Summary:
Oh Kyungsoo: sejak pertemuan pertama mereka, Kyungsoo sudah jatuh hati pada kakak angkatnya, Sehun dengan sepenuh hati. Hingga suatu hari, tepatnya saat ia menginjak usia 17 tahun, Kyungsoo mengetahui bahwa kenyataan yang ada tak seindah impiannya selama ini. Kyungsoo memutuskan pergi dari rumah keluarga Oh, memulai kehidupan baru dengan membawa hati yang hancur. empat tahun kemudian mereka bertemu kembali dan rasa cintanya tetap tidak berubah.
Oh Sehun: sejak pertemuan pertama mereka Oh Sehun membenci Kyungsoo sepenuh hati. ibu Kyungsoo menghancurkan keluarganya dan Sehun tidak akan pernah melupakannya. Empat tahun kemudian mereka bertemu kembali dankebenciannya tidak pernah berubah.
" SEHUN AND KYUNGSOO"
CAST:
Do Kyungsoo (GS)
Oh Sehun
Pairing : Hunsoo, Slight Chansoo.
Rate: M
NOTE : This is REMAKE story from Wattpad by matchamallow if you want to read the original version, you can visit Wattpad.
"Haahh..." Kyungsoo menutup mulutnya yang ternganga dengan kedua tangannya. Ia masih tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya sekarang.
"Jongin Oppa?!" Kyungsoo mencoba menebak seseorang yang sekarang berdiri dihadapannya.
"Kyungsoo?" Jongin tersenyum sambil menutup mulutnya, berpura-pura meniru ekspresi Kyungsoo.
Kyungsoo bersorak gembira mengetahui tebakannya benar. Ia melompat-lompat sambil menggenggam tangan Jongin hingga membuat Jongin tertawa melihat tingkahnya.
"Sudah lama sekali kita tidak bertemu, Oppa! Tapi aku masih ingat sekali dengan wajah tampan dan kulit eksotismu itu, jadi aku tidak mungkin salah menebak. Kau semakin tampan saja sekarang, aku tidak kuat lama-lama menatapmu Oppa." Kyungsoo terdengar mengerang menekankan kata-katanya.
"Oh ya? Kau juga sudah tumbuh besar Kyungsoo." Jongin tertawa sambil memandang Kyungsoo naik turun, lalu terpaku pada dada Kyungsoo sambil mengernyitkan alis. " Benar-benar tumbuh besar..." lanjut Jongin sambil berdecak.
"Pantas saja kau menyuruhku ke rumahmu, Sehunah." Jongin berbalik memandang Sehun yang sejak tadi hanya menonton reuni aneh mereka dengan acuh tak acuh sambil duduk di sofa.
"Ada apa Jongin Oppa?" tanya Kyungsoo bingung sambil memiringkan kepalanya.
"Bukan apa-apa Kyungsoo. Kau pulang sekolah sore sekali?" tanya Jongin sambil menoleh kembali pada Kyungsoo.
"Ne, Oppa. Di sekolahku jadwal untuk hari Senin dan Rabu ada pelajaran tambahan hingga sore, tapi aku tetap saja tidak bertambah pintar." Curhat Kyungsoo.
"Tidak apa-apa Kyungsoo sayang. Semua manusia di anugrahi kelebihan dan kekurangannya masing-masing, benar kan Hunah?" Jongin berbalik memandang sahabatnya kembali, namun Sehun tetap tidak menggubrisnya.
Kyungsoo menghela napas saat melihat Sehun yang tidak menyapanya sedikitpun.
"Aku tinggal sebentar ya Oppa, aku mau mandi dulu." Kyungsoo melesat menaiki tangga meninggalkan Jongin berdua bersama Sehun.
Jongin menghampiri Sehun di sofa dan duduk di sebelahnya. Ia memandang Sehun yang masih sibuk memainkan ponselnya, dan sama sekali tidak menoleh padanya.
"Aku mengerti penderitaanmu Hunah. Aku pasti juga akan menderita bila ada di posisimu." Celetuk Jongin prihatin sambil menepuk-nepuk bahu Sehun.
"Apa maksudmu? Aku tidak tertarik padanya Jongin." Jawab Sehun kesal dengan mata melotot.
