SECRET
Pair : Kyuhyun x Sungmin, Kyuhyun x Minhyun, KangTeuk, HanChul, etc…
Warning : It's BoysLove slight Straight , Alur kecepetan, Ejaan tak sesuai EYD, Diksi biasa, Typo dimana-mana :v
Genre : Romance, Hurt/Comfort
Disclaimer : All cast are belonged to God, but this Fict is Mine.
If You Don't Like It, Better You Go Out
.
JOYER
.
.
Yeppeuna137
Present
.
.
"Satu hati, Satu jalur"
YANG TERLANJUR BACA, RESIKONYA HARUS REVIEW :v
Chapter 3
8 tahun berlalu… (maaf alur kecepetan)
Moment demi moment terkenang secara rapi nan harmonis dalam benak mereka. Mulai dari mereka yang masih menyusu dot secara bersamaan, bermain bersama, bersekolah bersama, dan tanpa sadar mereka telah memiliki sebuah ikatan persahabatan yang matang satu sama lain.
Suka, duka mereka lalui bersama hingga sama sekali mereka tak merasakan kesusahan karena mereka selalu bersama dan saling mengulurkan tangan mereka dengan senang hati.
.
.
Tepuk tangan riuh serta sorak sorai mengakhiri sebuah pentas drama yang sukses dibawakan oleh satu team drama yang sudah mempersiapkan mereka berbulan-bulan lamanya hanya demi sebuah kenangan manis nan apik pada penghujung tahun pelajaran ini.
Sebuah sekolah menengah pertama terlihat ramai pasca sebuah pertunjukan dilaksanakan dengan begitu agung dan terencana.
Tak ada yang tidak tersenyum di wajah-wajah polos calon siswa senior high school tersebut. Pasalnya semuanya lulus dengan nilai yang bisa dikategorikan baik.
Hanya ada satu rencana dalam benak mereka yaitu mereka harus melanjutkan sekolah mereka ke sebuah high school terbaik di kota ini.
"Akhirnya kita lulus jugaaaa~ ah aku tidak sabar ingin masuk ke high school yang aku inginkan" ucap seorang pemuda berambut hitam dan berperawakan mungil dengan wajah yang sangat manis dan menggemaskan itu kepada 2 orang di hadapannya.
Seorang gadis yang berdiri disampingnya pun tersenyum lebar dan mengangguk.
"Aku juga Sungminnie, hehe… kita akan menjadi seorang siswa High school sekarang" hatinya membuncah mendengar kalimat 'senior High school' karena menurut novel-novel yang pernah ia baca, cinta pertama akan datang dan menghampiri kita di masa-masa high school. Aahh dia tak sabar~
Sedangkan pemuda yang jauh lebih tinggi dari mereka itu hanya tersenyum tipis dan memasukkan kedua tangannya pada saku celananya.
"Aku yakin aku pasti akan menjadi Flower boy lagi" gumamnya yang masih terdengar oleh kembar di depannya.
Sungmin mendengus dan ingin sekali menggeplak kepala pemuda dihadapannya. Sedangkan Minhyun ingin menceburkan Kyuhyun kedalam kuali panas.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu? Ck" merasa dirinya mendapat tatapan menusuk dari keduanya Kyuhyun hanya menanggapinya dengan santai.
"Ck, percaya diri sekali kau. Kali ini aku yang akan menjadi flower boy" ucap Sungmin dengan nada percaya diri.
"Apa? Ahahaa.. kau? Flower boy? Dengan wajahmu yang manis dan cantik itu? Ahaha"
Sungmin mengerucutkan bibirnya kesal. selama ia bersahabat dengan Kyuhyun pemuda itu sama sekali tak pernah mengatakan jika dirinya ini tampan dan mempesona, malah pemuda berambut coklat acak-acakan itu sering sekali mengatainya 'cantik', 'manis', 'imut'. Dan itu sangat menurunkan martabatnya sebagai seorang laki-laki tulen.
"AKU INI TAMPAN, KYUHYUN PABBO!" teriaknya yang mengundang perhatian beberapa siswa yang berada disekitar mereka. Karena pasalnya ketiganya kini tengah berada di koridor sekolah hendak pulang karena acara telah selesai.
Kyuhyun tertawa terbahak-bahak. Ia sangat suka menggoda Sungmin-nya yang kelewat manis itu. Bahkan melebihi Minhyun yang notabennya adalah seorang perempuan.
