AN UNEXPECTED ACCIDENT
Do Kyungsoo – Kim Jongin
mature – school life – gender switch – switch role/?/
boy: Kyungsoo | girl: jongin
(additional cast: sehun luhan)
.
(please read the a/n below)
.
.
"Jadi aku hanya membayangkan melakukan sex dengan Kyungsoo? Jadi sex tadi hanya khayalanku saja?" Dengan lirih, Jongin bertanya kepada dirinya sendiri.
"Hahahahaha kau bodoh Jongin!" Jongin mulai tertawa saat tak mendengar jawaban dari pertanyaan yang dilontarkannya. Setelah puas tertawa dan mengatai dirinya sendiri bodoh, Jongin mulai menangis terisak.
.
.
.
.
.
Puas melampiaskan kekecewaannya melalui tangisan, Jongin mulai membersihkan cairan hasil masturbasinya dan memakai pakaiannya kembali. Gadis itu memutuskan untuk membolos pelajaran berikutnya dan kembali saat bel tanda sekolah telah usai berdering.
Faktor lelah tentu saja menjadi alasan Jongin untuk membolos pelajaran berikutnya. Tapi alasan yang paling utama adalah, dia tidak ingin melihat Kyungsoo di dalam kelas. Jongin sangat malu jika dia harus bertemu dengan Kyungsoo saat dirinya ingat apa yang baru saja dia lakukan. Bermasturbasi dengan membayangkan Kyungsoo menggagahinya. Sangat memalukan bagi Jongin.
Dengan hati yang masih merasa kecewa karena permainan sex nya dengan Kyungsoo di alam imajinasi, Jongin mengistirahatkan dirinya di atas matras empuk yang ada di ruangan itu. Dengan berbagai what if tentang dirinya dan Kyungsoo yang berputar di fikirannya, Jongin perlahan terbang menuju alam mimpi. Melupakan sejenak rasa kecewa yang terus mengganjal di hatinya.
.
.
.
Jongin terbangun saat mendengar bel sekolah berdering. Tubuhnya ia perintahkan untuk mengambil cellphone yang tergeletak di atas meja dan melihat jam yang tertera di layar. 04.30 p.m. Jam sekolah telah usai. Let's go home.
Pemberitahuan tentang 6 messages dan 4 missed calls juga tertera di layar cellphone Jongin. Dan semuanya dari Sehun. Pasti dia mengkhawatirkan ku, pikir Jongin.
Jongin membuka semua messages yang Sehun kirimkan padanya. Dan inti dari pesan Sehun semuanya sama. Menyakan kabar dan keberadaan Jongin. Di pesan terakhir, Sehun menuliskan bahwa dia akan menunggu Jongin sampai Jongin kembali ke kelas.
Jongin tersenyum membaca semua pesan Sehun. Gadis sexy yang lebih muda darinya itu benar-benar mengkhawatirkannya. Jongin sangat beruntung memiliki sahabat seperti Sehun.
Tidak ingin membuat Sehun menunggu lebih lama, Jongin segera merapikan dirinya kembali dan berlari menuju kelasnya.
.
.
.
Apa yang dilihat Jongin saat pertama kali menginjakkan kaki ke dalam kelas adalah Sehun dan Luhan yang sedang berciuman dengan Sehun berada di atas pangkuan Luhan. Satu tangan Luhan berada di belakang kepala Sehun, mendorong Sehun untuk memperdalam ciuman mereka. Satu tangan lainnya, berada di payudara Sehun, meremas payudara besar itu dengan kasar. Dan tangan Sehun, keduanya berada di belakang tubuh sexynya dengan kondisi terikat menggunakan sebuah dasi, yang Jongin yakini adalah milik Luhan.
Jongin mengendikkan bahunya dan berjalan santai menuju mejanya. Jongin sudah terbiasa dengan pemandangan menggairahkan seperti ini. Bukan hal yang mengejutkan lagi jika dia melihat Sehun dan Luhan melakukan hal-hal dewasa di sembarang tempat. Karena itulah hobi mereka, membuat siapa saja horny karena ulah senonoh yang mereka lakukan di mana saja.