"Kalau kau tertarik juga tidak apa-apa. Bukankah kalian tidak ada hubungan darah? Kalau aku jadi dirimu, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, Hunah." Sahut Jongin sambil tertawa karena berhasil menggoda sahabat dinginnya itu.
"Astaga Tuhan, hentikan pikiran mesummu itu, Jongin! Dia masih sekolah, lagipula ayah akan membunuhku jika sesuatu terjadi padanya."
"Dan hal itu semakin menambah penderitaanmu. Aku suka itu, Sehun hahahah...!" Jongin tertawa kembali.
Sehun menggertakan giginya kesal. Ia mengajak Jongin kerumahnya untuk membantunya mengalihkan diri dari Kyungsoo agar tidak berduaan saja dengan gadis itu, bukan membullynya habis-habisan. Ia memang sering membully orang lain bersama Jongin, tapi ia tidak berharap Jongin akan mempraktekkannya sekarang pada dirinya. Sungguh sahabat yang setia!
.
.
.
.
Pagi itu di sekolah, Kyungsoo merasa galau. Sekarang adalah hari keempat Sehun Oppa-nya itu berada di rumah, namun ia tidak mendapat perkembangan apapun menyangkut usaha pendekatan terhadap Kakaknya itu. Setiap sore, Sehun pergi bersama Jongin dan pulang larut malam, pagi harinya Sehun sudah berangkat entah kemana. Hanya ada dua kemungkinan yang dapat Kyungsoo pikirkan menyangkut ketidak pedulian Sehun padanya.
Pertama, Sehun memang tidak tertarik padanya,
Kedua, Sehun punya orientasi seksual yang lebih menyukai sesama jenis. Buktinya ia lebih sering pergi bersama Jongin. Jangan-jangan mereka...
Kyungsoo ternganga sendiri di mejanya memikirkan kemungkinan-kemungkinan tentang Sehun Oppa-nya itu. Ia menggelengkan kepalanya mencoba untuk menghapus pikirannya yang terlalu berlebihan. Kalau kemungkinan yang kedua memang benar, berarti ia sudah tidak ada harapan. Tapi kalau yang pertama...
"Chan Chan, aku ingin bertanya padamu, bagaimana kau melihatku? Apa wajahku seburuk itu?" Kyungsoo menoleh pada Chanyeol di sebelahnya yang sedang sibuk menulis sesuatu di bukunya.
Chanyeol terlihat menghela nafasnya dan menjawab tanpa menoleh pada Kyungsoo.
"Aku sudah bisa menebak kau akan bertanya sesuatu padaku. Kenapa kau bertanya seperti itu? Oppa mu tidak tertarik padamu?" Tebak Chanyeol.
Chanyeol sialan... dia selalu bisa membaca pikiran Kyungsoo dengan tepat. Atau memang dirinya yang terlalu mudah dibaca? Tapi Chanyeol memang anak yang terlalu cepat dewasa, mengingat pergaulannya yang akrab dengan dunia malam.
"Jawab saja pertanyaanku Chan. Tidak usah sok-sok prihatin dengan nasibku!" sungut Kyungsoo.
"Jadi tebakanku benar?" Chanyeol menoleh sambil tersenyum lebar dan menampakkan deretan giginya yang rapi.
"Aku kan sudah bilang padamu Kyung, lupakan saja Oppa mu itu. Carilah laki-laki yang bisa melihat kelebihanmu, seperti aku contohnya." Sahut Chanyeol sambil menatap tubuh Kyungsoo naik dan turun.
"Kau melihat kelebihan ku di tempat yang salah Chan!' geram Kyungsoo kesal.
Kyungsoo memang menyadari bagian-bagian tubuhnya yang tumbuh lebih cepat dibanding anak lain seusianya. Chanyeol pernah mengatakan padanya agar Kyungsoo seharusnya bangga, tapi Kyungsoo melihat tidak ada yang bisa ia banggakan dari hal tersebut. Ia tidak bisa lari dengan bebas di pelajaran olahraga karena was-was memikirkan dadanya, apalagi guru olahraga di sekolahnya terkenal mesum... sama seperti Chanyeol.
