Disclaimer © Masashi Kishimoto
"Buku Kutukan"
Chapter 3
Teman Baru, Nama Yang Sama
.
.
Naruto DKK telah tiba di desa Mosagakure. Mereka tampak di sambut hangat oleh warga desa Mosagakure. Bagaimana tidak? Naruto yang seorang Hokage ikut serta dalam misi. Hal ini bisa di bilang cukup langka.
"Selamat datang." Kata seseorang menyambut kedatangan Tim Rambut Kuning.
Mereka berlima, Naruto, Sasuke, Sakura, Lee, Hinata hanya tersenyum meresponnya.
Lalu kelimanya dituntun masuk ke sebuah bangunan yang tampak klasik namun kokoh. Kelima pasang mata yang menjadi tamu, tak henti-hentinya melempar pandangan ke sekeliling rumah itu.
Mereka berlima tampak kagum melihat ukiran-ukiran tembok yang masih asri. Corak dan bentuknya begitu menawan, sehingga enak bila dipandang.
"Itu adalah ukiran yang dibuat oleh pendahulu kami." Ucap Tetua yang mendampingi Tim Rambut Kuning tiba-tiba.
"Oh, kira-kira sudah berapa lama sejak ukiran ini di buat kek?" Tanya Sakura.
"Hmm.. Aku juga tidak tahu pasti. Tapi menurut sejarah, ukiran itu sudah ada sejak 1 abad yang lalu."
"Lama juga yah. Tapi ukiran ini tak terlihat tua. Pasti kalian merawatnya dengan baik ya." Kata Lee menyambung.
"Ya, tentu saja. Karena ini adalah harta peninggalan pendahulu kami." Ucap tetua itu lagi.
"hn.."
Setelah jalan beberapa jauh menyusuri lorong, mereka terlihat memasuki sebuah ruangan. Di dalam ruangan tersebut, terdapat sebuah meja yang cukup besar. Tempat itu seperti ruangan untuk para tamu. Lalu mereka berlima dipersilahkan duduk.
Terlihat ada dua orang cowo yang memperhatikan Tim Rambut Kuning. Salah satu orang itu lebih fokus ke arah Hinata dan Sakura. Lalu dia pun mendekati mereka.
"Kecantikanmu sungguh menawan. Tak pernah kulihat wanita secantik dirimu di dunia ini. Bolehkah ku tahu siapa namamu wahai malaikatku?" Kata Pemuda yang mendekati Hinata dan Sakura sambil memegang dan mencium tangan Hinata dan Sakura.
"Hi-Hinata.."
"Sakura.."
"oh.. Nama yang Sangat indah." Kata pemuda itu dengan mata sudah berubah menjadi love.
Yang lain cuma geleng-geleng lalu sweatdrop melihat kelakukan pemuda itu (kecuali tetua desa hanya tersenyum tipis).
"Jimmy, jaga kesopananmu. Lebih baik sekarang kau lepaskan tangan mereka dan panggil teman-temanmu." Ucap Tetua itu.
Lalu pemuda yang bernama Jimmy itu segera melepaskan tangan Sakura dan Hinata.
"Hehehe, Tunggu sebentar malaikatku. Aku akan segera kembali"
"(Tetua brengsek! Seenaknya menyuruh orang)." Batin pemuda tadi.
"Haciiimmm..."
"Ah, sepertinya aku terkena flu. Hmm... Naruto', kau juga ikut mencari kedua temanmu yang lain sana. Supaya cepet ketemu. Nanti setelah ketemu, kau datang kemari lagi ya.." Kata Tetua lagi.
"Baik kek." Jawab Naruto' enteng.
"Apa?! NARUTO!" Kata Sasuke, Hinata, Lee, Sakura, Hinata bersamaan dengan muka syok dan mulut menganga mendengar nama NARUTO.
"Hn, ada apa dengan Namaku? Kenapa kaget begitu." Ucap Naruto' enteng kemudian berlalu. (Untuk membedakan kedua Naruto. Naruto Konoha, tanpa tanda ').
Kelima Ninja itu hanya kaget mendengar nama Naruto'. Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka karena terlalu kaget. Ya, benar saja. Nama itu sama seperti nama Hokagenya. Namun kakek itu hanya bersikap datar saja. Sedangkan Naruto hanya menggerutu, karena ada seseorang yang namanya sama dengan dirinya.