"YAK! Kalian bisakah sehari saja tidak ribut? High school bukan tempat untuk mencari kepopularitasan!"
Keduanya terdiam, karena selama ini mereka menganggap hanya Minhyun-lah yang paling dewasa diantara mereka, dan Minhyun sering kali menasehati mereka jika sedang beradu mulut. Bagi mereka, Minhyun adalah kakak yang baik dan pengertian.
"Karena High school adalah tempat untuk mencari cinta pertama. Pffftt.." kemudian perempuan cantik itu berjalan melenggang meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun yang masih sweatdrop dengan tingkah Minhyun dan masih memproses kata-kata Minhyun.
"YAAKK!/Dasar!" ternyata perkiraan mereka jika Minhyun itu dewasa tidak sepenuhnya benar.
.
.
.
Seoul Art International High School atau bisa di singkat menjadi SAIHS adalah sekolah seni unggulan yang sepakat mereka pilih sebagai tempat melanjutkan pendidikan mereka.
Orang tua mereka masing-masing tak keberatan jika ketiganya kembali memasuki sekolah yang sama untuk kesekian kalinya.
Ketiganya berjalan beriringan tak jarang mendapat tatapan kagum kearah ketiganya. Pasalnya ketiganya Nampak mencolok diantara yang lainnya.
Yang satu bertubuh tinggi dan tidak terlalu kurus dengan wajah stoic-nya yang mempesona serta parasnya yang menawan membuat hari pertamanya indah karena akan ada banyak penggemar yang mengerebutinya.
Yang berada ditengah seorang pemuda berambut hitam legam dengan mata bulat berbinarnya menatap setiap inci gedung sekolah yang akan ia tempati selama 3 tahun yang akan datang.
Wajahnya yang manis, imut, dan tampan membuat dirinya terlihat sangat cantik untuk ukuran remaja laki-laki.
Dan yang terakhir yang bergender perempuan diantara ketiganya. Perempuan cantik dengan rambut hitam panjang yang terlihat cantik namun berwajah datar itu membuat banyak wanita iri dengannya karena bisa bersama dengan 2 laki-laki yang diramalkan akan menjadi Flower boys tahun ajaran baru ini.
"Aku tidak melihat kelasku, dimana sih" ucap pemuda berambut hitam yang celingukan mencari kelasnya itu.
Kyuhyun memutar bolamatanya malas.
"Kita belum mendapatkan kelas, bodoh. Kita akan mengetahuinya jika pengumumannya sudah ditempelkan di Mading"
Pemuda yang dikatai bodoh itu hanya mengangguk dan ber'oh' ria mendengarnya.
"Lalu kita ngapain sekarang?" tanyanya lagi.
Ketiganya kini sedang duduk di sebuah bangku panjang yang ada di sebuah taman teduh yang sangat nyaman untuk tempat beristirahat.
"Menunggu tentu saja" bukan Kyuhyun yang menjawab melainkan sang kakak yang tengah asyik dengan novel ditangannya.
Sungmin menghela nafasnya dan menyenderkan kepalanya pada bahu Kyuhyun yang lebih tinggi darinya. Sedangkan Kyuhyun hanya diam dan menatap lurus kedepan.
"Kyuhyun-ah, bagaimana type perempuan yang kau sukai?" tanya Sungmin secara tiba-tiba. Minhyun menatap sang adik yang sedang bersender di bahu Kyuhyun sekilas dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Sungmin yang kadang terlihat sangat dekat dengan Kyuhyun, namun tak jarang akan bersikap seperti tikus kepada kucing.
Minhyun kembali memfokuskan dirinya pada novel yang kemarin baru ia beli tanpa menghiraukan kedua orang laki-laki yang sedang membicarakan perempuan itu.
"Yang terpenting tidak bodoh sepertimu"
Sungmin mendongakkan kepalanya dengan kepalanya yang masih berada di bahu Kyuhyun.
"Mwoya, aku ini pintar tidak bodoh tahu!" ucapnya.
Kyuhyun hanya tersenyum menanggapinya, sebenarnya ia sangat geli saat Sungmin berbicara dengan posisi seperti ini karena deru nafas Sungmin yang mengenai leher dan dagunya membuatnya geli namun nyaman dalam waktu bersamaan.
