*Jangan lupa baca AN ya. Ada yang ditanyain XD
CHAPTER 3
WHEN I COME INTO YOUR LIFE
.
.
.
.
Knock
Knock
"Manager Ooooh~"
Knock
Knock
Knock
"Manager Ooooh~ buka pintunyaaa"
Knock
Knock
Aktor cantik yang bernama lengkap Xi Luhan terus saja mengetuk pintu kamar mandi yang terletak di dalam kamar sang manager. Hampir sepuluh menit lamanya Luhan bertahan di depan pintu kamar mandi berharap Sehun membukakan pintunya. Apa yang Luhan inginkan dengan kamar mandi di kamar tamu yang sekarang di tempati manager barunya? Padahal ada tiga buah kamar mandi di apartemen Luhan dan salah satunya terletak di dalam kamar sang aktor.
Cklek
Pintu kamar mandi pun terbuka menampilkan sosok tampan dengan rambut basah dan juga bathrobe yang menutupi tubuhnya. Luhan hanya bisa merenggut menatap tidak puas dengan apa yang ada dihadapannya karena dia berharap si tampan yang selalu dia panggil Manager Ooooh~ akan keluar dari kamar mandi tanpa busana.
Jangan kalian lupakan kalau otak sang aktor tidak jauh dari hal berbau-bau mesum.
"Mau apa?" tanya Sehun kelewat ketus karena acara mandinya terganggu.
"Kenapa pintunya ditutup?" tanya Luhan sambil menghentakan kakinya dan tangan bersedekap di dada.
"Aku sedang mandi"
"Tapi kan tidak perlu di kunci" Luhan menggembungkan pipinya.
"Agar kau bisa mengintip ku mandi begitu?" Sehun memicingkan matanya melihat sang aktor tersenyum lebar menampilan gigi-gigi indahnya dengan wajah polos tanpa dosa.
Sudah kuduga
Sehun masuk kembali kedalam kamar mandi dan menutup pintu di depan wajah sang aktor yang tercengang dengan mulut terbuka. Luhan mengetuk pintu berkali-kali namun tidak dihiraukan managernya.
'Nanti juga berhenti sendiri' pikir Sehun dan benar saja tak lama kemudian suara ketukan pintu tak terdengar lagi.
Luhan berjalan keluar dari kamar Sehun dengan wajah masam sambil mendecih kesal. Dia duduk disamping Kai yang sedang menikmati sandwich di meja makan.
"Gagal lagi, huh?" tanya Kai dengan wajah prihatin.
"Lagi-lagi dia mengunci pintu kamar mandi" jawab Luhan sambil mengembungkan pipinya.
"Apa harus ku dobrak pintunya?" Kai menaruh sandwich yang belum habis dia makan diatas piring lalu mengelap tangannya dengan tisu. Gerak-geriknya seperti hendak menjalankan tugasnya.
"Omo" Luhan menatap haru Kai dengan menyentuh sebelah telapak tangannya di dada. "Kau benar-benar teman yang baik" kata-kata Luhan membuat sahabatnya tersenyum bangga.
Sudah hampir dua minggu lamanya Sehun tinggal di apartemen Luhan. Tinggal serumah dengan Luhan membuatnya was-was. Tepat di hari ketiga mereka tinggal bersama, Luhan selalu mengagetkan Sehun dengan menerobos masuk kamar mandi tanpa mengetuk ketika sang manager sedang mandi. Belum lagi suara cekikikan-nya ketika si rusa manis itu melihat tubuh atas Sehun yang basah dan menurut Sehun mendengar suara cekikikan Luhan dalam situasi ini sedikit horor.
Jadi ini maksud Luhan untuk tidak mengunci pintu kamar mandi saat hari pertama sang manager menginjakkan kaki di apartemen sang aktor. Untungnya saja Luhan belum pernah melihat junior Sehun karena terhalang busa-busa ketika Sehun sedang berendam atau saat Luhan datang Sehun sempat menutupi sebagian tubuhnya dengan tirai. Sehun pikir alasan Luhan menyuruhnya untuk tidak mengunci pintu kamar mandi karena dia pikir pintu itu rusak dan tidak akan bisa di buka bila terkunci. Tapi ternyata dibalik itu semua ada niat terselubung.
"Aku heran dengan manager mu itu masa dia sama sekali tidak tergoda dengan mu? Padahal foto seksi mu terpampang jelas berhadapan langsung dengan posisi tidurnya. Belum lagi aku sampai repot-repot memasang foto mu di toilet supaya saat dia pipis bisa melihat foto mu" Kai terus mengoceh dengan wajah serius.
"Percuma saja! Kau tahu foto ku yang ada di kamar mandi dia tutup dengan handuk" Luhan mengerucutkan bibirnya.
"OMG! Jangan-jangan dia punya kelainan" Kai menggoyangkan tubuh kurus Luhan dan membuat Luhan membulatkan matanya. Kenapa jadi Kim Jongin yang heboh?
