Thanks to: sei ky-chan, MIROKU PERVERT, samsul hutamara, willyanto21, Luca Marvell , R.A.F 33, Indah605 , shiori avaron, Zero Akashi and Uchiharuno Sierra.
makasih telah memberi kritik dan saran membangun untuk Author, Thanks to all reader and silet reader.
saya persembahkan fic Gaara X Naruko.
.
.
.
.
Straight Illusion Of Strong Heartness
.
.
.
(GaaNaruko)
.
.
.
Hurt/Comfort, Romance
.
.
.
Warning: EYD ancur, OOC, Typo(s) bertebaran, Lemon catat: "LEMON" rate M DLL
.
.
.
Felovian Alexa
.
.
.
.
Chapter 3: Cinta
.
.
.
Pemandangan tak biasa terjadi di kediaman Sabaku, rumah besar yang kemarin ceria kini berubah menjadi suram kembali. Hampir semua maid dan bodyguard di kediaman Sabaku tak bersuara sama sekali.
"Apa saja yang terjadi dirumah ini sebulan selama aku ada di amerika?" tanya Sabaku No Yondaime tegas pada salah satu bawahannya.
Kepala keluarga itu pulang tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu dan terkesan mendadak sekali.
"Tidak ada Sabaku-sama, kediaman masih seperti biasanya" jawab salah satu bodyguard itu.
"Gaara-kun kemana?" tanya Sabaku No Karura dengan nada lemah lembut pada salah satu maid.
"Gomenasai Karura-sama, Gaara-sama sedang berbelanja menemani Temari-sama dan Naruko-sama." Jawab maid itu.
"Arigatou" ucap Karura lalu menyuruh maid itu mundur ke posisi semulanya.
"Mereka malah pergi bersenang-senang bukannya belajar!" Sabaku No Yondaime menggebrak meja kayu jati di ruang tamunya.
BRAKK
Karura hanya menghela nafas sabar, mencoba menguasai diri.
"Anata, Gaara dan Temari mungkin ingin melepas rindu sambil berjalan-jalan. Aku mohon jangan marah dulu," pinta Karura secara pelan agar tak marah pada Gaara, Temari maupun Naruko.
"Hn, baiklah alasanmu itu aku terima Karura. Tapi lain kali tak ada ampun bagi Gaara jika nilainya turun." balas Sabaku No Yondaime secara tegas.
Kepala keluarga Sabaku itu meninggalkan ruang tamu dengan wajah tegang.
Karura hanya bisa bersabar menghadapi sang suami yang temperamental itu.
.
.
.
.
"Gaara ayolah makan desert ini." bujuk Temari sambil mencoba menyuapi Gaara yang tak mau membuka mulutnya.
"Aku tak mau" tolak Gaara masih terpojok di tempat duduknya, punggungnya menyandar dinding restoran.
Naruko terkekeh ringan, Gaara kembali melihat senyum Naruko. Membuat Sabaku bungsu itu terpana dan sedikit membuka bibirnya karena melongo terpesona pada Naruko.
Temari yang melihat peluang segera menyuapi Gaara secara cepat.
JLUUBB
Gaara terkejut saat sendok dan Desert manis itu masuk ke dalam mulutnya.
Gaara memaksa menelan makanan itu, matanya yang mirip panda segera melotot pada Temari.
"Hahahaha yatta," Temari girang karena berhasil membuat Gaara memakan desert.
"Kau mau membunuhku, aneki" gerutu gaara datar.
Temari memasang wajah tanpa dosa.
"Hihihi" Naruko terkikik geli melihat kelakuan Temari dan Gaara.
Gaara kembali melongo melihat senyuman Naruko, Temari segera menyendok desert lagi dan menjejalkannya pada Gaara dengan cepat.
JLUUBB
Gaara terkena suapan tiba-tiba lagi dari Temari, kembali menelan paksa desert itu.
"NEE-SAN!" bentak Gaara membuat Temari tertawa terbahak-bahak.
.
.
.
.
.
Baiklah Gaara berharap didepannya bukan Ilusi.
Sebab ayahnya kini berada didepannya, melipat tangan dengan wajah mengerikan (catat: wajah sangar penuh emosi).
