearah hole 'virgin' luhan. Sehun langsung memasukan tiga jadinya kedalam Hole pink Luhan, Sebagai pemanasan.
Luhan Mengerang kesakitan, "sehun sakittt. hentikan" Rengek Luhan karena holenya terasa sobek dengan tiga jari Sehun didalamnya. "ini hanya sementara, setelah ini kau pasti akan menikmatinya" Sehun berbisik lalu menundukan kepalanya dan melumat lembut bibir luhan untuk mengalihkan rasa sakit yang dirasakannya. Perlahan sehun menggerakkan jarinya keluar masuk lubang kenikmatan luhan, "mphh mphh" desahan luhan teredam bibir sehun yang membungkam bibirnya. Sehun mengeluarkan jarinya, menumpu tubuhnya dengan kedua tangannya sambil menetap luhan dalam menusuk, yang mampu membuat luhan hanyut didalamnya.
"deer, jadilah milikku seutuhnya. Will you?" luhan hanya mengangguk pasrah menjawab pertanyaan sehun. Perlahan sehun menuntun junior nya ang big size ke arah hole luhan. "ngh sehun... ku mohon pelan-pelan" luhan menggigit bibir bawahnya karena merasakan ujung kejantanan sehun sudah memasukinya. "kau benar-benar sempit lu. Tahan sebentar" sehun mencoba memasukinya lagi dan kini seperempat miliknya berhasil masuk. "sehun... ini sakit.." Luhan Menggeliat tak karuan. Sehun kembali melumat bibir luhan yang sudah bengkak dan JLEB kini sepenuhnya sehun berada didalam luhan. "NGHH" luhan mengerang, rasanya kini seperti terbelah dua, holenya benar-benar disobek paksa. Airmata lolos dari mata rusanya yang indah.
"maaf" ucap sehun yang melihat air mata luhan kemudian mengusapnya. Sehun tau ini pertama kalinya bagi luhan. Luhan menggeleng lemah dan tersenyum. "Lakukan saja. Aku ingin menjadi milikmu seutuhnya oh sehun. Bergeraklah"
Sehun yang merasa dapat lampu hijau dari luhan, perlahan menggerakkan miliknya. Melakukan gerakan in out nya dengan pelan karena tak ingin menyakiti luhan. "mhh sehun.. faster please" luhan melenguh sambil meremas rambut sehun yang kini tengah asyik memanjakan lehernya. Sehun langsung mempercepat gerakannya didalam tubuh luhan. "damn. You're so tight baby" sehun semakin gila menumbuk g-spot luhan. "ahh ahh sehun. Disitu.. oh yeah. Deeper..." luhan meracau merasakan kenikmatan yang belum pernah dirasakannya selumnya. Saat kecepatan in out sehun semakin meninggi, luham terus memejamkan matanya, Tubuhnya terguncang akibat tenaga Sehun yang cukup Kuat.
"Sssshhh,,, Sehhhuunnnn.. aku.. AHH." Luhan mencapai puncaknya. Tubuhnya melengkung hingga bersentuhan dengan dada sehun. Cairannya membasahi perut dan dada keduanya. Tak lama setelah itu, 3 hentakan terakhir yang dilakukan sehun membuatnya juga mencapai puncak kenikmatan, menumpahkan cairannya kedalam hole luhan, cairan Sehun yang sangat banyak membuatnya merembes sampai keluar.
Nafas luhan terengah-engah, baginya ini bahkan lebih melelahkan daripada lari keliling lapangan saat jam olah raga. Tak jauh beda dengan luhan, sehun juga mulai melemah dan ambruk diatas tubuh Luhan. Perlahan Sehun mengeluarkan Juniornya dan berbaring disamping Luhan , Sehun memeluk tubuh Luhan. "gomawo, kau milikku deer dan selamanya akan tetap milikku. Tidak ada yang boleh menyentuh mu selain aku. Aku mencintaimu Luhan" sehun mengecup kening luhan. "aku juga mencintaimu sehun" luhan menyamankan posisinya didada bidang sehun. Tak menunggu waktu lama untuk kedua insan itu terlelap menuju alam mimpi mereka.
.
.
.
TBC
.
.
.
Fiuh, udah full nih NC nya. Gimana? NC nya gak hot? Maafkan saya, karena saya memang bukan ahli soal NC mengNC(?). apakah membosankan?
.
.
Oia, rara perlu saran kalian nih. Hunhan kan udah ensian, jadi chapter depan kita adain konflik langsung apa mau hunhan yang sweet-sweet'an dulu nih? Tolong sarannya ya ^^
.
Makasih yang udah mau baca ff NC abal saya, udah review, fav n follow my story.
Makasih juga yang udah kasih semangat dan masukan-masukan buat ff ini. Itu sangat membantu untuk kelanjutan ff ini ^^
.
.
.
Big Thanks To
shdvneys, Guest, xiaolu odult, Ia, yeyen88, salmaknae, arianyferyna, sehan, marvinaoct, , park soohee, hunhanie, kharisma shima, HyunRa, siscaMinstalove, Kiela Yue, milkhunhan-yuri, AnieJOYERS, tau ya, nstunggadewi, RirinSekarini, , luhan deer, song min ah, asroyasrii, fxsyo, miszshanty05, kim heeki, ryeoluhan203, kim ryeona19, ajib4ff
.
.
.
Maaf gak bisa balas satu-satu ya maaf juga kalau ada yang ketinggalan gak kesebut.
Akhir kata Jangan lupa review ya semuanya.
Saranghae yeorobun.