Jujur saja kata-kata Kai barusan menurut Luhan sangat masuk akal. Oh, ayolah… Oh Sehun dihadapkan dengan Xi Luhan. Flower boy yang di idam-idamkan se-Asia -menurut Luhan. Tidak ada yang bisa menahan dan menolak godaan Luhan. Bahkan menurut sang aktor tanpa dia berusaha keras untuk merayu pun mereka pasti akan bertekuk lutut.
'Hmmm… memang ada yang salah dengan Manager Oh!' pikir Luhan sambil menganggukan kepalanya.
Kedua tangan Luhan menggenggam tangan sahabatnya dan menatap Kai dengan penuh pengharapan "Kai kau harus menolong ku! Sudah hampir dua minggu lamanya aku tidak berhubungan intim. Lama-lama aku bisa masuk UGD"
"Manager mu kan melarang kita berhubungan intim, Lu" Kai mendengus kesal.
"Aishhh! Bukan itu maksud ku!"
"Lalu apa?"
"Kau dan manager ku harus pergi keluar bersama kalau bisa secepatnya"
"Kau menyuruh ku pergi berkencan dengannya? Kau yang naksir dengan manager mu kenapa aku yang kencan?" tanya Kai sambil mengerutkan keningnya.
Ingin sekali Luhan memukul kepala Kai dan berteriak 'Kai, please jangan bego'. Namun dia urungkan niatnya mengingat Kai suka mengadu pada ayahnya yang bertubuh seperti binaragawan. Luhan takut di hajar oleh Kim Jongkook. Bisa kau bayangkan kepala Luhan yang bertubuh tipis seperti kertas berada di ketiak Kim Jongkook yang bertubuh super besar?
"Bukan berkencan Kai" Luhan menghela napas untuk mengatur emosinya. "Maksud ku kau ajak Sehun jalan lalu diam-diam kau promosikan aku. Mungkin saja pandangan dia tentang ku berubah karena kau memberitahu dia hal-hal yang bagus tentang aku. Pasti dia ingin sekali tidur dengan ku!" Membayangkan rencananya saja sudah membuat Luhan gembira sekali.
"Manager mu itu benci sekali pada ku, Lu! Pasti dia tidak mau"
"Kau bilang padanya anggap saja sebagai tanda perdamaian karena kau ingin menjadi temannya. Manager Oh baik kok"
Kai hanya bisa mengangguk pasrah mendengar permintaan sahabatnya. Biar bagaimanapun juga mereka adalah partner in crime.
"Awww so sweeet!" Luhan langsung memeluk erat Kai karena saking senangnya dia mau membantu rencana Luhan.
"EHHHMM!"
Kai dan Luhan langsung melepaskan pelukan mereka dan menatap si pemilik suara tersebut. Sosok Sehun sudah berdiri di depan meja makan dengan kedua tangan bersedekap di dada.
"Luhan kita harus segera pergi sekarang" perintah Sehun dengan nada tegas. Kai dan Luhan bisa merasakan aura kemarahan Sehun.
.
.
.
"LUHAAAAEEEEEN HYUUUNG~" teriak seorang pria yang tak kalah menggemaskan dengan pria yang dipanggilnya.
Luhan yang sedang duduk di salah satu coffee shop yang berada di dalam gedung agensinya sambil menikmati minuman kopi Americano dengan Kim Minseok, sahabat sang aktor sekaligus CEO dari PCY Entertainment, menolehkan wajahnya ke asal suara tersebut.
"Kyuung~ Kyuuung~" Luhan menyapa pria bertubuh mungil dengan pipi tembam dan mata bulat khasnya yang seperti burung hantu. "Duduk sini" lanjut Luhan sambil menepuk sofa kosong di sebelahnya.
Pria yang dikenal dengan nama lengkap Do Kyungsoo duduk disamping Luhan. Do Kyungsoo atau yang dikenal dengan nama panggung D.O adalah teman satu agensi Luhan. Meskipun tubuhnya mungil ditambah wajah yang dielu-elukan fans cute, pria ini terkenal sebagai penyanyi POP/R&B dengan suaranya yang smooth dan merdu.
"Kalian sedang membicarakan apa?" tanya pria yang sudah lama menyandang gelar 'Nation's Little Brother' dari awal dia debut.
"Lagi-lagi fans mu dan fans Baekhyun war" jawab Minseok yang fokus pada iPhone 7 Plus nya.
"Apa lagi sekarang?" tanya Kyungsoo lagi, kali ini dengan raut wajah datar tak seperti tadi.
"Tidak penting sih, hanya gara-gara jaket yang dipakai kau sama dengan yang dipakai Baekhyun" jawab Minseok
"Ah pasti sedang memperdebatkan siapa yang pakai lebih bagus" Kyungsoo hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Apakah kalian tahu siapa itu Baekhyun? Byun Baekhyun adalah rekan sesama artis Luhan dan Kyungsoo. Dia adalah penyanyi pop yang dijuluki 'Nation's Prince' oleh netizen dan bernaung di agensi JJ Entertainment.