"Kenapa kau keluyuran, harusnya kau belajar Gaara!" bentak sang kepala keluarga itu pada Gaara.
"Aku hanya merayakan kepulangan Temari-nee ke restaurant" balas Gaara sangat dingin.
Naruko menunduk karena takut terhadap ayah Gaara, Temari harap-harap cemas melihat wajah tegang ayahnya. Sepertinya kepala keluarga Sabaku siap memukul Gaara kapan saja, Gaara tetap diam seakan menantang ayahnya.
"Temari, Naruko. Kalian masuk kamar kalian!" perintah Sabaku No Yondaime mutlak.
Temari segera menarik tangan Naruko menuju kamar, mata biru safir Naruko memandang wajah dingin Gaara sesaat.
Mata biru safir Naruko bertemu mata hijau jade milik Gaara, Sabaku bungsu itu menatap Naruko sesaat. Naruko meneteskan air matanya, entah kenapa dia tak ingin Gaara terluka sedikitpun.
Gaara terhenyak, Naruko menangis untuknya?
Mata jade Gaara kembali bertemu dengan mata elang kepala keluarga Sabaku itu. Gaara sudah tau apa yang terjadi pada dirinya selanjutnya.
.
.
.
.
.
BUAGGH BUAGGH BUAGGH
Naruko memejamkan matanya, menutup telinganya seolah tak ingin mendengar suara pukulan itu.
Temari menangis dalam pelukan Naruko. Baru beberapa hari dia melihat adiknya tertawa lepas, dia harus mendengar suara pukulan sang ayah kembali memukul Gaara.
"Gaara-kun." gumam Naruko pelan, matanya sudah mengeluarkan air mata. Dia tak peduli Gaara kadang memukulnya tanpa alasan jelas, melecehkannya setiap hari, bahkan di tiduri setiap hari oleh Gaara (Tanpa memperawani Naruko) sudah jadi makanan sehari-hari buat Naruko.
Naruko tahu apa yang bergejolak di dalam hati Gaara, gadis pirang itu tahu tekanan batin Gaara.
Dia bahkan rela melepas keperawanannya sekarang demi Gaara yang menahan kesakitan akibat di pukuli Sabaku No Yondaime.
Gadis itu mencintai Gaara sejak pertama bertemu, tak kurang dan tak lebih. Naruko menangis apabila Gaara harus sakit di hantam tamparan maupun pukulan sang Kepala keluarga karena tak menuruti perintahnya.
Temari hanya menangis dan menangis apabila sang adik mendapat hukuman seperti itu. Bila ada Kankuro mungkin keadaan akan sedikit berbeda, karena Lelaki itu akan menghentikan sang ayah semampunya dan sebagai gantinya lelaki itu akan 'sedikit' terkena tamparan sang ayah.
"Aku peringatkan sekali lagi padamu Gaara, kau jangan membangkang perintah ayah." Ucap Sabaku No Yondaime keras.
"Kau adalah..." kata-kata ayahnya Gaara terpotong oleh ucapan berani Gaara.
"Pewaris Sabaku Corporation, kerajaan Perusahaan terbesar di dunia. Asal kau tahu, aku bosan mendengarnya." Ejek Gaara. Sang Ayah hendak mengangkat tangannya lagi untuk memukul Gaara.
"Kenapa? mau memukulku lagi? Kenapa tidak sekalian saja dibunuh? agar kau puas jadikan aku sasaran empukmu saat emosi? aku tidak peduli kau memukulku hingga aku mati, TAPI jika kau sampai memukul ibu. Aku akan melawanmu lebih dari yang kau bayangkan. AYAH" Gaara mengancam sang Ayah untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Ibunya yang terdiam namun menangis pedih sedari tadi terkejut akan pernyataan Gaara.
Sabaku No Yondaime menurunkan tangannya dan meninggalkan Gaara yang terluka di bagian pipinya.
Gaara menyeringai tapi tubuhnya sedikit terhuyung-huyung pada akhirnya roboh pingsan.
"Gaara-kun!" Teriak Karura.
