Discaimer : BoBoiBoy © Animonsta Studio

Story © CHP

Cat Name : Xenta © CHP

OC : Reon Pramudya ©CHP

Warn : bahasa amburadul,alur kecepatan (badai),typos?! Everywhere yes!,gaje,abal, all chara is human,humor garing nyess! dan berbagai warn lainnya.

Genre : adventure,hurt/comfort,friendship,fantasy,humor.

Rate : T (untuk bagian suspense! *kut?)

A/N : Cerita terinspirasi dari beberapa buah lagu... JANGAN BILANG SAYA PLAGIAT! INI MURNI DARI IMAJINASI LIAR(?) SAYA! So,happy reading!

Don't like? Don't read!

Tak lama kemudian…

"KAU LAMA!" gertak Fang

"maaf…" sahut BoBoiBoy seraya mengelus lembut bulu sang kucing tadi.

Tiba-tiba…

"KYAAAA! Imut sekali!" seru Ying dan Yaya OOC.

Fang yang hanya memutar matanya malas sedangkan Gopal ngacir entah kemana (dasar penakut -_-)

"kayanya dia tidak punya tempat tinggal deh... ada yang mau rawat?" simpul BoBoiBoy kemudian.

"ehehehe... haya... nenek saya alergi bulu kucing ma... aku tidak bisa rawat nih..." ujar Ying dengan menyengir kuda.

"a-ayahku psti ma-marah!" sahut Gopal (alasan! bilang aja kau takut... -_-)

"kalau aku tidak bisa juga... adikku takut sama kucing kalau aku rawat pasti dia nangis kejer..." timpal Yaya

"gak mau! Repotin!" keluh Fang.

"yah... kalau begitu... kau ku rawat saja ya kucing manis!" seru BoBoiBoy OOC.

Sementara yang lain melihat BoBoiBoy OOC seperti itu hanya mampu ber-jawdropped-ria (?) dan tak lama kemudian kucing tersebut menjilat tangan BoBoiBoy dan membuat sang empunya tangan tergelak.

"hihihi... geli tau..." gelak BoBoiBoy.

"ummm... bulumu putih lembut... berjenis kelamin jantan... matamu emerald... okk... namamu Xenta!" seru BoBoiBoy yang langsung disambut baik sang kucing.

"meoww..." ujar sang kucing tadi.

"baikalh! Namamu Xenta!" ulang BoBoiBoy.

"HOI! KAU SUDAH GILA YA?!" gertak Fang

"EH?! Biarin..." sahut BoBoiBoy datar.

"Dasar pawang kucing jadi-jadian!" ledek Fang.

"berisik kau,Landak Anggur!" balas Fang.

"cih!" dengus Fang kemudian dan tak di pedulikan oleh BoBoiBoy,sementara itu sang kucing yang melihat kejadian itu langsung menatap nyalang kepada Fang dan Fang nampaknya tak mengetahuinya... bagaimana dengan ke-3 temannya? Ke-3 temannya hanya sweatdropped melihat kejadian adu mulut antar rival.

'KLINGG'

Tiba-tiba, Xenta memberikan sesuatu ke dalam genggaman tangan BoBoiBoy.

"EH?! Ada apa,Xen?" tanya BoBoiBoy bingung saat merasakan ada sesuatu yang berada di genggaman tangannya.

"miaww..." rajuk Xenta.

"kau menyuruhku untuk membuka genggaman tanganku?" tanya BoBoiBoy (BoBoiBoy? Sejak kapan dia jadi pawang kucing profesional? abaikan!).

"meongg..." rajuk Xenta lagi.

"baiklah... akan ku buka..." jawab BoBoiBoy seraya mendekatkan bola bulu itu ke wajahnya.

dan segera saja BoBoiBoy membuka genggaman tangannya dan matanya pun segera membelalak takjub karena...

~OoOoOoOo~

"WAHHH! Makasih ya,Xenta!" ujar BoBoiBoy karena melihat sebuah bintang kaca berwarna blue sky.

"miaww..." sahut Xenta seraya menggesekkan kepalanya ke pipi sang 'majikan' dan membuat BoBoiBoy terkekeh.