Baekhyun dan Kyungsoo dulunya adalah kontestan ajang mencari bakat 'KPOP Star'. Baekhyun keluar sebagai juara pertama dan memilih menandatangani kontrak di JJ Entertainment. Sedangkan Kyungsoo sebagai pemenang kedua yang saat itu lumayan lama memberikan kepastian, akhirnya memilih PCY Entertainment sebagai agensinya.
Perseteruan antara fans Baekhyun dan fans Kyungsoo sudah terjadi saat mereka masih menjadi kontestan KPOP Star. Padahal di belakang kamera, Kyungsoo dan Baekhyun adalah teman baik. Mereka berdua adalah teman seperjuangan saling merasakan bagaimana sulitnya menjadi penyanyi dan berusaha agar musik mereka diterima dan disukai masyarakat.
Meskipun berbeda agensi, Baekhyun sangat dekat dengan Luhan dan Kyungsoo. Terkadang mereka akan berkumpul di kala waktu luang. Hanya saja Baekhyun tidak ingin pertemanan mereka tercium oleh agensinya. Baekhyun tahu betul seperti apa agensinya yang haus akan popularitas. Makanya tidak ingin melibatkan teman-teman tersayangnya dalam drama yang dibuat oleh agensinya.
"Anyway, Minseok hyung bagaimana liburan mu?" tanya Kyungsoo pada pria yang juga tak kalah tembam pipinya seperti dirinya.
"Menyenangkan sekali!" jawab Minseok yang baru saja menghabiskan masa cutinya berlibur dengan adiknya selama 10 hari di Milan. "Kau tahu aku berjalan-jalan di Duomo, lalu menonton balet di Teatro alla Scala, mencicipi es krim di Cioccolati Itali-" pembicaraan Minseok terhenti karena tiba-tiba Kyungsoo membekap mulutnya.
"Aku mengerti hyung liburanmu menyenangkan. Tapi mana oleh-oleh untuk ku?" Kyungsoo mengerucut lucu sambil melepaskan tangannya yang membekap mulut Minseok, sedangkan Luhan terkekeh melihat kelakuan Kyungsoo.
"Apa?" tanya Luhan yang masih terkekeh ketika Minseok memberikannya tatapan tajam. "C'mon, seseorang harus melakukan itu atau tidak aku harus mendengarkan cerita mu lagi yang mana tidak akan kelar selama dua jam" canda Luhan dan memang benar Luhan baru saja habis mendengarkan cerita liburan sahabat baiknya itu di Milan, belum lagi sesi pamer fotonya yang mana sudah Luhan liat di Instagram sang CEO. Cukup sudah dua jam lebih Luhan mendengarnya dan jangan sampai ditambah lagi.
Minseok menghela napas tanda menyerah. "Oleh-oleh mu ada diruangan ku, nanti aku kasih tenang saja" kata Minseok sambil memutar kedua bola matanya.
"Oh iya hyung kau sudah lihat manager baru Luhan belum?" tanya Kyungsoo dengan antusias dan membuat Luhan mendelik ke arahnya.
"Sebelum aku berangkat ke Italy aku sudah bertemu dengannya" jawab Minseok tersenyum lebar menunjukkan gummy smile ciri khasnya.
"Menurut mu bagaimana? Seksi sekali bukan?!" antusiasme Kyungsoo yang semakin menggebu-gebu membuat Luhan mendengus sebal.
"Iya dia seksi sekali sampai rasanya aku ingin menangis" jawab Minseok dengan ekspresi seperti kucing yang sedang kelaparan.
"Aku rasanya ingin menculik dia hyung" kata Kyungsoo yang agak ekstrem
"Yah! Jangan coba-coba ya dia itu manager ku!" kata Luhan dengan nada suara ketus. Rasanya dia ingin sekali menjabak kedua temannya ini.
"Iya iya aku tau dia milik mu. Lagi pula aku sudah punya Jongdae dan aku juga tidak level merebut pria milik orang lain, huh!" kekasih dari Kim Jongdae ini mendengus kesal.
"Yakin? Bukannya kau yang merebut Jongdae dari pacarnya dulu, HA!" goda Luhan dengan sorot mata menghakimi.
"Itu kan dulu dan lebih baik tidak usah dibahas" kata Minseok menatap nyalang sahabatnya.
Kim Jongdae atau Chen adalah kekasih dari Minseok dan juga penyanyi ballad di PCY Entertainment. Tadinya dia bekerja sebagai penyanyi di sebuah cafe milik adiknya yang tak lain adalah Kim Jongin. Lalu Minseok terpesona dengan suaranya dan selalu memburu kemana pun Jongdae berada agar masuk agensinya. Mereka baru memadu kasih selama enam bulan dan menyembunyikan hubungan mereka dari media. Minseok tidak ingin merusak karir Jongdae yang belum sampai dua tahun menjadi penyanyi.
"Kau kan bukan siapa-siapanya Sehun, hyung. Selama cincin belum melingkar di jari manis Oh Sehun milik bersama" goda Kyungsoo sambil menahan tawanya. Menurutnya menggoda Luhan merupakan hiburan bagi dirinya.