Naruko segera melepas pelukan Temari, keluar dari kamar milik temari untuk melihat Gaara.
Temari segera mengikuti Naruko dari belakang karena suara teriakan ibunya didengarnya juga.
"Gaara-sama!" pekik Naruko panik segera menolong Gaara.
"Gaara!" jerit Temari membantu Naruko membopong tubuh Gaara ke kamar milik Gaara di ikuti Karura dari belakang.
.
.
.
.
.
"Hinata-chan," sapa Naruto memeluk tubuh tunangannya erat sekali.
"Naruto-kun" Sapa gadis bermata lavender membalas pelukan Naruto.
"Kushina-basan, Minato-jisan" Hinata melepas pelukan Naruto dan menunduk hormat pada Kushina dan Minato.
"Lama tidak bertemu Hinata, kau semakin cantik saja" puji Kushina pada Hinata.
"Terima kasih Kushina basan, anda juga masih awet muda seperti terakhir kita bertemu dulu" puji hinata balik.
"Bagaimana kabar ayahmu Hinata?" tanya Minato tersenyum pada calon menantunya tersebut.
"beliau sehat wal afiat jisan" balas hinata tersenyum simpul.
"Mari Naruto-kun, Basan dan jisan. Mobil sudah menunggu di sana" ucap gadis itu dengan sopan santun yang amat jarang diperlihatkan oleh gadis-gadis jaman sekarang.
"Ha'i" jawab Kushina sambil menggandeng lengan calon menantunya itu menuju mobil bersama Minato dan Naruto.
.
.
.
.
.
.
Sasuke menghubungi nomor milik Naruko, namun tiada jawaban memuaskan selain...
'Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif.' jawaban suara nona cantik dari operator membuat Sasuke menggertakan giginya kesal.
"Sial" umpat Sasuke pelan.
Sasuke menghela nafas, meredakan emosinya.
"Apa terjadi sesuatu pada Naruko" Sasuke hanya menebak-nebak apa yang terjadi pada Naruko, tapi kemudian dia segera menepis pikiran jeleknya itu.
"Semoga tak terjadi apa-apa pada Naruko" gumamnya sambil terduduk di ranjangnya.
Mungkin saat sekolah besok, ia akan menemui Naruko.
.
.
.
.
.
.
Gaara membuka matanya perlahan-lahan, dia melihat sekelilingnya. Mata jade hijau miliknya menangkap pemandangan menyentuh di sebelahnya, yakni Naruko tertidur sambil memangku kepalanya ditepi ranjang.
"Naruko, bangun" Gaara membangunkan Naruko pelan agartak mengagetkan gadis itu. Gaara melihat jam dinding, pukul 00.35.
"Naruko-chan bangunlah" Gaara masih berusaha membangunkan Naruko.
"Enggghh, ah Gaara-sama sudah sadar," kata Gadis itu secara tak sadar langsung memeluk Gaara.
Gaara terkejut bukan main, namun didetik kemudian Gaara membalas pelukan Naruko.
'Pasti dia menungguku sadar hingga tertidur' batin Gaara mempererat pelukannya.
Naruko yang tersadar kelakuannya segera melepas pelukannya, tapi Gaara malah mencium tengkuk Naruko.
"Kumohon biarkan seperti ini Hime" Pinta Gaara pelan.
Naruko hanya terdiam dan menerima pelukan Gaara.
Perasaan damai merasuki Gaara memeluk tubuh Naruko.
Gaara melepas pelukannya, meraih pipi Naruko.
Gadis pirang itu mengerti keinginan Gaara dan memejamkan matanya. Gaara mendekatkan wajahnya pada Naruko, kecupan pelan-pelan menghampiri bibir merah Naruko.
Bibir Gaara mengecup bibir Naruko secara lembut, Gadis dihadapannya seakan terbuai dan mengalungkan tangannya di leher Gaara, Gaara memasukan lidahnya kedalam mulut Naruko serta menginvasi bibir Naruko secara lembut.
Gaara melepas ciumannya dan melepas pakaian Naruko satu-persatu yang melekat di tubuh gadis itu.
Setelah melihat gadisnya sudah tanpa sehelai benangpun.