"Hmm.. kau pintar, tapi juga bodoh. Kkk~"
"Ck, terserahmu saja! Aku mau tidur sebentar"
Tanpa niat membalas perkataan Kyuhyun, Sungmin pun memilih untuk memejamkan matanya dan menyamankan posisinya.
Kyuhyun menarik tangannya dan menaruhnya dibelakang bersender pada kepala bangku. Sesekali ia memainkan surai hitam Sungmin yang menari-nari tertiup angin.
"Ck, Nuna. Lihat adikmu, baru beberapa menit saja ia sudah tertidur" ucap Kyuhyun yang membuat Minhyun menoleh dan mendapati sang adik yang sudah terlelap di bahu Kyuhyun.
Perempuan itu terkikik.
"Kkkk~ dasar Sungminnnie" ia terkekeh melihat tingkah laku menggemaskan sang adik kesayangannya itu.
.
.
.
Selama 20 menit mereka berdiam diri menunggu sebuah pengumuman, akhirnya seorang guru bertubuh tinggi dengan wajah yang tegas berjalan dengan beberapa kertas berada di tangannya. Dibantu oleh 2 murid yang di ketahui adalah anggota OSIS mereka menempelkan beberapa kertas di mading.
Kyuhyun yang melihat hal itu mengurungkan niatnya untuk memberitahu Minhyun yang sedang asyik dengan novel dan earphone yang menyumpal di kedua telinganya jika sudah ada pengumuman mengingat Sungmin masih betah berada di bahunya, ia tak tega jika harus membangunkan Sungmin-nya.
'Haah, nanti sajalah' ucap Kyuhyun dalam hati.
Ia ikut menyenderkan kepalanya diatas kepala Sungmin. Tercium jelas di hidungnya aroma manis yang menguar dari surai hitam Sungmin. Kyuhyun pun tersenyum tipis dan menikmati sejuknya angin pagi.
.
.
.
30 menit kemudian
"Eunghh~" Sungmin membuka kedua matanya dan mencoba mengangkat kepalanya namun terasa berat.
"Eh? Kyuhyun?"
Kyuhyun yang merasa tidurnya terganggu hanya mengusap matanya yang terasa gatal dan kering.
"Mwo?" tanya Kyuhyun pada Sungmin dengan suaranya yang sedikit parau.
"Ini jam berapa? Dan oh –Minhyunnie Nu-"
"..-na. kemana dia?" Sungmin Nampak gusar saat Minhyun sudah tak bersama mereka lagi. Bahkan ia baru menyadari jika jarum pendek telah menunjukkan pukul hampir pukul 7.50 pas. Ia yakin pasti Nuna-nya sudah terlebih dahulu mengecek daftar kelas dan memasuki kelasnya tanpa membangunkan dirinya dan juga Kyuhyun.
"KITA TELAATT" teriaknya kemudian bangkit dan merapikan tatanan rambut serta pakaiannya yang harus terlihat sempurna di hari pertamanya, namun kata sempurna sangat mustahil baginya karena ia terlambat masuk di hari pertamanya.
"Tenanglah Hyung" ucap Kyuhyun yang juga bangkit dari duduknya dan menatap jengan sang Hyung.
Sungmin mendelik marah kearah Kyuhyun.
"APA KAU BILANG? TENANG? KITA TERLAMBAT KYU!" Sungmin berlari meninggalkan Kyuhyun dan berlari menuju mading berada.
"Yakk! Hyung tunggu aku! Ck" Kyuhyun yang masih bisa melihat sosok Sungmin yang sedang berada di mading pun melangkah cepat menuju Sungmin.
"Sungmin.. Sungmin… Sungmin.. ck, Nama ku mana sih!" keluhnya saat mencari namanya di antara ratusan anak yang diterima di sekolah unggulan ini. Bibirnya mengerucut karena tak dapat menemukan namanya.
"Ck. Cari jurusanmu dulu, margamu, baru namamu" ucap Kyuhyun dari belakang.
Sungmin melirik Kyuhyun sebentar dan mendengus, ia pun mencari namanya dengan metode yang diberikan oleh Kyuhyun.
"Kelas vocal" cek
"Margaku.. Lee" cek
"Lee.. Lee.. Lee.. haisshh.. banyak sekali yang bermarga Lee" keluh Sungmin. Hanya satu langkah lagi.
"Lee…. Sungmin! Yak ketemuu! Yess" ia senang karena namanya tercetak di sana.