Luhan berdiri dari duduknya tanpa sadar dia menggebrak meja hingga mengagetkan kedua temannya. "Jika aku tidak bisa menyentuh Oh Sehun, TIDAK ADA YANG BOLEH DEKAT-DEKAT DENGAN MANAGER OH!" bentak Luhan lalu si rusa itu pergi begitu saja meninggalkan teman-temannya.
Luhan berjalan sambil menghentakkan kakinya tanda dia sedang kesal akibat kelakuan kedua temannya yang sukses membuatnya insecure. Sepanjang jalannya yang entah kemana, si rusa cantik ini terus saja menggerutu dan terlintas kata-kata 'aku pikir kita sahabat tapi sahabat tidak ada yang menusuk dari belakang'. Chanyeol dan Sehun yang sedang duduk di ruang santai melihat kedatangan sang aktor yang terlihat jelas sekali kalau si rusa itu sedang geram. Mereka hendak memakan muffin cokelat namun terhenti karena tiba-tiba saja langkah Luhan terhenti karena melihat mereka berdua sedang duduk santai.
"Apa kau akan memakannya?" tanya Luhan pada Sehun yang berdiri dihadapannya.
"Kau mau?" tanya Sehun balik sambil menyodorkan muffin cokelat yang kata Chanyeol 'Rasanya enak seperti mendapatkan seks dalam mulut'
Luhan mengangguk, lalu merampas begitu saja muffin Sehun dan menaruhnya diatas meja. Kedua pria yang tingginya seperti tiang listrik ini pikir Luhan akan memakan muffin tersebut. Namun aksi Luhan berikutnya membuat mereka tercengang dengan mulut terbuka.
Bukk.. Bukk
"DASAR OH SEHUN BODOH!"
Bukk
"AKU BENCI OH SEHUN!"
Bukk
Bukk
Bukk
"OH SEHUN JELEK OH SEHUN JELEK!"
Luhan menghancurkan muffin coklat yang dia taruh diatas meja dengan memukul-mukul makanan malang tersebut tanpa belas kasihan berkali-kali. Sehun dan Chanyeol yang melihatnya sempat bergidik ngeri melihatnya.
"Y-YAH!" teriak Sehun ketika Luhan pergi meninggalkan TKP begitu saja apalagi setelah menyumpah serapah Sehun yang tidak tahu apa-apa.
"Apa kau akan makan itu?" tanya Chanyeol dengan polosnya tanpa dosa.
Tiba-tiba Sehun dengan gerakan cepat merebut muffin coklat yang dipegang Chanyeol. Melihat tindakan tidak manusiawi orang yang dia pekerjakan sebagai manager Luhan membuatnya merebut kembali muffin coklat yang sebagian sudah Sehun makan.
Minseok yang kebetulan sedang lewat dibuat takjub dengan pemandangan Sehun dan Chanyeol rebutan sebuah muffin seperti anak kecil. Padahal Chanyeol yang dikenalnya akan menjaga image wibawa dan aura leadership yang selalu dia tunjukkan kepada orang-orang terutama artis-artisnya, makanya mereka agak segan dengan Chanyeol. Sedangkan Sehun yang baru saja menjadi perbincangan Minseok dan teman-temannya mempunyai aura misterius yang membuat orang-orang penasaran.
Tapi tak disangka kelakuan mereka tak jauh seperti anak umur 7 tahun. Bahkan si pemilik PCY Entertainment ini sampai menggigit punggung Sehun dan membuat manager Luhan ini mengaduh kesakitan.
.
.
.
"Kau marah padaku?" tanya Sehun dengan nada selembut mungkin saat Luhan sedang fokus pada naskah drama yang sedang dibacanya.
Mood Luhan belum saja membaik setelah kejadian siang tadi di agensi hingga kini hari semakin malam, sang aktor masih saja mendiami manager tampannya. Saat mereka kembali dari lokasi syuting ke apartemen pun Luhan langsung berjalan menuju kamarnya tanpa mengucapkan apapun. Sehun pun dibuat kebingungan oleh tingkah sang aktor. Biasanya Luhan akan bersikap manja apabila dia kelelahan dan belum lagi otak mesumnya yang masih saja berusaha menggoda Sehun.
Bukannya Oh Sehun rindu ingin digoda. 'Ah sama sekali bukan' pikirnya. Dia hanya merasa hampa jika Luhan mendiaminya, apalagi sesuatu yang tidak dia ketahui.
Kau yakin Oh Sehun itu bukan perasaan rindu?
"Baiklah Luhan aku minta maaf" lanjut Sehun dengan nada pasrah karena tak mendapatkan jawaban dari si flower boy ini.
"Kenapa minta maaf? Kau merasa melakukan kesalahan?" Permintaan maaf Sehun yang tiba-tiba membuat Luhan menghentikan kegiatan membaca naskahnya.
"Kau mendiami ku seharian ini dan jangan lupakan kau menghancurkan muffin ku"
"Jadi kau dendam karena kejadian muffin itu?"
"Luhan jangan mengalihkan pembicaraan" kata Sehun dengan nada tegas dan datar. "Kau kenapa Lu? Aku sudah minta maaf jadi kini kau harus memberitahu apa salah ku" lanjut si manager tampan ini.