"Bagaimana jika kalian berhenti dan melanjutkannya di rumah? Ku rasa itu akan lebih nyaman dan memuaskan." Jongin mengatakannya dengan suara yang lumayan keras untuk meyadarkan Sehun dan Luhan yang sibuk mendesah itu.
Sudah cukup lama Jongin berada di kelas itu, namun kedua maniak sex itu tidak juga menyadari kehadirannya. Bahkan saat buku-buku Jongin terjatuh dari atas meja pun, Sehun dan Luhan belum juga menyadari keberadaannya. Rasanya suara buku terjatuh terkalahkan oleh suara desahan yang diciptakan Sehun dan Luhan.
Suara Jongin akhirnya menyadarkan mereka. Sehun segera memutuskan ciumannya, turun dari pangkuan Luhan dan menghadap Jongin.
Dan yang dilihat Jongin saat ini adalah Sehun yang berlari ke arahnya dengan kemeja seragam yang terbuka memperlihatkan bra hitam yang menutupi payudara besar Sehun.
"Jongiiiiiin ~ where were you huh?! Aku mengkhawatirkan mu tau. Tidak ada dimanapun, pesan tidak dibalas, telepon tidak di angkat. Apa yang kau lakukan idiot?!" Sehun benar-benar menggoda. Bibir bengkak yang mengerucut setelah membentak Jongin dan kaki yang menghentak-hentak kesal hingga membuat payudara dan bokongnya bergerak naik turun. Sungguh, jika Jongin adalah lelaki, dia akan memakan Sehun saat itu juga.
"Ya Sehun! Apa kau tau bokongmu terlihat sangat mengundang saat kau menghentak-hentakkan kaki mu seperti itu?!" Luhan berjalan cepat menuju Sehun setelah melihat aksi menghentakkan kaki yang dilakukan Sehun. Setelah berada tepat dibelakang Sehun, tangan Luhan langsung meremas kedua bokong sintal itu. Membuat suara desahan Sehun kembali terdengar di ruang kelas itu.
"Oh please! Luhan can't you stop what you're doing right now?! Just go home and eat Sehun up in your room! Kalian ini benar-benar… Haish!" Jongin membentak Luhan dan memukul kepala Luhan dengan cukup keras. Membuat lelaki itu mengaduh kesakitan dan melepaskan tangan-tangannya dari bokong Sehun.
Sehun mendesah lega karena Luhan berhenti mengerjainya. Terima kasih kepada Jongin. Luhan akan benar-benar berhenti mengerjai Sehun jika Jongin sudah membentak dan memukul kepalanya.
"Ishh baiklah baiklah. Tapi kau tidak perlu memukul kepalaku juga kan?! Sakit bodoh!"
"Apa aku perduli? Tentu tidak." Jongin berkata dengan cueknya, dengan kedua tangan dilipat di depan dada. Membuat emosi Luhan terpancing. Luhan akan memukul Jongin, sebelum suara Sehun menghentikannya.
"Don't you dare to hit her, Lu. Just untie your tie in my hand." Dengan patuh, Luhan melepaskan dasi yang mengikat kedua tangan Sehun yang ada di belakang tubuh sexy gadisnya. Memanfaatkan situasi, Luhan menyibakkan rambut Sehun dan mencumbu tengkuk Sehun yang sudah penuh dengan hickeys milik Luhan.
"YA! LUHAN STOP IT!" teriakan melengking dari dua gadis adalah yang Luhan dengar sebagai hasilnya.
"Okay okay ~ I will stop now. But Sehun, prepare yourself for tonight. I won't let you go."
"I know. I know. I'm yours for tonight, masterhh~" desahan Sehun hampir membuat Luhan lepas kendali. Tapi beruntungnya Jongin menghentikannya dengan menyembunyikan Sehun di balik tubuhnya.
"Tonight. You will have her tonight. Not now."
"Aaah molla! Kau benar-benar pengganggu Jongin." Luhan hanya bisa menepuk-nepuk tonjolan yang terbentuk di antara selangkangannya. Jongin sialan! rutuk Luhan dalam hati.
"Jongin, nanti malam kau datang ya ke apartment Luhan. We are going to have a party tonight. You must come, okay?"