'Kelas Vocal 2' ia mendapat bagian di kelas vocal 2
"Bodoh" celethuk Kyuhyun.
Sungmin menoleh dan menatap tajam Kyuhyun tak lupa bibirnya yang manyun itu.
"Hmm. Anggap saja kau paling pintar sendiri, aku mau mancari kelas ku saja daripada aku harus ribut denganmu!" ucap Sungmin yang melangakah mencari kelasnya dengan rasa dongkolnya pada Kyuhyun.
'Aku harus senang, agar hariku tenang' sugestinya dalam hati.
Kyuhyun tersenyum geli melihat Sungmin yang meninggalkannya. Kemudian mata hazelnya melihat papan pengumuman tersebut.
"Kelas vocal, Cho Kyuhyun, Kelas vocal 2" seringaian lebar tercetak jelas di bibirnya.
"Bahkan di High School pun aku juga terus bersama dia. Ahahaa" ia senang karena ia berada di kelas yang sama dengan Hyung-nya, karena ia tak perlu susah-susah untuk memantau Hyung manisnya itu dari jauh.
Ia pun meninggalkan mading dengan perasaan senang dan bergegas mencari kelasnya dan Sungmin.
.
.
.
Saat pertama kali ia memasuki kelas yang ia yakini adalah kelasnya, seisi kelas yang terdengar gaduh di luar sontak damai.
Tak ada guru, karena hari pertama dan jam-jam awal biasanya digunakan para siswa baru untuk sosialisasi satu sama lagi, di Seoul Art International High School tak ada yang namanya Masa Orientasi Siswa karena menurut sang Kepala Sekolah, sebuah Masa Orientasi Sekolah hanyalah menjadi sebuah kedok untuk melakukan berbagai macam perploncoan, kekerasan, kesewenang-wenangan dan lain sebagainya, jadi untuk mencegah hal-hal buruk terjadi sang Kepala Sekolah tak memberlakukan MOS sebagai hal wajib pertama bagi siwa-siswinya.
Kyuhyun hanya bersikap tenang dan matanya dengan cepat menemukan sosok sang Hyung yang sedang berbincang dengan seorang pemuda bertubuh mungil dan berwajah manis itu. Dengan cepat ia berjalan mendekati Sungmin tanpa menghiraukan banyaknya pasang mata yang menatapnya penuh kekaguman. Yeah, ramalan Kyuhyun mengenai dirinya yang akan menjadi seorang Flower boy akan menjadi kenyataan mengingat dirinya telah berhasil menyita perhatian di hari pertamanya.
"Sungmin" ucapnya dengan suara bassnya yang mampu membuat para gadis di kelas tersebut menggigiti kuku mereka.
Kedua makhluk manis itu menghentikan perbincangan mereka dan menoleh kearah Kyuhyun yang berdiri di samping mereka.
"Kyuhyun?"
Ryeowook yang menjadi teman baru Sungmin berkesimpulan jika Sungmin sudah berteman terlebih dahulu dengan namja berparas tampan di depannya.
"Hm" sahut Kyuhyun asal.
"Oh iya Kyu, perkenalkan dia Kim Ryeowook. Kau bisa memanggilnya Wookie. Dan Wookie, ini Cho Kyuhyun, dia sahabatku. Hehe.."
Ryeowook terlebih dahulu mengulurkan tangannya pada Kyuhyun dan langsung di sambut oleh Kyuhyun.
"Salam Kenal Kyuhyun-ssi"
"Nde, Ryeowook-ssi"
Sungmin senang karena hari-harinya kedepan ia bisa menghabiskan waktunya bersama Kyuhyun dan Wookie. Tak sabar ia menanti hal tersebut.
.
.
.
Jam istirahat pun tiba.
Kyuhyun yang memilih untuk duduk satu bangku dengan Hyung kesayangannya itu menghabiskan waktu luangnya dengan tidur di mejanya, sedangkan si manis Sungmin sibuk berkenalan dengan teman-teman barunya. Sungmin adalah pemuda yang ceria, baik, dan supel untuk itu ia sangat di sukai oleh banyak orang termasuk teman-teman barunya yang cepat akrab dengan dirinya.
"Sungminie, bagaimana kalau kita ke kantin untuk membeli makanan" ucap seseorang berambut hitam dengan pipi bulat bersih seperti kue mochi yang di ketahui bernama Henry itu.