Luhan menghela napasnya. Sepertinya sang manager akan terus memburunya hingga dia mendapatkan jawaban. Jika si tampan ini sangat penasaran, maka Luhan akan memberitahunya meskipun dia tahu Sehun tidak akan mengatasi masalahnya. "Baiklah kau ingin tahu?"
"Hmmm"
"Aku sedang sensitif karena horny dan aku menyalahkan mu karena tidak mau menyentuhku! Sekarang kau mau apa, hah?! Meniduri ku? Kau tidak mungkin mau kan?!"
Sehun pun shock mendengar perkataan Luhan yang terdengar ketus. Dia hanya bisa terdiam tidak tahu harus membalas apa. Benar sekali yang dikatakan Luhan, dia tidak akan mungkin menidurinya. Kata 'profesionalitas' mendominasi otak Sehun.
"A-aku-"
Luhan menghela napas malah dia yang jadi merasa bersalah "Sudahlah aku sudah tahu jawabanmu" katanya memberikan sedikit senyum pada sang manager lalu kembali fokus pada naskahnya dan Sehun menyadari tatapan sedih sang aktor.
Sehun refleks mengusap rambut Luhan dan tersenyum pada pria manis ini. Dia mengerti sekali akan 'kebutuhan' Luhan yang perlu disalurkan. Apalagi sekarang Luhan menurutinya karena tidak diperbolehkan berhubungan intim dengan sahabatnya. Sehun sangat menghargai itu karena untuk sebagian orang menahan kebutuhan seksual -terutama yang sexually active seperti Luhan- pasti akan sangat menyiksa.
Sayangnya, Sehun tidak bisa memberikan apa yang Luhan butuhkan.
Luhan menatap Sehun yang tersenyum padanya sambil mengusap rambut honey blonde miliknya. "Anggap saja ini sebagai pengendalian diri menahan nafsu" kata Sehun sambil diselingi canda tawa karena ekspresi Luhan yang memutar malas kedua bola matanya.
.
.
.
Pagi datang menyambut hari baru mereka setelah akhirnya semalam mereka berbaikan dan mood Luhan sudah kembali normal seperti biasa. Semalam Luhan meminta Sehun untuk membuatkan waffle cokelat untuk sarapan dan disini lah Sehun sedang berkutat di dapur membuat waffle agar Luhan memaafkannya. Jujur saja Luhan sangat menyukai waffle coklat buatan Sehun. Waffle yang dilumuri cokelat Belgian buatannya sangat lembut, manis dan juga gurih.
"Manager Ooooh~ nanti sepupu ku akan datang kemari" Luhan berkunjung ke dapur ketika manager tampannya ini sedang fokus mengaduk adonan yang masih mencair. Perhatian Sehun kini beralih ke Luhan yang sedang menggendong Zhu dan ada juga Vivi yang duduk manis disebelah kanan kaki Luhan. Sehun akui penampilan sang aktor di pagi hari memang sangat menggemaskan dengan pijama berwarna biru yang senada dan rambutnya yang mengembang berantakan.
"Hmmm Ok. Kau akan menghabiskan waktu dengan sepupu mu?" tanya Sehun. Hari ini memang Luhan tidak ada jadwal.
Sehun sengaja mengosongkan jadwal seharian penuh agar sang aktor bisa beristirahat. Hari pertama Sehun bekerja sebagai manager sang aktor, jadwal Luhan sangatlah padat dan Sehun tidak tega jika membiarkan sang aktor terus bekerja tanpa beristirahat. Jangan sampai Luhan masuk rumah sakit karena kesibukannya.
"Mereka hanya sebentar cuma mengantar oleh-oleh"
"Mereka?"
"Hmmm, Sepupuku dan keponakan ku. Mereka baru saja pulang liburan dari Jepang"
"Aku ti-"
Suara dering telepon Sehun dengan terpaksa menginterupsi perbincangannya. Sehun melirik iPhone 7-nya yang tergeletak tepat disamping mangkuk adonan. Sebuah panggilan tanpa nama yang Sehun tahu betul itu nomor siapa dan sengaja tidak dia simpan dalam kontaknya. Dia sudah hafal nomor ponsel Komisaris Kim Tae Woo agar identitasnya tidak terbongkar.
Sehun berjalan keluar dari area dapur tanpa permisi, meninggalkan Luhan yang hanya bisa menatap tubuhnya yang semakin menjauh. Si tampan itu memasuki kamarnya dan tak lupa mengunci pintunya.
"Selamat pagi Komisaris Kim"
"Pagi Sehun! Aku ingin mendengar laporan mu. Apakah terjadi sesuatu?"
"Kira-kira dua minggu yang lalu Luhan terjebak dalam sebuah gudang"
"APA?!"
"Saat itu jadwal Luhan syuting di pabrik dan saat break dia pergi ke kamar mandi. Tapi lebih dari sejam dia hilang dan aku menemukannya terkunci di dalam sebuah gudang. Ketika aku berhasil mendobrak pintu kondisinya sudah lemas dan hampir dehidrasi karena gudang tersebut tidak memiliki ventilasi. Aku terpaksa meminta sutradara untuk menunda syuting"
"Kau sudah bertanya pada Luhan kenapa dia bisa terkunci?"
