You are my first love and last love
Chapter ke tiga. Di mana semuanya lagi suka masuk rumah sakit. Udah lah aku nggak mau banyak omong lagi. Tapi Ai mau minta maaf, cuz updatenya lama. Lagin males ke warnet nih. Maaf banget ea *padahal nggak ada yang menyesal* Langsung aja titrd chapter. Read.
Summary : kan udah gue jelasin di atas tapi masih tetep Rukia POV (kalo ada POV lain pasti di beri tau), Gaje, OOC, OC, UV dll.
Disclamer : semuanya milik aku, cus kata bang Tite characternya di wariskan ke aku *di jitak ama bang Tite* nggak kok. Ai hanya author yang meniru bang Tite.
Rating : T
Genre : romance/tragedy
Rukia k & Ichigo k
You are my first love and last love chapter 3
Rukia masuk rumah sakit again...
+ Di dalam aula +
"Apa yang kau lakuakan?" kata kak Ikawa sambil mencoba menampar Senna.
"Kak hentikan," kata Ichigo.
"Apa? Hentikan? sebaiknya kau kejar Rukia dulu."
"Kau juga, jangan berlaku seenaknya di depan semua orang ya," sambil melototi Hana.
"Sebaiknya hentikan kak," kata Hitsugaya.
"Kau juga, sebaiknya kau segera mengejar Momo."
Akhirnya Ichigo dan Hitsugaya mengejar aku dan Momo.
"Kalian ini apa tak tau malu ya? kalau seperti ini kalian bukan pintar, melaikan orang bodoh yang mengaku jadi orang pintar, apa kalian tidak tau kalau Ichigo dan Hitsugaya sudah punya pacar?"
"Maaf kak aku hanya…" kata Hana dan Senna.
"Kalian jangan minta maaf ke aku, sebaiknya kalian minta maaf ke Rukia dan Momo saja."
"Ikawa sebaiknya selesaikan semua ini dengan kepala dingin," kata Matsumoto.
"Sudah ku coba sensei, tapi mungkin aku terlalu egois."
"Sekarang semuanya sebaiknya membantu Ichigo dan Hitsugaya menyelesaikan masalah."
"Baik…" semuanya akhirnya keluar aula.
+ Di luar aula +
Sekarang keadaannya sedang hujan. Aku tak mempedulikan baju seragamku yang basah karena terkena air hujan itu. Aku terus berlari dan berlari. Semuanya hanya bisa melihat aku di kejar Ichigo saja.
"Rukia… tunggu… aku mau jelasin semua ini dulu."
"…" Tak ada jawaban dariku.
"Rukia… kau dengar tidak…"
"…"
"Kalau kau tidak berhenti aku akan…" akhirnya aku berhenti dan menampar pipi Ichigo.
'Plak…'
"Kau tidak tau ya perasaanku sekarang bagaimana? aku sekarang tidak akan pernah percaya padamu lagi ichigo."
"…" Tak ada balasan dari Ichigo.
"Mungkin semuanya sudah berakhir sampai di sini," setelah mengatakan itu aku berlari ke luar sekolah.
"Momo tunggu…" teriak Hitsugaya.
"Pergi… jangan ganggu aku lagi…"
Kami berempat kejar-kejaran di bawah hujan.
+ Di luar sekolah +
Sekarang aku berada di depan sekolah. Momo sekarang berada di belakangku. Karena hujannya lebat aku tak bisa melihat kiri dan kanan. Saat aku menyeberang…
"Tidak…." Teriak kami berdua.
'Bruak…'
Aku terlempar dan aku mengenai Momo yang ada di belakangku. Ichigo dan Hitsugaya langsung berlari ke kami. Yang lainnya pun mengikuti.
"Ru…Rukia…" teriak Ichigo.
"Momo… Momo… sadarlah…" kata Hitsugaya.
"Memangnya ada ap…" kata kak Ikawa.
"Ini tidak mungkin…." Kata Inoue sambil menutupi wajahnya.
"Sebaiknya segera panggilkan mobil ambulans," teriak para sensei.
Kak Ikawa langsung mengambil hp SE W980i-nya dan menelefon.
"Halo… di sini Dokter Ikawa, tolong kirimkan dua mobil ambulans ke SMA Karakura sekarang, tolong secepatnya ya."
Kak Ikawa menutup telefonnya dan mendekat ke Ichigo.
"Ichigo sebentar lagi ambulans akan datang… tolong tunggu dulu ya," kata kak Ikawa.
"Mana bisa aku menunggu kalau keadaanya begini, ini semua karena salahmu SENNA," teriak Ichigo.
"Ma… maafkan…" kata Senna sambil mendekat.
