"It's You"

Disclaimer : Naruto punya saya titik gak pake koma#ditempeleng Masashi

Pairing : NaruIno, NaruSaku

Rated : T

Genre : Romance-Friendship-Hurt/Comfort

Summary : Sejak pertama bertemu dengan Sakura, Naruto sudah jatuh cinta pada gadis itu, tapi setelah ia dekat dengan sahabat Sakura, Yamanaka Ino. Naruto baru menyadari kalau ternyata ia mencintai Ino. Dan masalah menjadi lebih pelik ketika Sakura tiba-tiba datang dan membalas cinta Naruto ketika Naruto mulai mencintai Ino. Akankah Naruto berpaling pada Sakura, cinta pertamanya?

Warning : OOC, Typo(s), Gajeness, Abalness, Judul ga nyambung ama isi, dww(dan warning-warning lainnya)

A/N : Cerita ini author buat berdasarkan pengalaman author sendiri lhoo xD#readers : gaada yg tanyaa!#author pundung di pojokan

Special Thanks to :

Namikaze-chan : Makasii ^^

Naruto lover : Makasi konkritnya. Tapi maaf kalau chap yang ini juga pendek. Saya lagi ga punya banyak waktu untuk buat fic. Jadi yah~ buatnya sepotong*(?) gini T_T. Terserah kamu mau panggil apa ^^

Kanhakura Haito : Oke, ini udah di update. Maaf kalau mengecewakan -_-

Ulva chan : Hehe... makasi. Ini udah di update. Tapi maaf ya, chap ini juga pendek. Semoga ga kapok bacanya ==a

Ademnya gazebo : Hmm... sepertinya chap ini sudah mulai keliatan romance.a –menurutku sih-

Eight heroes : Salam kenal juga ^^. Oke, ini udah di update kok.

Namikaze : Ini udah update. Tapi maaf ga bisa panjang* T_T

El-cierto : Makasi senpai. Maaf kalau chap ini masih pendek T_T

Vaneela : Hohoho...Ini udah di update say XD. Tapi maaf kalau mengecewakan -_-

Yahiko namikaze : Hahaha. Makasi Yahiko ^^

YamaNara Chira : Makasi. Ini udah di update

Makasi buat semua yg udah review, fave, alert atau yg Cuma numpang baca doang a.k.a silent reade ^^

Thank you soo much, minna ^^

Don't like? Don't read

Tak terasa sudah sebulan lamanya Naruto dan Ino menjadi teman sebangku. Loh kok bisa? Bukankah setiap senin mereka harus mengganti teman sebangku? Well, memang pada awalnya begitu. Tapi entah kenapa, Kakashi –sang wali kelas- tidak memberlakukan lagi peraturan itu. Karena menurut Kakashi partner mereka kali ini sudah cocok. Awalnya, Ino uring-uringan dengan keputusan Kakashi itu. Bayangkan saja, ia harus duduk sebangku dengan bocah pirang bodoh itu sampai akhir semester! Yang benar saja!

Tapi... setelah mengenal Naruto lebih dalam (?), akhirnya Ino tahu bahwa bocah pirang itu tidak semenyebalkan (?) yang ia kira. Tingkah Naruto yang konyol dan sikap polosnya selalu bisa membuat Ino tertawa. Walaupun kadang-kadang dia gemas juga dengan kepolosan Naruto yang kelewat batas itu –kalau tidak mau dibilang bego-.

"Jadi bagaimana Ino-chan? Kau yakin akan mengikuti lomba taekwondo minggu depan?" tanya Naruto sambil menenguk sebotol air mineral. Ia dan Ino sedang beristirahat seusai latihan taekwondo yang lumayan menguras tenaga itu. Apalagi tadi pipi Naruto sedikit memar saat melawan Sasori. Huh, menyebalkan! Awas saja dia!