Gaara mencium bibir Naruko kembali dengan lembut, seakan Sabaku bungsu itu tak mau melepas gadisnya lama-lama, Naruko melepas kemeja Gaara tanpa melepas ciuman mereka.
Gaara menciumi Leher, bahu, dan dada Naruko serta tak lupa memberi tanda kepemilikan pada tubuh Naruko. Lelaki berambut merah itu menidurkan tubuh Naruko diranjang, segera lelaki itu melepas celana jeansnya dan celana dalamnya.
Kejantanan Gaara berdiri tegak menantang seakan siap memasuki liang kewanitaan milik Naruko.
Gaara membuka kedua paha Naruko yang menutup kewanitaan Naruko.
"Apa kau siap hime?" tanya Gaara.
Gadis itu hanya mengangguk, bersiap melepas mahkota keperawanannya pada Gaara.
Gaara menggesek-gesekkan kejantanannya pada liang Naruko.
"Eeengghhh" Naruko menahan desahannya saat kejantanan milik Gaara siap memasuki liangnya.
Gaara mencium bibir Naruko bersamaan memasukan kejantanannya dalam satu kali hentakkan.
"Mmmmmpppphhh!" jerit kesakitan Naruko tertahan didalam ciuman Gaara.
Gaara memeluk tubuh Naruko dibalas Naruko memeluk tubuhnya sambil berurai air mata karena menahan sakit.
Lelaki berambut merah itu membiarkan kejantanannya berada didalam liang Naruko tanpa menggerakannya agar Naruko terbiasa saat ini juga.
Gaara mencium bibir Naruko dan saling bersilat lidah, Gaara menggerakan pinggulnya pelan maju mundur. Naruko mendesah saat ciuman Gaara terlepas dari bibirnya.
"Aah Aah Aah" Desahan sensual Naruko membahana ditelinga Gaara. Dada besar milik Naruko bergesekan dengan dada bidang milik Gaara memberikan sensasi yang berbeda pada persetubuhan mereka.
Gaara memaju-mundurkan pinggulnya dengan teratur.
"Hime eeeh Hime" Gaara menyebut nama Naruko saat merasakan selakangannya terasa ngilu, geli dan rasa yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata.
"Aaah uhhh aahh akhn" Naruko hanya bisa mendesah ketika Gaara mengobrak-abrik kewanitaannya.
Gaara seketika merasakan cairan Naruko sudah membasahi Kejantanannya serta seprai milik Gaara bersamaan darah perawan milik Naruko.
Naruko hampir saja berteriak kalau saja mulut Gaara tak membungkamnya dengan ciuman ganasnya.
"Mmmpppphh mmmppggghh" Selakangan Naruko terasa ngilu saat gerakan Gaara mulai tak teratur, Lelaki berambut merah itu seakan tak peduli bahwa Naruko sudah orgasme duluan. Gaara ingin segera mengeluarkan benihnya sebanyak-banyaknya ke dalam rahim Naruko.
Naruko miliknya, milik seorang Sabaku No Gaara yang egois, keras kepala dan dingin.
Kaki Naruko melingkar di pinggang Gaara, enggan untuk melepas Gaara meskipun Gaara tak akan melepaskannya begitu saja.
'Aku mencintaimu Naruko, aku mencintaimu Naruko, aku mencintaimu Naruko' Batin Gaara berulang kali, kewanitaan Naruko memijat-mijat kejantanan Gaara mulai sedikit mengendur. Gaara sendiri juga akan mengeluarkan benihnya sebentar lagi.
Merasa akan mengeluarkan cairan kehidupan pada rahim Naruko, Gaara mempererat pelukannya dan mencium bibir Naruko secara rakus kembali.
Gaara mempercepat, lebih cepat dan sangat cepat menggerakkan pinggulnya. Gaara menghentakkan keras pinggulnya pada akhirnya.
Cairan kehidupan Gaara menyembur keluar ke dalam rahim Naruko. Gadis itu pingsan setelah Gaara mengeluarkan cairannya, Gaara terengah-engah setelah kegiatan 'itu' melihat wajah Naruko sudah pingsan. Lelaki itu meraih selimut dan menyelimuti dirinya serta Naruko yang pingsan.