"Jangan mendekat… kau hanya membawa kesialannya saja, sejak Rukia kenal denganmu dia sering mengalami kejadian yang hampir bisa membuatnya meninggal, kau tau apa yang akan ku lakuakan kepadamu kalau dia meninggal sekarang, kau akan ku bunuh juga pada hari ini!!!" seru Ichigo.
"Sudah tenanglah Ichigo," kata kak Ikawa.
Akhirnya mobil ambulans datang.
Semuanya yang berkeperluan sudah masuk. Waktu kak Ikawa mau masuk.
"Kak… maafkan aku ya," kata Senna dan Hana.
"Aku tau pasti Rukia dan Momo mau memaafkanmu," jelas kak Ikawa.
Akhirnya semuanya berlalu.
+ Di rumah sakit +
Luka Momo sudah di obati. Karena lukanya ringan dia di perbolehkan pulang. Tapi beda lagi dengan lukaku. Sampai saat ini pun aku belum membuka mata sama sekali. Ichigo dan yang lainnya menungguku di luar.
"Kak bagaimana keadaannya?" tanya Ichigo.
"Masih seperti sebelumnya, lalu kalau kau Momo?"
"Aku sudah baik-baik saja kok kak."
"Kalau begitu istirahatlah Momo, Hitsugaya tolong antarkan Momo pulang ya."
"Baik…"
"Ichigo sebaiknya kita ke Rukia saja."
"Kalau begitu ayo kita masuk ke kamar."
Waktu kak Ikawa dan Ichigo mau masuk ke kamar tiba-tiba kakak datang.
"Ikawa… tunggu…"
"Hey-hey… memangnya aku mau kemana?"
"Maksudku aku mau minta pejelasanmu, kenapa Rukia bisa masuk rumah sakit lagi?"
"Kalau itu sebaiknya kita bicarakan di dalam."
"Kalau begitu ayo kita ke dalam."
Saat masuk ke dalam kamar mereka bertiga memandang lekat-lekat ke aku yang sudah bangun.
"Ru… Rukia… kau…" kata Ichigo.
"Jangan mendekat…" jawabku.
"Tapi aku…"
"Pergi… pergi sekarang… secepatnya!!!"
"Baik…"
Setelah Ichigo keluar kamar, aku langsung menangis. Kak Ikawa memelukku.
"Sudahlah jangan di paksakan," kata kak Ikawa.
"Sebenarnya aku sudah mengizinkanmu berpacaran dengannya," jelas kakak.
"Tapi semuanya sudah berakhir, nii-sama," kataku.
"Tenang Rukia, suatu saat pasti semuanya akan kembali menjadi normal."
Setelah sudah tenang kak Ikawa melepaskan pelukannya. Tak lama kemudian kami mendapatkan kabar.
"Dokter… dokter Ikawa, kami mendapatkan kabar tentang adikmu," kata seorang perawat.
"Kenapa? apa yang terjadi padanya?"
"Dia… dia..."
^_TBC_^
*Author : hiks... hiks... hiks... kenapa harus seperti ini ? kenapaaaaa....?
Momo : loe kenapa lagi ?
Author : ntuh Rukia masuk rumah sakit lagi.
Momo : oh... jadi loe nangis gara-gara kehilangan uang loe lagi.
Author : iya... –angguk-angguk-
Momo : yeee.... kau ini, nanti kalo loe nggak kasihan ma Rukia, loe nggak dapet tanda tangannya Byakuya taico lho...
Author : ah... yang bener.
Momo : beneran... bisa-bisa nanti loe di kacangin.
Author : masa' sih... nggak percaya aku.
Momo : nggak percaya ya udah... kalo gitu gue ngomong aja ke Byakuya taico.
Author : mau ngomong apa ?
Momo : ngomong apa yang sebenarnya terjadi.
Author : jangan dong Mo, loe nggak kasihan ya mau gue.
Momo : iya, emangnya kenapa ?
Author : jahat loe.
Momo : emang.
Author : kok gitu sih... nanti di cerita gue loe nggak tak jadiin pacarnya Hitsu lho kalo loe terus-terusan kayak gitu.
Momo : ja... jangan gitu dong.
Author : salah sendiri.
Momo : i... iya deh... nggak jadi.
Author : ok... kalo gitu aku juga nggak jadi.
Momo : lha gitu dong.
Author : kalo gitu udah dulu ya, nanti gue mau ngejenguk Rukia, kalo gitu yang udah ngereview makasih, yang udah baca jangan lupa review and gomen kalo masih ada kesalahan dll.
Semua : arigatou...*
!!! REVIEW !!!
I I
I I
I I
I I
V