"Emmm... tapi kalau aku pikir, kau bisa mendapatkan banyak uang kalau kau mau menjual tubuhmu itu Kyung." Lanjut Chanyeol.
Kyungsoo melongo mendengar perkataan Chanyeol barusan, ia tidak bisa mempercayai apa yang baru saja Chanyeol katakan.
"Maksudku menjadi model Kyung. Kalau kau mau, aku ada kenalan direktur majalah remaja dan agency model. Tapi sepertinya kau tidak butuh itu, kau kan punya banyak uang. Meskipun kau bilang padaku kalau kau hanya anak angkat, tapi hidupmu sepertinya tidak pernah kekurangan." Jelas Chanyeol panjang lebar.
Kyungsoo lega mendengar penjelasan dari Chanyeol. Tadi dia sempat berpikir bahwa Chanyeol adalah salah satu kelompok dari sindikat orang-orang yang suka mengeksploitasi wanita dan anak-anak. Wajar saja jika Kyungsoo sempat berpikir begitu, mengingat keluarga Chanyeol adalah pengusaha tempat hiburan malam.
"Ini bukan masalah aku perlu uang atau tidak Chan. Menjadi model itu juga membutuhkan modal besar, aku hanya tidak ada keinginan untuk terjun kesana." Sahut Kyungsoo.
"Tapi tunggu dulu... sejak kapan kau jadi rajin menulis? Kau sedang menulis apa?" Kyungsoo memiringkan tubuhnya ke meja Chanyeol untuk mengintip. Ia hanya bingung dengan sikap Chanyeol yang tiba-tiba berubah menjadi murid yang rajin, padahal ia dan Kyungsoo tercatat sebagai murid yang pemalas.
"Aku sedang mengerjakan tugas kimia 10 soal yang diberikan Jung seonsaengnim minggu lalu. Kau sudah mengerjakannya kan?" Chanyeol menjawab dengan santai.
Kyungsoo langsung kaget mendengar ucapan Chanyeol, ia sama sekali belum mengerjakan tugas yang di berikan oleh salah satu guru paling menakutkan di sekolahnya karena terlalu sering memikirkan Sehun Oppa-nya setiap malam.
"Astaga, aku belum mengerjakannya Chan. Pinjam bukumu!" Kyungsoo panik dan langsung mengambil bukunya dari dalam tasnya sendiri sambil berteriak pada Chanyeol.
"Boleh saja, tapi kau harus menjadi kekasihku. Bagaimana?" Chanyeol menggoyang-goyangkan bukunya di depan wajah Kyungsoo, mencoba untuk menggodanya.
Kyungsoo melotot pada Chanyeol, ia berbalik ke sebelah kirinya dan menemukan Seohyun yang sedang mengetik sesuatu di laptopnya.
"Seohyunah, aku boleh pinjam tugas kimiamu? Kumohon...apa kau tidak kasihan melihatku diancam seperti itu oleh Chanyeol?" rayu Kyungsoo.
"Jangan Seohyunah. Lagipula Jung seonsaengnim pasti akan curiga melihat Kyungsoo yang tiba-tiba saja berubah menjadi pintar." Jawab Chanyeol sambil tertawa di belakang Kyungsoo.
"Aku janji tidak akan menyalin semua jawabanmu Seo... aku hanya akan membenarkan 6 soal saja dari semua soal yang diberikan. Tidak apa-apa jika aku mendapat nilai standar, kumohon Seohyunah... nanti aku pasti akan mentraktirmu..." Kyungsoo membujuk Seohyun kembali dengan jurus puppy eyes nya.
Seohyun hanya mampu menghela nafasnya mendengar permohonan memelas Kyungsoo dan membuka tasnya dengan pasrah untuk memberikan bukunya pada Kyungsoo.
Kyungsoo bersorak girang menerimanya dan berbalik menghadap Chanyeol sambil menjulurkan lidahnya. Chanyeol sendiri hanya bisa tertawa melihat tingkah Kyungsoo.
.
.
.
.
"Sudah lama kita tidak bertemu, Oh Sehun."
Suara lembut nan merdu milik seseorang yang terdengar familiar ditelinganya membuat Sehun berbalik untuk melihatnya. Sehun sedang menghadiri sebuah pesta ulang tahun seorang rekan bisnisnya de sebuah hotel berbintang lima bersama Jongin. Saat Jongin sedang pergi meninggalkannya entah kemana, ia tidak menyangka akan bertemu dengan wanita ini.