"Apa-apaan orang itu meniru namaku. Huh!" Gumam Hokage muda itu mencibirkan bibirnya.
.oOo.
Tak berapa lama kemudian, mereka lekas duduk. Lalu mereka di suguhkan hidangan makan malam. Mereka tampak senang melihat hidangan itu ditata sedemikian rupa sehingga tampak lezat.
"haaaa... Banyak sekali. Selamat makan." Ucap Naruto bersiap mengambil daging.
TOK!
"Adaawwww..." Teriak Naruto.
"Nanti dulu bodoh! Mereka belum mempersilahkan kita untuk makan. Jaga sikapmu! Disini kau sebagai Hokage, seharusnya memberi contoh yang baik." Geram Sakura berbisik ke Naruto.
"Ba-baik" Ucap Naruto lirih.
"Maafkan kelakuan Hokage kami yaa. Hehe." Ucap Sakura dengan Nada bercanda.
"Hm,, iya tidak apa-apa. Tapi.. Kenapa kau memukulnya? Dia kan Hokage? Apa tidak apa-apa kalau dipukul sekeras itu?" Tanya Tetua desa cemas.
"Ah, itu..." Ucap Sakura terpotong. Dia nampak berpikir.
"Tadi di kepala Hokage kami ada laba-laba jadi dia memukulnya. Benar kan Sakura?" Ucap Lee menyambung. Lalu dia mengedipkan sebelah matanya.
"Ah, iyaa benar laba-laba.. Ada laba-laba di kepala Hokage. Jadi aku membunuhnya. Siapa tahu laba-laba itu beracun. Lagipula pukulannya pelan ko. Cuma kedengarannya saja keras. Hehehe." Jawab Sakura gugup.
"Oh, begitu ya. Yasudah." Kata Tetua tadi tanpa curiga sedikitpun.
Sasuke dan Hinata terlihat sweatdrop melihat kelakuan mereka. Lalu tak berapa lama kemudian, datanglah 3 orang cowo dan 1 orang cewe di mana salah satu dari mereka adalah Naruto'.
"Hm,, jadi ini yaa. Ninja-ninja yang akan melindungi kami. Wah.. Mereka terlihat keren..." Ucap seorang anak remaja kira-kira 16 tahunan dengan mata berbinar-binar. Padahal dia sudah melihatnya beberapa menit yang lalu. Tapi mata kagumnya tidak bisa berhenti menyala.
*Note : Naruto' punya kebiasaan aneh, yaitu melupakan hal-hal yang menurutnya tidak penting.*
"Ah, kalian sudah datang. Ayo kesini bergabung." Ajak Tetua desa.
Kemudian orang yang baru datang ikut duduk bersama Tim Rambut Kuning dan Tetua tadi.
"Wah, kek banyak sekali makanannya. Kebetulan sekali aku sangat lapar. Apakah kita boleh ikut makan kek?" Ucap anak 16 tahun tadi, diikuti pertanyaannya.
"Ya, nanti kalian boleh ikut makan. Tapi, pertama kalian perkenalkan diri kalian dulu pada mereka. Kelima orang ini adalah orang yang akan melindungi kalian dari serangan Hantu itu." Kata Tetua menjelaskan.
"Ya, baik." Ucap mereka bersamaan.
"Aku... Naruto'." Ucap Cowo berambut Pirang.
(Profil : Nama Naruto' Serizawa. panggilan, Naruto'. Usia, 16 Tahun. Hobi, Makan (tapi badannya tidak gendut). Tinggi, Normal (Sesuai dengan rata-rata tinggi anak 16 tahun). Selalu kagum dengan hal-hal yang menurutnya keren. Dia memakai baju lengan panjang dan celana 3/4 . Dia sangat polos dan juga bodoh. Dia punya kebiasaan yang cukup aneh, yaitu melupakan hal-hal yang menurutnya tidak penting).
"Aku, En-En." Ucap gadis paruh baya tersenyum manis.