Sungmin menatap Henry berbinar. Kebetulan perutnya sangat lapar sedari tadi.
"Ya, aku mau. Bagaimana denganmu Wookie?" tanyanya kepada Ryeowook.
Pemuda manis itu hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.
"Kalau begitu ayo kita berangkat!" seru Henry bersemangat.
"Ay-"
"Kau tidak mengajakku? Melupakanku?"
Sungmin yang hendak berdiri tiba-tiba pergelangannya tercekal oleh namja yang ia kira sibuk dengan mimpinya. Cho Kyuhyun, pemuda itu ternyata tidak tidur seperti yang ia kira.
Perlahan kedua kelopak mata Kyuhyun terbuka dan men-death glare Hyung manisnya.
Ryeowook dan Henry saling berpandangan satu sama lain.
"E-eh. Kyu.. k-kau tidak tidur rupanya hehe" Sungmin menyengir. Entah iya tak tahu apa yang harus ia lakukan selain menyengir dan memperlihatkan wajah polosnya.
"Kita ke kantin" Ucap Kyuhyun dengan bangkit dari kursinya dan menarik tangan Sungmin tanpa mempedulikan kedua teman Sungmin yang melongo.
"WOOKIE… HENRY..AYOO!" teriaknya yang menyadarikan kedua temannya yang masih di dalam kelas.
.
.
.
Jika kelas vocal di bagi menjadi 3 bagian, maka lain hal nya dengan kelas menari atau istilah kerennya adalah kelas Dance.
Bukan karena minim peminat, namun karena ketatnya persaingan masuk ke dalam kelas yang bisa di sebut kelas 'Nekad' karena tak sedikit dari mereka yang mendaftar tak di terima dan mengalah untuk memasuki kelas-kelas lainnya seperti melukis, mendesain, dan lain-lain.
Hey, sekolah yang lebih memfokuskan dalam hal seni ini bukan berarti tak ada pelajaran umum yang biasanya terdapat di High School, sekolah ini pun mendapat pelajaran umum namun dengan porsi yang tidak sebanyak sekolah-sekolah biasa.
Ruangan besar dengan cermin besar sebagai tembok salah satu sisi dari ruangan ini, banyaknya lampu membuat ruangan ini sangat terang dan menyenangkan.
Minhyun tak tahu harus melakukan apa dengan kelas ini. Murid yang masuk kedalam kelas hanya berjumlah 40 orang saja termasuk dirinya. Hari pertama adalah hari perkenalan. Minhyun tak terlalu tertarik dengan hal yang satu ini. Berbeda dengan Sungmin yang sangat menyukai lingkungan sekitarnya, namun tidak untuk Minhyun, ia sangat cuek dengan lingkungan sekitarnya dan sama sekali tak peduli dengan hal itu. Ia adalah gadis yang cenderung pendiam dan dingin.
Karena tak ingin mati karena bosan, ia pun memasang kembali earphone-nya dan mencoba membayangkan gerakan demi gerakan yang sesuai dengan ritme dari lagu yang ia dengarkan.
.
.
.
To be continue…
Banyak yang ngira ini Drabble ya ahahaa… ini berchapter kok.
Udah panjang kah? Hahaa..
Mohon tanggapannya lagi untuk kelangsungan fict abal ini yak^^ *cipok atu2
Terima kasih buat :
(Chapter 1)
Doyeng Bangat, SecretVin137,Xiu. Zhiying, Nymph673, kezypark, 5351, retno, PumpkinEvil137, Butt ming, Za Kyumin, chu, Guest, WineKyuMin137, abilhikmah, orange girls, fitriKyuMin, ovallea, me, keyta, Dian, Cho MeiHwa, TiffyTiffanyLee, CutieJoyers137,Tiarusera143fana, Alfiani Vinc, Guest, Choleerann, lizuka. Myori .
(Chapter 2)
Nuralrasyid, Doyeng Bangat, orange girls, Alfiani Vinc, kezypark, PumpkinEvil137, xiu. Zhiying, 5351, Za KyuMin, TiffyTiffanyLee, ovallea, guest, Kim hyun nie, fiitriKyuMin, secretVin137, Cho MeiHwa, abilhikmah, chu, Nymph673, wdespita ElfJoySpark, Tiarusera3n143fana, cutieJoyers137, dini, dinos0103, innocentming, gyumin4ever, lizuka. Myori.