Xi Luhan... seorang wanita dengan paras cantik dan tubuh mungil yang ramping sehingga setiap melihatnya berjalan ia selalu terlihat rapuh dan lembut yang adalah, Mantan Kekasihnya...
"Luhan?" Bagaimana kabarmu sekarang?" Sapa Sehun sambil tersenyum kepadanya.
Sehun ingat bahwa ia sudah berpisah secara baik-baik dengan Luhan beberapa tahun... atau lebih tepatnya dua tahun lalu. Mereka sempat berkencan selama setahun, sebelum akhirnya memutuskan untuk berpisah setelah Luhan memutuskan untuk bertunangan dengan lelaki yang dipilihkan keluarganya.
Keluarga Luhan adalah keluarga terpandang yang berkecimpung di bidang politik. Sebelum berpisah, keluarganya menjodohkan Luhan dengan seseorang dari keluarga yang juga berpengaruh dalam bidang politik demi keperluan hubungan kerjasama. Mau tak mau, Sehun mengalah.
"Tentu saja baik Sehun. Bagaimana dengan dirimu, apa kau sudah menikah sekarang?"
Sehun agak terkejut dengan pertanyaan Luhan yang agak blak-blakan. Mereka dulu memang akrab saat masih berkencan, tapi tetap saja pertanyaan Luhan itu masih terasa agak ganjal ditelinganya.
"Aku masih belum menemukan orang yang tepat." Sehun menjawab sambil mengangkat bahunya. Ia memang belum pernah menjalin hubungan yang serius dengan seorang wanita semenjak putus dari Luhan.
"Kurasa kita senasib, Sehun." Sahut Luhan sambil tertawa.
"Senasib? Bukankah kau sudah bertunangan dua tahun lalu. Seharusnya kau sudah menikah sekarang." Sehun ikut tertawa menanggapi ucapan Luhan. Ia menyukai Luhan dan tidak ada dendam diantara mereka, bahkan saat mereka memutuskan untuk berpisah.
"Tidak jadi. Aku tidak cocok dengannya. Well, semuanya terjadi begitu saja dan akhirnya kami berpisah." Sahut Luhan sambil menyesap gelasnya yang berisi wine.
Sehun hanya menatapnya dengan kebingungan. Ia tidak tau harus bereaksi apa terhadap informasi dari Luhan.
"Mianhae.. aku tidak tau soal itu." Akhirnya Sehun mengucapkan rasa simpatinya dengan canggung. Namun tiba-tiba matanya menangkap sosok Jongin jauh di belakang Luhan. "Maaf Luhan, aku harus pergi, aku datang bersama Jongin dan tadi ia menghilang."
"Tunggu Sehun!" ucapan Luhan tadi sukses membuat Sehun berhenti sebentar dan menengok lagi.
"Apa nomor ponselmu masih yang dulu? Sesekali aku boleh menghubungimu kan?" Luhan bertanya sambil merona malu. Mata Sehun menangkap rona merah di pipinya.
Sehun terdiam sebentar sebelum menjawab. "Tentu. Kapanpun kau boleh menghubungiku."
.
.
.
.
Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam lebih. Kyungsoo menunggu dengan kesal dikamarnya, ia sengaja mematikan AC dan membuka jendela kamarnya supaya dapat mendengar jika sewaktu-waktu Kakaknya pulang. Kyungsoo sudah bertekad, kalau hari ini ia harus bertemu dan berbicara dengan Oppa-nya itu. Setidaknya untuk mengucapkan selamat malam atau selamat tidur.
Mungkin dirinya terkesan agak konyol, tapi ia benar-benar sudah tidak tahan untuk tidak melihat Sehun Oppa-nya hari ini. Itu hal yang wajar kan? Sama halnya dengan teman-teman sekelasnya yang sedang jatuh cinta. Mereka bahkan lebih parah darinya dalam berburu informasi tentang orang yang mereka sukai.