(Profil : Nama En-En Nobisuke. Panggilan En-En. Usia 17 tahun. Hobi, berbelanja. Tinggi, normal. Sangat suka dengan Uang dan gila harta serta suka pada laki-laki Cool. Dia berambut panjang raven dengan poni menutup jidatnya. Memakai kacamata. Hidung mancung bibir tipis dan manis serta beriris biru. Terkadang dia memanfaatkan kecantikannya untuk menipu orang).
"Aku, Edo." Ucap anak laki-laki berbaju cokelat.
(Profil : Nama, Edogawa. Panggilan, Edo. Usia, 15 tahun. Hobi, tidak ada. Karena dia suka segala hal. Tinggi, normal. Penakut dan mudah dibohongi. Terkadang dia cukup polos. Anak termuda dari 4 bersaudara).
"Aku, Jimmy'." Kata anak berambut blonde.
(Profil : Nama, Jimmy. Panggilan, Jim. Usia 17 tahun. Hobi, menggoda wanita. Tinggi, normal. Suka menggoda wanita dan bertingkah aneh di depan wanita. Selalu menganggap wanita adalah malaikatnya. Termasuk juga En-En. Dia sangat mahir dalam memasak. Karena orangtuanya adalah keturunan Koki legendaris. Terkadang dia suka berpikir mesum).
Setelah mereka mengenalkan diri. Naruto DKK pun ikut memperkenalkan diri juga.
"Baiklah... Sekarang giliranku. Namaku Rock Lee." Ucap Lee dengan gaya Khasnya.
"(Sepertinya dia orang kuat. Kuharap aku bisa memintanya untuk melindungiku. Hihihi)" Batin Edo.
"Aku Haruno Sakura." Kata Sakura tersenyum manis.
"Aku Hyuga Hinata." Kata Hinata tersenyum manis juga.
"(Hihihi. Mereka sangat cantik. Aku harus bisa mendapatkan hati mereka. Ahh... Senangnya)." Batin Jimmy'. Lalu dia pun merubah matanya menjadi mode Mesum.
"Aku, Uchiha Sasuke." Kata Sasuke datar.
"(Dia sangat Tampan dan juga keren. Wahh.. Aku akan buat dia jatuh cinta kepadaku. Hihihi)." Kata En-En dalam hati.
"Dan Aku, Uzumaki Naruto." Kata Naruto' lantang.
"Haa! Naruto? Kau meniru Namaku ya!" Kata Naruto' spontan. Dia tidak berkata dalam hati seperti teman-temannya.
"Hei! Bukankah kau yang meniruku jelek!" Ucap Naruto marah.
"Apa kau bilang! Kau yang jelek we-..." Kata Naruto' lagi sambil menjulurkan lidah.
"huwaa... Dasar peniru!" Ucap Naruto mulai berdiri.
"Imitasi!" Kata Naruto' tak mau kalah.
"Duplikat!" Timpal Naruto Lagi.
"Salinan!"
"Foto Copy!"
"jiplakan!"
"Cetakan!"
Mereka terus melemparkan kata-kata olokan satu sama lain. Dan akhirnya masing-masing algojo dari pihak yang bermasalah turun tangan.
JDUG!
"Adaaaww!"
"Diaaaammmm!" Ucap Sakura dan En-En bersamaan.
Naruto dan Naruto' pun diam melihat keganasan temannya.
"Mereka seperti saudara kembar ya. Benarkan Sasuke?" Tanya Lee.
"Ya, kau benar Lee. Paling tidak aku bisa membedakan mereka, karena aku punya panggilan Dobe. Untuk memanggil idiot itu." Kata Sasuke.
Lalu semua pun lekas Sweatdrop melihat perang adu mulut itu.
.oOo.
"Hehe.. Sudah sudah... Lebih baik kalian makan dulu hidangannya. Nanti setelah makan, aku ceritakan asal usul kenapa aku memanggil kalian untuk menjalankan misi ini." Kata Tetua.
Lalu semua pun menurut dengan yang diucapkan Tetua tadi. Terlihat makanan yang dihidangkan sangat disukai oleh Naruto DKK dan Naruto' DKK. Makan malam pun berjalan Normal (Normal di sini berarti adanya perang adu mulut antara Naruto' dan Naruto karena mereka berdua berebut hidangan yang disuguhkan). 20 menit kemudian makan malam pun selesai.