"hahaha... kau membuatku kegelian..." ujar BoBoiBoy.

"widih! Kau mendapatkan bintang lagi!" seru Gopal.

Sementara itu, Ying,Yaya dan Fang hanya menghela nafas pasrah atas sikap Gopal yang berlebihan itu.

"kalau begitu... ayo,kita pulang! Angin makin besar ini!" seru BoBoiBoy memecahkan suasana yang ada.

"baik!" seru mereka berempat serempak.

dan mereka segera melanjutkan perjalanan pulang mereka yang sempat tertunda gara-gara insiden tadi,namun sebelum itu... BoBoiBoy meletakkan bintang blue sky itu ke dalam ranselnya yang terdapat bintang ruby dan selama di perjalanan, BoBoiBoy tidak menyadari bahwa kedua bintang itu berkontraksi dengan kalung kristal yang di kenakannya.

~OoOoOoOo~

Beberapa minggu kemudian...

"Xenta... makananmu telah siap!" panggil BoBoiBoy keada Xenta kucing kesayangannya.

tak perlu menunggu waktu lama, Xenta telah datang menuju tempat makannya.

"hah... kucing manis... makan!" perintah BoBoiBoy lembut seraya mengelus pucuk kepala Xenta dengan lembut.

"miaww!" sahut Xenta.

"apa kau mau kita jalan-jalan sebentar?" ajak BoBoiBoy.

"meonggg..." sahut Xenta singkat dan menuai senyuman lebar milik BoBoiBoy.

Tak lama kemudian, BoBoiBoy dan Xenta berada di taman Pulau Rintis dan BoBoiBoy tak lupa membawa ramselnya untuk persediaan bekal untuknya dan Xenta karena mereka berencana untuk pulang sore dan Tok Aba mengijinkannya dan meminta Ochobot membantunya di toko coklatnya. Di salah satu tempat di taman tersebut, terdapat BoBoiBoy yang duduk di atas rerumputan hijau yang empuk seraya mengelus Xenta yang nyaman di pangkuannya.

"kau senang?" tanya BoBoiBoy.

"miaww..." balas Xenta dan mereka pun segera menikmati taman tersebut sehingga...

~OoOoOoOo~

"MEONGGG!" pekik Xenta tiba-tiba dan segera menghilang.

BoBoiBoy yang kaget atas kelakuan berbeda Xenta langsung mengejar Xenta dan tak lupa membawa ranselnya tadi.

"XENTAA!"panggilnya.

'GRUDUK GRUDUK'

'DUK DUK DUK'

Tiba-tiba, tanah yang dipijakinya bergetar hebat dan mampu membuatnya oleng seketika dan terjatuh...

"WAAA!" pekiknya.

'BRUKK'

dirinya pun jatuh menelungkup dan menyebabkan luka di lututnya.

"A-AWW..." ringisnya saat merasakan nyeri yang hebat di lututnya dan segera dia melihat lututnya dan dia melihat lututnya terluka sehingga mengeluarkan darah.

"OUCH!" rintihnya kemudian dan tiba-tiba...

"Xenta!" ucapnya yang sadar bahwa Xenta bisa saja terluka lebih parah darinya.

tanpa pikir panjang, dirinya segera bangkit dan mengejar Xenta dengan tertatih-tatih dan sesekali meringis menahan sakit di lutunya.

getaran pun semakin lama semakin besar dan terdengar suara warga setempat.

"GEMPA BUMIII! GEMPA BUMII! SELAMATKAN DIRI KALIAN!" jerit histeris para warga.

BoBoiBoy mendengarnya dengan jelas dan dia tak peduli dengan itu semua,Xenta mengganggu akal sehatnya (nekatnya...)

"XENTA! DIMANA KAU?!" pekiknya seraya mencari Xenta lagi.

~OoOoOoOo~

'TUKK'

karena terlalu fokus mencari Xenta dirinya pun menyandung batu dan menyebabkan dirinya terjatuh lagi.