Kyungsoo akhirnya keluar dari kamarnya karena merasa bosan, ia sudah menguap lebar beberapa kali karena seharusnya ia sudah mulai tidur sekarang. Ia melirik pintu kamar Kakaknya yang hanya berjarak beberapa meter dari pintu kamarnya. Ia mendekati pintu itu dan memutar kenop pintu. Tidak terkunci!
Rasa penasarannya mulai muncul, ia akan mengintip kamar Kakaknya edikit. Kalau hanya sedikit mungkin tidak apa-apa. Kyungsoo membukanya dan kamar tersebut terlihat agak remang-remang. Sehun meninggalkan kamarnya dengan lampu tidur yang masih menyala. Tanpa sadar, Kyungsoo sudah masuk kedalam. Ia langsung menuju lemari pakaian Sehun yang tertanam di dinding dan mencoba untuk membukanya. Ternyata terkunci.
Kyungsoo mendesah kecewa, baru saja ia ingin mengintip pakaian-pakaian milik Kakaknya dan niatnya tidak terpenuhi. Padahal ia kan bisa mencuri satu pakaian Kakaknya untuk dijadikan kenang-kenangan.
Tunggu dulu! Kenapa dirinya malah jadi seperti pencuri pakaian dalam yang pernah ditontonnya di anime? Tapi menurut Kyungsoo yang ini berbeda, ia bukannya mau mencuri pakaian dalam, ia hanya ingin mencuri pakaian. Bukankah itu lebih bermartabat? ... sebenarnya apa yang sedang dipikirkannya?
Kyungsoo harus segera keluar dari sini sebelum pikirannya mulai kacau. Baru saja Kyungsoo ingin melangkah menuju pintu, tiba-tiba kenop pintu berputar dan terdengar suara orang yang berbicara.
Sial! Sehun Oppa datang!
Kyungsoo langsung panik mencari tempat persembunyian dan akhirnya pilihannya jatuh pada sebuah tempat di sudut ruangan di belakang sebuah patung... entahlah itu patung apa. Mungkin seperti patung totem Suku Maya Aztec yang sudah punah. Tapi kalau dipikir-pikir, siapa juga yang menaruh patung semacam itu disana?
Ia tidak terlalu memusingkannya, yang penting adalah ukuran patung itu yang lebih tinggi dan lebar dari tubuhnya. Dengan cepat ia langsung menyelipkan dirinya di belakang patung itu agar tidak terlihat. Untunglah cahaya di dalam kamar agak remang. Kyungsoo hanya berdoa semoga Kakaknya tidak menyalakan lampu dan memergokinya disana.
Rencananya Kyungsoo akan menunggu Sehun melakukan aktivitasnya di kamar mandi sehingga ia bisa kabur keluar dari kamar Kakaknya. Sehingga Sehun tidak akan pernah tau bahwa ia pernah menyelinap disana. Sempurna.
"Kita langsung melakukannya sekarang...?"
Suara yang didengarnya membuat Kyungsoo mengernyit. Itu suara wanita...
Oh Tuhan! Kakaknya sedang membawa wanita ke dalam kamarnya dan Kyungsoo sedang berada di kamar itu! Kyungsoo hanya dapat mengerang dalama hati mendapati nasib sialnya malam ini. Sekarang yang ia pikirkan adalah bagaimana caranya ia keluar dari kamar Kakaknya? Dan apa yang akan Kakaknya lakukan bersama seorang wanita di dalam kamarnya... apakah Kakaknya akan melakukan...
Astaga! Apa aku akan mendapatkan tontonan Live!
Kyungsoo menelan ludahnya dengan gugup. Tidak! Tidak! Ini benar-benar tidak nyata! Aku pasti bermimpi.
Suasana kamar itu hening untuk sesaat, lalu terdengar suara seperti kain yang dijatuhkan ke lantai. Kyungsoo mencernanya dan mengetahui bunyi apa itu.
Mereka sedang membuka pakaian?!
Tiba-tiba Kyungsoo jadi penasaran dan ingin melihatnya sedikit, sedikit! Hanya sedikit! Dan tidak akan lama-lama.
Perlahan-lahan Kyungsoo memutar tubuhnya lalu mengintip melalui celah patung di depannya. Pemandangan yang dilihatnya hampir membuatnya terkesiap. Untunglah Kyungsoo masih sadar di mana ia berada sekarang, sehingga dengan cepat ia membungkam mulutnya.