"Ah, kenyangnya." Ucap Naruto dan Naruto' mengelus perutnya. mereka mengucapkan kata-kata serta melakukan gerakan yang secara bersamaan.
"Hei, Kenapa kau meniru omonganku!" Kata Naruto dan Naruto' bebarengan Lagi Mulai berdiri. Dan anehnya gerakan berdiri mereka sama persis.
"kyaa... Aku mengucapkannya bebarengan lagi." Ucap Naruto dan Naruto' bersama lagi sambil memegang kepala masing-masing.
"Hei, hentikan! Itu tidak lucu tahu!" Kata mereka bersama.
"Kya... Teman-teman tolong aku... Dia meniru segala omonganku! Kau lihat kan... Lihat.. Bahkan gerakanku juga di tiru." Ucap kedua Naruto bersamaan lagi sambil menunjuk Naruto satu sama lain.
"Tolong! Hentikan peniru itu teman-teman. Kya dia mengucapkannya lagi... Kyaa... Lihat... Lihaat... Dia sama sekali tidak melewatkan gerakanku." Ucap Naruto bersamaan lagi dan lagi. Keduanya pun melakukan gerakan yang sama persis tanpa ada yang terlewatkan.
"Kenapa kalian diam saja! Lihat ini... aku menggerakan tanganku dia ikut menggerakan. Kya..." Ucap kedua Naruto menggerakan jari-jari tangannya dengar gerakan yang sama secara bersamaan.
"Mustahil...! Cepat hentikan jelek! Kya... Kau... Siapa kau ini sebenarnya... Aaaa... Aku bisa gila..." Kata kedua Naruto bersamaan lagi berteriak histeris sambil memegang kedua pipinya masing-masing.
Semua yang melihat hanya bengong dengan apa yang barusan terjadi. Teman mereka mengucapkan kata-kata dan melakukan gerakan yang sama persis, berkali-kali.
JDUG!
Pukulan Sakura dan En-En mendarat di kepala Naruto dan Naruto'.
"Bisa diam tidak!" Ucap Sakura dan En-En kali ini mereka lakukan bersamaan. Seketika itu juga keduannya langsung menutup mulut mereka dan lagi-lagi dilakukan bersamaan.
Prok-Prok-Prok-Prok-Prok-Prok
Suara tepuk tangan dan tawa kecil Sasuke, Lee, Hinata, Jimmy, dan Edo ikut meramaikan suasana.
"Ini seperti sebuah drama yaa. Tidak kusangka akan terjadi kebetulan begini." Ucap Lee.
"Benar sekali, Naruto-kun dan Sakura-Chan seperti punya saudara kembar." Kata Hinata ikut bicara.
"Hahaha.. Kalian seperti sebuah cermin. Gerakanmu begitu menawan Dobe. Aku sampai geli melihatnya. Hahaha... Hahahah... Hahahaha..." Kata Sasuke tertawa gila.
"Sepertinya malam ini akan jadi malam yang seru. Karena akan ada seni meniru." Komentar Jimmy.
"Kalian sungguh super..." Tambah Edo.
Beberapa menit mereka tertawa bersama karena hal-hal yang terjadi kebetulan tadi. Terutama Sasuke. Dia tertawa terbahak-bahak. Bahkan dia sempat pergi ke kamar mandi berkali-kali untuk buang air kecil.
"(Huh. Gara-gara peniru itu. Aku jadi bahan tertawaan teman-temanku!)" Batin Naruto dan Naruto' bersamaan lagi. Namun kali ini keduanya tidak menyadari.
"(hm, kira-kira dia meniruku tidak ya.. Hahaha. Jangan bodoh! Mana mungkin dia meniruku. Aku kan hanya membatin!)" Kata Naruto dan Naruto' yang sebenarnya membatin dengan kata-kata yang sama.
"Hahahahahaha" Tawa Naruto dan Naruto' bersamaan dengan gaya tertawa yang sama juga.
Lalu mereka langsung diam dan berpikir sejenak. Mereka mempunyai pikiran yang sama lagi.
"(Kenapa dia tertawa? Apa mungkin dia tahu?)"