Yah, Naruto dan Ino memang mengikuti ekskul taekwondo di sekolahnya. Selain mereka ada Sasori, Sakura, dan Hinata yang mengikuti ekskul itu. Banyak yang tidak percaya Ino dan Hinata bisa bergabung di ekskul taekwondo. Ino yang suka berdandan dan Hinata yang pemalu? Sangat tidak sesuai dengan image (?) eksul yang mereka ikuti. Walaupun dari luar Ino tampaknya hanyalah seorang gadis bodoh yang hanya mengetahui make up dan fashion, tapi sebenarnya ia memiliki jiwa dan fisik yang cukup kuat. Begitu juga dengan Hinata, walaupun terlihat lemah, sebenarnya Hinata itu sangat kuat.

"Hmmh.. yah, begitulaah. Kesempatan tidak akan datang dua kali Naruto. Aku sangat ingin mengikuti perlombaan ini. Kau sendiri bagaimana?" Ino balik bertanya pada Naruto.

"Kalau aku pasti ikut dong! Aku ingin sekali menghabisi laki-laki sok imut itu!" jawab Naruto berapi-api.

"Hahaha! Ternyata bukan dalam masalah cinta saja kau kalah dari Sasori. Dalam pertarungan pun kau kalah darinya!" kata Ino sambil mencibir Naruto.

"Jahat sekali kau, Ino-chan! Tapi lihat saja nanti! Aku pasti akan mengalahkannya. Bukan hanya dalam pertarungan, tapi juga mengalahkannya untuk merebut hati Sakura-chan! Yosh, tunggu saja Sasori!" kata Naruto dengan semangat berapi-api. Tapi membuat Ino merasakan sesuatu yang lain di hatinya saat mendengar perkataan Naruto itu. Sesuatu yang terasa... menyakitkan!

X.x.X.x.X.x.X.

Ino sedang berjalan-jalan kecil melewati distrik Konoha dan menuju ke rumahnya. Hari ini Deidara tidak bisa menjemputnya. Kakaknya itu beralasan ingin membuat tugas kuliah dirumah temannya. Padahal Ino yakin, Kakaknya itu pasti sedang asyik-asyiknya main game dirumah. Huh, menyebalkan!

Ino menendang-nendang kecil batu kerikil di hadapannya. Dengan tenaga yang sudah terkuras habis saat latihan taekwondo tadi, ia malah harus pulang jalan kaki kerumahnya yang lumayan jauh dari sekolah. Ino berjalan perlahan tanpa memedulikan kakinya yang mulai pegal.

Dan ketika sampai di depan trotoar, Ino melirik kiri-kanan, ingin memastikan tidak ada kendaraan yang lewat. Setelah memastikan bahwa tidak ada kendaraan di jalan itu, Ino pun melangkahkan kakinya untuk menyebrang.

Tapi

.

.

.

.

CKIIITTT!

Entah sejak kapan motor itu datang dan menabrak Ino yang kini terduduk di jalan sambil memegang kakinya yang berdarah.

Sang pelaku yang menabrak Ino itu pun turun dari motornya, dan menghampiri gadis yang di tabraknya tadi.

Pemuda berambut pirang itu terkejut ketika melihat ssosok yang ditabraknya.

"I-Ino-chan?" panggilnya khawatir

Ino pun mendongak ketika namanya di panggil oleh si penabrak (?)

"Na-naruto?" Ino memandang pemuda pirang dihadapannya itu.

"Ya Ampun Ino-chan, maafkan aku! Aku... aku benar-benar tidak sengaja! Tadi aku memang membawa motor dengan kecepatan tinggi, dan aku tidak tau kalau kau ingin menyebrang." Jelas Naruto dengan raut wajah yang jelas sekali menampakkan kekhawatiran

"Engh, Tidak apa-apa Naruto. Aku baik-baik saja kok." Kata Ino sambil mencoba berdiri.

Tapi... BRUUKK!

Ia terjatuh lagi karena tidak sanggup menahan perih di lututnya. Kakinya terasa sangat berat ketika digerakkan.

"INO-CHAN!" teriak Naruto melihat Ino terjatuh sambil memegang lututnya. "Aku... aku benar-benar minta maaf! Ayo, aku antar pulang. Sepertinya lukamu lumayan parah."