Kakaknya dan wanita itu sedang berciuman. Berciuman dengan cara yang paling vulgar dari yang pernah dilihat olehnya. Wanita itu juga membalas ciuman Sehun...
Kedua orang itu kini sudah merebahkan diri mereka di tempat tidur, yang membuat akses penglihatan Kyungsoo terhadap mereka berdua terhalang. Kyungsoo berjinjit untuk melihatnya. Ia tidak bisa melihat dengan jelas lagi melalui celah patung tadi. Entah apa yang sedang mereka lakukan di atas tempat tidur, Kyungsoo ingin mengetahuinya dengan level penasaran yang membuatnya tidak sabar. Tanpa sadar, ia menggeser patung itu dan karena tekanan tubuhnya, patung tersebut terhuyung ke depan. Kyungsoo yang panik mencoba untuk menariknya kembali ke posisi semula, tapi payung itu terlalu berat dan Kyungsoo mulai kehilangan keseimbangan tubuhnya sehingga...
"ASTAGA...!" serentetan kata-kata umpatan terdengar dari mulut Kyungsoo saat patung itu terjatuh dan membentur lantai bersama dirinya.
Sepasang manusia yang sedang asik di atas tempat tidur itu tak kalah terkejutnya dengan Kyungsoo dan spontan menghentikan aktivitas mereka. Kyungsoo mengerang kesakitan, dadanya yang sedang memasuki masa pubertas membentur patung kayu itu dan rasa sakitnya tak tertahankan.
Mungkin ini adalah karma baginya karena sudah berani mengintip kegiatan terlarang padahal ia masih belum cukup umur. Tunggu dulu! Ia tadi sedang mengintip kegiatan terlarang!
Kyungsoo mendongakkan kepalanya menatap pada Sehun dan wanitanya. Wanita itu tersadar dari keterkejutannya dan menampar wajah Sehun dengan keras.
"Shit!" Sehun mengumpat karena terkejut. Wanita itu dengan cepat mengumpulkan pakaian dan tasnya, lalu berlari keluar kamar. Lalu disusul dengan Sehun yang berusaha mengejarnya.
Kyungsoo masih berada di posisinya semula bersama patung kayu itu dan mendengar percakapan mereka yang tidak terlalu terdengar jelas. Ia hanya dapat mendengar bahwa wanita itu akan pulang dengan menaiki taksi.
Gawat... aku sudah merusak acara Sehun Oppa.
Dia pasti akan marah besar!
Kyungsoo merutuki dirinya dalam hati, dan dengan cepat berdiri untuk berencana segera melesat keluar dari kamar Kakaknya dan menuju kembali ke kamarnya. Tapi sebelum kakinya mencapai ambang pintu, Sehun sudah muncul... dengan bertelanjang dada... dan dengan wajah yang tidak bisa dikatakan gembira.
Kyungsoo seketika menghentikan langkahnya. Sehun maju selangkah mendekatinya dengan tatapan horornya, sehingga membuat Kyungsoo memundurkan tubuhnya sambil menelan ludah.
Astaga! Apa yang akan Sehun Oppa lakukan? Ia tidak akan mungkin meminta aku untuk menggantikan posisi wanita itu kan? Tunggu dulu, kenapa aku bisa berpikir seliar itu?
Kyungsoo menggelengkan kepalanya mencoba untuk membuang jauh pikiran-pikiran kotor didalam otaknya.
"Kumohon Oppa, jangan marah padaku!" Kyungsoo mundur dengan panik sambil sesekali melihat kebelakang.
"Aku tidak bermaksud mengganggumu! Lagipula aku sudah akan menyingkir, tapi wanitamu sudah pergi lebih dulu." Kyungsoo meringis mencoba untuk membela dirinya.
"Dia mengira kau adalah istriku yang sedang memergokiku berselingkuh, Kyungsoo!" bentak Sehun.
Kyungsoo tercengang mendengar perkataan Kakaknya. Ia hampir saja tertawa mendengar informasi itu, tapi ia tidak berani melakukannya sekarang.
"Kenapa kau berada di kamarku?!" Sehun bertanya sambil memicingkan matanya.