"Hmmm. Paginya saat sarapan aku bertanya padanya. Dia bilang dia berjalan-jalan melihat-lihat sekitar pabrik. Lalu dia mendengar namanya dipanggil dari dalam gudang dan tiba-tiba saja pintunya tertutup saat dia berada di dalam gudang"
Flashback
Keesokan paginya setelah kejadian sang aktor manis terjebak di dalam gudang kemarin, Sehun tak lupa menanyakan tentang kejadian tersebut ketika mereka menyantap sarapan karena semalam Sehun tahu Luhan pasti lelah dan membiarkannya beristirahat.
"Oh ya, kau kenapa bisa terkunci di gudang?" tanya Sehun dengan intonasi sesantai mungkin.
"Aku juga tidak tahu" jawab Luhan sambil mengangkat bahunya.
"Setahu ku kau pergi ke toilet? Kenapa bisa ke gudang?"
"Aku bosan lalu aku berjalan-jalan sebentar. Ketika aku melewati gudang aku mendengar ada yang memanggil nama ku. Saat aku masuk ke dalam gudang tiba-tiba saja pintunya tertutup dan ternyata di gudang tidak ada siapa-siapa"
"Apa kau mengenal suaranya, Lu?"
"Suaranya begitu familiar tapi-"
"Tapi apa? Coba kau ingat siapa yang memiliki suara tersebut"
"Hmmm… entahlah" kata Luhan yang sedang berpikir keras. "Suaranya samar-samar" lanjutnya tidak yakin.
"Apa menurut mu ada orang lain dibalik semua ini?"
"Sepertinya tidak"
"Kau yakin?"
"Aku yakin sekali kalau aku sedang diganggu setan!"
Flashback end
"Kau… tidak percaya kan Luhan diganggu setan?"
"Tentu saja tidak"
"Lalu apa teori mu?"
"Menurut ku orang itu mengintai Luhan kemana pun dia berada dan ketika Luhan sedang sendiri di tambah dengan situasi yang mendukung, dia tidak segan-segan melakukan aksinya"
"Apa kau sudah cek CCTV?"
"Aku sudah periksa CCTV saat kembali ke lokasi syuting tapi CCTV di area gudang saat itu tidak berfungsi"
"Menurutmu-"
"Aku yakin sekali ini perbuatan si pelaku karena hanya CCTV di gudang yang tidak berfungsi"
"Aku akan menyuruh Kyuhyun untuk cek semua CCTV di pabrik itu. Aku akan menghubungi mu kembali"
.
.
.
Sehun keluar dari kamar setelah percakapannya di telepon dengan komisaris Kim selesai. Sehun rasa sepupu dan juga keponakan Luhan sudah tiba di apartemen ini karena dia mendengar suara tawa dua orang pria dewasa dan juga seorang anak kecil memenuhi seisi rumah.
Sehun berjalan menuju ke asal suara tersebut hendak memperkenalkan dirinya pada keluarga Luhan. Sangat tidak sopan apabila Sehun diam saja jika ada yang bertamu apalagi itu keluarga pemilik rumah yang dia tumpangi.
"Ah itu manager ku! Manager Ooooh~ ini sepupu ku" seru Luhan ketika melihat manager tampannya ini baru memasuki area ruang santai. Sehun melihat sosok pria yang duduk membelakangi dirinya. Rambut hitam milik orang itu menyembul dari balik sofa.
Si tamu itu pun berdiri dan membalikan tubuhnya melihat kepada sosok yang ditunjuk Luhan sebagai managernya. Pria itu tersentak dengan kedua mata dan mulut yang terbuka lebar. Sepupu Luhan bukan menatap kagum melihat sosok manager baru Luhan melainkan menatap horor pria di hadapannya ini "Ka-kau?"
Sehun melongo melihat pria berambut hitam tersebut dengan lesung pipi yang sangat dikenalnya. Dia adalah Zhang Yixing yang tinggal tepat sekali disamping apartemennya. Hampir setiap hari mereka bertemu karena terkadang Sehun menitipkan Vivi padanya apabila Sehun sedang ada dinas. Tentu saja pria itu tahu apa pekerjaan Sehun yang sebenarnya. Di hari saat Sehun akan pindah ke apartemen Luhan, dia bertemu Yixing ketika dia keluar apartemen sambil membawa koper dan juga kandang Vivi. Sehun hanya mengatakan jika dia mempunyai tugas rahasia untuk melindungi seseorang yang sedang dalam bahaya. Sehun tidak mengatakan orang yang dia lindungi itu Luhan. Bahkan selama tiga tahun Sehun bertetangga dengan Yixing, dia tidak tahu jika Yixing berhubungan darah dengan Luhan.