Tak ada kata lagi yang keluar, hanya kecupan Gaara di pipi Naruko mewakilkan rasa cintanya.
.
.
.
.
.
.
.
"Aku tidak tahu gadis itu siapa? tapi kami menemukannya terdampar di pantai ini mengenakkan baju pelampung" kata salah satu suster.
"Berapa bulan gadis itu dirawat di panti asuhan suster?" Tanya seorang wanita dengan pakaian ketat hitam.
"Hanya 3 bulan miss Anko, setelah itu ada orang kaya dari San Diego mengambil gadis itu untuk dijadikan anak" jawab Suster.
"Apa suster tahu siapa mereka?" tanya Anko lagi, suster itu menggelengkan kepalanya.
"Ok thank you suster atas kerja sama-nya, kami undur diri" seseorang memakai masker berpamitan pada 2 suster didepannya.
"Kakashi-sama, kami menemukan ini di kamar tidur yang ditempati Nona besar" Salah satu pengawalnya melaporkan menemukan liontin kuning cerah.
"Ini..." Kakashi mengamati seksama liontin itu. Terdapat tulisan U. Naruko.
"Tak salah lagi, ini milik Nona Naruko." Gumam Anko melihat liontin tersebut.
"Apa kita harus ke San Diego sekarang, Kakashi?" Anko menunggu keputusan Kakashi.
"Kita ke San Diego sekarang, Takuma siapkan pesawat pribadi untuk ke San Diego." Perintah Kakashi pada salah satu orang terpercayanya.
"Ha'i Kakashi-sama" Takuma menjalankan tugasnya.
"Sudah dekat, petunjuk kita sudah dekat" ucap Kakashi melangkah menuju sedan Hitamnya bersama Anko.
"Siapkan tim pencari untuk mencari Nona Naruko di San Diego secepatnya" Ucap Kakashi pelan pada Anko.
"Baiklah, akan aku laksanakan." Anko meraih ponsel dan menghubungi orang-orang terpercayanya di San Diego.
"Aku ada tugas untukmu."
.
.
.
.
.
Naruko membuka matanya perlahan-lahan. melihat sekitarnya.
"Apa yang kulakukan disini?" gumam Naruko.
Naruko bangun dan duduk bersandar di ranjang King size milik Gaara.
Naruko melihat dirinya sendiri sudah telanjang bulat, dengan segera dia beranjak dari tempat tidur milik Gaara.
"Akkh" pekik Naruko pelan.
Naruko merasakan kewanitaannya sedikit nyeri dan ada warna merah pada selakangannya. Gadis itu sadar kalau dia sudah jadi wanita, Naruko segera mengenakkan pakaiannya dan bergegas menuju kamarnya sendiri meskipun selakangannya masih nyeri.
Wanita itu membuka pintu kamar Gaara pelan tanpa membangunkan Gaara.
.
.
.
.
Karura menggoreng telur mata sapi kesukaan Gaara didapur di bantu beberapa maid-nya.
"Ohayou Okaa-sama," Sapa Naruko pada Karura yang kini memasak sarapan untuknya, Gaara dan Temari.
"Ohayou Naru-chan" Sapa balik wanita paruh baya itu tersenyum melihat Naruko sudah segar, wanita itu memakai seragam sekolahnya.
"Gaara-kun mana?" tanya Karura.
"Masih tertidur Okaa-sama," jawab Naruko pelan.
"Nampaknya kau merawat Gaara baik sekali, Naru-chan" puji Karura tapi terdapat nada sedih didalamnya.
Naruko memilih diam tak menjawab pujian Karura.
.
.
.
.
.
.
Since You've been away I've had the time to start realize
Then when we meet again I'll be the first to apologize
Now when I hear people say be careful what you wish for
I know what they mean I know what they mean
Don't leave I struggled hard without you
Cause I need you, need you, need you
Cause I need you, need you, need you
Don't go I simply can not live without you
Cause I need you, need you, need you
Cause I need you, need you, need you
Need you, need you
.
.
.
.
.
.
To Be Continue