"What party, Sehun? Yours and Luhan's sex party? And I have to see it live? Then No. I won't go." Jongin tidak akan tertipu dengan ajakan Sehun lagi. Minggu lalu Sehun mengundangnya ke apartment Luhan. Sehun bilang akan ada pesta disana. Memang ada pesta, pesta sex milik Luhan dan Sehun. Dan Jongin harus melihat pergumulan mereka dan mendengar desahan-desahan mereka secara live. Jongin tentu saja ingin kabur dari apartment Luhan. Tapi Jongin bisa apa jika dirinya diikat oleh Luhan di atas kursi kayu hingga tak bisa bergerak dan hanya bisa menelan ludah karena iri?
"Absolutely not Jongin. We won't make you hurt or envy." Luhan menjawab pertanyaan Jongin dengan senyum menawan yang akan memikat siapa pun juga. Sehun merona melihat senyum Luhan.
"We won't make you hurt or envy ~~" Jongin mencibir. Menirukan ucapan Luhan.
"Benar. Kita tak akan membuatmu seperti dulu lagi Jongin. No sex for tonight's party. Believe me." Sehun membentuk jari telunjuk dan jari tengahnya menjadi bentuk huruf V, meyakinkan Jongin bahwa tak akan ada sex pada pesta malam ini.
"Benarkah? Kalian yakin?"
"Benar Jongin. Datang saja ke apartment ku jam delapan malam. Tak perlu membawa apa-apa. Cukup berdandan saja. Karena akan ada teman-teman ku disana."
Jongin seketika terdiam saat mendengar jawaban Luhan. Karena akan ada teman-teman ku disana. Hell! Kyungsoo akan ada disana!
"Uhhm… Sorry guys. Sepertinya aku tidak bisa datang. Aku ada urusan nanti malam. Sibuk. Maaf." Jongin bergegas memakai tas punggungnya. Dia hanya ingin cepat pulang dan terhindar dari rengekan Sehun yang menyuruhnya untuk datang nanti malam.
"Huh? Kau sibuk?" Sehun mengangkat satu alisnya tak percaya. Karena sesibuk apapun Jongin, gadis itu pasti akan datang jika dia mengundangnya untuk berpesta.
"Ya. Aku harus menemani mommy berbelanja. Okay then, bye~ see ya tomorrow guys." Langkah Jongin terhenti saat Sehun menahan tangan Jongin. Wajah tidak percaya Sehun lah yang Jongin lihat saat ia membalikkan badannya.
"Aku tau kau berbohong. Dua hari yang lalu kau sudah menemani tante Kim berbelanja. Mana mungkin kalian pergi belanja lagi kan?"
"Kau tidak ingin datang karena ada Kyungsoo disana?" Pertanyaan Luhan membuat lidah Jongin terasa kelu. Apa yang harus Jongin katakan? Kebohongan Jongin adalah hal yang mudah bagi Sehun dan Luhan untuk di deteksi.
"Eung.. Bu..bukan. It's not like that Lu. Aku benar-benar sibuk malam ini. Aku harus –"
"aku harus bermasturbasi dengan melihat foto Kyungsoo hari ini. Apa itu yang akan kau ucapkan, Jongin?" Keparat kau Sehun!
"Ya! Oh Sehun! Apa katamu?!"
"Kau yakin tidak ingin datang Jongin? Jika yang akan kau lakukan nanti malam hanyalah bermasturbasi, ku sarankan kau datang ke pestaku dan ajak Kyungsoo bermain denganmu. Lebih menyenangkan bukan daripada hanya bermasturbasi?" Kau juga keparat Luhan!
"Tck. Kalian memang keparat! Sialan!" Cacian untuk Sehun dan Luhan adalah ucapan terakhir Jongin sebelum melangkahkan kakinya keluar kelas dan pulang.
.
.
.
Dan di sinilah Jongin sekarang. Di depan pintu apartment Luhan, setelah menghabiskan banyak waktunya untuk berpikir apakah dia harus datang atau tidak.
Jongin berpakaian cukup sexy malam ini, mini dress ketat berwarna hitam. Panjang dress yang dipakai Jongin hanya sekitar satu jengkal dari pangkal paha Jongin. Dan juga dress milik Jongin memiliki belahan dada yang cukup rendah, membuat payudara sintalnya cukup banyak terlihat. Didukung dengan high heels dengan tinggi 12cm berwarna merah, dan rambut yang dikuncir kuda tinggi-tinggi. Tak lupa dengan make-up simple yang hanya menonjolkan warna merah pada lipstick nya. Jongin terlihat sangat panas.