Yixing pun tiba-tiba tersadar akan perkataan Sehun tentang misinya untuk melindungi orang yang sedang dalam bahaya. "Di-dia?" masih dengan ekspresi shock-nya, kini tangannya berpindah menunjuk Luhan yang duduk di sofa dengan wajah kebingungan sambil memangku bocah berusia 2 tahun yang selalu bermain dengannya dan juga Vivi.
"WAAA CEHUUNIE CAMCUUN" teriak bocah yang bernama Anson tersebut.
Buru-buru Sehun menarik tangan Yixing dan membawanya keluar pintu apartemen Luhan untuk menjelaskan semuanya pada pria itu. "YAH! Sedang apa kau di apartemen sepupu ku?" tanya Yixing sambil memukul pelan pundak Sehun.
"Hy-hyung aku sedang menjalankan tugas" jawab Sehun sepelan mungkin.
"Jadi Luhan dalam bahaya?" ekspresi Yixing ini berubah menjadi ketakutan dan hanya dibalas dengan anggukan oleh lawan bicaranya.
"Siapa yang tega jahat pada sepupu ku yang polos itu?" perkataan Yixing membuat Sehun ingin tertawa sarkastik dimuka pria asal China ini. Wajah Luhan memang polos tapi otaknya sudah nista sekali.
"Aku belum tahu siapa pelakunya. Jika polisi sudah tahu pelakunya, aku tidak akan repot-repot pura-pura jadi manager Lu-"
Pembicaraan mereka terhenti ketika pintu apartemen Kai terbuka dan menampakkan sosoknya yang menatap curiga kedua pria yang berdiri di depan pintu apartemen Luhan.
"Jadi yang aku butuhkan telur, toge, apel, terigu, merica, daging, kaldu, susu" Yixing mengalihkan pembicaraan agar Kai tidak curiga.
Mereka bernapas lega ketika sosok Kai sudah pergi jauh dari keberadaan mereka. "Hyung kau mau buat apa?" canda Sehun ketika sosok Kai memasuki lift. Yixing mencubit lengan Sehun hingga pria itu mengaduh kesakitan sambil mengelus-elus tangannya.
"Apa Luhan tahu dia dalam bahaya?"
"Dia tidak tahu bahkan identitas ku pun dia tidak tahu sama sekali. Jadi aku harap kau merahasiakan ini. Kami mencurigai semua orang disekitar Luhan"
"Termasuk aku?"
"Aku tidak ngomong begitu lho" canda Sehun dan Yixing mencubit lengannya lagi dan membuat Sehun mengaduh kesakitan.
"Aissh! Oke… Oke! Sebaiknya kita masuk nanti anak itu curiga lagi"
Sehun menghentikan gerakannya ketika ingin membuka pintu. Dia membalikkan tubuhnya menghadap Yixing kembali. "Hyung, jangan bilang Joonmyeon hyung ya"
"Yah! Beraninya kau curiga dengan suami ku!"
"Terserah hyung saja lah" Sehun memutar kedua bola matanya. Keduanya pun masuk ke dalam sambil menampilkan wajah tak berdosa.
.
.
.
Kini mereka berempat sedang menikmati waffle cokelat buatan Sehun dengan si kecil Anson yang duduk dipangkuan Sehun. Ketika mereka memasuki apartemen tadi, Luhan menatap kedua orang itu dengan curiga dan tidak suka. Tadinya Luhan menuduh Yixing mempunyai hubungan gelap dengan Sehun dan mengkhianati Joonmyeon. Sadar dengan seringai jahil Yixing, Sehun buru-buru mengatakan kalau Yixing adalah tetangganya. Tak lupa Sehun memberikan tatapan garang pada tetangganya ini agar tidak mengatakan yang aneh-aneh.
Sedari tadi Anson tidak mau beranjak dari gendongan Sehun. Rupanya bocah itu rindu sekali dengan Sehun yang selalu mengajaknya bermain dan memanjakannya. Tatapan Yixing tak lepas dari sorot mata Luhan yang terkagum-kagum melihat interaksi antara Sehun dan Anson. Yixing pun menyeringai jahil.
"Kau tahu Luhan tadinya Sehun bekerja dengan Joonmyeon sebagai asisten dosen dan lumayan lama lho"
Luhan langsung menatap Sehun bingung "Kau bilang sebelumnya bekerja di perusahaan advertising?" tanya Luhan pada Sehun yang menatap tajam Yixing.
"A-ah itu setelah Sehun kembali dari America" jawab Yixing gelagapan
"Amerika?" tanya Luhan semakin bingung
"Biar datar begini Sehun kuliah di Harvard lho" kata Yixing lagi yang tiba-tiba nada bicaranya seperti sedang mempromosikan Sehun.
"Tunggu- Harvard? Manager Ooooh~ kau bilang lulusan Oxford?"
"A-aa itu sama saja Oxford kan di Amerika juga" kata Yixing niatnya ingin menggoda Luhan tapi kenapa jadi begini.
"Yixing~ah Oxford itu di Australia" kata Luhan dengan gaya sok tau.
"Inggris, Lu" Sehun memutar kedua bola matanya. Pikirnya ada apa sih dengan kedua orang ini, yang satu kalau ngomong tidak di pikir dulu dan yang satunya lagi banyak tanya tapi agak sok tau. Di sisi lain Sehun duduk santai mengamati interaksi kedua pria ini.