Kyungsoo kembali panik sambil memikirkan alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan Kakaknya.
"Aku...aku..." Jawab Kyungsoo terbata-bata.
"Apa kau ingin bersembunyi disana hingga pagi dan diam-diam memperkosaku, begitu?"
Kyungsoo membeku seketika... Heh? Apa aku tidak salah dengar? Sejak kapan seorang wanita bisa memperkosa seorang laki-laki? Sehun Oppa memang konyol ya...
Kyungsoo berubah rileks setelah mendengar Kakaknya mengucapkan pertanyaan aneh itu.
"Astaga Oppa. Meski suatu saat nanti aku ingin melakukannya denganmu, tapi aku sekarang belum cukup umur... hahaha..." Jawab Kyungsoo sambil tertawa.
Sekarang giliran Sehun yang membeku mendengarnya.
"Kau... ingin melakukannya denganku?" Sehun mengulang pernyataan Kyungsoo kembali dalam bentuk pertanyaan.
Kyungsoo tersadar dirinya keceplosan mengucapkan keinginannya itu pada Sehun, tapi karena sudah tidak mungkin dapat mengelak lagi ia akan memperjelas maksud perkataannya tadi.
"Ne! Aku akan melakukannya denganmu, Oppa. Mungkin sekitar dua atau tiga tahun lagi. Tapi kau harus menikahiku dulu." Sahut Kyungsoo dengan manis.
Kyungsoo merasa lega karena sudah berhasil mengucapkan keinginannya itu. Ia sempat ragu tidak akan punya kesempatan untuk menyampaikannya seumur hidup.
"Menikah?" Sehun mengerutkan alisnya.
Kyungsoo melirik kekiri dan kanannya kebingungan. Sepertinya kata menikah terdengar sangat aneh ditelinga Kakaknya. Atau itu hanya perasaannya saja?
"Iya... me-ni-kah..." Kyungsoo mulai mengucapkannya dengan ragu-ragu.
"Hahahaha... apa kau sedang bergurau Kyungsoo? Kau bermimpi aku akan menikahimu?" tanya Sehun sambil tertawa.
Kyungsoo semakin kebingungan. Ia sama sekali tidak mengerti dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Sehun saat ini.
"Oppa, aku serius!" Kyungsoo mulai meninggikan suaranya agar mendapat perhatian Kakaknya.
"Aku..." Kyungsoo merasa gugup, tapi ia terpaksa mengakuinya. "Aku mencintaimu sejak dulu Oppa."
Sehun menghentikan tawanya dan menatap Kyungsoo dengan tatapan dinginnya.
"Oppa..."
"Keluar Kyungsoo!"
Kyungsoo mengurungkan niatnya untuk melanjutkan kata-katanya setelah mendengar ucapan Sehun. Sehun Oppa menyuruhku keluar?
"Keluar dari kamarku Kyungsoo!" ucap Sehun sambil menunjukkan pintu keluar kamarnya.
Kyungsoo segera melangkah melewati Kakaknya menuju pintu yang ditunjuk Sehun tadi. Ia merasa hatinya sakit dan pedih saat mendengar nada bicara terakhir Kakaknya tadi. Sehun seakan-akan mengusir dirinya dengan jijik. Kyungsoo berbalik setelah selangkah berada di luar kamar Kakaknya karena teringat sesuatu.
"Selamat Tidur..."
BLAM!
Sehunmembanting pintu tepat di depan wajahnya lagi. Sama seperti saat pertama kali Sehun tiba dirumah ini.
"...Oppa." Kyungsoo menyelesaikan kata-kata yang hendak diucapkannya tadi, dan melangkah meninggalkan kamar Kakaknya menuju kembali kekamarnya dengan langkah gontai.
TBC
PS: Aku cuma mau kasih tau kalau FF ini itu OOC (Out Of Character) jadi kalian gak akan menemukan Kyungsoo yang polos dan innocent.. karena disini karakter dia itu agresif, nakal, dan sedikit bitchy hihi apalagi kalau menyangkut sama Sehun Oppa nya. dan untuk yang nanya berapa selisih umur Sehun sama Kyungsoo, dia selisih umur 7 tahun ya yeorubun.
enjoy this chapter, and review juseyo...