"Tapi Naruto..."

"Tidak ada tapi-tapian! Kau jangan membuatku semakin merasa bersalah dong! Ayo, cepat!" kata Naruto sambil menarik tangan Ino dan merangkulkan tangan Ino ke pundaknya. Dan dengan perlahan-lahan dia memapah Ino menuju ke motornya.

"Ayo, naik!" kata Naruto sambil menggendong Ino dan mendudukkannya diatas motor. Wajah Ino sudah bagai kepiting rebus di perlakukan begitu oleh Naruto.

X.x.X.x.X.x.X

"Berhenti Naruto, kita sudah sampai, ini rumahku..." kata Ino sambil menunjuk sebuah rumah yang terbilang mewah itu.

"Ah, ternyata rumahmu disini ya?" kata Naruto sambil memandang rumah Ino

"Emm..." Ino hanya bergumam tidak jelas seraya turun dari motor Naruto dengan susah payah

"Terimakasih ya sudah mengantarku."

"Ino baka! Buat apa berterima kasih padaku? Seharusnya aku yang minta maaf karena telah menabrakmu!"

"Sudahlah, tidak apa-apa. Aku tau kau tidak sengaja. Emm... sudah ya, aku masuk dulu. Jaa nee." Kata Ino sambil berjalan dengan tertatih-tatih menuju rumahnya

"Ahh, tunggu Ino-chan!"

"Ya, ada apa Naruto?" tanya Ino seraya membalikkan badannya

"Ah... itu... apa kau yakin bisa berjalan sampai kekamarmu? Apa perlu aku gendong...ah, maksudku... apa perlu aku mengantarmu sampai kekamar?" Naruto berkata dengan gugup dan membuat Ino tersenyum geli.

'Baka! Apa yang aku katakan? Pasti Ino akan menganggapku mesum!' rutuk Naruto dalam hati.

"Tidak apa-apa Naruto. Aku bisa minta tolong Dei-nii untuk mengantarku sampai kekamar." Kata Ino sambil mengeluarkan ponselnya dan mendial sebuah nomor.

"A-ah, baiklah. Aku tunggu sampai Deidara datang."

"Emm..." Ino hanya menggumam tidak jelas ketika mendengar Deidara sudah menjawab telponnya.

.

.

.

CKLEK!

Tak lama setelah Ino menyudahi pembicaraannya, muncullah surai pirang dari balik pintu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Deidara.

"Astaga, My Lopeli Imouto-chan! Kau kenapa?" seru Deidara kaget melihat memar yang cukup 'wah' dikaki Ino. Lalu matanya beralih ke Naruto yang memandang Ino dengan perasaan bersalah.

"Hei bocah! Kau apakan adikku, heh?" tanya Deidara sambil memandang garang kearah Naruto dan membuat Naruto menelan ludahnya dengan paksa.

'Gila! Nee-san.. eh, Nii-sannya Ino ternyata garang juga.'

"Dei-nii sudahlah! Jangan menatap Naruto seperti itu. Dia sudah berbaik hati mengantarku pulang." Lerai Ino melihat aura peperangan yang akan dilontarkan Deidara (?)

Tatapan Deidara pun melembut, dan baru saja ia ingin mengucapkan 'Arigatou Naruto-chan sudah mengantar Imotou-chanku pulang', tiba-tiba Naruto dengan bodohnya malah berkata...

"Maafkan aku, aku lah yang sudah menabrak Ino. Tapi... aku sama sekali tidak sengaja. Sumpah!"

Entah Naruto orang yang bertanggung jawab atau malah bodoh, dia malah mengakui hal itu pada Deidara yang kini memandangnya dengan tatapan ingin memutilasinya hidup-hidup.

Huaaaa!

Masih kependekan yaa?

Gomen ne, akhir-akhir ini saya sedang sibuk

Jadi ga bisa terlalu fokus buat fic =="

Gimme review, pleaaseee? *puppy eyes*