"WAAA!" pekiknya kaget

'BRUKK'

"SI-SIALL!" umpatnya karena lutunya makin bertambah terluka.

dan tanpa babibu lagi dirinya kembali bangkit dan mencari Xenta.

"XENTA!" panggilnya dan...

"MIAWW!" sahut suara kucing yang terdengar familiar(?) bagi BoBoiBoy.

spontan dirinya menoleh dan mendapatkan Xenta berlari ke arahnya seraya membawa sebuah bintang(lagi...!) yang berwarna golden .

"Xenta!" panggilnya lagi...

Tak lama, gempa bumi pun berhenti ternyata tadi merupakan gempa dari kota sebelah yang menyebar dalam radius 2 km dan sampai di kota Pulau Rintis (dahsyat!)

"kau membuatku panik!" gerutu BoBoiBoy pada Xenta.

"miaw..." lirih Xenta.

"hah... ya sudah! Dapat darimana bintang itu?" tanya BoBoiBoy yang melihat Xenta yang kemudian menggigit bintang tadi.

"..." tak di respon oleh Xenta.

"berikan! Biarkan aku menyimpannya!" perintah BoBoiBoy.

dan Xenta pun memberi bintang itu kepada BoBoiBoy dan BoBoiBoy pun menerimanya,lalu menyimpannya di ransel dan tak menyadari bahwa bintang tadi itu berkontraksi lagi dengan kedua bintang yang lain serta kalung kristalnya.

~OoOoOoOo~

Di tengah perjalanan pulang,tiba-tiba...

"HEI,BOCAH! BERIKAN SEGALA BARANG BERHARGAMU ITU!" gertak seorang pemuda.

spontan BoBoiBoy menoleh dan mendapati jalannya di hadang oleh 3 pemuda berbadan kekar,tanpa bertanya pun BoBoiBoy tahu bawa yang menghadangnya adalah berandalan.

"a-aku tidak punya!" seru BoBoiBoy.

"jangan bohong!" gertak pemuda berandalan I.

"SUDAH KU BILANG AKU TIDAK ADA!" balas BoBoiBoy dengan tegas dan lantang.

"BOCAH SIALAN!" seru pemuda berandalan III.

dan ketiga pemuda itu pun mendekati BoBoiBoy dengan seringaian iblis.

"Xenta... pergilah!" suruh BoBoiBoy yang khawatir dengan Xenta dan Xenta pun segera pergi entah kemana.

"hooo... nyalimu boleh juga bocah sialan!" ledek pemuda berandal II.

BoBoiBoy yang merasakan alarm bertahan hidupnya menyala segera berjalan mundur dengan perlahan berusaha untuk kabur,namun Dewi Fortna sedang tak berpihak padanya karena harus menyandung batu di belakangnya.

'DUK'

"WAA!" pekiknya singkat dan segera mundur perlahan dengan cara menggesekkan pantatnya ke aspal.

"HAHAHAHA! KAU TAK BISA KEMANA-MANA BOCAH SIALAN!" seringai pemuda berandal I.

"ja-jangan! Lepaskan aku!" pinta BoBoiBoy.

"melepaskanmu?! JANGAN HARAP! RASAKAN INI,BOCAH!" seru pemuda tadi seraya melayangkan tinjunya ke arah BoBoiBoy.

spontan BoBoiBoy menutup matanya dengan sebelah tangannya pasrah dengan kejadian selanjutnya,namun...

~OoOoOoOo~

TBC or DISC?

A/N :

HALOO! Saya kembali dengan new chapter dari fic ini! Ada yang menunggu? (Re : kagak!)

ya udah deh... \\pundung

ok... saya sampai disini dulu! kalau jelek atau apalah...

maafkan saya... karena saya mengetik chap ini dengan kondisi yang kurang fit... jadi...

OK! Balasan review !

Nikenraya : udah lanjut kok~

Vermilion Bird : benar sekali anak muda~

Saeriaryu Kairu syin : saya saja ketawa sendiri baca fic saya... makasih semangatnya! udah lanjut kok!

Mizuki Kanzaki : udah lanjut~

untuk yang lain saya balas pakai PM saja! :D

Mind to RnR?

~CHP~