Lalu keduanya menunjukan ekspresi yang sama-sama kaget karena menyangka penirunya memikirkan pikiran yang sama. Dan sebenarnya kenyataanya memang begitu.
"Sudah-sudah tertawanya. Aku hampir tidak percaya kalian berdua Naruto' dan Tuan Hokage bisa melakukan hal seperti itu." Kata Tetua kali ini mulai bicara.
"Apa?! Jadi si peniru ini adalah Hokage?!" Kata Naruto'.
"Hahaha.. Tentu saja bodoh! Dan jangan sebut aku peniru! dasar peniru." Kata Naruto bangga.
"Kau..." Ucap Naruto' mulai marah.
"sudah-sudah. Hentikan itu Naruto'. Hormati Tuan Hokage. Sekarang izinkan aku menjelaskan sesuatu yang sudah kujanjikan tadi. Kalau terus ribut. Akan semakin malam." Kata Tetua melerai.
"Nah, sekarang kau dengar itu peniru. Hormati aku. Karena aku adalah HO-KA-GE!" Tutur Naruto dengan nada penekanan di akhir kalimat.
Lalu Naruto' yang mendengar itu hanya pasrah. Dia pun kembali duduk dengan tenang.
"Hm.. Baguslah kalau kalian mengerti."
"Sekarang akan kuceritakan."
"Hm..." Ucap Tetua terhenti memejamkan matanya mencoba mengingat sesuatu.
Semua mata pun tertuju pada Tetua itu. Mereka semua penasaran apa yang akan dikatakan Tetua selanjutnya.
1 menit kakek itu masih diam.
10 menit kakek itu masih sama seperti sebelumnya.
30 menit kemudian masih sama seperti sebelumnya. Kakek itu masih diam tanpa kata.
Lalu Sasuke mengaktifkan saringannya melihat apa yang dipikirkan kakek itu. *emang saringan bisa buat baca pikiran ya? :v. Tenang, ini FF author bebas rules. Shishishi*
"Ah! Kakek itu... Tertidur." Kata Sasuke spontan. Lalu matanya kembali Normal.
"Apa! Jadi dia tidur ya!" Ucap En-En yang mendengar ucapan Sasuke.
Lalu Tetua tadi terbangun karena ucapan En-En yang terlalu keras.
"Kek.. Kenapa kau tertidur kek?!" Tanya Edo.
"Ah, Edo?! Hahaha. Maaf aku ketiduran ya. Hehehe." Kata Tetua tertawa kecut. Semuapun sweatdrop mendengar kata-kata yang dilontarkan kakek itu.
"Baiklah. Akan kuteruskan yang tadi. Jadi begini..."
"hm..." gumam kakek itu terhenti lagi. Kakek Tetua itu lagi-lagi terhenti cukup lama kira-kira 120 detik.
Sakura yang melihat itu langsung angkat bicara sebelum terjadi hal-hal konyol seperti itu lagi.
"Kek.. Ada apa lagi? kenapa kakek berhenti?" Kata Sakura.
"Maaf sebelumnya. Aku lupa apa yang telah aku bicarakan sebelumnya. Bisa beritahu aku? Hehehe." Ucap kakek itu tanpa rasa bersalah.
Lalu semuanya kembali sweatdrop bersama.
"sebelumnya kakek bilang ingin menceritakan apa yang membuat kakek memanggil kami untuk menjalankan misi ini." Ujar Hinata kali ini menjelaskan.
"Oh, iya benar juga.. Benar juga... Benar juga... Benar juga... Benar juga... Benar juga... Benar juga...-" Ucap kakek tanpa henti mengatakan kata benar juga.
"Kek, kek, kek, Cukup kek. Benar juganya. Sekarang lebih baik kakek ceritakan. ini sudah semakin malam." Kata En-En mulai bosan.
"ah, iyaa. Maaf, aku terlalu bersemangat. Hm.. Jadi begini..."
Kali ini kakek itu mulai serius. Semua matapun tertuju pada Tetua itu. Walaupun sebenarnya Naruto', En-en. Edo, dan Jimmy sudah mengetahui cerita yang akan diceritakan kakek Tetua itu.
Bersambung...
Kuharap kalian engga bosen.. HiHiHi..
tolong review yaa..
thanks..