Sebenarnya Sehun memang lulusan hukum di Harvard dan setelah lulus dia kembali ke Seoul. Saat kembali dia berencana mengambil gelar master dan sempat menjadi asisten dosen di Seoul National University untuk salah satu mata kuliah hukum yang diajarkan oleh suami dari Yixing, Professor Kim Joonmyeon yang kebetulan adalah seniornya di Harvard dulu. Sehun tertarik untuk menjadi dosen tapi karena ada suatu kejadian yang menyedihkan membuatnya masuk dunia kepolisian dan itu merubah semua rencana hidupnya.
Identitas palsu Sehun menyebutkan dia lulusan ekonomi di SNU dan juga ijazah palsu yang dibuat oleh tim kepolisian serta CV yang diserahkan Sehun untuk melamar di PCY Entertainment menyebutkan dia lulusan Seoul National University. Tapi entah kenapa ada kata-kata Oxford yang keluar dari mulut aktor manis ini. Jangan tanya Sehun kenapa. Dia juga tidak tahu.
"Ta-tapi Manager Ooooh~ kan lulusan komunikasi kenapa menjadi asisten dosen jurusan hukum? Bukannya tidak nyambung ya?" Sesaat Sehun gemas dengan ekspresi bingung Luhan.
"Dengar Lu, aku bukan lulusan komunikasi dan di Oxford pula. Aku tidak tahu kau mendengar itu dari mana" kata Sehun mengklarifikasi. Kini pandangan Sehun kembali ke Yixing, menatap manusia yang sudah membuat kepala orang pusing karena obrolannya. "Aku lulusan ekonomi di SNU" lanjut Sehun yang sorot mata tajamnya masih pada Yixing.
"Oh ya aku ingat Manager Ooooh~ pernah bilang dari pekerjaan mu yang lama kau langsung kerja menjadi manager ku. Tapi tadi Yixing bilang kau lama menjadi asisten dosen Joonmyeon. Aku benar-benar bingung"
"Itu se-sebelum Sehun ke-kerja di perusahaan advertising itu. Hanya seminggu kok" Yixing menjawab kebingungan Luhan, tapi malah yang ada Luhan semakin bingung dan Sehun hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Hah? Hanya seminggu?"
"Hyung sebaiknya kau pulang deh" kata Sehun dengan nada sarkastik dan tatapan tajam yang tak pernah lepas darinya.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
AN:
Akhirnya update!
Maaf ya aku lagi di akhir perkuliahan jadi lagi berusaha untuk lulus ditambah kerjaan di kantor makin gila. Hahahaha..
Ada yang penasaran sama kencan Sehun dan Kai? Aku kasih preview dikit deh biar kalian gak penasaran. Hihihi...
Kai: Manager Oh, tipe mu seperti apa?
Sehun: Yang jelas bukan seperti mu
Udah itu aja, puas kan? Hehehe… maap deh XD
Aku cuma mau tanya aja nih, please para reader bantu aku ya.
Aku mau bikin keluarga Jongin kayak keluarga Kardashian macem keluarga artis gitu. Kebetulan namanya 'Kim Jong…' yang gw tau Kim Jongin, Kim Jongdae, Kim Jonghyun, Kim Jongwoon, Kim Jong Il, Kim Jong Un (dua nama itu abaikan hahahha).
Aku minta bantuan kalian siapa aja artis Kpop atau drama yang namanya berawalan dari 'Jong'. Lalu artis kpop atau drama yang CEWEK yang awalan namanya 'Eun' soalnya yang jadi emaknya si Jongin Jongdae kan si Yoo Eun Hye. hahahaha..
Aku terima kasih banget banget loh kalo mau bantu ^^
Aku gak begitu hapal dengan dunia per-KPOP-an.
Aku sangat menggilai EXO. Aku juga ngefans Big Bang dan 2NE1. Oh ya aku juga suka banget banget banget ama Blackpink. Cinta pandangan pertama banget lah ama keempat bibit-bibit gemessh ini apalagi si Lisa yang adek2 emessh aneed rasanya pengen aku cubitin pipinya. Hahahaha… Oh aku juga suka Twice meskipun member yang aku tau Tzuyu sama Nayeon. Hahahah…
Gw udah mulai melenceng nih hahahha…
Intinya artis-artis KPOP dan juga drama cuma gitu-gitu aja yang gw tau dan gak banyak. Palingan yang muncul di Running Man doang.
Semoga kalian terhibur ya sama chapter ini. Gw agak gak tega bikin Icing pinter. Sorry ya TT_TT dan juga salah satu reader ada yang minta NC KaiHan. Maaf ya aku gak bisa bikin NC KaiHan. Nanti aku dikeroyok Sehun ama Kyungsoo... Aku atuutt :P
Jangan lupa untuk review dan favorite ya. Komen kalian penyemangat gw nulis *kiss*
Terima kasih semuanya.
HAPPY SUNDAY!
Wassalam!