Pintu terbuka. Bukan Luhan sang tuan rumah yang Jongin lihat.
Melainkan Kyungsoo.
Pujaan hatinya.
The main actor dalam permainan masturbasinya.
Nafas Jongin tercekat. Kyungsoo berdiri di depannya hanya dengan skinny jeans warna hitam. Tanpa baju. Shirtless. Rambutnya berantakan, seperti ada seseorang yang mengacak-acaknya.
Oh God! He is so damn hot. Jongin membatin dengan mata yang tidak bisa berhenti melakukan scanning pada tubuh Kyungsoo. Jantungnya berdetak cepat saat matanya menemukan tonjolan di selangkangan Kyungsoo yang di bentuk oleh skinny jeans hitam itu.
Setelah cukup lama terpaku pada tonjolan Kyungsoo, Jongin mengangkat wajahnya untuk bertatap muka dengan Kyungsoo. Dan yang di lihat Jongin adalah Kyungsoo yang menyeringai. Oh Shit! Just rape me Kyungshit!
"Are you done with your 'observation'? Come in then." Masih dengan seringainya, Kyungsoo mempersilahkan Jongin masuk. Dengan jantung yang masih berdegupcepat, Jongin memasuki apartment Luhan. Kyungsoo berjalan tepat dibelakangnya. Hembusan nafas Kyungsoo yang panas bisa Jongin rasakan di tengkuknya.
Tiba di akhir koridor menuju ruang tamu Luhan, Jongin mendengar kata-kata Kyungsoo yang membuat jantungnya behenti berdegup dengan seketika.
"Enjoy the party, baby. You can see 'what you were observe back then', if you want."
Jongin membatu di akhir koridor setelah mendengar apa yang dikatakan Kyungsoo tepat ditelinganya. You can see 'what you were observe back then', if you want. Apa itu artinya dia akan bermain denganku? Kyungsoo mengajak ku bermain? Yes. Come to me Kyungsoo.
Dengan senyum mengembang, Jongin melangkahkan kakinya menuju ruang tamu Luhan.
Sebelum berhenti karena melihat apa yang dilihatnya di ruang tamu itu.
.
.
.
.
.
to be continue
a/n:
minta maaf yang sebesar-besarnya karena telah membuat kalian menunggu.
aku tau kalo cerita ini udah lama banget gag di update.
tapi ya gimana lagi, aku udah sibuk sama kuliah. tiap hari pulang sore. pulang-pulang uda capek aja. jadi gag bisa ngelanjutin nulis.
maaf yaaaa. maaf banget, teman-teman :'(
sebenarnya alasannya gag cuma sibuk sih….
kemarin-kemarin aku juga kehabisan stock kepercayaan diri. gag pede sama tulisanku sendiri. aku ngerasa makin kesini tulisan ku makin jelek aja :''
uda sibuk, gag pede lagi. sempet ada pikiran gag pengen ngelanjutin cerita ini.
tapi aku ngerasa jahat banget kalo biarin cerita ini nge-gantung.
terus kemarin-kemarin juga ada yang nge-pm. kasih semangat.
terharu banget bacanya. makasih banyak ya dwimeisy=)
dan akhirnyaaaaaaaaa….. jadilah chapter ini xD
aku gag tau, mungkin chapter yang ini gagal. atau yang chapter sebelum-sebelumnya juga gagal, aku gag tau.
yang penting, makasih udah sempetin baca.
yang nunggu cerita ini, makasih uda setia nunggu.
yang kemarin-kemarin uda nge-review, juga makasih banyaaak.
yang punya uneg-uneg masalah cerita ini, yang mau melampiaskan kekecewaan atau kemarahan gara-gara cerita ini, silahkan pm aja. feel free to pm me =)
terima kasih banyak dan maaf yang sebesar-besarnya kalo udah ngecewain kalian :')
mau komen? silahkan..
di kolom review boleh, di pm juga boleh
salam
-mong-
